Anda di halaman 1dari 15

27

III. METODE PENELITIAN

A. Lokasi Dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian ini bertempat di Kantor dinas perhubungan kota

Makassar, Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan.


B. Metode Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2009:224) teknik pengumpulan data merupakan

langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari

penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data,

maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang

ditetapkan. Adapun dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang

digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut :


1. Angket
Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain

dengan maksud agar orang yang diberi tersebut bersedia memberikan respons

sesuai dengan permintaan pengguna (Darmadi, 2013:82).


Angket tersebut berisi pertanyaan yang ditujukan kepada pegawai Kantor

Dinas Perhubungan Kota Makassar selaku responden. Mencakup variabel

lingkungan Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar mengenai gaya

kepemimpinan dan kinerja pegawai Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar.


Untuk mengukur gaya kepemimpinan kepala Kantor Dinas Perhubungan

Kota Makassar menggunakan angket dengan skala Guttman. Menurut Sugiyono

(2015:139) Skala pengukuran dengan tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas,

yaitu ya-tidak; benar-salah; pernah-tidak pernah; positif-negatif dan lain-

lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua

alternatif). Penelitian menggunakan skala guttman dilakukan bila ingin


28

mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.

Skala Guttman selain dapat dibuat skor tertinggi satu dan terendah nol.
Sementara untuk mengukur kinerja pegawai menggunakan skala likert.

Menurut Darmadi (2013:138) Skala likert digunakan untuk menilai sikap atau

tingkah laku yang diinginkan oleh para peneliti dengan cara mengajukan beberapa

pertnyaan kepada responden. Angket berisi daftar pertanyaan dengan empat

jawaban alternatif yaitu SL (selalu), SR (sering), KD (kadang-kadang), TP (tidak

pernah). Untuk menskor skala kategori likert, jawaban diberi bobot 4, 3, 2, 1

untuk pernyataan positif dan 1, 2, 3, 4 untuk peryataan yang bersifat negatif.


2. Wawancara (Interview)
Menurut Arikunto (2013:198) interview yang sering disebut wawancara

atau quesioner lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara

untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Teknik wawancara ini

digunakan oleh peneliti untuk memperoleh informasi atau data pendukung yang

ditujukan kepada setiap pegawai Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar.


C. Jenis dan Sumber Data
1. Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjeK penelitian

dengan menggunakan alat pengukur dan alat pengambilan data langsung pada

subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Data primer dapat diperoleh

melalui kuesioner( angket ).


2. Sumber Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung

oleh peneliti dari subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data

dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia.


D. Instrumen Penelitian
Salah satu kegiatan dalam perencanaan suatu objek penelitian adalah

menentukan instrumen penelitian atau tolok ukur yang digunakan dalam


29

pengumpulan data sesuai dengan masalah yang hendak diteliti. Instrumen yang

digunakan dalam penelitian ini adalah:


1 Angket merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. 1

Responden yang akan diberikan angket pada penelitian adalah pegawai Kantor

Dinas Perhubungan Kota Makassar.


2 Dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai profil Kantor Dinas

Perhubungan Kota Makassar.


E. Populasi Dan Sampel

1. Populasi
Menurut Sugiyono (2009:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Sedangkan sumber lain menyatakan populasi adalah keseluruhan subjek

penelitian (Arikunto, 2013:173).


Populasi penelitian ini adalah Seluruh pegawai dilingkungan Kantor Dinas

Perhubungan Kota Makassar dengan rincian sebagai berikut:

No Bidang Jumlah Bagian Jumlah

Pegawa

i
1 Kepala Dinas 1 1
2 Sekertaris 1 1
3 Kepala Sub. Bagian 1 22

Kepegawaian
4 Kepala Sub. Bagian 1 24

Keuangan
5 Kepala Sub. Bagian 1 12

1Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, h. 142


30

Perencanaa dan

pelaporan
6 Kepala Bidang Lalu 1 Seksi analisis lingkungan Lalu 10

Lintas lintas dan sertifikasi


Seksi Manajemen rekayasa 11

Lalu lintas
Seksi monitoring dan 11

pengolahan data lalu lintas


7 Kepala Bidang 1 Seksi Perencanaan dan 13

Sarana dan Pembangunan


Seksi Pengoprasian Sarana dan 16
Prasarana
Prasarana
Seksi Pemeliharaan sarana dan 25

Prasarana
8 Kepala Bidang 1 Seksi Transportasi publik 18
Seksi Transportasi Khusus 12
Moda Transportasi Seksi Transportasi Individu 12
10 Kepala Bidang PKP 1 Seksi Pemaduan moda dan 332

Teknik Perhubungan
Seksi pemaduan moda dan 7

Teknik Perhubungan
Seksi Promosi dan Edukasi 9

Perhubungan
11 UPTD. PKB 1 44
Jumlah 11 580
Total 591

2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut (Sugiyono, 2009:81). Teknik pengambilan sampel dalam

penelitian ini menggunakan probability sampling yaitu dengan Proportinate


31

stratifield random samping. Pada penelitian ini seluruh siswa mendapat

kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Untuk menentukan

ukuran sampel, peneliti menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :

