Anda di halaman 1dari 25

25

SISTEM INTEGUMEN

A. Definisi Sistem Integumen


Kata integumen ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup".
Sistem integumen atau biasa disebut kulit adalah system organ yang membedakan,
memisahkan, melindungi, dan menginformasikan manusia terhadap lingkungan sekitarnya dan
merupakan organ yang paling luas, dimana orang dewasa luasnya mencapai lebih dari 19.000
cm.
Sistem integumen terdiri dari organ terbesar dalam tubuh. Sistem integumen
merupakan sistem organ yang luar biasa melindungi struktur internal tubuh dari
kerusakan, mencegah dehidrasi, lemak toko dan menghasilkan vitamin dan
hormon. Hal ini juga membantu untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh
dengan membantu dalam pengaturan suhu tubuh dan keseimbangan air. Sistem
integumen adalah garis pertama pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus dan mik-
roba lainnya. Hal ini juga membantu untuk memberikan perlindungan dari radiasi
ultraviolet yang berbahaya. Kulit adalah organ sensorik dalam hal ini memiliki
reseptor untuk mendeteksi panas dan dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri.
Komponen kulit termasuk rambut, kuku, kelenjar keringat, kelenjar minyak,
pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan otot. Mengenai anatomi
sistem yg menutupi, kulit terdiri dari lapisan jaringan epitel (epidermis) yang
didukung oleh lapisan jaringan ikat (dermis) dan lapisan subkutan yang mendasari
(hypodermis atau subcutis).
B. Anatomi Fisiologi Sistem Integumen
1. Kulit
Kulit mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut :
1) Pelindung (Proteksi)
Epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringan
jaringan tubuh di sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruh pengaruh
luar seperti luka dan serangan kuman. Lapisan paling luar dari kulit ari
diselubungi dengan lapisan tipis lemak, yang menjadikan kulit tahan air. Kulit
dapat menahan suhu tubuh, menahan luka-luka kecil, mencegah zat kimia dan
bakteri masuk ke dalam tubuh serta menghalau rangsang-rangsang fisik seperti
sinar ultraviolet dari matahari.
25

2) Penerima rangsang
Kulit sangat peka terhadap berbagai rangsang sensorik yang berhubungan
dengan sakit, suhu panas atau dingin, tekanan, rabaan, dan getaran. Kulit
sebagai alat perasa dirasakan melalui ujung-ujung saraf sensasi.
3) Pengatur panas (Termoregulasi)
Kulit mengatur suhu tubuh melalui dilatasi dan konstruksi pembuluh
kapiler serta melalui respirasi yang keduanya dipengaruhi saraf otonom. Tubuh
yang sehat memiliki suhu tetap kira-kira 98,6 derajat Farenheit atau sekitar
36,5 derajat Celcius. Ketika terjadi perubahan pada suhu luar, darah dan
kelenjar keringat kulit mengadakan penyesuaian seperlunya dalam fungsinya
masing-masing. Pengatur panas adalah salah satu fungsi kulit sebagai organ
antara tubuh dan lingkungan. Panas akan hilang dengan penguapan keringat.
4) Pengeluaran (ekskresi)
Kulit mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjar
keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawa garam,
yodium dan zat kimia lainnya. Air yang dikeluarkan melalui kulit tidak saja
disalurkan melalui keringat tetapi juga melalui penguapan air transepidermis
sebagai pembentukan keringat yang tidak disadari.
5) Penyimpanan.
Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak.
6) Penyerapan terbatas
Kulit dapat menyerap zat-zat tertentu, terutama zat-zat yang larut dalam
lemak dapat diserap ke dalam kulit. Hormon yang terdapat pada krim muka
dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi lapisan kulit pada tingkatan yang
sangat tipis. Penyerapan terjadi melalui muara kandung rambut dan masuk ke
dalam saluran kelenjar palit (sebacea), merembes melalui dinding pembuluh
darah ke dalam peredaran darah kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya.
7) Penunjang penampilan
Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang tampak
halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan.
Fungsi lain dari kulit yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang
seperti kulit memerah, pucat maupun konstraksi otot penegak rambut.

Kulit terbagi menjadi 3 lapisan:


a. Epidermis
Epidermis merupakan bagian kulit paling luar. Ketebalan epidermis
berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1
milimeter misalnya pada telapak tangan dan telapak kaki, dan yang paling tipis
25

berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan perut. Sel-
sel epidermis disebut keratinosit. Epidermis melekat erat pada dermis karena
secara fungsional epidermis memperoleh zat-zat makanan dan cairan antar sel
dari plasma yang merembes melalui dinding-dinding kapiler dermis ke dalam
epidermis.
Pada epidermis dibedakan atas lima lapisan kulit, yaitu :
1) Lapisan tanduk (stratum corneum)
Merupakan lapisan epidermis yang paling atas, dan menutupi semua
lapisan epidermis lebih ke dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapis
sel pipih, tidak memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak
berwarna dan sangat sedikit mengandung air.
Pada telapak tangan dan telapak kaki jumlah baris keratinosit jauh
lebih banyak, karena di bagian ini lapisan tanduk jauh lebih tebal.
Lapisan tanduk ini sebagian besar terdiri atas keratin yaitu sejenis
protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap bahan-bahan
kimia. Lapisan ini dikenal dengan lapisan horny, terdiri dari milyaran sel
pipih yang mudah terlepas dan digantikan oleh sel yang baru setiap 4
minggu, karena usia setiap sel biasanya hanya 28 hari. Pada saat terlepas,
kondisi kulit akan terasa sedikit kasar sampai muncul lapisan baru.
Proses pembaruan lapisan tanduk, terus berlangsung sepanjang hidup,
menjadikan kulit ari memiliki self repairing capacity atau kemampuan
memperbaiki diri. Bertambahnya usia dapat menyebabkan proses
keratinisasi berjalan lebih lambat. Ketika usia mencapai sekitar 60 tahunan,
proses keratinisasi, membutuhkan waktu sekitar 45 - 50 hari, akibatnya
lapisan tanduk yang sudah menjadi lebih kasar, lebih kering, lebih tebal,
timbul bercak-bercak putih karena melanosit lambat bekerja dan penyebaran
melanin tidak lagi merata serta tidak lagi cepat digantikan oleh lapisan
tanduk baru. Daya elastisitas kulit pada lapisan ini sangat kecil, dan lapisan
ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya penguapan air dari lapis lapis
kulit lebih dalam sehingga mampu memelihara tonus dan turgor kulit, tetapi
lapisan tanduk memiliki daya serap air yang cukup besar.
2) Lapisan bening (stratum lucidum)
Disebut juga lapisan barrier, terletak tepat di bawah lapisan tanduk,
dan dianggap sebagai penyambung lapisan tanduk dengan lapisan berbutir.
Lapisan bening terdiri dari protoplasma sel-sel jernih yang kecil-kecil, tipis
25

dan bersifat translusen sehingga dapat dilewati sinar (tembus cahaya).


