Anda di halaman 1dari 17

BAB II

KAJIAN TEORITIK

2.1 Deskripsi konseptual Kompetitor


2.1.1 Definisi Kompetitor
Kompetitor adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual
barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan.
Kualitas manusia akan meningkat akibat adanya persaingan yang sehat.
Manusia pesaing adalah orang - orang yang secara sadar berlatih dan bekerja
keras untuk bersaing dan memenang-kan persaingan itu. Persaingan yang
tidak terkendali dalam jalan positif akan menimbulkan perpecahan bahkan
peperangan yang menciptakan banyak korban baik jiwa maupun harta.
Banyak ajaran dan nilai spiritual yang mengajarkan manusia untuk hidup
rukun dan damai tanpa menciptakan kekerasan yang merugikan, tetapi sejarah
manusia telah mencatat, bahwa manusia adalah pencipta kekerasan dan
manusia memiliki karakter untuk membangun dan sekaligus menghancurkan.
Persaingan telah menciptakan ego dan ketahanan diri untuk selalu survive
dalam kehidupan yang keras ini.
Kelihatannya mengidentifkasi pesaing adalah tugas perusahan yang
sederhana. Namun cakupan pesaing actual dan potensial perusahaan
sebenarnya jauh lebih luas. Perusahaan lebih mungkin untuk dikalahkan oleh
pesaingnya yang baru muncul atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh
pesaingnya saat ini.
Dalam dunia persaingan, tugas utama pengusaha adalah menggaet
pelanggan sebanyak mungkin, baik pelanggan baru maupun pelanggan lama,
dan juga bagaimana cara mematikan laju perkembangan pesaing. Dengan
demikian, dalam menjalankan strategi perusahaan yang kompetitif, seorang
pengusaha diharapkan untuk terus-menerus mengetahui dan memantau setiap
gerak-gerik pesaing.

6
7

Beberapa hal yang perlu diketahui dari pesaing:


1. Kelengkapan mutu, desain dan bentuk produk,
2. Harga yang ditawarkan,
3. Saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki,
4. Promosi yang dijalankan,
5. Rencana kegiatan pesaing ke depan
Untuk mengetahui informasi tersebut, maka perusahaan perlu
mengadakan analisis pesaing dengan cara:
1. Mengidentifikasikan pesaing,
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui jumlah dan jenis serta kekuatan
dan kelemahan dari pesaing. Identifikasi ini meliputi:
a. Jenis produk yang ditawarkan,
b. Melihat besarnya pasar yang dikuasai,
c. Identifikasi peluang dan ancaman,
d. Identifikasi keunggulan dan kelemahan
2. Menentukan sasaran pesaing
Berdasarkan produk yang ditawarkan pesaing dapat dibedakan menjadi 2,
yaitu:
a. Pesaing dekat: perusahaan yang sama atau memiliki produk yang
sejenis,
b. Pesaing jauh: perusahaan yang memiliki produk yang mirip.
Tujuan menemukan sasaran pesaing adalah untuk arah gerak
perusahaan dalam menghambat laju pesaing.
3. Identifikasi strategi pesaing
Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha adalah untuk memenangkan
persaingan. Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri
untuk mematikan lawannya.
Berikut adalah beberapa strategi yang dijalankan pesaing:
a. Strategi menyerang pesaing yang lemah lebih dahulu, artinya
menyerang perusahaan yang dianggap lemah, baik dalam teknologi,
jaringan ataupun modal.
b. Pesaing langsung menyerang lawan yang kuat, penyerangan secara
langsung terhadap kelemahan yang dimiilki lawannya.
c. Strategi gerilya, yaitu strategi yang dilakukan pesaing dengan
menembak dari belakang dan lari. Strategi semacam ini biasanya
dilakukan dengan menunggu lawannya yang sedang lengah.
d. Strategi bertahan terhadap setiap serangan yang dilakukan lawan atau
mengimbangi serangan yang dilakukan lawan. Strategi ini seperti
8