N
n=
1+ N e 2

Keterangan :

n = Ukuran Sampel

N = Ukuran Populasi

e = Persen Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan

persen yang dapat ditolerir atau yang diinginkan ialah 5 %

cara mendapatkan sampel:

591
n=
1+591(5 )2

591
n= 2
1+591(0,05)

591
n=
1+591(0,0025)

591
n=
1+1,4775
32

591
n=
2,4775

n=238,55 n=239

Hasil perhitungan dari jumlah populasi 591 pegawai Kantor Dinas

Perhubungan Kota Makassar dengan menggunakan taraf signifikansi 5% maka

diperoleh jumlah sampel sebanyak 239 pegawai. Jumlah sampel hasil

perhitungan tersebut digunakan sebagai dasar perbandingan untuk

menentukan sampel di Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Adapun

perbandingannya sebagai berikut:

populasi pegawai
Sampel= X total sampel
total populasi

Berdasarkan perbandingan di atas, maka jumlah sampel Kantor Dinas

Perhubungan Kota Makassar dapat dilihat sebagai berikut:

No Bidang Jumlah Bagian Jumlah

Pegawa

i
1 Kepala Dinas 1
2 Sekertaris 1
3 Kepala Sub. Bagian 1 9

Kepegawaian
4 Kepala Sub. Bagian 1 10

Keuangan
5 Kepala Sub. Bagian 1 5

Perencanaa dan
33

pelaporan
6 Kepala Bidang Lalu 1 Seksi analisis lingkungan Lalu 4

Lintas lintas dan sertifikasi


Seksi Manajemen rekayasa 6

Lalu lintas
Seksi monitoring dan 6

pengolahan data lalu lintas


7 Kepala Bidang 1 Seksi Perencanaan dan 5

Sarana dan Pembangunan


Seksi Pengoprasian Sarana dan 7
Prasarana
Prasarana
Seksi Pemeliharaan sarana dan 10

Prasarana
8 Kepala Bidang 1 Seksi Transportasi publik 7
Seksi Transportasi Khusus 5
Moda Transportasi Seksi Transportasi Individu 5
10 Kepala Bidang PKP 1 Seksi Pemaduan moda dan 137

Teknik Perhubungan
Seksi pemaduan moda dan 3

Teknik Perhubungan
Seksi Promosi dan Edukasi 5

Perhubungan
11 UPTD. PKB 1 18
Jumlah 11 239
Total 250

F. Definisi Operasional Variabel

Pada dasarnya yang dimaksud variabel menurut penulis adalah sesuatu hal

yang mempunyai variasi nilai. Menurut Hatch dan Farhady (1981)

mengemukakan bahwa variabel adalah sebagai atribut dari seseorang atau objek
34

yang mempunyai variasi antara satu orang dengan orang lain atau objek dengan

objek lain.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka Penulis dapat merumuskan

pengertian varriabel sebagai berikut: Variabel adalah suatu konsep atau objek

yang mempunyai variasi nilai tertentu untuk dipelajari dari suatu kesimpulan.

1. Definisi Konsep
Menurut Wahyuni ( 1994 ), adalah merupakan abstraksi atau generalisasi

dari suatu realita atau fenomena, dan cara menjelaskannya digunakan satu kata

atau lebih agar dapat dikomunikasikannya. Selanjutnya menurut Gary W. Moore

( 1983 ) konsep adalah abstraksi dari serangkaian peristiwa yang memiliki sifat-

sifat yang sama.


a. Konsep Gaya Kepemimpinan ( Variabel Bebas ) ( X )
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara atau pola tindakan, tingkah laku

pimpinan secara keseluruhan dalam mempengaruhi orang lain agar bersedia

bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Gaya kepemimpinan

berdasarkan arah komunikasi dan cara-cara dalam pengambilan keputusan dan

pemecahan masalah dibedakan menjadi tiga kategori yang terdiri dari gaya

konsultatif, gaya partisipatif, dan gaya delegatif.


b. Konsep kinerja Pegawai ( Variabel Terikat ) ( Y )
Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau

sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai wewenang dan tanggung jawab

masing-masing dalam rangka untuk mewujudkan tujuan organisasi.


2. Definisi Operasional
Menurut Kerlinger ( 1996 : 51 ) adalah meletakan arti pada suatu konstruk

atau variabel dengan menetapkan kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang

perlu untuk mengukur konstruk atau variabel itu.


Untuk mengukur defenisi operasional dari kedua variabel sebagai berikut
a. Gaya Kepemimpinan ( Variabel Bebas X )
35

Di mana indikator yang diukur adalah :

1) Konsultatif
Kemampuan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar dalam

mempengaruhi staf/bawahannya agar bersedia bekerja sama untuk

mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara mendengarkan

masukan/saran dari bawahan.


2) Partisipatif
Yaitu gaya kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar

dimana memberikan kesempatan pada bawahan untuk ikut secara aktif

baik mental, spiritual, fisik, maupun material dalam pekerjaannya.


