Anda di halaman 1dari 8

Pembebanan Biaya : Penelusuran Langsung (Direct Tracing),

Penelusuran Penggerak (Driver Tracing), dan Alokasi

Pembebanan biaya pada produk, jasa, pelanggan, dan objek lain yang
,emjadi perhatian manajemen adalah salah satu tujuan dasar dari sistem
informasi akuntansi manajemen.

Biaya
Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk
mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini
atau di masa depan bagi organisasi.
Manajer juga harus memahami apa yang dimaksud dengan biaya peluang
(opportunity). Biaya peluang adalah manfaat yang dikorbankan ketika satu
alternatif dipilih dari alternatif lainnya. Sebagai contoh sebuah perusahaan
mungkin memilih menginvestasikan $ 100.000 dalam persediaan selama
setahun daripada menginvestasikan modal tersebut pada investasi produktif
yang memberikan tingkat pengembangan 12% . Biaya peluang dari modal
yang tertanam pada persediaan adalah $12.000 (0,12 $100.000), dan
hal itu bagian dari biaya persediaan. Jadi, biaya dan harga berkaitan dalam
pengertian bahwa harga harus penurunan melebihi biaya agar menghasilkan
laba yang cukup banyak. Selanjutnya, penurunan harga dapat meningkatkan
nilai bagi pelanggan dengan mengurangi pengorbanan pelanggan dan
kemanapun menurunkan harga berkaitan dengan kemampuan mengurangi
biaya.

Objek Biaya
Sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengukur dan
membebankan biaya pada entitas yang disebut sebagai objek biaya. Objek
biaya dapat berupa apapun, seperti produk, pelanggan, departemen,proyek,
aktivitas, dan lain lain yang digunakan untuk mengukur dan membebankan
biaya. Aktivitas muncul sebagai objek biaya yang penting. Aktivitas adalah
unit dasar dari kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi dan dapat juga
dideskripsikan sebagai kumpulan tindakan dalam suatu organisasi yang
berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan, pengendalian,
dan pengambilan keputusan. Aktivitas tidak hanya bertindak sebagai objek
biaya, tetapi juga berperan utama dalam pembebanan biaya untuk objek
biaya untuk objrk biaya lainnya. Contoh aktivitas meliputi memasang
peralatan untuk produksi, memindahkan bahan dan barang, membeli
komponen, mengirim tagihan kepada pelanggan, membayar tagihan,
memelihara peralatan, memenuhi pesanan, mendesain produk, dan
memeriksa produk.
Keakuratan Pembebanan
Keakuratan adalah suatu konsep yang relatif dan harus dilakukan
secara wajar dan logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya.
Tujuannya adalah mengukur dan membebankan biaya dari sumber daya
yang dikonsumsi objek biaya sebaik mungkin. Beberapa metode
pembebanan biaya ternyata lebih akurat dibandingkan lainnya. Sebagai
contoh, seandainya Anda ingin menentukan biaya makan siang Ryan
Chesser, seorang siswa sering mengunjungi Hideaway, sebuah restoran pizza
di luar kampus. Salah satu pendekatan pembebanan biaya adalah
menghitung jumlah pelamggan Hideaway antara pukul 12.00 sampai 13.00,
kemudian membagi jumlah total penerimaan selama waktu tersebut dengan
jumlah pelanggan. Pembebanan biaya yang terdistorsi dapat menghasilkan
keputusan yang salah dan evaluasi yang buruk. Sebagai contoh, jika seorang
manajer pabrik sedang mencoba memutuskan akan melanjutkan produksi
listrik secara internal atau membelinya dari perusahaan fasilitas umum lokal,
maka penilaian secara akurat mengenai besarnya biaya memproduksi listrik
adalah hal mendasar untuk analisis. Menetapkan hubungan sebab akibat
antara biaya secara wajar dan akurat.

Ketertelusuran (traceability)
Hubungan antara biaya dan objek biaya harus digali untuk membantu
meningkatkan keakuratan pembebanan biaya. Biaya tidak langsung (indirect
cost) adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah dan akurat
sebagai objek biaya. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang dapat
ditelusuri dengan mudah dan akurat sebagai objek biaya. Jadi, ketelusuran
adalah kemampuan membebankan biaya pada objek biaya dengan cara
yang layak secara ekonomi berdasarkan hubungan sebab akibat. Sebagai
contoh, jika rumah sakit merupakan objek biaya, maka biaya pemanas dan
pendingin ruang rumah sakit adalah biaya langsung. Akan tetapi, jika bojek
biayanya adalah produk yang dihasilkan oleh rumah sakit tersebut, maka
biaya utilitas ini merupakan biaya tidak langsung.