menunggu lawan menyerang lebih dulu, namun bagi perusahaan yang


lemah, hal ini sangat berbahaya.
4. Analisis kekuatan dan kelemahan pesaing
Identifikasi kekuatan dan kelemahan pesaing dapat dilakukan melalui
tahap-tahap berikut:
a. Mencari dan mengumpulkan data tentang segala sesuatu yang
berhubungan dengan sasaran, strategi dan kinerja pesaing.
b. Mencari tahu kekuatan dan kelemahan pesaing dalam hal keuangan,
sumber daya manusia, teknologi dan lobi di pasar.
c. Mengetahui market share yang dikuasi pesaing dan tindakan pesaing
terhadap pelanggan
5. Menentukan sasaran pesaing
Dengan mengetahui sasaran yang ingin dicapai oleh pesaing, maka
perusahaan dapat mengantisipasinya dengan cara-cara yang kreatif.
6. Identifikasi reaksi pesaing
Tindakan pesaing terhadap serangan yang dilakukan oleh sebuah
perusahaan akan ditanggapi secara beragam, mulai langsung membalas,
diam, dan berusaha mempelajari lebih dahulu baru membalas.
7. Strategi menghadapi pesaing
Strategi menghadapi pesaing dapat dilakukan dengan cara melemahkan
dan menghancurkan pesaing dengan memasang strategi yang kompetitif.
Untuk itu, perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu posisi dan kondisi
perusahaan. Tujuannya adalah agar mengetahui siapa pesaing-pesaingnya
dan dapat menerapkan strategi yang tepat6.

2.2 Strategi Pemasaran


2.2.1 Definisi Strategi Pemasaran
Untuk memperoleh pengertian lebih luas tentang strategi pemasaran
maka pada awal pembahasan ini peneliti kemukakan definisi strategi
pemasaran dari beberapa ahli diantaranya adalah Menurut Karl Van
Clausewitz, strategi adalah suatu seni menggunakan pertempuran untuk
memenengkan suatu perang7.

6 Indraputrabintan, analisa pasar, 2013


9

Strategi adalah rencana tindakan luas dengan mana sebuah organisasi


bermanfaat untuk mencapai tujuan8.
Menurut Drucker, strategi adalah mengerjakan sesuatu yang benar
(doing the right things)9.
Sofjan Assauri, berpendapat bahwa pemasaran adalah sebagai kegiatan
manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan,
keinginan melalui proses pertukaran10.
Menurut Radiosunu Marketing adalah kegiatan manusia yang
diarahkan pada usaha memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses
pertukaran11.
2.2.2 Tujuan
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan
berkembang. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha
mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan laba perusahaan,
usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat mempertahankan
dan meningkatkan penjualan. Melalui usaha mencari dan membina
langganan, serta usaha menguasai pasar. Tujuan ini hanya dapat dicapai
apabila bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang mantap untuk
dapat menggunakan peluang yang ada dalam pemasaran, sehingga posisi
perusahaan dipasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.

7 Agustinus Sri Wahyuni, Manajemen Strategik, hal. 16

8 Marius P. Angipora, Dasar-Dasar Pemasaran, hal. 186

9 Agustinus Sri Wahyuni, Manajemen Strategik, (Media : Bina Rupa Aksara,


1996), hal. 16

10 Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, ( Jakarta : Raja Grafindo Persada,


