Anda di halaman 1dari 21

174

PROPOSAL KEGIATAN
TIMBANG TERIMA PASIEN
PRAKTEK PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN
DI RUANG PANDAN II RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

OLEH:
KELOMPOK 4

1. Istiroha S.Kep 131213143051


2. Yuyun Diantiningsih S.Kep 131213143057
3. Qolbi Nur Qoidah Y., S.Kep 131213143062
4. Dwi Endah M., S.Kep 131213143063
5. Sayekti Puspita Sari., S.Kep 131213143069
6. Andik Nur Cahyono S.Kep 131213143072
7. Arif Hidayat., S.Kep 131213143073
8. Rahma Wahyu W., S.Kep 131213143075
9. Rukmita Wahyuningsih S.Kep 131213143078
10. Isna Arisanti N.,S.Kep 131213143083
11. Yulis Romadhona S.Kep131213143089

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2013
175

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan
mengoptimalkan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi mandiri
perawat. Hal ini dapat diwujudkan dengan baik melalui komunikasi yang efektif
antar perawat, maupun dengan tim kesehatan yang lain. Salah satu bentuk
komunikasi yang harus ditingkatkan keefektivitasannya adalah saat pergantian sif
yaitu saat overan atau timbang terima.
Timbang terima merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan
menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan pasien. Timbang terima
pasien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat jelas
dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dan
yang belum dilakukan serta perkembangan pasien saat itu. Informasi yang
disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat
berjalan dengan sempurna. Timbang terima dilakukan oleh perawat penanggung
jawab dinas pagi, sore atau malam secara tertulis dan lisan.
Timbang terima di Ruang Pandan II, dilakukan tiga kali dalam sehari, yaitu
pada pergantian sif malam ke pagi (07.00), pagi ke sore (pukul 13.30) dan sore ke
malam (pukul 20.30). Jika ada perawat yang kurang disiplin waktu, kepala ruangan
akan menegurnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kepala ruangan ketika pagi
hari. Timbang terima untuk sif malam ke pagi dan sif pagi ke siang telah
dilaksanakan, sedangkan sif sore ke malam, timbang terima dilakukan hanya
sebatas laporan jaga saja sambil berkeliling ke pasien. Timbang terima diikuti oleh
semua perawat yang telah dan akan dinas. Persiapan yang harus dilakukan sebelum
timbang terima meliputi menyiapkan catatan perkembangan kondisi pasien, buku
timbang terima, dan bolpoint. Cara penulisan laporan timbang terima menggunakan
metode SOAP (Subjective, Objective, Assesment, dan Plan), yang berisi respon
pasien, tanda-tanda fisik yang ditunjukkan pasien dan pemeriksaan penunjang,
kondisi masalah keperawatan, dan rencana penanganan masalah baik medis
maupun keperawatan. Materi yang disampaikan pada saat timbang terima meliputi
176

identitas pasien, diagnosa medis, data subjektif dan objektif dari pasien selama sif,
perkembangan masalah keperawatan, dan tindakan kolaboratif. Perawat belum
mencantumkan tindakan keperawatan yang telah dilakukan serta perkembangan
masalah, yakni : masalah belum teratasi, teratasi sebagian, belum teratasi, dan
muncul masalah baru. Kasus yang dilaporkan secara lisan adalah pasien dengan
kasus yang cukup berat hingga berat sedangkan pasien kasus ringan tidak
dilaporkan dan tidak didokumentasikan secara tertulis buku timbang terima. Dalam
setiap timbang terima selalu ada klarifikasi langsung, tanggung jawab, dan validasi
terhadap semua hal yang dioperkan.
Seratus persen perawat mengetahui halhal prinsip tentang teknik
penyampaian timbang terima ketika di depan pasien yang meliputi: penggunaan
volume suara yang cukup sehingga tidak mengganggu pasien di sebelahnya,
sesuatu yang dianggap rahasia disampaikan dengan bahasa medis, dan lain-lain.
Lama timbang terima bervariasi tergantung kondisi klien, semakin banyak yang
akan dilaporkan semakin lama waktunya.
Timbang terima perlu terus ditingkatkan, terutama dalam hal
pendokumentasian dan cara menyampaikan materi timbang terima. Hal ini
dilakukan untuk perbaikan timbang terima yang akan datang sehingga timbang
terima menjadi bagian penting dalam menggali permasalahan pasien sehari hari,
merencanakan tindakan keperawatan, dan sebagai bentuk komunikasi efektif antara
perawat, dokter, ahli gizi, dan farmasi.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Mengkomunikasikan keadaan pasien dan menyampaikan informasi yang
penting.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Menyampaikan kondisi dan keadaan penderita (data fokus).
2. Menyampaikan hal yang sudah/ belum dilakukan dalam asuhan
keperawatan kepada pasien.
3. Menyampaikan hal yang penting yang harus ditindaklanjuti oleh
perawat dinas berikutnya.
177

