Anda di halaman 1dari 27

Laporan Praktikum Fisika Dasar

H-1
Menentukan Koefisien Pergeseran Zat Cair
(Koefisien Viskositas Zat Cair)

Disusun Oleh :

Kelompok 5

Hesti Octaviani 16334021


Meypianti 16334022
Anis Nindi Hasianavita 16334023
Afifah Maulani 16334024
Andriyani Safitri 16334025

Fakultas Farmasi

Institut Sains dan Teknologi Nasional

Jakarta

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan Laporan
Praktikum Fisika ini tepat pada waktunya adapun judul laporan yang telah ditentukan yaitu
Menentukan Koefisien Pergeseran Zat Cair (Koefisien Viskositas Zat Cair)

Laporan ini berisikan tentang hasil pengamatan yang kami lakukan di laboratorium
fisika beserta tugas-tugas yang diberikan oleh para Asisten Pembimbing. Kami harap ini
sesuai dengan yang diharapkan.

Kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyak kekurangan dan
kelemahan baik dalam penyajian materi ataupun tata bahasa yang digunakan karena kami
masih dalam tahap pembelajaran. Saran dan kritik kami harapkan untuk dapat lebih
menyempurnakan tugas laporan kami di kemudian hari.

Jakarta, Januari 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR.......
2

DAFTAR ISI..........
3

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


PRATIKUM......... 4
1.2. TUJUAN
PRATIKUM.......... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1. TEORI
DASAR......... 5
2.2. TUGAS
PENDAHULUAN........... 5
2.3. ALAT-ALAT YANG
DIGUNAKAN........... 8
2.4. LANGKAH-LANGKAH
PERCOBAAN......... 9
2.5. HASIL
PENGAMATAN........... 10
2.6. PERHITUNGAN HASIL
PENGAMATAN......... 14

BAB III PENUTUPAN

3.1 ANALISA / KESIMPULAN.....


22
3.2 KRITIK DAN
SARAN................................................................................ 22

DAFTAR PUSTAKA....................
23

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktikum

Setiap zat cair mempunyai karakteristik yang khas, berbeda satu zat cair
dengan zat cair yang lain. Oli mobil sebagai salah satu contoh zat cair dapat kita lihat
lebih kental dari pada minyak kelapa. Apa sebenarnya yang membedakan cairan itu
kental atau tidak. Kekentalan atau viskositas dapat dibayangkan sebagai peristiwa
gesekan antara satu bagian dan bagian yang lain dalam fluida. Dalam fluida yang
kental kita perlu gaya untuk menggeser satu bagian fluida terhadap yang lain. Di
dalam aliran kental kita dapat memandang persoalan tersebut seperti tegangan dan
regangan pada benda padat. Kenyataannya setiap fluida baik gas maupun zat cair
mempunyai sifat kekentalan karena partikel di dalamnya saling menumbuk. Salah
satu alat yang digunakan untuk mengukur kekentalan suatu zat cair adalah
viskosimeter. Apabila zat cair tidak kental maka koefesiennya sama dengan nol
sedangkan pada zat cair kental bagian yang menempel dinding mempunyai kecepatan

4
yang sama dengan dinding.

1.2 Tujuan Pratikum

Tujuan dari percobaan :

Dapat menentukan koefisien pergeseran zat cair


(koefisien viskositas zat cair)
Mengetahui pengaruh jarak dan diameter bola terhadap angka
kekentalan (viskositas)
Mampu mengetahui pengaruh kekentalan (viskositas) zat cair
terhadap angka kecepatan bola yang dijatuhkan ke dalam zat cair tersebut
Mampu mengetahui pengaruh massa bola terhadap kecepatan
bola yang dijatuhkan kedalam zat cair