3) Delegatif
Yaitu kemampuan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar dalam

memberikan arahan, keputusan diarahkan kepada bawahan, dan

diharapkan anggota organisasi dapat menyelesaikan permasalahannya

sendiri.
b. Kinerja Pegawai ( Variabel Terikat Y )
Dengan indikator sebagai berikut :
1) Kuantitas kerja
Banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang

diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat

terselesaikan.
2)Kualitas kerja
Mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan, yakni

ketepatan, ketelitian, keterampilan dan keberhasilan kerja.


G. Metode Analisis Data
Analisis data penelitian dimaksudkan untuk menganalisis data hasil angket

penelitian berkaitan dengan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja

pegawai Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Teknik analisis data yang

digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial.


1. Analisis Deskriptif
36

Analisis deskriptif adalah analisis yang berfungsi untuk mendeskripsikan

atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau

populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan

yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2014: 29).


Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan skor dari semua

variabel dalam penelitian ini baik data angket pengaruh gaya kepemimpinan

terhadap kinerja pegawai Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Pada teknik

ini penyajian data berupa:

a. Membuat tabel distribusi frekuensi

b. Menentukan nilai rata-rata skor :


fixi
X =
fi

(Sudjana, 2005: 67)


Keterangan :
X = mean (rata-rata)
fixi = Jumlah frekuensi dikali nilai data
fi = Jumlah frekuensi
1 Menentukan standar deviasi :

x

ix

S=



(Sudjana, 2005: 93)


37

Keterangan :

S = standar deviasi

X = mean (rata-rata)

Xi = tanda kelas interval atau nilai tengah dari kelas interval

n = jumlah subjek

2 menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase dengan rumus:

f
P x100%
N
Di mana :
P : Persentase
f : Frekuensi yang dicari persentase

N : Banyaknya Individu (sampel)

3) Analisis data pengaruh

Dalam penelitian ini untuk menentukan persentase pengaruh gaya

kepemimpinan terhadap kinerja Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar.

2. Analisis Inferensial
a. Uji Asumsi dasar
1) Uji Normalitasc

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diteliti

berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Pengujian normalitas dilakukan

dengan menggunakan metode Kormogolov-Smirnov. Pengujian normalitas juga

dihitung dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic versi 20 for Windows

dengan analisis Kolmogorov-Smirnov pada taraf signifikansi = 0,05, dengan

kriteria pengujian sebagai berikut.


38

Nilai sig. 0,05; H 0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel

berasal dari populasi yang berdistribusi normal.


Nilai sig.< 0,05; H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel

berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.


2) Uji Linearitas

Uji linearitas merupakan uji prasyarat analisis untuk mengetahui pola

data, apakah data berpola linear atau tidak. Uji ini berkaitan dengan penggunaan

regresi linear jika akan menggunakan regresi linear, maka datanya harus

menunjukkan pola (diagram) yang berbentuk linear (lurus). Ditujukan dengan

rumus :

JK (TC)=JKres JK (E)

(Misbahuddin&Hasan I., 2013:144-145)

b. Pengujian Hipotesis

Analisis inferensial merupakan statistik yang menyediakan aturan atau

cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik

kesimpulan yang bersifat umum, dari sekumpulan data yang telah disusun dan

diolah.
Analisis statistik inferensial digunakan untuk menjawab rumusan masalah

apakah terdapat pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Kantor

Dinas Perhubungan Kota Makassar. Adapun langkah-langkah analisis yang

dilakukan adalah sebagai berikut:


1) Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana adalah metode yang digunakan untuk

mengetahui pengaruh pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai

Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar. Adapun rumus yang digunakan yaitu

menurut Sugiyono (2015) sebagai berikut:

= a + bX
39

Dimana:
Y = Kinerja Pegawai
X = Gaya Kepemimpinan
a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
Untuk mendapatkan nilai a dan b, maka persamaan yang digunakan yaitu

menurut Sugiyono (2015) sebagai berikut:


( y ) ( x 2 )( x ) ( xy )
a=
n ( x2 ) ( X)

n xy ( x y)
b= 2 2
n x ( x )

2) Uji Statistik Koefisien korelasi pearson (r)


Uji Statistik Koefisien korelasi pearson (r), digunakan untuk menguji

signifikan atau tidaknya hubungan antara variabel interval/ratio dengan

variabel/ratio. Uji statistiknya menggunakan;

r
Zo=
1
n1

DAFTAR PUSTAKA
40

Dessler. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Bahasa Indonesia Jilid 2.

Jakarta: PT. Prenhallindo.

Ranupandojo, H, Suad Husnan. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta: BPFE-UGM.

Siagian, Sondang P. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit

Bumi Aksara.

Sudarjana, 2005. Metode Penelitian Survai. Jakarta:LP3ES.

Surakhmad, Winarno. 1989. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar. Bandung:

Alumi.

Susilo, Martoyo. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE-

UGM.

Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabetha, 2014

Thoha, Miftah. 1993. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.

Jakarta: Rajawali Pers.

Wahjosumidjo. 1984. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.


41