4. Menyusun rencana kerja untuk dinas berikutnya.

1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Perawat
1. Meningkatkan kemampuan komunikasi antar perawat.
2. Menjalin hubungan kerjasama dan bertanggung jawab antar perawat.
3. Pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap pasien yang berkesinambungan
4. Perawat dapat mengikuti perkembangan pasien secara paripurna.
1.3.2 Bagi Pasien
Klien dapat menyampaikan keluhan kesehatan secara langsung yang
dirasakan saat itu.
1.3.3 Bagi Rumah Sakit
Meningkatkan pelayanan keperawatan kepada pasien secara komprehensif.
178

BAB 2
MATERI TIMBANG TERIMA

2.1 Pengertian
Timbang terima adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima
sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima merupakan
kegiatan yang harus dilakukan sebelum pergantian sif. Selain laporan antar sif,
dapat disampaikan juga informasi-informasi yang berkaitan dengan rencana
kegiatan yang telah atau belum dilaksanakan (Nursalam, 2011).

2.2 Prosedur Timbang Terima


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur ini meliputi :
a. Persiapan
1) Kedua kelompok sudah dalam keadaan siap
2) Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan
b. Pelaksanaan
Timbang terima dilaksanakan oleh perawat primer kepada perawat associate
yang telah diberikan tanggung jawab (incharge) oleh KARU pada shift tersebut
atau antara perawat associate (incharge) :
1) Timbang terima dilaksanakan setiap pergantian sif atau overan
2) Dari nurse station perawat berdiskusi untuk melaksanakan timbang terima
dengan mengkaji secara komprehensif yang berkaitan tentang masalah
keperawatan pasien, rencana tindakan yang sudah dan belum dilaksankan
serta hal-hal penting lainnya yang perlu dilimpahkan
3) Laporan hal-hal yang sifatnya khusus dan memerlukan perincian yang
lengkap sebaiknya dicatat untuk kemudian diserahterimakan kepada perawat
jaga berikutnya.
4) Sebelum PA (incharge) malam melaporkan kondisi pasien, PA melaporkan
kondisi M1-M3 (Man, Material, Metode), yang meliputi:
Man : penjelasan mengenai jumlah ners yang akan bertugas pada pagi
hari ini, jumlah pasien (minimal, partial, dan total care), jumlah
pasien baru, pulang, pindah ruangan, dan meninggal.
179

Material: menjelaskan jumlah penggunaan alat-alat medis (monitor, syring


pump, infus pump), kondisi alat-alat medis (alat baru, rusak,
baterai habis, hilang, dll).
Methode: jenis MAKP yang dipakai dan peran dari masing-masing ners

Hal-hal yang perlu disampaikan pada saat timbang terima adalah :