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Teori Dasar

Bila suatu zat cair yang viskos mengalir melalui suatu bola secara
laminar (lapisan yang tipis) atau bila sebuah bola bergerak di dalam
suatu zat cair viskos yang berada dalam keadaan diam, maka akan
timbul suatu gaya perlawanan R (Resisting force), sebesar :

R=6 r v

=Koefisien Viskositas

r=Jari jari bola

5
v =Kecepatan gerak bola

2.2 Tugas Pendahuluan

1. Apakah manfaat yang kita peroleh, bila kita mengetahui


koefisien viskositas sesuatu zat cair? Apakah hubungan antara
viskositas suatu zat cair dengan gaya kohesi yang terdapat
diantara molekul-molekul zat cair tersebut?

Karena viskositas merupakan fungsi suhu maka apabila kita mengetahui


koefisien viskositas,kita dapat mengetahui suhu yang terdapat dalam suatu zat cair.
Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur, gaya
tarik antar molekul dan ukuran serta jumlah molekul terlarut. Fluida, baik zat cair
maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda.
Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik
menarik antara molekul sejenis).

2. Apakah kekentalan suatu zat cair dapat menyatakan tingkat viskositas


zat cair tersebut?
Ya, karena kental atau tidaknya suatu zat cair mempengaruhi suhu, massa,
gaya gesek, dan tekanan yang dimiliki oleh zat cair tersebut. Sehingga
mempengaruhi waktu jatuh dari suatu benda
Namun untuk suatu zat cair yang kental tersebut juga mempunyai kekentalan
yang sama (baik besar maupun kecil).

3. Berikan contoh zat cair yang perlu kita ketahui koefisien viskositas
bersangkutan!
Contohnya adalah glycerin dan oli yang akan kita praktekkan

4. Apakah satuan koefisisen viskositas yang digunakan?


2
Ns/ m = Pa.s (Pascal sekon)
Sedangkan dalam satuan CGS (centimeter gram sekon) adalah
Dyn.s/cm2 = poise (P)
Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). 1 cP = 1/100 P.
Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis, almahrum
Jean Louis Marie Poiseuille.

6
1 poise = 1 dyn . s/cm2 = 10-1 N.s/m2

5. Perhatikan gambar H-1 dibawah ini. Pada bola yang sedang meluncur
jatuh didalam zat cair viskos yang berada dalam keadaan diam ini bekerja 3 (tiga)
buah gaya, yaitu :
Gaya berat bola =W
Gaya Archimedes =B
Gaya perlawanan =R
Berapakah besar volume dibawah ini?

Bola bergerak didalam zat cair (b) B

Fs Ft
W
mg

6. Bila massa jenis bola ... berapakah besar W?


4
W= r g
3

W = gaya berat
r = jari jari bola
= rapat massa bola
g = percepatan gravitasi bola

4
B= r g
3

B = gaya Archimedes

7
= massa jenis zat cair

7. Bila massa jenis zat cair ... berapakah besar B?


Apakah sebutan lain gaya Archimedes bagi benda bergerak jatuh?

Gaya apung (buoyant force )

Bila gaya resultan yang menyebabkan gerak bola kita sebut F, maka berlaku :
F=ma
Berapakah harga F dipandang dari gaya-gaya yang bekerja pada bola?
Buatlah kesamaan (kesehargaan) antara kedua harga F diatas, dan turunkanlah
harga percepatan a.

F=ma

m. g Fb Fs = m .a

Fb = gaya apung

Fs = gaya stokes

8. Apakah harga a ini ajeg (konstan) selama perjalanan bola di dalam zat
cair itu?
Faktor apakah yang mempengaruhi a ini?

Konstan, perjalanan bola mempunyai kecepatan yang konstan yang disebut


kecepatan terminal atau kecepatan sedimentasi. Dalam zat cair dipengaruhi oleh
massa jenis zat cair, massa jenis benda, dan percepatan gravitasi.

