Anda di halaman 1dari 15

Identifikasi Ras dan Jenis Kelamin

1. Identifikasi Ras
Pada awalnya ras di dunia terdiri dari 3 ras utama yaitu ras kaukasoid,
mongoloid, dan negroid. Namun seiring terjadinya perang dunia I dan II
terjadi perkawinan antar ras sehingga terbentuklah ras baru yaitu ras khusus
dan ras australoid (aborigin) dan ras kecil di kepulauan pasifik. Masing-
masing ras memiliki ciri khusus yang dapat digunakan sebagai alat
identifikasi, perbedaan tersebut menurut Hoebel disebabkan karena :
- Pengaruh komponen masyarakat setempat
- Pengaruh komponen perkawinan/garis keturunan
- Pengaruh komponen genetik
- Pengaruh komponen ciri fisik, gigi, dan mulut
A. Identifikasi ras korban melalui ciri gigi geligi
Ciri-ciri ras tersebut ditinjau dari :
- Cingulum gigi insisif
- Jarak mesiodistal dan bucopalatal/bucolingual gigi premolar
- Pit dan adanya cusp of carabelli gigi molar
1) Ras kaukasoid
o Permukaan lingual gigi insisif rata (11, 12, 21, 22) (Kienberger
55 dan Pederson 45)
o Susunan gigi geligi sering berjejal
o Gigi M1 rahang bawah cenderung lebih panjang dan berbentuk
tappered
o Pada gigi P2 atas lebar bukopalatal < mesiodistal (Dalberg 96)
o Sering terdapat cusp of carabelli pada gigi M1 rahang atas pada
bagian palatal
o Lengkung rahangnya cenderung sempit
2) Ras mongoloid
o Pada bagian palatal cingulum gigi insisif (11, 12, 21, 22) sangat
terlihat jelas (Herdlicka 21)
o Fisur-fisur gigi molar
o Bentuk gigi molar segiempat

3) Ras negroid
o Akar gigi premolar (14, 15, 24, 25) cenderung membelah dan
terdapat 3 akar
o Profil dental cenderung bimaxillary protrusion
o Sering ditemukan molar ke-4
o Gigi P1 rahang bawah memiliki 2/3 cusp
o Gigi molar berbentuk segiempat membulat
o Fisur gigi M1 berbentuk seperti sarang laba-laba

4) Ras australoid
o Terdiri dari suku amborigin dan suku di kepulauan kecil di pasifik

5) Ras khusus (Nursial Luth, Daniel Fernandez 95)


Terdiri dari
o Ras Bushman Spanyol
o Ras Vedoid Afrika Tengah
o Ras Polynesian Pulau-pulau kecil di lautan Hindia dan Afrika
o Ras Ainu Kepulauan kecil di Jepang
B. Identifikasi ras korban melalui lengkung gigi
Terdapat 5 macam jenis lengkung gigi dalam identifikasi ras, yaitu :
1) Bentuk ellipsoid Ras Mongoloid

2) Bentuk U Ras Negroid

3) Bentuk paraboloid Ras kaukasoid


4) Bentuk paraboloid dengan gigi insisif berukuran besar Ras
australoid

5) Bentuk U dengan gigi insisif berukuran kecil Ras khusus

C. Identifikasi ras korban melalui antropologi fisik


Identifikasi ras melalui antropologi fisik dapat dilihat dari beberapa
aspek, antara lain :
1) Identifikasi melalui Foramen Orbitalis
o Ketika korban sudah jadi tengkorak Dapat terlihat dengan jelas
Foramen Orbitalisnya
o Ketika korban masih berbentuk jenazah Dilihat melalui
radiograf postero-anterior atau antero-posterior.
o Ciri-ciri dari setiap ras yaitu :
Ras kaukasoid
Foramen orbitalis simetris seperti kacamata dengan lengkung
ke medialisnya lebih sempit
Ras mongoloid
Foramen orbitalis simetris berbentuk agak bulat

Ras negroid
Foramen orbitalis seperti kacamata namun lengkung ke
distalnya lebih sempit

2) Identifikasi melalui Os Concae


o Ras kaukasoid
Ukuran Os Concae paling kecil
Os Concae berbentuk seperti biji mete

o Ras mongoloid
Ukuran sangat besar
Berbentuk bundar dan terbagi dua dengan adanya septum
o Ras negroid
Berbentuk seperti buah jambu dan terbagi dua dengan adanya
septum