Lapisan ini sangat tampak jelas pada telapak tangan dan telapak kaki. Proses
keratinisasi bermula dari lapisan bening.
3) Lapisan berbutir (stratum granulosum)
Tersusun oleh sel-sel keratinosit berbentuk kumparan yang
mengandung butir-butir di dalam protoplasmanya, berbutir kasar dan berinti
mengkerut. Lapisan ini tampak paling jelas pada kulit telapak tangan dan
telapak kaki.
4) Lapisan bertaju (stratum spinosum)
Disebut juga lapisan malphigi, terdiri atas sel-sel yang saling
berhubungan dengan perantaraan jembatan-jembatan protoplasma berbentuk
kubus. Jika sel-sel lapisan saling berlepasan, maka seakan-akan selnya
bertaju. Setiap sel berisi filamen-filamen kecil yang terdiri atas serabut
protein. Sel-sel pada lapisan taju normal, tersusun menjadi beberapa baris.
Bentuk sel berkisar antara bulat ke bersudut banyak (polygonal), dan
makin ke arah permukaan kulit makin besar ukurannya. Diantara sel-sel taju
terdapat celah antar sel halus yang berguna untuk peredaran cairan jaringan
ekstraseluler dan pengantaran butir-butir melanin. Sel-sel di bagian lapis
taju yang lebih dalam, banyak yang berada dalam salah satu tahap mitosis.
Kesatuan-kesatuan lapisan taju mempunyai susunan kimiawi yang khas;
inti-inti sel dalam bagian basal lapis taju mengandung kolesterol dan asam
amino.

5) Lapisan benih (stratum germinativum atau stratum basale)


Merupakan lapisan terbawah epidermis, dibentuk oleh satu baris sel
torak (silinder) dengan kedudukan tegak lurus terhadap permukaan dermis.
Alas sel-sel torak ini bergerigi dan bersatu dengan lamina basalis di
bawahnya. Lamina basalis yaitu struktur halus yang membatasi epidermis
dengan dermis. Pengaruh lamina basalis cukup besar terhadap pengaturan
metabolisme demo-epidermal dan fungsi-fungsi vital kulit. Di dalam lapisan
ini sel-sel epidermisbertambah banyak melalui mitosis dan sel-sel tadi
bergeser ke lapisan-lapisan lebih atas, akhirnya menjadi sel tanduk. Di
dalam lapisan benih terdapat pula sel-sel bening (clear cells, melanoblas
atau melanosit) pembuat pigmen melanin kulit.
Dalam jaraingan ini terdapat tipe-tipe sel epidermis di antaranya :
25

1. Keratinocytes
Subtansi terbanyak dari sel-sel epidermis, karena keratinocytes
selalu mengelupas pada permukaaan epidermis, maka harus selalu
digunakan. Pergantian dilakukan oleh aktivitas mitosis dari lapisan basal
(di malam hari). Selama perjalanannya ke luar (menuju permukaan.
Keratinocyes berdeferensiasi menjadi keratin filamen dalam sitoplasma.
Proses dari basal sampai korneum selama 20-30 hari. Karena proses
cytomorhose dari keratinocytes yang bergerak dari basal ke korneum,
lima lapisan dapat diidentifikasi. Yaitu basal, spimosum, granulosum,
losidum dan kornium.
2. Melanocytes
Didapat dari ujung saraf, memproduksi pigment melanin yang
memberikan warna coklat pada kulit. Bentuknya silindris, bulat dan
panjang. Mengandung tirosinase yang dihasilkan oleh REG, kemudian
tirosinase tersebut diolah oleh Aparatus Golgi menjadi oval granules
(melanosomes). Ketika asam amino tirosin berpindah ke dalam
melanosomes, melanosomes berubah menjadi melanin. Enzim tirosinase
yang diaktifkan oleh sinar ultra violet.. Kemudian melanin meninggalkan
badan melanicytes dan menuju ke sitoplasma dari sel-sel dalam lapisan
stratum spinosum. Dan pada akhirnya pigmen melanin didegradasi oleh
keratinocytes.
3. Merkel Cells
Banyak terdapat pada daerah kulit yang sedikit rambut (fingertips,
oral mucosa, daerah dasar folikel rambut). Menyebar di lapisan stratum
basal yang banyak mengandung keratinocytes.
4. Langerhans Cells
Disebut juga dendritic cells karena sering bekerja di daerah lapisan
stratum spinosum. Merupakan sel yang mengandung antibodi.
Banyaknya 2% 4 % dari keseluruhan sel epidermis. Selain itu, juga
banyak terdapat di bagian dermis pada lubang mulut, esophagus, dan
vagina. Fungsi dari langerhans cells adalah untuk responisasi terhadap
imun karena mempunyai antibodi.
b. Dermis (Korium)
Kulit jangat atau dermis menjadi tempat ujung saraf perasa, tempat
keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar-kelenjar palit
25