Metode Penelusuran
Keterlusuran berarti biaya dapat dibebankan dngan mudah dan akurat,
sedangkan penelusuran (tracing) berarti penambahan aktual biaya pada
objek biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber
daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Penelusuran biaya pada objek biaya
dapat terjadi melalui salah satu dua cara berikut ini :
(1)Penelusuran langsung atau
(2)Pnelusuran penggerak.

Penelusuran langsung (direct tracing) adalah satu proses


pengindetifikasian dan pembebanan biaya yang berkaitan secara khusus dan
fisik dnegan suatu objek. Penelusuran ini paling sering dikerjakan melalui
pengamatan secara fisik. Contoh pizza akan digunakan sekali lagi untuk
menggambarkan konsep ini.
Penelusuran penggerak (driver tracing) adalah penggunaan penggerak
untuk membebankan biaya pada objek biaya. Didalan konteks pembebanan
biaya, penggerak adalah faktor penyebab yang dapat diamati dan faktor
penyebab yang mengukur konsumsi sumber daya objek biaya. Penggerak
adalah faktor yang menyebabkan perubahan dalam penggunaan sumber
daya dan memiliki hubungan sebab akibat dengan biaya yang
berhubungan dengan objek biaya.

Membebankan Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung adalah biaya biaya yang tidak dapat


dibebankan pada objek objek biaya, baik dengan menggunakan
penelusuran langsung maupun penggerak. Sebagai contoh, anggaplah Blue
Ribbon Baking Company memasang lini kue tart kopi mini di gedung
pabriknya yang sekarang. Pertimbangkan biaya pemasan dan penerangan
ruangan pabrik yang memproduksi dua produk yang berbeda. Misalkan,
biaya utilitas dibebankan pada kedua lini produk. Cara mudah untuk
pengalokasian biaya adalah hanya dengan membebankannya secara
proposional pada jam tenaga kerja langsung yang digunakan setiap produk.
Oleh sebab itu, kebijakan perhitungan biaya yang terbaik mungkin hanya
membebankan biaya (yang ditelusuri), langsung pada objek biaya. Akan
tetapi, alokasi biaya tidak langsung mungkin bermanfaat untuk tujuan lain di
samping keakuratan. Sebagai contoh, pengalokasian biaya tidak langsung
pada produk (objek biaya). Penelusuran penggerak bergantung pada faktor
faktor sebab akibat, yaitu penggerak untuk membebankan biaya pada
objek biaya. Keakuratan penelusuran penggerak. Biaya pengindetifikasian
penggerak dan penilaian kualitas dari hubungan sebab akibat jaug lebih
besar dibandingkan dengan penelusuran langsung atau alokasi. Salah satu
keunggulan alokasi adalah kemudahan dan rendahnya biaya implementasi.
Akan tetapi, alokasi adalah metode yang tingkat keakuratan pembebanan
biayanya paling rendah dan penggunannya harus sedapat mungkin
dihindari.

Harga Pokok Produk dan Jasa

Ada dua jenis keluaran, yaitu produk berwujud dan jasa. Produk
berwujud (tangible product) adalah barang yang dihasilkan dengan
mengubah bahan baku melalui penggunaan tenaga kerja dan masukan
(input) modal, seperti pabrik, lahan dan mesin. Televisi, hamburger, mobil,
komputer, pakaian, dan perabotan adalah contoh produk berwujud. Jasa
(service) adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk prlanggan atau
aktivitas yang dijalankan oleh pelanggan dengan menggunakan produk atau
fasilitas organisasi.

Jasa berbeda dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting :


tidak berwujud (intangibility), tidak tahan lama (perishability), tidak dapat
dipisahkan (inseparability), dan tidak selalu sama (heterogenity). Tidak
berwujud berarti pembeli jasa tidak dapat melihat, merasakan, mendengar,
atau mencicipi suatu jasa sebelum jasa tersebut dibeli. Contoh jasa yang
berulang adalah jasa rekening giro, jasa penjagaan rumah, dan binatu.

Faktor faktor ini membuat penyelenggara tingkat jasa yang konsisten


menjadi sulit. Pengukuran produktivitas dan kualitas pada perusahaan jasa
harus dilakukan secara terus menerus dan sensitif terhadap faktor faktor
tersebut. Perbedaan ini memengaruhi jenis informasi yang diperlukan untuk
perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Keakuratan
pembebanan biaya, kualitas, dan produktivitas merupakan masalah yang
sama sama dihadapi produsen jasa dan produsen produk berwujud. Harga
pokok produk yang akurat adalah penting untuk analisis profitabilitas dan
keputusan strategis yang berkenaan dengan desain produk, penetapan
harga, dan bauran produk.