2004 ), hal. 5

11 Radiosunu, Manajemen Pemasaran (Suatu Pendekatan analisis),


(Yogyakarta:BPFE, 1983), hal.2
10

Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh,


terpadu, dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan
panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat mencapai
tujuan pemasaran suatu perusahaan12.
Sedangkan menurut Marwan Asri, strategi pemasaran adalah wujud
rencana yang terarah dibidang pemasaran. untuk memperoleh suatu hasil
yang optimal13.
Dengan demikian, strategi pemasaran merupakan serangkaian tujuan
dan sasaran, kebijakan, dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha
pemasaran
perusahaan dari waktu kewaktu pada masing-masing tingkatan dan
acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam
menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah.
Oleh karena itu, penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas
analisis keunggulan dan kelemahan perusahaan, serta analisis kesempatan dan
ancaman yang dihadapi perusahaan dari lingkungannya. Disamping itu,
strategi pemasaran yang telah ditetapkan dan dijalankan harus dinilai
kembali, apakah masih sesuai dengan keadaan atau kondisi pada saat ini dan
hasil penilaian ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah strategi
yang sedang dijalankan perlu diubah, sekaligus digunakan sebagai landasan
untuk menyusun atau menentukan strategi yang akan dijalankan pada masa
yang akan datang.
Ruang Lingkup Strategi Pemasaran Seperti diketahui keadaan dunia
usaha yang bersifat dinamis yang diwarnai dengan adanya perubahan dari
waktu kewaktu dan adanya keterkaitan antara satu dengan lainnya.
Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat
penting untuk keberhasilan usaha perusahaan umumnya dan bidang
pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang ditetapkan

12 Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, hal. 168

13 Marwan Asri, Marketing, hal. 30


11

harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan


lingkungan pasar tersebut.
Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberi gambaran
yang jelas dan terarah tentang apa yang akan dilakukan perusahaan dalam
menggunakan kesempatan atau peluang pada beberapa pasar sasaran, dalam
hal ini dibutuhkan dunia bagian yang sangat penting dan saling berkaitan.
Pada dasarnya inti dari pemasaran ada 4 yaitu :
1. Kebutuhan manusia, keinginan, kemitraan, menunjukkan kepada
kekuatan kebutuhan manusia dan keinginan untuk memiliki produk yang
didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
2. Prodak (barang, jasa, gagasan), orang memuaskan keinginannya melalui
prodak. Dengan adanya produk dapat memuaskan pelanggan dengan cara
memilih produk. Produk dapat memuaskan pelanggan dengan cara
memilih produk yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya.
3. Nilai biaya dan kepuasan, orang bisa puas dengan produk tapi belum
tentu dengan nilai atau biaya yang dikeluarkan maka pelanggan selalu
memilih produk tapi juga nilai yang mereka keluarkan.
4. Pertukaran dan transaksi, pertukaran dapat terjadi apabila syarat-syarat
dapat disetujui oleh kedua belah pihak transaksi juga harus dapat
dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak.
Adapun tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami
pelanggan bahwa produk barang atau jasa itu cocok dengan mereka dan
terjual dengan sendirinya14.
Bauran Pemasaran Marketing mix merupakan variabel-variabel yang
dipakai oleh perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani
kebutuhan dan keinginan konsumen.
Variabel yang terdapat didalamnya adalah produk, harga, distribusi,
dan promosi.

14 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Ed. Revisi, Jakarta: Prenhallindo, 1997,


hal. 8-10
12

Keempat elemen ini sangat menentukan arah dari strategi


pemasaran perusahaan.
Strategi tersebut merupakan rencana jangka panjang yang digunakan
sebagai pedoman bagi kegiatan-kegiatan personalia pemasaran.

2.3. Produk
2.3.1 Pengertian Produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk
memenuhi keinginan atau kebutuhan.
Segala sesuatu yang termasuk di dalamnya adalah barang
berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide ataupun kombinasi antara
hal-hal yang baru saja disebutkan.
Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah segala
sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan
konsumen15.
Menurut Stanton, (1996:222) adalah kumpulan dari atribut-atribut yang
nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga,
kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya16.
Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah
pemahaman subjektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan
sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan
kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan
kapasitas organisasi serta daya beli17.

