Anda di halaman 1dari 125

TERBARU HEADLINE RUBRIK EVENT TOPIK PILIHAN PRO KONTRA Masuk LABEL POPULER

Harikebangkitannasional Kebangkitannasional Pendidikan Cinta Indonesia Pengertian Kreatif dan Inovatif 26 Oktober
2013 20:25:00 Diperbarui: 24 Juni 2015 06:00:06 Dibaca : 218,682 Komentar : 3 Nilai : 5 Durasi Baca : 1 menit
Apakah Kreatif itu? Apakah Inovatif itu? Kata kata kreatif dan inovatif sangatlah familiar ditelinga kita, tetapi banyak
diantara kita yang tidak mengetahui akan arti kreatif dan inovatif. Sekarang saya akan memberikan penjelasan
tentang arti kreatif dan arti inovatif, artikel ini saya kutip dari inginhilangingatan.wordpress.com. Semoga artikel
dibawah ini bermanfaat.... KREATIF Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang
member kesempatan individu untuk menciptakan ide2 asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk
berkembang (Widyatun,1999) Kreatifitas adalah kemampuan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek dari
perspektif baru, dan menentukan kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam
pikiran (James R. Evans, 1994) Kreatifitas adalah suatu kemampuan berpikir ataupun melakukan tindakan yang
bertujuan untuk mencari pemecahan sebuah kondisi ataupun permasalahan secara cerdas, berbeda (out of the box),
tidak umum, orisinil, serta membawa hasil yang tepat dan bermanfaat (inginhilangingatan, 2009) INOVATIF "Inovatif
yaitu Usaha seseorangdengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan
individu yang mengelilinginyadalam menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri ataupun lingkungannya."
"Inovatif yaitu Kemampuan seseorang dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya
baru." "Berpikir inovatif yaitu Proses berpikir yang menghasilkan solusi dan gagasan di luar bingkai konservatif."
Syarat-syarat berpikir inovatif Elastisitas yang tinggi Produktivitas yang tinggi Orisinalitas yang tinggi
Sensitivitas yang tinggi Syarat-syarat inovasi Menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan
lingkungannya. Menghasilkan produk yang relatif baru. Menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan individu
ataupun kelompok. Inovatif adalah suatu kemampuan manusia dalam mendayagunakan pikiran dan sumber daya
yang ada disekelilingnya untuk menghasilkan suatu karya yang benar-benar baru yang orisinil, serta bermanfaat bagi
banyak orang (inginhilangingatan, 2009) Dari artikel diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, kreatif dan
inovatif itu sangatlah diperlukan dalam kehidupan sehari hari. Karena kreatif dan inovatif itu sangat menentukan
kualitas hidup kita. Apalagi dalam bidang kewirausahaan, kita dituntut untuk memiliki jiwa yang kreatif inovati karena
keduanya akan menentukan hasil usaha kita. Eko Wahyudi /ekogenshter Hidup ini tergantung pikiran kita! Mari
berpikir positif :) Selengkapnya... IKUTI Share Share 0 0 JADIKAN FAVORIT KOMPASIANA ADALAH PLATFORM
BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL edukasi humaniora TANGGAPI
DENGAN ARTIKEL RESPONS : 0 NILAI : 5 Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini? AKTUAL BERMANFAAT
INSPIRATIF MENARIK MENGHIBUR TIDAK MENARIK UNIK Ronald Hutasuhut BERMANFAAT Fathiraz Arthuro
BERMANFAAT Baiq Mega Ayu Wulandari MENARIK David Bekam AKTUAL Andi Navianto MENARIK KOMENTAR :
3 Divi26 Februari 2016 10:20:18 pengertian berpikir inovatif dan syaratnya menurut siapa ya, saya perlu sumber dan
referensi untuk tugas saya. terimakasih Balas David Bekam08 Oktober 2015 08:20:34 Benar negara kita perlu
banyak org kreatif dan inovatif, salam inovasi Mampir ke lapak inovasi yuuu http//kompasiana.com/davebekam Balas
Hairullah 30 April 2014 19:00:35 kriatif fan inovatif Balas KIRIM Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan
opini pilihan dari Kompasiana Daftar FEATURED ARTICLE Mempertanyakan Nasionalisme Kita Syahirul Alim20 Mei
HEADLINE 1 Bukan Sate Taichan, Ini Sate Mobil Khas Palu rizqa lahuddin20 Mei 2017 2 Konsekuensi Jatuh Cinta
Generasi Milenial Rean Jung20 Mei 2017 3 Puisi | Lelaki dan Handuk Yufrizal De Loesie20 Mei 2017 4 Jambitious,
Jejak Tradisi Jambi dalam "Textile Art" Wenny Ira R19 Mei 2017 5 Pendidikan di Mata Beberapa Musisi Rock Dunia
Ika Septi20 Mei 2017 NILAI TERTINGGI Politik Hitam Putih ala Jokowi Yon Bayu20 Mei Dosen Selebritis Ronny
Noor20 Mei Puisi | Maka Pulanglah Pical Gadi20 Mei Pak Jokowi, Hentikan "Orang-orangmu" Memprovokasi JK
Emile Rachman20 Mei Susy Susanti dan Kebangkitan Indonesia di Piala Sudirman 2017 oish-cleochyn20 Mei
TERPOPULER Mengapa Habieb Rizieq Takut Pulang? grover rondonuwu 20 Mei Sindonews dot com: Beib Rizieq
Ditangkap, Terjadi Kerusuhan Masal dan Besar, kata Sambo AAA^NhuzQ20 Mei Guruku Seorang Kristen Jawa yang
'Membangkitkan' MS20 Mei Aksi 1000 Lilin Ahoker Sebenarnya Sindir Jokowi? Parjo 20 Mei Di Mana Kita saat Afi
Dinistakan? Muhammad Shoma20 Mei TREN DI GOOGLE Inspirasi Rumah Minimalis dari Rumah Kecil di Jepang
Oscar Living28 September 2015 Politik Hitam Putih ala Jokowi Yon Bayu20 Mei 2017 Pak Jokowi, Hentikan "Orang-
orangmu" Memprovokasi JK Emile Rachman20 Mei 2017 Screenshot Chat Mesum WA antara Akun Rizieq Shihab
dan Akun Firza Husain 100 % Asli, tetapi ... Gatot Swandito30 Januari 2017 Maraknya Kuliner (Tidak Khas) Daerah
Buatan para Artis Intan F. Ilham14 Januari 2017 GRES Maafkan Daku yang Masih Newbie Arina Febriani20 Mei
Strategi Penjaminan Mutu yang Benar-benar Menjamin Zaki Mubarak20 Mei Pesona Bukit 513 Palopo, Kota Idaman
Abdul Rais20 Mei PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut) KSSPS20 Mei Kesuksesan Tukang Becak
dalam Mendidik Anaknya Moh afif Sholeh19 Mei SOCIAL STREAM Beyond Blogging Namanya juga komunitas.
Karena dibangun atas dasar rasa kebersamaan, seringnya anggota-anggota malah tekor untuk perkara uang. Tapi di
Indonesia Community Day 2017 kemarin, kondisi tersebut... Boro-boro cari kerja, adaptasi saja perlu waktu lama.
Belum lagi menimbang birokrasi dan ketentuan tenaga kerja di sana. Tapi butuh uang tambahan juga.... Kediri juga
punya l'Arc de Triomphe seperti Paris. Wohooo, cakep nih buat foto-foto. Eh, ini sebenarnya tempat apa ya? Waduh,
ketahuan dong jeroannya? Apasih itu perbankan syariah? Yuk temukan jawabannya di workshop iB Blogger bersama
OJK dan Kompasiana Nangkring di Hotel Crowne Plaza Semarang pada hari Sabtu, 20 Mei 2017. Anda juga dapat...
Apasih itu perbankan syariah? Yuk temukan jawabannya di workshop iB Blogger bersama OJK dan Kompasiana
Nangkring di Hotel Crowne Plaza Semarang pada hari Sabtu, 20 Mei 2017. Anda juga dapat... Tentang Kompasiana
Syarat & Ketentuan Bantuan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ekogenshter/pengertian-kreatif-dan-
inovatif_552feef86ea834b36b8b45ac
cikgunuurul
PEMBELAJARAN MATEMATIK SEKOLAH RENDAH
Home

