Anda di halaman 1dari 7

Pendahuluan

Rute pemberian obat ( Routes of Administration ) merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi efek obat, karena karakteristik lingkungan fisiologis anatomi dan biokimia
yang berbeda pada daerah kontak obat dan tubuh karakteristik ini berbeda karena jumlah
suplai darah yang berbeda; enzim-enzim dan getah-getah fisiologis yang terdapat di
lingkungan tersebut berbeda. Hal-hal ini menyebabkan bahwa jumlah obat yang dapat
mencapai lokasi kerjanya dalam waktu tertentu akan berbeda, tergantung dari rute pemberian
obat.
Rute pemberian obat menentukan jumlah dan kecepatan obat yang masuk kedalam tubuh,
sehingga merupakan penentu keberhasilan terapi atau kemungkinan timbulnya efek yang
merugikan. Rute pemberian obat dibagi 2, yaitu :
1) Jalur Enternal
Jalur enteral berarti pemberian obat melalui saluran gastrointestinal (GI), seperti pemberian
obat melalui sublingual, bukal, rektal, dan oral. Pemberian melalui oral merupakanjalur
pemberianobat paling banyak digunakankarena paling murah, paling mudah, dan paling
aman. Kerugian dari pemberian melalui jalur enternal adalah absorpsinya lambat, tidak dapat
diberikan pada pasien yang tidak sadar atau tidak dapat menelan. Kebanyakan obat diberikan
melalui jalur ini, selain alasan di atas juga alasan kepraktisan dan tidak menimbulkan rasa
sakit. Bahkan dianjurkan jika obat dapat diberikan melalui jalur ini dan untuk kepentingan
emergensi (obat segera berefek), obat harus diberikan secara enteral.
2) Jalur Parenteral
Parenteral berarti tidak melalui enteral. Termasuk jalur parenteral adalah transdermal
(topikal), injeksi, endotrakeal (pemberian obat ke dalam trakea menggunakan endotrakeal
tube), dan inhalasi. Pemberian obat melalui jalur ini dapat menimbulkan efek sistemik atau
lokal.
Penggunaan hewan percobaan dalam penelitian ilmiah dibidang kedokteran atau biomedis
telah berjalan puluhan tahun yang lalu. Hewan sebagai model atau sarana percobaan haruslah
memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, antara lain persyaratan genetis atau keturunan
dan lingkungan yang memadai dalam pengelolaannya, disamping factor ekonomis, mudah
tidaknya diperoleh, serta mampu memberikan reaksi biologis yang mirip kejadiannya pada
manusia.
Metode
Alat dan Bahan
Alat
Kandang mencit
Sarung tangan steril
Jarum suntik
Sonde oral
Bahan
Mencit
Alkohol
Aquadestillata
Tisu /kapas

Prosedur
Cara Memegang Mencit
Mengangkat ujung ekor mencit dengan tangan kanan, meletakkan pada suatu tempat yang
permukaannya tidak licin (misalnya ram kawat pada penutup kandang), jangan sampai mencit
stress dan ketakutan lalu mengelus elus mencit dengan jari telunjuk tangan kiri. Kemudian
menarik kulit pada bagian tengkuk mencit dengan jari tengah dan ibu jari tangan kiri, dan
tangan kanan memegang ekornya lalu membalikkan tubuh mencit sehingga menghadap ke
kita dan menjepit ekor dengan kelingking dan jari manis tangan kiri.

Cara Pemberian Obat (Oral)