(Sebacea) atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah bening,


dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili).
Sel-sel umbi rambut yang berada di dasar kandung rambut, terus-
menerus membelah dalam membentuk batang rambut. Kelenjar palit yang
menempel di saluran kandung rambut, menghasilkan minyak yang mencapai
permukaan kulit melalui muara kandung rambut. Kulit jangat sering disebut
kulit sebenarnya dan 95 % kulit jangat membentuk ketebalan kulit. Ketebalan
rata-rata kulit jangat diperkirakan antara 1 - 2 mm dan yang paling tipis
terdapat di kelopak mata serta yang paling tebal terdapat di telapak tangan dan
telapak kaki. Susunan dasar kulit jangat dibentuk oleh serat-serat, matriks
interfibrilar yang menyerupai selai dan sel-sel.
Keberadaan ujung-ujung saraf perasa dalam kulit jangat, memungkinkan
membedakan berbagai rangsangan dari luar. Masing-masing saraf perasa
memiliki fungsi tertentu, seperti saraf dengan fungsi mendeteksi rasa sakit,
sentuhan, tekanan, panas, dan dingin. Saraf perasa juga memungkinkan segera
bereaksi terhadap hal-hal yang dapat merugikan diri kita. Jika kita mendadak
menjadi sangat takut atau sangat tegang, otot penegak rambut yang menempel
di kandung rambut, akan mengerut dan menjadikan bulu roma atau bulu kuduk
berdiri. Kelenjar palit yan menempel di kandung rambut memproduksi minyak
untuk melumasi permukaan kulit dan batang rambut. Sekresi minyaknya
dikeluarkan melalui muara kandung rambut. Kelenjar keringat menghasilkan
cairan keringat yang dikeluarkan ke permukaan kulit melalui pori-pori kulit.
Pada dasarnya dermis terdiri atas sekumpulan serat-serat elastis yang
dapat membuat kulit berkerut akan kembali ke bentuk semula dan serat protein
ini yang disebut kolagen. Serat-serat kolagen ini disebut juga jaringan
penunjang, karena fungsinya dalam membentuk jaringan-jaringan kulit yang
menjaga kekeringan dan kelenturan kulit.
Berkurangnya protein akan menyebabkan kulit menjadi kurang elastis
dan mudah mengendur hingga timbul kerutan. Faktor lain yang menyebabkan
kulit berkerut yaitu faktor usia atau kekurangan gizi. Perlu diperhatikan bahwa
luka yang terjadi di kulit jangat dapat menimbulkan cacat permanen, hal ini
disebabkan kulit jangat tidak memiliki kemampuan memperbaiki diri sendiri
seperti yang dimiliki kulit ari. Di dalam lapisan kulit jangat terdapat dua
macam kelenjar yaitu :
25

a. Kelenjar keringat (Sudorifera)


Kelenjar keringat terdiri dari fundus (bagian yang melingkar) dan duet
yaitu saluran semacam pipa yang bermuara pada permukaan kulit
membentuk pori-pori keringat. Semua bagian tubuh dilengkapi dengan
kelenjar keringat dan lebih banyak terdapat dipermukaan telapak tangan,
telapak kaki, kening dan di bawah ketiak. Kelenjar keringat mengatur suhu
badan dan membantu membuang sisa-sisa pencernaan dari tubuh.
Kegiatannya terutama dirangsang oleh panas, latihan jasmani, emosi dan
obat-obat tertentu. Ada dua jenis kelenjar keringat yaitu :
1) Kelenjar keringat ekrin
Kelenjar keringat ini mensekresi cairan jernih, yaitu keringat yang
mengandung 95-97 persen air dan mengandung beberapa mineral, seperti
garam, sodium klorida, granula minyak, glusida dan sampingan dari
metabolism seluler. Kelenjar keringat ini terdapat di seluruh kulit, mulai
dari telapak tangan dan telapak kaki sampai ke kulit kepala. Jumlahnya di
seluruh badan sekitar dua juta dan menghasilkan 14 liter keringat dalam
waktu 24 jam pada orang dewasa.
Bentuk kelenjar keringat ekrin langsing, bergulung-gulung dan
salurannya bermuara langsung pada permukaan kulit yang tidak ada
rambutnya.
2) Kelenjar keringat apokrin
Hanya terdapat di daerah ketiak, puting susu, pusar, daerah kelamin
dan daerah sekitar dubur (anogenital) menghasilkan cairan yang agak
kental, berwarna keputih-putihan serta berbau khas pada setiap orang.
Sel kelenjar ini mudah rusak dan sifatnya alkali sehingga dapat
menimbulkan bau. Muaranya berdekatan dengan muara kelenjar sebasea
pada saluran folikel rambut. Kelenjar keringat apokrin jumlahnya tidak
terlalu banyak dan hanya sedikit cairan yang disekresikan dari kelenjar
ini. Kelenjar apokrin mulai aktif setelah usia akil baligh dan aktivitas
kelenjar ini dipengaruhi oleh hormon.
b. Kelenjar palit (Sebacea)
Kelenjar palit terletak pada bagian atas kulit jangat berdekatan dengan
kandung rambut terdiri dari gelembung-gelembung kecil yang bermuara ke
dalam kandung rambut (folikel). Folikel rambut mengeluarkan lemak yang
meminyaki kulit dan menjaga kelunakan rambut. Kelenjar palit membentuk
25

sebum atau urap kulit. Terkecuali pada telapak tangan dan telapak kaki,
kelenjar palit terdapat di semua bagian tubuh terutama pada bagian muka.
Pada umumnya, satu batang rambut hanya mempunyai satu kelenjar
palit atau kelenjar sebasea yang bermuara pada saluran folikel rambut. Pada
kulit kepala, kelenjar palit atau kelenjar sebasea menghasilkan minyak
untuk melumasi rambut dan kulit kepala. Pada kebotakan orang dewasa,
ditemukan bahwa kelenjar palit atau kelenjar sebasea membesar sedangkan
folikel rambut mengecil. Pada kulit badan termasuk pada bagian wajah, jika
produksi minyak dari kelenjar palit atau kelenjar sebasea berlebihan, maka
kulit akan lebih berminyak sehingga memudahkan timbulnya jerawat.

