Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN

GANGGUAN JIWA
HARGA DIRI RENDAH (HDR)

Dosen Pembimbing :Ririn Nasriati, S.Kep., Ns., M.Kes.

Kelompok 2
1. Arlina Rahma Handayani (14631435)
2. Nefri Arshinta Dewi (14631432)
3. Rizki Anisatul Fadilah (14631427)
4. Yuyun Karuniawati (14631421)
5. Arik Kurniawati (14631418)
6. Mustika Narguswari S (14631417)

Program Studi S1 Keperawatan


Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt.yang telah memberikan rahmat, taufik,
serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan
makalah dengan judul ASUHHAN KEPERAWATAN GANGGUAN JIWA
HARGA DIRI RENDAHsesuai dengan waktu yang sudah disediakan.
Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Keperawatan Jiwayang diampu oleh Ririn Nasriati, S.Kep.,Ns.,M.Kep.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada
1. Sulistyo Andarmoyo, S.Kep.,Ns.,M.Kes., selaku Dekan FIK;
2. Syaiful Nur Hidayat, S.Kep.,Ns.,M.Kep., selaku Kaprodi Fakultas Ilmu
Kesehatan;
3. Ririnn Nasriati, S.Kep. Ns. M.Kep., selaku dosen pembimbing mata kuliah
ini yang telah memberikan arahan serta masukan
4. Pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak
kekurangan.Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

Ponorogo, April 2016


Penulis,

Kelompok 2

NARASI KASUS

Klien Nn.D 27 tahun datang ke RSJ dengan keluhan merasa dirinya jelek dan
penampilan kurang menarik, ia mengatakan tidak ada yang suka padanya,

1
merasa bersalah dan khawatir, hasil pengkajian perawat BP: 140/80mmHg.
pernah terlibat penyalahgunaan NAPZA. perawat mendiskusikan bahwa klien
masih memiliki kemampuan dan aspek positif, perawat berupaya mengurangi
penilaina negatif pada klien. perawat mengkaji life span history stressor masa
kecil klien. pada masa kecil klien sering disalahkan, jarang diberikan pujian
atas keberhasilanya. saat ditanya apa rencana klien setelah pulang klien
menjawab: "saya tidak ingin apa-apa"

Ruang Rawat : Ruang Mawar


Tanggal dirawat : 25 Maret 2017
No RM : 17.03.002

2
A. IDENTITAS
Identitas Klien
Nama : Nn. D
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 27 tahun
Alamat : Ponorogo
Pekerjaan : Tidak bekerja
Pendidikan : SMP
Tgl Pengkajian : 26 Maret 2017
Dx Medis : Skizofrenia
Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn. B
Umur : 50 tahun
Alamat : Ponorogo
Pekerjaan : Swasta
Hubungan : Ayah Klien

B. ALASAN MASUK DAN FAKTOR PRESIPITASI


Pasien sering menyendiri di kamar sejak 2 bulan yang lalu dan tidak mau
berinteraksi dengan orang lain karena merasa dirinya jelek dan penampilan
kurang menarik, ia mengatakan tidak ada yang suka padanya, merasa
bersalah dan khawatir. Faktor Presipitasi yang menyebabkan pasien
mengalami gangguan jiwa tidak jelas

C. FAKTOR PREDISPOSISI
5 tahun yang lalu klien pernah terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA
dan hasil pengobatannya berhasil namun semenjak sembuh klien malah
menyendiri dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain.
Tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa
Pada masa kecil klien sering disalahkan, jarang diberikan pujian atas
keberhasilanya

D. PEMERIKSAAN FISIK

3
1. TTV
TD : 140/80 mmHg
Nadi : 80x/mnt
RR: 20x/mnt
Suhu : 37oC
2. Ukuran
TB : 160 cm
BB: 50 kg
3. Keluhan fisik:
Klien mengeluh bahwa dirinya jelek. Pada pemeriksaan fisik tidak
ditemukan kecacatan fisik, klien tidak mengeluhkan adanya perubahan
fisik