S : nama psien, umur, tanggal masuk, hari perawatan, diagnose
medis, dan diagnose keperawatan yang belum dan sudah tertangani,
nama dokter yang merawat
B : menjelaskan intervensi yang telah dilakukan ke pasien dan respon
pasien setiap diagnosa keperawatan, menjelaskan riwayat alergi,
pembedahan, pemasangan alat invasive, pemberian obat maupun
infuse, serta menjelaskan tingkat pengetahuan pasien dan
keluarga terhadap diagnosa penyakit.
A : Menjelaskan pengkajian terkini pada pasien : TTV, skala nyeri,
kesadaran, resiko jatuh, dekubitus, phlebitis, status nutrisi,
eleminasi, hasil periksaan laboratorium, radiologi, dll.
R : Rekomendasi intervesi keperawatan yang perlu dilanjutkan, termasuk
Discharge Planning.
5) Perawat yang melakukan timbang terima dapat melakukan klarifikasi tanya
jawab terhadap hal-hal yang ditimbangterimakan dan berhak menanyakan
mengenai hal-hal yang kurang jelas
6) Penyampaian saat timbang terima secara jelas dan singkat
7) Lama timbang terima untuk setiap pasien tidak lebih dari 5 menit kecuali
pada kondisi khusus dan memerlukan penjelasan yang lengkap dan rinci
8) Kepala ruangan dan semua perawat keliling ke tiap pasien dan melakukan
validasi data tidak lebih dari 5 menit.
9) Kembali ke nurse station, klarifikasi data setelah keliling ke tiap pasien.
10) Tanda tangan perawat primer dan kepala ruangan di lembar laporan.
11) KARU membagi pasien berdasarkan tingkat ketergantungan pada Perawat
Primer (PP), sedangkan PP membagi perawat associate sesuai denga tingkat
ketergantungan dan jumlah pasien.
180

2.4 Alur Timbang Terima

PASIEN

DIAGNOSA MEDIS DIAGNOSA


MASALAH KEPERAWATAN
KOLABORATIF

TINDAKAN

TELAH BELUM
DILAKUKAN DILAKUKAN

PERKEMBANGAN/
KEADAAN PASIEN

MASALAH: TERATASI, BELUM


TERATASI, TERATASI SEBAGIAN,
MUNCUL MASALAH BARU

Gambar 1. Alur Timbang Terima (Nursalam, 2011)

2.5 Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam timbang terima


1) Dilaksanakan tepat pada waktu pergantian sif sesuai kesepakatan seluruh
ruangan
2) Dipimpin oleh kepala ruangan atau penanggung jawab pasien (Perawat
Primer)
3) Diikuti oleh semua perawat yang telah dan yang akan dinas
4) Informasi yang akan disampaikan harus akurat, singkat, sistematis, dan
menggambarkan kondisi pasien saat ini serta menjaga kerahasiaan pasien.
5) Timbang terima harus berorientasi pada permasalah pasien
6) Pada saat timbang terima di tempat tidur pasien, perawat menggunakan
volume suara yang cukup sehingga pasien disebelahnya tidak mendengar
sesuatu yang rahasia bagi pasien. Sesuatu yang dianggap rahasia sebaiknya
181

tidak dibicarakan secara langsung didekat pasien, perawat dapat


menggunakan istilah medis untuk mengkomunikasikan dengan perawat lain.
7) Sesuatu yang mungkin membuat klien terkejut dan syok sebaiknya
dibicarakan di nurse station.
182

BAB 3
KEGIATAN TIMBANG TERIMA

3.1 Pelaksanaan Timbang Terima


Hari / tanggal : Rabu, 15 Mei 2013
Pukul : 07.00 WIB selesai.
Topik : Aplikasi peran, pelaksanaan timbang terima.
Tempat : Ruang Pandan II RSUD Dr. Soetomo
Surabaya