c. HIPODERMIS / SUBCUTIS.
Lapisan ini terutama mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan
limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit. Cabang-
cabang dari pembuluh-pembuluh dan saraf-saraf menuju lapisan kulit jangat.
Jaringan ikat bawah kulit berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan
bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh dan sebagai
cadangan makanan.
Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur
tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata.
Jika usia menjadi tua, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga
menurun. Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak lemak, lemaknya
berkurang sehingga kulit akan mengendur serta makin kehilangan kontur.
Kulit tipis menutupi seluruh bagian tubuh kecuali vola manus dan planta
pedis yang merupakan kulit tebal. Epidermisnya tipis sedangkan ketebalan
kulitnya tergantung dari daerah di tubuh. Pada dasarnya memiliki susunan yang
sama dengan kulit tebal, hanya terdapat beberapa perbedaan :
1. Epidermis sangat tipis,terutama stratum spinosum menipis.
2. Stratum granulosum tidak merupakan lapisan yang kontinyu.
3. Tidak terdapat stratum lucidium.
4. Stratum corneum sangat tipis.
5. Papila corii tidak teratur susunannya.
6. Lebih sedikit adanya glandula sudorifera.
7. Terdapat folikel rambut dan glandula sebacea.
2. Derivat Kulit
a. Rambut
Rambut merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari
invaginasi epitel epidermis. Rambut ditemukan diseluruh tubuh kecuali pada
25

telapak tangan, telapak kaki, bibir, glans penis, klitoris dan labia minora.
Pertumbuhan rambut pada daerah-daerah tubuh seperti kulit kepala, muka, dan
pubis sangat dipengaruhi tidak saja oleh hormon kelamin-terutama androgen-
tetapi juga oleh hormon adrenal dan hormon tiroid. Setiap rambut berkembang
dari sebuah invaginasi epidermal, yaitu folikel rambut yang selama masa
pertumbuhannya mempunyai pelebaran pada ujung disebut bulbus rambut.
Pada dasar bulbus rambut dapat dilihat papila dermis. Papila dermis
mengandung jalinan kapiler yang vital bagi kelangsungan hidup folikel rambut.
Rambut terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian
dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Terdapat 2 jenis rambut :
Rambut terminal ( dapat panjang dan pendek)
Rambut velus ( pendek, halus dan lembut).
Rambut mempunyai fungsi yaitu:
Melindungi kulit dari pengaruh buruk, seperti alis mata melindungi mata
dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae) untuk
menyaring udara.
Pengatur suhu
Pendorong penguapan keringat
Indera peraba yang sensitive.
Terdapat 2 fase rambut :
Fase pertumbuhan (Anagen)
Kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat
diikuti kulit kepela. Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun. 90 % dari
100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan
pada satu saat.
Fase Istirahat ( Telogen)
Berlangsung 4 bulan, rambut mengalami kerontokan 50 100 lembar
rambut rontok dalam tiap harinya. Gerak merinding jika terjadi trauma ,
stress, disebut Piloereksi. Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin .
Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hormon
seks( rambut wajah, janggut, kumis, dada, punggung, di kontrol oleh H.
Androgen. Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis
Endokrin. Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S.
Cushing(wanita).
25

b. Kuku
Kuku tersusun atas protein yang mengeras disebut keratin. Fungsinya
sebagai pelindung ujung jari tangan dan jari kaki. Lempeng kuku (LK)
berbentuk empat persegi panjang, keras, cembung ke arah lateral dan dorsal,
transparan, terletak di dorsalo paling distal. LK terbentuk dari bahan tanduk
yang tumbuh ke arah dorsal untuk waktu yang tidak terbatas. Kecepatan
tumbuh kuku jari tangan: lebih kurang 0,1 mm/ hari, kuku jari kaki 1/3-1/2
kecepatan kuku jari tangan. Tebal kuku tangan bervariasi 0,5 mm- 0,75mm,
dan pada kaki dapat mencapai 1,0 mm. LK terdiri dari tiga lapisan horizontal
yang masing-masing adalah:
Lapisan dorsal tipis yang dibentuk oleh matriks bagian proksimal (1/3
bagian).
Lapisan intermediet yang dibentuk oleh matriks bagian distal (2/3 bagian).
Lapisan ventral yang dibentuk oleh lapisan tanduk dasar kuku dan
hiponikium yang mengandung keratin lunak.
Lunula atau bulan sabit terletak di proksimal LK. Lunula merupakan
ujung akhir matriks kuku. Warna putih lunula disebabkan epitel yang lebih
tebal dari epitel kasar kuku dan kurang melekatnya epitel dibawahnya sehingga
transmisi warna pembuluh drah kurang dipancarkan. Daerah di bawah LK
disebut hiponikium. Alur kuku dan lipat kuku merupakan batas dan pelindung
kuku. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan epidermis, bersama kuku
yang melindungi matriks kuku. Produk akhirnya adalah kutikel. Pada matriks
kuku terdapat sel melanosit.
Bagian-bagian kuku :
Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
Dinding kuku (nail wall) : merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi
bagian pinggir dan atas.
Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
Alur kuku (nail groove) : merupakan celah antara dinding dan dasar kuku.
Akar kuku (nail root): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi
dinding kuku.
25

Lempeng kuku (nail plate) : merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi
dinding kuku.
Lunula : merupakan bagian lempeng kuku berwarna putih dekat akar kuku
berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
Eponikium : merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya
menutupi bagian permukaan lempeng kuku.
Hiponikium : merupakan dasar kuku, kulit ari di bawah kuku yang bebas
(free edge) menebal.
C. Patofisiologi Sistem Integumen
1. Peradangan pada Kulit
Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada kulit.
Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya diturunkan
melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih sulit untuk
disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anak-anak, biasanya
setelah dewasa akan sembuh dengan total.
Ada baiknya mengetahui penyebab radang kulit. Hal ini dimaksudkan ketika
penyakit ini datang bisa lebih mudah mencari obat untuk menyembuhkan radang
kulit. Penyebab radang kulit diantaranya karena penggunaan kosmetik yang tidak
sesuai, alergi terkena bahan-bahan perhiasan imitasi, alergi terkena kain yang
bersifat kasar, alergi dengan detergen ataupun cairan untuk mencuci lainnya,
penggunaan jam tangan, alergi terhadap penggunaan ponsel bahkan alergi
terhadap makanan tertentu.
Gejala yang ditimbulkan jika radang kulit ini hadir di kulit adalah akan timbul
rasa yang sangat gatal yang dilanjutkan dengan timbulnya lepuhan di kulit yang
berwarna merah. Lepuhah ini dapat pecah dan akan mengeluarkan cairan. Bila
cairan ini dibiarkan akan mengering dan akan menimbulkan kerak pada kulit.
Jika gejala radang pada kulit sudah hadir maka hindari kontak dengan alergen
(bahan yang menyebabkan alergi). Biasanya akan timbul kebingungan untuk
mengingat bahan yang menyebabkan alergi. Namun yang bisa Kita perhatikan
dimana letak radang kulit yang timbul. Jika terjadi muka, kemungkinan
disebabkan pemakaian kosmetik yang tidak sesuai. Namun jika terjadi pada
pergelangan tangan tempat dimana biasanya menggunakan jam tangan,
kemungkinann karena tekananan pemakaian jam tangan tersebut.
Gejala radang yang ditemukan di daerah tempat pemakaian kosmetik bisa jadi
disebabkan karena pemakaian perhiasan tersebut. Namun jika terjadi pada tangan
25

