Anda di halaman 1dari 11

Hak Atas Kekayaan Intelektual

Hak Atas Kekayaan Intelektual ( HAKI )

Hak Kekayaan Intelektual (H.K.I.) merupakan terjemahan dari Intellectual Property


Rights(IPR). Organisasi Internasional yang mewadahi bidang H.K.I. yaitu WIPO
(WorldIntellectual Property Organization).Istilah yang sering digunakan dalam
berbagai literatur untuk Hak Kekayaan Intelektual:

Hak Kekayaan Intelektual (H.K.I.)


Intellectual Property Rights (IPR)
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Hak Milik Intelek
1. Pengertian HAKI
Hak adalah benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuatsesuatu
( karena telah ditentukan oleh undang-undang ), atau wewenang
menurut hukum. Kekayaan adalah perihal yang ( bersifat, ciri ) kaya, harta yang
menjadi milikorang, kekuasaan. Intelektual adalah cerdas, berakal dan berpikiran jernih
berdasarkan ilmu pengetahuan, atau yang mempunyai kecerdasan tinggi, cendikiawan,
atau totalitas pengertian atau kesadaran terutama yang menyangkut pemikiran dan
pemahaman.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Hak Atas Kekayaan
Intelektual( HAKI ) adalah hak yang berasal dari hasil kegiatan kreatif suatu
kemampuandaya pikir manusia yang diekspresikan kepada khalayak umum dalam
berbagai bentuknya, yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang
kehidupanmanusia, juga mempunyai nilai ekonomis.Secara sederhana HAKI mencakup
Hak Cipta, Hak Paten Dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HAKI merupakan
bagian dari benda, yaitu bendatidak berwujud (benda imateriil).Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI) termasuk dalam bagian hak atas bendatak berwujud (seperti Paten,
merek, Dan hak cipta). Hak Atas Kekayaan Intelektual sifatnya berwujud, berupa
informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra,keterampilan dan sebaginya, yang
tidak mempunyai bentuk tertentu.
Tujuan HAKI

Adapun tujuan perlindungan kekayaan intelektual melalui HKI secara umum meliputi:
1. Memberi kejelasan hukum mengenai hubungan antara kekayaan dengan
inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakannya,
wilayah kerja pemanfaatannya dan yang menerima akibat pemanfaatan HKI
untuk jangka waktu tertentu;
2. Memberikan penghargaan atas suatu keberhasilan dari usaha atau upaya
menciptakan suatu karya intelektual;
3. Mempromosikan publikasi invensi atau ciptaan dalam bentuk dokumen HKI
yang terbuka bagi masyarakat;
4. Merangsang terciptanya upaya alih informasi melalui kekayaan intelektual serta
alih teknologi melalui paten;
5. Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru karena karya
intelektual karena adanya jaminan dari negara bahwa pelaksanaan karya
intelektual hanya diberikan kepada yang berhak.

