Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan Diskusi Materi Inisiasi V sesuai materi pembahasan yaitu

tentang persamaan Hamada, Teori Miller, Model Trade OFF.

Selanjutnya, untuk membahas dan menyimpulkan atas materi bahasan dari


permasalahan tersebut di atas dapat disajikan lebih dahulu landasan teori dari para
pakar sebagaimana didapat dalam buku Buku Materi Pokok (BMP), Manajemen
Keuangan, dan materi tambahan Manajemen Keuangan, Universita Terbuka, Dan
untuk mempermudah menganalisis permasalahan sesuai dengan urutan pembahasan
maka landasan teori disesuaikan dengan urutan permasalahan yang dipertanyakan
yaitu ;

I. Landasan teori Model Hamada

Robert Hamada mengajukan teori struktur modal lainya yang merupakan


kombinasi antara Capital Asset Princing Model (CAPM) dan Model MM
sesudah Pajak, dengan mempertimbangkan risiko pasar modal dari risiko
bisnis dan risiko keuangan. Cara menghitung biaya modal sendiri pada
perusahaan yang menggunakan utang ( laverage firm) dengan model
Hamada, disebutkan sebagai berikut :

Ksl = risk free rate + business risk premium + financial risk premium
= Krf + (Km - Krf )bu + (Km-Krf)bu (1-T)(D/S)
Keterangan
Ksl : tingkat keuntungan yang diisyarakatkan pada modal
sendiri atau biaya nodal sendiri pada levered firm.
Krf : tingkat bunga bebas risiko
Km : tingkat bunga risiko pasar
bu : koefisein beta perusahaan bila tidak menggunakan
financial leverarage.
T : tingkat pajak (tax rate)
D : utang (debt).
S : modal sendiri (equity)
Berdasarkan persamaan pada model Hamada ini dapat
disimpulkan bahwa bila perusahaan tidak memiliki financial
lavarage (D=0), maka besar premi risiko keuangan adalah
nol, sehingga tingkat keuntungan yang diisyaratkan

1
investor atas modal sendiri hanya dikompensasi oleh risiko
bisnis.

II. Model Miller

Morton Miller memperkenalkan suatu model baru mengenai struktur modal


dengan memasukkan unsur pajak yang terdiri dari pajak perusahaan (Tc),
pajak pribadi atas penghasilan saham (Ts), dan pajak perusahaan penghasilan
dari utang (Td). Model ini didesain untuk menunjukan bagaimana leverage
mempengaruhi nilai perusahaan apabila memperhitungkan pajak pribadi dan
pajak perusahaan. Berdasarkan seperangkat asumsi yang digunakan dalam
model MM ( MODIGALINI DAN MILLER) sebelumnya dan
dimasukkannya unsur pajak pribadi, maka nilai perusahaan yang
menggunakan utang dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :

Vl= Vu + TD

di mana

T=
1Tc
1(1Ts)
(1Tp)

Sehingga

1Tc
(1Ts)
Vl= ]D
Vu+

Keterangan :
Vl = nilai perusahaan yang menggunakan utang
Tu = nilai perusahaan yang tidak menggunakan utang
Tc = pajak perusahaan
Ts = pajak pribadi atas penghasilan saham

2
Td = pajak pribadi atas penghasilan utang
D= utang (debt)
Model MM menambahkan adanya unsur pajak perusahaan pada modelnya dan
menyimpulkan bahwa struktur modal yang optimal dapat dicapai bila
perusahaan menggunakan 100 % utang. Model MM dengan pajak menunjukan
bahwa manfaat utama dari penggunaan utang adalah pembayaran bunga
sebagai pengurang pajak.

Lebih lanjut Miller memperluas teorinya dengan memasukan pajak


perorangan. Adanya pajak perorangan dalam teori Miller mengurangi manfaat
( bukan menghilangkan) adanya pendanaan dengan utang. Jadi model Miller
juga mengarah pada 100 % pendanaan dengan utang.

III. MODEL TRADE OFF

Beberapa asumsi yang melekat pada model MM dan Miller dapat dikurangi
tanpa mengubah kesimpulan dasar model MM/ Miller tersebut. Apabila
kesulitan keuangan (financial dstress) dan biaya keagenan ( agency accost)
dipertimbangkan maka hasil MM dan Miller dapat berubah secara segnifikan.

Kesulitan keuangan biasanya dialami oleh perusahaan yang memiliki utang,


bukan perusahaan yang tidak memiliki utang sama sekali. Semakin besar
utang yang digunakan semakin besar beban tetap biaya bunga dan semakin
besar probabilitas perusahaan tersebut mengalami penurunan penghasilan
yang akan menuju kearah kesulitan keuangan.

Biaya Keagenan, biaya keagenan ( agency cost) adalah biaya yang muncul
karena adanya problem keagenan (agency problem) yang terjadi antara
pemegang saham (stockholder) dengan kreditur (bandholder). Problem
keagenan muncul karena perusahaan menggunakan utang, dan
menginvestasikannya pada proyek-proyek yang berisiko tinggi

Apabila kesulitan keuangan dan biaya keagenan dipertimbangkan untuk


dimasukan kedalam model MM dengan pajak perusahaan maka akan
diperoleh suatu model struktur modal berikut ini.

Vl = Vu + Td (PV biaya kesulitan keuangan yang diharpakan)(PV biaya


keagenan).

3
Biaya Kesulitan keuangan dan biaya keagenan ditambahkan pada Model MM
dengan biaya pajak, menghasilkan suatu model yang disebut model trade-off. Model
ini menyatakan adanya struktur modal yang optimal yang dapat memaksimumkan
nilai perusahaan, yang komposisi utangnya terletak diantara 0 % dan 100 %.

Persamaan Hamada yang menggabungkan antara CAPM dengan model MM


dengan pajak adalah :

Ksl = Krf + (Km Krf)bu + (Km Krf) bu = ( 1 T)x(D/S)

Kesimpulan :

Berdasarkan dari teori Hamada, Miller, Trade OFF, adalah teori yang
digunakan oleh para pakar Manajemen Keuangan untuk dapat menilai
perusahaan dan bagaimana pengaruhnya terhadap struktur modal, dan sangat
bermanfaat untuk digunakan oleh Manajer Keuangan untuk memutuskan
sumber dana investasi berupa aset yang akan digunakan untuk operasi.
Penentuan pertimbangan pendanaan terbaik atau penentuan struktur modal
yang optimal sebagai keputusan struktur modal perusahaan.

Model Hamada adalah kombinasi antara Capital Asset Princing Model


(CAPM) dengan Model MM sesudah pajak, dengan mempertimbangkan risiko
pasar yang terdiri dari risiko bisnis dab risiko keuangan.

Demikian pembahasan forum diskusi V yang dapat saya sampaikan.

Sumber :

Ekawati, Erni, Manajemen Keuangan, Universitas Terbuka, 2015


Materi tambahan Tuton Manajemen Keuangan, Universitas Terbuka, diunduh,
1 Agustus 2016,

Anda mungkin juga menyukai