E. PSIKOSOSIAL
1. Genogram :

: Laki-Laki
Tn. M Ny. A
: Perempuan

: Meninggal

: Meninggal
Tn. B Ny. S Ny. M Th. B Ny. W : Pasien

: Orang yang
tinggal
serumah
Tn. H Nn. D

Penjelasan :Klien tinggal di serumah bersama orang tua dan adiknya


klien merupakan anak ke dua dari dua bersaudara
2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh : Klien merasa dirinya jelek dan mengalami
penurunan fungsi komunikasi
b. Identitas : Klien mengatakan di rumah posisinya sebagai
anak ke 2 dari 2 bersaudara
c. Peran : Klien mengatakan perannya di rumah sebagai
seorang anak

4
d. Ideal diri :Klien ingin cepat sembuh dan mampu berinteraksi
dengan orang lain serta ketika pulang bisa mendapatkan suami
e. Harga Diri : Klien mengatakan malu berhadapan langsung
dengan orang lain selain orang tuanya karena klien merasa dirinya
tidak pantas
3. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti dan dekat dengan klien adalah ayah dan ibunya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/ masyarakat : sebelum klien
mengalami penyalahgunaan NAPZA klien sering mengikuti kegiatan
masyarakat seperti kerja bakti
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : setelah klien
mengalami penyalahgunaan NAPZA banyak teman-temannya yang
berkurang karena klien mengurung diri dan malu berinteraksi
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan dilingkungannya orang dengan gangguan jiwa dan
pengguna NAPZA dianggap tidak pantas dan seperti diasingkan
b. Kegiatan ibadah
Pasien jarang melakukan sholat 5 waktu karena sedari kecil tidak
ditekankan dan orang tuanya pun jarang melakukan sholat

F. STATUS MENTAL
1. Penampilan :
Pt berpakaian seperti biasa, badan terlihat terawat kuku terpotong rapi,
rambut rapi, berpakaian sesuai umur, terlihat memakai bedak.
2. Pembicaraan :
Klien berbicara lambat tetapi dapat tercapai dan dapat dipahami.
3. Aktivitas Motorik :
Klien labih banyak menunduk, aktivitas klien menyesuaikan.
4. Alam perasaan :
Pt terlihat sedih dan mengatakan ada kekhawatiran terhadap persepsi
orang padanya, khawatir terlihat sangat kurang menarik. Merasa bersalah
pada dirinya sendiri karena tidak bisa tampil cantik dan menarik.
5. Afek :
Klien tidak sesuai dalam berfikir, bicara klien lambat
6. Interaksi selama wawancara :

5
Kontak mata kurang karena menunduk,sesekali klien menengadah, tidak
semua pertanyaan dijawab.
7. Persepsi :
Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan.
8. Pola Fikir :
Tidak ada waham.
9. Tingkat kesadaran :
Klien sadar hari, tanggal dan waktu saat pengkajian.
10. Memori :
Daya ingat jangka panjang klien masih ingat masa lalunya.
11. Tingkat konsentrasi dan berhitung :
Klien berhitung lancar, contoh 20 15= 5
12. Kemampuan Penilaian :
Klien mampu menilai antara masuk kamar setelah makan atau
membiarkan kursi tidak rapi, klien memilih membereskan kursi.
13. Daya Tilik Diri :
Klien tahu dan sadar bahwa dirinya dirumah sakit jiwa

G. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Klien makan 3x sehari, pagi, siang, sore, minum 6 gelas / hari, mandiri.
2. BAB / BAK
Klien BAB 1x sehari, BAK 4x sehari, mandiri.
3. Mandi
Klien mandi 2x sehari, pagi dan sore, gosok gigi setiap kali mandi,
mandiri.
4. Berpakaian / berhias
Klien mampu berpakaian sendiri tanpa bantuan orang lain.
5. Istirahat dan Tidur
Klien lebih banyak tiduran, tidur siang 12.30 WIB15.00 WIB,tidur
malam jam 20.00WIB 04.30 WIB.
6. Penggunaan obat
Klien minum obat 3x sehari setelah makan. Haloperidol 2x5 mg,
trihexiperidine 2x2 mg.
7. Pemeliharaan Kesehatan
Klien dapat melakukan perawatan lanjutan di puskesmas
8. Kegiatan di Dalam Rumah
Klien dirumah membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah

H. MEKANISME KOPING
Klien sulit berbicara dengan orang lain,terlihat malu
Klien mampu menjaga kebersihan diri sendiri

6
Klien mampu jika ada masalah tidak menceritakan kepada orang lain,lebih
suka diam.

I. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah berhubungan dengan lingkungan : Klien menarik diri dari
lingkungan
Masalah dengan kesehatan tidak ada
Masalah dengan perumahan :Klien tinggal dengan kedua orang tua dan 1
saudaranya.
Masalah dengan Ekonomi : Kebutuhan klien dipenuhi oleh orangtuanya

J. PENGETAHUAN
Klien kurang pengetahuan mengenai kesembuhan dan koping yang adaptif

K. ASPEK MEDIK
Diagnosa Medik : Skizofrenia
Program Terapi :
1. Terapi Obat :
Haloperidol 2x5 mg
Trihexiperidine 2x2 mg
2. Terapi individu : Terapi Penghentian Pikiran (Thought Stopping)
3. Terapi Kelompok : Terapi Suportif
4. Terapi Keluarga : Terapi Family Psiko Edukasi
5. Terapi Komunitas : Terapi ACT

L. ANALISA DATA
Data Problem/Masalah
Ds : Isolasi Sosial/ Menarik diri
- Klien mengatakan malu dan
khawatir saat berinteraksi dengan
orang lain
- Klien merasa dirinya jelek dan
penampilan kurang menarik
Do :
- Klien nampak menyendiri
Ds : Harga Diri Rendah Kronis
- Klien mengatakan merasa

7
bersalah
- Klien mengatakan tidak ada yang
suka padanya
- Klien mengatakan malu dan
khawatir saat berinteraksi dengan
orang lain
- Klien merasa dirinya jelek dan
penampilan kurang menarik
Do :
- Klien menunduk malu saat diajak
berbicara
- Klien nampak khawatir saat diajak
berinteraksi
Ds : Harga diri Rendah situasional
- Klien mengatakan pada masa
kecil sering disalahkan, jarang
diberikan pujian atas
keberhasilanya
- Klien mengatakan tidak ada yang
suka padanya
- Klien merasa dirinya jelek dan
penampilan kurang menarik
Do :
- Klien pernah terlibat
penyalahgunaan NAPZA
- Klien menunduk malu saat diajak
berbicara

M. POHON MASALAH
Isolasi social/ Menarik diri (Effek)

Harga diri Rendah (Core Problem)

8
Koping individu inefektf (Causa)

N. DAFTAR DIAGNOSA
1. Isolasi social/ menarik diri
2. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah kronis
3. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah situasional

O. INTERVENSI
1. Isolasi social/ menarik diri
a.Tujuan umum
Klien tidak menarik diri dan mampu berhubungan dengan orang lain
secara optimal.
b. Tujuan khusus
TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya
Kriteria hasil
Ekspresi wajah bersahabat, tidak acuh, ada kontak mata, mau
berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau bercakap-cakap
dan mengutarakan masalah yang dihadapi
Intervensi
Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip
hubungan therapeutik
1. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
2. Perkenalkan diri dengan sopan
3. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggialan yang
disukai klien
4. Jelaskan tujuan pertemuan
5. Jujur dan menepati janji
6. Selalu kontak mata selama interaksi
7. Tunjukan sikap empati dan penuh perhatian pada klien
TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki
Kriteria hasil
Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki
Intervensi

9
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
klien
2. Bantu klien mengekspresikan dan menggambarkan
perasaan serta pikirannya
3. Tekankan bahwa kekuatan untuk berubah tergantung pada
klien sendiri
4. Identifikasi stresor yang relevan dan penilaian klien
terhadap stresor tersebut
5. Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang
efektif
6. Utamakan memberi pujian therapeutik
7. Tingkatkan keterlibatan keluarga dan kelompok untuk
memberikan dukungan untuk mempertahankan kemajuan dan
perkembangan klien
TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan
Kriteria hasil
Klien menilaim kemampuan yang digunakan
Intervensi
1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat
digunakan
2. Dukung kekuatan, ketrampilan dan respon koping yang
adaptif
3. Utamakan memberi pujian therapeutik
4. Libatkan keluarga dalam perawatan klien
TUK 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan harian
1. Dukung klien untuk merencanakan kegiatan harian
2. Rencanakan kegiatan bersama klien, aktivitas yang dapat
dilakukan setiap hari sesuai kemampuan (kegiatan sendiri,
kegiatan dengan bantuan sebagian, kegiatan dengan bantuan
total)
3. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
4. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan
5. Libatkan keluarga dalam perawatan klien
TUK 5 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan
kemampuannya
Kriteria hasil

