Anda di halaman 1dari 6

Nama : Atrie Virduani

NIM : D1091141026
Mata Kuliah : Manajemen Administrasi Pembangunan

REVIEW JURNAL ADMINISTRASI PEMBANGUNAN


Penerapan Dimensi Sound Governance Dalam Pelayanan Publik Di Kantor
Samsat Kabupaten Gowa
Administrasi pembangunan seringkali hanya menghubungkan tentang
sebuah cara untuk merubah keadaan suatu negara ke arah yang lebih diinginkan.
Dengan kata lain yang biasanya dibincangkan hanya sebatas bagaimana mencapai
tujuan tertentu. Terlepas dari hal penting di atas, ada hal yang tidak kalah
pentingnya, yaitu bagaimana membangun kinerja administator untuk menciptakan
sistem administrasi yang lebih baik agar supaya dapat membawa atau
melangkahkan serta kemudian menapakkan kaki negara ke tempat yang lebih
baik. Sebuah konsep administrasi selalu diharapkan mampu menjadikan kinerja
pembangunan menjadi semakin baik, namun sedikit yang memikirkan bahwa
sebuah konsep pembangunan juga harus mampu berpengaruh pada perkembangan
administrasi. Pada masa lalu dikenal dikotomi madministrasi manajemen,
namun seiring perjalannan waktu, dikotomi tersebut tidak lagi dibenarkan.
Seorang administrator juga harus mampu dan berkecimpung pada proses
manajemen, bukan hanya menjadi aktor pelaksana saja. Karena kegagalan
pembangunan terjadi salah satunya ialah perbedaan faham antara sang
pengkonsep dan sang eksekutor. Maka daripada itu seorang eksekutor (dalam hal
ini administrator) harus bekerja mulai dari planning ditulis.
Menurut Waldo (1992) menyatakan bahwa administrasi negara adalah
spesies dengan genus administrasi. Administrasi itu sendiri berada dalam keluarga
kegiatan kerjasama antarmanusia. Secara sederhana pembangunan diartikan
sebagai perubahan ke arah kondisi yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan
secara terencana. Jadi peristilahan administrasi pembangunan menunjuk pada
berbagai usaha yang diorganisasikan untuk melaksanakan program-program atau
proyek-proyek yang terkait guna mencapai sasaran pembangunan.
Salah satu bentuk manajemen pembangunan adalah sound governance.
Sound governance mempunyai pandangan yang jauh komprehensif dengan empat
aktor, yaitu tiga aktor sudah diketahui dalam konsep good governance yaitu
inklusifitas relasi politik antara negara, civil society, bisnis yang sifatnya domestik
dan satu lagi aktor yaitu kekuatan internasional. Kekuatan internasional di sini
mencakup korporasi global, organisasi dan perjanjian internasional. Dalam
pandangan Sound Governance penerapan good governance kehidupannya hanya
berkutat pada interaksi antara pemerintah di negara tertentu, pelaku bisnis di
negara tertentu dengan rakyat di negara tertentu pula. Tentulah ini sangat naif,
sebab kenyataan bahwa aktor yang sangat besar dan bekuasa di atas ketiga elemen
tersebut tidak dimasukkan dalam hitungan. Konsep Sound Governance digunakan
untuk menggambarkan sistem pemerintahan yang bukan hanya jelas secara
demokratik, dan tanpa cacat secara ekonomi, finansial, politik konstitusional,
organisasi, administratif, manajerial dan etika, tapi juga jelas secara internasional
dalam interaksinya dengan negara-negara lain dan dengan bagian
pemerintahannya dalam cara yang independen dan mandiri.
Model atau konsep governance dan pemerintah karena itu menghasilkan
cara pikir, pemerintahan, dan administrasi yang baru, dengan filosofi dan
pendekatan baru yang memperluas keterlibatan rakyat dan feedback-nya, dan
memancing partisipasi masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah. Sound
governance mempunyai pandangan yang berbeda dan justru mengedepankan
adanya penghormatan atas keragaman konsepsi birokrasi dan tata pemerintahan,
utamanya nilai dasar budaya pemerintahan tradisional yang telah terkubur. Salah
satu penerapan konsep Sound Gorvernance di Indonesia adalah dalam studi
Penerapan Dimensi Sound Governance Dalam Pelayanan Publik dalam Kantor
SAMSAT di Kabupaten Gowa yang bertujuan untuk menunjukan penerapan