KPT6044

PdP Matematik

Rekreasi Matematik

Kata Mutiara

Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT)


1.0 PENDAHULUAN

Dalam usaha kita untuk bersaing dengan negara-negara termaju di dunia, sistem pendidikan kita perlu
berupaya melahirkan generasi muda yang berpengetahuan, mampu berfikir secara kritis dan kreatif serta
berupaya berkomunikasi dengan berkesan pada peringkat global. Di harapkan langkah mengaplikasikan
Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT) dalam PdP akan dapat menaikkan prestasi negara khususnya
dalam persaingan peringkat antarabangsa terutama dalam pentaksiran Programme for International
Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang
dinyatakan dalam Pelan Pembangunan Pendidikan 2013-2015.

2.0 KONSEP & TEORI KEMAHIRAN BERFIKIR ARAS TINGGI (KBAT)

KBAT melibatkan kemahiran intelek yang tinggi. Kemahiran ini kebiasaan melibatkan merujuk kepada
empat aras teratas dalam Taksonomi Bloom iaitu mengaplikasi, menganalisa, menilai dan mencipta.
KBAT juga mengaplikasikan pemikiran secara kritikal, pemikiran kreatif, pemikiran logical, pemikiran
reflektif dan meta kognitif. Secara mudahnya murid mencerap sesuatu data atau maklumat kemudian
diproses dalam minda dan akhirnya dikeluarkan semula dalam pelbagai bentuk. Kemahiran berfikir ini
juga dikatakan sebagai berfikir secara kritis dan kreatif.

Memiliki kemahiran ini murid bebas untuk membanding, membeza, menyusun atur, mengelas dan
mengenal pasti sebab dan akibat mengikut pendapat dan pandangan mereka sendiri. Andai kata diberikan
suatu soalan maka murid boleh memberi jawapan dalam pelbagai bentuk, idea baru dan melihat daripada
beberapa sudut. Di sinilah dikatakan wujudnya pemikiran berbentuk kreatif, inovatif dan mereka cipta di
kalangan murid.

KBAT ini juga mempunyai kelebihan lain iaitu dapat meningkatkan lagi keupayaan dan kebolehan sedia
ada pada murid. Mereka akan dapat mengawal, memandu dan mengukur pembelajaran yang telah mereka
kuasai. Kebolehan ini akan menjadikan mereka lebih produktif dan berdaya saing. Seterusnya sudah tentu
dapat meningkatkan kefahaman dan memperkukuh pembelajaran dalam apa sahaja perkara yang mereka
pelajari nanti.

Bagi menerapkan kemahiran berfikir aras tinggi dalam kalangan murid maka peranan guru sangat
signifikan. Usaha ke arah itu perlu dilakukan secara bersungguh-sungguh. Sebenarnya kemahiran berfikir
ini bukanlah asing kepada guru kerana mereka telah didedahkan tentang konsep dan kaedah kemahiran ini
semasa mengikuti latihan perguruan di maktab atau universiti suatu ketika dahulu. Walau apa pun guru
perlu terus ditingkatkan keupayaan kemahiran berfikir mereka supaya dapat memberikan yang terbaik
kepada murid dalam pengajaran mereka. Antara cara berkesan yang boleh dilakukan untuk menerapkan
KBAT dalam PdP ialah dengan mengemukakan soalan-soalan yang berunsurkan KBAT semasa proses
PdP dijalankan. Soalan dikemukakan adalah soalan yang membolehkan murid untuk mengaplikasi,
menganalisa, mensintesis dan menilai suatu maklumat daripada sekadar menyatakan semula fakta atau
hanya mengingati fakta yang telah dipelajari.

2.1 Perbandingan Teori Berkaitan KBAR dan KBAT Dalam Matematik


Kemahiran Berfikir Aras Rendah (KBAR) Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT)

Lower-order thinking (LOT) is often Characterized higher-order thinking (HOT) as


characterized by the recall of information or non-algorithmic.
the application of concepts or knowledge to
familiar situations and contexts. Resnick Resnick (1987)
(1987)

LOT tasks requires a student to recall a The use of complex, non-algorithmic


fact, perform a simple operation, or solve a thinking to solve a task in which there is not
familiar type of problem. It does not require a predictable, well-rehearsed approach or
the student to work outside the pathway explicitly suggested by the task,
familiar Schmalz (1973) task instruction, or a worked out
example. Stein and Lane (1996)

LOT is involved when students are solving HOT as solving tasks where no algorithm
tasks where the solution requires applying a has been taught, where justification or
well-known algorithm, often with no explanation are required, and where more
justification, explanation, or proof required, than one solution may be possible. Senk, et
and where only a single correct answer is al (1997)
possible.

Senk, Beckman, & Thompson (1997)

LOT as solving tasks while working in HOT involves solving tasks where an
familiar situations and contexts; or, applying algorithm has not been taught or using
algorithms already familiar to the known algorithms while working in unfamiliar
student. Thompson (2008) contexts or situations.

Thompson (2008)

Jadual 1
1.0 PERBEZAAN ANTARA MASALAH RUTIN DAN BUKAN RUTIN

Secara umum, masalah boleh diklasifikasikan sebagai masalah rutin dan masalah bukan rutin. Masalah
rutin hanya memerlukan beberapa prosedur seperti operasi aritmetik untuk mendapatkan penyelesaian.

