Anda di halaman 1dari 7

ASAM AMINO

Asam amino ialah asam karboksilat yang mempunyai gugus amino (


NH2). Meskipun ratusan asam amino telah disintesis, hanya 20 yang telah
diperoleh dengan hidrolisis protein. Rumus umum asam amino adalah:

Gugus R adalah gugus pembeda antara asam amino yang satu dengan
asam amino yang lain. Ada asam amino yang hidrofob (seperti glisin dan
alanin), hidrofil (contohnya tirosin, lisin, dan asam glutamat), ada yang
bersifat asam (asam glutamat), bersifat basa (lisin), dan ada pula yang
mengandung belerang (sistein) atau cincin aromatik (tirosin). Gugus R
asam amino tersebut sangat berperan dalam menentukan struktur,
kelarutan, serta fungsi biologis dari protein.
Asam amino mempunyai beberapa sifat, antara lain:
1. Larut dalam air dan pelarut polar lain.
2. Tidak larut dalam pelarut nonpolar, seperti benzena dan dietil eter.
3. Mempunyai titik lebur lebih besar dibanding senyawa karboksilat dan
amina.
4. Mempunyai momen dipol besar.
5. Bersifat elektrolit:
a. kurang basa dibanding amina
b. kurang asam dibanding karboksilat
6. Bersifat amfoter
Karena mempunyai gugus asam dan gugus basa. Jika asam amino
direaksikan dengan asam maka asam amino akan menjadi suatu anion,
dan sebaliknya jika direaksikan dengan basa maka akan menjadi kation.
7. Dalam larutan dapat membentuk ion zwitter
Karena asam amino memiliki gugus karboksil (COOH) yang bersifat asam
dan gugus amino (NH2) yang bersifat basa, maka asam amino dapat
mengalami reaksi asam-basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar
yang disebut ion zwitter.
8. Mempunyai kurva titrasi yang khas.
9. Mempunyai pH isoelektrik, yaitu pH pada saat asam amino tidak
bermuatan. Di bawah titik isoelektriknya, asam amino bermuatan positif
dan sebaliknya di atasnya bermuatan negatif.
Pengolongan asam amino
Ditinjau dari segi pembentuknya, asam amino dapat dibagi dalam dua
golongan, yaitu
a. asam amino yang tidak dapat dibuat dalam tubuh (asam amino
esensial) Asam amino esensial berjumlah sepuluh, yaitu valin,
leusin, isoleusin, treonin, lisin, metionin, fenilalanin, triptofan,
histidin, dan arginin.
b. asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh (asam amino
nonesensial). asam amino nonesensial, antara lain glisin, alanin,
serin, asam glutamat, tirosin, sistein, dan prolin.
Ditinjau dari strukturnya, asam amino dibagi dalam tujuh kelompok,
yaitu
asam amino dengan rantai samping yang:
1. merupakan rantai karbon yang alifatik
2. mengandung gugus hidroksil
3. mengandung atom belerang
4. mengandung gugus asam atau amidanya
5. mengandung gugus basa
6. mengandung cincin aromatik
7. membentuk ikatan dengan atom N pada gugus amino

