Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM KEWIRAUSAHAWAN

ACARA I

Meningkatkan Percaya Diri Dan Kemampuan Promosi


Produk

Disusun Oleh :

Nama : ETTI YULINAR


NPM : E1J014135
Program Studi : Agroekoteknologi
Shift : Kamis (08:00 10.00 WIB)
Dosen Pembimbing : Entang Inoriah, Ir., MS
Co-ass : Niko Ardiansyah

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori

Percaya diri diartikan sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap
pemenuhan tercapainyasetiap keinginan dan harapannya. Karakter berjiwa wirausaha
sangat penting ditanamkan dan dikembangkan dalam diri peserta didik, mengingat di era
globalisasi saat ini sangat diperlukan adanya SDM yang mampu bersaing dan memiliki
daya juang tinggi dalam meraih kesuksesan hidup. Mental yang selalu optimis dan berani
mengambil resiko untuk memutuskan pilihan hidup sangat diperlukan, agar generasi muda
kita tidak hanya berpangku tangan ketika kesulitan mencari pekerjaan. Mereka harus
mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dan karakter seperti ini tidak muncul
serta merta, tetapi harus dibina secara dini (Salirawati, 2012).
Kemampuan menemukan peluang pasar dapat di latih dengan cara mengemukan
pendapat, berpromosi, memperlihatakan contoh produk dan lain-lain. Dari segi ekonomi
tujuan dari promosi adalah kemampuan dalam berkomunikasi adalah kemapuan
menumbuhkan persepsi bagi pelanggan, memperkenalkan dan memberi pemahaman
tentang suatu produk pada konsumen, mendorong pemilihan suatu produk, mengimbagi
produk bauran pemasaran lain, dan menanamkan citra produk dan
perusahaan.Keberhasilan suatu launching produk sangat dipengaruhi oleh faktor
perusahaan, tenaga penjual, dan strategi promosi. Tenaga penjualan dipandang sebagai hal
yang bermanfaat dan menguntungkan perusahaan, mengingat keberhasilan launching
produk baru dapat berimplikasi pada penciptaan brand awareness di benak konsumen
(Sakwati, 2012).
Kewirausahaan yang tumbuh dalam keluarga atau kelompok masyarakat
merupakan suatu aset yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia karena akan sangat
membantu perekonomian Indonesia yang masih belum stabil. Masyarakat masih banyak
yang berpendapat bahwa untuk memulai usaha dibutuhkan modal yang tidak sedikit,
kebutuhan akan modal yang banyak ditepis oleh para wirausahawan. Para wirausahawan
yang telah berhasil menyatakan bahwa berwirausaha tidak selalu harus dimulai dengan
modal yang besar. Bisa dimulai dengan usaha kecil maupun menengah yang ternyata juga
mampu member sumbangan yang besar pada perekonomian Indonesia (Sadino, 2004).
Ide-ide dari wirausahawan menciptakan nilai-nilai potensial sekaligus
peluang. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha),
wirausahawan perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang mungkin
terjadi. Keberhasilan, wirausahawan bukan semata-mata karena atas ide sendiri, tetapi
dapat juga berasal dari pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain. Kegiatan
mengidentifikasi pesaing merupakan upaya awal dari wirausahawan untuk dapat masuk ke
pasar. Mengenal pesaing adalah hal yang sangat penting bagi wirausahawan.
Wirausahawan harus membandingkan secara cermat tentang produk, harga, saluran, dan
promosi yang dimiliki (Chandra, 2002)
Kepercayaan diri tidaklah terbatas pada satu aspek dalam hidup dan tidak
seorangpun terlahir dengan kepercayaan diri yang berlimpah yang meliputi seluruh aspek
dalam hidupnya. Namun, dengan belajar cara menerapkan kepercayaan diri yang kita
kembangkan dalam satu aspek ke seluruh aspek dalam hidup, maka dengan sendirinya
kepercayaan diri dan sikap positif akan menggerakkan kita menuju semua target dan
impian yang diharapkan.Kepercayaan diri datang dari perasaan bahwa diri kita mampu.
Jika melakukan sesuatu dengan baik, maka kepercayaan diri akan meningkat secara alami.
Jadi, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita perlu berlatih, baik itu dengan cara
berkenalan dengan orang baru, berbicara di depan umum, mengatur orang lain, atau
menjadi orang tua. Jangan tunggu sampai kita percaya diri untuk melakukannya
(Nurwahyudi, 2011)

2.1 Tujuan
a. Meningkatkan percaya diri mahasiswa untuk berinteraksi dengan orang lain.
b. Meningkatkan kepercayaan diri untuk memperlihatkan kemampuan
mempromosikan produksi dan produk pada konsumen.
c. Meningkatkan kemampuan menemukan peluang besar

BAB II
METODOLOGI

2.1. Alat Dan Bahan


Alat
Mikropon, VCD karaoke, laptop, dan lembar penilaian.
Bahan
Produk yang akan di promosikan.