3.2 Metode
1. Diskusi
2. Tanya jawab

3.3 Media
1. Lembar timbang terima
2. Alat tulis (bolpoint, buku catatan)

3.4 Pengorganisasian
Penanggung Jawab : Qolbi Nur Qoidah Y., S.Kep
Kepala Ruangan : Yuyun Diantiningsih, S. Kep
Perawat Primer 1 (sif pagi) : Istiroha., S.Kep
Perawat Primer 2 (sif pagi) : Rukmita W, S.Kep
Perawat Asociate 1 (sif pagi) : Qolbi Nur Q.Y., S. Kep
Perawat Asociate 2 (sif pagi) : Yulis Romadhona., S.Kep
Perawat Asociate 1 (sif malam) : Dwi Endah M., S.Kep
Perawat Asociate 2 (sif malam) : Rahma W., S.Kep

Pembimbing Akademik : 1. Dr. Kusnanto, S.Kp.,M.Kes


2. Hanik Endang N., S.Kep.,Ns., M.Kep
Pembimbing Klinik : 1. Setiwati, S.Kep.,Ns
2. Zulkifli, S.Kep., Ns
3.5 Prosedur Timbang Terima
183

TAHAP KEGIATAN WAKTU TEMPAT PELAKSANA


Persiapan 1. PP dan 5 menit Nurse KARU, PP, PA
PA sif malam berdiskusi tentang Station sif pagi & PA
laporan yang akan disampaikan sif malam
pada timbang terima.
2. PP dan
PA mempersiapkan laporan
timbang terima.
3. PP
mengecek kelengkapan data
pasien pada laporan timbang
terima.
4. KARU
dan kedua kelompok dinas
sudah siap untuk pelaksanaan
timbang terima.

Pelaksanaan 1. KARU membuka acara 15 menit Nurse KARU, PP &


timbang terima. (untuk 11 Station PA sif pagi, PA
2. PA (incharge) malam pasien) sif malam.
membacakan jumlah ners yang
akan bertugas pagi, jumlah
pasien hari ini dan presentase
BOR.
3. PA (incharge) malam
menyampaikan laporan kepada
PP pagi, hal yang perlu
disampaikan dalam timbang
terima:
1) Identitas klien, usia, dan
diagnosa medis.
2) Data (keluhan/ subyektif dan
obyektif).
3) Masalah keperawatan yang
sudah/ belum tertangani.
4) Penjelaskan kondisi pasien
saat ini
5) Intervensi keperawatan
yang sudah dan belum
dilaksanakan (secara umum).
6) Intervensi kolaboratif dan
dependent.
7) Pengkajian kondisi terkini
pasien
8) Masalah keperawatan baru
yang muncul atau belum
tertangani
9) Intervensi yang
184

direkomendasikan PA kepada
PP terhadap penanganan
masalah yang belum teratasi
atau baru muncul dan
persiapan yang perlu
dilakukan (persiapan operasi,
pemeriksaan penunjang dll)
4. KARU mempersilahkan PP
pagi mengklarifikasi laporan
PA (incharge) malam.
5. PP sif pagi melakukan
klarifikasi, tanya jawab dan
melakukan validasi terhadap
hal-hal yang telah dilaporkan
dan berhak menanyakan
mengenai hal-hal yang
kurang jelas.
6. PP pagi melakukan validasi ke 5 menit Ruang KARU, PP &
pasien di ruang perawatan. (untuk 11 perawatan PA sif pagi, PA
7. KARU memperkenalkan PP pasien) sif malam.
pagi, menanyakan
kebutuhan dasar pasien.
8. PP menanyakan keluhan
pasien dan menyarankan
intervensi yang mampu
dilakukan keluarga
Post timbang 1. Diskusi dan klarifikasi PP dan 5 Menit Nurse KARU, PP &
terima PA tentang asuhan keperwatan Station PA sif pagi, PA
yang akan dilakukan. sif malam.
2. Laporan timbang terima
ditandatangani oleh PA
(incharge) malam, PP, dan
KARU.
3. Pembacaan doa
4. Ditutup oleh KARU , KARU
memberikan reward kepada
PA sif malam dan ucapan
selamat bertugas bagi PP dan
PA sif pagi.

