Anda di halaman 1dari 8

MINI RISET

( MENGETAHUI PEMAHAMAN MAHASISWA


TENTANG INTEGRAL PARSIAL )

DISUSUN OLEH :

AHMAD NAWAWI

4161220003

BIOLOGI NONDIK A 2016

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
DAFTAR ISI

BAB I....................................................................................................................1

BAB II..................................................................................................................2

BAB III.................................................................................................................3

BAB IV.................................................................................................................4

BAB V..................................................................................................................5

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................6

LAMPIRAN..........................................................................................................7
BAB I

(PENDAHULUAN)

A. Integral

Integral merupakan invers atau kebalikan dari differensial. Integral terdiri dari
duamacam yakni integral tentu dan integral taktentu. Integral tentu merupakan suatu
integral yang dibatasi oleh suatu nilai tertentu yang sering disebut batas atas dan batas
bawah. Sedangkan integral tak tentu digunakan untuk mencari fungsi asal dari turunan
suatu fungsi (Purcell &Verberg, 2010). Integral tentu dinyatakan seperti pada Persamaan
(1).

= ab() . (1)

Integrasi tentu sama dengan menghitung luas daerah yang dibatasi kurva y =f(x),
dengan batas x=a dan x=b (Munir, 2015). Integral ganda merupakan perhitungan volume
ruang di bawah permukaan kurva f(x,y) yang alasnya berupa bidang yang dibatasi oleh
garis x=a, x=b, y=c, y=d. Volume benda berdimensi tiga dihitung seperti pada Persamaan
(2).

= (, ) = [ (, )] (2)

Volume = Luas Alas x tinggi

Solusi integral ganda adalah dengan melakukan integrasi dua kali dalam arah x
menghitung luas alas, dan arah y menghitung tinggi (Munir R, 2015).

B. Integrasi Numerik

Integrasi Numerik merupakan cara perhitungan yang digunakan apabila kondisi dalam
perhitungan analitik dirasa sulit ataubahkan tidak mungkin untuk memperoleh hasil
integral. Dengan kata lain, integrasi numeric dilakukan ketika perhitungan integral secara
eksak sulit dilakukan (Munir, 2015). Hasil penyelesaian metode numeric berupa nilai
hampiran (approximation), sehingga timbul kesalahan (error). Pada penyelesaian secara
numeric diusahakan menghasilkan error sekecil mungkin untuk memperoleh hasil yang
lebih baik(Munir, 2015) Ada beberapa metode dalam perhitungan integral secara
numerik. Diantaranya metode Trapesium, Simpson, Romberg, hingga Monte Carlo.
1

BAB II

(KAJIAN PUSTAKA)

A. Integral Parsial

Pada pembahasan inikita akan berlatih menemukan antiturunan dengan


menggunakan integral parsial. Selainitu, di bagian akhir pembahasan ini, kita juga
akan menggunakan metode tabulasi dalam melakukan proses integral parsia ltersebut.
Teknik integral parsial dapat diterapkan dalam berbagai macam fungsi, dan secara
khusus teknik tersebut sangat berguna ketika dijumpai integran yang melibatkan
perkalian fungsi-fungsi aljabar dan transendental. Sebagai contoh, integral parsial
akan sangat berfungsi dengan baik untuk menyelesaikan,

Integral parsial didasarkan pada rumus turunan dari perkalian dua fungsi.

di mana u dan v adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan dalam x. Jika u dan v


kontinu, kita dapat mengintegralkan kedua ruas dari persamaan di atas dan
memperoleh

Dengan menulis kembali persamaan di atas, diperoleh teorema berikut.

Teorema 1: Integral Parsial

Jika u dan v adalah fungsi-fungsi dalam x yang kontinu dan terdiferensialkan, maka
Rumus integral parsial ini menyatakan integral aslinya ke dalam bentuk integral yang
lain. Berdasarkan pemilihan u dan dv, akan lebih mudah menyelesaikan bentuk
integral yang kedua daripada bentuk aslinya. Karena pemilihan u dan dv sangatlah
krusial dalam proses integral parsial, berikut ini panduan dalam memilih u dan dv.

BAB III

(METODE PENELITIAN)

A. Metode Penelitian

Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan
cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subjek) lebih
ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu
agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga
bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai
bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran
landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam
penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada
penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam
penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai
bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori.

Kriyantono menyatakan bahwa riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan


fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya..
Penelitian kualitatif menekankan pada kedalaman data yang didapatkan oleh peneliti.
Semakin dalam dan detail data yang didapatkan, maka semakin baik kualitas dari
penelitian kualitatif ini. Bebeda dengan kuanitatif, objek dalam penelitian kualitatif
umumnya berjumlah terbatas. Dalam penelitian ini, peneliti ikut serta dalam
peristiwa/kondisi yang sedang diteliti. Untuk itu hasil dari penelitian ini memerlukan
kedalaman analisis dari peneliti. Selain itu, hasil penelitian ini bersifat subjektif
sehingga tidak dapat digeneralisasikan. Secara umum, penelitian kualitatif dilakukan
dengan metode wawancara dan observasi. Melalui metode ini, peneliti akan
menganalisis data yang didapatkan dari lapangan dengan detail. Peneliti tidak dapat
meriset kondisi sosial yang dioservasi, karena seluruh realitas yang terjadi merupakan
kesatuan yang terjadi secara alamiah. Hasil dari penelitian kualitatif juga dapat
memunculkan teori atau konsep baru apabila hasil penelitiannya bertentangan dengan
teori dan konsep yang sebelumnya dijadikan sebagai kajian dalam penelitian.

