Anda di halaman 1dari 15

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

TANGERANG SELATAN

Halaman Judul

RENCANA TUGAS AKHIR

TINJAUAN PENGGUNAAN DANA DESA DI DESA SUKOMULYO, KABUPATEN GRESIK

Diajukan oleh:

KHOIRUL ANAM NPM: 133060019132

April 2016

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

TANGERANG SELATAN

PERSETUJUAN RENCANA TUGAS AKHIR

NAMA

NOMOR POKOK MAHASISWA

PROGRAM STUDI

JURUSAN

BIDANG STUDI

JUDUL TUGAS AKHIR

Mengetahui Ketua Jurusan Akuntansi

: KHOIRUL ANAM

: 133060019132

: DIPLOMA III AKUNTANSI

: AKUNTANSI

: HUKUM KEUANGAN NEGARA

: TINJAUAN PENGGUNAAN DANA DESA DI DESA SUKOMULYO, KABUPATEN GRESIK

Menyetujui, Pembimbing Penulisan Tugas Akhir

Yuniarto Hadiwibowo, S.E., S.S.T., Ak., M.A.,Ph.D. NIP 197406091995021001

Agus Bandiyono, S.E., M.Si. NIP 198408262006021001

ii

BAB I PENDAHULUAN

DAFTAR ISI

Halaman Judul

i

Persetujuan Rencana Tugas Akhir

ii

Daftar Isi

iii

BAB II ISI

1

A. Tujuan Penulisan

1

B. Metode Penelitian

2

C. Rencana Daftar Isi

2

D. Sinopsis

5

E. Ringkasan Tiap

Bab

8

F. Rencana Daftar

Pustaka

9

BAB III PENUTUP

11

A. Jadwal Rencana Kegiatan

11

B. Kontinjensi

11

ii

A. Tujuan Penulisan

BAGIAN ISI

Tugas Akhir adalah laporan yang disusun oleh mahasiswa terkait dengan fakta

hasil pengamatan langsung ke lokasi pelaksanaan. Pendekatan yang dilakukan oleh

penulis dalam penyusunan laporan ini yakni menggunakan pendekatan positif yang

bertujuan

untuk menjelaskan fakta atau praktik yang diamati berdasarkan teori yang

telah dipelajari serta peraturan-peraturan yang berlaku.Tujuan yang ingin dicapai oleh

penulis dalam penyusunan Tugas Akhir. yaitu:

1. Untuk memenuhi salah satu persyaratan dinyatakan lulus dari Program Studi

Diploma III Akuntansi di Politeknik Keuangan Negara STAN.

2. Untuk memenuhi salah satu persyaratan agar dapat melakukan Praktik Kerja

Lapangan

3. pengetahuan

Menambah

penulis

dalam

bidang

Hukum

Keuangan

Negara

khususnya dalam ruang lingkup implementasi penggunaan dana desa.

4. Menambah pengetahuan penulis tentang Program Pembangunan Desa, mulai dari

perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawabannya.

5. Untuk mengetahui permasalahan penerapan dan penyerapan dana desa.

6. Memberikan kesimpulan dan saran atas Penggunaan Implementasi Dana Desa

yang dilakukan oleh Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

1

B. Metode Penelitian

Dalam menyusun Tugas Akhir, penulis menggunakan beberapa metode. Metode

yang digunakan oleh penulis dalam menyusun Tugas Akhir, yaitu:

1.

Metode Studi Kepustakaan

 

Metode yang digunakan penulis dengan cara mengumpulkan, membaca, dan

mempelajari

berbagai

bentuk

teori

mulai

dari

Undang

Undang,

Peraturan

Presiden, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Buku, bahan literatur dan

peraturan lain yang menjadi pembahasan karya tulis ini.

 

2.

Metode Studi Lapangan

 

Dalam metode ini, dibagi dua bentuk, yakni :

 

a.