Mencit dan tikus :
Pemberian obat dilakukan dengan menggunakan jarum suntik yang ujungnya tumpul
(sonde).Memegang mencit dengan menjepit bagian tekuk menggunakan ibu jari dan jari
telunjuk, dan ekornya dijepit diantara jari manis dan kelingking. Sebelum memasukkan sonde
oral, posisi kepala dan keadaan mulut harus diperhatikan. Ketika hewan dipegang dengan
posisi terbalik pastikan posisi kepala menengadah atau posisi dagu sejajar dengan tubuh dan
mulut terbuka sedikit. Selipkan sonde oral yang telah diisi aquadestillata dekat ke langit
langit mulut mencit. Kemudian luncurkan ke esofagus. Dan desakkan larutan keluar dari
jarum oral. Amati yang terjadi.
Kelinci :
Pemberian per-oral dengan menggunakan selang kateter. Selang kateter dimasukkan kedalam
mulut kelinci , untuk memastikan selang tersebut masuk ke dalam rongga mulut maka ujung
selang yang satu dimasukkan ke dalam beaker glas yang berisi air. Jika belum tepat maka
akan timbul gelembung-gelembung dalam air.
Pada pratikum pada ini digunakan alat sonde lambung yang berfungsi membantu
memasukkan obat dengan cara pencekokan pada tikus.
Teknik dan Proses
Teknik yang dilakukan pada saat penggunaan sonde lambung merupakan teknik cekok,
pertama hewan yang akan di cekok yaitu tikus harus dipersiapkan terlebih dahulu beserta
dengan alat cekok yang dilengkapi obat yang akan diberikan. Kemudian tikus tersebut
dihandling menggunakan satu tangan dengan pencekraman pada bagian cranial diantara sela
jari telunjuk dan jari tengah dan ibu jari pada bagian lateralnya. Setelah itu jepit bagian ekor
tikus menggunakan jari kelingking. Lalu arahkan mulut tikus tegak atau vertikal sejajar ke
atas dan masukkanlah sonde lambung kedalam rongga mulut dengan tangan yang bebas
lainnya melalui esophagus dengan catatan sonde lambung tersebut diolesi dengan KY gel
terlebih dahulu. Perhatikan reflek menelan pada tikus apabila ada berarti sonde terbut masuk
ke saluran pencernaan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasukan obat dengan sonde
lambung yang dilengkapi dengan spoit untuk mendorong cairan yang akan dimasukkan.
Sebelumnya aspirasi sedikit untuk memastikan bahwa sonde tersebut masuk ke saluran
pencernaan. Setelah itu dilanjutkan dengan mendorong spoit sampai semua cairan masuk ke
mulut hewan. Tarik kembali sonde setelah semua obat masuk ke mulut tikus tersebut.
Pembahasan Sonde Lambung
Cara pemberian secara oral merupakan terminologi ditelan dimaksudkan bahwa obat
masuk melalui mulut dan langsung menuju kesaluran pencernaan (gastrointestinal
tract=lambung atau usus) baik bersifat sistemik maupun local dalam tubuh. Dibandingkan
cara lain, maka cara ini paling aman, tidak sulit, menyenangkan dan aman dalam hal
pemberian obatnya. Dibandingkan cara lain, maka cara ini paling aman, tidak sulit,
menyenangkan dan aman dalam hal pemberian obatnya. Hal yang tidak menguntungkan
dengan cara ini adalah respon obat lambat, absorpsi tidak teratur tergantung factor interaksi
obat-makanan dalam saluran cerna. Hal-hal ini menyebabkan bahwa jumlah obat yang dapat
mencapai lokasi kerjanya dalam waktu tertentu akan berbeda, tergantung dari rute pemberian
obat (Katzug, B.G, 1989). Jika pada saat pemberian makanan melalui oral cairan yang
disuntikkan tidak tepat masuk ke esophagus maka tikus akan meninggal, hal ini disebabkan
karena cairan yang disuntuikkan masuk keparu-paru bukan kelambung. Proses pemasukan
obat melalui teknik cekok ini berguna untuk membantu pemasukkan obat pada tikus yang
mengalami kesulitan untuk memasukkan obat atau cairan lainnya yang dilakukan dengan
bantuan alat sonde lambung. Pada saat praktikum pencekokkan yang dilakukan semua tikus
masih hidup. Hal tersebut menandakan bahwa obat masuk berhasil ke dalam saluran
pencernaan tidak kedalam paru-paru.

"Nasogastric" terdiri dari dua kata, dari bahasa Latin dan dari bahasa Yunani, Naso
adalah suatu kata yang berhubungan dengan hidung dan berasal dari Latin nasusuntuk
hidung atau moncong hidung. Gastik berasal dari bahasa Yunani gaster yang artinya the
paunch ( perut gendut ) atau yang berhubungan dengan perut. Istilah nasogastric bukanlah
istilah kuno melainkan sudah disebut pada tahun 1942
Selang Nasogastrik atau NG tube adalah suatu selang yang dimasukkan melalui
hidung sampai ke lambung. Sering digunakan untuk memberikan nutrisi dan obat-obatan
kepada seseorang yang tidak mampu untuk mengkonsumsi makanan, cairan, dan obat-obatan
secara oral. Juga dapat digunakan untuk mengeluarkan isi dari lambung dengan cara disedot.

NGT merupakan singkatan dari nasogastric tube yaitu suatu selang pendek yang dimasukkan
ke dalam lambung melalui hidung pasien yang mengalami gangguan fungsi menelan atau
mengunyah. emasangan nasogastric tubes (NGT) Merupakan tindakan yang dilakukan pada
pasien dengan tujuan memasukkan makanan cair atau obat obatan, mengeluarkan cairan
dalam lambung, melakukan irigasi karena adanya pendarahan lambung atau keracuanan,
mengurangi mual atau muntah setelah pembedahan dan mengambil spesimen dalam lambung
untuk bahan pemeriksaan.