dan jari-jari bisa jadi disebabkan karena penggunana deterjen ataupun penggunaan
cairan untuk mencuci lainnya. Selain itu jika rasa gatal ini timbul, hindari untuk
menggaruknya. Sebaiknya gunakan krim pelembab. Hal ini mencegah kulit
mengering yang rentan menimbulkan rasa gatal. Obat anti alergi juga bisa
menyembuhkan radang kulit. Jika sudah sangat mengganggu dan untuk
menghindarkan terjadinya infeksi alangkah baiknya untuk memeriksakan kepada
dokter agar diberikan penanganan untuk menyembuhkan radang kulit dengan
lebih baik.
2. Penyakit Peradangan Pada Kulit
Penyakit dermatitis Dermatitis adalah suatu kondisi umum yang biasanya
tidak mengancam jiwa atau menular. Tapi kondisi ini dapat membuat seseorang
merasa tidak nyaman dan percaya diri. Langkah perawatan diri dan obat-obatan
dapat membantu mengobati penyakit dermatitis.
Pengertian dermatitis adalah istilah umum yang menggambarkan suatu
peradangan pada kulit. Ada berbagai jenis dermatitis, termasuk dermatitis
seboroik dan dermatitis atopik (eksim). Meskipun gangguan tersebut dapat
memiliki banyak penyebab dan terjadi dalam berbagai bentuk, gambaran klinis
yang ditimbulkan antara lain bengkak, memerah dan kulit gatal.
Dermatitis adalah istilah yang luas yang mencakup berbagai gangguan yang
semua mengakibatkan ruam, merah gatal. Beberapa jenis dermatitis hanya
mempengaruhi bagian tertentu dari tubuh, sedangkan yang lain dapat terjadi di
mana saja. Beberapa jenis dermatitis memiliki penyebab yang diketahui,
sedangkan yang lainnya tidak. Namun, penyakit dermatitis selalu berhubungan
dengan kulit yang bereaksi terhadap kekeringan berat, menggaruk, zat iritasi, atau
alergen. Biasanya, substansi yang datang dalam kontak langsung dengan kulit,
tetapi kadang-kadang substansi juga datang karena ditelan (seperti alergi
makanan). Dalam semua kasus, menggaruk terus menerus atau menggosok
akhirnya dapat menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit.
Bagaimana Dermatitis Terjadi?
Dermatitis mungkin merupakan reaksi singkat untuk substansi. Dalam kasus
seperti itu dapat menghasilkan gejala-gejala, seperti gatal dan kemerahan, hanya
beberapa jam atau hanya satu atau dua hari. Dermatitis kronis bertahan selama
jangka waktu tertentu. Tangan dan kaki sangat rentan terhadap dermatitis kronis,
karena tangan sering kontak dengan zat-zat asing dan kaki berada di bagian bawah
25

yang kondisinya hangat lembab sehingga penggunaan kaus kaki dan sepatu dapat
mendukung pertumbuhan jamur.
Dermatitis kronis dapat mewakili salah satu kontak, jamur, atau penyakit kulit
lainnya yang tidak cukup di diagnosis atau diobati, atau mungkin salah satu dari
beberapa kelainan kulit kronis yang tidak diketahui asalnya. Karena dermatitis
kronis menghasilkan retak dan lecet di kulit, semua jenis dermatitis kronis dapat
menyebabkan infeksi bakteri. Terdapat berbagai jenis penyakit dermatitis, namun
dermatitis kontak dan dermatitis atopik merupakan jenis yang paling sering
ditemukan.
3. Infeksi pada Kulit
Penyakit infeksi kulit adalah penyakit yang paling umum, terjadi pada orang-
orang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit membutuhkan
waktu lama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi lebih mencemaskan
jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak banyak statistik yang
membuktikan bahwa frekuensi yang tepat dari penyakit kulit, namun kesan umum
sekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis jika menderita penyakit pada
kulit. Matahari adalah salah satu sumber yang paling menonjol dari kanker kulit
dan trauma terkait. Penyakit kulit untuk sebagian orang terutama wanita akan
menghasilkan kesengsaraan, penderitaan, ketidakmampuan sampai kerugian
ekonomi. Selain itu,mereka menganggap cacat besar dalam masyarakat. Namun
akibat kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu kedokteran bekas luka kulit
dapat berhasil dilepas dengan perencanaan plastik, terapi laser, pencangkokan
kulit dan lain sebagainya. Gejala-gejala penyakit pada kulit dapat menjadi parah
jika tidak diobati, kadang-kadang bahkan menyakitkan. Beberapa penyakit radang
kulit dapat menyebabkan jaringan parut dan pengrusakan. Gejala-gejala penyakit
kulit pun perlu dirawat untuk mengontrol tingkat keparahan dan
perkembangannya.
Macam-Macam Penyakit Infeksi Pada Kulit :
1. Eksim(ekzema)Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah,
terasa gatalterutama pada malam hari, timbul gelembung kecil yang berisi air
atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna merah, sangat gatal dan terasa panas.
Penyebabnyakarena alergi terhadap rangsangan zatkimia tertentu, maupun
kepekaan terhadapmakanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin,
25

dllPencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat


menimbulkan alergi.
2. Kudis (Skabies)Gejala : timbul gatal hebat di malam hari, terutama di sela-sela
jari tangan, di bawah ketiak, pinggang, alat kelamin, sekeliling siku, aerole
(sekeliling puting payudara), dan permukaan depan pergelangan.Kudis mudah
menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung(handuk,
pakaian, dll).Pencegahan : kudis lebih sering terjadi di daerah yang higienisnya
buruk, jadimemelihara kebersihan tubuh adalah wajib bila ingin terhindar dari
penyakit kulit ini.
3. Kurap Penyebab : jamur Gejala : kulit menjadi tebal dan timbul lingkaran-
lingkaran, bersisik, lembab, berair,dan terasa gatal. kemudian timbul bercak
keputihan.Pencegahan : jaga kebersihan kulit terutama di area tengkuk, leher,
dan kulit kepala.
4. Bisul (Furunkel)Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus
aureus pada kulitmelalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat
yang kemudianmenimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko
terkena bisul antara lainkebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi,
pelemahan diabetes, kosmetika yangmenyumbat pori dan pemakaian bahan
kimia.
5. Campak (Rubella)Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit
kepala, badanterasa lesu, tidak nafsu makan, dan radang mata. Setelah
beberapa hari dari gejalatersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah
besar, tersebar ke beberapa bagiantubuh.
6. Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh
mycobacteriumlepra yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf
tepi, selanjutnya dapatmenyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian
atas, sistem endotelial, mata,otot, tulang, dan testis
Tanda pasti kusta adalah:
Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa
Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dankelemahan
pada otot tangan, kaki, dan mata
Pada pemeriksaan kulit BTA +
7. Lepra
Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengkerut bahkan jika penyakit
tersebut sudah akut kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging
25

anda, jika anda merasa telah terkena penyakit kulit jenis ini segeralah berobat
ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit ini dapat menjadi momok yang
menakutkan.
8. Cacar air (Frambusia) Penyebab penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis
virus bakteri Trypanosoma. Penyakit ini sangat menular terutama melalui
udara, pakaian, tempattidur dan keropeng penderita. Keterangan : Dari jauh
kulit yang terkena Frambusia mirip dengan buah frambus yang berbintil-bintil
ranum. Gejala : Bintil,Frambus,Cacar Air.
9. Panu atau panau adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh
jamur,penyakit panu ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai
rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat
atau merah tergantung warna kulit si penderita.Panau paling banyak dijumpai
pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada
penderita berumur tua. Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan
dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur
yang dijual di pasaran, dan dapat jugadiobati dengan obat-obatan tradisional
seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang
terserang Panau.
10. Infeksi Jamur Kulit dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan
kerusakan tekstur kulit sehingga terlihat buruk. Belum lagi, rasa gatal yang
sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jika tidak segera di atasi,
jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebih luas.

4. Alergi pada Kulit


Jenis-jenis Alergi kulit :
a. Alergi kulit jenis Dermatitis Atopik (Eksim)
Dermatitis atopik sering terjadi pada anak-anak, walaupun pada dewasa
muda juga biasa terjadi dan bisa terus ke dalam kehidupan dewasa. Ruam
dermatitis atopik terjadi di mana seseorang terkena goresan. Pada bayi, ruam
terjadi di pipi dada, dan kulit kepala. Anak yang lebih besar dan dewasa
biasanya memiliki ruam di kulit lipatan siku dan di belakang lutut, meskipun
mungkin juga terjadi pada wajah, leher, tangan, kaki dan punggung. Ruam ini
merah, sering serpih atau merembes, dan lepuh kecil atau benjolan. Sering
terjadi excoriations atau daerah alergi kulit yang rusak dari agresifitas garukan.
b. Alergi kulit jenis Urtikaria (Hives) dan Angioedema (Pembengkakan)
25

Urtikaria adalah sebuah ruam gatal yang dapat terjadi pada semua usia.
Ruam ini muncul sebagai akibat pengangkatan benjolan merah dari berbagai
bentuk dan ukuran, dan biasanya berlangsung selama beberapa menit hingga
berjam-jam. Pembengkakan kadang-kadang sejalan dengan urtikaria yang biasa
disebut angioedema (biasanya pembengkakan pada bibir, mata, dan tangan dan
kaki). Angioedema biasanya tidak gatal atau merah, ia cenderung untuk
membakar, menyengat atau menyebabkan sensasi kesemutan. Parah
pembengkakan ini kemampuan untuk bernapas bisa berbahaya dan bahkan
mengancam jiwa.
c. Alergi kulit jenis Kontak Dermatitis
Kontak dermatitis ini disebabkan dari kontak kulit yang dapat menjadi
alergi kulit dengan zat yang menyebabkan reaksi seperti ruam. Orang bereaksi
terhadap berbagai bahan kimia, termasuk kosmetik, pewarna rambut, logam,
obat topical, dan sebagainya. Contoh dari dermatitis kontak adalah ruam dari
poison ivy, yang sangat gatal dan muncul sebagai lepuh cairan dan kerak
setelah kontak dengan tanaman. Ruam dermatitis kontak ini dapat terlihat
seperti dermatitis atopik, tapi bintik merah itu biasanya terletak hanya di daerah
kontak dengan bahan kimia. Lokasi umum meliputi wajah, terutama kelopak
mata, leher, tangan dan kaki.
Dermatitis Kontak untuk logam, seperti di perhiasan resleting pada
pakaian, biasanya terjadi pada pergelangan tangan leher, tangan, telinga dan di
pinggang.
D. Pemeriksaan Penunjang Sistem Integumen
1. Biopsi Kulit
Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan
cara eksisi dengan scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan
mengambil bagian tengah jaringan.
Indikasi :
Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. Dengan
warna dan bentuk yang tidak lazim.
Pembentukan lepuh.
2. Patch Test
Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien
dibawah plester khusus ( exclusive putches ).
Iindikasi :
Dermatitis, gejalak kemerahan, tonjolan halus, gatal- gatal. Reaksi + lemah.
25

