Anda di halaman 1dari 20

ASCOMYCOTA DAN BASIDIOMYCOTA

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur


Mata Kuliah : Botani Cryptogamae
Dosen Pengampu : Novianti Muspiroh,S.P, M.P.

Disusun oleh :

1. Alya Yashif
2. Fitri maulidiyyah
3. Irfan Salsabila F.H.
4. Koimah
5. M. Eko. D
6. Nur Amalia

BIOLOGI A
Semester 3

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2015
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul Ascomycota dan Basidiomycota guna memenuhi tugas terstruktur.
Banyak hal-hal penting yang dapat kami simpulkan mengenai observasi pada masa
dewasa awal yang hal ini data di ambil dari mahasiswa.
Banyak lagi pembahasan-pembahasan yang bersumber dari berbagai buku mengenai
pengantar peserta didik yang belum dapat saya sampaikan. Saya menyadari bahwa selama
pembuatan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Amin Ya Robbalalamiin...
Tak luput kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu kami Ibu Novianti
Muspiroh, S.P., M.P yang telah memberikan pengarahan sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan sebaik-baiknya. Juga kepada teman-teman yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah ini dengan penuh konsekuen dan kerja keras. Besar harapan kami
mudah-mudahan makalah ini menjadi acuan untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Amin...

Cirebon, Oktober 2015

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................. iv
DAFTAR ISI............................................................................................................. v
BAB I..................................................................................................................... vi
PENDAHULUAN...................................................................................................... vi
A. Latar Belakang............................................................................................ vi
B. Rumusan Masalah........................................................................................ vi
C. Tujuan......................................................................................................... vii
BAB II................................................................................................................... viii
PEMBAHASAN...................................................................................................... viii
A. Ascomycota............................................................................................... viii
B. Basidiomycota............................................................................................ xv
BAB III................................................................................................................. xxi
KESIMPULAN........................................................................................................ xxi
Daftar Pustaka.................................................................................................... xxii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menengok proses pembuatan tape, baik tape ketan maupun
tape singkong terjadi proses fermentasi yang melibatkan
mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut dari divisi mycota atau
fungi, kelas ascomycota nama spesiesnya yaitu Saccromyces
cerevisiae. Mikroorganisme tersebut terdapat pada bahan yang di
kenal dengan ragi.
Proses fermentasi yang terjadi pada pembuatan ragi merupakan
fermentasi anaerob (tanpa oksigen), jamur Saccromyces cerevisiae
bekerja mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida.
Pembuatan tape tidak lepas dari cabang ilmu biologi yaitu
bioteknologi, bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang
bersifat sains terapan. Tak hanya bioteknologi saja yang berperan,
cabang ilmu lain seperti botani cryptogamae juga berperan, dari
ilmu tersebut kita dapat mempelajari segala hal yang berhubungan
dengan tumbuhan tingkat rendah, seperti jamur, lumut dan lain
sebagainya.
Jamur yang berperan bagi kehidupan, tidak hanya dari kelas
ascomycota, ada juga dari kelas lain, seperti kelas basidiomycota.
Spesies dari jamur basidiomycota ada yang mikrokopis dan ada
yang makrokopis. Dalam kehidupan masyarakat sendiri, jamur dari
divisi ini yang terkenal yaitu jamur kuping yang biasa di olah
menjadi makanan.
Mengingat begitu banyak peranan jamur terutama divisi
ascomycota, dari peranan yang menguntungkan ataupun
merugikan. Untuk itu, dalam makalah ini kami akan membahas,
pengertian divisi ascomycota dan basidiomycota, ciri-cirinya,
habitat, klasifiksi, dan peranannya. Dengan dibuatnya makalah,
semoga dapat memberi tambahan pengetahuan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, didapatkan beberapa rumusan
masalah, yaitu :
1. Apa Pengertian dari Divisi Ascomycota ?
2. Bagaimana Struktur Tubuh dari Divisi Ascomycota ?
3. Bagaimana Reproduksi dari Divisi Ascomycota ?
4. Dimanakah Habitat Divisi Ascomycota ?
5. Apa Peranan Divisi Ascomycota bagi Kehidupan Manusia ?
6. Apa Pengertian dari Divisi Basidiomycota ?
7. Bagaimana Struktur Tubuh dari Divisi Basidioomycota ?
8. Bagaimana Reproduksi dari Divisi Basidiomycota ?
9. Dimanakah Habitat Divisi Basidiomycota ?
10. Apa Peranan Divisi Basidiomycota bagi Kehidupan Manusia ?

