Anda di halaman 1dari 12

Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembangbiak.

Berkembangbiak artinya
menghasilkan makhluk baru yang sama jenisnya. Makhluk hidup berkembangbiak untuk
melestarikan keturunannya.

A. Perkembangan dan Pertumbuhan Makhluk Manusia


1. Tahap perkembangan dan pertumbuhan manusia

Perkembangan dan pertumbuhan manusia terjadi dalam dua tahap, yaitu sebelum lahir
dan sesudah lahir. Pada tahap sebelum lahir terjadi didalam rahim ibu selama kurang lebih
sembilan bulan. Tahap ini disebut juga masa kehamilan yang diawali dengan pembuahan
(fertilisasi), yaitu bertemunya sel sperma dengan sel telur. Sel hasil pembuahan tersebut akan
tumbuh menyerupai manusia mungil pada usia kehamilan 3 bulan, manusia mungil tersebut
biasa disebut janin.

Janin pada usia 3 bulan panjangnya kurang lebih 9 cm dan beratnya 14-30 gram. Pada
usia 6 bulan janin telah bertambah panjang menjadi 32 cm dan beratnya 650 gram. Kelopak
matanya mulai terbelah, namun bola matanya masih tertutup selaput suram. Setelah janin
berusia 9 bulan janin telah siap dilahirkan.

Adapun tahap pertumbuhan manusia setelah lahir adalah:


a. Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu
b. Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai dua tahun
c. Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas (sekitar 11 tahun)
d. Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun
e. Tahap dewasa, mulai usia 21 tahun-40 tahun
f. Tahap usia paruh baya, dimulai pada usia 40 50 an
g. Tahap usia lanjut, mulai 50 tahun keatas

2. Ciri-ciri fisik remaja

Perubahan yang paling mencolok pada manusia adalah pada saat memasuki tahap
remaja atau pubertas. Tahapan/masa pubertas merupakan salah satu tahapan yang selalu
dilalui oleh setiap manusia. Selama masa pubertas setiap manusia akan mengalami
pertumbuhan yang sangat cepat disertai banyak perubahan. Masa pubertas dimulai pada usia
9-14 tahun, dan berakhir menjelang usia 20 tahunan dengan ditandai berhentinya
pertambahan tinggi badan.

Masa pubertas anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki.
Perubahan yang jelas terlihat pada perubahan fisiknya yang mengiringi perubahan utama
yang terjadi dalam tubuh. Perubahan tersebut dikendalikan oleh hormon kelamin.
Ciri-ciri perubahan fisik dapat kita lihat pada masa pubertas adalah sebagai berikut.
a. Ciri Anak Perempuan sebagai berikut :
1. Tumbuhnya rambut halus di ketiak dan alat kelamin dan alat kelamin
2. Suara jadi melengking
3. Payudara membesar
4. Panggul membesar

b. Ciri Anak Laki Laki sebagai berikut :


1. Tumbuhnya rambut halus di ketiak
2. Suara jadi membesar
3. Tumbuh Jakun
4. Tumbuh kumis, jambang dan janggut
Kematangan perkembangan alat kelamin pada perempuan, ditandai dengan terjadinya
menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium) yang
tidak dibuahi bersama lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah.
Pada saat menstruasi darah keluar sedikit demi sedikit malalui lubang kelamin (vagina)
selama 2-14 hari, mentruasi terjadi setiap bulan sekali atau terjadi setiap 28 hari sekali.
Namun setiap wanita lama menstruasi dan siklus menstruasi berbeda-beda. Apabila seorang
perempuan telah mengalami menstruasi berarti telah mempersiapkan diri untuk terjadinya
kehamilan. Pinggul membesar untuk mempermudah kelahiran dan payudara membesar untuk
mempersiapkan air susu bagi bayi yang dilahirkannya.
Pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan dihasilkannya sel sperma (sel kelamin
jantan) oleh alat kelamin laki-laki yang disebut testis. Jutaan sperma dihasilkan setiap hari
oleh seorang laki-laki. Sehingga apabila testis telah penuh, kemungkinan sperma keluar
dengan sendirinya melalui mimpi, yang dikenal dengan mimpi basah. Dengan terjadinya
perubahan dalam tubuh, seorang perempuan dapat menghasilkan sel telur dan seorang laki-
laki dapat menghasilkan sel sperma. Hal inilah memungkinkan manusia melakukan
perkembangbiakan atau kawin. Namun, untuk manusia ketika akan melakukan proses
perkembangbiakan harus memperhatikan nilai-nilai agama, yaitu melalui proses pernikahan.
Melestarikan keturunan tanpa melalui proses pernikahan merupakan tindakan tidak bermoral
yang harus dihindari. Maka hati-hatilah dalam bergaul antara laki-laki dengan perempuan.
Setelah usia 40 tahun tubuh kita akan menua dengan cepat. Masa ini disebut lanjut
usia. Masa lanjut usia ditandai dengan kulit menjadi berkerut, tulang-tulang makin rapuh, otot
makin lemah, rambut menipis, dan memutih. Pada akhirnya fungsi organ dalam tubuh
berhenti dan suatu saat seseorang meninggal.
3. Cara perkembangbiakan manusia

