Anda di halaman 1dari 7

ANALISA JURNAL

A. Substansi Penelitian
1. Judul penelitian
Effectiveness of Progressive Muscle Relaxation Technique on Stress and
Blood Pressure among Elderly with Hypertension (Efektivitas Teknik
Relaksasi otot Progresif untuk Stres dan Tekanan Darah pada Lansia
dengan Hipertensi)

2. Tahun penelitian
2014
3. Nama peneliti
Kumutha V
4. Lokasi penelitian
India
5. Alamat jurnal
Journal of Nursing and Health Science (IOSR-JNHS)
6. Pendahuluan
Populasi di India terdiri dari 1,039 Miliar. Hampir 81 juta merupakan
lansia. Menurut WHO (2010) 524 juta orang berusia 65 tahun pada
populasi dunia. Di India, sebagian besar lansia menderita salah satu
bentuk penyakit mental seperti depresi dan demensia. Masalah kesehatan
ini disebabkan oleh stres jangka panjang pada usia lanjut, baik secara
langsung maupun sebagai reaksi psikologis pada penyakit. Menurut Mayo
Clinic, Arizona (2010) stres dapat meningkatkan tekanan darah. Jika
situasi stres diperpanjang dari waktu ke waktu, mereka mungkin memiliki
risiko tinggi untuk tekanan darah tinggi. WHO (2012) melaporkan bahwa
di dunia 972.000.000 orang menderita hipertensi. Praveen Chandra (2012)
menyatakan bahwa hipertensi terjadi pada lebih dari dua pertiga dari
individu setelah usia 65 tahun. Peningkatan tekanan darah adalah suatu
kondisi bahaya yang menyebabkan hampir 51% dari kematian akibat
stroke dan 45% oleh arteri koroner. Teknik relaksasi telah dilaporkan
untuk mengurangi stres dan hipertensi. Di antara berbagai teknik relaksasi,
latihan relaksasi otot progresif (PMR) adalah metode paling sederhana dan
efektif untuk mengurangi ketegangan otot, mengurangi tingkat stres,
menurunkan tekanan darah.

7. Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat stres dan tekanan darah pada
lansia dengan hipertensi, mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi otot
progresif pada stres dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi,
mengidentifikasi hubungan antara tingkat stres dan tingkat tekanan darah
pada lansia dengan hipertensi dan hubungan stres dan tekanan darah
dengan variabel demografis pada lansia dengan hipertensi.

8. Metodologi Penelitian
Desain penelitian ini adalah eksperimental kontrol post test dan pre test.
Penelitian dilakukan di desa-desa yang dipilih dari pusat pelatihan dan
kesehatan SRMC & RI di Vayalanallur. 60 lansia dengan hipertensi pada
kelompok usia 60-70 tahun yang memiliki stress dan tekanan darah
tingkat ringan dan sedang. Tingkat stres dinilai dengan skala stres yaitu
Perceived Stress Scale (PSS) dan tekanan darah diukur dengan
sphygmomanometer. Kelompok studi (n = 30) mendemonstrasikan teknik
relaksasi otot progresif selama 20 menit selama 21 hari. Kelompok kontrol
mengikuti kegiatan rutin. Data dikumpulkan pada empat fase: Survei
(pretest), demonstrasi PMR, praktek PMR selama 21 hari, post test pada
tanggal 22 setelah dilakukan intervensi. Selama post test stres dan tekanan
darah diukur.

9. Hasil
a. Perbandingan stres di kalangan lansia dengan hipertensi
perbandingan pre test 7 orang (23%) memiliki stress ringan dan 23
orang (77%) memiliki stres sedang pada kelompok studi sedangkan
pada kelompok kontrol 6 orang (20%) memiliki stress ringan dan 24
orang (80%) memiliki stres sedang. Selama post test 11 orang (37%)
memiliki stress ringan dan 19 orang (63%) memiliki stres sedang
dalam kelompok studi sedangkan pada kelompok kontrol 3 orang
(10%) memiliki stres ringan dan 27 orang (90%) memiliki stres
sedang.
b. Perbandingan tingkat tekanan darah sistolik pada lansia dengan
hipertensi
perbandingan pretest 25 (83%) lansia dalam studi dan kelompok
kontrol memiliki masing-masing tekanan darah sistolik ringan. 5
(17%) lansia masing-masing dalam studi dan kelompok kontrol
memiliki tekanan darah sistolik sedang. Selama posttest 12 (40%)
telah normal, 17 (57%) memiliki ringan dan hanya 1 (3,3%) memiliki
tekanan darah sistolik sedang dalam kelompok studi dan pada
kelompok kontrol tidak ada yang normal, 24 (80%) ringan dan 6
(20%) tekanan darah sistolik sedang.
c. Perbandingan tingkat tekanan darah diastolik pada lansia dengan
hipertensi
perbandingan pretest 26 (87%) memiliki tekanan darah diastolic
ringan dan 4 (13%) memiliki tekanan darah diastolik sedang pada
kelompok studi sedangkan pada kelompok kontrol 25 (83%) memiliki
tekanan darah diastolic ringan dan 5 (17%) tekanan darah diastolic
sedang. Perbandingan posttest 10 (33%) memiliki tekanan darah
diastolik normal, 20 (67%) memiliki tekanan darah diastolik ringan
dan tidak ada yang memiliki tekanan darah diastolik sedang pada
kelompok studi. Pada kelompok kontrol tidak ada dari mereka
memiliki tekanan darah diastolik normal, 24 (80%) memiliki tekanan
darah diastolik ringan dan 6 (20%) memiliki tekanan darah diastolik
yang sedang.
d. Efektivitas Teknik Relaksasi otot Progresif untuk Stres dan Tekanan
Darah pada Lansia dengan Hipertensi
Hasilnya PMR menjadi metode yang efektif untuk mengurangi stres
dan tekanan darah lansia dengan hipertensi.