C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas, didapatkan beberapa tujuan
pembuatan makalah ini, yaitu :
1. Untuk Mengetahui Pengertian dari Divisi Ascomycota.
2. Untuk Mengetahui Struktur Tubuh dari Divisi Ascomycota.
3. Untuk Mengetahui Reproduksi dari Divisi Ascomycota.
4. Untuk Mengetahui Habitat Divisi Ascomycota.
5. Untuk Mengetahui Peranan Divisi Ascomycota bagi Kehidupan
Manusia.
6. Untuk Mengetahui Pengertian dari Divisi Basidiomycota.
7. Untuk Mengetahui Struktur Tubuh dari Divisi Basidioomycota.
8. Untuk Mengetahui Reproduksi dari Divisi Basidiomycota.
9. Untuk Mengetahui Habitat Divisi Basidiomycota.
10. Untuk Mengetahui Peranan Divisi Basidiomycota bagi
Kehidupan Manusia.

11.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Ascomycota
1. Pengertian Ascomycota
Lebih dari 60.000 spesies askomisetes, atau fungi kantung
(sacfungi) telah dideskripsikan dari berbagai ragam habitat luar, air
tawar, dan darat. Fungi kantung bervariasi dalam bentuk ukuran
dan kompleksitas dari khamir uniseluler hingga ke fungi kecil
berbintik daun sampai ke fungi mangkok rumit dan morel.
Ascomycetes meliputi beberapa patogen tumbuhan yang paling
merusak, tetapi ada banyak fungi kantung yang merupakan saprba
yang penting, khususnya yang berasal dari tumbuhan. Sekitar
separuh dari spesies ascomisetes hidup dengan alga dalam
gabungan simbiotik yang disebut lichen. Beberpa askomisetes, yang
meliputi morel, membentuk mikorhiza dengan tumbuhan. Yang lain
hidup pada daun dipermukaan sel mesofil, dimana fungi tersebut
membantu melindungi jaringan tumbuhan dariserangan serangga,
yaitu dengan cara mengeluarkan senyawa beracun (Campbell,
2003)
Menurut siti sutarmi (1983) Subdivisi ini bercirikan talus yang
terdiri dari miselium septat. Reproduksi aseksual membentuk
askospora di dalam askus. Ada 150.000 spesies cendawan yang
dapat hidup sebagai saprob (dalam tanah, kayu membusuk, dan
lain-lain) atau sebagai parasit yang menimbulkan banyak macam
penyakit pada tumbuh-tumbuhan. Pada refroduksi aseksual
dibentuk konidium, dapat tunggal atau berantai pada ujung hifa
khusus yang disebut konidiofor.

2. Struktur Tubuh Ascomycota


a. Memiliki hifa yang bersekat dan berinti banyak.
b. Struktur tubuhnya ada yang uniseluler seperti
Saccharomyces, multiseluler membentuk miselium soenositik
seperti Penicillium, dan ada juga yang multiseluler
membentuk badan buah seperti Nectria
c. Cara hidupnya ada yang saprofit, parasit, atau bersimbiosis
d. Menghasilkan spora dalam askus (askospora). Setiap askus
mengandung 8 spora. Askus- askus tersebut berkumpul
membentuk badan yang disebut askokarp. Beberapa bentuk
askus adalah sebagai berikut :
1) Askus tanpa askokarp, contoh: Saccharomyces dan Candida
2) Askus dengan askukarp berbentuk bola (kleistotesium),
contoh: Penicillium
3) Askus dengan askokarp berbentuk botol berleher
(peritesium), contoh: Neurospora Crassa
4) Askus dengan askokarp berbentuk mangkuk atau cawan
(apotesium), contoh: Ascobolus.

