Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH TEKNOLOGI POLIMER

POLYPROPYLENE

Makalah ini ditulis Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi Polimer
Dosen Pengampu :Dyah Retno Sawitri, S.T., M.Eng

Disusun oleh :
1. Tylka Paramita (13521002)
2. Dhita Nur Effani (13521007)
3. Aulia Rosidah (13521008)
4. Reghina Nuru Zain (13521010)
5. Hana Nisrina (13521055)
6. Ghina Hanum Fathina (13521139)
7. Gadis Langkar Alsakina (13521 )

Kelas : C

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena hanya berkat rakhmat dan
karunia Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
POLYPROPYLENE ini sebagai syarat memenuhi mata kuliah Teknologi Polimer.
Sholawat beserta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada junjungan kita semua nabi
Muhammad SAW.
Tidak lupa penulis haturkan terima kasih kepada Ibu Dyah Retno Sawitri yang telah
berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis mengajar mata kuliah Teknologi Polimer.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan paper ini masih jauh dari kesempurnaan untuk
itu penulis memohon kepada Ibu Dyah Retno Sawitri selaku dosen khususnya, dan
umumnya kepada para pembaca agar dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat
membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis yang akan datang.

Yogyakarta, November 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR ................................................................................ i


DAFTAR ii
ISI ...............................................................................................

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ... . 1
B. Rumusan Masalah............................................................ 2
C. Tujuan.............................................................................. 2

BAB II : PEMBAHASAN

A. Definisi Polypropylene............................................... 3
B. PP Isotaktik................................................................ 6
C. PP Ataktik.................................................................. 7
D. PP Sindiotaktik........................................................... 8

BAB III : PENUTUP


Kesimpulan.......................................................................... 13
Daftar Pustaka..................................................................... 14

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Plastik merupakan polimer sintetis yang paling populer karena banyak digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.adapun jenis plastic nomor 5 propilena (PP) merupakan sebuah
polimer termo plastic yang di diantaranya dapat di gunakan sebagai pengemasan, tekstil
(contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah
terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara,
komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Polimer adisi yang terbuat dari propilena
monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap
kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam.
Kebanyakan polipropilena komersial merupakan isotaktik dan memiliki kristalinitas
tingkat menengah di antara polietilena berdensitas rendah dengan polietilena berdensitas
tinggi; modulus Youngnya juga menengah. Melalui penggabungan partikel karet, PP bisa
dibuat menjadi liat serta fleksibel, bahkan di suhu yang rendah. Hal ini membolehkan
polipropilena digunakan sebagai pengganti berbagai plastik teknik, seperti ABS.
Polipropilena memiliki permukaan yang tak rata, seringkali lebih kaku daripada beberapa
plastik yang lain, lumayan ekonomis, dan bisa dibuat translusen (bening) saat tak berwarna
tapi tidak setransparan polistirena, akrilik maupun plastik tertentu lainnya. Bisa bula dibuat
buram dan/atau berwarna-warni melalui penggunaan pigmen, Polipropilena memiliki
resistensi yang sangat bagus terhadap kelelahan (bahan).
Pengolahan lelehnya polipropilena bisa dicapai melalui ekstrusi dan pencetakan.
Metode ekstrusi (peleleran) yang umum menyertakan produksi serat pintal ikat (spun bond)
dan tiup (hembus) leleh untuk membentuk gulungan yang panjang untuk nantinya diubah
menjadi berbagai macam produk yang berguna seperti masker muka, penyaring, popok dan
lap.Polipropilena memiliki titik lebur ~160 C (320 F), sebagaimana yang ditentukan
Differential Scanning Calorimetry (DSC).

B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dari makalah ini yaitu:
1. Apa definisi Polypropylene ?

2. Bagaimana reaksi, struktur, sifat dan aplikasi dari PP isotaktik, PP ataktik dan PP
sindiotaktik ?

C. TUJUAN
1. Mengetahui definisi Polypropylene
2. Mengetahui reaksi, struktur, sifat dan aplikasi dari PP isotaktik, PP ataktik dan PP
sindiotaktik

BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI POLYPROLYLENE
Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat
oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan,
tekstil (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah
terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara,
komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Polimer adisi yang terbuat dari propilena
monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap
kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam. Polipropena biasanya didaur-ulang, dan simbol
daur ulangnya adalah nomor "5": .
Polipropilena merupakan polimer hidrokarbon yang termasuk ke dalam polimer
termoplastik yang dapat diolah pada suhu tinggi. Polipropilena berasal dari monomer
propilena yang diperoleh dari pemurnian minyak bumi. Struktur molekul propilena dapat
dilihat pada gambar 2.1.1 berikut :