Sebaliknya, jika situasi masalah itu tidak boleh diselesaikan mengikut kaedah pengiraan biasa maka ia
dikenali sebagai masalah bukan rutin. Dalam situasi seperti itu, pelajar meneroka cara penyelesaian yang
lebih mendalam untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3.1 Masalah Rutin

Masalah rutin merupakan masalah yang melibatkan hanya satu operasi aritmetik sahaja dalam
menyelesaikannya. Dalam menyelesaikan masalah rutin, kita hanya perlu memahami masalah, memilih
operasi yang sesuai serta mengaplikasikan algoritma-algoritma yang telah dipelajari. Prosedur
penyelesaiannya adalah sudah kita ketahui. Ketika menyelesaikan masalah rutin, kita perlu mengenalpasti

1. Apakah soalan yang perlu dijawab

2. Fakta-fakta atau nombor yang perlu digunakan

3. Operasi-operasi yang perlu digunakan

4. Anggaran nilai penyelesaian

Masalah rutin memberi kesan seperti berikut kepada kita:

a. Memberi latihan dalam mengingat fakta-fakta asas dan langkah- langkah yang berurutan

b. Mempertingkat kemahiran-kemahiran dalam operasi asas

c. Memberi peluang untuk berfikir tentang perkaitan antara sesuatu operasi dan
aplikasinya kepada situasi-situasi sebenar.
Contoh-Contoh Soalan Rutin

Contoh 1 :

Ali makan 2 keping roti. 5 minit kemudian, dia makan 1 keping lagi roti. Berapa banyak keping roti Ali
makan kesemuanya?

Contoh 2:

Maria membeli sekotak susu dengan harga RM1.55 dan sebungkus biskut dengan harga RM1.70.
Berapakah jumlah wang yang dibayar oleh Maria?

Contoh 3 :

Cari perimeter segi empat tepat yang mempunyai panjang 8 meter dan lebar 17 meter.

Contoh 4 :

Cari panjang sebuah segi empat tepat yang mempunyai luas 48 meter persegi dan lebar 6 meter.

3.2 Masalah Bukan Rutin

Masalah bukan rutin merupakan masalah yang memerlukan proses-proses yang lebih tinggi dalam
menyelesaikan masalah berbanding masalah rutin. Untuk mencari penyelesaian dalam masalah bukan
rutin adalah bergantung kepada kebolehan menggunakan pelbagai strategi penyelesaian masalah bersama
dengan fakta-fakta dan maklumat dalam pertimbangan. Prosedur penyelesaian masalah bukan rutin tidak
kita ketahui. Masalah bukan rutin biasanya diselesaikan dengan pelbagai cara yang memerlukan proses
pemikiran yang berbeza.

Antara kesan positif dalam mengaplikasikan masalah bukan rutin ialah seperti berikut:

1. Dapat mengembangkan penggunaan strategi-strategi penyelesaian masalah

2. Memberi peluang untuk memikirkan pelbagai cara penyelesaian, berkongsi kaedah-kaedah


penyelesaian masalah serta meningkatkan keyakinan diri dalam penyelesaian masalah matematik

3. Dapat menikmati keindahan dan logik yang wujud dalam matematik

4. Meningkatkan kemahiran berfikir secara kritis.

Contoh-contoh soalan bukan rutin


Contoh 1 :

Maria membeli sekotak susu dengan harga RM1.55 dan sebungkus biskut dengan harga RM1.70. Dia
memberikan RM4.00 kepada jurujual. Berapakah bilangan syiling yang diterima oleh Maria sekiranya
jurujual itu memberikannya beberapa syiling 5 sen, 10 sen dan 20 sen?

Terangkan jawapan anda?

Contoh 2 :

Mamat ingin membina pagar bagi reban ayam yang berbentuk segi empat. Dia mempunyai 20 meter
wayar pagar.

1. Apakah saiz segi empat yang boleh beliau hasilkan?

2. Bentuk manakah yang terbaik

Contoh 3 :

Antara nombor-nombor berikut, nombor yang mana berbeza? Mengapa?

23, 20, 15, 25

Contoh 4 :

Ali telah membeli sebuah basikal dan kemudian menjualnya kepada rakannya dengan harga RM240. Dia
telah mendapat keuntungan sebanyak 20% selepas menjual basikal itu.

Berapakah harga kos basikal tersebut ?

3.3 Nota Aktiviti

Perbincangan kumpulan kecil dijalankan secara berpasangan. Tugasan yang diberikan adalah menukarkan
soalan rutin (KBAR) kepada soalan bukan rutin (KBAT).

Soalan-soalan rutin yang dikemukakan adalah seperti berikut :

1. RM 210 RM 30 =
2. Rajah menunjukkan sebuah segi empat tepat

84= ?

Kira luas, dalam cm, segi empat tepat tersebut.

Pelbagai jenis soalan akan diberikan oleh peserta. Perbincangan akan dilakukan bagi menentukan soalan-
soalan yang dikemukakan adalah bukan rutin atau tidak.

Cadangan jawapan :

1. Pak Ali mempunyai wang sebanyak RM210. Dia memberikan wang tersebut
kepada Chong dan Raju. Raju menerima RM30 kurang daripada Chong.

Berapakah jumlah wang yang diterima oleh Chong?

Jelaskan bagaimana anda mendapat jawapan?

1. Johan ingin menggunakan seutas dawai yang panjangnya 24 cm untuk


membentuk satu rangka segi empat dengan luas yang maksimum.

Apakah panjang dan lebar bentuk segi empat itu?

2.0 KEPELBAGAIAN STRATEGI DALAM PENYELESAIAN MASALAH

Strategi juga merujuk kepada prosedur yang akan membantu anda untuk memilih pengetahuan dan
kemahiran yang digunakan di semua langkah penyelesaian masalah. Strategi yang dipilih harus fleksibel
agar dapat digunakan untuk menyelesaikan pelbagai masalah. Berikut adalah beberapa strategi yang boleh
digunakan.

Penyelesaian masalah merupakan fokus utama dalam pengajaran dan pembelajaran matematik. Justeru,
pembelajaran dan pengajaran perlu melibatkan kemahiran penyelesaian masalah secara komprehensif dan
merentasi keseluruhan kurikulum. Perkembangan kemahiran penyelesaian masalah perlu diberi
penekanan sewajarnya supaya murid dapat menyelesaikan pelbagai masalah secara berkesan. Kemahiran
ini melibatkan langkah-langkah seperti berikut :

Memahami dan mentafsirkan masalah


Merancang strategi penyelesaian

Melaksanakan strategi

Menyemak semula penyelesaian

Kepelbagaian penggunaan strategi umum dalam penyelesaian masalah, termasuk langkah-langkah


penyelesaiannya harus diperluaskan lagi penggunaannya dalam mata pelajaran ini. Dalam menjalankan
aktiviti pembelajaran untuk membina kemahiran penyelesaian masalah ini, perkenalkan masalah yang
berasaskan aktiviti manusia. Melalui aktiviti ini murid dapat menggunakan Matematik apabila berdepan
dengan pelbagai situasi harian yang lebih mencabar. Antara strategi-strategi penyelesaian masalah yang
boleh dipertimbangkan :

Cuba jaya / teka uji

1. Membina senarai / jadual / carta yang sesuai

2. Mengenal pasti kemungkinan

3. Menggunakan algebra

4. Mengenal pasti pola

5. Melukis gambarajah

6. Guna Kaedah Unitari

7. Guna Model

8. Menyelesaikan masalah kecil terlebih dahulu

10. Guna rumus

11. Guna analogi / perbandingan

12. Lakonan / ujikaji

13. Mempermudahkan masalah

14. Membuat anggaran

15. Mental arimetik

4.1 Strategi : (Cuba jaya / Mengenal pasti kemungkinan / Melukis gambarajah / Guna
rumus)
Contoh soalan yang diberikan ini mempunyai pelbagai strategi penyelesaian masalah.

