Anda di halaman 1dari 3

Tips Wawancara Kerja Di Bank BNI Bank Negara Indonesia atau BNI merupakan satu instusi

Bank yang dimiliki oleh pemerintah, yaitu perusahaan BUMN yang berada di Indonesia. Jika dilihat
dalam struktur organisasi, Bank Negara Indonesia (BNI) dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang
saat ini dijabat oleh Gatot Mudiantoro Suwondo. Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah
satu bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. Bank ini didirikan Tanggal 5juli tahun
1946. PT Bank Negara Indonesia Tbk didirikan oleh Margono Djojohadikusumo, yang merupakan satu
dari anggota BPIPKI lalu mendirikan bank sirkulasi/sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan
mengelola mata uang RI.

Apakah saat ini Anda berminat untuk bekerja di Bank BNI? Jika jawabannya iya, maka kali ini
TipsKarir.com akan memberikan sedikit contoh pertanyaan umum yang memang biasanya sering
ditanyakan oleh pihak pewawancara kerja kepada para pelamarnya. Pertanyaan yang paling umum,
sebuah perusahaan pasti bertanya tentang produk perusahaannya sendiri seperti :

Apa saja produk dari bank BNI ?

Pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang pastinya akan muncul dari seorang pewawancara.
Mengapa pewawancara sering melontarkan pertanyaan seperti ini? Itu karena mereka hanya ingin
mengetahui seberapa besar pengetahuan Anda terkait perusahaan tersebut. Oleh karena itu, Anda harus
bisa mempelajari perusahaan atau Bank tersebut beserta produk yang dikeluarkan seperti jenis
tabungan, giro, cek, serta hutang dan produk lainnya yang terdapat di bank BNI.

Menurut kamu apa kelebihan Bank BNI dari Bank lain?

Untuk pertanyaan yang satu ini, sebelum Anda melangsungkan proses wawancara kerja, sebaiknya
Anda mengambil brosur yang memang ada di Bank BNI serta mempelajarinya dengan baik. Penting
untuk Anda ketahui! Bahwa setiap Bank pastinya memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Jadi
pahamilah hal tersebut.

Keinginan untuk bekerja di bank BNI.

Pertanyaan seperti ini diajukan hanya bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keinginan Anda
untuk bekerja di Bank BNI tersebut, serta mengukur seberapa besar minat Anda untuk bekerja. Dan
sebagai contoh, pertanyaan yang kerap muncul yaitu: Mengapa kamu ingin bekarja di bank BNI ?
Dan untuk pertanyaan ini, Anda bisa memberikan jawaban seperti: saya ingin berkarya untuk
perusahaan, sekaligus meningkatkan potensi saya sebagai karyawan di bank bni dengan mutu dan
kualitas yang semakin baik jangan berbasa-basi.

Pertanyaan yang tidak masuk akal

Jika pihak pewawancara mengajukan pertanyaan yang memang tidak masuk di akal, satu hal yang
harus Anda ingat, Anda harus menanggapi hal tersebut dengan serius, jangan pernah Anda coba-coba
untuk menertawakan hal tersebut. Sebab ada sejumlah karyawan yang yang pernah melangsungkan
proses interview atau wawancara kerja di Bank yang selalu meremehkan pertanyaan yang dianggap
tidak serius, padahal, pertanyaan ini mengukur seberapa besar anda bisa bisa menilai suatu kejadian.

Ada pertanyaan yang ingin ditanyakan ?

Jika pihak pewawancara mengajukan pertanyaan seperti itu, maka inilah saatnya yang tepat untuk Anda
menanyakan hal yang memang ingin Anda ketahui, pastinya seputar pekerjaan. Ingat! Bertanyalah
dengan bahasa yang baik, jangan bertanya dengan kalimat yang salah.

Misalkan seperti : Berapa gajih yang saya dapat ?ini adalah contoh kalimat pertanyan yang salah.
Kalimat yang benar yaitu apa saja imbalan yang saya dapat setelah saya melakukan kewajiban saya
apabila saya diterima sebagai karyawan? seperti itu.
Hanya seperti itu gambaran pertanyaan yang dapat saya jabarkan, semoga cara tepat menjawab
pertanyaan wawancara kerja di Bank BNI seperti di atas bisa membantu Anda semua yang saat ini akan
melangsungkan proses wawancara kerja di Bank BNI.

Sebagaimana yang pernah saya uraikan pada artikel sebelumnya, wawancara kerja dalam proses
rekrutmen biasanya terdiri dari dua tahap, yaitu wawancara HRD dan wawancara USER. Biasanya
wawancara HRD dilaksanakan lebih awal dari pada wawancara USER, dan pertanyaan saat wawancara
HRD lebih detail dan terperinci dibandingkan dengan wawancara dengan USER atau salah satu dewan
direksi di perusahaan tempat Anda melamar kerja. Namun hal ini tidak mutlak, tergantung dengan
kebijakan dan prosedur proses rekrutmen di masing-masing perusahaan.

