Anda di halaman 1dari 6

Koperasi Simpan Pinjam

PANCA MERTA
No. Badan Hukum : 12/BH/XXVII.1/DISKOP/II/2008
Alamat : Jln Bumbak Lingkungan Anyar Kelod Kerobokan, Kuta Utara, Badung

PERATURAN KHUSUS
PENGURUS KSP PANCA MERTA
Nomor :05/Persus/KPM/2012

Tentang :

PEMBUATAN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN DAN


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPERASI PANCA MERTA.

Tata Tertib Kerja Pengawas, Pengurus, Pengelola dan Karyawan Koperasi

Menimbang : 1. Dalam rangka menjalankan kegiatan organisasi koperasi


maka diperlukan tata kerja yang teratur, tertib dan terukur
bagi Pengawas, Pengurus, Pengelola dan Karyawan
Koperasi.
2. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan produktivitas
kerja Pengawas, Pengurus, Pengelola dan Karyawan
Koperasi, maka perlu disusun tata kertib kerja.

Mengingat : 1. Anggaran Dasar Koperasi Panca Merta


2. Anggaran Rumah Tangga Koperasi Panca Merta

Menetapkan : Peraturan khusus Tata Tertib Kerja Pengawas, Pengurus,


Pengelola dan Karyawan Koperasi

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Istilah-istilah

1. Koperasi yang dimaksud dalam peraturan khusus ini adalah KOPERASI


PANCA MERTA yang selanjutnya disebut Koperasi.
2. Pengawas yang dimaksud dalam peraturan khusus ini adalah Pengawas
KOPERASI PANCA MERTA.
3. Pengurus yang dimaksud dalam peraturan khusus ini adalah Pengurus
KOPERASI PANCA MERTA.
4. Karyawan yang dimaksud dalam peraturan khusus ini adalah seluruh
karyawan yang diangkat oleh Pengurus sebagai karyawan KOPERASI
PANCA MERTA, termasuk dalam hal ini adalah pengelola dan/atau manajer
koperasi.
5. Kantor yang dimkasud yang dimaksud dalam peraturan khusus ini adalah
kantor operasional KOPERASI PANCA MERTA.

Pasal 2
Maksud dan Tujuan

1. Tata tertib kerja diberlakukan bagi Pengawas, Pengurus dan karyawan, agar
dapat melaksanakan fungsi/tugas/jabatan operasionalnya secara optimal, dan
terciptanya suasana kerja yang aman, tertib dan teratur di Koperasi, sehingga
tercapai tujuan koperasi.
2. Pengawas, pengurus dan Karyawan wajib mentaati tata tertib ini tanpa
kecuali.

BAB II
TATA TERTIB KEHADIRAN
Pasal 3

1. Hari kerja di Koperasi adalah 6 (enam) hari kerja Senin sampai dengan Sabtu.
2. Hari libur selain hari Minggu mengikuti ketentuan dari pemerintah dan
dikuatkan dengan Keputusan Pengurus serta dimumkan paling lambat 3 hari
sebelumnya.
3. Jam kerja di Koperasi adalah pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WITA, kecuali
hari Jumat sampai pukul 15.00.
4. Setiap karyawan sudah harus siap di tempat kerjanya 10 (sepuluh) menit
sebelum saat dimulainya jam kerja.
5. Setiap Karyawan wajib hadir dan bekerja pada waktu yang telah ditetapkan sesuai
jadwal kerjanya.
6. Karyawan, selain yang dikecualikan oleh Pengurus, sebelum dan sesudah
melakukan kerja wajib melakukan absensi (Pencatatan manual) yang
disediakan oleh Koperasi.
7. Mengabaikan kewajiban melakukan absensi ini dianggap sebagai mangkir atau
cuti, kecuali jika ada penjelasan seperti sakit, perjalanan dinas, dan lain-lain.
8. Perhitungan absensi dapat menjadi dasar pemberian uang hadir/makan, untuk
penilaian kinerja karyawan yang bersangkutan serta untuk penerapan sanksi
administratif.
9. Keterlambatan masuk kerja mencapai 30 (tiga puluh) menit dan atau datang
terlambat lebih dari 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan dianggap melanggar tata
tertib, dan akan mendapatkan sanksi administratif kecuali bila telah
diberitahukan dan mendapat izin dari atasan langsung.
10. Karyawan yang tidak masuk kerja lebih dari 1 (satu) hari karena sakit
diwajibkan memberitahukan pada Pengurus/Manajer melalui telepon/sms, dan
membawa surat keterangan dokter dan menyerahkan kepada
Pengurus/Manajer pada hari pertama masuk kerja kembali.
11. Ketidakhadiran tanpa pemberitahuan akan dikenakan sanksi Administrasi.
BAB III
TATA TERTIB DI TEMPAT KERJA
Pasal 4