Nasogastric tubes (NGT) sering digunakan untuk menhisap isi lambung, juga digunakan
untuk memasukkan obat-obatan dan makanan. NGT ini digunakan hanya dalam waktu yang
singkat ( Metheny dan Titler,2001 ). Pemberian nutrisi melalui pipa penduga merupakan
tindakan pada pasiean yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara oral.
(Musrifatul Dan A.Azis A,2008). Memasang nasogastrik adalah melakukan pemasangan
selang dari rongga hidung ke lambung.

Inersi slang nasogastric adalah pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring ke dalam
lambung.

Tindakan ini dilakukan pada pasien tidak sadar, pasien tidak mampu menelan, pasca operasi
mulut / oesophagus, dan dan masalah saluran pencernaan atas, seperti tumor mulut, stenosis
esophagus, fraktur tulang rahang, tidak dapat menelan karena paralisis tenggorokan, bayi
prematur yang terlalu lemah untuk menelan, pasien yang tidak mau makan sendiri seperti
psikose, pemasangan pada hidung dilakukan pada pasien dengan pernafasan reguler, dengan
menggunakan sonde ukuran kecil, sedang pasien yang mengalami pernafasan irreguler
biasanya dipasang dengan ukuran sonde yang lebih besar dan lain lain. Nasogastric terdiri
dari dua kata, dari bahasa Latin dan dari bahasa Yunani, Naso adalah suatu kata yang
berhubungan dengan hidung dan berasal dari Latin nasusuntuk hidung atau moncong
hidung.
Gastik berasal dari bahasa Yunani gaster yang artinya the paunch ( perut gendut ) atau yang
berhubungan dengan perut. Istilah nasogastric bukanlah istilah kuno melainkan sudah
disebut pada tahun 1942. Sebagai pemasangan NGT , harus berhati-hati dalam melaksanakan
tindakan serta memperhatikan keunikan variasi didalam melaksanakan tindakan secara aman
dan nyaman ( Walley dan Wong,2001 ). Memberikan makanan melalui sonde adalah
memasukkan formula cairan makanan atau obat dalam perut dengan cara memasukkan selang
makanan lewat hidung atau mulut kedalam perut, pola pasien yang tidak bisa menelan dan
tidak sadar. Memasang sonde adalah pemasangan selang plastik lunak melalui nasofaring
klien ke dalam lambung

Naso gastric yang dilakukan pada kelinci melalui hidung sampai pada lambung, aspirasi
dilakukan untuk menentukan selang stomach tube masuk atau tidak dilambung. Spoit yang di
aspirasi akan tertarik dengan sulit, seperti adanya penolakan. Apabila selang stomacth tube
masuk pada paru-paru spoit yang di aspirasi dengan mudah ditarik seperti berisi udara. Alat
yang digunakan untuk melakukan percobaan ini adalah selang stomach tube, spoit, wadah
dan underpad. Bahan yang digunakan adalah jel, kelinci, dan air. Jel digunakan sebagai
pelicin agar selang stomacth tube dengan mudah masuk ke hidung hingga lambung. Air
digunakan sebagai bahan yang dimasukan ke dalam lambung kelinci.

Fungsi :
1. Mengeluarkan isi perut dengan cara menghisap apa yang ada dalam
lambung(cairan,udara,darah,racun)

2. Untuk memasukan cairan( memenuhi kebutuhan cairan atau nutrisi)


3. Untuk membantu memudahkan diagnosa klinik melalui analisa subtansi isi lambung
4. Persiapan sebelum operasi dengan general anaesthesia
5. Menghisap dan mengalirkan untuk pasien yang sedang melaksanakan operasi
pneumonectomy untuk mencegah muntah dan kemungkinan aspirasi isi lambung sewaktu
recovery (pemulihan dari general anaesthesia

Pemberian obat secara oral, cara penggunaannya masuk melalui mulut.