3.6 Evaluasi
1. Struktur
Pada timbang terima, sarana dan prasarana yang menunjang telah tersedia
antara lain: buku laporan timbang terima, buku catatan, bolpoint, dan
kelompok sif timbang terima. Kepala ruangan selalu memimpin kegiatan
185

timbang terima yang dilaksanakan pada pergantian sif yaitu malam ke pagi
dan pagi ke sore. Kegiatan timbang terima pada sif sore ke malam dipimpin
oleh perawat associate yang diberikan tangguang jawab (incharge) untuk
memimpin dinas pada sif tersebut.
2. Proses
Proses timbang terima dipimpin oleh kepala ruangan dan dilaksanakan oleh
seluruh perawat yang bertugas maupun yang akan mengganti sif. Perawat
primer sif pagi mengoperkan ke perawat associate (incharge) sif sore,
perawat associate (incharge) sif sore memberikan operan pada perawat
associate (incharge) sif malam, dan perawat associate (incharge) sif malam
memberikan operan ke perawat primer sif pagi. Timbang terima pertama
dilakukan di ners station kemudian ke ruang perawatan pasien dan kemabali
lagi ke ners station. Isi timbang terima meliputi situation, background,
assessment, dan recommadation (SBAR). Perawat yang mendapatkan
operan diperkenannya memberikan klarifikasi. Validasi ke pasien tidak lebih
dari 5 menit, pasien dengan perawatan intensive akan mendapatkan porsi
waktu yang lebih lama. Perawat kembali ke ners station untuk
mendiskusikan rencana tindakan yang akan dilakukan. Timbang terima
ditutup dengan doa serta KARU memberikan reward kepada perawat yang
telah menyelesaikan dinasnya dan mengucapan selamat bekerja bagi
perawat yang akan berdinas.
3. Hasil
Timbang terima dapat dilaksanakan setiap pergantian sif. Setiap perawat
dapat mengetahui kondisi pasien saat ini, masalah yang belum tertangani
atau masalah yang baru muncul, rencana untuk mengatasi masalah sehingga
komunikasi antar perawat berjalan dengan efektif dan perawatan terhadap
pasien lebih optimal. Sehingga masalah pasien segera tertangani dan pasien
merasa puas.
186

BAB 4
PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Pelaksanaan Kegiatan


Hari/Tanggal : Rabu, 15 Mei 2013
Jam : 07.15 07.45 WIB
Tempat : Nurse Station dan Ruang perawatan pasien
di Ruang Pandan II RSUD Dr. Soetomo
Topik : Timbang Terima Pasien
Pelaksana : Kepala ruangan, PP sif pagi, PA sif pagi, dan PA sif
malam.
Acara dihadiri oleh :
1. Pembimbing dari akademik 1 orang
2. Pembimbing dari ruangan 1 orang
3. Perawat ruang Pandan II 2 orang
4. Mahasiswa S2 8 orang

4.2 Pengorganisasian
Kepala Ruangan : Yuyun Diantiningsih, S. Kep
Perawat Primer 1 (sif pagi) : Istiroha., S.Kep
Perawat Primer 2 (sif pagi) : Rukmita W, S.Kep
Perawat Asociate 1 (sif pagi) : Qolbi Nur Q.Y., S. Kep
Perawat Asociate 2 (sif pagi) : Yulis Romadhona., S.Kep
Perawat Asociate 1 (sif malam) : Dwi Endah M., S.Kep
Perawat Asociate 2 (sif malam) : Rahma W., S.Kep
Pasien kelolaan : 11 orang di Ruang Pandan II
RSUD Dr. Soetomo
Pembimbing Akademik : 1. Dr. Kusnanto, S.Kp.,M.Kes
2. Hanik Endang N., S.Kep.,Ns., M.Kep
Pembimbing Klinik : Setiwati, S.Kep.,Ns
Zulkifli, S.Kep., Ns
187