PROTEIN
Protein ialah biopolimer yang terdiri atas banyak asam amino yang
berhubungan satu dengan lainnya dengan ikatan amida (peptida). Buku
kal 1 & 2. Rentang massa molekul protein berkisar dari 6.000 hingga
puluhan ribu. Selain tersusun atas asam amino, banyak protein juga
mengandung komponen lain seperti ion logam (misalnya Fe2+, Zn2+,
Cu2+, dan Mg2+) atau mengandung molekul organik kompleks, biasanya
turunan dari vitamin. Karena jumlah asam amino yang menyusun protein
beraneka ragam jenis dan urutannya, maka dari 20 jenis asam amino
dapat membentuk protein yang banyak sekali jenisnya. Buku lanjutan
mulai dari persentase hbs.
STRUKTUR PROTEIN
a. Struktur Protein
Struktur protein sangat kompleks dan memegang peranan penting
dalam menentukan aktivitas biologisnya, struktur protein dibedakan
menjadi
struktur primer, sekunder, tersier, dan kuarterner.
1) Struktur Primer
Struktur primer menyatakan urutan asam-asam amino pada rantai protein
dan letak ikatan disulfida bila ada. Karena protein dapat mengandung 100
atau lebih residu asam amino sehingga sulit menggambarkan rumus
bangunnya. Oleh karena itu digunakan singkatan 3 huruf untuk tiap asam
amino. Misalnya: Glu Ala Lys Gly Tyr Ala
2) Struktur Sekunder
Hubungan ruang asam amino yang berdekatan pada struktur primer,
mungkin reguler dan berulang secara periodik. Karena adanya gaya
dispersi atau ikatan hidrogen, suatu rantai polipeptida menggulung
seperti spiral (alfa heliks).
3) Struktur Tersier
Struktur tersier protein merupakan susunan keseluruhan dan hubungan
berbagai bagian dari suatu rantai polipeptida.
4) Struktur Kuarterner
Suatu protein dikatakan mempunyai struktur kuarterner bila protein terdiri
atas 2 rantai polipeptida atau lebih disatukan oleh gaya dispersi (ikatan
hidrogen). Protein seperti ini dinamakan oligomer, sedangkan asam amino
yang menyusunnya disebut monomer.
SIFAT
a. tidak berwarna
b. Denaturasi adalah Protein yang telah dikoagulasikan tidak dapat larut
dalam air atau dengan pendinginan karena telah mengalami perubahan
irreversibel. Protein yang telah mengalami denaturasi umumnya telah
kehilangan fungsi biologinya meskipun rangkaian asam-asam amino tidak
rusak. Denaturasi protein terjadi akibat perubahan struktur terutama
struktur tersier dan struktur kuarternernya.
c. Pengendapan
d. Kristalisasi.
e. Pada umumnya protein bersifat koloid hidrofil
f. Protein tidak menunjukkan titik cair tertentu dan tidak dapat disuling.
g. Dapat mengalami hidrolisis oleh asam-asam encer menjadi asam-asam
amino. Hidrolisis protein juga dapat dilakukan oleh enzim protease.
h. tidak larut dalam pelarut organik.
SUMBER PROTEIN
Sumber protein nabati
o Kacang almond
o Buah apel
o Buah manggis
o Buah jeruk
o Buah pisang
o Blueberry
o Buncis
o Buah jambu biji
o Buah alpukat
o Asparagus
o Kembang kol
o Brokoli
o Buah kurma
o Jagung manis
o Kecambah
o Jamur
Sumber protein hewani
o Daging berwarna merah
o Daging ayam tanpa kulit
o Telur
o Susu dan olahannya
o Ikan laut
o Kepiting
o Belalang
o Tahu
o Tempe
o Ikan lele
o Cumi
o Lobster

KLASIFIKASI (Buku Hal 119 - 121)


CARA MENGIDENTIFIKASI PROTEIN
a. Tes Xantoprotein
Pereaksi xantoprotein adalah larutan asam nitrat pekat. Jika larutan
HNO3 pekat dimasukkan ke dalam larutan protein secara hati-hati,
akan terbentuk endapan putih, dan berubah menjadi kuning jika
dipanaskan. Gejala ini akibat nitrasi pada inti benzena yang
terdapat dalam protein. Pereaksi xantoprotein positif terhadap
protein yang mengandung asam amino dengan gugus samping
fenil, seperti asam amino tirosin, fenilalanin, dan triptofan. Pada
reaksi ini terdapat juga zat sprti biuret dan malonamida.
b. Tes Hopkins-Cole
Pereaksi Hopkins-cole dibuat dari asam oksalat dan serbuk
magnesium dalam air. Pereaksi ini positif terhadap protein yang
mengandung asam amino dengan gugus samping indol, seperti
pada asam amino triptofan. Dalam pereaksi ini, asam oksalat
direduksi menjadi asam glioksilat dengan bantuan katalis serbuk
magnesium:
HOOC COOH Mg HOOC COH
Asam oksalat Asam glioksilat
Asam glioksilat yang terbentuk mengkondensasi asam amino
triftofan
membentuk senyawa berwarna. Setelah H2SO4 pekat dituangkan,
akan
terbentuk dua lapisan dan beberapa saat kemudian terbentuk cincin
ungu
di antara batas kedua lapisan itu.
c. Uji Terhadap Belerang
Untuk menguji adanya belerang dalam protein maka ke dalam
protein ditambahkan larutan NaOH pekat dan dipanaskan, kemudian
ditambahkan Pb(NO3)2. Adanya belerang ditandai terjadinya
endapan hitam dari Pbs.
d. Reaksi Adamkiewicz (Buku hal 145)
e. Reaksi molisch (buku hal 146)
f. Reaksi Ninhidrin
Pereaksi ninhidrin merupakan oksidator lemah, asam amino dapat
bereaksi dengan ninhidrin. ninhidrin bereaksi dengan hidrindantin
dan amonia membentuk senyawa berwarna biru.
g. Tes Sakaguchi
Pereaksi yang digunakan adalah naftol dan natrium hipobromit.
Pada dasarnya reaksi ini akan memberikan hasil positif jika terdapat
gugus guanidin seperti arginin memberikan warna merah.
h. Tes Tauber (buku hal 145)
i. Tes Nitroprusida.
Natrium nitroprusida dalam larutan amonia akan menghasilkan
warna merah dengan protein yang mempunyai gugus SH bebas
(merkapto). Jadi, protein yang mengandung sistein akan
memberikan hasil positif. Gugus SS pada sistein apabila direduksi
terlebih dahulu dapat juga memberikan hasil positif.