10
Klien melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi dan
kemampuannya
Intervensi
1. Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang
telah direncanakan
2. Beri pujian atas keberhasilan klien
3. Beri dukungan yang sesuai dan positif untuk
mempertahankan kemajuan dan pertumbuhannya
4. Libatkan keluarga dalam perawatan klien
TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada
Kriteria hasil
Klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada
Intervensi
1. Berikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara
merawat klien dengan harga diri rendah
2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat
3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah sesuai
dengan keadaan klien

2. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah kronis


a. Tujuan Umum :
Klien dapat menunjukan perubahan kemajuan sikap yang
menunjukan adanya rasa peningkatan harga diri.
b. Tujuan Khusus :
TUK 1 :Klien dapat membina hubungan saling percaya.
Kriteria Hasil:
Ekspresi wajah bersahabat
Ada kontak mata
Mau berjabat tangan
Mau menyebutkan nama
Mau duduk berdampingan dengan perawat
Mau mengutarakan masalah yang dihadapi
Intervensi :
1. Sapa ramah klien (verbal, non verbal)
2. Perkenalan diri dengan sopan
3. Tanya nama lengkap klien dan nama panggilan yang
disukai klien
4. Jelaskan tujuan pertemuan
5. Jujur, menepati janji
6. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya
7. Beri klien perhatian dan perhatikan kebutuhan

11
TUK 2 :Klien Dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek
positif yang di miliki
Kriteria Hasil:
Klien dapat menyatakan kemampuan yang dimiliki klien
Intervensi :
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
klien
2. Utamakan memberi pujian yang realistik
3. Setiap bertemu klien, hindarkan memberi penilaian yang
negatif
4. Mendorong klien dalam berpartisipasi di kelas, kegiatan,
atau hobi. Jelaskan bahwa klien dapat menikmati atau
mendapatkan pengalaman.
5. Kolaborasi dengan konseling atau terapi kesehatan mental
atau kebutuhan khusus lainnya yang mendukung keadaan
klien.

3. Gangguan konsep diri : Harga diri rendah situasional


a. Tujuan Umum :
Klien menunjukkan peningkatan harga diri
b. Tujuan Khusus :
TUK 1 : Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan
saling percaya.
Kriteria hasil :
Klien dapat mengungkapkan perasaannya dan keadaan saat ini
secara verbal.
Intervensi
1. Bina hubungansaling percaya :
- Salam perkenalan diri
- Ciptakan lingkungan yang tenang
- Jelaskan tujuan interaksi
- Buat kontrak yang jelas
2. Dorong dan beri kesempatan untuk mengungkapkan
perasaannya.
TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki.
Kriteria hasil
Klien mampu mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki klien meliputi :
Kemampuan yang dimili ki klien
Aspek positif keluarga klien

12
Aspek positif lingkungan yang dimiliki klien
Intervensi
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang masih
dimiliki klien.
2. Beri pujian atas aspek positif dan kemampuan yang masih
dimiliki klien.
TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan
Kriteria hasil :
Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan di rumah
sakit.
Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan
dilingkungan keluarga.
Intervensi
1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat
digunakan.
2. Bantu klien menyebutkan dan beri penguatan.
3. Beri respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang
aktif.
TUK4 : Klien dapat memilih/ menetapkan kegiatan yang sesuai
dengan kemampuan.
Kriteria hasil :
Klien memiliki kemampuan yang akan dilatih.
Intervensi :
1. Diskusikan dengan klien beberapa aktifitas yang dapat
dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan dilakukan
klien sehari-hari.
TUK5 : Klien dapatmelakukankegiatan sesuairencana yang dibuat
Kriteria hasil :
Klien dapat melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat
Intervensi :
1. Diskusikan dan tetapkan urutan kegiatan yang akan dilatih.
2. Peragakan kegiatan yang akan dilakukan pasien.
3. Beri dukungan dan pujian yang realistik.
TUK6 : Klien Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang
ada.
Kriteria hasil :
Keluarga dapat memberi dukungan dan pujian.
Intervensi :
1. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara
merawat klien dengan HDR.