1. Setiap karyawan wajib merapikan dan mengamankan tempat kerjanya sebelum


meninggalkan tempat kerjanya tersebut.
2. Setiap karyawan bertanggung jawab atas peralatan kerja yang dipergunakan.
3. Karyawan tidak diperkenankan membawa, memindahkan, dan
meminjamkan dokumen perusahaan dan alat-alat perlengkapan kerja tanpa
izin yang berwenang.
4. Setiap karyawan wajib mengikuti dan mematuhi keseluruhan petunjuk-
petunjuk dan instruksi-instruksi kerja yang diberikan oleh atasannya atau
Pimpinan yang berwenang memberikan petunjuk atau instruksi kerja tersebut
5. Setiap karyawan tidak diperkenankan untuk menerima atau melakukan
pekerjaan lain dalam jam kerja resmi.
6. Setiap karyawan wajib mentaati ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja,
AD/ART, Peraturan khusus Koperasi, tata tertib kerja ini, maupun peraturan-
peraturan pelaksanaannya.
7. Setiap karyawan wajib mentaati perintah atasannya, sejauh perintah tersebut
diberikan dengan sah dan tidak bertentangan dengan Peraturan Koperasi.
8. Setiap karyawan wajib melaksanakan tugasnya sebaik mungkin, dan dengan
penuh tanggung jawab.
9. Setiap karyawan wajib berpenampilan rapi, terpelihara serta mengenakan
pakaian yang sesuai dengan ketentuan koperasi.
10. Setiap karyawan wajib menggunakan ID Card (kartu Identitas) pada saat
menjalankan tugas koperasi.
11. Wajib menjaga ketertiban, kebersihan, kerapihan dan keserasian di lingkungan
koperasi.
12. Setiap karyawan wajib bertingkah laku yang baik dan sopan, sesuai dengan
tata krama pergaulan yang umum.
13. Setiap karyawan selalu menghormati, menghargai, dan ramah pada setiap
tamu perusahaan.
14. Dilarang menggunakan fasilitas atau memanipulasi milik koperasi untuk
kepentingan diri pribadi atau kelompok lain di luar kepentingan koperasi.
15. Segala informasi mengenai kegiatan internal koperasi dapat diperoleh di papan
pengumuman koperasi.

BAB IV
TATA TERTIB PENGAWAS DAN PENGURUS
Pasal 5

1. Pengawas dan Pengurus wajib hadir setiap hari kerja sesuai dengan jam kerja.
2. Pengawas melaksanakan tugas sesuai dengan uraian tugas Pengawas.
3. Pengurus melaksanakan tugas sesuai dengan uraian tugas pengurus.

BAB IV
TATA TERTIB ADMINISTRASI
Pasal 6

1. Setiap Pengawas, Pengurus dan karyawan wajib melaporkan perubahan yang


berkaitan dengan data pribadinya kepada Koperasi. Data yang dimaksud antara
lain;
a. Perubahan alamat tempat tinggal;
b. Perubahan susunan keluarga;
c. Perubahan status keluarga;
d. Perubahan ahli waris;
e. Dan Lain-lain.

2. Laporan perubahan tersebut harus disampaikan kepada pengurus selambat-


lambatnya 1 (satu) bulan sejak terjadinya perubahan tersebut.
3. Bila Pengawas, Pengurus dan karyawan diharuskan membuat laporan, maka ia
harus membuat laporan yang benar. Jika membuat laporan secara sengaja maupun
tidak sengaja dengan data yang tidak benar, atau yang dipalsukan, dianggap
sebagai tindakan manipulasi yang dapat dikenakan sanksi.
4. Pengawas, Pengurus dan karyawan harus menjaga rahasia dan keselamatan
dokumen koperasi, yang dipercayakan kepadanya.