Wawancara

 

Dengan metode ini, penulis melakukan wawancara kepada perangkat desa secara

keseluruhan yang khususnya berkaitan dengan eksekusi penggunaan dana desa

dan bendahara yang melakukan pencatatan dan pelaporan.

 

b.

Observasi

Penulis menggunakan metode ini untuk melihat data dan fakta yang relevan dari

objek penelitian yang dimaksud. Metode ini menghasilkan data kuantitatif dan

kualitatif di Desa Sukomulyo

 

C.

Rencana Daftar Isi

 

Rencana daftar isi dalam Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

2

HALAMAN JUDUL

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

PERSETUJUAN TUGAS AKHIR

PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI TUGAS AKHIR

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Penulisan Tugas Akhir

C. Ruang Lingkup Pembahasan

D. Metode Pengumpulan Data

E. Sistematika Penulisan

BAB II. DATA & FAKTA

A. Gambaran Umum Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

1. Sejarah Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

2. Visi dan Misi Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

3

3.

Struktur Organisasi Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

4. Tugas Pokok dan Fungsi Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

5. Wilayah Kerja Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

B. Struktur Organisasi Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

1.

Bagan Struktur, Kabupaten Gresik.

2.

Tugas dan Fungsi Masing-masing Bagian

C.

Pelaksanaan dan Implementasi Dana Desa Sukomulyo

1.

Pengelolaan Dana Desa di Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

2.

Pelaporan Penggunaan Dana Desa di Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

BAB III. LANDASAN TEORI & PEMBAHASAN

A.

Landasan Teori

1.

Pengertian Umum Dana Desa

2.

Kebijakan Pemerintah Pusat Tentang Dana Desa

B.

Pembahasan

1.

Tinjauan atas Dana Desa di Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

2.

Tinjauan atas Sumber Daya Manusia Pengelola Keuangan di Desa Sukomulyo,

Kabupaten Gresik.

3.

Tinjauan atas Penggunaan Dana Desa di Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

4

4.

Tinjauan atas Pelaporan Dana Desa di Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

5. Tinjauan atas Permasalahan Penyerapan Dana Desa di Desa Sukomulyo,

Kabupaten Gresik.

BAB IV. PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

D. Sinopsis

Dalam menyelenggarakan pemerintahan, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menggunakan tiga azas penyelenggaraan pemerintahan yaitu desentralisasi, tugas

pembantuan, dan dekonsentrasi. Semangat desentralisasi ini merupakan semangat

pemerintah yang telah lama diinginkan.

Desentralisasi

merupakan

hal

yang

sangat

diperlukan

dalam

tercapainya

pembangunan nasional karena pemerintah daerah lebih mengetahui potensi dan

permasalahan

daerahnya

mengurus

pemerintahan

dan

keterbatasan

kemampuan

pemerintah

pusat

dalam

sehingga

penyerahan

wewenang

diperlukan

sehingga

pelaksanaan dalam rangka pelayanan hingga tingkat desa bisa dinikmati seluruh

masyarakat. Namun, ada beberapa hal

yang harus dilihat,

yakni setiap daerah

memiliki potensi daerah yang berbeda, baik sumber daya alam, industri, dan faktor

5

lainnya. Sehingga setiap pemerintah daerah bisa menghasilkan pendapatan yang

berbeda dari

pemerintah

daerah

lainnya.

Hal

ini

mengindikasikan

akan

terjadi

ketimpangan keuangan daerah yang berdampak perbedaan laju pertumbuhan. Maka

dari itu perimbangan keuangan merupakan hal yang sangat penting agar ketimpangan

keuangan

daerah

bisa

diatasi

dan

cita-cita

demokrasi

nasional

maupun

proses

percepatan pembangunan bisa tercapai. Otonomi sebenarnya mengandung nilai-nilai

kepercayaan yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat daerah, sehingga

akan meredam potensi terjadinya disintegrasi bangsa.