konsep ini adalah mengenai proses dalam pengambilan keputusan, kebijakan dan
pelaksanaanya apakah sudah berjalan dengan baik. Berikut ini merupakan Review
dari hasil studi tersebut.
No Bagian Review
1 Pendahuluan Wajah dan sosok birokrasi sudah sepantasnya mengalami perubahan
dari birokrasi yang otoriter ke arah birokrasi yang lebih demokratis,
responsive, transparan, dan nonpartisipan. Melihat penerapan
pelayanan dilapangan pada insitusi pemerintahan yang ada di
Indonesia khususnya di kantor SAMSAT Kab.Gowa belumlah sesuai
dan sejalan dari cita-cita Sound Governance untuk menciptakan tata
kepemerintahan yang kuat maka kita harus melihat dimensi dari Sound
Governance itu sendiri.
Tugas utama dari setiap instansi pemerintahan adalah memberikan
pelayanan atau menyelenggarakan pelayanan publik, dimana
pelayanan publik sangat variatif dan tergantung dari perkembangan
dan kemampuan masyarakat. Pelayanan publik di antaranya seperti
pembuatan KTP, akta kelahiran, sertifikat tanah, IMB, STNK, BPKB
dan lainya. Salah satu instansi yang mempunyai pelayanan publik
adalah SAMSAT yang merupakan suatu sistem kerjasama secara
terpadu antara polri dan pelayanan yang salah satu tugasnya untuk
menerbitkan STNK dan tanda motor.
Kepemerintahan yang kuat merefleksikan fungsi pemerintahan dan
administrasi dengan administrasi yang kuat, organisasi yang tidak
hanya kompeten memelihara kinerja tetapi juga antisipatif, responsive,
akuntabel, dan transparan. Sound Governance memiliki banyak
dimensi yakni ; (1) Proses sound governance berisi sebuah proses yang
mengatur segala interaksi elemen atau stakeholder yang terlibat; (2)
Struktur, sebuah badan elemen konstitutif aktor, aturan, regulasi,
prosedur, kerangka pembuatan keputusan yang dimana memberikan
sangsi atau proses governance; (3) Manajemen dan kinerja dari sound
governance memiliki keterkaitan erat. Ini adalah bagian integral dari
sistem keseluruhan. Tapi sekedar kinerja saja tidak cukup, ini harus
membuahkan hasil yang diinginkan tepatnya yang bisa diterjemahkan
menjadi legitimasi institusional dan sistem.
2 Metode Peneliti menggunakan jenis penelitia kualitatif dan tipe penelitian
fenomenologis serta pengumpulan data dilakukan melalui beberapa
teknik yakni wawancara, observasi, dokumentasi data, reduksi data,
sajian data, dan penarikan kesimpulan.
3 Hasil dan Proses dalam Proses dalam dimensi sound governance dalam pelayanan publik di
Pembahasa dimensi Sound kantor SAMSAT Kab. Gowa meliputi sebuah program yang mencakup
n Goverance program counter dan stack yang menyimpan alamat instruksi yang
dalam Pelayanan selanjutnya akan dieksekusi dan seperangkat sumberdaya yang
Publik di Kantor dibutuhkan agar sebuah proses dapat dieksekusi. Seperti yang
No Bagian Review
Samsat diungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha bahwa proses penerapan
Kab.Gowa pelayanan publik di kantos Samsat Kab.Gowa dilakukan dengan baik
dimana semua pegawai pemerintahan termasuk Kepala Pimpinan juga
berpartisipasi dalam proses sound governance, dimana mereka
membuat program counter and stack, dalam propgram ini para aparat
pegawai yang bekerja di kantor SAMSAT telah menjalankan proses
sound governance dengan baik yakni dengan memberikan pelayanan
kepada masyarakat dengan cara adil tanpa merugikan mereka sehingga
program Counter and Stack itu dapat berjalan dengan baik.
Impelemtasi atau pelaksanaan terkait proses Sound Governance yang
telah dilakukan di kantor SAMSAT Kab.Gowa ini adalah dengan
memberikan pelayanan yang telah berjalan dengan baik sesuai dengan
program yang telah dibuat oleh pimpinan, salah satu nya peraturan
yang dibuat oleh kantor ini yakni masuk kantor tepat waktu,
memberikan pelayanan yang terbaik, dan masyarakat juga harus
menaati peraturan yang dibuat seperti mengantri, dan tentunya harus
mengetahui betul tarif dalam pengurusan surat-surat motor sehingga
tidak ada kesalahpahaman antara pegawai dan masyarakat.