4.3 Hasil Evaluasi


1. Evaluasi Struktur
Pelaksanaan timbang terima pasien dilaksanakan di Ruang Pandan II
RSUD Dr. Soetomo, sebelumnya kelompok telah melakukan beberapa
persiapan selama 16 hari sebelum pelaksanaan kegiatan timbang terima
pasien, yaitu proposal Role Play timbang terima, persiapan laporan timbang
terima dan status pasien, pembagian peran sebagai Karu, PP sif pagi PA sif
pagi, PA sif malam; mekanisme/alur yang harus dilakukan saat timbang
terima; serta melakukan evaluasi kegiatan saat itu.
2. Evalusi Proses
Pelaksanaan Role Play: 07.15 07.45 WIB
Evaluasi dari Pembimbing akademik, pembimbing klinik, dan para
undangan (perawat ruang Pandan 2 dan mahasiswa Magister Keperawatan
FKp UNAIR) 07.45 08.45 WIB
Tabel 4.1 Evaluasi dari Pembimbing dan Undangan
Hanik Endang N., S.Kep.,Ns.,M.Kep
Mekanisme Isi Pelaksanaan
Secara keseluruhan pada saat
timbang terima telah mengklarifikasi data,
dilaksanan sesuai PP bisa langsung
dengan alur timbang bertanya tanpa
terima. disilakan terlebih
dahulu oleh KARU, PA
pagi juga harus ikut
berperan dalam
mencatat laporan PA
malam. Diperlukan
buku timbang terima
bagi perawat yang
mendapat operan. Saat
validasi ke pasien,
KARU memegang
komando penuh dan
harus mengatur waktu,
memberikan sentuhan
terapeutik untuk lebih
mendekatkan diri pada
pasien. Dalam
pembacaan doa
188

hendaknya lebih
khusyuk, tidak sekedar
membaca.

Setiwati S.Kep. Ns
Mekanisme Isi Pelaksanaan
Secara keseluruhan Persiapan kelengkapan KARU, PP, PA harus
timbang terima sudah supervisi seperti lembar lebih care terhadap
baik sesuai dengan alur penilaian perlu pasien, seperti
diperhatikan. memotivasi pasien
menghabiskan kudapan.
Zulkifli S.Kep.,Ns
Mekanisme Isi Pelaksanaan
Timbang terima telah - Manfaat pada Bab 1 KARU,PP, PA tidak
dilakukan dengan baik. lebih menerapkan cuci
dioperasionalkan. tangan, saat validasi ke
- Mohon disesuaikan pasien, padahal sebelum
lama waktu pelaporan validasi sudah
dan validasi dengan diingatkan oleh KARU.
jumlah pasien,
dirasakan apa bila
menggunakan SBAR,
untuk pasien Pandan II
kurang lebih dari 38
akan membutuhkan
waktu yang lama.
- Diperjelas dalam
evaluasi proses.
Perawat Ruang Pandan 2
Mekanisme Isi Pelaksanaan
Timbang terima telah KARU, PP, PA harus
dilakukan dengan baik. menerapkan sentuhan
terapeautik, agar pasien
merasa nyaman dengan
keberadaan perawat,
tercipta suasana
kekeluargaan.
Pendokumentasian
tranfusi harus jelas yang
meliputi: jam mulai,
jumlah tetesan per
menit, nomer register
bag darah, waktu
selesai.

Penggunan pelaporan Perawat harus


timbang terima dengan memperhatikan kondisi
189

metode SBAR, lingkungan pasien


hendaknya (kerapian dan
menyesuaikan dengan kebersihan), sehingga
kondisi ruangan dan nampak perbedaan
kapasitas pasien. pasien kelolaan dengan
bukan kelolaan
mahasiswa, harus
mengingatkan pasien
dan keluarga tentang
tata tertib ruangan.
Mahasiswa Magister Keperawatan (S2)
Mekanisme Isi Pelaksanaan
Kelompok telah Lebih tepat KARU
menampilkan timbang mengucapkan selamat
terima dengan baik istirahat dan terima
sekali. kasih kepada perawat
yang jaga malam, bukan
mempersilahkan pulang.