2. Prinsip-prinsip hak kekayaan intelektual


Prinsip Keadilan (The Principle of Natural Justice)Berdasarkan prinsip ini,
hukum memberikan perlindungan kepada pencipta berupa suatu kekuasaan
untuk bertindak dalam rangka kepentingan yangdisebut hak. Pencipta yang
menghasilkan suatu karya bedasarkankemampuan intelektualnya wajar jika
diakui hasil karyanya.
Prinsip Ekonomi (The Economic Argument) Berdasarkan prinsip ini HAKI
memiliki manfaat dan nilai ekonomi serta berguna bagi kehidupan manusia. Nilai
ekonomi pada HAKI merupakansuatu bentuk kekayaan bagi pemiliknya, pencipta
mendapatkan keuntungandari kepemilikan terhadap karyanya seperti dalam
bentuk pembayaranroyalti terhadap pemutaran musik dan lagu hasil ciptanya.
Prinsip Kebudayaan (The Cultural Argument)Berdasarkan prinsip ini, pengakuan
atas kreasi karya sastra dari hasil ciptaanmanusia diharapkan mampu
membangkitkan semangat dan minat untukmendorong melahirkan ciptaan baru.
Hal ini disebabkan karena pertumbuhandan perkembangan ilmu pengetahuan,
seni dan sastra sangat berguna bagi peningkatan taraf kehidupan, peradaban dan
martabat manusia. Selain itu,HAKI juga akan memberikan keuntungan baik bagi
masyarakat, bangsa maupun negara
Prinsip Sosial (The Social Argument)Berdasarkan prinsip ini, sistem HAKI
memberikan perlindungan kepada pensipta tidak hanya untuk memenuhi
kepentingan individu, persekutuanatau kesatuan itu saja melainkan berdasarkan
keseimbangan individu danmasyarakat. Bentuk keseimbangan ini dapat dilihat
pada ketentuan fungsisosial dan lisensi wajib dalam undang-undang hak cipta
Indonesia.
Sejarah Singkat HAKI

Undang-undang mengenai HAKI pertama kali ada di Venice, Italia yang menyangkut
masalah paten pada tahun 1470. Penemu-penemu yang muncul dalam kurun waktu
tersebut dan mempunyai hak monopoli atas penemuan mereka diantaranya adalah
Caxton, Galileo dan Guttenberg. Hukum-hukum tentang paten tersebut kemudian
diadopsi oleh kerajaan Inggris tahun 1500-an dan kemudian lahir hukum mengenai
paten pertama di Inggris yaitu Statute of Monopolies (1623). Amerika Serikat baru
mempunyai undang-undang paten tahun 1791. Upaya harmonisasi dalam bidang HAKI
pertama kali terjadi tahun 1883 dengan lahirnya Paris Convention untuk masalah paten,
merek dagang dan desain.

Kemudian Berne Convention 1886 untuk masalah copyright atau hak cipta. Tujuan dari
konvensi-konvensi tersebut antara lain standarisasi, pembahasan masalah baru, tukar
menukar informasi, perlindungan mimimum dan prosedur mendapatkan hak. Kedua
konvensi itu kemudian membentuk biro administratif bernama The United
International Bureau For The Protection of Intellectual Property yang kemudian dikenal
dengan nama World Intellectual Property Organisation (WIPO). WIPO kemudian
menjadi badan administratif khusus di bawah PBB yang menangani masalah HAKI
anggota PBB. Sebagai tambahan pada tahun 2001 WIPO telah menetapkan tanggal 26
April sebagai Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia. Setiap tahun, negara-negara
anggota WIPO termasuk Indonesia menyelenggarakan beragam kegiatan dalam rangka
memeriahkan Hari HAKI Sedunia.

Di Indonesia, HAKI mulai populer memasuki tahun 2000 sekarang. Tetapi ketika
kepopulerannya itu sudah mencapa puncaknya, grafiknya menurun. Ketika mengalami
penurunan, muncul lah hukum siber (cyber), yang ternyata perkembangan dari HAKI
itu sendiri. Jadi, HAKI akan terbawa terus seiring dengan ilmu-ilmu yang baru. seiring
dengan perkembangan teknologi informasi yang tidak pernah berhenti berinovasi.
Peraturan perundangan HAKI di Indonesia dimulai sejak masa penjajahan Belanda
dengan diundangkannya: Octrooi Wet No. 136; Staatsblad1911 No. 313; Industrieel
Eigendom Kolonien 1912; dan Auterswet 1912 Staatsblad1912 No. 600. Setelah
Indonesia merdeka, Menteri Kehakiman RI mengeluarkan pengumuman No. JS 5/41
tanggal 12 Agustus 1953 dan No. JG 1/2/17 tanggal 29 Agustus 1953 tentang
Pendaftaran Sementara Paten.