15 Kotler dan Amstrong Manajemen Pemasaran (1996), Hal. 274

16 Stanton, Pemasaran, (1996), Hal. 222

17 Tjiptono, Manajeman Pemasaran, (1999), Hal. 95


13

2.3.2 Tingkatan Produk


Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk adalah
1. Core benefit yaitu manfaat dasar dari suatu produk yang ditawarkan
kepada konsumen.
2. Basic product yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat
dirasakan oleh panca indra.
3. Expected product yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-
kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
4. Augmented product yaitu sesuatu yang membedakan antara produk
yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan
oleh pesaing.
5. Potential product yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk
yang dialami oleh suatu produk dimasa datang18.
2.3.3 Klasifikasi Produk
Menurut kotler(2002:451) produk dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa kelompok yaitu :
1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam 2
kelompok utama :
a. Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa
dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang , disimpan,
dipindahkan dan perlakuan fisik lainnya.
b. Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang
ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain)
2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi
2 yaitu :
a. Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya
habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa pemakaian.
b. Barang tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya
bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian.
3. Berdasarkan tujuan konsumsi
Dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :

18 Kotler, Manajemen Pemasaran, (2003), Hal .408


14

a. Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung


dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk
memperoleh manfaat dari produk tersebut.
b. Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih
memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu
manfaat tertentu19.
2.3.4 Atribut Produk
Menurut Kotler dan Amstrong (2004:347) atribut produk adalah
pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan penentuan manfaat
yang akan diberikan20.
Menurut Fandy Tjiptono (2001:103) atribut produk adalah unsur
unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan
sebagai dasar pengambilan keputusan. Meliputi merek, kemasan, jaminan
(garansi), pelayanan21.
Menurut Kotler (2004: 329)atribut produk adalah karakteristik
yang melengkapi fungsi dasar produk. Unsur unsur atribut produk:
1. Kualitas produk
Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi fungsi dapat
dikatakan sebagai produk yang memiliki kulitas yang baik.
2. Fitur produk
Kotler dan Amstrong sebuah produk ditawarkan dengan beraneka
macam fitur. Perusahaan dapat menciptakan model dengan tingkat
yang lebih tinggi dengan menambah beberapa fitur22.

3. Desain produk

19 Kotler, Manajemen Peasaran,(2002), Hal. 451

20 Kotler dan Amstrong,Manajemen Pemsaran (2004), Hal. 347

21 Fandy Tjiptono, Atribut Produk (2001), Hal.103

22 Kotler,Manajemen Pemasaran (2004), Hal. 329


15

Menurut Kotler dan Amstrong cara lain untuk menambah nilai


konsumen adalah melalui desain atau rancangan produk yang
berbeda dari yang lain.

2.4. Harga
2.4.1 Pengertian Harga
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam
pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran
pemasaran yaitu product, price, place, promotion.
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan
karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan
diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang atau
jasa.
1. Jenis Penetapan Harga
a. Penetapan harga fleksibel adalah kelenturan atas kesediaan untuk
memotong harga demi mempertahankan bagian pasar
b. Penetapan harga diferensial adalah perhitungan harga pokok
untuk sejenis produk yang diperhitungkan atas dasar biaya-biaya yang
berbeda.
c. Penetapan harga markup adalah dengan menetapkan harga jual
dilakukan dengan cara menambah suatu persentase tertentu dari
total biaya variabel atau harga beli dari seorang pedagang.
d. Penetapan harga cost plus adalah penetapan harga jual dengan
cara menambah persentase tertentu dari total biaya.
2. Tujuan Penetapan Harga
a. Mendapatkan keuntungan sebesar besarnya dengan
menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan
mendapat keuntungan yang optimal.
b. Mempertahankan perusahaan. Dari marjin keuntungan yang di dapat
perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional
perusahaan.
c. Mengelola Return On Investment (ROI)
16

Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang


ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat
akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.
3. Menguasai pangsa pasar.
Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing,
dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang
ada di pasaran.
4. Mempertahankan status quo
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya
pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa
pasar yang ada.