13
2. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat.
Bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah.
P. STRATEGI PELAKSANAAN
PASIEN KELUARGA
SP 1 SP 1
1. Mengidentifikasi kemampuan dan 1. Mendiskusikan masalah yang
aspek positif yang dimiliki pasien dirasakan keluarga dalam merawat
2. Membantu pasien menilai kemampuan
pasien
pasien yang masih dapat digunakan 2. Menjelaskan pengertian, tanda dan
3. Membantu pasien memilih kegiatan
gejala harga diri rendah yang dialami
yang akan dilatih sesuai dengan
pasien beserta proses terjadinya
kemampuan pasien 3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien
4. Melatih pasien sesuai kemampuan yang
harga diri rendah
dipilih
SP 2
5. Memberikan pujian yang wajar
1. Melatih keluarga mempraktekkan cara
terhadap keberhasilan pasien
6. Menganjurkan pasien memasukkan merawat pasien dengan harga diri
dalam jadwal kegiatan harian rendah
2. Melatih keluarga melakukan cara
SP 2
merawat ;angsung kepada pasien
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian
dengan harga diri rendah
pasien
2. Melatih kemampuan kedua SP 3
3. Menganjurkan memasukkan dalam
1. Membantu keluarga membuat jadwal
jadwal kegiatan harian
aktivitas di rumah termasuk minum
obat (discharge planning)
2. Menjelaskan follow up pasien setelah
pulang

1. STRATEGI PELAKSANAAN PASIEN


SP 1 Pasien : mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang
dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih
dapat digunakan, membantu pasien memilih/menetapkan

14
kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang sudah
dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah
idlatih dalam rencana harian

ORIENTASI
Selamat pagi ? Perkenalkan nama saya Arik Kurniawati, Saya senangnya
dipanggil suster Arik .Saya adalah Mahsiswa FIK Universitas
muhamadiyah ponorogo yang sedang praktek disini.Nama mbak siapa
ya? Senangnya dipanggil apa. Oh, jadi anda senangnya dipanggil D saja.
Saya lihat dari tadi D melamun, ada yang sedang dipikirkan.Bagimana
kalau kita ngobrol-ngobrol dulu mbx D?Mau berapa lama kira-kira kita
ngobrolnya?Oke, Jadi D maunya kita ngobrol-bgobrolnya 15
menit.Baiklah mau dimana kita ngbrolnya D? Oh, jadi kita ngobrolnya
diruang ini saja.
KERJA
Bagaimana perasaan D saat ini? Oh jadi D merasa hidup D sudah tidak
berguna lagi dan pengen mengakhiri hidup D. Mengapa D berkata
demikian? Biasanya kalau dirumah D ngapain saja? D punya hobi apa
saja? Oh, jadi D senangnya masak, menggambar desain dan membuat
cerita komik. Menurut D dari hobi yang sudah D sebutkan tadi mana saja
yang mungkin dan dapat kita lakuakan sekarang?Bagaimana jika
menggambar desain? Jadi, D bersedia mau menggambar desain, kira-kira
mau menggambar apa ya? Oh, Jadi D mau menggambar model-model
baju terbaru. Sebentar saya sediakan peralatannya ya D. Kira-kira D
menggambarnya mau ditemenin suster atau tidak. Wah bagus sekali
gambarnya D. Kira-kira D mau menggambarnya berapa banyak ni, bagus
lo gambarnya. Oh, Jadi D mau 5 kali sehari menggambarnya. Bagaimana
kalau kegiatan menggambarnya suster buatain jadwal buat D?.Apakah D
mau?Oke, Jadi D bersedia ya Suter Arik buatin jadwalnya.
TERMINASI
Bagaimana perasaan D setelah kita bercakap-cakap? Wah! Ternyata D
punya bayak kelebihan ya salah satunya tadi mengambar dan hasil

15
gambarnya bagus lo. Suster seneng itu dengan gambar buatan D. Baik
besok kita akan bertemu kembali untuk ngobrol-ngobrol kembali
mengenai kemampuan D yang lain yitu membuat cerita komik. Kira-kira
besok D maunya kita ketemu jam berapa ? Baik! Jadi D maunya kita
ketemu jam 10.00 WIB dan tempatnya diruang ini saja. Baik D sampai
jumpa besok.Selamat pagi menjelang siang.