Blister yang halus, papula dan gatal-gatal yang hebat reaksi + sedang.
Blister/bullae, nyeri, ulserasi reaksi + kuat.
Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test :
Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl
pelaksanaan.
Sample masing masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan
pada plester berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung,dengan
jumlah ynag bervariasi.( 20 30 buah).
Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat plester masih
menempel.
Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit.
2- 3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi.
3. Pengerokan Kulit
Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi, jamur, yang dicurigai.dengan
menggunakan skatpel yang sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan
yang dikerok menempel pada mata pisau hasil kerokan dipindahkan ke slide
kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.
4. Pemeriksaan Cahaya Wood ( Light Wood)
Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light
yang akan menghasilakan cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang
khas.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang gelap, digunakan untuk
memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan
hiperpigmentasi.
5. Apus Tzanck
Untuk memeriksa sel sel kulit yang mengalami pelepuhan.
Indikasi :
Herpes zoster,varisella, herpes simplek dan semua bentuk pemfigus.
Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan
periksa.
E. Pengkajian
Untuk menetapkan bahan alergen penyebab dermatitis kontak alergik
diperlukan anamnesis yang teliti, riwayat penyakit yang lengkap, pemeriksaan
fisik dan uji tempel. Anamnesis ditujukan selain untuk menegakkan diagnosis
juga untuk mencari kausanya. Karena hal ini penting dalam menentukan terapi
dan tindak lanjutnya, yaitu mencegah kekambuhan. Diperlukan kesabaran,
ketelitian, pengertian dan kerjasama yang baik dengan pasien. Pada anamnesis
perlu juga ditanyakan riwayat atopi, perjalanan penyakit, pekerjaan, hobi, riwayat
25

kontaktan dan pengobatan yang pernah diberikan oleh dokter maupun dilakukan
sendiri, obyek personal meliputi pertanyaan tentang pakaian baru, sepatu lama,
kosmetika, kaca mata, dan jam tangan serta kondisi lain yaitu riwayat medis
umum dan mungkin faktor psikologik.Pemeriksaan fisik didapatkan adanya
eritema, edema dan papula disusul dengan pembentukan vesikel yang jika pecah
akan membentuk dermatitis yang membasah. Lesi pada umumnya timbul pada
tempat kontak, tidak berbatas tegas dan dapat meluas ke daerah sekitarnya.
Karena beberapa bagian tubuh sangat mudah tersensitisasi dibandingkan bagian
tubuh yang lain maka predileksi regional diagnosis regional akan sangat
membantu penegakan diagnosis.
Kriteria diagnosis dermatitis kontak alergik adalah :
1. Adanya riwayat kontak dengan suatu bahan satu kali tetapi lama, beberapa kali
atau satu kali tetapi sebelumnya pernah atau sering kontak dengan bahan
serupa.
2. Terdapat tanda-tanda dermatitis terutama pada tempat kontak.
3. Terdapat tanda-tanda dermatitis disekitar tempat kontak dan lain tempat yang
serupa dengan tempat kontak tetapi lebih ringan serta timbulnya lebih lambat,
yang tumbuhnya setelah pada tempat kontak.
4. Rasa gatal
5. Uji tempel dengan bahan yang dicurigai hasilnya positif
Berbagai jenis kelainan kulit yang harus dipertimbangkan dalam diagnosis
banding adalah :
1. Dermatitis atopik : erupsi kulit yang bersifat kronik residif, pada tempat-tempat
tertentu seperti lipat siku, lipat lutut dise rtai riwayat atopi pada penderita atau
keluarganya. Penderita dermatitis atopik mengalami efek pada sisitem imunitas
seluler, dimana sel TH2 akan memsekresi IL-4 yang akan merangsang sel
Buntuk memproduksi IgE, dan IL-5 yang merangsang pembentukan eosinofil.
Sebaliknya jumlah sel T dalam sirkulasi menurun dan kepekaan terhadap
alergen kontak menurun.
2. Dermatitis numularis : merupakan dermatitis yang bersifat kronik residif
dengan lesi berukuran sebesar uang logam dan umumnya berlokasi pada sisi
ekstensor ekstremitas.
3. Dermatitis dishidrotik : erupsi bersifat kronik residif, sering dijumpai pada
telapak tangan dan telapak kaki, dengan efloresensi berupa vesikel yang
terletak di dalam.
25

4. Dermatomikosis : infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur dengan efloresensi


kulit bersifat polimorf, berbatas tegas dengan tepi yang lebih aktif.
5. Dermatitis seboroik : bila dijumpai pada muka dan aksila akan sulit dibedakan.
Pada muka terdapat di sekitar alae nasi, alis mata dan di belakang telinga.
6. Liken simplek kronikus : bersifat kronis dan redisif, sering mengalami iritasi
atau sensitisasi. Harus dibedakan dengan dermatitis kontak alergik bentuk
kronik.

F. Diagnosis Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang umumnya muncul pada klien penderita
kelainan kulit seperti dermatitis kontak adalah sebagai berikut :
1. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kekeringan pada kulit
2. Resiko kerusakan kulit berhubungan dengan terpapar alergen
3. Perubahan rasa nyaman berhubungan dengan pruritus
4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus
5. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak
bagus.
6. Kurang pengetahuan tentang program terapi berhubungan dengan inadekuat
informasi
G. Intervensi Keperawatan
1. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kekeringan pada kulit
Tujuan : Kulit klien dapat kembali normal.
Kriteria hasil : Klien akan mempertahankan kulit agar mempunyai hidrasi yang
baik dan turunnya peradangan, ditandai dengan mengungkapkan peningkatan
kenyamanan kulit, berkurangnya derajat pengelupasan kulit, berkurangnya
kemerahan, berkurangnya lecet karena garukan, penyembuhan area kulit yang
telah rusak
a. Intervensi:
- Mandi paling tidak sekali sehari selama 15 20 menit.
- Segera oleskan salep atau krim yang telah diresepkan setelah mandi.
- Mandi lebih sering jika tanda dan gejala meningkat.
b. Rasional :
- Dengan mandi air akan meresap dalam saturasi kulit.
- Pengolesan krim pelembab selama 2 4 menit setelah mandi untuk
mencegah penguapan air dari kulit.
- Gunakan air hangat jangan panas.
2. Resiko kerusakan kulit berhubungan dengan terpapar alergen
Tujuan : Tidak terjadi kerusakan pada kulit klien
25