2.5. Bauran Promosi


2.5.1 Pengertian Pengertian Bauran Promosi
Pengertian Bauran Promosi Menurut Kotler dan Amstrong (2008:116),
bauran promosi merupakan paduan spesifik iklan, promosi penjualan,
hubungan masyarakat, penjualan personal, dan sarana pemasaran langsung
yang digunakan perusahaan untuk mengomunikasikan nilai pelanggan
secara persuasif dan membangunhubungan pelanggan 23. Definisi lima
sarana promosi utama (Kotler dan Amstrong, 2008:117) adalah sebagai
berikut:
1. Periklanan (advertising): Semua bentuk terbayar presentasi nonpribadi
dan promosi ide, barang, atau jasa dengan sponsor tertentu.
2. Promosi penjualan (sales promotion): Insentif jangka pendek untuk
mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa.
3. Hubungan masyarakat (public relation): Membangun hubungan
baik dengan berbagai kalangan untuk mendapatkan publisitas
yang diinginkan, membangun citra perusahaan yang baik, dan
menangani atau menanggapi rumor, berita, dan kejadian tidak
menyenangkan.

23 Kotler dan Amstrong, Manajemen Pemasaran, (2008),Hal.116


17

4. Penjualan personal (personal selling): Presentasi pribadi oleh


wiraniaga perusahaan untuk tujuan menghasilkan penjualan dan
membangun hubungan pelanggan.
5. Pemasaran langsung (direct marketing): Hubungan langsung
dengan konsumen individual yang ditargetkan secara cermat untuk
memperoleh respons segera dan membangun hubungan pelanggan
yang langgeng.
Bauran promosi ini digunakan untuk mengkomunikasikan kegiatan
perusahaan kepada konsumen.
Komunikasi yang efektif akan mengubah tingkah laku
konsumen dan akan memperkuat tingkah laku yang telah diubah
sebelumnya.
2.5.2 Sifat masing-masing Sarana Promosi
Masing-masing sarana promosi mempunyai karakteristik dan biaya
yang khas. Pemasar harus memahami karakteristik ini dalam membentuk
bauran promosi24.
Sifat masing-masing sarana promosi menurut Kotler dan Amstrong
(2008:135-137) tersebut sebagai berikut:
1. Periklanan.
Iklan bisa menjangkau massa pembeli yang tersebar secara geografis
pada biaya rendah per paparan, dan iklan iklan memungkinkan
penjual mengulangi pesan berkali-kali. Selain jangkauan, iklan
berskala besar memaparkan sesuatu yang positif tentang
ukuran, popularitas, dan keberhasilan penjual. Karena sifat umum
iklan, konsumen cenderung memandang produk yang diiklankan
lebih terjamin.
2. Penjualan Personal.
Penjualan personal melibatkan interaksi pribadi antara dua orang
atau lebih, sehingga masing-masing orang dapat mengetahui
kebutuhan dan karakteristik orang lain serta membuat penilaian yang
cepat. Wiraniaga yang efektif memperhatikan minat di hati pelanggan

24 Kotler dan Amstrong, Manajemen pemasaran, 2008,Hal.117


18

untuk membangun hubungan jangka panjang dengan menyelesaikan


masalah pelanggan.
a. Promosi Penjualan.
Pengaruh promosi penjualan biasanya berumur pendek, dan
sering tidak seefektif iklan atau penjualan personal dalam
membangun preferensi merek jangka panjang dan hubungan
pelanggan.
b. Hubungan Masyarakat.
Hubungan masyarakat sangat terpercaya (berita, fitur, program
sponsor, dan acara) tampak lebih nyata dan terpercaya
bagipemirsa daripada iklan. Kampanye hubungan masyarakat yang
dikemas baik dan digunakan bersama elemen bauran promosi
lainnya bisa sangat efektif dan ekonomis.
c. Pemasaran Langsung.
Pemasaran langsung bersifat nonpublik:Pesan biasanya diarahkan
kepada orang tertentu.
Pemasaran langsung bersifat segera dan disesuaikan:
Pesan dapat dipersiapkan dengan cepat dan dapat dibentuk agar
sesuai dengan konsumen tertentu.
Terakhir, pemasaran langsung bersifat interaktif:
Pemasaran langsung memungkinkan dialog antara tim pemasaran
dan konsumen, dan pesan dapat diubah bergantung pada respons
konsumen25.