9. Pada saat bola dilepaskan di permukaan zat cair, berapakah kecepatan


bola itu?
Berapakah besar gaya perlawanan R pada saat itu?
Berapakah percepatan pada saat itu maksimum, atau kah minimum?

10. Apakah harga a dapat mencapai nol?


Kalau dapat, bisakah hal ini terjadi?
Bila ini terjadi, gerak apakah yang dilakukan bola itu?

Benda akan mengalami percepatan dan mengakibatkan kecepatan terus


bertambah. Kecepatan yang terus bertambah memberikan gaya Stokes yang
semakin membesar dan percepatan semakin berkurang, suatu saat benda akan

8
mempunyai percepatan sama dengan nol dan benda mempunyai kecepatan yang
konstan yang disebut kecepatan terminal atau kecepatan sedimentasi

11. Bagaimanakah kita dapat mengetahui bahwa tidak ada percepatan


pada bola itu?

12. Dampak apakah yang timbul, bila bola dilepaskan tidak tepat
dipermukaan zat cair, melainkan ada suatu jarak kecil yang ditempuh bola diatas
permukaan zat cair itu?

13. Turunkanlah rumus untuk menentukan koefisian viskositas zat cair.


Tuliskanlah rumus lengkap dengan memasukkan faktor kesalahan.

2 g r 2 ( y y 1 )

= 9v *ket : = koeffisien viskositas

: r = jari-jari bola
: v = kecepatan gerak bola

: y = massa jenis bola

y1
: = massa jenis zat cair

: g = gravitasi

14. Sebutkanlah alat alat yang anda butuhkan untuk percobaan ini.

2.3Alat alat yang digunakan


a. Termometer
b. Mikrometer skrup
c. Neraca dan Anak Timbangan
d. Stopwatch
e. Meteran
f. 2 buah bola yang berbeda

9
2.4Langkah-langkah Percobaan
1. Siapkanlah alat-alat anda berupa pensil, ballpoint, tip-x, kertas
folio, kalkulator, set segitiga, busur derajat, jangka, dan kertas milimeter
2. Isilah Bon Peminjaman Alat sesuai dengan alat-alat yang
dibutuhkan untuk praktikum ini.
3. Isilah lembar pengamatan dengan :
- Data akademis anda
- Data keadaan ruangan praktikum
- Tanggal percobaan
- Nama Asisten Pembimbing
4. Lakukan percobaan, dan catat semua hasil pengamatan pada
kertas pengamat anda dalam kotak kotak yang tersedia.
5. Ukurlah diameter setiap bola yang akan digunakan (bola
kuning dan bola hitam).
6. Timbanglah massa setiap bola.
7. Catatlah massa jenis zat cair yang akan digunakan, atau
timbanglah gelas ukur kosong, kemudian timbanglah gelas ukur yang sudah
diisi dengan zat cair yang akan digunakan, dan catatlah volume zat cair itu.
8. Tentukanlah batas bawah kira kira 5cm dari dasar tabung, dan
berilah tanda dengan karet.
9. Berilah juga karet pada batas atas, dan cobalah mulai dengan
menjatuhkan salah satu bola (bola kuning), lakukanlah ini untuk bermacam-
macam jarak dengan menggesr letak karet batas atas sedikit demi sedikit
kebawah (kira-kirasetiap3cm), dan catatlah waktu jatuh bola.
10. Buatlah Perhitungan singkat, agar anda dapat
menentukan daerah gerak lurus beraturan sepanjang mungkin, kemudian
ukurlah waktu jatuh untuk jarak itu beberapa kali sesuai instruksi.
11. Lakukanlah hal serupa di atas untuk bola hitam

10
12. Ulangi percobaan pada point 9, 10, dan 11 dengan
menggunakan zat cair yang lain.
Catatan : lakukan percobaan pada salah satu zat cair hingga tuntas, dan baru
kemudian mencoba zat cair yang lain; mulailah dengan zat cair yang bermassa
jenis paling besar dan jangan lupa membersihkan semua bola sebelum
melakukan percobaan berikut.
13. Kembalikan semua alat yang dipinjam kepada petugas
14. Periksalah hasil pengamatan anda kepada asisten yang
bertugas