3) Identifikasi melalui Os Mastoideus


o Ras kaukasoid
Tonjolan sudut Os Mastoideus hampir tegak lurus
o Ras mongoloid
Tonjolan sudut Os Mastoideus membentuk sudut mendekati
rahang bawah dan lebih ke medialis
o Ras negroid
Tonjolan Os Mastoideus hampir sejajar dengan outline tulang
tengkorak posterior
4) Identifikasi melalui outline tulang tengkorak
o Ras kaukasoid
o Ras mongoloid

o Ras negroid

o Ras khusus
o Ras australoid

2. Identifikasi Jenis Kelamin


A. Identifikasi jenis kelamin melalui gigi-geligi
Identifikasi jenis kelamin melalui gigi geligi dapat dilakukan dalam
berbagai kondisi yaitu ketika mayat ditemukan masih utuh atau sudah
menjadi tengkorak.
Identifikasi jenis kelamin berdasarkan gigi geligi dipaparkan oleh
Cotton pada tahun 1982, antara lain :

Gigi geligi Wanita Pria


Outline bentuk gigi Relatif lebih kecil Relatif lebih besar
Lapisan email dan dentin Relatif lebih tipis Relatif lebih tebal
Bentuk lengkung gigi Cenderung oval Tappered
Ukuran cervicoincisal
dan mesiodistal caninus Lebih kecil Lebih besar
rahang bawah
Outline insisif 1 atas Lebih bulat Lebih persegi
Lengkung gigi Relatif lebih kecil Relatif lebih besar

B. Identifikasi jenis kelamin melalui tulang rahang


1) Identifikasi jenis kelamin melalui lengkung rahang atas
- Pria
o Lengkung rahang lebih besar daripada wanita karena pada pria
lebar mesiodistal giginya lebih besar daripada wanita
o Palatum luas dan berbentuk U

- Wanita
o Palatum pada wanita lebih kecil dan berbentuk parabol

2) Identifikasi jenis kelamin melalui lengkung rahang bawah


- Pria
o Seperti pada rahang atas lengkung rahang bawah pria lebih
besar dikarenakan lebar mesiodistal gigi pria yang lebih besar
daripada wanita
- Wanita
o Lengkung rahang bawah lebih kecil daripada pria

3) Identifikasi jenis kelamin melalui tulang rahang


a. Identifikasi melalui sudut gonion
o Pria Sudut lebih kecil
o Wanita Sudut lebih lebar

b. Identifikasi melalui tinggi ramus ascendens


o Pria Lebih tinggi dan lebih besar
o Wanita Lebih pendek dan lebih kecil
c. Identifikasi melalui inter processus
o Pria Jarak antara processus condylus dan processus
coronoideus lebih jauh
o Wanita Jarak antara processus condylus dan processus
coronoideus lebih dekat

d. Identifikasi melalui lebar ramus ascendens


o Pria Ramus ascendens lebih lebar
o Wanita Ramus ascendens lebih sempit
e. Identifikasi melalui tulang menton
o Pria Tulang dagu pria lebih ke anterior dan lebih besar
o Wanita Tulang dagu lebih kecil

f. Identifikasi melalui basis mandibula


o Pria Basis mandibula lebih panjang
o Wanita Basis mandibula lebih pendek

g. Identifikasi melalui processus coronoideus


o Pria Processus coronoideus lebih tinggi
o Wanita Processus coronoideus lebih rendah

h. Identifikasi melalui tebal tulang menton (Tergantung ras, sub ras,


dan hanya dapat dibandingkan pada sesama etnis)
o Pria Tulang menton lebih tebal
o Wanita Tulang menton lebih tipis
i. Identifikasi melalui lebar dan tebal processus condyloideus
o Pria Diameter processus condyloideus lebih besar karena
ukuran anteroposterior dan lateromedial lebih besar
o Wanita Diameter processus condyloideus lebih kecil
C. Identifikasi jenis kelamin melalui antropologi fisik
Identifikasi jenis kelamin melalui antropologi fisik akan sangat
akurat apabila korban telah menjadi tengkorak. Identifikasi ini biasanya
dilakukan pada korban yang telah meninggal bertahun-tahun yang lalu
dan ditemukan sudah dalam bentuk tengkorak.
Identifikasi jenis kelamin melalui antropologi fisik dipaparkan oleh
Schwartz pada tahun 1980, antara lain :
Tulang Facial dan
Pria Wanita
Tulang Tengkorak
Ukuran keseluruhan Besar Kecil
Supra orbital ridge Agak rata Menonjol ke sedang
Processus mastoideus Sedang ke besar Kecil ke sedang
Regio dan foramen
Kasar dan sedikit besar Lebih halus dan kecil
occipitalis
Eminentia frontalis Kecil Besar
Eminentia parietalis Kecil Besar
Segiempat dengan tepi Bundar dengan tepi
Tulang orbita
bulat tajam
Tulang ubun-ubun Landai sedikit bulat Bentuk vertikal
Tebal, lengkung ke
Tulang pipi Halus, cekung
lateral

Sumber :
Ilmu Kedokteran Gigi Forensik Jilid 2 Djohansyah Lukman