BAB V
SANKSI
Pasal 7
Jenis-Jenis Saksi

(1) Sanksi diberikan apabila Pengawas, Pengurus, dan Karyawan melanggar


ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, tata tertib dan peraturan
lain yang berlaku di Koperasi.
(2) Jenis jenis sanksi yang diberikan antara lain :
a. Sanksi ringan
b. Sanksi berat
(3) Sangsi ringan berupa peringatan lisan dan peringatan tertulis pertama.
(4) Sangsi berat berupa peringatan tertulis kedua dan peringatan tertulis ketiga serta
pemberhentian.

Pasal 8
Tata Cara Pemberian Saksi

(1) Setiap pemberian sanksi oleh pengawas maupun pengurus dibuatkan berita
acara.
(2) Tata cara pengenaan sanksi bagi karyawan yang melakukan pelanggaran :
a. Pengurus memamnggil karyawan yang bersangkutan dan menyampaikan
teguran lisan.
b. Pengurus menyampaikan surat teguran tertulis pertama, jika teguran lisan
tidak diindahkan.
c. Pengurus menyampaikan surat teguran tertulis kedua, jika teguran tertulis
pertama tidak diindahkan.
d. Pengurus menyampaikan surat teguran tertulis ketiga, jika teguran tertulis
kedua tidak diindahkan.
e. Pengurus melakukan pemberhentian sementara atau skorsing, jika teguran
tertulis ketiga tidak diindahkan.
f. Pengurus melakukan pemberhentian tetap, jika hasil evaluasi pada saat
pemberhentian sementara tidak menunjukkan perbaikan.
(3) Tata cara pengenaan sanksi bagi pengurus:
a. Pengawas mengundang pengurus untuk melakukan klarifikasi
b. Pengawas menyampaikan surat teguran tertulis pertama,
c. Pengawas menyampaikan surat teguran tertulis kedua
d. Pengawas memanggil pengurus yang bersangkutan untuk dibuat berita
acara secara tertulis
e. Dalam hal surat teguran tertulis tidak diindahkan oleh pengurus dan terbukti
Pengurus melanggar ketentuan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah
Tangga dan/atau Peraturan lainnya maka Pengawas menerbitkan surat
keputusan pemberhentian sementara pengurus untuk diputuskan dalam
Rapat Anggota
f. Pengurus yang diberhentikan sementara sebagaimana dimaksud huruf e
diberi kesempatan untuk membela diri sebelum diputuskan dalam Rapat
Anggota
(5) Tata cara pengenaan sanksi bagi pengawas:
a. Perwakilan anggota menyampaikan teguran lisan kepada Pengawas yang
melanggar ketentuan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga
dan/atau Peraturan lainnya
b. Perwakilan anggota menyampaikan surat teguran tertulis pertama dan
kedua kepada pengawas
c. Dalam hal surat teguran tertulis tidak diindahkan oleh pengawas dan
terbukti melanggar ketentuan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah
Tangga dan/atau Peraturan lainnya maka Perwakilan anggota meminta
pengurus untuk menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa untuk
memutuskan sanksi kepada pengawas yang bersangkutan
d. Pengawas yang terkena sanksi sebagaimana dimaksud huruf c diberi
kesempatan untuk membela diri sebelum diputuskan dalam Rapat Anggota
Luar Biasa
(6) Jenis pelanggaran yang mengakibatkan dikenakan sanksi :
a. Bagi pengawas , akan dikenakan sanksi jika merangkap sebagai pengurus
atau pengawas di tempat lain
b. Bagi pengurus, akan dikenakan sanksi jika dalam waktu satu tahun tidak
melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)
c. Pengurus tidak membuat laporan keuangan
d. Pencemaran nama baik koperasi

BAB VI
PENUTUP

Hal-hal lain yang belum diatur dalam tata Tertib Kerja ini, jika diperlukan akan diatur
kemudian.

Keputusan in berlaku sejak ditetapkan

Ditetapkan di : Badung
Tanggal : 8 Februari 2012

Koperasi Simpan Pinjam Panca Merta

Ketua Sekretaris

(I Ketut Kerta, SH.) (Ni Komang Ayu Sukristina, SE.)