3. Klasifikasi Ascomycota
Berdasarkan ada tidaknya askus dan macamnya, ascomycota
dipisahkan menjadi enam kelas, diantaranya:
a. Hemiacomycetes
Kelompok cendawan ini tidak membentuk askokarp. Ciri lain
ialah tidak adanya hifa sebagaimana dijumpai pada fungi lain,
melainkan tubuhnya itu terdiri dar sel bulat atau oval yang
dapat bertunas atau berkuncup sehingga tebentuklah rantai
sel atau hifa semu. Contoh anggota Hemiascomycetes adalah
khamir Saccharomyces.
Beberapa jenis Saccharomyces antaralain:
1) Saccharomyces cerevisiae, khamir roti atau khamir bir, juga
disebut khanir raja yang berguna dalam pembuatan roti dan
alcohol.
2) Tuac, bekerja mengubah air nira(legen) menjadi tuak.
3) Saccharomyces ellipsoideus, mempermentasi buah anggur
menjadi anggur manuman.
Gambar 2.1 Contoh Kelas Hemiacomycetes Saccharomyces
cerevicaee
Copyright wikipedia 2011

b. Plectomycetes
Kelas kedua ini bercirikan adanya askokarp berbentuk bola
yang disebut kleistotesium. Dalam kelompok ini berkumpul
2.250 spesies yang dapat hidup sebagai saprob, parasit, atau
hiperparasit. Yang termasuk kelas Plectomycetes adalah
Aspergillus dan Penicillium.
1) Aspergillus
Aspergillus hidup sebagai saproba pada bermacam-macam
bahan organik, seperti pada roti, daging yang sudah diolah,
butiran padi, kacang-kacangan dan lain-lain. Koloninya
berwarna abu-abu, hitam, kuning atau cokelat.
Jenis-jenis Aspergillus antara lain:
a) Aspergillus fumigates, bersifat parasit yang menyebabkan
penyakit pada saluran pernapasan unggas
b) Aspergillus flavus, penghasil flatoksin yang diduga sebagai
penyebab penyakit kanker hati. Kapang ini benyak terdapat
pada kacang tanah dan makanan yang terbuat darinya.
c) Aspergillus niger, menghasilkan asam sitrat.
d) Aspergillus oryzae, untuk merombak zat pati dalam
pembuatan minuman berakohol.
e) Aspergillus nidulan, parasit pada telinga menyebabkan
outomikosis.
f) Aspergillus soyae, untuk pembuatan kecap.

Gambar 2.2 Contoh Kelas Plectomycetes Aspergillus


sp
Copyright wikipedia 2011

2) Penicillium
Kapang multiseluler ini mempunyai miselium bersekat-sekat.
Ujung konidiofornya tidak melebar melainkan bercabang-
cabang tadi.
Penicillium, banyak terdapat pada bahan-bahan organik dan
sebagai saprofit, misalnya sebgai berikut:
a) Penecillium notatum dan P. chrysogenum penghasil zat
antibiotik (penisilin) yang ditemukan tahun 1929 oleh
Alexander Fleming.
b) Penecillium cammemberti dan P. requefort dimanfaatkan
untuk meningkatkan kualitas keju.
c) Penecillium italicum dan P. digitatum perusak buah jeruk
masing-masing dinamai juga kapang biru dan kapang hijau.
d) Penecillium axpansup, menyebabkan buah apel membusuk
ditempat penyimpanan.
e) Penecillium islandicum merusak beras sehingga menjadi
kuning, maka disebut Yellow rice.

Gambar 2.3 Contoh Kelas Plectomycetes Penecillium


sp
Copyright wikipedia 2011

c. Pyrenomycetes
Dalam kelas ini terdapat 6000 spesies spesies yang hidup
sebagai saprob, parasit, dan hiperparasit. Kelas ini merupakan
yang terbesar diantara subdivisi Ascomycota. Ciri yang khas
adalah adanya askoma berbentuk khusus yang dilengkapi
ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora), tubuh
buah seperti itu disebut peritesium, yang dapat berwarna
cerah atau gelap.
d. Discomycetes
Kelas ini menggolongkan cendawan yang mempunyai
apotesium atau diskokarp, yaitu askokarpberbentuk mangkuk
atau pisin. Hidup sebagai parasit tumbuhan, saprob pada kayu
busuk, buah busuk atau kotoran hewan.
e. Loculoascomycetes
Dalam kelas ini askusnya binunikat, yang ujungnya dilengkapi
dengan dua lapis dinding. Askokarp merupakan askostroma
dengan askusya berserakan secara tidak beraturan dalam
tenunan stroma atau berkelompok lokus.
f. Laboulbeniomycetes
Ada peritesium, cara hidupnya khas sebagai ektoparasit pada
antropoda.

