Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH PENGANGGARAN MODAL

Disusun Oleh :

Geraldine Giovanny A (142102015)


Jane Devi Vionita Ginting (142102032)
Imelda Tri Ananta Ginting (142102051)
Ardi Putra Mulia (162102073)

PENGANGGARAN PERUSAHAAN
DIII AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN


BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penganggaran modal adalah istilah yang sering kita dengar pada saat berhubungan
dengan uang. Tapi seringkali istilah penganggaran modal disalah tafsirkan sebagai alat untuk
menghitung keuntungan saja, padahal penganggaran modal (capital budgeting) bukan hanya
sekedar itu saja. Maka dari itu kita harus memahami betul pengertian dari penganggaran
modal (capital budgeting) agar penafsiran tidak hanya terbatas pada mencari keuntungan saja
tetapi melakukan keputusan investasi yang akan berdampak bagus pada jangka panjang
maupun jangka pendek bagi perusahaan. Di suatu perusahaan, seorang manajer keuangan
harus paham betul dengan capital budgeting ini sebab seorang manajerlah yang akan
memutuskan investasi atau penanam modal ini dapat diinvestasikan agar berdampak baik
pada perusahaan.

Di sebagian besar perusahaan, capital budgeting adalah salah satu sumber utama
keuntungan perusahaan tersebut. Karena dengan adanya capital budgeting mereka dapat
menghitung tingkat keuntungan yang akan mereka dapatkan pada jangka panjangnya.
Perusahaan biasanya membuat berbagai alternatif atau variasi untuk berinvestasi dalam
jangka panjang, yakni berupa penambahan aset tetap seperti tanah, mesin dan peralatan. Aset
tersebut merupakan aset yang berpotensi, yang merupakan sumber pendapatan yang potensial
dan mencerminkan nilai dari sebuah perusahaan. Capital budgeting dan keputusan keuangan
diperlakukan secara terpisah. Bila investasi yang diajukan telah ditentukan untuk diterima,
manager keuangan kemudian memilih metoda pembiayaan yang paling baik.

1.2 Rumusan Masalah

Perumusan masalah bertolak dari latar belakang di atas

a. Pengertian Anggaran Modal


b. Pentingnya Pengangaran Modal
c. Motif capital budgeting
d. Jenis-jenis Keputusan Penganggaran Modal
e. Prinsip Dasar Proses Penganggaran Modal
1.3 Tujuan

Tujuan dari pembahasan rumusan masalah dari makalah ini yaitu untuk mengetahui
lebih jelas lagi apa itu capital budgeting, manfaat, peranan, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan masalah tersebut.
1.4 Manfaat

Setelah membaca dan mempelajari makalah ini, diharapkan agar pembaca dapat lebih
mengetahui dan memahami apa itu capital budgeting dan apa pentingnya bagi sebuah
perusahaan.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi. Anggaran (budget)
adalah sebuah rencana rinci yang memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selama
beberapa periode pada saat yang akan datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran
aktiva tetap. Penganggaran modal (capitalbudgeting) adalah keseluruhan proses mulai dari
perencanaan sampai dengan pengambilan keputusan untuk pengeluaran sejumlah dana (investasi)
dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu 1 tahun.

Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab penganggaran modal melibatkan suatu
pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang
dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana
tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.

2.2 Keseluruhan Peranan Capital Budgeting


Pentingnya Penganggaran Modal
1. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangkaw aktu panjang.
2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang
akan datang.
3. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan pengeluaran modal tersebut akan berakibat panjang
dan sulit diperbaiki.
5. Penganggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari
penambahan aktiva.
6. Pengeluaran modal sangatlah penting.

