Anda di halaman 1dari 3

1.

Kegunaan penampang geologi


Mengetahui kondisi bawah permukaan.
Mengetahui urutan stratigrafi satuan batuan.
Mengetahui hubungan antar batuan apakah dia selaras, tidak selaras atau menjari.
Mengetahui kondisi struktur geologi.
Mengetahui kemenerusan lapisan batuan.
Mengetahui tebal lapisan satuan batuan.
2. Gambar fosil indeks
Globorotalia mayeri : dinding gampingan / hyaline,

susunan kamar polythalamus, jumlah kamar 5, aperture

umbilical, hiasan smooth.

Sphaerodinela dehiscens : dinding gampingan / hyaline,

susunan kamar polythalamus, jumlah kamar 3, aperture slit

like, hiasan punctate.

Pulleniatina obliquelocuta : dinding gampingan / hyaline,

susunan kamar polythalamus, jumlah kamar 4, aperture slit

like, hiasan punctate

3. Prinsip prinsip analisis kuat tekan


Sifat fisik batuan dalam hal ini ialah kelapukan batuan.
Sifat material batuan terhadap tumbukan palu.
Faktor intern batuan meliputi mineralogi, ukuran butir, porositas.
Faktor ekstern meliputi gaya gesekan antara bidang plat dengan sampel batuan dan

kecepatan penekanan.
4. Ciri Ciri ketidakselarasan di lapangan
Di lapangan di jumpai lapisan yang berada di bawah dengan lapisan yang ada di

atasnya membentuk sudut lancip dan ketidakselarasan seperti ini termasuk ke dalam

ketidakselarasan jenis angular unconformity.


Di lapangan dijumpai kontak antara batuan sedimen dengan batuan beku atau

metamorf dan ketidakselarasan seperti ini termasuk ke dalam ketidakselarasan jenis

nonconformity.
Di lapangan di jumpai basal konglomerat sebagai akibat dari proses erosional terjadi

karena sedimentasi terhenti beberapa waktu dan mengakibatkan lapisan paling atas

tererosi sehingga menimbulkan lapisan kasar dan ketidakselarasan seperti ini

termasuk ke dalam ketidakselarasan jenis disconformity.


5. Syarat syarat menjari
2 atau lebih litologi /satuan batuan/ formasi mempunyai umur yang sama.
Berasal dari sumber atau source yang berbeda yang terendapkan dalam satu cekungan
6. Dasar pembuatan peta geomorfologi
Berdasarkan morfometri yakni pembagian satuan geomorfologi berdasarkan

berdasarkan pada perhitungan kemiringan lereng dan beda tinggi dalam hal ini

klasifikasi yang di pakai ialah klasifikasi Zuidam-Zuidam-Cancelado (1979)


Berdasarkan Morfogenesa yakni penamaan satuan geomorfologi berdasarkan proses

geologi yang bekerja di suatu daerah yang dimana proses geologi tersebut

mempengaruhi morfologi dari daerah tersebut dalam hal ini menggunakan klasifikasi

Van Zuidam 1983.


7. Perbedaan batugamping nonklastik dan klastik ialah
Berdasarkan proses terbentuknya batugamping nonklastik terbentuk secara insitu

atau sedikit sekali mengalami trnasportasi sedangkan batugamping klastik terbentuk

jauh dari sumbernya karena telah mengalami transportasi.


Berdasarkan tekstur batugamping nonklastik mempunyai tekstur nonklastik

sedangkan batugamping klastik mempunyai tekstur klastik.


Berdasarkan struktur batugamping nonklastik mempunyai stuktur massif sebagai

sedangkan batugamping klastik mempunyai struktur berlapis, laminasi,

crossbedding dll sebagai akibat dari proses transportasi dan media pembawanya.
8. Untuk klasifikasi yang di gunakan untuk batuan sedimen klastik dan nonklastik ialah

menggunakan klasifikasi batuan karbonat menurut Embry & Klovan (1971) yang mana
klasifikasi tersebut membagi batuan karbonat berdasarkan cara terjadinya menjadi 2

yakni batugamping allochton dan batugamping autochthon. Batugamping allochton di

jelaskan sebagai batugamping yang terbentuk secara tidak insitu sedangkan batugamping

autochthon terbentuk secara insitu.