Keuntungannya relatif aman, praktis, ekonomis. Kerugiannya timbulnya efek lambat;
tidak bermanfaat untuk pasien yang sering muntah, diare, tidak sadar, tidak
kooperatif; untuk obat iritatif dan yang rasanya tidak enak Untuk tujuan terapi serta
efek sistematik yang dikehendaki, penggunaan oral adalah yang paling
menyenangkan dan murah, serta umumnya paling aman. Hanya beberapa obat
yang mengalami perusakan oleh cairan lambung atau usus. Pada keadaan pasien
muntah-muntah, koma, atau dikehendaki onset action yang cepat, penggunaan obat
melalui oral tidak dapat dipakai. Pemberian obat melalui oral atau mulut memang
merupakan cara termudah dan paling sederhana. Cara tersebut meminimalkan
ketidaknyamanan pada pasien dan dengan efek samping yang paling kecil
dibandingkan dengan cara pemberian yang lain. 2
a. Sonde
Diberikan langsung ke saluran cerna dengan sonde lambung.
1) Indikasi
Distensi lambung, keracunan, kekurangan nutrisi
2) Kontra indikasi

Bahaya pemasangan alat

a. Tikus A1 diberikan dengan cara sonde lambung


secara oral yang dimasukkan ke dalam esofagus dengan bantuan sonde atau
jarum tumpul (harus memastikan bahwa sonde tidak masuk ke trachea).
Sebelum diinjeksikan, ujung jarum dipercik untuk menghindari emboli.

Yang dipelajari dan sebagai dasar dari praktikum farmakologi adalah cara-cara pemberian obat dan
faktor yang mempengaruhi pemberian obat. Cara pemberian obat sangat penting artinya karena setiap jenis obat
berbeda penyerapannya oleh tubuh dan sangat bergantung pada lokasi pemberian. Sedangkan faktor yang
mempengaruhi pemberian obat ini juga sangat penting bergantung pada kondisi individu, jenis kelamin dan
spesies hewan laboratorium.
Cara memegang hewan serta cara penentuan jenis kelaminnya perlu pula diketahui. Cara
memegang hewan dari masing-masing jenis hewan adalah berbeda-beda dan ditentukan oleh sifat
hewan, keadaan fisik (besar atau kecil) serta tujuannya. Kesalahan dalam caranya akan dapat
menyebabkan kecelakaan atau hips ataupun rasa sakit bagi hewan (ini akan menyulitkan dalam
melakukan penyuntikan atau pengambilan darah, misalnya) dan juga bagi orang yang
memegangnya (Katzug, B.G, 1989).
Prosedur Pegang tikus pada tengkuknya
Jarum oral yang telah diisi dimasukkan ke mulut tikus melalui langit-langit masuk esofagus
Dorong larutan tersebut ke dalam esofagus Pengamatan - Catat waktu pemberian obat, mulai
timbulnya efek (on set) dan hilangnya efek - Efek yang diamati, diantaranya : 1. Aktivitas spontan
dari respon terhadap rangsangan/stimulus pada keadaan normal 2. Perubahan aktivitas baik
spontan maupun distimulasi

Cara memegang hewan serta cara penentuan jenis kelaminnya perlu pula
diketahui. Cara memegang hewan dari masing-masing jenis hewan adalah
berbeda-beda dan ditentukan oleh sifat hewan, keadaan fisik (besar atau kecil)
serta tujuannya. Kesalahan dalam caranya akan dapat menyebabkan kecelakaan
atau hips ataupun rasa sakit bagi hewan (ini akan menyulitkan dalam melakukan
penyuntikan atau pengambilan darah, misalnya) dan juga bagi orang yang
memegangnya. (Katzug, 2001).
Dalam memilih hewan uji, sebelumnya kita harus mengetahui bagaimana
cara memperlakukan mencit dengan benar, harus mengetahui sifat-sifat hewan
yang akan diujikan, serta bagaimana cara memberikan obat kepada hewan
tersebut. Pada praktikum kali ini, hewan yang akan dijadikan percobaan adalah
mencit (Mus musculus), kita akan mempraktikkan bagaimana cara pemberian
obat yang benar pada mencit dengan beberapa cara. Oleh karena itu, kita
melakuakn percobaan ini agar kita dapat mengetahui bagaimana cara pemberian
obat pada hewan uji dengan benar.

Daftar Pustaka
Musrifatul dan A. Aziz Alimatul Hidayat. 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta.
Salemba Medika.

Metheny, N A. & Titler, M. (2001) Assessing Placement of Feeding Tubes.


American Journal of Nursing 101(5)

Walley and Wong (2001) Paediatric Variations of Nursing Interventions.


Clinical Manual of Nursing Procedures, Tube feeding in children ch 21.
P680-682

Ansel, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: Universitas Indonesia
Press.
Katzung, Bertram G. 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Salemba Medika.
Tim pengajar. 2011. Praktikum perkembangan Hewan pemberian Obat pada hewan Uji.
Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.

Anda mungkin juga menyukai