4. ReproduksiAscomycota

Gambar 2.4 Reproduksi Divisi Ascomycota


Copyright Pearson Education inc, publishingas
Banjarmasin Cummings

a. Reproduksi Aseksual
1) Reproduksi aseksual pada Ascomicotina multiseluler dilakukan
dengan fragmentasi miselium dan pembentukan konidia.
Konidia adalah spora aseksual yang terbentuk pada ujung
konidiofor
2) Reproduksi aseksual pada Ascomicotina uniseluler dilakukan
dengan membentuk tunas. Pembentukan tunas (Blastophora)
pada Ascomicotina uniseluler diawali dengan dinding sel
menonjol keluar membentuk tunas kecil. Nukleus dalam sel
induk membelah dan satu nukleus bergerak ke dalam sel
tunas. Sel tunas kemudian memisahkan diri dari sel induk
untuk menjadi individu baru. Akan tetapi, kadang-kadang
tunas tetap melekat pada sel induknya membentuk rantai sel
yang disebut dengan hifa semu (pseudohifa)
b. Reproduksi Seksual
1) Reproduksi seksual pada ascomicotina uniseluler terjadi
dengan cara kanjugasi. Konjugasi 2 sel ascomicotina (n)
menghasilkan zigot (2n). Zigot tumbuh menjadi askus. Dalam
askus terjadi pembelahan meiosis menghasilkan 4 sel
askospora (n).
2) Reproduksi seksual pada ascomicotina multiselulerdilakukan
dengan cara berikut :
Askospora tumbuh menjadi benang hifa. Hifa bercabang-
cabang membentuk miselium. Ujung miselium berubah fungsi
menjadi askogonium (oogonium) dan anteridium yang saling
berpasangan. Selanjutnya terjadi pembelahan mitosis
membentuk hifa (2n). Ujung hifa yang dewasa membentuk
askus. Inti pada askus membelahsecara meiosis membentuk 8
askospora (n). Askospora yang telah masak akan tersebar dari
askus yang pecah. Askospora yang jatuh di tempat yang
sesuai akan berkecambah menghasilkan hifa haploid yang
baru (Subandi. 2010).
5. Habitat ascomycta
Ascomycota umumnya hidup saprofit pada tanah dan sisa
organisme. Sebagian ascomycota lainnya merupakan parasit pada
tumbuhan dan hewan. Jamur Ascomycota ada yang hidup di laut
dan merupakan salah satu saproba utama. Ascomycota dapat
ditemui di permukaan roti, nasi dan makanan basi. Warnanya coklat
merah atau hijau.
Ascomycota ada yang hidup sebagai parasit atau saprofit. Jamur
yang hidup sebagai parasit, dapat menimbulkan penyakit yang
sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau, pepaya, karet,
teh, cokelat, dan padi. Sedangkan jamur saprofit hidup pada bahan
makanan atau sampah (Tjitrosoepomo, Gembong. 2009).

6. PerannyaAscomycota dalam Kehidupan


Berikut adalah contoh spesies Ascomycota baik yang
menguntungkan maupun merugikan.
a. Tabel Spesies Ascomycota yang Menguntungkan.

No Nama Jamur Peran

Saccharomyces Untuk pembuatan roti dan


1
cereviceae pembuatan alkohol

Saccharomyces Untuk pembuatan wine dan


2
ellipsoideus buah anggur

Untuk pembuatan tuak dari


3 Saccharomyces tuac
air nira

4 Neurospora crassa Untuk pembuatan oncom

Tubuh buahnya dapat


5 Morchella esculenta
dimakan

Tubuh buahnya dapat


6 Sarcoscypha coccikea
dimakan
7 Penicillium notatum Penghasil zat antibiotik

Penicillium
8 Meningkatkan kualitas keju
cammemberti

Truffle putih biasa untuk


9 Tuber magnatum
kuliner

b. Tabel Spesies Ascomycota yang Merugikan.

