Anda di halaman 1dari 11

UJM 2 (1)

(2013)
811(6 -RXUQDO RI
0DWKHPDWLFV
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/
ujm

ANALISIS MODEL ANTRIAN PERBAIKAN SEPEDA MOTOR DENGAN


MENGGUNAKAN PROGRAM VISUAL BASIC

Dedy Purnawan*, Putriaji Hendikawati, Much Aziz Muslim

Jurusan Matematika, F0,3$ Universitas Negeri Semarang, Indonesia


Gedung D7 Lt. 1, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229

Info Artikel
Penelitian dilakukan di Bengkel Yamaha Motor Dewi Sartika
Sampangan Semarang, dengan mengambil data primer selama 3
Sejarah Artikel: hari pada hari dan waktu sibuk yang dipilih secara random yaitu
Diterima -DQXDUL 2013 pada tanggal 12 Juni, 15 Juni, dan 16 Juni
Disetujui )HEUXDUL 2012. Variabel yang digunakan adalah data waktu kedatangan
2013 Dipublikasikan pelanggan dan data lama pelayanan mekanik. Sistem antrian pada
Mei 2013 Bengkel Yamaha Motor pada ketiga tanggal tersebut mengikuti
model (M/G/5/ ~/~ ). Nilai faktor kegunaan pelayanan sebesar 0,8.
Waktu tunggu rata-rata dalam antrian yaitu sebesar 34 menit 48
detik. Banyaknya pelanggan dalam antrian sebesar 4 pelanggan.
Keywords:
Banyaknya pelanggan dalam sistem sebesar 9 pelanggan. Waktu
Queuing
tunggu rata-rata yang dihabiskan seorang pelanggan di dalam
Model
sistem sebesar 93 menit 30 detik. Perhitungan model antrian dapat
Machine
dilakukan lebih cepat dengan bantuan program visual basic
shop Visual
Basic

Abstr
a
The study was conducted at the Machine shop Yamaha Motor Dewi
Sartika Sampangan Semarang, by taking the primary data for 3 days
on a busy day and time selected at random, ie on June 12, 15 June
and 16 June 2012. The variables used are the data arrival time and
the customer's old data service mechanics. Queuing system at
Yamaha Motor Repair in the third modeled after that date
(M/G/5/~/~). Value of service usability factor of 0.8. The average
waiting time in the queue is the longest at 34 minutes 48 seconds.
The number of customers in the queue at most 4 customers. Highest
number of subscribers in the system at 9 customers. The average
waiting time spent on a customer in the system longest at
93 minutes 30 seconds. Queuing model calculations can be done
faster with the help of visual basic program