2.3 Klasifikasi Proyek


1. Replacement, perawatan bisnis
Contohnya : mengganti peralatan yg rusak
2. Replacement, pengurangan biaya
Contohnya : mengganti peralatan yg sudah ketinggalan jaman sehingga mengurangi biaya
3. Ekspansi produk atau pasar yg sudah ada
Contohnya : pengeluaran2 untuk meningkatkan output produk yg sudah ada atau menambah
toko.
4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru
5. Proyek keamanan atau lingkungan
6. Penelitian dan pengembangan
7. Kontrak-kontrak jangka panjang
Contohnya : kontrak untuk menyediakan produk atau jasa pada kustomer tertentu
8. Lain-lain
Contohnya: bangunan kantor, tempat parkir, pesawat terbang perusahaan
2.4 Tahap tahap Penganggaran Modal
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir
aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of
capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk
memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya

2.5 Manfaat Penganggaran Modal


1. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka
waktunya lebih dari satu tahun.
2. Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
3. Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat
besar.
4. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.

2.6 Metode Keputusan Penganggaran Modal


1. Payback periode
Jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam,
semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/
dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa
kembali)
Kebaikan : sangat mudah diterapkan
Kelemahan :
a) tidak memperhatikan time of money value
b) tidak memperhatikan cash in flow setelah masa payback sehingga tidak bisa digunakan
sebagai alat ukur.
Rumus:
Payback periode = jumlah investasi x 1 tahun
Proceed
a) jika payback periode > umur ekonomis, investasi ditolak
b) jika payback periode < umur ekonomis, investasi diterima

2. Net Present Value (NPV)


Metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai
waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada
masa yang akan datang).
Rumus :
NPV = PVNCF PVNOL

Langkah langkah :
1. Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of
Return.
2. Menghitung present value dari net cash flow.
3. Menghitung present value dar net outlay.
4. Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan PVNOL.
5. Kriteria : Jika NPV (+), investasi diterima
Jika NPV (-), investasi ditolak.
Kebaikan :
a) memperhitungkan time value of money
b) memperhitungkan seluruh cash flow selama usia investasi
Kelemahan :
a) dalam membandingkan dua investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat
digunakan sebagai pedoman.
3. Internal Rates Of Return (IRR)
Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang
menunjukkan present value cash flow = present value outlay
IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.
Rumus :
P2-P1
IRR = P1-C1
C2-C1

Dimana :

P = Discount rate

C = NPV

Jika IRR > P, investasi diterima

Jika IRR < P, Investasi ditolak

4. Profitability Index
Membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan
datang dengan arus kas keluar.
Rumus :

Profitability Index = PV. Proceed

PV.outlay

Jika PI > 1, investasi diterima

Jika PI < 1, investasi ditolak

5. Accounting Rate of Return


Mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini
menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam
(initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam.
Kebaikan : terletak pada kesederhanannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data
akuntansi yang tersedia.
Kelemahan :
a) Tidak memperhatikan time of money value
b) Untuk proyek yang ada rata-rata laba bersihnya
Rumus :

ARR = Jumlah EAT * 100%

Investasi

jika ARR > 100%, investasi diterima

jika ARR < 100%, investasi ditolak

2.7 Resiko Dalam Penganggaran Modal

Ada 3 (tiga) jenis dalam proses penggaran moda. Masalahnya adalah sulit untuk mengukur
resiko-resiko tersebut secara tepat. Kelemahan ini menyebabkan perhitungan resiko dalam keputusan
penganggaran modal menjadi sulit. Pada dasarnya ada 2 (dua) metode untuk memasukkan
pertimbangan risiko kedalam keputusan penganggaran modal, yaitu :