10. Pembahasan
Perbedaan skor rata - rata stress pada kelompok studi antara pretest &
posttest adalah 3,94 1,01 dan nilai t adalah 5,59 dengan tingkat p
<0,001. Sedangkan stres pada kelompok kontrol antara pretest & posttest
adalah 00,1 0,30 dan nilai t adalah 0,123 pada tingkat p> 0,05. Temuan
menunjukkan efek menguntungkan dari teknik relaksasi otot progresif
untuk mengurangi stres pada lansia.

Perbedaan skor rata rata tekanan darah sistolik pada kelompok studi
antara pretest dan posttest adalah 9,00 4,02 mmHg dan nilai t adalah
4,10 pada tingkat p <0,001. Temuan menguntungkan didapatkan efek dari
teknik relaksasi otot progresif mengurangi tekanan darah sistolik pada
lansia. Pada kelompok kontrol perbedaan skor rata rata stres antara
pretest & posttest adalah 0,34 1,82 mmHg dan nilai t adalah 0,15 pada
tingkat p> 0,05.
Perbedaan skor rata - rata tekanan darah diastolik pada kelompok studi
antara pretest & posttest itu 8,00 6,64 mmHg dan nilai t adalah 6,45
pada tingkat p <0,05. Temuan menunjukkan bahwa efek menguntungkan
dari teknik relaksasi otot progresif mengurangi tekanan darah diastolik
pada lansia. Pada kelompok kontrol pretest & posttest adalah 1,00 nilai
3,05 mmHg dan nilai t adalah 0,71 pada tingkat p> 0,05, maka perbedaan
itu tidak signifikan secara statistik.
Hasil penelitian serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Hahn.K dan
Kim.S (2006) tentang efek dari Teknik Relaksasi Otot Progresif pada
hipertensi. Untuk kelompok studi, tekanan darah diukur dua kali sebelum
dan sesudah masing-masing dari delapan sesi pelatihan PMR. Sebuah
penurunan yang signifikan tercatat dalam darah sistolik Tekanan 20,6
mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 14,4 mmHg diamati pada
kelompok studi.

B. Analisis Jurnal (PICO)


1. Patient and Clinical Problem (P)
Penelitian ini dilakukan pada 60 lansia dengan hipertensi pada kelompok
usia 60-70 tahun yang memiliki stress dan tekanan darah tingkat ringan
dan sedang
2. Intervention (I)
Pengukuran stress dan tekanan darah sebelum dilakukan relaksasi otot
progresif dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif
3. Comparator (C)
Penelitian yang dilakukan di Desa Gondang oleh Herawati (2016) yang
menyatakan bahwa relaksai otot progresif dapat menurunkan tekanan
darah.Penelitian mengenai relaksasi otot progresif ini juga sudah
dilakukan oleh Furqan (2017) di Semarang yaitu ada pengaruh teknik
relaksasi progresif terhadap penurunan tingkat stres.
4. Outcome (O)
Hasil penelitian di dapatkan menjadi metode yang efektif untuk
mengurangi stres dan tekanan darah lansia dengan hipertensi.

C. Kritikal Jurnal
1. Kelemahan
a. Nama penulis tidak dicetak tebal
b. Penulis tidak mencantumkan alamat serta email yang jelas
c. Jumlah kata dalam abstrak lebih dari 250 kata
d. Posisi Headings tidak diletakkan di sebelah kiri
e. Tidak ada keterangan atau penjelasan pada tabel
f. Pada pendahuluan, terdapat permasalahan, konsep, dan justifikasi yang
jelas serta terdapat tujuan penelitian
g. Metode dan desain penelitian serta instrumen yang digunakan sesuai

2. Kelebihan
a. Judul tidak lebih dari 15 kata serta menggambarkan hubungan antar
konsep
b. Nama penulis ditulis tanpa gelar
c. Tidak ada sitasi dalam abstrak
d. Pada pendahuluan, terdapat permasalahan, konsep, dan justifikasi yang
jelas serta terdapat tujuan penelitian
e. Metode dan desain penelitian serta instrumen yang digunakan sesuai
f. Hasil disajikan dalam bentuk tabel
g. Pada pembahasan dijelaskan keterkaitan antara hasil penelitian dengan
teori, tujuan penelitian, serta perbandingan dengan penelitian lain
h. Kesimpulan sudah menjawab tujuan dari penelitian
i. Terdapat ucapan terima kasih
j. Daftar pustaka sesuai dengan apa yang ada didalam artikel

3. Implikasi keperawatan
Perawat harus mengambil inisiatif dalam memperkenalkan praktek teknik
relaksasi otot progresif untuk mengurangi stress dan hipertensi,
melanjutkan program pendidikan keperawatan dapat dilakukan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan
perawatan yang kompeten bagi yang mengalami stres karena terdapat
berbagai penyebab dan tekanan darah tinggi. Seorang administrator
perawat harus mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk
menanamkan pengertian tentang kesehatan antara pasien. Penelitian
menambah nilai perawatan komprehensif dan holistik. Penelitian ini dapat
membentuk dasar untuk studi lebih lanjut di lapangan.