Pada tahun 1961, Pemerintah RI mengesahkan Undang-undang No. 21 Tahun 1961


tentang Merek. Kemudian pada tahun 1982, Pemerintah juga mengundangkan Undang-
undang No. 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta. Di bidang paten, Pemerintah
mengundangkan Undang-undang No. 6 Tahun 1989 tentang Paten yang mulai efektif
berlaku tahun 1991. Di tahun 1992, Pemerintah mengganti Undang-undang No. 21
Tahun 1961 tentang Merek dengan Undang-undang No. 19 Tahun 1992 tentang Merek.

Konsep HAKI

Setiap hak yang termasuk kekayaan intelektual memiliki konsep yang bernama konsep
HAKI. Berikut ini merupakan konsep HAKI:

Haki kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (UU & wewenang menurut
hukum).
Kekayaan hal-hal yang bersifat ciri yang menjadi milik orang.
Kekayaan intelektual kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual manusia
(karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra) dihasilkan atas
kemampuan intelektual pemikiran, daya cipta dan rasa yang memerlukan
curahan tenaga, waktu dan biaya untuk memperoleh produk baru dengan
landasan kegiatan penelitian atau yang sejenis2.
3. Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual
Berdasarkan WIPO, HAKI dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Hak Cipta ( copyrights )


2. Hak Kekayaan Industri ( industrial property rights )
A. Hak Cipta ( copyrights )

Hak eksklusif yang diberikan negara bagi pencipta suatu karya (misal karya seni untuk
mengumumkan, memperbanyak, atau memberikan izin bagi orang lain untuk
memperbanyak ciptaanya tanpa mengurangi hak pencipta sendiri.

UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menyatakan bahwa Hak Cipta adalah hak
yang mengatur karya intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang
dituangkan dalam bentuk yang khas dan diberikan pada ide, prosedur, metode atau
konsep yang telah dituangkan dalam wujud tetap.

Untuk mendapatkan perlindungan melalui Hak Cipta, tidak ada keharusan untuk
mendaftarkan. Pendaftaran hanya semata-mata untuk keperluan pembuktian belaka.
Dengan demikian, begitu suatu ciptaan berwujud, maka secara otomatis Hak Cipta
melekat pada ciptaan tersebut. Biasanya publikasi dilakukan dengan mencantumkan
tanda Hak Cipta.

Tujuan dibuatnya hak cipta adalah untuk memberikan perlindungan atashak cipta dan
untuk mendukung serta memberikan penghargaan atas buahkreativitas.

Menurut dasar hukum UU No. 19 Tahun 2002, Hak cipta mengandung:

Hak moral
Contohnya: lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang diakui menjadi ciptaansaya.

Hak ekonomi
Hak ekomoni berhubungan dengan bisnis atau nilai ekonomis. Contohnya:mp3, vcd,
dvd bajakan.

Sifat hak cipta:

1. Hak cipta dianggap sebagai benda bergerak dan tidak berwujud


2. Hak cipta dapat dialihkan seluruhnya atau sebagian, bila dialihkan harustertulis
(bisa di notaris atau di bawah tangan)
3. Hak cipta tidak dapat disita, kecuali jika diperoleh secara melawan hukum
4. Ciptaan tidak wajib didaftarkan karena pendaftaran hanya alat bukti bila
ada pihak lain ingin mengakui hasil ciptaannya di kemudian hari.
Jangka waktu perlindungan hak cipta:

1. Selama hidup pencipta dan terus berlangsung hingga 50 tahun setelah pencipta
meninggal dunia.
2. 50 tahun sejak diumumkan/diterbitkan untuk program komputer,sinematografi,
fotografi, data base dan karya hasil pengalihwujudan, perwajahan karya tulis,
buku pamflet, dan hasil karya tulis yang dipegangoleh badan hukum.
3. Tanpa batas waktu: untuk pencantuman dan perubahan nama atau
namasamaran pencipta.
Subyek Hak Cipta:

Pencipta Seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas


inspirasinyalahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi,
kecekatan,keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk yang khas
dan bersifat pribadi.
Pemegang Hak CiptaPencipta sebagai Pemilik Hak Cipta atau orang lain yang
menerima lebih lanjut hak dari orang tersebut diatas.
Undang-Undang yang mengatur Hak Cipta :

UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta


UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun1982
Nomor 15)
UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun
1982tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)
UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun1982
sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987(Lembaran Negara RI
Tahun 1997 Nomor 29)
B. Hak Kekayaan Industri ( industrial property rights )

Hak yang mengatur segala sesuatu tentang milik perindustrian, terutama yang
mengatur perlindungan hukum. Hak kekayaan industri ( industrial property right )
berdasarkan pasal 1 Konvensi Paris mengenai perlindungan Hak Kekayaan Industri
Tahun 1883 yang telah di amandemen pada tanggal 2 Oktober 1979, meliputi

C. Paten

Hak paten adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepadainventor atas hasil
invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktutertentu melaksanakan sendiri
invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk
melaksanakannya.

Dasar hukum hak paten: UU No. 14 tahun 2001


Jangka waktu paten: 20 tahun, paten sederhana: 10 tahun.Paten tidak diberikan untuk
invensi:
bertentangan dengan UU, moralitas agama, ketertiban umum,kesusilaan.
metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan/atau pembedahanyang
diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan.
teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.
makhluk hidup dan proses biologis yang esensial untukmemproduksi tanaman
atau hewan.
contohnya: Ballpoint, untuk masalah teknologi tinta.
Paten diberikan dalam ruang lingkup bidang teknologi, yaitu ilmu pengetahuan yang
diterapkan dalam proses industri. Di samping paten,dikenal pula paten sederhana
(utility models) yang hampir sama dengan paten, tetapi memiliki syarat-syarat
perlindungan yang lebih sederhana.

Paten dan paten sederhana di Indonesia diatur dalam Undang-Undang


Paten(UUP).Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan
suatu penemuan (baru) di bidang teknologi. Yang dimaksud dengan penemuanadalah
kegiatan pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi yang berupa :

1. proses;
2. hasil produksi;
3. penyempurnaan dan pengembangan proses;
4. penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi
Undang-Undang yang mengatur Hak Paten :

UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun1989


Nomor 39)
UU Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 6 Tahun1989 tentang
Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 30)
UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara RITahun 2001
Nomor 109)Paten memberikan perlindungan terhadap pencipta atas
penemuannya.Perlindungan tersebut diberikan untuk periode yang terbatas,
biasa-nya 20tahun. Perlindungan yang dimaksud di sini adalah penemuan
tersebut tidakdapat secara komersil dibuat, digunakan, disebarkan atau di jual
tanpa izindari si pencipta.
D. Merk dagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yangdiperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-samaatau badan hukum untuk
membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

Merek jasa yaitu merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkanoleh seseorang
atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan
dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasadengan
karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orangatau badan hukum
secara bersama-sama untuk membedakan dengan barangatau jasa sejenis lainnya.

Hak atas merek adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek yang
terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangkawaktu tertentu, menggunakan
sendiri merek tersebut atau memberi izinkepada seseorang atau beberapa orang secara
bersama-sama atau badanhukum untuk menggunakannya.Untuk mendapatkan hak
atas merek harus mendaftarkan mereknya padaDirektorat Jenderal HAKI, Departemen
Kehakiman. Proteksi terhadapmerek yang telah didaftarkan tidak dibatasi masa
berlakunya.
Undang-Undang yang mengatur Merek:

UU Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (Lembaran Negara RITahun 1992