1. Metode Certainly Equivalent (CE)


Konsep Certainty Equivalent adalah merubah sesuatu yang tidak pasti menjadi sesuatu yang
pasti. Pada umumnya metode ini semakin tinggi resiko maka semakin kecil certainly
equivalentnya. Metode ini memasukkan unsur resiko pada arus kas proyek dan tidak pada
tingkat diskonto. Metode CE sangat sederhana dan mudah dimengerti, namun kelemahan dari
metoda ini adalah faktor subyektif dalam menentukan CE sangat tinggi karena setiap orang
punya pandangan dan keengganan terhadap risiko yang berbeda. Kelebihan CE adalah kita
dapat mempertimbangkan resiko yang tidak sama setiap tahun.
2. Metode Risk adjusted Discount Rate (RADR)
Metode Risk Adjusted Discount rate (RADR) memasukkan unsur risiko kedalam Discount rate.
Menurut metoda ini untuk menghitung NPV suatu proyek, kita tetap menggunakan arus kas
yang diharapkan. Arus kas yang diharapkan ini lalu didiskontokan dengan discount rate yang
sudah disesuaikan dengan resiko proyek. Metoda CE sangat sederhana dan mudah dimengerti,
namun RADR lebih sering digunakan karena lebih mudah diperkirakan berdasarkan data yang
ada pada pasar daripada menentukan arus kas CE.

2.8 Penganggaran Modal Dalam Konsep Investasi

Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab penganggaran modal melibatkan


suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh
keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.
Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk
menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Dalam penggantian atau pembahasan kapasitas
pabrik misalnya : dana yang sudah ditanamkan akan terikat dalam jangka waktu yang
panjang, sehingga perputaran dana tersebut kembali menjadi uang tunai tidak dapat terjadi
dalam waktu satu atau dua tahun, tetapi dalam jangka waktu yang lama..
Investasi dapat dibagi menjadi empat golongan :
1. Investasi yang tidak menghasilkan laba (non-profit investment)
2. Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non-measurable profit investment)
3. Investasi dalam penggantian equipmen (replacement investment)
4. Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment)
Ada beberapa metode untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih
berbagai macam alternative investasi. Berikut ini empat metode untuk menilai suatu usulan
investasi:

1. Pay-back Method.
2. Average Return on Investment
3. Present Value
4. Discounted Cash Flows.

1. Payback Method

Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti payoff method dan pay out
method.
Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah
jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi.
Rumusan perhitungan pay-back (dalam tahun) dapat dibagi menjadi dua
kelompok :
a. Rumus perhitungan pay-back period yang belum memperhitungkan unsur pajak
penghasilan.
b. Rumus perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak
penghasilan.
Rumus Perhitungan Pay-back Period yang Belum Memperhitungkan Unsur
Pajak Penghasilan.
Jika pajak penghasilan belum diperhitungkan dalam penentuan pay-back
period, dalam investasi untuk perluasan usaha, pay-back period dihitung dengan
rumus sebagai berikut :
Contoh 1 :
Tuan A mempunyai rencana akan menginvestasikan uangnya dalam usaha
transport. Menurut rencana Tuan A akan membeli sebuah mobil penumpang dengan
harga RP.72.000.000 (sudah termasuk bea balik nama). Untuk meperkirakan dalan
jangka waktu beberapa tahun investasi tersebut akan kembali, Tuan A akan
memperkirakan pendapatan diferensial dan biaya diferensial tunai per bulan dari
usahanya sebagai berikut :

Taksiran pendapatan diferensial Rp. 5.000.000


Taksiran biaya diferensial tunai (berupa biaya keluar
dari kantong) 3.000.000 (-)
Laba tunai per bulan Rp. 2.000.000

Jika dampak pajak penghasilan akibat tambahan laba tunai tidak diperhitungkan
dalam pengambilan keputusan, investasi tersebut akan kembali lagi dalam jangka
waktu :

(contoh diatas adalah perhitungan Pay-back period jika laba tunai sama setiap perode)

Contoh 2 :
Suatu rencana investasi membutuhkan investasi mula-mula (aktiva diferensial)
sebesar Rp. 30.000.000. diperkirakan laba tunai setelah pajak (pendapatan dikurangi
biaya diferensial tunai) setian tahun selama lima tahun berturut-turut sebagai berikut :
Rp. 8.800.000, Rp. 7.200.000, Rp. 8.400.000, Rp. 8.800.000, dan Rp.6.800.000.
perhitungan pay-back period disajikan sebagai berikut :
Aliran Kas Pay-back period
Tahun Investasi yang (dalam tahun) yang
Jumlah ditutup diperlukan
1 Rp. 8.800.000 Rp. 8.800.000 1,0
2 Rp. 7.200.000 Rp. 7.200.000 1,0
3 Rp. 8.400.000 Rp. 8.400.000 1,0
4 Rp. 8.800.000 Rp. 5.600.000 0,6
5 Rp. 6.800.000 - -
Investasi Rp. 30.000.000
Pay-back period dalam tahun 3,6
30.000.000 (8.800.000 + 7.200.000 + 8.400.000)
5.600.000 : 8.800.000 = 0,60