2.5Hasil Pengamatan

11
Laboratorium Fisika Dasar
F. MIPA. ISTN KODE PERCOBAAN : H1
JAKARTA
HASIL PENELITIAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR

1. JURUSAN / PROGRAM : MIPA/FARMASI/STRATA


I/DIPLOMA III
2. No. Romb/No. Regu/Tgl. Praktikum : II / V / 17 Januari 2016
3. Nama Asisten Pembimbing Praktikum : Ade Fita Dwi Q
4. T. Tangan Asisten Pemb. Praktikum :
5. Keadaan Ruangan : Sebelum Praktikum: Sesudah
Praktikum :
SUHU : 33 ( C ) 33 (C )
Tekanan Udara : 73,9561 (cmHg) 74,0311 (cmHg)
Kelembaban : 82 (%) 82 (%)

I. Mengukur Diameter Bola (mm)

12
Pengukuran 1 2 3 4
Bola I 14,383 14,363 14,417 14,350
Bola II 15,95 14,42 15,48 14,16

II. Mengukur Diameter tabung ( Bagian Dalam ) ( cm )

Pengukuran 1 2 3 4
Tabung Gliserin 7 6,9 6,6 6,7
Tabung Oli 6,9 7 6,7 6,4

III. Menimbang Bola Secara Gauss ( gr )

Pengukuran kiri Kanan


Bola I 2,8 2,85 2,8 2,9
Bola II 2,4 2,5 2,4 2,45

IV. Massa Jenis

Glyserine : (1,26 0,01) gr/cm3

Oli : (0,86 0,01) gr/cm3

V. Temperature Cairan : Sebelum Percobaan Sesudah Percobaan

Glyserin 33 C 33,5 C

13
Oli 30 C 34 C

VI.

Dalam Glyserin Jarak tempuh Bola ( cm )


1 2 3 4

30 29,5 29,5 29,8

Dalam Oli Jarak tempuh Bola ( cm )


1 2 3 4

28,3 28,2 28,0 28,2

Waktu Jatuh Bola dalam Glyserin ( Detik )


1 2 3 4

Bola I 3 2,8 2,9 2,7

Bola II 42,3 25,3 25,9 31,4

Waktu Jatuh Bola dalam Oli ( Detik )