Contoh Soalan:

Johan ingin menggunakan seutas dawai yang panjangnya 24 cm untuk membentuk satu rangka segiempat
dengan luas yang maksimum. Apakah panjang dan lebar bentuk segi empat itu?

Penyelesaian :

Melukis gambarajah

Lukis atau lakar seberapa banyak gambarajah bentuk segi empat. Cuba letakkan nombor pada setiap sisi
sehingga berjaya menemui perimeter yang berjumlah

24 cm. Kemudian, gunakan kemungkinan kemungkinan nombor lain yang difikirkan sesuai.
Seterusnya, gunakan rumus luas segi empat untuk mencari luas maksimum segi empat tersebut dengan
mendarab panjang dan lebar. Akhirnya, padanan nombor yang sesuai dan munasabah akan ditemui
bersesuaian dengan kehendak soalan tersebut iaitu seperti gambarajah di bawah.

Bentuk-bentuk yang berkemungkinan :


Jawapannya ialah 6 cm x 6 cm = 36 cm. Jawapan ini dipilih kerana bentuk itu mempunyai luas maksima
jika dibandingkan dengan bentuk yang lain.

4.2 Strategi : (Guna Kaedah Unitari / Guna rumus / Guna algebra dan Melukis
gambarajah)

Contoh Soalan :

Ali telah membeli sebuah basikal dan kemudian menjualnya kepada John dengan harga RM 240. Dia
telah mendapat keuntungan sebanyak 20% selepas menjual basikal itu. Berapakah harga kos basikal
tersebut?

Penyelesaian :

i) Guna Kaedah Unitari

Untung = 20%

Harga Jual = RM 240 (100% +20%)

Harga Kos = (100%)

Oleh itu, 120% = RM 240

1% =?

Cari nilai 1% terlebih dahulu.

RM 240 120 = RM 2
Oleh itu, 1% = RM 2

Harga Kos = RM 2 100

= RM 200

Share this:

Twitter

Facebook16

Google

Leave a Reply

My Facebook

Blog kawan-kawan

Ida Norini

fOOd LovEr

beLoGsaya (DUNIA SAINS)

HidayuJamali's Blog
The Daily Post

The WordPress.com Blog

Kalender

May 2017

M T W T F S S

May

1 2 3 4 5 6 7

8 9 10 11 12 13 14

15 16 17 18 19 20 21

22 23 24 25 26 27 28

29 30 31

HOME

KPT6044

PDP MATEMATIK

REKREASI MATEMATIK

KATA MUTIARA

BLOG AT WORDPRESS.COM.

WE TEAMED UP WITH EVENTBRITE

Follow

undefined

undefined

Home | Kuliah dan Link | Gaya Penulisan Ilmiah | Nota Kuliah Kaunseling | Kalender Saya
Indah | GERKO (PBSM)

Ramlan Hamzah IPG, Kampus Pendidik


Teknik, Bandar Enstek, N
What is HOTS

Apa dia soalan HOTS atau KBAT

KBAT ialah "Keupayaan untuk mengaplikasikan pengetahuan, kemahiran dan nilai dalam membuat penaakulan
refleksi bagi menyelesaikan masalah, membuat keputusan, berinovasi dan berupaya mencipta sesuatu." [BPK 2

KBAT adalah proses kitaran dari pemikiran aras rendah (KBAR) ke pemikiran aras tinggi (KBAT). KBAT memas
ciri-ciri berfikir secara kreatif, kritis, logik dan metakognitif. Memerlukan seseorang menyelesaikan masalah yan
kerap berlaku (not familiar) dan pelbagai bentuk soalan atau dilema yang tidak pasti keputusannya.

Dengan menggunakan KBAT, murid mampu memberi penjelasan, membuat keputusan, menyelesai masalah,
menginovasi, mencipta dan menunjukkan hasil akhir mengikut konteks yang diperlukan.

Ciri-ciri item KBAT:


1. Stimulus
Menggunakan stimulus secara ekstensif untuk menjana kemahiran inferens dan penaakulan kritis. Stimulus bol
terdiri daripada petikan, gambar rajah, dan graf.

2. Pelbagai tahap/aras pemikiran


Mentaksir pelbagai aras pemikiran dalam domain kognitif untuk memberi impak yang lebih besar.

3. Konteks yang baharu


Konteks yang merujuk kepada situasi baharu yang tidak lazim kepada murid. Keadaan ini bertujuan untuk
merangsang murid berfikir dan bukannya menyatakan semula apa yang telah dipelajari di dalam bilik darjah.

4. Situasi sebenar dalam kehidupan harian


Mencabar murid untuk menyelesaikan suatu masalah kehidupan sebenar dengan menggunakan pembelajaran
daripada pelbagai disiplin.

5. Item tidak berulang


Item pelbagai atau berbeza setiap tahun melangkaui bahan buku teks untuk mewujudkan situasi yang baharu.

Kemahiran kognitif dalam KBAT:

KBAT berfokus kepada pemikiran aras tinggi dengan memberi tumpuan kepada

1. Mengaplikasi
Kebolehan menggunakan pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu yang baharu seperti menjalankan eksperim
dan membuat binaan.

2. Menganalisis
Mencerakinkan atau menstrukturkan maklumat ke dalam bahagian yang lebih kecil, menentukan bagaimana ba
struktur keseluruhan atau matlamat berkaitan antara satu sama lain.

3. Menilai
Membuat pertimbangan berdasarkan kriteria dan standard melalui memeriksa dan mengkritik.

4. Mencipta
Menyatukan elemen untuk membentuk sesuatu (rekacipta) dengan menyusun, menjana dan merancang atau
menghasilkan semula elemen ke dalam corak atau struktur yang baharu (inovasi).

Higher-order thinking essentially means thinking that takes place in the higher-levels of the hierarchy of cognitiv
processing. Blooms Taxonomy is the most widely accepted hierarchical arrangement of this sort in education a
can be viewed as a continuum of thinking skills starting with knowledge-level thinking and moving eventually to
evaluation-level of thinking. A common example, used by Dr. Chuck Weiderhold of the application of the major
categories in Blooms Taxonomy, is show below, applying the taxonomy to the Pledge of Allegiance:

Knowledge statements ask the student to recite the pledge. Example: Say the pledge.