(Contoh diatas adalah perhitungan pay-back period jika laba tunai tidak sama setiap periode)

Rumus Perhitungan Pay-back Period yang Memperhituungkan Unsur Pajak


Penghasilan
Jika dampak pajak penghasilan diperhitungkan, maka penentuan pay-back period
dilakukan dengan rumus berikut ini :

Contoh 1:

Dalam Tahun 19X1 akan mengganti sebuah truk yang dimilikinya sekarang dengan truk baru.
Penggantian ini akan dilakukan berdasarkan pertimbangan penghematan biaya dengan
pemakaian truk baru tersebut. Jika dalam satu tahun diperkirakan jarak yang ditempuh sebuah
truk sebanyak 180.000 Km, maka taksiran biaya diferensial berupa penghematan biaya
dengan pemakaian truk baru dibandingkan dengan truk lama di sajikan sebagai berikut.
Biaya Truk Biaya Truk Biaya
Lama Baru Diferensial
Biaya bahan bakar premium
45.000 Lt X Rp.70 Rp. 3.150.000
Biaya bahan bakar solar
18.000 Lt X Rp.25 Rp. 450.000 Rp. 2.700.000
Biaya reparasi & Rp. 1.500.000 Rp. 1.000.000 Rp. 500.000
pemeliharaan
Rp. 4.500.000 Rp. 1.450.000 Rp. 3.200.000
Biaya Diferensial
Harga beli truk lama Rp. 3.000.000
Akumulasi depresiasi 2.000.000

Nilai Buku truk lama Rp. 1.000.000


Taksiran harga jual truk lama 700.000

Rugi penghentian pemakai truk lama Rp. 300.000

Dalam perhitungan pay-back period terdapat dua unsur yang diperhitungkan :

1. Pengeluaran kas bersih (net cash outlays)


2. Penghemat tunai (cahs saving)

Contoh pengeluaran kas bersih (net cash outlays)

Dalam investasi tersebut diatas, pada saat penggantian , disatu pihak Perusahaan akan
memperoleh aktiva diferensial dengan pengeluaran uang untuk membeli truk baru sebesar
Rp. 5.000.000, namun di lain pihak akan terdapat biaya kesempatan (opportunity costs)
Karena perusahaan akan menerima uang hasil penjualan truk lama Rp.700.000 dan
penghemat pajak sebesar Rp. 105.000 sebagai akibat terjadinya kerugian akibat penjualan
truk lama. Menurut undang-undang pajak penghasilan, kerugian akibat penjualan aktiva tetap
dapat diperhitungkan dalam penentuan laba kena pajak jika memenuhi syarat-syarat tertentu.
Jika tarif pajak penghasilan yang dikenakan terhadap perusahaan tersebut sebesar 35% dari
laba kena pajak, maka berarti penghematan pajak dalam investasi penggantian truk tersebut
adalah sebesar Rp. 105.000 (35%XRp.300.000).

Aktiva diferensial (Harga beli truk baru) Rp. 5.000.0000

Biaya kesempatan (oppoutunity costs)


Hasil penjualan truk lama Rp. 700.000
Penghematan pajak atas
Kerugian penjualan truk lama :
35% X Rp.300.000*) Rp . 105.000
Rp. 805.0000
Pengeluaran kas bersih (net cash outlay) Rp 4.195.000
Biaya diferensial tunai (penghematan tunai) per tahun
Penghemat biaya operasi tunai truk per tahun
Rp. 3.200.000
Kenaikan pajak penhasilan
Kenaikan pajak (tax loss) karena adanya
Penghematan biaya operasi truk =
35% X Rp. 3.200.000
Rp.1.120.000
Penghemat pajak (Tax saving) karena
Kenaikan biaya depresiasi truk per tahun
35% X Rp. 1.000.000 770.000
350.000
Jumlah kenaikan pajak per tahun
2.430.000
Biaya diferensial tunai dan pajak (penghematan
Tunai atau cash savings) per tahun 1,7 tahun