1 2 3 4

14
Bola I 1,21 1,24 1,23 1,22

Bola II 2,47 2,32 2,42 2,35

2.6Perhitungan hasil pengamatan

1. Diameter bola :
- Bola 1 : d1.1 = 14,383 cm

d1.2 = 14,363 cm

d1.3 =14,417 cm

d1.4 =14,350 cm

15
d1 57,513 cm = 14,378 cm

d1.1 = [d1 d1.1] = 14,378-14,383 = 0,005 cm

d1.2 = [d1 d1.2] = 14,378-14,363 = 0,015 cm

d1.3 = [d1 d1.3] = 14,378-14,417 = 0,039 cm

d1.4 = [d1 d1.4] = 14,378-14,350 = 0,028 cm

d1 = 0,087 cm = 0,0218 cm
4
d1 d1 = { 14,378 cm 0,0218 cm }

- Bola 2 : d2.1 = 15,95 cm

d2.2 = 14,42 cm

d2.3 = 15,48 cm

d2.4 = 14,16 cm

d2 60,01 cm = 15,003

d2.1 = [d2 d2.1] = 15,003-15,95 =0,947 cm

d2.2 = [d2 d2.2] = 14,003-14,42 =0,583 cm

d2.3 = [d2 d2.3] = 14,003-15,48 =0,477 cm

d2.4 = [d2 d2.4] = 14,003-14,16 =0,843 cm

d2 2,850 cm = 0,7125 cm
4
d2 d2 = { 15,003 cm 0,7125 cm }

16
2. Jari jari bola :
- Bola 1 : r1.1 = 7,192 cm

r1.2 = 7,182 cm

r1.3 = 7,209 cm

r1.4 = 7,175 cm

r1 = 28,758 = 7,190 cm

r1.1 = [r1 r1.1] = 7,190-7,192 = 0,002 cm

r1.2 = [r1 r1.2] = 7,190-7,182 = 0,008 cm

r1.3 = [r1 r1.3] = 7,190-7,209 = 0,019 cm

r1.4 = [r1 r1.4] = 7,190-7,175 = 0,015 cm

r1 = 0,044 cm = 0,011 cm

4
r1 r1 = { 7,190 cm 0,011 cm }

- Bola 2 : r2.1 = 7,975 cm

r2.2 = 7,210 cm

r2.3 = 7,740 cm

r2.4 = 7,080 cm

r2 = 30,005 cm = 7,501 cm

r2.1 = [r2 r2.1] = 7,501-7,975 = 0,474 cm

r2.2 = [r2 r2.2] = 7,501-7,210 = 0,291 cm

17
r2.3 = [r2 r2.3] = 7,501-7,740 = 0,239 cm

r2.4 = [r2 r2.4] = 7,501-7,080 = 0,421 cm

r2 = 1,425 cm = 0,356 cm
4
r2 r2 = { 7,501 cm 0,356 cm }

3. Massa Bola :
- Bola 1 : m1.1 = 2,80 g

m1.2 = 2,83 g

m1.3 = 2,80 g

m1.4 = 2,90 g

m1 = 11,33 g = 2,833 g

m1.1 = [m1 m1.1] = 2,833-2,80 = 0,033 g

m1.2 = [m1 m1.2] = 2,833-2,83 = 0,003 g

m1.3 = [m1 m1.3] = 2,833-2,80 = 0,033 g

m1.4 = [m1 m1.4] = 2,833-2,90 = 0,067 g

m1 = 0,136 g = 0,034 g
4
m1 m1 = { 2,833 g 0,034 g }

- Bola 2 : m2.1 = 2,40 g

18
m2.2 = 2,50 g

m2.3 = 2,40 g

m2.4 = 2,45 g

m2 = 9,75 g = 2,438 g

m2.1 = [m2 m2.1] = 2,438-2,40 = 0,038 g

m2.2 = [m2 m2.2] = 2,438-2,50 = 0,062 g

m2.3 = [m2 m2.3] = 2,438-2,40 = 0,038 g

m2.4 = [m2 m2.4] = 2,438-2,45 = 0,012 g

m2 = 0,15 g = 0,038 g
4
m2 m2 = { 2,438 g 0,038 g }

4. Jarak tempuh bola :


- Dalam gliserin : y1.1 = 30,0 cm

y1.2 = 29,5 cm

y1.3 = 29,5 cm

y1.4 = 29,8 cm

y1 = 118,8 cm = 29,7 cm

y1.1 = [y1 y1.1] = 29,7-30,0 = 0,3 cm

19
y1.2 = [y1 y1.2] = 29,7-29,5 = 0,2 cm

y1.3 = [y1 y1.3] = 29,7-29,5 = 0,2 cm

y1.4 = [y1 y1.4] = 29,7-29,8 = 0,1 cm

y1 = 0,8 cm = 0,2 cm
4
y1 y1 = { 29,7 cm 0.2 cm }

- Dalam Oli : y2.1 = 28,3 cm