Comprehension statements ask the student to explain the meaning of words contained in the pledge. Example
Explain what indivisible, liberty, and justice mean.

Application statements ask the student to apply understandings. Example: Create your own pledge to someth
you believe in.

Analysis statements ask the student to interpret word meanings in relation to context. Example: Discuss the
meaning of and to the Republic for which it stands in terms of its importance to the pledge.

Synthesis statements ask the student to apply concepts in a new setting. Example: Write a contract between
yourself and a friend that includes an allegiance to a symbol that stands for something you both believe in.

Evaluation statements ask the student to judge the relative merits of the content and concepts contained in the
subject. Example: Describe the purpose of the pledge and assess how well it achieves that purpose. Suggest
improvements.

(Wiederhold, C. (1997). The Q-Matrix/Cooperative Learning & Higher-Level Thinking. San Clemente, CA: Kaga
Cooperative Learning.)

When we promote higher-order thinking then, we are simply promoting thinking, along with the teaching
methodologies that promote such thinking, that takes place at the higher levels of the hierarchy just provided,
notably application, analysis, synthesis, and evaluation.

Critical/creative/constructive thinking is closely related to higher-order thinking; they are actually inseparable.
Critical/creative/constructive thinking simply means thinking processes that progress upward in the given direct
First one critically analyzes the knowledge, information, or situation. Then they creatively consider possible nex
step options, and then finally, they construct a new product, decision, direction, or value. The evaluation step lis
above with the Pledge of Allegiance would require this sort of thinking.

Back to the Top

Reading Beyond the Lines


Another way to look at higher-order thinking is to look at the reading process in typical terms and then extend th
terms one step to reach higher-order thinking. That is, being able to read, being literate, typically means having
ability to decode words and understand their meanings individually and collectively. Being able to read and to
comprehend the reading is generally considered thinking and involves reading the lines and reading between
lines. Higher-order thinking or literacy though, is the next crucial step, often not even thought of in the reading
process, that being reading beyond the lines. This is so crucial because it is in reading beyond the lines that
reading the lines and reading between the lines have their real value.

Back to the Top

Instructional Elements for Fostering Higher-Order Thinkin


in the Classroom
(Synthesized from Teaching Children to Be Literate: A Reflective Approach, by Anthony and Ula Manzo, 1995)

1. Remember to ask for it; that is, for discovery, invention, and artistic/literary creation.

2. Great curiosity and new ideas with enthusiasm; these can often lead to the most valuable teachable momen

3. Expose learners to new twists on old patterns and invite looking at old patterns from new angles.

4. Constructively critique new ideas because they almost always require some fine-tuning.

5. Reset our expectations to the fact that there will be many more misses than hits when reaching for worka
new ideas.

6. Learn to invite contrary, or opposing, positions; new possibilities are often discovered in this way and existing
thoughts, patterns, and beliefs can be tested and strengthened.

Back to the Top

Questions that Invite Higher-Order Thinking


(Synthesized from Teaching Children to Be Literate: A Reflective Approach, by Anthony and Ula Manzo, 1995)

How is this study like another you/we have read? This question encourages students to make connections an
see analogies.

Does this story/information make you aware of any problems that need attention? This amounts to asking stud
to see themselves as active participants in problem identification as well as problem solving.

What does this mean to you and how might it affect others? This pair of questions gives students a chance to
express their own interests but also to empathetically consider and understand the views of, and possible
consequences to, others.

Is there anything wrong with this solution, and how else might this problem be solved? These questions are th
heart of successful critical analysis.

What more needs to be known or done to understand or do this better? This is a pointed request for creative
problem solving that invites thinking beyond the lines.

What is a contrary way of seeing this? Being able to examine issues from multiple points of view helps the
students to clarify their thoughts.

Back to the Top

Questioning for Quality Thinking at Each Level of Bloom


Taxonomy
Knowledge: Identification and recall of information

Who, what, when, where, how?

Describe ___________________.

Comprehension: Organization and selection of facts and ideas

Retell ___________ in your own words.

What is the main idea of ___________________?

Application: Use of facts, rules, principles

How is __________ and example of _______________?

How is __________ related to _________________?

Why is _________________ significant?

Analysis: Separation of the whole into component parts

What are the parts or features of ________________?

Classify _______________ according to ________________.

Outline/diagram/web ____________________.

How does ______________ compare/contrast with __________________?


What evidence can you list for _____________________?

Synthesis: Combination of ideas to form a new whole

What would you predict/infer from __________________?

What ideas can you add to __________________?

How would you create/design a new __________________?

What might happen if you combine _______________ with ________________?

What solutions would you suggest for __________________?

Evaluation: Development of opinions, judgments, or decisions

Do you agree with _________________?

What do you think about _______________?

What is the most important _____________?

Prioritize ________________.

How would you decide about ________________?

What criteria would you use to assess ______________________?

Back to the Top

Head-on Approaches to Teaching Higher-Order Thinking


(Synthesized from Teaching Children to Be Literate: A Reflective Approach, by Anthony and Ula Manzo, 1995)

Thinking Thursdays

o Consider setting aside a given amount of time on a regular basis to try some of these direct
approaches to teaching critical and creative thinking.

Word Creation:

o Define the word squallizmotex and explain how your definition fits the word.

o If dried grapes are called raisins, and dried beef is called beef jerky, what would you call these
items if they were dried: lemons, pineapple, watermelon, chicken.

Unusual Uses:

o Have students try to think of as many unusual uses as they can for common objects such as b
used toys, old tennis balls, soda bottles, and 8-track cassette tapes.

Circumstances and Consequences: What would happen if . . .

o school was on weekends and not during the week?

o water stuck like glue?

o gravity took a day off?

o there were no colors?

o everyone in the country could vote on every issue that is now decided by government
representatives?

Product Improvements:

o How could school desks be improved?

o How could living room furniture be improved to provide better storage and even exercise while
watching television?

o How can we better equip book-carrying bags to handle lunches and other needs that you can t
of?

Systems and Social Improvements:

o A sample question that could lead into plenty of higher-level discussion and a good give-and-ta
of views and needs could be: How can schools be made more fun without hurting learning?

Enter supporting content here

Ramlan Hamzah, PhD

Institut Pendidikan Guru, Kampus Pendidikan Teknik

Kompleks Pendidikan Nilai,71760 Bandar Enstek

NEGERI SEMBILA DARUL KHUSUS

019-2244 676
(Wix-Logo)Create a Wix site!

100s of templates
No coding needed
Start now >>

This site was created using

WIX.com.

Create your own for FREE >>

UTAMA

MENGENAI KAMI

BAB 1

BAB 2

BAB 3

BAB 4
BAB 5

BAB 6

BAB 7

BAB 8

BAB 9

BAB 10

BAB 11

HUBUNGI KAMI
KEMAHIRAN
BERFIKIR ARAS
TINGGI DALAM
SEJARAH TINGKATAN
1

S E J A R A H M E N G A J A R K I T A
KUMPULAN SRIKANDI
IKHTISAS

Email :

TELEFON
06-2659675
FAX

06-2658973

EMAIL SEKOLAH

ALAMAT

SMK SUNGAI RAMBAI

77400 SG RAMBAI

MELAKA

BANDARAYA BERSEJARAH

IKUTI KAMI DI

2015 by Srikandi Ikhtisas.