Perkembangbiakan pada manusia terjadi secara kawin (generatif) dengan cara vivipar
(melahirkan). Pembuahan terjadi didalam tubuh wanita sehingga disebut pembuahan internal.
Selanjutnya apabila sel telur pada rahim wanita dibuahi oleh sel sperma, maka seorang wanita
akan hamil.

B. Perkembangbiakan Tumbuhan
1. Perkembang biakan secara vegetatif
a. Vegetatif alami

Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan secara tidak kawin


pada tumbuhan yang terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia.

1) Tunas

Pada tepi dan ujung daun yang telah tua terdapat tunas. Jika ditanam, tunas itu
akan tumbuh menjadi tanaman baru. Tuans itu disebut tunas adventif. Tanaman
lain yang berkembang biak dengan tunas yaitu, pisang, cemara, bambu, sukun dan
tebu. Pada tanaman tersebut tunas adventif tumbuh pada akar.

2) Spora

Jenis tanaman paku-pakuan sering ditanam orang sebagai tanaman hias,


contohnya suplir. Pada bagian bawah daunnya terdapat titik berwarna coklat yang
disebur spora. Spora berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Jika spora jatuh ke
tanah, akan tumbuh tanaman yang baru.

3) Akar tinggal (rhizoma)

Pada saat mengamati kencur, lengkuas, dan kunyit, kita pasti akan menemukan
ruas-ruas batang. Jika ruas-ruas itu ditanam akan tumbuh tanaman baru.
Tumbuhan tersebut berkembang biak dengan rhizoma. Rhizoma disebut juga akar
tingal atau akar tongkat. Rhizoma sebenarnya merupakan batang yang tumbuh di
dalam tanah.

4) Umbi
Umbi merupakan bagian tumbuhan yang mengembung dan tertanam didalam
tanah. Umbi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, umbi lapis, umbi batang, dan
umbi akar.

a) Umbi lapis

Umbi lapis terdari dari daun yang mengelilingi cakram (batang) dan
tertanam di dalam tanah. Tunas pada umbi lapis juga disebut siung. Siung
dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contohnya adalah bawang merah,
bawang putih dan bunga tulip.

b) Umbi batang

Umbi batang adalah bagian batang yang mengembang didalam tanah dan
berisi cadangan makanan. Pada permukaannya terdapat lekukan, pada lekukan
tersebut terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Contohnya adalah kentang dan ubi jalar.

c) Umbi akar

Umbi akat merupakan akar yang berubah fungsi untuk menyimpan


cadangan makanan. Umbi akar memiliki ciri-ciri yaitu umbi tidak berbuku-
buku, umbi tidak mempunyai tunas, dan umbi tidak mempunyai kuncup daun.

Umbi akar akan tumbuh menjadi tunas-tunas baru jika ditanam, tunas-
tunas baru keluar dari bagian yang merupakan sisa batang. Contoh; wortel.

d) Geragih
Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan
tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanahh,
kemudian membelok ke atas. Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh
tunas yang berakar dan berdaun. Tunas-tunas itu tumbuh menjalar dan tidak
tergantung lagi pada induknya, tetapi masih tetap berhubungan. Contoh;
antanan, arbei, rumput teki, dan strawberi.
b. Vegetatif buatan

Perkembangbiakan secara vegetatif buatan adalah perkembangbiakan yang terjadi


dengan bantuan manusia. Vegetatif buatan biasanya terjadi pada tumbuhan berkayu
dan berbiji keping dua (dikotil). Vegetatif buatan dilakukan dengan sengaja guna
memperoleh hasil yang diinginkan.

