Anda di halaman 1dari 4

HALAMAN 81-82

(3.53) A: Baik, kita punya cara mudah untuk menemukan


jika Serge adalah infiltar KGB .

B: Siapa yang mau tahu?

C: Hanya satu orang yang mau tahu beneran yaitu Alexis;


Aku ingin bicaranya padanya dan dia tidak tahu bahwa
Serge adalah upah KGB. Jadi aku berpikir Serge dapat
dipercayai.

Akibatnya, pada contoh, (3.51) sebagai sebuah ilustrasi.


Sebagaiman yang telah kita lihat,pada kalimat Oleh karena itu
raja Prancis tidak botak tidak dapat mengisyaratkan bahwa
seorang raja Prancis karena perkiraan disangka kalah oleh
perkiraan pertentangan bahwa bukan seorang raja Prancis yang
mana telah ditetapkan dalam konteks pidato. Tetapi menurut
teori penyaringan-kepuasan, dengan asumsi bahwa peniadaan
deskriptif merupakan sebuah kelemahan, sebuah perkiraan tidak
dikehendaki jika meramalkan dengan salah untuk memperoleh
terusan (untuk beberapa yang baru, beberapa kritik teknik
analisis penyaringan-kepuasan, lihat e.g., van der Sandt 1988
dan Geurts 1999).

3.3.2. Analisis Pembatalan

Dalam membedakan penyaringan-analisis kepuasan, yang


mendasari Gazdars (1979) analisis pembatalan merupakan
anggapan kritis bahwa perkiraan adalah pembatalan (lihat juga
Soames 1979,1982). Pada teori ini, apa yang menggerakkan
perkiraan muncul adalah sebuah perkiraan yang potensial saja.
Sebuah perkiraan yang potensial akan menjadi kenyataan
(memang betul-betul), kecuali kalau memang menyerah. Dengan
mematuhi persoalan pergeseran, apa yang analisis pembatalan
prediksi yaitu setiap perkiraan pada penempelan klausa akan
menjadi sebuah perkiraan yang sebenarnya pada kalimat yang
kompleks, kecuali kalau dihapuskan oleh ilmu linguistik secara
pasti dan faktor-faktor non-linguistik.

Bagaimana, kemudian, perkiraan yang berpotensi dapat


dibatalkan? Seperti implikatur percakapan, sebuah perkiraan
potensial akan kalah jika tidak konsisten dengan (i) anggapan
dasar, (ii) faktor-faktor kontekstual, dan (iii) pembawaan makna
(lihat Bab 2). Dalam penambahan, perkiraan potensial
mengalami pembatalan jika perkiraan tersebut bertentangan
dengan implikatur percakapan.

Pada bagian pertama, perkiraan potensial dibatalkan jika


tidak konsisten dengan anggapan dasar atau dunia-nyata ilmu
pengetahuan. Mengingatkan kembali pada (3.14) di atas dan
pertimbangan (3.50) di bawah.

(3.54) John tidak menemukan Angola di Asia.

~>> Angola ada di Asia.

Penggunaan kata kerja discover seharusnya memberikan


gambaran perkiraan potensial mengenai keberadaan Angola di
Asia. Tetapi, hal ini lari dari kenyataan bahwa Angola itu ada di
negara Afrika. Konsekuensinya perkiraan tersebut tidak
dikehendaki atau bertentangan dengan pengetahuan dunia
(pada umumnya).

Kedua, perkiraan potensial kalah jika berbeda dengan


faktor-faktor kontekstual. Dalam penambahan (3.16) di atas,
inilah (3.55).
(3.55) John: aku tidak punya mobil.

Mary: paling tidak kamu tidak kesusahan untuk


memarkirkan mobilmu.

~>> John memiliki mobil.

Perkiraan potensial bahwa John memiliki mobil adalah suatu


pertentangan pada tuntutan bahwa telah menguraikannya pada
konteks. Sejak itu tuntutan dalam konteks bertambah kuat,
perkiraan potensial tetap gagal menjadi perkiraan yang
sesungguhnya.

Selanjutnya, perkiraan potensial hilang jika tidak


memelihara pembawaan makna. Pertimbangan pada (3.19)-
(3.21) di atas dan (3.56) di bawah ini.

(3.56) John tidak mengetahui bahwa Mary sedang demam karena


alergi jerami: dia (Mary) tidak begitu.

~>> Mary sedang demam karena alergi jerami.

Pada (3.5), misalnya, seharusnya merupakan perkiraan potensial,


yakni, Mary Mary sedang demam karena alergi jerami. Tetapi itu
juga berlawanan dengan pembawaan makna, yakni, Mary tidak
sedang demam karena alergi jerami. Adapun, dalam memperoleh
perkiraan potensial dapat konsisten dengan adanya pembawaan
makna, perkiraan potensial lenyap.

Akhirnya, perkiraan potensial ditinggalkan jika tidak covok


dengan implikatur percakapan. Contoh lainnya di bawah ini.