Pay-back period (4.195.000/2.430.000)

Contoh Penghematan Tunai (Cash Saving)


Biaya diferensial yang berupa penghematan tunai yang diperoleh perusahaan setiap
tahun dari operasi truk baru tersebut adalah sebesar Rp. 3.200.000. tetapi dengan adanya
penghematan biaya ini, dalam tahun-tahun berikutnya sejak saat penggantian, perusahaan
akan memayar pajak penghasilan yang lebih besar. Dalam hal turunnya pajak yang terjadi
setalah penggantian truk karena adanya kenaikan biaya depresiasi dianggap bahwa sisa umur
truk lama sama dengan umur ekonomis truk baru, dan nilai buku truk baru sama dengan nol.
Kenaikan biaya depresiasi pada tahun-tahun setelah penggantian disajikan sebagai berikut.

Saat penggantian Biaya depresiasi truk


Truk baru
Rp.1.250.000 Rp.1.250.000 Rp.1.250.000 Rp.1.250.000
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

Nilai buku truk Biaya depresiasi truk


Lama Rp. 1.000.000 lama seandainya truk
Rp. 250.000 Rp. 250.000 Rp. 250.000 Rp. 250.000
lama masih dipakai
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4

Turunnya laba Biaya depresiasi truk per


Kena pajak tahun menjadi lebih
Rp.1.000.000 Rp.1.000.000 Rp.1.000.000 Rp.1.000.000
tinggi Rp. 1.000.000 dan
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4
akibatnya laba kena
pajaklebih rendah dalam
jumlah yang sama.

Kebaikan dan Kelemahan Payback Method

Kebaikan
1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian
investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return
dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu
pengembaliannya cepat.
3) Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.

Kelemahan

1) Tidak memperhitungkan nilai waktu uang


2) Metode ini tidak memperhatikan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok
kembali.

2. Average Return on Investment Method ( Metode Rata-rata Kembalian Investasi)


Metode ini juga disebut Accounting method atau Financial Statement method. Karena
dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi (accounting profit). Rumus
perhitungan rata-rata kembalian investasi (average return on investment adalah :

Lama sesudah pajak sama dengan laba tunai (cash profit) dikurangi dengan biaya
depresiasi (capital recovery). Oleh karena itu rumus perhitungan tariff kembalian
investasi (rate of return on investment) adalah :

Contoh

Suatu proyek investasi memerlukan investasi mula-mula Rp. 10.000.000. umur ekonomis
proyek diperkirakan 10 tahun, tanpa nilai residu pada akhir tahun kesepuluh.
Diperkirakan setiap tahun akan dapat diperoleh kas masuk (cash inflows) rata-rata sebesar
Rp. 4.000.000 sedangkan kas keluar (cash outlows), termasuk pajak, rata-rata sebesar Rp.
2.500.000.

= 5%

Jika dalam rumus tariff kembalian investasi tersebut di atas di pakai investasi rata-rata
(average capital investment) sebagai penyebut, maka ada dua macam cara perhitungan
rata-rata yang dapat ditempuh :

a. Investami mula-mula ditambah investasi pada akhir tahun ke-10 dibagi dua :

= 10 %

b. Diperhitungkan investasi rata-rata stiap tahun dan dalam jumlah investasi rata-rata
setiap tahun kemudian dibagi dengan umur ekonomis proyek.
Contoh perhitungan investasi rata-rata adalah sebagai berikut :

Investasi rata-rata pada tahun ke-1 :


Investasi mula-mula Rp. 10.000.000
Investasi pada akhir tahun ke-1 =
10.000.000-1.000.000 9.000.000
Rata-rata investasi pada tahun ke-1=
(10.000.000-9.000.000): 2 Rp. 9.500.000