Dijanakan Bersama

Wix.com
Alhamdulillah, Layak Ke Peringkat Akhir

March 12, 2015

Blog Kami Dan Kaitannya Dengan Literasi Maklumat Dalam KBAT.

March 1, 2015
Kisah Si Tanggang (Taksonomi Bloom Dan Kemahiran Berfikir Aras Tinggi)

February 23, 2015

Kaitan PPPM, KBAT dan i-Think

February 21, 2015


i-Think Dalam Pendidikan Di Malaysia

February 20, 2015

Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT)

February 19, 2015


Proses Literasi Maklumat

February 18, 2015

Literasi Maklumat

February 17, 2015


Pertandingan Laman Blog dan BBM Online 2015

February 12, 2015

Artikal Terkini

Kaitan PPPM, KBAT dan i-Think


February 21, 2015

Adyba Ayunie

Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia menekankan 6 ciri utama setiap murid


perlu ada untuk bersaing pada peringkat global. 6 ciri tersebut ialah :-

1) Berpengetahuan

2) Mempunyai Kemahiran Berfikir

3) Memiliki Identiti nasional

4) Mempamerkan kemahiran memimpin

5) Memiliki kemahiran Dwi Bahasa

6) Mempunyai etika dan nilai kerohanian yang tinggi.


Berdasarkan keperluan ini salah satu ciri yang utama ialah Kemahiran
Berfikir. Kemahiran berfikir yang ditekankan dalam konteks ini ialah kemahiran
berfikir aras tinggi (KBAT). Maka wujudlah keperluan untuk mencapai tahap
pemikiran tersebut. Transformasi dari segi padagogi pengajaran dan pembinaan item
penilaian di beri penekanan untuk memastikan matlamat ini tercapai. Berikut antara
beberapa perkara yang perlu ada dalam Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT)
menurut pandangan Kementerian Pendidikan Malaysia(KPM), Jabatan Pendidikan
Negeri (JPN), Pejabat Pelajaran Daerah (PPD) dan para guru.

Setelah mengetahui objektif dan matlamat KBAT maka persoalan berikutnya ialah
bagaimana ianya hendak di implimentasikan dalam kelas ketika proses pengajaran dan
pembelajarn berlangsung. Berikut merupakan beberapa cadangan yang ianya boleh
dilaksanakan :-

i) Menggunakan alat berfikir

ii) Tingkatkan soalan aras tinggi

iii) Aktiviti penyelesaian masalah

iv) Teknik menyoal

v) Aktiviti pemikiran aras tinggi dalam buku teks

vi) Pembelajaran berasaskan projek


Satu kaedah penting dalam mengajar Kemahiran Berfikir Aras Tinggi (KBAT) ialah
menggunakan alat berfikir. Maka alat berfikir yang disarankan oleh KPM ialah
penggunaan teknik i-Think.

i-Think membawa maksud innovative Thinking (Pemikiran inovatif) dimana


murid dibekalkan dengan kemahiran berfikir melalui cara seperti menggunakan alat 8
peta pemikiran. Selain itu penekanan diberi kepada teknik penyoalan dan penakulan
berdasarkan taksonomi Bloom dan versi Lorin Anderson.

Natijah dari kaitan antara PPPM, KBAT dan i-Think ini nanti diharap dapat
melahirkan generasi baru Malaysia yang dapat bersaing diperingkat global dan mampu
mencorakkan negara kita yang lebih sejahtera berdasrkan acuan kita sendiri.

Sekian, wasalam.
Video Kaitan PPPM, KBAT dan iThink

Follow Us

March 2015 (2)

February 2015 (7)

Arkib
Kembali
Carian Maklumat

kaedah dulu 1.jpg

Srikandi Ikhtisas.jpg

3/3
HOME

ANALYTICS

SESSIONS

U PLOAD

ELEMEN KEMAHIRAN BERFIKIR ARAS TINGGI (KBAT) DALAM INSTRUMEN PENTAKSIRAN


UPLOADED BY

Zamri Shokri

VIEWS

407

INFO

more

D OW N LOA D

ELEME
NKEM
AHIRA
N
BERFI
KIR
ARAS
TINGGI
(KBAT)
DALA
MINST
RUME
N
PENTA
KSIRA
N
LEMBAG
A PEPERI
KSAANK
EMENTE
RIAN
PELAJAR
AN
MALAYSI
A
|
11
anjak
an
yang
terka
ndun
g
dala
mPel
an
Pemb
angu
nan
Pendi
dikan
2013-
2025
1Bagi
menin
gkatka
n kuali
ti pend
idikan
bertara
fantara
bangsa
(e) mer
ombak
semula
peperik
saan d
anpent
aksiran
untuk
mening
katkan
tumpu
anterh
adap
kemahi
ran
berfikir
aras
tinggi(
higher
order
thinkin
g skills
)
|
HOTS is
defined
as the
potential
to apply
knowledg
e, skills
and
valuesfor
reasonin
g and
reflection




Fundamental
cognitive
processes for
generatingan
d organising
information,
skills of
analysis
andsynthesis,
and processes
of creativity
andevaluation
- Thinking
Schools
Internationa
l
Top four
levels of the
cognitive dom
ain:
applying,anal
yzing,
evaluating
and creating.

Applying:
Carrying out
or using
a procedureth
rough
executing or
implementing

Analyzing
: Breaking
material or
concepts
intoparts,
determining
how the parts
relate
orinterrelate
to one
another or to
an overallstru
cture or
purpose

Evaluating
: Making
judgments
based
oncriteria and
standards
through
checking
andcritiquing

Creating
: Putting
elements
together to
form
acoherent or
functional
whole;
reorganizingel
ements into a
new pattern
or structurethr
ough
generating,
planning, or
producing
-
Blooms
Taxonomy
Definisi
KPM
Kemahiran
berfikir aras
tinggi(KBAT)
ialah
keupayaan
untukmenga
plikasikan
pengetahua
n,kemahiran
dan nilai
dalammemb
uat
penaakulan
danrefleksi
bagi
menyelesaik
anmasalah,
membuat
keputusan,b
erinovasi
dan
berupayame
ncipta
sesuatu
.
Definition
consistentwi
th
internationa
lstandards(e
.g. OECD,
PISA)
|
3

Back-up:
Categori
es in the
cognitive
domain
of
Bloom's
Taxonom
y
CreatingEv
aluatingAn
alysingAppl
yingUnders
tandingRe
membering
Higher
orderthinkin
g skills
|
Buildingcom
monstandar
d
forHOTSReal
igningcurric
ulum
tointernation
alstandardsT
rainingteach
ers(i-THINK)
Main element
Changingho
wstudentsar
e
testedChang
ing
howstudents
aretaughtCh
anging
whatstudent
s
arelearningB
uildingcapab
ilities
of people
involvedon
HOTSEmbed
ding HOTSin
co-
curriculumPr
ovidingresou
rcesspecific
toHOTS
To inject
HOTS in
students,
we need to
think
about 7
different
elementsC
apabilitybu
ildingCurri
culumPeda
gogyAsses
smentCo-
curriculum
ResourceH
OTS
Supporting
element
IIIIIIIVVIVII
Involving
thebroader
communitys
pecific to
HOTS
Community
supportVC
urrentinitia
tives
|
Kema
hiran
Berfiki
r
Ke m a h i
ran
intelek
Kema
hiran
Berfiki
r Aras
Tinggi
(KBAT)
Memer
l u ka n
pemiki
ranyan
g
meluas
dan
menda
lam
Berfiki
r
p ro s e s
mental
Report Work

Job Board

About

Press
Blog

People

Papers

Terms

Privacy

Copyright

We're Hiring!