CH2=CH-CH3
Gambar 2.1.1. Struktur Molekul propilena
Secara industri, polimerisasi polipropilena dilakukan dengan menggunakan katalis
koordinasi. Proses polimerisasi ini akan menghasilkan suatu rantai liniar yang berbentuk
AA-A-A-A- , dengan A merupakan propilena. Reaksi polimerisasi dari propilena secara
umum dapat dilihat pada gambar 2.1.2. berikut :

Gambar 2.1.2. Reaksi Polimerisasi dari propilena menjadi polipropilena


Polimerisasi propilena menjadi polipropilena berlangsung secara adisi dengan
mekanisme radikal bebas dengan adanya suatu inisiator peroksida atau melalui mekanisme
senyawa komplek dengan adanya katalis Ziegler-Natta.Katalis ini mampu mengarahkan
monomer ke orientasi spesifik sehingga menghasilkan polipropilena isotaktik dengan
derajat kristalinitas yang tinggi. Kristalinitas yang tinggi pada polipropilena
mengakibatkan polimer ini mempunyai daya regang tinggi dan kaku.
Polimerisasi propilena secara radikal bebas umumnya akan menghasilkan
polipropilena ataktik dengan derajat kristalinitas rendah dan cendrung amorf. Tahapan
reaksi polimerisasi polipropilena meliputi tahap inisiasi, propagasi dan terminasi.

1) Inisiasi
Propilena (monomer) bereaksi di pusat aktif katalis (Ti) membentuk kompleks yang
kemudian akan terkoordinasi membentuk tahap transisi. Tahap transisi(transition state)
adalah tahap dimana gugus etil pada pusat aktif terlepas dan membentuk ikatan dengan
propilena pada akhir rantai (terjadi penyisipan).Kemudian terjadi migrasi rantai dan
terbentuklah pusat aktif yang baru.

2) Propagasi
Proses pada tahap inisiasi berulang juga pada propagasi sehingga diperoleh
polipropilena dengan keteraturan yang tinggi . Rantai polimer tumbuh pada permukaan
katalis melalui reaki-reaksi penyisipan rantai monomer yang terkompleksasi dan gugus Et
yang asalnya dari kokatalis organologam (AlRt3) berakhir sebagai gugus ujung rantai.
3) Terminasi
Terminasi rantai yang
tumbuh bisa terjadi dengan beberapa
cara. Chain transfer (transfer rantai)
pada polimerisasi propilena
terjadi dengan beberapa
cara,tergantung pada
katalis dan kondisi operasi yang
digunakan. Transfer rantai ke
monomer atau transfer hidrida
internal menghasilkan ujung rantai tak jenuh. Chain transfer yang sering dilakukan yaitu
menggunakan zat hidrogen untuk mengontrol berat molekul polimer. Pada konsentrasi
hidrogen dan derajat polimerisasi tertentu, hidrogen dapat memutuskan ikatan antara Ti
dan Cl pada rantai polimer sehingga terbentuk ikatan antara Ti dan H. Namun monomer
akan mudah menyisip antara ikatan Ti dan H, sehingga terjadi polimerisasi lagi.

Tanpa penerapan pereaksi-pereaksi transfer seperti itu,berat molekul akan menjadi


telalu tinggi untuk pemakaian komersial.

B. PP ISOTAKTIK
Reaksi

Struktur dan sifat


Pada isotaktik, seluruh grup metil pada sisi yang sama pada satu rantai karbon.
Polimer komersial biasanya mengandung > 95 % isotaktik. Bentuk isotaktik adalah
bentuk yang paling biasa dan bersifat kaku dengan kristalinitas yang tinggi serta titik
lebur yang tinggi pula. Dalam polimer komersial, makin tinggi isotaktiknya, makin
tinggi pula kristalinitas serta kekuatan tarik, modulus dan kekerasannya sedangkan
sifat-sifat struktur lainnya tetap. Dengan keteraturan gugus metil ini, maka rantai
polimer dapat dikemas lebih padat sehingga menghasilkan plastik yang tahan panas
dan kuat.
Pada pp isotaktik memiliki kristalinitas yang tinggi, Fasa kristalinitas adalah
bagian dimana rantai-rantai molekul PP tersusun secara teratur. Fasa kristalin
merupakan fasa dengan berat jenis lebih berat, dan pada fasa ini memberikan
kekuatan, kekakuan, dan kekerasan pada PP, namun disisi lain fasa kristalin juga
menyebabkan PP menjadi lebih getas sehingga mengurangi ketangguhan dan mudah
pecah terutama pada temperatur rendah. Titik leleh polypropylene isotaktik murni
adalah 176C sangat tahan terhadap suhu yangsangat dingin, dan tetap kuat sampai
suhu -100C. Panas fusi propylene isotaktik dilaporkan sebesar +88 J/g (+21 kal/g).
Isotaktik PP Teratur High density High crystal Strong PP