y2.2 = 28,2 cm

y2.3 = 28,0 cm

y2.4 = 28,2 cm

y2 = 112,7 cm = 28,175 cm

y2.1 = [y1 y2.1] = 28,175-28,3 = 0,125 cm

y2.2 = [y1 y2.2] = 28,175-28,2 = 0,025 cm

y2.3 = [y1 y2.3] = 28,175-28,0 = 0,175 cm

y2.4 = [y1 y2.4] = 28,175-28,2 = 0,025 cm

y2 = 0,35 cm = 0,088 cm
4
y2 y2 = { 28,175 cm 0,088 cm }

20
5. Waktu jatuh bola dalam gliserin

- Bola 1 : t1.1 = 3,0 detik

t1.2 = 2,8 detik

t1.3 = 2,9 detik

t1.4 = 2,7 detik

t1 = 11,4 detik = 2,85 detik

t1.1 = [t1 t1.1] = 2,85-3,0 = 0,15 detik

t1.2 = [t1 t1.2] = 2,85-2,8 = 0,05 detik

t1.3 = [t1 t1.3] = 2,85-2,9 = 0,05 detik

t1.4 = [t1 t1.4] = 2,85-2,7 = 0,15 detik

t1 = 0,4 detik = 0,1 detik


4
t1 y1 = { 2,85 detik 0,1 detik}

- Bola 2 : t2.1 = 42,3 detik

t2.2 = 25,3 detik

t2.3 = 25,9 detik

t2.4 = 31,4 detik

t2 = 124,9 detik = 31,23 detik

t2.1 = [t2 t2.1] = 31,23-42,3 = 10,98 detik

t2.2 = [t2 t2.2] = 31,23-25,3 = 6,02 detik

t2.3 = [t2 t2.3] = 31,23-25,9 = 5,42 detik

21
t2.4 = [t2 t2.4] = 31,23-31,4 = 0,08 detik

t1 = 22,5 detik = 5,6 detik


4
t1 y1 = { 31,23 detik 5,6 detik}

6. Waktu jatuh bola dalam oli


- Bola 1 : t1.1 = 1,21 detik

t1.2 = 1,24 detik

t1.3 = 1,23 detik

t1.4 = 1,22 detik

t1 = 4,90 detik = 1,225 detik

t1.1 = [t1 t1.1] = 1,225-1,21 = 0,015 detik

t1.2 = [t1 t1.2] = 1,225-1,24 = 0,015 detik

t1.3 = [t1 t1.3] = 1,225-1,23 = 0,005 detik

t1.4 = [t1 t1.4] = 1,225-1,22 = 0,005 detik

t1 = 0,04 detik = 0,01 detik


4
t1 y1 = { 1,225 detik 0,01 detik }

- Bola 2 : t2.1 = 2,47 detik

t2.2 = 2,32 detik

22
t2.3 = 2,42 detik

t2.4 = 2,35 detik

t2 = 9,56 detik = 2,39 detik

t2.1 = [t2 t2.1] = 2,39-2,47 = 0,08 detik

t2.2 = [t2 t2.2] = 2,39-2,32 = 0,07 detik

t2.3 = [t2 t2.3] = 2,39-2,42 = 0,03 detik

t2.4 = [t2 t2.4] = 2,39-2,47 = 0,04 detik

t1 = 0,22 detik = 0,06 detik


4
t1 ^y1 = { 2,39 detik 0,06 detik }

7. Massa jenis bola

a. Massa jenis bola 1


Rumus :
m1 m1 m1 3 r 1
b 1= = { + }
V1 4 3 m1 r1
r1
3

23
m1 2,833 0,034 3 0,011
b 1= = { + }
V1 4 3 2,833 7,190
3,14 7,190
3

2,833
{0,0166 }
= 1556,163


= 0,0018 0,0166
5
= 2,988 10

b. Massa jenis bola II


Rumus :
m2 m2 m2 3 r 2
b = = { + }
2
V2 4 3 m2 r2
r
3 2

m2 2,438 0,038 3 0,356


b = = { + }
2
V2 4 3 2,438 7,501
3,14 7,501
3

2,438
{0,1580 }
= 1766,957


= 0,0014 0,1580

= 2,212 104

RUMUS YANG DIGUNAKAN

24
2 ( b b z ) gtr 2 r t y b+ z
+ = {1 ( + + + )} dyne dt cm-2
9 Y r t y b 2

Pada Glycerin
a. Viskositas bola I pada glycerin

3
2 ((1,8 10 )1,26)9,98 1,225 7,190 2 0,011 0,1 0,2 0,0166+ 0,01
+ = {1( + + + )}
9 29,7 7,190 2,85 29,7 (1,8 103 )1,26