3. Evaluasi Hasil
1) Kegiatan dihadiri oleh 13 orang, 2 orang pembimbing ruangan, 1 orang
pembimbing akademik, 2 perawat ruangan dan 8 orang mahasiswa S2.
2) Selama kegiatan setiap mahasiswa yang berperan bekerja sesuai
tugasnya masing masing.
3) Acara dimulai pukul 07.15, kegiatan diundur 15 menit dari jadwal yang
telah ditentukan, dikarenakan menunggu pembimbing akademik. Acara
berlangsung selama 60 menit.
4) Kegiatan berjalan lancar dan mahasiswa dapat mencapai tujuan yang
diharapkan.
190

BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Timbang terima adalah suatu cara dalam menyampaikan suatu laporan
yang berkaitan dengan keadaan klien. Timbang terima merupakan kegiatan
yang harus dilakukan sebelum pergantian sif. Selain laporan antar sif, dapat
disampaikan juga informasi-informasi yang berkaitan dengan rencana
kegiatan yang telah atau belum dilakukan.
Timbang terima bertujuan untuk kesinambungan informasi mengenai
keadaan klien secara menyeluruh sehingga tercapai asuhan keperawatan yang
optimal. Selain itu, timbang terima menjadi bagian penting dalam menggali
permasalahan pasien sehari hari, merencanakan tindakan keperawatan, dan
sebagai bentuk komunikasi efektif antara perawat, dokter, ahli gizi, dan
farmasi.
Pelaksanaan timbang terima pada hari Rabu, 15 Mei 2013 terhadap
semua pasien kelolaan di Ruang Pandan II sudah baik dan berjalan lancar,
pada proses evaluasi juga telah disampaikan beberapa masukan dari
pembimbing akademik dan klinik, perawat ruangan, dan mahasiswa S2 untuk
perbaikan proses pelaksanaan timbang terima berikutnya.

5.2 Saran
1. Timbang terima keperawatan sebaiknya dilaksanakan secara rutin tiap
pergantian sif di Ruang Pandan II oleh perawat-perawat yang terlibat
dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien, terutama pada
pergantian sif sore ke malam.
2. Waktu pelaporan kondisi pasien dan lama validasi ke masing-masing
pasien harus disesuaikan dengan kegawatdaruratan kondisi pasien dan
jumlah total pasien, agar timbang terima efektif dan efisien.
191

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2011. Manajemen keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan


Profesional. Edisi ketiga. Jakarta: Salemba Medika.

Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan


Praktik.Edisi keempat. Jakarta: EGC.

Suyanto. 2008. Mengenal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan di Rumah


Sakit. Yogyakarta: Medika Cendikia.
192

Lampiran Dokumentasi Timbang Terima

Gambar 1. KARU membuka timbang terima

Gambar 2. PA (incharge) malam melaporkan kondisi pasien kepada PP pagi


193

Gambar 3. KARU, PP, dan PA memvalidasi kondisi pasien

Gambar 4. KARU, PP, PA kembali ke ners station untuk mendiskusikan rencana


tindakan untuk menyelesaikan masalah pasien.
194

ALUR TIMBANG TERIMA

PASIEN

DIAGNOSA MEDIS DIAGNOSA


MASALAH KEPERAWATAN
KOLABORATIF

TINDAKAN

TELAH BELUM
DILAKUKAN DILAKUKAN

PERKEMBANGAN/
KEADAAN PASIEN

MASALAH: TERATASI, BELUM


TERATASI, TERATASI SEBAGIAN,
MUNCUL MASALAH BARU

Gambar 1. Alur Timbang Terima (Nursalam, 2011)