Struktur Isotaktik
Pada struktur ini, gugus CH3 tertata dengan tatanan yang sangat beraturan

sehingga memungkinkan rantai-rantai untuk saling berdekatan satu sama lain


sehingga memaksimalkan jumlah ikatan Van der Waals diantara rantai-rantai tersebut.
Ini berarti bahwa polipropilena isotaktis cukup kuat baik sebagai benda padat maupun
jika dibuat dalam bentuk serat.
Aplikasi
Struktur ini merupakan bentuk polipropilena yang paling umum, yang biasa
digunakan untuk membuat wadah dan , membuat alat-alat rumah sakit, komponen
mesin cuci, komponen mobil, pembungkus tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta
bahan pembuat karung.
Contoh simbol dan aplikasi berbahan plastik jenis PP.

C. PP ATAKTIK
Reaksi

Struktur dan sifat


Pada ataktik, grup metil terletak acak. Memiliki kristalinitas yang rendah. Apabila
PP dalam keadaan seluruhnya ataktik, maka bersifat amorf. PP ataktik diperoleh jika
polimerisasi adisi terjadi secara acak dan tidak terikat dengan baik. Wujud fisiknya
antara karet dan lilin. Titik leleh kristal pp ataktik 165-170C.
Polipropilena ataktis terbentuk sebagai sebuah produk limbah selama pembuatan
polipropilena isotaktis dan kegunaannya terbatas. PP ataktik bersifat amorf yaitu
polimer yang rantainya tersusun secara acak atau tidak beraturan, sehingga tidak
adanya interaksi antara rantai yang cukup kuat.
Ataktik PP Acak Low density Amorph Rubbery PP

Struktur Ataktik
Aplikasi
Polipropilena ataktis digunakan pada cat jalan, digunakan dalam material atap
seperti "lembar atap", dan pada beberapa penutup atau perekat.

Contoh dari PP Ataktik ( cat jalan dan lembaran atap )

D. PP SINDIOTAKTIK
Reaksi

Struktur dan sifat


Pada Sindiotaktik, grup metil terletak berselang-seling pada sisi yang berbeda.
Terjadi peningkatan fleksibilitas rantai sindiotaktik PP, dibandingkan bentuk isotaktik.
Eksperimen terbaru mengindikasikan bahwa peningkatan fleksibilitas menyebabkan
secara signifikan jumlah molekul yang terlibat makin tinggi dalam lelehan, yang
berperan dalam ketahanan UV dan radiasi gamma, meningkatkan elastisitas dan
kekuatan robek pada lembaran tipis. Pada pp sindiotaktik memiliki sifat kristalin yaitu
polimer yang rantainya tersusun secara teratur antara satu terhadap yang lainnya.

Struktur Sindiotaktik
Aplikasi
Karena polipropilena sindiotaktis relatif baru, kegunaannya masih terus
berkembang. Sebagai contoh, digunakan dalam lapisan plastik tipis untuk
membungkus makanan. Ada juga yang digunakan dalam bidang kedokteran;
misalnya, dalam tabung-tabung kedokteran dan untuk tas-tas dan kantong obat. Masih
banyak kegunaan potensial lainnya, baik secara sendiri, maupun dalam bentuk
campuran dengan polipropilena isotaktis.

Contoh dari PP Sindiotaktik ( Kantong obat )


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat
oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi.
2. Polipropilena digunakan dalam (contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat
tulis, berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan
labolatorium, pengeras suara, komponen otomotif, uang kertas polimer dan
perlengkapan medis.
3. Konfigurasi sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Isotaktik, Syndiotaktik, dan
Ataktik.
Ataktik: gugus metil terletak tak beraturan terhadap sisi rantai polimer
sehingga polipropilen ataktik bersifat amorf.
Sindiotaktik: gugus metil terletak berselang-seling pada kedua sisi rantai
polimer.
Isotaktik: semua gugus metil terletak pada salah satu sisi rantai polimer
sehingga polipropilen bersifat kristalin.

DAFTAR PUSTAKA

1. www.google.com
http://ali-daus.blogspot.com/2013/11/polipropilena-polypropylene.html
2. www.google.com

http://1tommyputra.wordpress.com/2011/05/21/polimer-polipropilena-pp-acrylonitrile-

butadiene-styrene-abs-dan-poliuretan/

3. www.google.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Polipropilena

4. www.google.com
https://www.scribd.com/doc/112145356/Makalah-Polipropilen-Shandi-Fixed
5. www.google.com
http://sumedang.ggkarir.co.id/ensiklopedia.php?_i=all&id=25383&en=ENGLISH
6. www.google.com

http://meoongimutz.blogspot.com/2010/06/polimer-polipropilena-dan-aplikasinya.html