No Nama Jamur Peran

Penyebab penyakit buah


1 Venturia inaequalis
apel

Penyebab penyakit ergot


2 Claviceps purpurea
pada tanaman gandum

B. Basidiomycota
1. Pengertian Basidiomycota
Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat.
Hifa vegetatif basidiomycota terdapat dalam substratnya (tempat
hidupnya). Misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun. Jalinan
hifa generatif ada yang membentuh tubuh buah dan ada yang tidak.
Tubuh buah disebut basidiokarp
Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat
dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam,
misalnya seperti paying, kuping, atau setengah lingkaran.
Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada
bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran
(bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan
menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora
merupakan spora generative (Sutarmi. 1983).
2. Struktr Tubuh Basidiomycota
a. Umumnya anggota basidiomycota berukuran makroskopis
b. Hyfanya bersekat
c. Memiliki tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang,
lembaran lembaran yang berliku liku atau bulat
d. Hidupnya saprofit, parasit, dan mutualisme
Perkembangbiakan secara aseksual (vegetatif) biasa dilakukan
dengan konidium, pertunasan dan fragmentasi miselium dan
secara seksual dengan basidiospora yang dibentuk oleh
basidium. Miselia dikariotik berumur panjang
e. Memiliki tahapan diploid sementara
Habitat jamur yang saprofit pada sisa sisa makhluk hidup
misalnya serasah daun di tanah, merang padi dan pohon yang
mati. Sedangkan jamur yang bersifat parasit hidup pada
organisme inangnya seperti tumbuhan dan manusia. Jenis
lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan
membentukmikoriza.

3. Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual.
Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia.
Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual
Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang
berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu
spora basidium (basidiospora). Tahapan reproduksi seksual pada
Basidiomycotina adalah sebagai berikut.(Campbell.2003)

Gambar 2.5 Reproduksi Seksual Divisi Basidiomycota


Copyright Wikipedia 2011
Penjelasan :
a. Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari
basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
b. Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti
salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan
dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
c. Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid
dikariotik.
d. Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang
disebut basidiokarp.
e. Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga
membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
f. Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis
menjadi empat inti yang haploid (n).
g. Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma
pada ujungnya.
h. Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam
salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
i. Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada
tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.

4. Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada
sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang
padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada
organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya
ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza.

5. Peranan Basidiomycota
a. Spesies Basidiomycota yang Menguntungkan
1). Sebagai bahan makanan :
a). Jamur kuping (Auricularia polytricha)
b). Jamur merang (Volvariella volvacea)
c). Shitake (Lentinulla edodes)
d). Jamur tiram ( Pleurotus )
e). Jamur klentos (Lycoperdon pretense)
b. Sebagai obat atau makanan suplemen:
c. Jamur kayu (Ganoderma apllanatum)
d. Sebagai simbion dengan tanaman tinggi :
1) Membentuk mikoriza yang membantu pertumbuhan
tanaman dan meningkatkan unsur hara
2) Meningkatkan ketersediaan air
3) Melindungi dari infeksi organisme yang pathogen dan
membentuk hormon pertumbuhan tanaman seperti auksin,
sitokinin, dan giberelin
4) Simbiosis antara jamur dengan tanaman tinggi
e. Peranan Basidiomycota yang Merugikan
1) Jamur karat ( Puccinia graminis) merupakan parasit pada
daun tanaman pertanian dari tanaman famili Graminae
misalnya jagung dan gandum
2) Puchinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
3) Ustilago maydis, parasit pada jagung Amanita ocreata dan
Amanita phalloides, beracun dan mematikan jika di makan
4) Amanirta muscaria dapat menyebabkan halusinasi jika
dimakan. Jamur ini mempunyai tubuh buah yang sulit di
bedakan antara yang beracun dan yang tidak beracun.
5) Ustilago sp. (jamur api) yang menyerang ujung batang tebu
memiliki spora bulat berwarna merah tua seperti api.
6) Puccinia sp. (jamur karat) miseliumnya masuk kedalam sel-
sel daun yang di serangnya dan di atas daun terdapat
kelompok spora yang berwarna merah kekuning-kuningan

seperti karat.
Gambar 2.3 contoh Spesies Divisi Basidiomycota
Copyright Wikipedia 2011
BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan isi makalah di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut :


1. Ascomycota dan basidiomycota memiliki peranan bagi
kehidupan manusia, baik peranan yang menguntungkan ataupun
merugikan.
2. Ascomycota merupakan jamur yang ukurannya mikroskopis
sedangkan jamur Basidiomycota ukurannya ada yang
makrokopis dan mikrokopis, namun umumnya makrokopis.
3. Contoh jamur dari Ascomycota yang memiliki peranan bagi
kehidupan yaitu jamur Saccaromyces cerevicae yang berperan
dalam pembuatan tape.
4. Contoh dari Basidiomycta yang berperan dalam kehidupan yaitu
jamur kuping (Auricularia polytricha), biasa diolah sebagai
makanan.
Daftar Pustaka
Kimball, John W. 1992. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Subandi. 2010. Mikrobiologi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta:


Gadjah Mada Universitas Press.

Campbell, Neil A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta : Erlangga

Tjitrosomo, Siti Sutarmi. 1983. Botani Umum 4. Bandung: angkasa