+ = {5,95 (1 0,04) }

b. Viskositas bola II pada glycerin

3
2 ((1,4 10 )1,26)9,98 2,39 7,501 2 0,356 5,6 0,2 0,1580+0,01
+ = {1 ( + + + )}
9 29,7 7,501 31,23 29,7 (1,4 103)1,26

+ = {12,64 (1 0,28)}

Pada Oli
a. Viskositas bola II pada Oli

3
2 ((1,8 10 )1,26)9,98 1,225 7,190 2 0,011 0,1 0,088 0,0166+0,01
+ = {1( + + + )}
9 28,175 7,190 2,85 28,175 (1,8 103)0,86

+ = {6,27 (1 0,04)}

b. Viskositas bola II pada Oli

25
3
2 ((1,4 10 )1,26)9,98 2,39 7,501 2 0,356 5,6 0,088 0,1580+0,01
+ = {1 ( + + + )}
9 28,175 7,501 31,23 28,175 (1,4 103)0,86

+ = {13,32 (1 0,28) }

BAB III

PENUTUP

3.1 Analisa / Kesimpulan


Dari hasil prakrikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa suatu
zat cair yang viskos mengalir melalui suatu bola secara laminar
(lapisan yang tipis) atau bila sebuah bola bergerak di dalam suatu
zat cair viskos yang berada dalam keadaan diam, maka akan timbul
suatu gaya perlawanan R (Resisting force).
Viskositas (kekentalan) berasal dari kata Viscous. Suatu bahan apabila
dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dahulu menjadi viscous, yaitu menjadi
lunak dan dapat mengaliir pelan-pelan.
Viskositas dapat dianggap sebagai gerakan dibagian dalam ( internal ) suatu
fluida. Salah satu contohnya seperti pada percobaan yang kami lakukan untuk
menyusun laporan ini, yakni sebuah bola kecil yang dijatuhkan kedalam oli yang
cukup dalam. Nampak mula-mula bola bergerak dipercepat. Tetapi beberapa saat
setelah menempuh jarak cukup jauh, terlihat bola bergerak dengan kecepatan konstan
( bergerak lurus beraturan ). Ini berarti bahwa disamping gaya berat dan gaya apung
zat cair masih ada gaya lain yang bekerja pada bola tersebut. Yaitu gaya gesekan yang
disebabkan oleh kekentalan fluida.
Semakin besar koefisien kekentalan suatu fluida maka semakin besar gaya

26
gesek yang ditimbulkan oleh fluida. Viskositas juga dipengaruhi oleh perubahan suhu.
Apabila suhu naik maka viskositas menjadi turun atau sebaliknya. Terdapat hubungan
antara lama waktu alir suatu fluida cair dan besar viskositasnya.

3.2 Kritik dan Saran

Semoga laporan yang kami buat dapat diterima dengan


baik dan bermanfaat bagi pembaca. Mohon maaf bila ada
kekurangan yang terdapat dalam laporan ini. Apabila terdapat kekurangan
dalam penulisan laporan ini, kami menerima kritik dan saran untuk melengkapi
laporan yang telah kami kerjakan.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
http://rumushitung.com/2013/10/03/rumus-
definisi-viskositas/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Viskositas

http://ginaangraeni10.wordpress.com/about/viskositas

http://wennypuspita.wordpress.com/2011/02/28/viskosit
as

27