SP 2 : Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan


kemampuan pasien

ORIENTASI
Pagi D?Bagaimana perasaan D hari ini?Apakah sudah dicoba kegiatan
yang kemarin sudah dimasukkan kedalam jadwal harian D?Wah, bagus
sekali.Sudah berapa banyak gambar D masih ingat ngaak kita mau
ngapain hari ini?Iya, benar sekali jadi, kemarin D menyubutkan selain D
suka menggambar desain D juga suka membuat cerita komik. Jadi, hari
ini kita akan latihan untuk membuat cerita komik. Apakah D bersedia?
Kira-kira mau berapa lama dengan suster? Oh jadi D maunya 15 menit.
Baiklah ruanganya disini saja baiklah.
KERJA
Bagaiamana perasaan sisi setelah menggambar begitu banyak gambar
dan gambar-gambar desainnya bagus-bagus sekali?Apa yang D rasakan.
Oh, D jadi merasa D masih berguna, buktinya D masih bisa membuat
gambar-gambar desain yang bagus sekali. Bagaiman dengan hobi D yang
lain? D masih ingat?Ya, bagus sekali D masih ingat. Jadi D punya hobi
lain yaitu: membuat cerita komik. Bagaiman kalau D selain membuat
gambar desain juga membuat cerita komik.Apakah D bersedia?Baiklah,
suster sediakan ya alat tulis dan bukunya.D pengen ditemeni susteratau
tidak membuat komiknya.Kira-kira ceritanya seri atau drama. Oh, jadi D
mau langsung membuat sekarang dan tidak ingin ditemani. Baiklah
suster tinggal dulu kira-kira 30 menit Suster D balik lagi kesini bagaiman
D?Baik D bagaimana cerita komiknya sudah dapat berapa halaman.Boleh

16
susterlihat dan baca.Oke suster baca ya.Wah ceritanya bagus sekali D dan
gambarnya sesuai dengan karakter ceritanya.D habat ya. Suster Arik saja
tidak bisa membuat komik. Bagaimana kalau D buat lagi cerita-cerita
yang lainnya. Nanti hasil komiknya kita jadiin satu dan dibuat komik
mini seri kan keren. Bagaimana D? Nah, kira-kira D mau buat berapa
banyak nih dalam satu hari. Oh jadi D mau membuat dua cerita komik
mini serialam satu hari. Bagaiman jika kegitan ini sustermasukin dalam
jadwal kegiatan harian D. Apakah D bersedia?.
TERMINASI
Bagaimana perasaanya setelah kita berbincang-bincang dan latihan tadi?
Jadi berapa cara yang bisa D lakukan pada saat-saat merasa jenuh dan
tidak berarti? Bagus sekali D bisa menyebutkannya kembali. Baik besok
suster Arik akan bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan orang tua D,
biasanya orang tua D berkunjung jam berapa? Oh, jadi orang tua D
biasanya berkunjung jam sembilan pagi. Baiklah besok suster akan
berkunjung kesini dan ngobrol-ngobrol dengan orang tua D di ruang
depan kira-kira jam sembilan pagi, bagaimana D bolehkah suster Arik
ngobrol dengan mereka? Baiklah samapai jumpa besok ya D. Selamat
pagi menjelang siang.

2. STRATEGI PELAKSANAAN KELUARGA


SP 1 Keluarga : Mendiskusikan masalah yang dihadapi kluarga
dalam merawat pasien di rumah, menjelaskan tentang pengertian,
tanda dan gejala harga diri rendah, menjelaskan cara merawat
pasien dengan harga diri rendah, mendemonstrasikan ccara
merawat pasien dengan harga diri rendah, dan memberi kesempatan
kepada keluarga untuk mempraktekan cara merawat.