2013 Universitas Negeri


Semarang
* Alamat korespondensi:
E-mail: ISSN NO 2252-6943
dedypurnawan14@yahoo.com
D Purnawan et al / UNNES Journal of Mathematics 2 (1)
Pendahuluan (2013) adalah jumlah pelanggan yang datang
pada fasilitas pelayanan. Besarnya
Teori antrian pertama kali populasi merupakan jumlah pelanggan
dikemukakan oleh A.K. Erlang, seorang yang memerlukan pelayanan.
ahli matematika bangsa Denmark pada Dalam proses antrian, banyaknya
tahun 1913 dalam bukunya Solution of populasi dibedakan menjadi dua, yaitu
Same Problem in the Theory of populasi terbatas (finite) dan populasi
Probability of Significance in tidak terbatas (infinite). Populasi
Automatic Telephone Exchange terbatas dapat ditemukan pada
(Pangestu dkk, 1983). Antrian adalah suatu perusahaan yang
deret tunggu di dalam sebuah sistem mempunyai
dari unit- unit yang ingin memperoleh
pelayanan dari suatu fasilitas
pelayanan. Menurut Dimyati dan Tarliah
(2004) teori antrian adalah teori yang
menyangkut studi matematis dari
antrian- antrian atau baris-baris
penungguan. Pengguna fasilitas atau
pelanggan datang dengan waktu yang
acak, tidak teratur dan tidak dapat
segera dilayani sehingga mereka
harus menunggu cukup lama. Dalam
model antrian, interaksi antara
pelanggan dan pelayan adalah dalam
kaitanya dengan periode waktu yang
diperoleh pelanggan untuk
menyelesaikan sebuah pelayanan. Untuk
entitas yang meninggalkan antrian
sebelum dilayani digunakan istilah
pengingkaran (reneging). Pengingkaran
dapat bergantung pada panjang garis
tunggu atau lama waktu tunggu. Istilah
penolakan (balking) dipakai untuk
menjelaskan entitas yang menolak
untuk bergabung dalam garis tunggu
(Setiawan, 1991).
Proses antrian dimulai pada saat
pelanggan yang memerlukan pelayanan
mulai datang, mereka berasal dari
sebuah populasi yang disebut sumber
masukan. Proses antrian sendiri
merupakan suatu proses yang
berhubungan dengan kedatangan
pelanggan pada suatu fasilitas
pelayanan, menunggu dalam baris
tunggu jika belum dapat dilayani,
dilayani dan akhirnya meninggalkan
fasilitas tersebut sesudah dilayani.
Sedangkan sebuah sistem antrian adalah
suatu campuran pelanggan, pelayan dan
aturan yang mengatur kedatangan
pelanggan dalam pemprosesan masalah
(Bronson, 1993: 308). Sedangkan
keadaan sistem menunjukan pada
jumlah pelanggan yang berada pada
suatu fasilitas pelayanan, termasuk
dalam antriannya. Salah satu populasi
D Purnawan et al / UNNES Journal of Mathematics 2 (1)
sejumlah mesin (2013) yang memerlukan sesudahnya. Asumsi distribusi Poisson
perawatan atau perbaikan pada periode menunjukan bahwa kedatangan
tertentu. Populasi yang tidak terbatas pelanggan sifatnya acak dan mempunyai
merupakan pelanggan yang tidak rata-rata kedatangan sebesar lamda,
terhingga, yang setiap hari melayani (2) Bentuk pelayanan ditentukan oleh
pelanggan yang datang secara random waktu pelayanan yaitu waktu yang
dan tidak dapat ditentukan berapa dibutuhkan untuk melayani pelanggan
jumlahnya. Karena jumlah yang datang pada fasilitas pelayanan. Besarnya ini
tidak ditentukan dengan pasti, maka dapat bergantung pada jumlah
disebut populasi tidak terbatas. pelanggan yang telah berada dalam
Dalam sistem antrian ada 5 fasilitas pelayanan atau pun tidak
komponen dasar yang harus bergantung pada keadaan tersebut.
diperhatikan agar penyediaan fasilitas Pelayanan dapat dilakukan satu atau
pelayanan dapat melayani para lebih fasilitas pelayanan yang masing-
pelanggan yang berdatangan yaitu: (1) masing dapat mempunyai satu atau
Bentuk kedatangan pelanggan biasanya lebih saluran pelayanan yang disebut
diperkirakan melalui waktu antar servers. Apabila terdapat lebih dari satu
kedatangan pelanggan, yaitu waktu fasilitas pelayanan maka pelanggan
antara kedatangan dua pelanggan dapat menerima pelayanan melalui
berurutan pada suatu fasilitas suatu urutan tertentu atau fase tertentu.