Biaya yang Berbeda untuk Tujuan yang Brebeda

Harga pokok produk (product cost) adalah pembebanan niaya


yang mendukung tujuan manajerial yang spesifik. Arti : harga pokok produk
bergantung pada tujuan manajerial yang sedang dicapai.

Rantai nilai internal perusahaan adalah seperangkat aktivitas yang


dibutuhkan untuk mendesain, mengembangkan, memproduksi,
memasarkan, mendistribusikan, dan melayani produk.

Harga Pokok Produk dan Pelaporan Keuangan Eksternal

Biaya dikelompokkan dalam dua kategori fungdional utama : Produksi


dan nonptoduksi. Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan
pembuatan barang dan penyediaan jasa. Biaya nonproduksi adalah biaya
yang berkaitan dengan fungsi desain, pengembangan, pemasaran, distribusi,
layanan pelanggan dan administrasi umum.

Bahan Langsung

Bahan langsung adalah bahan yang dapat ditelusuri secara langsung


pada barang atau jasa yang sedang diproduksi. Sebagai contoh nesi pada
mobil, kayu pada perabotan, alkohol pada parfum, kain pada jenas, kawat
untuk perbaikan gigi, kain kasa dan anastesi untuk operasi, peti mati untuk
jasa penguburan, dan makanan pada perusahaan penerbangan semuanya
merupakan bahan langsung.

Tenaga Kerja Langsung


Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri secara
langsung pada barang atau jasa yang sedang diproduksi.

Overhead

Semua biaya produksi selain bahan langsung dan tenaga kerja


langsung dikelompokan dalam suatu kategori yang disebut overhead. Pada
perusahaan manufaktur, overhead juga dikenal sebagai beban pabrik
(factory burden) atau overhead manufaktur (manufacturing overhead).

Perlengkapan (supplies) adalah bahan bahan tang diperlukan untuk


produksi yang tidak menjadi bagian dari produk jadi atau yang tidak
digunakan dalam penyedia jasa.

Biaya Utama
Biaya utama (prime cost) adalah jumlah dari biaya bahan langsung dan
biaya tenaga kerja langsung. Biaya konversi (conversion cost) adalah jumlah
dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.

Biaya Penjualan dan Administrasi

Biaya memproduksi terdiri atas dua kategori umum : biaya penjualan


dan biaya administrasi. Untuk pelaporan keuangan eksternal, biaya
penjualan dan administrasi disebut biaya yang tidak dapat diinvestasikan
atau biaya periode. Biaya yang tidak dapat diinvestasikan (noninventoriable
cost) dibebankan dalam periode waktu terjadinya.

Biaya biaya yang diperlukan untuk memasarkan, mrndistribusikan,


dan melayani produk atau jasa merupakan biaya pemasaran (penjualan).
Biaya ini sering disebut sebagai biaya mendapatkan pesanan (order getting
cost) dan biaya memenuhi pesanan (order filling cost). Contoh biaya
penjualan mencakup gaji dan komisi tenaga penjual, iklan, pergudangan,
pengiriman, dan layanan pelanggan.

Laporan Laba rugi : Perusahaan Manufaktur

Harga pokok penjualan (cost of goods sold) adalah biaya bahan


langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang melekat pada unit yang
terjual.

Harga Pokok Proudksi

Harga pokok produksi (cost of goods sold manufactured)


mencerminkan total biaya barang yang diselesaikan selama periode
berjalan. Biaya yang hanya dibebankan pada barang yang diselesaikan
adalah biaya manufaktur dari bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan
overhead. Perincian daripembebanan biaya ini diuraikan dalam daftar
pendukung yang disebut sebagai laporan harga pokok produksi.
Jenis jenis Sistem Akuntansi Manajemen : Gambaran Umum
Singkat

Sistem akuntansu manajemen berdasarkan fungsi (functional based


management FBM) telah dikenal dari tahun 1900-an dan masih digunakan
secara luas dalam sektor manufaktur dan jasa. Sistem akuntansi manajemen
berdasarkan aktivitas (activity based management ABM) merupakan sistem
yang lebih baru (dikembangkan dalam tiga dekade terakhir).

Sistem Akuntansi FBM versus ABM

Elemen utama dari model FBM adalah fungsi, sedangkan elemen utama dari
model ABM adalah aktivitas. Fungsi fungdi biasanya dikelompokkan dalam
unit unit organisasional, eperti departemen dan pabrik (contohnya : teknik,
pengendalian kualita, dan perakitan adalah fungsi fungsi yang diatur dalam
departemen).