Nomor 81)
UU Nomor 14 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 19 Tahun1992 tentang
Merek (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 31)
UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara RITahun 2001
Nomor 110)
1. Industrial Design (Hak Produk Industri)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang DesainIndustri: Desain
Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi,atau komposisi garis atau
warna, atau garis dan warna, atau gabungandaripadanya yang berbentuk tiga dimensi
atau dua dimensi yangmemberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga
dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu
produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. (Pasal 1 Ayat 1).Desain
industri diterapkan pada berbagai jenis produk industri dankerajinan; dari instrumen
teknis dan medis, jam tangan, perhiasan, dan benda-benda mewah lainnya; dari
peralatan rumah tangga dan peralatanelektronik ke kendaraan dan struktur
arsitektural; dari desain tekstil hinga barang-barang hiburan. Agar terlindungi oleh
hukum nasional, desainindustri harus terlihat kasat mata. Hal ini berarti desain in-
dustri pada prinsipnya merupakan suatu aspek estetis yang alami, dan tidak
melindungifitur teknis atas benda yang diaplikasikan.Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
adalah suatu produk dalambentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat
ber-bagai elemen dansekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen
aktif, yangsebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta di-bentuk secara terpadu
didalam sebu-ah bahan semi-konduktor yang dimaksudkan untukmenghasilkan fungsi
elekronik. Desain tata letak adalah kreasi beruparancangan peletakan tiga dimensi dari
berbagai elemen, sekurang-kurangnyasatu dari elemen tersebut adalah elemen aktif,
serta sebagian atau semuainterkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan peletakan tiga
dimensi tersebutdimaksudkan untuk persiapan pembuatan sirkuit terpadu.Indikasi
Geografis merupakan suatu tanda yang digunakan pada ba-rang-barang yang memiliki
keaslian geografis yang spesifik dan memilikikualitas atau reputasi berdasar tempat
asalnya itu. Pada umumnya, IndikasiGeografis merupakan nama tempat dari asal
barang-barang tersebut. Produk- produk pertanian biasanya memiliki kualitas yang
terbentuk dari tempat produksinya dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal yang
spesifik, seperti iklim dan tanah. Berfungsinya suatu tanda sebagai indikasi
geografis merupakan masalah hukum nasional dan persepsi konsumen.

E. Hak desain industri

Yakni perlindungan terhadap kreasi dua atau tiga dimensi yang memiliki nilai estetis
untuk suatu rancangan dan spesifikasi suatu proses industri.

F. Rahasia dagang

Yang merupakan rahasia yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau individu dalam
proses produksi. Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di
bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam
kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang. Hak Rahasia
Dagang adalah hak atas rahasia dagang yang timbul berdasarkan Undang-Undang ini.

4. Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia


Dalam penetapan HaKI tentu berdasarkan hukum-hukum yang sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Dasar-dasar hukum tersebut antara lain adalah :

Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World


Trade Organization (WTO)

Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan

Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta

Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek

Undang-undang Nomor 13/1997 tentang Hak Paten

Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the
Protection of Industrial Property dan Convention Establishing the World Intellectual
Property Organization

Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty

Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the
Protection of Literary and Artistic Works

Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty

Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut maka Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)


dapat dilaksanakan. Maka setiap individu/kelompok/organisasi yang memiliki hak atas
pemikiran-pemikiran kreatif mereka atas suatu karya atau produk dapat diperoleh
dengan mendaftarkannya ke pihak yang melaksanakan, dalam hal ini merupakan tugas
dari Direktorat Jenderal Hak-hak Atas Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan
Perundang-undangan Republik Indonesia.

Referensi :

https://riyanws.wordpress.com/2015/06/17/bab-9-hak-atas-kekayaan-intelektual/
http://fiqhifauzan-firdaus.blogspot.co.id/2015/05/hak-atas-kekayaan-intelektual.html
http://arfan-rasyadi.blogspot.co.id/2015/07/hak-kekayaan-intelektual-haki-bab-
11.html
http://yenni1899.blogspot.co.id/2015/06/bab-7-aspek-hukum-dalam-ekonomi.html
https://triajengwahyuningsih.wordpress.com/2016/04/24/bab-9-hak-atas-kekayaan-
intelektual/

Iklan