Anda di halaman 1dari 1

Teori Salton menjelaskan bahwa ada konsentrasi lipid yang tinggi pada dinding

sel bakteri Gram negatif. Sehingga jika lipid dilarutkan dalam pemberian alcohol,
maka poripori akan membesar dan tidak mengikat pewarna. Hal ini
menyebabkan bakteri menjadi tidak berwarna. Sedangkan bakteri Gram positif
akan mengalami denaturasi selama pemberian alcohol. Hal ini akan mengecilkan
poripori sehingga menghasilkan kompleks kristal iodium. Bakteri Gram positif
memiliki dinding sel yang kuat dan lapisan peptidoglikan sebanyak 30 lapisan
sehingga permeabilitas dinding selnya menjadi berkurang. Sedangkan bakteri
Gram negatif hanya memiliki 12 lapisan peptidoglikan sehingga memiliki
permeabilitas dinding sel yang lebih besar. Pewarnaan Gram terdiri atas Gram A
(violet) (Kristal violet, Aalkohol, Ammonium oksalat, Aquades), Gram B (cokelat)
(Iodium, Kalium iodide, Aquades), Gram C (Aseton, Alcohol), Gram D (merah)
(Safranin, Alcohol, Aquades) (Madigan, 2003).

Hasil ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa

Bacillus sp merupakan bakteri berbentuk batang, tergolong bakteri gram positif,


motil, menghasilkan spora yang biasanya resisten pada panas, bersifat aerob
(beberapa spesies bersifat anaerob fakultatif), katalase positif, dan oksidasi
bervariasi. Tiap spesies berbeda dalam penggunaan gula, sebagian melakukan
fermentasi dan sebagian tidak (Barrow, 1993).

Ketidak sesuaian ini dapat disebabkan oleh kesalahan dari prosedur praktikan yang tidak
tepat yaitu pemberian larutan lugol yang terlalu singkat, dan proses pembilasan dengan
aquades yang terlalu deras sehingga tidak membentuk komplek crystal violet-lugol dengan
baik, dan pada saat diberi larutan pemucat crystal violet menjadi luntur dan sel bakteri
berikatan dengan air fuchsin yang menyebabkan bakteri gram positif berwarna seperti bakteri
gram negatif (merah muda).