Anda di halaman 1dari 1

Menghindari Risiko Jatuh Pada Lansia

Jatuh menjadi salah satu insiden yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia
(lansia) yang mengakibatkan trauma serius, seperti nyeri, kelumpuhan bahkan kematian. Hal
ini menimbulkan rasa takut dan hilangnya rasa percaya diri sehingga lansia membatasi
aktivitasnya sehari-hari yang menyebabkan menurunnya mutu kehidupan pada lansia yang
mengalaminya.

1. Apa faktor penyebab seorang Lansia terjatuh ?


Faktor penyebab jatuh pada lansia dapat dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu: Faktor
Intrinsik dan Ekstrinsik.
a. Faktor instrinsik dapat disebabkan oleh proses penuaan dan berbagai penyakit seperti Stroke
dan TIA yang mengakibatkan kelemahan tubuh sesisi , Parkinson yang mengakibatkan
kekakuan alat gerak, maupun Depresi yang menyebabkan lansia tidak terlalu perhatian saat
berjalan . Gangguan penglihatan pun seperti misalnya katarak meningkatkan risiko jatuh pada
lansia. Gangguan sistem kardiovaskuler akan menyebabkan syncope, syncope lah yang
sering menyebabkan jatuh pada lansia. Jatuh dapat juga disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi
bisa disebabkan oleh diare, demam, asupan cairan yang kurang atau penggunaan diuretik
yang berlebihan.
b. Faktor-faktor lingkungan pun dapat menyebabkan risiko jatuh meningkat, seperti: Alat-alat
atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua atau tergeletak di bawah,tempat tidur tidak
stabil atau kamar mandi yang rendah dan tempat berpegangan yang tidak kuat atau tidak
mudah dipegang, lantai tidak datar, licin atau menurun, karpet yang tidak dilem dengan baik,
keset yang tebal/menekuk pinggirnya, dan benda-benda alas lantai yang licin atau mudah
tergeser,lantai licin atau basah, penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan), alat
bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun cara penggunaannya.