pelayanan. Bentuk ini dapat bergantung Pada suatu fasilitas pelayanan,
pada jumlah pelanggan yang berada pelanggan akan masuk dalam suatu
dalam sistem ataupun tidak bergantung tempat pelayanan dan menerima
pada kapasitas sistem. Bila bentuk pelayanan secara tuntas dari pelayan.
kedatangan ini tidak disebut secara Bila tidak disebutkan secara khusus
khusus, maka dianggap pelanggan tiba pada bentuk pelayanan ini, maka
satu per satu. Asumsinya ialah dianggap bahwa satu pelayan dapat
kedatangan pelanggan mengikuti suatu melayani secara tuntas satu pelanggan.
proses dengan distribusi probabilitas Bentuk pelayanan dapat konstan dari
tertentu. Distribusi probabilitas yang waktu ke waktu. Rerata pelayanan
sering digunakan adalah distribusi (mean server rate) diberi simbol (mu)
Poisson, dimana kedatangan bersifat merupakan jumlah pelanggan yang
bebas, tidak berpengaruh pada dapat dilayani dalam satuan waktu,
kedatangan sebelumnya ataupun sedangkan rerata waktu yang
dipergunakan untuk melayani setiap
pelanggan diberi simbol 1/ unit arisan, dimana pelayanan dilakukan
(satuan). Jadi secara undian. (4) PRI (Priority service)
1/ merupakan rerata waktu yang yaitu urutan prioritas maksudnya
dibutuhkan untuk suatu pelayanan. (3) pelayanan dilakukan berdasarkan urutan
Jumlah pelayanan atau banyaknya prioritas. Contohnya dalam suatu pesta
tempat service dapat mencangkup satu atau acara dimana tamu-tamu yang
atau lebih fasilitas pelayanan. Jika dikatagorikan VIP akan dilayani
semua fasilitas pelayanan terlebih dahulu.
menawarkan suatu pelayanan yang Pelaku-pelaku utama dalam
sama, maka mekanisme pelayanan ini sebuah situasi atau proses antrian
dinamakan memiliki pelayanan sejajar adalah pelanggan dan pelayan. Fokus
atau parallel. Jika mekanisme tersebut utama untuk para pelanggan adalah
terdiri dari serangkaian antrian, maka waktu kedatangan yang terjadi secara
mekanisme pelayanan yang dihasilkan berturut-turut dalam arti apakah secara
disebut antrian serial. Jika mekanisme deterministik (pasti) kelompok atau
tersebut terjadi bersama sama, maka secara acak. Sedangkan pada hal
akan dihasilkan mekanisme pelayanan pelayan, fokus pandangan ditunjukan
yang disebut dengan antrian jaringan. pada mekanisme pelayanan.
(4) Kapasitas sistem adalah jumlah
mekanisme pelanggan, mencangkup Dalam mekanisme pelayanan
yang sedang dilayani dan yang berada terdapat 3 aspek yang perlu
dalam antrian yang dapat ditampung diperhatikan antara lain: (a) Tersedianya
oleh fasilitas pada saat yang sama. pelayanan, (b) Kapasitas pelayanan.
Sebuah sistem yang tidak membatasi Kapasitas pelayanan dimana diukur
jumlah pelanggan didalam fasilitas berdasarkan jumlah pelanggan yang
pelayanannya dikatakan memiliki dapat dilayani secara bersama.
kapasitas tak hingga, sedangkan sebuah Kapasitas pelayanan tidak sama untuk
sistem yang membatasi jumlah setiap saat, ada yang tetap dan ada
pelanggan yang ada didalam fasilitas yang berubah. Oleh karena itu, fasiilitas
pelayanannya dikatakan memiliki pelayanan dapat memiliki satu atau
kapasitas yang terbatas. (5) Disiplim lebih saluran pelayanan. Fasilitas satu
antrian. saluran pelayanan disebut saluran
tunggal atau sistem pelayanan tunggal
Disiplin antrian adalah aturan dan sebaliknya fasilitas yang memiliki
yang mengatur pelayanan kepada dua atau lebih saluran pelayanan
para pelanggan sejak pelanggan itu disebut saluran ganda atau sistem
datang sampai pelanggan itu pelayanan ganda, (c) Lama pelayanan.
meninggalkan tempat pelayanan. Aturan Lama pelayanan merupakan waktu yang
menurut kedatangan didasarkan dibutuhkan untuk melayani seorang
pada: (1) FIFO (First In First Out) pelanggan atau satuan yang dinyatakan
yaitu pelayanan menurut urutan secara pasti. Oleh karena itu, waktu
kedatangan atau pelanggan yang pelayanan pelaggan perbaikan motor
pertama datang pertama keluar. boleh tetap dan boleh juga berbeda
Contohnya pada antrian di loket-loket (Kakiay, 2004: 10-13).