MANFAAT

1. Protein mempunyai fungsi, antara lain seperti berikut.


Menyokong berbagai aktivitas pada organ tubuh dan pula
metabolisme tubuh.

2. Pada setiap gramnya, protein dapat menghasilkan molekul-molekul


protein sebanyak 4,1 kalori, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
sebagai sumber energi.

3. Sebagai sarana untuk mengatur metabolisme pada tubuh.

4. Untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh dengan asam basa.


Sehingga kestabilan PH cairan pada tubuh kita akan berjalan
dengan normal.

5. Dapat digunakan untuk seseorang yang sedang menjalani diet gula


untuk dijadikan sebagai asupan energi utama dalam tubuhnya.

6. Protein merupakan bahan sintetis substansi yang sangat dibutuhkan


tubuh seperti organel sel, zat antibody, dan juga hormone.

7. Dapat difungsikan juga sebagai zat pembangun untuk membantu


proses pertumbuhan pada anak-anak dan remaja. Karena protein
akan memberikan asupan yang sangat cukup terhadap sel-sel
dalam tubuh.
8. Protein juga dapat menangkal radikal bebas ataupun zat-zat asing
yang akan merusak dan menelusup pada tubuh kita untuk
menghancurkanya, sehingga kesehatan tubuh akan sangat terjaga.

9. Fungsi protein bagi tubuh manusia yang paling utama yaitu untuk
pembentukan serta sel-sel pada tubuh. Dan protein akan jadi
makananya otot supaya dapat tumbuh dan berkembang. Jadi jika
otot terpenuhi oleh protein, maka otot akan terpelihara dengan baik.
Sehingga dapat membantu pembakaran lemak untuk
menyeimbangkan berat badan supaya tetap ideal.

10. Protein sebagai peranan dalam mempercepat reaksi biologis.

11. Protein juga dapat berfungsi untuk mengangkut serta


menyimpan zat yang akan berubah menjadi protein yang terdapat
pada hemoglobin, sehingga dapat mengangkut oksigen pada
eritrosit, dan protein yang terdapat pada mioglobin juga dapat
mengangkut oksigen dalam otot.

SIFAT
Pb Asetat
Timbal Asetat (COH3COO)2P6
merupakan zat terbentuk Kristal warna putih dan berbau cuka karena
berikatan dengan ion asetat (CH3OO), pb asetat merupakan garam timbal
yang sangat beracun. Logam ini penyebarannya sangat luas dan banyak
digunakan diberbagai industri logam.
Pb asetat dalam bentuk larutan . Larutan ini sering kali digunakan untuk
membuat garam. Pb asetat impor timbal asetat bersifat korosif terhadap
logam seperti besi, magnet dan seng membentuk hidrogen dan garam.
CuSo4
Tembaga(II) sulfat, juga dikenal dengan cupri sulfat, adalah sebuah senyawa
kimia dengan rumus molekul CuSO4. Senyawa garam ini eksis di bumi dengan
kederajatan hidrasi yang berbeda-beda. Bentuk anhidratnya berbentuk bubuk
hijau pucat atau abu-abu putih, sedangkan bentuk pentahidratnya (CuSO 45H2O),
berwarna biru terang. [3] Reagen analisis

Beberapa tes kimia menggunakan tembaga sulfat. Tembaga sulfat


digunakan dalam larutan fehling dan larutan benedict untuk mengetes
gula pereduksi, yang nantinya akan mereduksi tembaga(II) sulfat yang
berwarna biru menjadi tembaga(I) oksida yang berwarna merah. Tembaga
sulfat juga digunaka pada reagen biuret untuk mengetes protein.

Tembaga sulfat juga digunakan dalam uji darah seseorang penderita


anemia. Uji darah dilakukan dengan meneteskannya pada larutan
tembaga sulfat. Dengan efek gravitasi, darah yang banyak mengandung
hemoglobin akan dengan cepat tenggelam karena massa jenisnya besar,
sedangkan darah yang hemoglobinnya sedikit akan lebih lama tenggelam.
[11]

NaOH