Investasi rata-rata pada tahun ke-2:


Investasi awal tahun ke-2 Rp. 9.500.000
Investasi pada akhirtahun ke-2 =
9.500.000-1.000.000 Rp. 8.500.000
Rata-rata investasi pada tahun ke-2
(9.500.000 + 8.500.000) : 2 Rp. 9.000.000

Investasi rata-rata pada tahun ke-3:


Investasi awal tahun ke- Rp. 8.500.000
Investasi pada akhirtahun ke-3 =
8.500.000-1.000.000 Rp. 7.500.000
Rata-rata investasi pada tahun ke-
(8.500.000 + 7.500.000) : 2 Rp. 8.000.000
Dan perhitungan investasi rata-rata selama umur ekonomis proyek dapat diliha sebagai
berikut.

Saldo investasi Capital recovery Saldo investasi Investasi rata-


Tahun
pada awal (biaya pada akhir tahun rata pada tahun
tahun (Rp. depresiasi) (Rp. 1.000) (Rp.1.000)
(Rp. 1.000)
1.000)
1 Rp. 10.000 Rp. 1.000 Rp. 9.000 Rp. 9.500
2 9.000 1.000 8.000 8.500
3 8.000 1.000 7.000 7.500
4 7.000 1.000 6.000 6.500
5 6.000 1.000 5.000 5.500
6 5.000 1.000 4.000 4.500
7 4.000 1.000 3.000 3.500
8 3.000 1.000 2.000 2.500
9 2.000 1.000 1.000 1.500
1o 1.000 1.000 0 500

Jumlah rata-rata per tahun


Rp50.000

= 10 %

Kriteria Penilaian.

a. Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi
batasan yang ditetapkan manajer.
b. Jika Pengambilan Keputusan belum memiliki batasan tarif kembalian investasi, maka
dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih adalah yang memberikan tingkat
kembalian yang terbesar.
Kebaikan Metode Rata-rata Kembalian Investasi.

- Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi.

Kelemahan Metode Rata-rata Kembalian Investasi

a. Tidak memperhitungkan nilai waktu uang.


b. Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi.
c. Metode tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.

3. Present Value Method


Dalam keputusan penggantian aktiva tetap yang dida- sarkan pada pertimbangan
penghematan biaya, informasi akuntansi manajemen yang dipertimbangkan adalah biaya
diferensial tunai, yang merupakan penghematan biaya operasi tunai di masa yang akan
datang sebagai akibat dari penggantian aktiva tetap tersebut.

Penghematan biaya tunai yang diperoleh (biaya diferensial tunai) dengan adanya
penggantian aktiva tetap tersebut dikurangi atau ditambah dengan dampak pajak
penghasilan akibat biaya diferensial selama umur ekonomis aktiva tetap kemudian
dinilaitunaikan dengan tarif kembalian tertentu.
Kriteria Penilaian :
Apabila jumlah nilai tunai tersebut lebih besar dari aktiva dirensial, maka usulan investasi
tersebut dianggap mengun tungkan. Dan sebaliknya.
Perhitungan Nilai Tunai

Dapat ditentukan dengan rumus : NT = AK 1 .

(1+I)n

Keterangan :

NT = Nilai tunai
AK = Aliran Kas

I = tarif kembalian investasi.


n = jangka waktu

Faktor 1/(1+i)n tercantum dalam suatu daftar bunga yang dibuat untuk berbagai tarif
kembalian dan janga waktu.