Berlakunya UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah dan UU No. 33

Tahun

2004

Tentang

Perimbangan

Keuangan

Antara

Pemerintah

Pusat

dan

Pemerintah Daerah merupakan semangat akan terlaksananya tujuan keseimbangan

fiskal, percepatan pembangunan dan menempatkan peran otonomi yang lebih besar

kepada pemerintah daerah atau kota. Sehingga kewenangan yang lebih besar kepada

pemerintah daerah mulai dari perencanaan hingga pelaporan perlu diawasi. Dalam

penyelenggaraan pemerintahan, baik pemerintah daerah dan perangkat desa harus

memiliki

kemampuan

dalam

mengimplementasikan

dana

desa

karena

telah

diamanatkan oleh undang-undang sejak disahkannya Undang-Undang (UU) No 6

Tahun 2014 tentang Desa .

Jika kita merujuk pada UU No 6 Tahun 2014 Pasal 1, Desa adalah desa dan desa

adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan

masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan

mengurus

urusan

pemerintahan,

kepentingan

masyarakat

setempat

berdasarkan

prakarsa

masyarakat,

hak

asal

usul,

dan/atau

hak

tradisional

yang

diakui

dan

6

dihormati

dalam

sistem

pemerintahan

Negara

Kesatuan

Republik

Indonesia.

Sehingga bisa dapat disimpulkan bahwa desa merupakan satuan pemerintahan paling

bawah dan terkecil di Indonesia. Dengan tetap menganut azas desentralisasi dan tugas

pembantuan

dan

demi

tercapainya

program

percepatan pembangunan

nasional,.

Dengan

adanya

Undang-Undang

ini,

peran

desa

dalam

pembangunan

nasional

semakin

besar

karena

Undang-Undang

tentang

Desa

memiliki

tujuan

yang

memberikan kewenangan luas kepada desa di bidang penyelenggaraan pemerintahan

desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban pemerintahan desa

sesuai dengan adat istiadatnya. Dalam mengelola keuangan desa tidak bisa dianggap

remeh karena undang-undang tentang desa menempatkan desa menjadi salah satu

prioritas

pembangunan

nasional

terbukti

dengan

adanya

dana

desa

sehingga

pengawasan dalam pelaksanaan dana desa perlu ditingkatkan agar penyelewengan

dapat dihindari dan masyarakat mampu mendampingi dan mengkritisi. Masalah

mendasar dari implementasi dana desa terletak pada penggunaan dan penyerapan

anggarannya.

Pemerintah

pusat

dalam

menjalankan

kebijakan

anggaran

selalu

menggunakan kebijakan anggaran defisit dan melakukan penghematan agar tujuan

pembangunan nasional bisa tercapai. Sehingga banyak alokasi dana termasuk salah

satunya dana desa dari pusat selalu diprioritaskan, tetapi kenyataan di lapangan

berbeda,

hal ini disebabkan pencairan dana desa

yang telah ditransfer kepada

pemerintah daerah belum cair sepenuhnya dan mengendap di rekening daerah,

sehingga penyerapan dan penggunaan dana desa yang seharusnya bisa digunakan dan

diterima belum bisa digunakan sebagaimana mestinya. Pun payung hukum yang

bersifat teknis belum memadai sehingga menyebabkan kepala desa takut dalam

7

menggunakan

dana

desa

karena

belum

paham

akan

aturan

yang

ada

ataupun

kecakapan teknis yang memadai dari perangkatnya. Begitu juga adanya pengawasan

dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penggunaanya, sehingga banyak

kepala desa yang takut terjerat kasus korupsi. Penulis akan meninjau terhadap

pengimplementasian dari penggunaan dana desa ini. Dari hasil tinjauan di lapangan

nanti, penulis akan mencoba memberikan saran atau masukan berdasarkan teori yang

telah dipelajari sebelumnya.

Dari penjelasan diatas, maka

penulis tertarik untuk meninjau penggunaan dana

desa

di

Desa

Sukomulyo.

Sehingga

penulis

mengambil

judul

TINJAUAN

PENGGUNAAN

DANA

DESA

DI

DESA

SUKOMULYO,

KABUPATEN

GRESIK.