ORIENTASI :
Assalamualaikum
Selamat pagi Ibu. Perkenalkan nama saya Arik Kurniawati, bisa
dipanggil Arik .Saya adalah mahasiswa Ilmu Keperawatan

17
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO yang sedang
praktek di RS ini dan sedang merawat anak Ibu yang bernama D. ibu
namanya siapa? Bagaimana keadaan ibu pagi ini ? Baiklah Bu,
bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang cara merawat anak
ibu? Berapa lama waktu ibu ?30 menit? Baiklah, mari duduk diruangan
wawancara!
KERJA :
Apa yang ibu ketahui tentang masalah D ?
Ya, memang benar sekali Bu, D merasa hidupnya sudah tidak berguna
lagi dan pengen mengakhiri hidupnya. Dengan kata lain anak ibu
memiliki maalah harga diri rendah yang di tandai dengan munculnya
pikiran-pikiran negatif terhadap dirinya. Jika keadaan D terus menerus
seperti ini, D bisa mengalami masalah yang lebih berat lagi, misalnya D
jadi malu bertemu dngan orang lain dan memilih mengurung diri.
sampai disini, ibu mengerti apa yang dimaksud harga diri rendah?
Bagus sekali ibu sudah mengerti
setelah kita mengerti bahwa masalah D dapat menjadi masalah serius,
maka kita perlu memberikan perawatan yang baik untuk arik
ibu , apa saja kemampuan yang dimiliki D? Ya D senangnya masak,
menggambar desain dan membuat cerita komik, dia juga mengatakan hal
yang sama
D telah berlatih dua kegiatan yaitu menggambar model-model baju
terbaru dan membuat cerita komik. Serta tlah dibuat jadwal untuk
melakukanya.Untuk itu, ibu dapat mengingatkan D untuk melakukan
kegiatan tersebut sesuai jadwal. Tolong bantu menyiapkan alat-alatnya,
ya bu. Dan jangan lupa memberikan pujian agar harga dirinya meningkat.
Ajak pula memberi tanda cek list pada jadwal kegiatanya
Selain itu, bila D sudah tidak dirawat di rumah sakit, ibu tetap perlu
memantau perkembangannya. Jika masalah harga dirinya kembali
muncul dan tidak tertangani lagi, ibu dapat membawa D ke puskesmas
Nah bagaimana kalau sekarang kita praktekkan cara memberikan pujian
kepada D

18
Temui D dan tanyakann kegiatan yang sudah dia lakukan lalu berikan
pujian yang mengatakan: Bagus sekali Nak, kamu pintar menggambar
dan membuat cerita komik.
Coba ibu praktekkan sekarang. Bagus
TERMINASI :
Bagaimana perasaan ibu setelah percakapan kita ini ?
Dapatkah ibu jelaskan kembali masalah yang dihadapi D dan
bagaimana cara merawatnya?
Bagus sekali ibu dapat menjelaskan dengan baik. Nah setiap kali ibu
kesini lakukan seperti ini dan nanti dirumah juga demikian
Bagaimana kalau kita bertemu lagi 2 hari mendatang untuk latihan cara
memberi pujian langsung kepada D

SP 2 KELUARGA : Melatih keluarga mempraktekkan cara


merawat pasien dengan masalah harga diri rendah langsung kepada
pasien

ORIENTASI :
Assalamualaikum Bu
Bagaiamana perasaannya hari ini?
Ibu masih ingat latihan merawat anak ibu seperti yang kita pelajari 2
hari yang lalu?
Baik, hari ini kita akan mempraktekkan langsung kepada D
Waktunya 20 menit ya bu
Sekarang mari kita temui D
KERJA:
Assalamualaikum D, bagaimana perasaannya hari ini?
Hari ini saya datang bersama orang tua D, seperti yang sudah saya
katakan sebelumnya, orang tua D juga ingin merawat D agar cepat
sembuh ( kemudian saudara berbicara kepada keluarga sebagai berikut)
Nah bu, sekarang ibu bisa mempraktekkan apa saja yang sudah kita
latihkan beberapa hari yang lalu, (saudara mengobservasi keluarga