Nilai Tunai Rp 1,00

p.
1% 2% 4% 6% 8% 10%
n.
1 0,990 0,980 0,962 0,943 0,926 0,909
2 0,980 0,961 0,925 0,980 0,857 0,826
3 0,971 0,942 0,889 0,840 0,794 0,751
4 0,961 0,924 0,855 0,792 0,735 0,683
5 0,951 0,906 0,822 0,747 0,681 0,621

Jadi uang Rp 1 yang akan diterima pada akhir tahun ke-3, apabila dinilaitunaikan
sekarang pada tariff kembalian 2% per tahun akan menjadi bernilai Rp. 1/1,0233

Contoh :

Mr Frenky merencanakan untuk menginvestasikan dananya untuk pembelian Mesin


Giling seharga Rp. 300.000.000,- . Mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun tanpa nilai
residu pada akhir tahun. Atas dasar aliran kas masuk bersih diperkirakan sebesar Rp.
65.000.000 per tahun, dengan tarif kembalian 10% per tahun.

Berdasarkan informasi tersebut, keputusan apa yang harus diambil dari investasi tersebut, jika
digunakan Present Value Method ?

Perhitungan Nilai Tunai Kas Masuk Bersih


Present Value Method

Tarif Kembalian. Nilai Tunai Kas Masuk


Tahun Kas Masuk Bersih
Bersih
1 Rp. 65 juta 0,909 Rp. 59.085.000
2 Rp. 65 juta 0,826 Rp. 53.690.000
3 Rp. 65 juta 0,751 Rp. 48.815.000
4 Rp. 65 juta 0,683 Rp. 44.395.000
5 Rp. 65 juta 0,621 Rp. 40.365.000
Jml Nilai Tunai Kas Rp. 246.350.000
Bersih

Kesimpulan : Investasi sebaiknya ditolak, karena aliran kas masuk bersih lebih kecil dari
nilai investasi yang ditanam- kan.
Kebaikan Present Value Method
1. Metode ini memperhitungkan nilai waktu uang
2. Dalam present value method semua aliran kas selama umur proyek investasi
diperhitungkan dalam pengambilan keputusan investasi.

Kelemahan present value method


1. Membutuhkan perhitungan yang cermat dalam menentukan tariff kembalian investasi.
2. Dalam membandingkan dua proyek investasi yang tidak sama jumlah investasi yang
ditanamkan di dalamnya, nilai tunai aliran kas bersih dalam rupiah tidak dapat dipakai
sebagai pedoman.

4. Discount Cash Flows Method

Pada dasarnya Discount Cash Flows Method sama dengan present volue method, karena
kedua-duanya memperhitungkan nilai waktu uang di masa yang akan datang.
Perbedaannya adalah dalam present volue method tarif kembalian (rate of return) sudah
ditentukan lebih dahulu sebagai tarif kembalian ini dihitung sebagai dasar untuk
menerima atau menolak suatu usulan investasi.
Discount Cash Flows Method justuru mnecari pada tarif kembalian berapa aliran kas
masuk bersih harus dinilaitunaikan agar supaya investasi yang ditanamkan dapat tertutup.
Penentuan tariff kembalian tersebut dilakukan dengan metode mencoba-coba (trial and
error), yaitu dengan cara :
a) Mencari nilai tunai aliran kas masuk bersih pada tariff kembalian yang dipilih secara
sembarang di atas atai di bawah tarif kembali investasi yang diharapkan.
b) Menginterpolasikan kedua tariff kembalian tersebut untuk menadapatan tarif kembalian
sesungguhnya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, Penganggaran Modal (capital budgeting) sangatlah penting


dalam menentukan alur kas,investasi dan penanaman saham. Dimana bila perhitungan atau
keputusan untuk pengambilan penganggaran modal tepat, maka keuntungan bagi perusahaan
akan meningkat sesuai dengan perhitungan. Dan sangatlah penting bagi manajer keuangan
untuk sangat hati-hati dalam mengambil keputusan dengan keadaan keuangan suatu
perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Brigham, Eugene F. and Houston, Joel F. 2009. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Buku
Satu Edisi Kesepuluh. Salemba Empat.

Gitman, Lawrence J. 2009. Principles of Managerial Finance. Twelfth Edition. New Yersey,
Prentice Hall.

Jumingan. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Pertama. Bumi Aksara, Jakarta.

Manahan P. 2005. Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Ghalia Indonesia, Bogor.

Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen. Edisi Ketiga. UGM Salemba, Yogyakarta.