penjuan karcis kereta api. (2) LIFO
(Last In First Out)yaitu pelanggan Proses antrian pada umumnya
yang terakhir datang yang mendapatkan dikelompokan kedalam empat struktur
pelayanan yang pertama atau pelanggan dasar model antrian, menurut sifat-
yang terakhir datang yang pertama sifat pelayanan dari suatu fasilitas
keluar. Contohnya pada sistem bongkar pelayanan yang ada yaitu:
muat barang di dalam truk, dimana (1) Single Channel Single Phase
barang yang masuk terakhir justru adalah suatu bentuk antrian yang hanya
akan keluar terlebih dahulu. (3) SIRO terdapat satu antrian dan satu
(Service In Random Order) yaitu pelayanan. Gambar 1
pelayanan dalam urutan acak.
Contohnya pada
menjelaskan bentuk antrian ini. Notasi kendall (a/b/c); (d/e/f) pada
Contohnya dalam hal ini adalah seorang awalnya dirancang oleh D.G. Kendall
kasir (tuggal), seorang tukang parkir (1953) dalam bentuk (a, b, c, d) dan
(tunggal), dan sebagainya. dikenal dalam literatur sebagai notasi
(2) Single Channel Multi Phase adalah Kendall. Selanjutnya, Lee (1966)
suatu bentuk antrian yang hanya menambahkan simbol d dan e dalam
terdapat satu antrian dan terdapat dua notasi Kendall tersebut, kemudian
atau lebih pelayanan. Contohnya dalam ditambahkan dengan simbol f yang
hal ini adalah pada proses pembuatan mewakili kapasitas sumber
surat izin mengemud, dimana pelanggan pemanggilan. Simbol-simbol a, b, c, d, e,
yang datang harus mengantri pada dan f adalah unsur-unsur dasar dari
beberapa tempat pelayanan dalam satu model ini sebagai berikut: a: Distribusi
proses pembuatan surat izin kedatangan (keberangkatan). b:
mengemudi. Untuk struktur dari suatu Distribusi waktu pelayanan. c: Jumlah
sistem antrian Single Channel pelayan paralel (c = 1,2,3, ..., ~). d:
Multi Phase dapat dilihat pada Peraturan pelayanan (FIFO, LIFO, SIRO,
Gambar 2. PRI). e: Jumlah maksimum yang diijinkan
dalam sistem. f: Ukuran sumber
pemanggil.
Notasi standar ini dapat diganti
dengan: M: Distribusi kedatangan atau
keberangkatan dari proses Poisson atau
distribusi pelayanan berdistribusi
eksponensial. D: Konstanta atau
deterministic inter arrival atau service
time (waktu pelayanan). k: Jumlah
(3) Multi Channel Single Phase pelayanan dalam bentuk paralel atau
adalah suatu bentuk antrian yang seri. N: Jumlah maksimum pelanggan
memiliki dua atau lebih antrian dan satu (customer) dalam sistem.Ed: Erlang atau
pelayan. Contohnya dalam hal ini Gamma distribusi untuk waktu antar
adalah pelayan pada pembayaran kedatangan atau waktu pelayanan
rekening telepon, pelayan pada bank, dengan parameter d. G: Distribusi
dan pelayan pada rekening listrik yang umum dari service time atau
terdiri dari beberapa baris antrian dan keberangkatan (departure). GI: Distribusi
setiap antrian mempunyai masing umum yang independen dari proses
masing satu pelayan. untuk struktur dari kedatangan (Interactive time). GD:
sistem antrian Multi ChannelSingle General Dicipline (disiplin umum) dalam
Phase dijelaskan lebih rinci pada antrian (FIFO, LIFO, SIRO, PRI). NPD:
Gambar 3 sebagai berikut: Non-Preemtive Disclipine. PRD:
Preemtive Discipline.
Kondisi steady state dalam suatu
sistem antrian dapat tercapai apabila
sistem antrian tersebut independent
terhadap keadaan awal, dan juga
terhadap waktu yang dilaluinya.tercapai
kondisi steady state yang dipergunakan
untuk menganalisis situasi antrian
(4) Multu Channel Multi Phase adalah adalah rata-rata banyaknya pelanggan
suatu bentuk antrian yang memiliki dua yang menunggu dalam antrian dan rata-
atau lebih antrian maupun pelayan. rata waktulkan untuk n
menunggu yang diperkiraan
Contohnya dalam hal ini adalah pada = 1, 2, ka probabilita steady
dalam antrian.
pendaftaran siswa baru di SD, SMP, SMA statenya adalah
Dari persamaan Kolmogorov
dan sebagainya. Untuk struktur dari 2, 3. Dst.
diperoleh:
sistem antrian Multu Channel Multi
Phaset dapat dilihat pada
Gambar 4.