Kriteria hasil : Klien akan mempertahankan integritas kulit, ditandai dengan


menghindari alergen

a. Intervensi :
- Ajari klien menghindari atau menurunkan paparan terhadap alergen yang
telah diketahui.
b. Rasional :
- Menghindari alergen akan menurunkan respon alergi,
- Baca label makanan kaleng agar terhindar dari bahan makan yang
mengandung alergen
- Hindari binatang peliharaan.
3. Perubahan rasa nyaman berhubungan dengan pruritus
Tujuan : Rasa nyaman klien terpenuhi
Kriteria hasil : Klien menunjukkan berkurangnya pruritus, ditandai dengan
berkurangnya lecet akibat garukan, klien tidur nyenyak tanpa terganggu rasa
gatal, klien mengungkapkan adanya peningkatan rasa nyaman
a. Intervensi
- Jelaskan gejala gatal berhubungan dengan penyebabnya (misal
keringnya kulit) dan prinsip terapinya (misal hidrasi) dan siklus gatal-
garuk-gatal-garuk.
b. Rasional :

- Dengan mengetahui proses fisiologis dan psikologis dan prinsip gatal


serta penangannya akan meningkatkan rasa kooperatif.

- Cuci semua pakaian sebelum digunakan untuk menghilangkan


formaldehid dan bahan kimia lain serta hindari menggunakan pelembut
pakaian buatan pabrik.
25

4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus.

Tujuan : Klien bisa beristirahat tanpa adanya pruritus.

Kriteria Hasil :

1. Mencapai tidur yang nyenyak.

2. Melaporkan gatal mereda.

3. Mempertahankan kondisi lingkungan yang tepat.

4. Menghindari konsumsi kafein.

5. Mengenali tindakan untuk meningkatkan tidur..

a. Intervensi :

- Nasihati klien untuk menjaga kamar tidur agar tetap memiliki ventilasi
dan kelembaban yang baik.

b. Rasional:

- Udara yang kering membuat kulit terasa gatal, lingkungan yang nyaman
meningkatkan relaksasi.

- Menjaga agar kulit selalu lembab.

6. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak


bagus.

Tujuan : Pengembangan peningkatan penerimaan diri pada klien tercapai

Kriteria Hasil :

1. Mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri.

2. Mengikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan perawatan diri.


25

3. Melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi.

4. Menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri.

5. Mengutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat.

6. Tampak tidak meprihatinkan kondisi.

7. Menggunakan teknik penyembunyian kekurangan dan menekankan teknik


untuk meningkatkan penampilan

a. Intervensi :

- Kaji adanya gangguan citra diri (menghindari kontak mata,ucapan


merendahkan diri sendiri).

- Identifikasi stadium psikososial terhadap perkembangan.

- Berikan kesempatan pengungkapan perasaan.

- Nilai rasa keprihatinan dan ketakutan klien, bantu klien yang cemas
mengembangkan kemampuan untuk menilai diri dan mengenali
masalahnya.

- Dukung upaya klien untuk memperbaiki citra diri , spt merias,


merapikan.

- Mendorong sosialisasi dengan orang lain.

b. Rasional:

- Gangguan citra diri akan menyertai setiap penyakit/keadaan yang


tampak nyata bagi klien, kesan orang terhadap dirinya berpengaruh
terhadap konsep diri.

- Terdapat hubungan antara stadium perkembangan, citra diri dan reaksi


serta pemahaman klien terhadap kondisi kulitnya.
25

- klien membutuhkan pengalaman didengarkan dan dipahami.

- Memberikan kesempatan pada petugas untuk menetralkan kecemasan


yang tidak perlu terjadi dan memulihkan realitas situasi, ketakutan
merusak adaptasi klien .

- Membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi.

- Membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi.

7. Kurang pengetahuan tentang program terapi

Tujuan : Terapi dapat dipahami dan dijalankan

Kriteria Hasil :

1. Memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit.

2. Mengikuti terapi dan dapat menjelaskan alasan terapi.

3. Melaksanakan mandi, pembersihan dan balutan basah sesuai program.

4. Menggunakan obat topikal dengan tepat.

5. Memahami pentingnya nutrisi untuk kesehatan kulit.

a. Intervensi :

- Kaji apakah klien memahami dan mengerti tentang penyakitnya.

- Jaga agar klien mendapatkan informasi yang benar, memperbaiki


kesalahan konsepsi/informasi.
25

- Peragakan penerapan terapi seperti, mandi dan penggunaan obat-obatan


lainnya.

- Nasihati klien agar selalu menjaga hygiene pribadi juga lingkungan.

b. Rasional:

- Memberikan data dasar untuk mengembangkan rencana penyuluhan.

- Klien harus memiliki perasaan bahwa sesuatu dapat mereka perbuat,


kebanyakan klien merasakan manfaat.

- Memungkinkan klien memperoleh cara yang tepat untuk melakukan


terapi.

- Dengan terjaganya hygiene, dermatitis alergi sukar untuk kambuh


kembali

H. Evaluasi

Evaluasi yang akan dilakukan yaitu mencakup tentang :

1. Memiliki pemahaman terhadap perawatan kulit.

2. Mengikuti terapi dan dapat menjelaskan alasan terapi.

3. Melaksanakan mandi, pembersihan dan balutan basah sesuai program.

4. Menggunakan obat topikal dengan tepat.


25

DAFTAR PUSTAKA
Sistem Integumen/iisulalabanget@blogspot.com_ Sistem Integumen.html
Sistem Integumen/Materi Anatomi Fisiologi Manusia (Sistem Integumen) _
Blog Unie Achie Jonyo.html
Smeitzer,S.C, B.G.2002.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah:Brunner dan
suddrath.Vol 2 ed.8.jakarta:EGC
Sistem Integumen/linkedln.com
SISTEM INTEGUMEN _ KULIT _ Health & Lifestyle.html

Anda mungkin juga menyukai