Help Center

Academia 2017
Hello, Guest | Upload | Sign In | Register

Home

Presentations

My Account

Go PRO

Business

KEMAHIRAN BERFIKIR ARAS TINGGI (KBAT) DAN


KEMAHIRAN BERFIKIR ARAS RENDAH (KBAR).

You do not have Adobe Flash Player installed. Get it here

+61

Flag

Like this presentation?

Comments
Share

shakur (2 years ago)

shakur kbat

Presentation Transcript

Slide 1

PROF.DR. RAJENDRAN A/L NAGAPPAN KEMAHIRAN BERFIKIR

Slide 2

PENGENALAN Pemikiran Aras Tinggi (KBAT/HOT) merupakan salah satu komponen utama dalam kemahiran
berfikir secara kreatif dan kritis. KBAT merupakan aras yang paling tinggi dalam hieraki proses kognitif.
Ianya berlaku apabila seseorang mendapat maklumat baru, menyimpan dan memeri, menyusun, serta
mengaitkannya dengan pengetahuan sedia ada dan akan memanjangkan maklumat itu untuk mencapai
sesuatu tujuan atau penyelesaian situasi rumit. Bereiter & Scardamalia (1987) dalam Kemahiran Berfikir
Aras Tinggi, pelajar perlu dilatih mengambil bahagian dalam menentukan objektif, mewujudkan wacana,
menentukan tindakan motivasi, analitik dan inferens yang dinamakan literasi tinggi (highliteracy).

Slide 3

Pemikiran Aras Rendah pula ialah penggunaan pemikiran secara terhad, di mana pelajar hanya disogokkan
dengan jawapan-jawapan yang menyebabkan pelajar malas untuk berfikir. (Som & Mohd Dahlan) Pelajar
akan hanya mengingat bahan-bahan yang telah dipelajari daripada pelbagai fakta yang spesifik sehingga
kepada perbuatan mengingat semula teori yang lengkap. Definisi kepada KBAR dan KBAT adalah
berkembang dari semasa ke semasa (Rajendran, 1998)

Slide 4

MODEL/KERANGKA YANG BERBEZA 1 ONOSKO AND NEWMANN,1994 & RAJENDRAN, 1998 KBAR 1)
Penggunaan pemikiran secara terhad 2) Bersifat rutin dan mekanistik 3) Mengingat kembali maklumat yang
terancang. 4) Menggambarkan, membandingkan, merumuskan, menghubungkait, penyelesaian.

Slide 5

KBAT 1) Menggunakan tahap pemikiran secara maksimum untuk menghadapi cabaran 2) Interpretasi,
analisis, dan manipulasi maklumat 3) Bersifat kritikal terhadap maklumat,idea, dan pendapat. 4) Membuat
kesimpulan, inferens, dan generalisasi. 5) Komunikasi berkesan, membuat jangkaan, penyelesaian masalah,
menilai idea, memberikan pendapat, dan membuat pemilihan, dan keputusan

Slide 6

MODEL TAKSONOMI BLOOM (1956) Penggunaan soalan mempunyai kaitan secara langsung dengan KBAR
dan KBAT. Bertepatan dengan pendapat Postman (1979:140) all our knowledge results from questions,
which is another way of saying that question-asking is our most important intellestual tool. Corak penyoalan
menggunakan soalan aras rendah adalah merbahaya kepada penjaan pemikiran aras tinggi kerana KBAT
hanya boleh digembelingkan melalui soalan aras tinggi (Bloom, 1956, 1994., Kissock dan Iyortsuun, 1982).
Taksonomi Bloom telah mengkategorikan kemahiran berfikir mengikut aras tertentu yang dikenali sebagai
level of thought processes. 2

Slide 7

Mereka berpendapat bahawa domain kognitif boleh dikategorikan kepada 6 kelas, iaitu aras pengetahuan
yang bermula di peringkat rendah hingga kepada peringkat yang lebih tinggi iaitu penilaian. penilaian
sintesis Analisis Aplikasi Pemahaman Pengetahuan Rajah: Aras Domain Kognitif Sumber: Pedagogi
Pendidikan

Slide 8

KBAR PENGETAHUAN Mengingat kembali maklumat yang diterima 2) PEMAHAMAN Memahami setiap
maklumat yang diterima KBAT 3) APLIKASI Penggunaan maklumat di dalam situasi yang relevan 4)
ANALISIS Memecahkan maklumat kepada beberapa bahagian kecil supaya boleh memahami sesuatu
perkara dengan lebih jelas. 5) SINTESIS Maklumat dikumpul dan membina struktur baru yang berbeza
daripada keadaan yang asal. 6) PENILAIAN Menilai kembali apa yang telah dilaksanakan

Slide 9

1 KBAT 1) Interpretasi, analisis, dan manipulasikan maklumat. JENIS / KETEGORI PEMIKIRAN 2) Berfikir
maklumat, idea, pandangan secara kritis 3) Membuat kesimpulan, inferens, atau generalisasi 4) Hasilkan
pandangan, idea, pemikiran, atau cadangan asli 5) Membuat ramalan 6) Cadangan penyelesaian 7)
Mencipta, dan menilai idea 8) Menyelesaikan masalah berkaitan kehidupan 9) Kemahiran Penaakulan

Slide 10

KBAT Tiga jenis KBAT yang penting: a) Menjana menjanakan alternatif, dan kombinasi idea b) Menjelaskan
idea menjelaskan idea dan menganalisis alasan c) Menilai kemusabahan idea Menilai maklumat asas,
menilai inferensi (kegunaan bukti), dan menilai inferensi ( deduksi)

Slide 11

2 KBAR 1)Mengingat bahan-bahan yang dipelajari dan maklumat yang diterima 2) Memproses data dan
idea. 3) Membanding beza 4) merumus 5) Kontra 6) Menghubung kait 7) Memperlengkapkan dengan
jawapan