Menurut pengalaman serta analisa yang telah saya lakukan, banyaknya calon karyawan yang gagal saat
wawanara kerja bukan karena mereka tidak pintar atau tidak berpengalaman melainkan tidak adanya
persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum tes wawancara kerja. Untuk itu, jika Anda ingin lulus
wawancara kerja persiapkanlah diri Anda, baik itu berupa pengetahuan serta kesehatan dan mental.
Apalagi saat wawancara dengan dewan direksi, Anda harus siap dan meyakinkan diri Anda serta dewan
direksi tersebut bahwasannya Anda benar-benar siap dan yakin untuk bekerja diperusahaan yang Anda
lamar.
Berikut ini merupakan pertanyaan wawancara kerja yang sering ditanyakan pada saat tes wawancara
kerja/interview di berbagai perusahaan, apakah itu di bank, pertamina, astra, hotel beserta jawabannya
atau tips menjawabnya.

Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja

Selain pertanyaan wawancara kerja yang telah saya posting pada kesempatan yang lalu, berikut
pertanyaan interview kerja yang sering ditanyakan juga.

1. Situasi tersulit apa yang pernah Anda alami, dan bagaimana Anda menyikapi dan
mengatasinya

Tips menjawab pertanyaan: Pertanyaan ini tidak ada kata benar atau salah, karena pertanyaan ini adalah
pertanyaan untuk menilai perilaku dan sikap Anda saat Anda sedang berada dalam situasi tertentu.
pewawancara kerja akan menilai perilaku Anda di masa lalu dan memprediksi bagaimana perilaku
Anda di masa depan serta bagaimana sikap dan cara Anda menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Dalam menjawab pertanyaan ini, berikan contoh konkrit akan situasi sulit yang pernah Anda alami.
Lalu sebutkan bagaimana Anda memecahkan masalah tersebut. Gunakan skala prioritas dalam
menyelesaikan masalah seperti:

Penting dan mendesak

Penting tetapi tidak mendesak

Tidak penting namun mendesak

Tidak penting dan tidak mendesak

Ingat, buatlah agar jawaban Anda tetap positif dan spesifik. Deskripsikan apa yang Anda lakukan dan
bagaimana Anda melakukannya.

2. Berapa gaji yang anda inginkan

Beberapa perusahaan memberikan pertanyaan ini sebagai pertanyaan retorika (pertanyaan yang tidak
perlu dijawab karena mereka sudah punya standar gaji), namun jangan pernah kita menjawab dengan:
"terserah perusahaan mau menggaji saya berapa". Karena selain terlihat sangat desperate juga membuat
kita menjadi tidak memiliki bargaining power di depan pewawancara. Oleh karena itu, sebaiknya kita
memiliki hitungan sendiri tentang berapa gaji yang kita inginkan berdasarkan, jumlah kebutuhan
bulanan termasuk jumlah tabungan dan juga berapa kemampuan kita akan dihargai. Saran saya,
sebelum wawancara kerja, cari tahu pasaran gaji sesuai dengan posisi yang Anda lamar. Coba tanyakan
kepada teman, sahabat atau orang lain mengenai kisaran gaji terkait dengan posisi pekerjaan tersebut.
Untuk pertanyaan ini, nanti akan saya jelaskan pada kesempatan berikutnya secara lengkap, bagaimana
cara menjawab pertanyaan wawancara kerja mengenai gaji.
3. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda

Tips menjawab pertanyaan: Pertanyaan jebakan, dan Anda harus benar-benar bisa memberikan alasan
yang baik untuk menjawabnya. Cara terbaik menjawabnya adalah dengan merangkum semua
pengalaman kerja Anda yang menurut Anda akan bermanfaat bagi perusahaan. Tunjukkan dengan
penuh percaya diri dan terlihat bahwa Anda sungguh berharap bergabung di perusahaan ini dan jangan
menjawab seara berlebihan seakan-akan anda seorang pahlawan kesiangan.

4. Apakah anda bersedia bekerja lembur

Tips menjawab pertanyaan: Pertanyaan ini merupakan pertanyaan jebakan saat wawancara kerja.
Karena pasti tidak ada karyawan yang senang bekerja lembur. begitu juga dengan perusahaan, tidak ada
perusahaan juga yang dengan rela membiarkan karyawannya bekerja lembur terus menerus karena
lembur merupakan salah satu indikasi adanya ketidak efisienan kerja para karyawan. Oleh karena itu,
kita harus bisa menjawab secara diplomatis seperti ini: "kalau memang pekerjaan belum selesai saat
jam pulang padahal saya sudah berusaha maksimal, maka saya tidak keberatan untuk bekerja lembur.
Namun saya lebih senang bila pekerjaan saya bisa selesai tepat waktu"

5. Apa target Anda dalam 5 tahun mendatang

Tips menjawab pertanyaan: Bentuk lain dari pertanyaan ini adalah "Apa Tujuan Kamu ke Depannya?"
Ini adalah salah satu pertanyaan untuk menilai tingkat komitmen Anda atas pekerjaan Anda. Alasan lain
dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui apakah Anda adalah orang yang mempunyai tujuan.
Jawaban Anda sebaiknya adalah jawaban yang dapat membuat interviewer berpikir bahwa tujuan Anda
juga melibatkan pekerjaan terkait dalam jalur karir Anda. Jawaban yang memberikan tujuan jangka
panjang akan memberikan kesan bahwa Anda adalah orang yang memiliki motivasi dan bertanggung
jawab. Oleh karena itu, Anda mungkin harus melakukan instropeksi terlebih dahulu atas keinginan
Anda dan membandingkannya dengan pekerjaan terkait.