19
mempraktekkan cara merawat pasien seperti yang telah dilatihkan pada
pertemuan sebelumnya).
Bagaimana perasaan D setelah berbincang-bincang dengan orang tua
D?
Baiklah, sekarang saya dan orang tua D ke ruang perawat dulu ya
Terminasi:
Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan tadi ?
Mulai sekarang ibu sudah bisa cara merawat D, tiga hari lagi kita akan
bertemu untuk mendiskusikan pengalaman ibu melakukan cara merawat
yang sudah kita pelajari. Waktu dan tempat sama seperti sekarang ya bu
Assalamualaikum

SP 3 KELUARGA : Membuat Perencanaan pulang bersama


keluarga

ORIENTASI :
Assalamualaikum bu
Karena hari ini D sudah boleh pulang, maka kita akan membicarakan
jadwal D selama dirumah;;
Berapa lama ibu ada waktu? Mari kita bicarakan di sini
KERJA :
Bu, ini jadwal kegiatan D selama dirumah sakit.Coba perhatikan,
apakah semua dapat dilaksanakan dirumah?Bu, jadwal yang telah
dibuat selama D dirawat dirumah sakit tolong dilanjutkan dirumah baik
jadwal kegiatan maupun jadwal minum obat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang
ditampilkan oleh D selama dirumah. Misalnya jika D terus menerus
menyalahkan diri sendiri dan berfikiran negatif terhadap diri sendiri,
menolak minum obat atau memperlihatkan perilaku bahaya orang lain.
Jika hal ini terjadi segera datang ke puskesmas.

TERMINASI :

20
Bagaimana bu?Apa yang belum jelas? Ini jadwal kegiatan harian D
untuk di bawa pulang.Jangan lupa kontrol sebelum obatnya habis atau
ada gejala yang tampak.Silahkan selesaikan administrasinya.
Wassalamualaikum

Q. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


N TGL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI
O
1 30 Maret 1. Bina hubungan saling S : Klien menjawab
2017 percaya dengan : salam dan mengatakan
Jam 08.00 - Menyapa klien dengan selamat pagi
ramah menyebutkan
- Memperkenalkan diri
nama dan alamat
dengan sopan
O:
- Menanyakan nama
- Klien mau berjabat
lengkap serta alamat
tangan
klien
- Klien mau duduk
- Menunjukan sikap
berdampingan
empati, jujur dan
dengan perawat
menempati janji
- Klien mau
- Menanyakan masalah
mengutarakan
yang dihadapi
masalahnya
A : Intevensi tercapai
Pp :
Lanjutkan SP 1 adakan
kontrak waktu
pertemuan berikutnya.
Pk :
Anjurkan klien untuk
dapat menyapa perawat
jika bertemu dan percaya
jika perawat akan
membantu masalah yang

21
dihadapi
2 30 Maret SP 1 S:
2017 1. Mengidentifikasi - Klien mengatakan
Jam 15.00 kemampuan dan aspek setiap pagi selalu
positif yang dimiliki mandi, jalan santai
pasien bersama pasien lain,
2. Membantu pasien
mencuci piring
menilai kemampuan
setelah makan,
pasien yang masih
merapikan tempat
dapat digunakan
tidur
3. Membantu pasien
O:
memilih kegiatan yang
- Klien tampak
akan dilatih sesuai
kooperatif dengan
dengan kemampuan
perawat
pasien
- Klien menyebutkan
4. Melatih pasien sesuai
kemampuan yang
kemampuan yang
dimilikinya Klien
dipilih
5. Memberikan pujian mempraktekkan
yang wajar terhadap kemampuan yang
keberhasilan pasien dimiliki berupa
6. Menganjurkan pasien
menggambar desain
memasukkan dalam
A : SP 1 tercapai
jadwal kegiatan harian
Pp :
Lanjutkan SP 2 adakan
kontrak waktu
pertemuan berikutnya
Pk :
- Menganjurkan klien
untuk percaya diri
dan membuang
persepsi negative
- Menganjurkan klien
untuk memasukkan

22
dalam kegiatan
harian

23