Slide 12

CARA PENGAJARAN Pendekatakan mengajar KBAT ialah 1) Mengajar KBAT dalam konteks secara langsung
di luar kurikulum. 2) Mengajar berfikir menggunakan kaedah yang menggalakkan berfikir dalam konteks
kurikulum 3) Penyebatian menyusun semula pengajaran untuk mengajar KBAT secara eksplisit

Slide 13

Strategi yang boleh digunakan dalam penggunaan KBAT ialah seperti: 1) Soalan terbuka 2) Teknik
Penyoalan 3) Perbincangan 4) Metakognisi 5) Pengurusan Grafik 6) Kaedah Penyelesaian masalah

Slide 14
CONTOH MODEL GEORGE POLYA (1957) Telah membina model penyelesaian matematik yang dikenali
sebagai Model Polya. 2) Penekanan Model Polya KBAT ialah melalui 3 kategori a) Pemikiran Kritis b)
Penyelesaian Masalah c) Pemikiran Kreatif Pemikiran Kritis Adalah kecekapan dan keupayaan menggunakan
minda untuk menilai kemunasabahan atau kewajaran sesuatu idea, meniliti kebernasan kesahan atau
kelemahan sesuatu hujah

Slide 15

ii) Pertimbangan yang wajar dibuat dengan menggunakan alasan dan bukti yang munasabah. iii) Kesan -
pelajar akan lebih bersedia menghadapi masalah yang lebih kompleks dan perubahan teknologi yang
berlaku secara mendadak. Penyelesaian masalah i) Ada dua penyelesaian masalah dalam matematik iaitu
masalah rutin dan masalah non-rutin. ii)Proses penyelesaian masalah tidak dapat dihafal, dan memerlukan
satu set aktiviti yang sistematik dengan perancangan stategi dan kaedah yang sesuai. iii)Kesan pelajar
mempelajari secara eksplisit strategi berkenaan dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah secara
berkesan

Slide 16

Pemikiran Kreatif: Edward de Bono At the simplest level creative means bringing into being something
that was not there before Rollo May creativity is the encounter of the intensively conscious human being
with his world. Secara umum kecekapan atau keupayaan menggunakan minda untuk meneroka pelbagai
kemungkinan, menghasilkan sesuatu yang baru, dan bernilai sama ada bersifat maujud, abstrak, dan
gagasan. Rumusan daripada model Polya: Pelajar akan berfikir tentang sesuatu situasi yang
seterusnyaberkembang menjadi idea matematik.

Slide 17

Pendekatan mengajar KBAR ialah : 1) Memberi tindak balas terhadap fakta di mana maklumat-maklumat
penting telah diberi. 2) Menulis semula maklumat khusus yang diketengahkan dalam perkataan sendiri atau
menukar bentuk penulisan jenis yang lain tanpa menghilangkan fakta yang asal (Barret, 1967) 3)
Memproses data

Slide 18

Kaedah yang digunakan di dalam KBAR: 1) Kajian Teks dan gambar 2) Soalan Tertutup CONTOH 1)
Mendefinisi 2) Mengingat 3) Mengulang 4) Menyenaraikan 5) Mengenal pasti 6) Mendeskripsi 7) Memberi
contoh 8) Membanding 9) Menghubung kait

Slide 19

CONTOH RANCANGAN PENGAJARAN PERALATAN ZAMAN PALEOLITIK Alatan batu yang direpeh pada zaman
tersebut digunakan untuk menumbuk, memburu dan mempertahankan diri.

Slide 20

PERALATAN ZAMAN NEOLITIK Beliung dan lukisan dinding menunjukkan adanya perkembangan dalam
kehidupan mereka

Slide 21

PERALATAN ZAMAN LOGAM Tembikar berkaki


Slide 22

CONTOH CARA PENGAJARAN PALEOLITIK

Slide 23

MESOLITIK

Slide 24

LOGAM

Slide 25

CARA PENILAIAN KBAR 1) Mendefinisikan ketiga-tiga zaman 2) Menggambarkan gambar yang dilihat 3)
Membandingkan ketiga-tiga zaman dari setiap sudut. 4) Memberikan contoh setiap lokasi zaman berkenaan.
5) Menghubungkait antara satu maklumat dengan maklumat yang lain. 6) Membuat kronologi KBAT
Menggunakan gambar untuk memanipulasikan maklumat. Menganalisis kehidupan masyarakat. Membuat
imaginasi dalam peristiwa sejarah yang dikaji. Membuat rasionalisasi. Mengenalpasti setiap maklumat
adalah relevan Kenal pasti isu-isu yang dibangkitkan

Slide 26

KESIMPULAN Penggunaan strategi dan teknik yang pelbagai mampu melahirkan pelajar berfikiran KBAT.
Penglibatan pelajar secara langsung di dalam bilik darjah secara tidak langsung akan melahirkan pelajar
yang bersifat kritis dan kreatif. Penggunaan dan pemilihan metadologi P&P yang sesuai boleh menimbulkan
minat serta membangkitkan motivasi pelajar sekaligus dapat meningkatkan kefahaman dan kemahiran
mereka.

Slide 27

BIBLIOGRAFI Ainon Mohd. & Abdullah Hassan. (2003). Belajar Berfikir. Pahang: PTS Publications &
Distributors Sdn. Bhd. Kamarudin Hj.Husin & Siti Hajar Hj. Abdul. Aziz. (2004). Pedagogi Pendidikan. Kuala
Lumpur: Kayazano Enterprise Nelson, K. (2001). Teaching In The Cyberage. Linking the Internet and Brain
Theory. Sky Light Training and Publishing. N. S. Rajendran. (2008). Teaching & Acquiring Hinger Order
Thinking Skills Teory & Practise. Tanjong Malim: Penerbit Universiti Pendidikan Sultan Idris. Omardin Haji
Ashaari & Yunus Muhammad. (2002). Kaedah Pengajaran Sejarah. Kuala Lumpur: Utusan Publications &
Distributors Sdn. Bhd. Robertson, S. I. (1999). Types of thinking. London: 11 New Fetter Lane.

by amranaris67 | Modified: 7 years ago

Language: Malay (Detected) | Topic: Education

6743 Views 17 Embeds


Tags: kemahiran berfikir aras tinggi rendah

URL:

http://w w w .sl

More by this User

Most Viewed

PERMAINAN K... JENIS-JENIS ... Pengajaran P... Presentation: ...

o Info

o About

o Features

o Terms of Use

o Privacy Policy

o Browse
o Presentations

o People

o Groups

o Help

o FAQ

o Feedback

o RSS

o Latest

o Most Viewed

o Most Rated

o Sidebar Widget

o Premium Products

o PRO Account

o Business Solutions

o iSpring Pro

o iSpring Suite

o iSpring QuizMaker

o Add-Ins for SlideBoom

o Free PowerPoint to Flash

o Wordpress Plugin

o Joomla Plugin

o Follow Us

o Twitter

o Facebook

o Blog

Copyright 2007-2014 iSpring Solutions, Inc. All rights reserved.