2.2. Metode Kerja


1. Setiap praktikum menyiapkan CD karaoke, lalu memilih sebuah lagu.
2. Menyajikan lagu dengan suara dan gaya yang menarik pendengar atau juri
3. Menyampaikan orasi atau promosi produk di depan praktikan lainnya.
4. Mahasiswa yang pendengar menjadi juri , menilai percaya diri masing masing
angota kelompok(penampilan, volume suara, ketertarikan pendengar,
artikulasi (kejelasan kata), dan intonasi suara.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil
Praktikan Penilai : HONLISTA SIDABARIBA NPM : E1J014111
Mahasiswa yang dinilai Kriteria yang dinilai
Penampilan Volume Ketertarikan Arti- Intonasi
Suara Pendengar Kulasi Suara
1. Desnada 80 80 85 85 80
Ss nola novrianti 80 80 80 80 85
3. dendi okta saputra 80 75 80 80 80
4. lenti valentina 75 78 78 80 80
5 gandi ahmad 85 80 80 80 80
6ll rahmawati 80 80 78 78 80
7 monika 80 78 78 80 78
8. nugra henni safitri 85 78 75 80 78
9. felia fitaloka 80 78 80 80 80
10. natal 80 75 78 78 80
11. detri 80 80 80 78 78
12 sepriawan 80 75 75 78 75
13. husnul 75 75 78 80 75
14. egi ria 78 78 80 78 78
--h safrimon 80 80 80 78 80
habibi 78 75 75 78 78
Erisma siregar 75 75 74 78 73
Feli delyanti 75 78 78 80 78
rika 75 78 80 78 78
Ayu selpiya 85 80 85 80 80
vanry 80 80 78 78 80
Nurdin 80 80 80 80 78

3.2. Pembahasan
Berdasarkan penilaan dari penampilan yang dilakukan oleh praktikan sudah bagus.
Penampilan dari para praktikan sdah meyakinkan para pendengar, di tinjau dari kesiapan
para praktikan sebenarnya masing masing telah melakukan persiapan dan latihan untuk
penampilan masing- masing. Sebab satu minggu sebelum para praktikan melakukan
presentasi dan bernyanyi sudah di berikan kesempatan untuk melakukan persiapan. Hal ini
dapat kita tinjau dari segi pembawaan yang sudah cukup tenang.
Kriteria volume suara para praktikan memang memiliki ciri khas masing masing,
namun pada dasarnya volumenya sudah baik. Beberapa praktikan memang mengalami rasa
kurang percaya diri sehingga saat tampil akan volume suaranya kurang jelas dan terkesan
tidak sampai pesan yang di sampaikan pada para pendengar lainnya, seperti yang
dilakukan oleh saudara Regina Anas, Putri Mulyani, Dede Setiawan, Reni Fitriani, Ismed
Umbara, dan yang lainnya bias dilihat di table, disini mereka kurang dalam hal criteria
volume suara padahal jika saja mereka bisa meningkatkan lagi volume suara,
kemungkinan bisa menarik oara pelanggan untuk membeli produk yang mereka miliki.dan
dalam criteria ini sendiri juga banyak para praktikan yang sudah melakukan nya dengan
baik dan benar .
Segi ketertarikan para pendengar pada dasarnya berkaitan erat dengan volume
suara, sebab apabila volume suara jelas maka informasi yang di sampaikan akan sampai
pada para pendengar sehingga akan tertarik atas apa yang di presentasikan dan di
nyanyikan tersebut. hampir 65% para praktikan sudah mampu untuk menarik perhatian
para pendengar, namun masih ada juga yang masih belum bisa menarik perhatian para
pendengar, mmungkin para praktikan masih malu-malu dan tidak memiliki rasa percaya
diri.
Artikulasi para peserta sebenarnya erat kaitannya dengan bahasa keseharian para
praktikan. Selain itu artikulasi akan di pengaruhi oleh keadaan fisik dan percaya diri para
praktikan masing- masing. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan bahwa artikulasi
para praktikan 50% baik dan 50% buruk, masih banyak para praktikan yang berbicara
dengan terbata-bata, hal ini disebabkan karna para praktikan masih ada yang belum bisa
menguasai materi dari produk yang ditawarkan tersebut, dan juga karna masih baru dan
belum mengenal satu sama lain, jadi ada rasa canggung di dalamnya.
Hal yang penting dalam praktikum ini adalah intonasi suara. Untuk praktikum
bernyanyi intonasi juga penting sebab dalam hal ini seorang pendengar akan menikmati
dan menghayati maknanya jika artikulasinnya jelas sehingga mudah dimengerti lagu
tersebut. Namun pada praktikum kali ini masih banyak para praktikan yang urang dalam
intonasi suara, banyak para praktikan yang bermain-main saat mempromosikan produknya
masing-masing, jadi para pendengar tidak mengerti apa yang disampaikan oleh praktikan
yang sedang mempromosikan produk.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari pratkikum yang telah saya laksanakan dapat disimpulkan bahwa :
Rasa percaya diri seseorang timbul bukan karna orang lain namun karna diri kita sendiri,
jika kita sering melatih diri kita untuk berkomunikasi dengan orang lain, masa dengan
sendirinya kita akan semakin percaya diri, terutama dalam mempromosikan produk.

4.2. Saran
Saran yang dapat saya sampaikan adalah sebagai berikut:
1. Para praktikan seharusnya lebih menguasai materi atau bahan yang akan di
promosikan.
2. Para praktikan seharusnya lebih tertib dan mematuhi perintah co-ass
3. Para praktikan seharusnya lebih memperhatikan dan mendengarkan dengan baik jika
ada praktikan yang sedang mempromosikan barang.

DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Gregorius. 2002. Strategi dan program pemasaran . Yogyakarta: Andi


Nurwahyudi, Bakti Mei. 2011. Pengaruh Kemampuan Tenaga Penjual, Sistem Distribusi
Dan Strategi Promosi Terhadap Kinerja Launching Dalam Upaya Menciptakan
Brand Awareness (Studi Kasus Di Kota Semarang). Masters Thesis, Diponegoro
University.
Sakwati, Monalia.2012. Identifikasi Peluang Dalam Wirausaha.Yogyakarta:Kanisius
Salirawati.2012. Percaya Diri, Keingintahuan, Dan Berjiwa Wirausaha: Tiga Karakter
Penting
Wiratmo. 1994. Kewirausahaan: Seri diktat kuliah. Jakarta: Gunadarma Meredith,
Geoffrey G. 2002. Kewirausahaan: Teori dan Praktek. Jakarta : PPM