2.6 Penelitian Yang Relevan

Tabel 2.1
No Nama Judul Penelitian Perguruan Analisis Hasil Penelitian
Peneliti Tinggi
1 Khalid Pengaruh Fakultas Korelasi koefisien korelasi sebesar
Iskandar, Strategi Ekonomi dan uji 0,5625 yang mengandung
Wilan Pemasaran Sekolah statistic makna bahwa peningkatan
Adriyani Terhadap Tinggi Ilmu penjualan dipengaruhi
Penjualan Ekonomi strategi pemasaran sebesar

25 Kotler dan Amstrong, Manajemen Pemasaran, (2008),Hal.135-137


19

Batubara Cirebon 56,25%, sedangkan


2014 penjualan dipengaruhi
faktor lainnya sebanyak
43,75%. Regresi Linear
dihasilkan persamaan Y =
22,09 + 0,13 X yang
mengandung makna bahwa
apabila nilai X dinaikkan
satu satuan, maka nilai
Y akan naik sebesar 0,13
pada tingkat konstanta
22,09.
2 Rusydi Pengaruh Fakultas Korelasi Dari pengujian statistik
Abubakar pelaksanaan Ekonomi dan uji ternyata pengaruh
Bauran Universitas statistic pelaksanaan bauran
pemasaran Malikussale pemasaran produk industri
terhadap proses h jamu di Banda Aceh secara
Keputusan Lhokseuma simultan
pembelian we 2015 berpengaruh positif
konsumen pada (58,11%) hal ini
jamu di banda dicerminkan dari
aceh tanggapan/pertimbangan
konsumen atas masing-
masing indikator bauran
pemasaran yang meliputi
produk, harga, promosi
dan distribusi atau tempat
industri jamu di Banda
Aceh. Dan jika dianalisis
secara parsial produk
berpengaruh positif,harga
20

berpengaruh
positif,promosi
berpengaruh positif dan
distribusi atau tempat
berpengaruh negatif
terhadap keputusan
pembelian konsumen. Dan
juga yang tidak bisa
diabaikan oleh industri
jamu
di Banda Aceh yaitu faktor
lain yang
mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen
yaitu sebesar (41,89%)
21

3 Siska Analisis strategi Universitas Analisis Karakteristik usaha


Sasanti pemasaran Atma Jaya statistik perhotelan berdasarkan
Kawurian bersaing dalam Yogyakarta deskripti departemen yang dimiliki
E. industri 2013 f, dan Dari 50 usaha perhotelan,
Kusumadmo Perhotelan di kota Analisis dapat diketahui bahwa
yogyakarta chi- sebesar 60,0% memiliki
square departemen hubungan
masyarakat, 70,0%
memiliki departemen
iklan/promosi,
74,0% memiliki
departemen
customer service
, 52,0% memiliki
departemen
peningkatan kualitas, dan
34,0% memiliki
departemen pengembangan
produk/servis baru

2.7 Kerangka Pemikiran


Kerangka pemikiran adalah pondasi utama dimana sepenuhnya proyek
penelitian ditujukan, dimana hal ini merupakan jaringan hubungan antar
variable yang secara logis diterangkan, dikembangkan dari perumusan
22

masalah yang telah diidentifikasi melalui proses wawancara, observasi dan


survey literatur.

Strategi Pemasaran (X) Kompetitor (Y)


1. Produk 1. Salesman
2. Harga 2. Kredit
3. Promosi 3. Inovasi

2.8 Hipotesis Penelitian


Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga Strategi Pemasaran
berpengaruh terhadap Kompetitor Di Area Lemah Pemasaran Frisian Flag Se-
Banten pada Bagian Pemasaran PT. Sky Putra Pancasurya.
Ho : = 0, artinya secara parsial tidak ada pengaruh yang positif dan
signifikan dari variabel (X) yaitu Strategi Pemasaran terhadap
Kompetitor sebagai variabel (Y).
Ha : 0, artinya secara parsial ada pengaruhpositif dan signifikan dari
variabel (X) yaitu Strategi Pemasaran terhadap Kompetitor
sebagai variabel (Y).