Tinjauan Biaya FBM

Dalam sistem akuntasi FBM, biaya biaya sumber daya dibebankan


pada unit unit yang berfungsi, kemudian pada produk. Dalam pembebanan
biaya, penelusuran langsung dan penelusuran penggerak digunakan.
Namun, penelusuran penggerak dalam sistem FBM hanya menggunakan
penggerak produksi (tingkat unit) yang merupakan pengukuran konsumsi
yang sangat berkorelasi dengan keluaran profuksi.

Karena sistem FBM hanya menggunakan penggerak yang berhubungan


dengan fungsi produksi untuk membebani biaya, pendekatan pembebanan
biaya ini dianggap sebagai perhitungan biaya berdasarkan produksi atau
fungsi (functional based costing FBC). Produksi atau penggerak tingkat unit
dimana FBC sering bergantung padanya adalah bukan satu satunya
penggerak yang menjelaskan hubungan sebab akibat. Selain penggerak
produksi, penggerak yang mendeskripsikan hubungan sebab akibat
dianggap sebagai penggerak tingkat non unit.

Tujuan perhitungan harga pokok produk dari perhitungan biaya


berdasarkan fungsi dapat dipenuhi dengan pembebanan biaya biaya
produksi ke persediaan harga pokok penjualan untuk tujuan pelaporan
keuangan eksternal.

Tinjsusn Baiaya ABM

Dalam perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing


ABC), biaya ditelusuri hingga aktivitas, kemudian produk, sebagaimana
perhitungan biaya berdasarkan fungsi, penelusuran langsung dan
penelusuran penggerak digunakan. Namun, peranan penelusuran penggerak
secara signifikan diperluas dengan mengidentifikasikan dan menggunakan
penggerak yang tidak berhubungan dengan volume produk yang diproduksi
(penggerak berdasarkan non unit). Jadi, pembebanan biaya berdasarkan
aktivitas menekankan pada penelusuran alokasi, bahkan bisa disebut
sebagai penelusuran yang intensif.

Jumlah penggerakan yang dibutuhkn untuk suatu produk adalah


ukuran yang jauh lebih baik dari permintaan produk untuk aktivitas
penanganan bahan daripada jumlah unit yang diproduksi.

Perhitungan harga pokok produk berdasarkan aktivitas cenderung


fleksibel. Definisi perhitungan harga pokok produk yang lebih komprehensif
ditekankan untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusam
yang lebih baik. Sebagai contoh, sistem akuntansi yang lebih fleksibel
dengan sejumlah informasi mengenai biaya, aktivitas, dan penggerak dapat
bertindak sebagai sistem pengingat awal dari masalah yang berkaitan
dengan etika. Metropolitan Life Insurance Company tampak cemas setelah
mengetahui bddberapa agennya menjual polis sebagai program pensiun.

Data komprehensif mengenai penjualan, agen individual, jenis polis,


dan pemegang polis asuransi telah mengingatkan Metropolitan Life akan
masalah potensial. Jadi, pernyataan biaya yang berbeda untuk tujuan yang
berbeda benar benar mempunyai arti.

Tinjauan Efisiensi Operasional FBM

Pendekatan manajemen berdasarkan fungsi untuk pengendalian


membebankan biaya pada unit organisasional, kemudian menuntut
tanggung jawab manajer unit organisasional untuk mengendalikan biaya
untuk dibebankan.

Tinjuan Efisiensi Operasional ABM

Penekanan berdasarkan fungsi adalah pada pengelolaan biaya. Akan


tetapi, muncul persetujuan bahwa aktivitas manajemen bukan biaya adalah
kunci sukses pengendalian. Pendekatan baru ini berfokus pada akuntabilitas
dari aktivitas daripada biaya, dan menekankan maksimalisasi kinerja sistem
secara luas daripada kinerja individu. Aktivitas lintas fungsi dan garis
departemen adalah sistem meluas dalam fokus tertentu dan membutuhkan
pendekatan global untuk mengendalikannya.

Plilihan dari Sistem Akuntansi Manajemen


Akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas menawarkan keuntungan yang
signifikan, termasuk memperbaiki keakuratan perhitungan harga pokok
produksi, memperbaiki pengembilan keputusan, serta meningkatkan dalm
mengelola aktivitas. Sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas
lebih rumit dan memerlukan perbaikan signifikan atas aktivitas pengukuran,
dan pengukuran bisa menjadi mahal.