Anda di halaman 1dari 2

COMPUTER VISION SYNDROME

Komputer merupakan salah satu contoh hasil dari perkembangan teknologi,


khususnya teknologi informasi. Komputer pada awalnya hanya digunakan sebagai mesin
penghitung. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akhirnya mampu
meningkatkan fungsi dan kemampuan komputer tersebut. Meningkatnya fungsi dan
kemampuan komputer tersebut meningkatkan jumlah penggunaan komputer dalam
kehidupan sehari-hari. Forrester Research, sebuah biro penelitian di Amerika Serikat
menyatakan jumlah penggunaan komputer akan mencapai angka 2 miliar pada tahun 2015.
Meluasnya penggunaan komputer tidak hanya membawa dampak positif, tetapi
juga dapat memberikan dampak negatif khususnya bagi kesehatan. Penggunaan komputer
secara tidak benar dapat memunculkan penyakit Computer Vision Syndrome (CVS). Sekitar
60 juta orang di dunia diperkirakan telah mengalami masalah penglihatan yang berkaitan
dengan penggunaan komputer1. American Optometric Association mendefinisikan CVS
sebagai suatu permasalahan pada mata dan penglihatan yang kompleks yang disebabkan
oleh suatu pekerjaan yang berkaitan dengan penggunaan komputer2.
Computer Vision Syndrome (CVS) disebabkan oleh banyak faktor. Penyebab
utama CVS adalah mata yang kering1. Jumlah kedipan mata manusia menurun sebanyak
66% ketika fokus bekerja di depan layar komputer, sehingga mata menjadi kering 3. Selain
itu, CVS dapat disebabkan oleh efek visual dari layar komputer yang dipengaruhi oleh
pencahayaan sekitar, tingkat kecerahan layar, kualitas layar, refresh rate layar, radiasi, dan
peletakan monitor komputer1.
Gejala-gejala dari CVS dapat dikategorikan menjadi 4 yaitu gejala
akomodatif/asthenopic, gejala pada organ mata bagian luar, gejala pada proses penglihatan,
dan gejala pada organ selain mata1. Gejala akomodatif/asthenopic antara lain mata lelah,
mata kering, dan timbul rasa sakit pada mata. Gejala yang terjadi pada organ mata bagian
luar yaitu mata berair, iritasi, dan masalah pada penggunaan lensa kontak. Gejala yang
terjadi pada proses penglihatan meliputi kaburnya penglihatan, sulit melakukan fokus pada
suatu objek, dan penglihatan ganda. Gejala-gejala lain yang timbul yaitu, sakit pada leher,
punggung, dan pundak.
Penyakit ini dapat dicegah dengan berbagai cara. Untuk mencegah mata kering
akibat berkurangnya kedipan dapat dilakukan dengan beristirahat setelah 15 menit melihat
layar komputer dan menggunakan obat tetes mata. Efek silau dari monitor dapat dikurangi
dengan mengatur ulang tingkat kecerahan pada monitor dan pencahayaan di sekitar
monitor. Dari segi ergonomis dapat dilakukan dengan mengatur jarak pandangan dari mata
ke monitor sejauh 20-26 inci3.

DAFTAR PUSTAKA

1. Wimalasundera, Saman. 2006. Reviews: Computer Vision Syndrome. Galle Medical


Journal. Vol. 11 No.1. pp 25-29.
2. Ansel, Jeffrey. 2005. Visual Ergonomics Handbook. Washington: CRC Press
3. Sindt, Christine W. 2017. Computer Vision Syndrome. Tersedia di https://uihc.org/health-
library/computer-vision-syndrome . Diakses pada 15 Februari 2017