Misa
3. dst ma Diketahui maka
s untuk n = 1,
dari persamaan diperoleh:
sedangkan untuk kodingnya
menggunakan

Dengan pertimbangan suatu


sarana pelayanan sebanyak c pelayan
paralel, maka dari definisi diperoleh:

Terdapat hubungan yang kuat


antara L dengan W, juga antara Lq
dengan Wq, sehingga diperoleh:

Solusi steady state ini


diturunkan dengan asumsi bahwa
parameter-parameternya adalah dan

adalah sedemikian sehingga kondisi


steady state dapat tercapai. Asumsi ini
berlaku jika . Dengan:
Fakt
:Rata-rata jumlah pelanggan yang
datang, : Rata-rata waktu pelayanan,
c: Jumlah mekanik, : or kegunaan
pelayanan.
Beberapa perangkat lunak yang
berkembang pesat di dunia
Matematika pada saat ini diantaranya
adalah maple, visual basic, lindo,
mathlab, delphi, dan mathcard. Dalam
penelitian ini dipilih program visual
basic untuk membuat program
perhitungan pada beberapa sistem
antrian. Penggunaan program visual
basic dikarenakan program ini lebih
terstruktur dengan fasilitas yang sangat
membantu didalam perakitan program.
Microsoft visual basic merupakan bahasa
pemprograman yang cukup populer dan
mudah untuk dipelajari serta dapat
membuat program dengan aplikasi GUI
(Graphical User Interface) atau program
yang memungkinkan pemakai komputer
berkomunikasi dengan komputer
tersebut dengan menggunakan modus
grafik atau gambar (Madcoms, 2001: 3).
Visual basic adalah salah satu
development tool untuk membangun
suatu aplikasi dalam lingkungan
windows. Dalam pengembangan aplikasi
ini, visual basic menggunakan
pendekatan visual untuk merancang
user intervace dalam bentuk form,
pendekatan bahasa basic yang mencerminkan gambaran bengkel
cenderung mudah dipelajari. Visual basic tetapi juga merupakan pengukur
telah menjadi tools yang terkenal bagi kualitas layanan dan efisiensi usaha dan
para pemula maupun para developer mekanik juga merupakan kunci untuk
dalam pengembangan aplikasi dari skala memenangkan persaingan (Yuejian,
kecil sampai ke skala besar. Dalam 2010). Dari uraian di atas maka akan
lingkungan windows, user-interface dibahas mengenai bagaimana model
sangat memegang peranan penting, antrian pada Bengkel Yamaha Motor
karena dalam pemakaian aplikasi yang Dewi Sartika Sampangan Semarang
kita buat, pemakai senantiasa sehingga kita dapat menentukan
berinteraksi dengan user-interface efektifitas dari sistem tersebut
tanpa menyadari bahwa dibelakangnya selanjutnya akan dibuat juga
berjalan instruksi-instruksi program yang perhitungan dengan menggunakan
mendukung tampilan dan proses yang program visual basic.
dilakukan.
Pada suatu pemprograman visual,
Pembahas
pengembangan aplikasi dimulai dengan
an
pembentukkan user-interface,
kemudian mengatur properti dari objek-
objek yang digunakan dalam user- Para pelanggan tiba dengan
interface, dan baru dilakukan penulisan laju konstan dan laju pelayanan per
kode program untuk menangani pelayan adalah
kejadian-kejadian (event). Tahap . Pengaruh penggunaan c pelayan yang
pengembangan aplikasi demikian paralel adalah mempercepat laju
dikenal dengan istilah pengembangan pelayanan dengan memungkinkan
aplikasi dengan pendekatan Bottom Up. dilakukannya beberapa pelayanan
secara bersamaan.
Bengkel Yamaha Motor Dewi
Sartika Sampangan Semarang Model antrian (M/G/c) adalah
merupakan salah satu pusat pelayanan model antrian dengan pelayanan ganda,
umum yang bergerak dalam bidang distribusi kedatangan poisson dan
pelayanan perbaikan mesih kendaraand distribusi pelayannan general/umum
bermotor kepada masyarakat. Mekanik (Kakiay, 2004). Probabilitas dari
sendiri merupakan jendela dari layanana banyaknya pelanggan dalam sistem
bengkel yang tidak hanya model
n Marissa (2009) Wq dapat dicari
(M/G/c) dapat dari dengan:
rumus: g
to
r
n
Untuk ekspektasi waktu tunggu
n Berdasarkan hasil dari
dalam sistem model (M/G/c) dapat dari
pengujian pa data penelitian
rumus:
dengan menggunakan Uji Kebaikan
Suai (Goodness of Fit) Chi-Square ya
telah dilakukan pada Bengkel
Probabilitas dari waktu tunggu Yamaha Mo Dewi Sartika
dalam antrian model (M/G/c) di dapat Sampangan Semarang, denga
dari persamaan: peraturan pelanggan yang
pertama data pertama dilayani
(FIFO) dan pelanggan ya datang
dilayani oleh pelayan yang berjumlah
mekanik serta kapasitas sistem dan
sumber ya tak terbatas. Diperoleh
waktu kedatanga berdistribusi
Dengan probabilitas banyaknya
Poisson dan waktu pelayanannya
pelanggan dalam antrian, yaitu Lq
berdistribusi general. Jadi sistem
adalah
antrian yang terdapat pada Bengkel
Yamaha Motor Dewi Sartika
Sampangan Semarang pada hari
Selasa
12 Juni 2012 pukul 09.30 s.d.
Menurut Ross (1997),
11.58 15 Juni
sebagaimana dikutip oleh Sugito dan
2012 13.00 s.d. 15.28, dan Sabtu 16 Juni Berdasarkan tabel 1 Nilai faktor
2012 pukul 10.16 s.d. 12.42 kegunaan pelayanan sebesar 0,8. Waktu
mengikuti model M/G/c. Untuk hasil tunggu rata-rata dalam antrian yang
perhitungan disajikan dalam Tabel 1. terlama sebesar 34 menit 48 detik.
Banyaknya pelanggan terbanyak dalam
antrian sebesar 4 pelanggan.
Banyaknya pelanggan terbanyak dalam
sistem sebesar 9 pelanggan. Waktu
tunggu rata-rata yang dihabiskan
seorang pelanggan terlama di dalam
sistem pada sebesar 93 menit 30
detik. Perhitungan model antrian
dapat dilakukan lebih cepat dengan
bantuan program visual basic.
Untuk menganalisis waktu
kedatangan dan waktu pelayanan yang
bersifat random, maka akan digunakan
angka-angka random. Bilangan random
digunakan untuk menentukan berapa
lama waktu yang digunakan sesuai jenis
distribusinya. Untuk membuat analisis
antrian model M/G/c digunakan alat
bantu berupa perangkat lunak, yaitu
visual basic.
Dalam sebuah antrian terdapat 5
mekanik, dengan waktu pelayanan
berdistribusi
secara general dan kedatangan
pelanggan mengikuti proses Poisson.
Hasil analisis antrian model M/G/c
terlihat pada Gambar 5.