E. Ringkasan Tiap Bab

BAB I PENDAHULUAN Bagian ini berisi gambaran umum atas laporan yang akan disusun oleh penulis.

Meliputi latar belakang, tujuan, ruang lingkup pembahasan, metode penulisan dan

sistematika penulisan.

BAB II

DATA DAN FAKTA

Dalam bab ini, penulis akan menyajikan data-data terkait kondisi umum Desa

Sukomulyo. Meliputi profil umum, tugas dan fungsi serta struktur organisasi. Selain

itu, disajikan pula data-data mengenai laporan penggunaan dana desa, termasuk

kemajuan, hambatan, dan tantangan dalam mengimplementasikan dana desa baik

perangkat dan masyarakat desa.

8

BAB III LANDASAN TEORI & PEMBAHASAN

Bab ini akan menguraikan teori yang dijadikan landasan atas topik yang

dibahas. Diantaranya pengertian umum tentang dana desa. Di bagian ini juga akan

dipaparkan

juga

kebijakan-kebijakan,

peraturan

perundang-undangan,

peraturan

menteri yang terkait dan peraturan lain yang mengaturnya. Teori-teori ini akan

dibandingkan

dengan hasil tinjuan di lapangan yang menggambarkan penggunaan

dana desa. Selain itu, penulis juga berusaha memaparkan permasalahan dalam

penggunaan dana desa.

BAB IV

PENUTUP

Bab ini berisi simpulan dari apa yang telah diuraikan di bab-bab sebelumnya

dan beberapa saran yang diharapkan dapat digunakan untuk memecahkan masalah

sehingga memungkinkan untuk menunjang perbaikan dalam penggunaan dana desa di

Desa Sukomulyo, Kabupaten Gresik.

F. Rencana Daftar Pustaka

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari APBN.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan ke-2 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Peraturan

Pemerintah

Nomor

43

Tahun

2014

tentang

Peraturan

Pelaksanaan

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

9

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintah Desa (jo. UU Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang).

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa

Peraturan

Menteri

Dalam

Negeri

Nomor

114

Tahun

2014

tentang

Pedoman

Pembangunan Desa

 

Peraturan

Menteri

Dalam

Negeri

Nomor

32

Tahun

2006

tentang

Pedoman

Administrasi Desa.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 247/ PMK.07/2015 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Desa

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Tata Cara Pelaporan dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2008 tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Sugiri, Dani. 2015. Slide Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Jakarta: Politeknik Keuangan Negara STAN.

10

BAGIAN PENUTUP

A. Jadwal Rencana Kegiatan

NO

URAIAN KEGIATAN

 

TANGGAL

1.

Pengarahan

Penyusunan

Tugas

14

Maret 2016 16 Maret 2016

Akhir

 

2.

Penulisan dan Pengumpulan Rencana Tugas Akhir

21

Maret 2016 22 April 2016

3.

Penulisan Tugas Akhir

 

22

April 2016 1 Juli 2016

4.

Pengumpulan Tugas Akhir

 

11

Juli 2016 15 Juli 2016

B. Kontinjensi

Proses pembuatan proposal ini hanya bersifat rencana perkiraan Tugas Akhir, maka tidak menutup kemungkinan penulis akan menemui kesulitan atau hambatan- hambatan yang muncul saat pelaksanaan penyusunan Tugas Akhir. Untuk itu perubahan dalam isi Tugas Akhir sangat mungkin terjadi. Perubahan-perubahan tersebut dapat meliputi pendekatan Tugas Akhir, judul, bab, dan subbabnya.

Sesuai dengan pedoman penulisan Tugas Akhir, sebelum melakukan perubahan-perubahan diatas, penulis akan berdiskusi dengan pembimbing laporan terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan kepada lembaga apabila ada perubahan yang bersifat signifikan dan dianggap perlu.

Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam proposal ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembimbing laporan yang sangat berguna bagi kesempurnaan Tugas Akhir nantinya.

11