Prosedur penelitian ini ialah dengan mengambil beberapa mahasiswa atau


narasumber sebagai indikator untuk menyelesaikan soal mengenai integral parsial ini,
yang datanya akan di kalkulasikan ke dalam hitungan untuk mendapatkan jawaban
yang terbaik dan memaparkannya pada proses pembelajaran. Nantinya, identitas para
mahasiswa tersebut dirahasiakan demi keamanan dan kenyamanannya. Karena, itu
merupakan salah satu dari azas kejujuran. Hal itu merupakan privasi yang sangat
intim dan tidak boleh diketahui oleh orang banyak.

BAB IV

( HASIL DAN PEMBAHASAN )

A. Hasil

Dari riset sederhana yang dilakukan terhadap pengetahuan mahasiswa yang


mengenai integral parsial ini, hasil yang didapat cukup mencengangkan. Dimana,
masih banyak mahasiswa yang kurang memahami tentang materi kalkulus
Integral Parsial ini. Dari banyak alasan yang didapat dan disaringlah alasan
yang paling banyak didengar, yaitu : Integral merupakan materi atau konsep
kalkulus yang paling rumit dipelajari itu mungkin karena di dalamnya (integral)
banyak mengandung simbol-simbol atau angka-angka yang membuat otak sulit
untuk menafsirkannya.

B. Pembahasan

Kita sebagai seorang penyaji menafsirkan bahwa segala yang berhubungan


dengan integral itu dianggap sebagai bencana atau musibah bagi para mahasiswa.
Mungkin itu juga lah yang menjadi alasan mengapa mahasiswa yang jago dalam
matematika namun tidak masuk kedalam jurusan yang berfondasi pada ilmu
matematika (yang menggunakan banyak hitungan), padahal mereka tahu banyak
hal mengenai matematika, tetapi sekali lagi bahwa hal itulah yang menyebabkan
mereka memilih jurusan di luar matematika (menggunakan banyak hitungan).
Saya berpendapat mengapa hal itu bisa terjadi dan apa alasannya. Mungkin saya
tidak tahu alasannya, karena saya bukan berada di jurusan matematika tersebut.
Terlebih lagi saya hanya bisa menguasai matemtaika dasar sampai menengah,
yang artinya saya hanya bisa matematika SD dan SMP saja, selebihnya nol. Tetapi
tidak ada kata terlambat untuk belajar, karena segala sesuatu itu belum tentu
berakhir, jika Anda masih ingin dan terus berusaha. Wawancara yang saya lakukan
pada narasumber sangat relevan dan transparan, tetapi tetap dengan
menyembunyikan identitas mahasiswa tersebut. Mungkin permasalahn semua
orang sama mengenai materi yang satu ini, materi ini bisa dibilang materi yang
menjengkelkan bagi seluruh komponen yang berada di sekitar universitas yang
saya survei dan terlebih lagi banyak dari mereka yang enggan memberikan
waktunya untuk menyelesaikan soal yang saya ajukan kepadanya.

BAB V

(KESIMPULAN)

A. Integral

Dari hasil tes atau survei yang saya lakukan di beberapa tempat di

universitas A (dalam hal ini tidak disebutkan nama universitasnya) saya

menarik sebuah fakta yang menggemparkan dan mengagetkan bahwa,

kalkulus merupakan momok yang menakutkan dan menyeramkan dalam

pelajaran kalkulus atau matematika. Mereka beranggapan bahwa segala yang

mengenai integral seharusnya sudah bisa dibumi hanguskan di muka bumi ini.

B. Integral Parsial

Setelah melalui serangkaian survei didapat kesimpulan bahwa yang

namanya Integral Parsial ini sama saja dengan integral yang lain. Sama-

sama menyusahkan dan menyebalkan. Meraka berkata Induknya saja sudah

susah, ini lagi ditambah anak-anaknya. Jadi intinya mereka menganggap

segala yang berhubungan dengan integral itu sangat sukar untuk dilaksanakan.
C. Uji Soal

Melalui serangkaian survei yang telah dilaksanakan diketahui sebuah

kesimpulan bahwa, soal yang saya berikan ada juga mahasiswa yang mampu

mengerjakannya ada juga mahasiswa yang setengah jalan mengerjakannya,

dan ada juga mahasiswa yang tidak tahu sama sekali dengan soal yang saya

berikan. Saya sudah mengkategorikan soal saya kedalam tiga level, pertama

level mudah, kedua level sedang, dan ketiga level sulit.

DAFTAR PUSTAKA

Purcell & Verberg. 2010. Kalkulus Edisi Ke 9. Jakarta :

ERLANGGA

Munir, M. 2015. Kalkulus I. Bandung : ITB Press

https://yos3prens.wordpress.com/2014/08/31/integral-parsial/