Struktur dalam Struktur dalam dimensi sound governance dalam pelayanan publik
dimensi Sound adalah kedekatan atau keakraban pimpinan dengan para pegawai. Pada
Governance kantor SAMSAT di Kab.Gowa ini memiliki hubungan yang baik antara
pegawai dan pimpinan yang sudah sesuai dengan tupoksi sehingga apa
yang menjadi tugas atau kinerja bisa dilalui dengan baik dan benar.
Selain itu juga pengetahuan yang dimiliki aparat pegawai di kantor ini
sudah tidak perlu diragukan lagi dalam artian mereka memiliki
pengetahuan yang luas dan cukup baik dan hal ini juga mendukung
dalam peranan mereka dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat, ditambah lagi teknologi yang semakin berkembang yang
menunjang kualitas pelayanan masyarakat yang semakin baik.
Manajemen dan Manajemen dan kinerja dalam bentuk pelayanan terhadap masyarakat.
kinerja dalam Harus dilandasi oleh pengetahuan, teknologi, kapasitas, sumber daya
bentuk dan keahlian terbaru agar pelayanan terhadap masyarakat bisa berjalan
pelayanan sesuai yang diharapkan masyarakat agar pelayanan bisa dijalankan
terhadap dengan baik serta masyarakat juga bisa puas dengan pelayanan yang
masyarakat. diberikan.
Untuk meilihat pelayanan yang maksimal kita harus melihat
bagaimana pelayanan yang teansparan, kondisional, dan kesamaan hak
yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini yang diterapkan pada
No Bagian Review
pelayanan SAMSAT di Kab.Gowa dimana bentuk transparansinya
sudah terbuka, masyarakat dapat melihat secara langsung apa yang
menjadi tugas aparat pegawai dalam melakukan pembayaran atau
pembiayaan yang mereka urus, dan juga itu juga proses pelayanan
kondisional yang disesuaikan dengan jam kerja, dengan melihat
kondisi pegawai dan waktu jam istirahat. Selain itu seperti yang
dikatakan salah satu aparat pegawai di kantor ini memberikan
kesamaan hak dalam pelayanan publik dimana tidak pernah
membedakan antara satu dengan yang lain, semua diberikan pelayanan
yang maksimal agar masyarakat semua merasa terlayani dan juga
merasa puas.
4 Kesimpulan Penerapan dimensi sound governance dalam pelayanan publik di
kantor SAMSAT Kabupaten Gowa adalah mengenai proses dalam
pengambilan keputusan, kebijakan dan pelaksanaanya sudah cukup
baik. Struktural dan aturan atau regulasi dan aktor dalam pelayanan
publik sudah berjalan dengan optimal, manajemen dan kinerja dalam
dimensi sound governance pelayanan di kantor SAMSAT sudah
menjalankan tupoksi dengan baik dimana pegawai saling bekerjasama
untuk mewujudkan kinerja yang baik.

Sumber:
Rudi, Muhlis dan Rahmat. 2015. Penerapan Dimensi Sound Governance dalam
Pelayanan Publik di Kantor SAMSAT Kabupaten Gowa. Jurnal
Administrasi Pembangunan. I(I). p://lp3m.unismuh.ac.id/wp-
content/uploads/2015/08/jurnal-kolaborasi-volume-1-no-1.pdf #. Diakses
pada 7 Maret 2017