Anda di halaman 1dari 4

Salivian /1406566672

Crystallography of the Martensitic Transformation

Fasa Martensite biasanya berbentuk sebuah bidang , bidang kontak antara fasa awal
(parent phase) dengan fasa martensite dikenal dengan habit plane .Saat pembentukan
martensite akan terjadi sebuah transformasi , yang mengakibatkan shape deformation , shape
deformation ini terbagi menjadi 2 komponen vector , yaitu komponen yang memiliki arah
normal terhadap habit plane dan shear component yang sejajar arah shear pada habit plane .
Komponen yang sejajar ini dikenal dengan nama macroscopic shear yang menandakan
kuantitas dari shape deformation yang terjadi , sedangkan komponen normal menandakan
perubahan volume akibat transformasi . Sedangkan habit plane sendiri tidak mengalami
distorsi.

Parameter yang sangat penting dalam mempelajari transformasi ke fasa martensite


adalah hubungan orientasi ( orientation relationship) antara lattice parent phase dengan fasa
martensite , relation ini sering dijelaskan dengan sudut antara crystallographic direction
antara 2 fasa ini atau dengan kesejajaran antara bidang dan arah kristalografik dalam 2 fasa
ini. Hal ini penting karena dapat memberikan informasi mengenai mekanisme yang mungkin
dapat menjelaskan mengenai perubahan struktur Kristal . Beberapa relationship telah
dipelajari dan diobservasi , relationship ini antara lain

1. Bain Relation
2. Kurdjumov Sachs (K S) relation
- (111)p // (011) dan [0 1]p // [1 1]
3. Nishiyama Wasserman (N W) relation
- (111)p // (101) dan [1 1]p // [10 ]
4. Greninger Troiano (G T) relation , pada relasi ini bidang dan arah tidak persis
sejajar
- (111)p (011) dan [ 01]p [ ]

Selain itu juga terdapat transformasi martensite yang bermula dari fcc ke hcp austenite
kemudian dari fcc ke bcc martensite , yang dikenal dengan

5. Burgers relation
- (111)p//(0001)//(101) dan [1 ]p//[1 10]//[11 ]p
Sebagai contoh pada N W relation , family bidang {111} austenite ( terdapat 4) ,
dapat menjadi bidang yang sejajar , dari tiap bidang tersebut satu dari tiga arah <1 1> , dapat
dipilih sebagai arah orientasi . Sehingga total terdapat 12 kristal dengan orientasi yang
berbeda , dalam 1 buah Kristal austenite . Kristal martensite yang berbeda ini disebut dengan
variants.

Pengamatan yang dilakukan pada K S relation dan N W relation , menghasilkan


keyakinan bahwa martensite terbentuk akibat shear yang terjadi pada bidang dan arah yang
dispesifikan pada relation masing-masing. Namun hal ini ternyata tidak konsisten dengan
hasil pengamatan eksperimen. Kemudian pengamatan yang dilakukan Greninger dan
Troiano (1949) menemukan terdapat elevasi permukaan (surface relief) yang mungkin
diakibatkan oleh homogeneous shear yang terjadi sepanjang habit plane , mereka pun
mengusulkan bahwa dua jenis shear terlibat dalam pembentukan martensite , yaitu shear
yang menyebabkan perubahan bentuk makroskopis, dan shear yang perlu diberikan untuk
mendapatkan perubahan structural , tapi tidak menghasilkan perubahan bentuk makroskopis
yang dapat diamati.

Hal ini yang kemudian menjadi dasar beberapa orang mengeluarkan teori baru seperti

J.S. Bowles (1951)


Wechsler et al (1953)
Bowles and Mackenzie (1954)
Bullough and Bilby (1956)
Bilby and Frank (1960)
C.M. Wayman (1964)
J.W. Christian (1965)
Z. Nishiyama (1978)
M. Ahlers (1982)

Orientation relationship dan orientasi dari habit plane berubah tiap system alloy ,
juga dengan komposisi yang berbeda dalam satu system . Hasil dari pengamatan yang
dilakukan terhadap parameter ini dapat dilihat
Referensi

Delaey, Luc. "Diffusionless transformations." Materials science and


technology (1991).
J. Christian. TWINNING AND MARTENSITIC TRANSFORMATION. Journal de
Physique Colloques, 1974, 35 (C7), pp.C7-65-C7-76. <10.1051/jphyscol:1974705>.
<jpa-00215861>
Nishiyama, Zenji. Martensitic transformation. Elsevier, 2012.
Wayman, Clarence Marvin. Introduction to the crystallography of martensitic
transformations. Macmillan, 1964.