Setelah proses analisis antrian


model M/G/c dijalankan sesuai dengan
rumusan- rumusan yang ada pada
model tersebut, maka hasilnya sama
atau tidak jauh berbeda antara
perhitungan secara manual dengan
perhitungan menggunakan program
visual basic. Untuk hasil perhitungan
manual dan program visual basic dapat
dilihat pada Tabel 2.
Simpulan dan Saran

Berdasarkan uraian dari hasil


penelitian, diperoleh sistem antrian
pada Bengkel Yamaha Motor pada ketiga
tanggal tersebut mengikuti model
(M/G/c/~/~). Nilai faktor kegunaan
pelayanan sebesar 0,8. Waktu tunggu
rata-rata dalam antrian yang terlama
terjadi sebesar 34 menit 48 detik.
Banyaknya pelanggan terbanyak dalam
antrian sebesar 4 pelanggan. Banyaknya
pelanggan terbanyak dalam sistem
sebesar 9 pelanggan. Waktu tunggu
rata-rata yang dihabiskan seorang
pelanggan terlama di dalam sistem
pada sebesar 93 menit 30 detik.
Perhitungan model antrian dapat
dilakukan lebih cepat dengan bantuan
program visual basic.
Penerapan tentang analisis
program visual basic untuk menentukan
solusi dari masalah pada sistem antrian
model M/G/c masih dapat dikembangkan
lagi untuk pokok bahasan model sistem
antrian yang lain. Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan, maka
sebaiknya pihak Bengkel Yamaha Motor
Dewi Sartika Sampangan Semarang
untuk mempertahankan sistem antrian
yang sudah ada.
Daftar Pustaka

Bronson, R. 1993. Teori dan soal soal


OPERATION RESEACH. Jakarta: PT.
Gelora Aksara Pratama.
Dimyati, A dan Tarliah, T. 2004. Operation
Research Model-model Pengambilan
Keputusan. Bandung: PT. Sinar
Baru Algesindo.
Kakiay, T.J., dan Lee. 2004. Dasar Teori
Antrian untuk Kehidupan Nyata.
Yogyakarta: Andi.
Madcoms. 2001. Panduan Pemrograman
Microsoft Visual Basic.
Yogyakarta: Andi.
Pangestu S., Marwan A., dan Handoko, T.H.
1983. Dasar-dasar Operations Research.
Edisi 2. BPFE. Yogyakarta.
Setiawan, S. 1991. Simulasi. ANDI OFFSET.
Yogyakarta.
Sugito dan Fauziah, M. 2009. Analisis
Sistem Antrian Kereta Api di
stasiun Besar Cirebon dan Stasiun
Cirebon Prujakan. Media Statistika
Vol 2 No 2 :111-120. Desember
2009.
Yuejian, J. The Optimum Supermarket Service.
International Journal of Business and
Management, 2010 5(2): 128-131.
Tersedia di
http://www.ccsenet.org/ijbm [diakses
8-04-2012].