1) Cangkok
Mencangkok merupakan cara perkembangbiakan dengan membuat cabang
(dahan) menjadi berakar. Mencangkok dapat dilakukan dengann cara
mengupas kulit batang kemudian dilapisi tanah subur dan dibungkus dengan
serabut kelapa, ijuk, atau pelastik untuk merangsang terbentuknya akar.
Contohnya adalah mangga, rambutan, jambu dan lain-lain.
2) Setek
Setek adalah perkembangbiakan dengan cara menanam bagian tertentu
tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru lebih dahulu. Ada beberapa
cara menanam dengan menggunakan metode setek yaitu:
a. Setek batang
Setek batang dilakukan pada ketela pohon dan tebu. Sedangkan setek
batang dengan mengambil pucuknya silakukan teh dan jambu monyet.
b. Setek akar
Setek akar dilakukan dengan cara menggunakan bagian akar sebagai
sarana perbanyakan tanaman. Pada setek akar tunas keluar dari bagian
akar. Ada beberapa jenis tanaman buah yang dapat diperbanyak dengan
cara setek akar, antara lain jambu biji, sukun, jeruk dan kesemek.
c. Setek daun
Setek daun dapat dilakukan pada cocor bebek, sri rejeki, dan begonia.
Dengan cara mengambil tunas yang terdapat didaun dan menanamnya
kembali di tanah.
3) Okulasi
Tempel atau okulasi merupakan cara perkembangbiakan dengan menempelkan
tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain yang masing-masing
tumbuhan mempunyai sifat berbeda. Batnag yang ditempeli biasanya
tumbuhan yang mempunyai akar dan batang yang kuat. Sedangkan tunas
diambil dari tumbuhan yang mempunyao buah yang manis dan lebat.
Sehingga dari okulasi tersebut dapat menghasilkan tanaman baru. Okulasi
bertujuan untuk meningkatkan mutu tanaman. Tanaman yang dapat diokulasi
misalnya mangga, jeruk, dan belimbing.
4) Sambung pucuk
Sambung pucuk adalah cara mengmbangbiakkan tanaman dengan menyatukan
pucuk dengan batang bawah. Pucuk dan batang bawah yang disambung
berasal dari dua tumbuhan yang berbeda. Penyambungan batang
bawah dan batang atas ini biasanya dolakukan dantara dua varietas
tanaman yang masih dalam satu spesies. Seperti penyambungan
atarvarietas pada tanaman durian, jambu, bunga sepatu, dan kopi.
5) Runduk
Runduk merupakan cara mengembangbiakkan tumbuhan dengan
merundukkan batang tumbuhan hingga ke tanah. Cara merunduk sangat
mudah dilakukan. Karena itu penanaman dengan cara ini hampir selalu
berhasil.

2. Perkemabangbiakan tumbuhan secara generatif

Perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan berbiji tertutup ditandai dengan


munculnya bunga. Dalam bunga inilah terdapat Putik dan Benang Sari yang menjadi alat
reproduksi bagi tumbuhan. Untuk lebih jelasnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu
bagian-bagian dari bunga agar kita lebih mudah untuk memahami penjelasan selanjutnya.

Bunga tersusun dari beberapa bagian. Namun ada bunga yang disebut dengan bunga
lengkap dan bunga tidak lengkap, juga ada yang disebut dengan bunga sempurna dan bunga
tidak sempurna. Apa maksudnya yah? Yuk kita telaah lebih dalam.

===> Bagian-Bagian Bunga

Perhiasan bunga. Yang dimaksud dengan Perhiasan Bunga yaitu kelopak dan
mahkota bunga. Kelopak bunga merupakan bagian dari bunga yang letaknya di dekat
dasar bunga dan menyambung dengan tangkai bunga. Kelopak bunga ini biasanya
menyelimuti bunga saat bunga masih dalam keadaan kuncup dan biasanya setelah
mekar dalam waktu tertentu, akan gugur dengan sendirinya. Bentuk kelopak bunga
sangat beraneka ragam bentuk dan warnanya sesuai dengan jenis bunga. Bagian
kelopak bunga inilah yang memberikan keindahan pada bunga tersebut dan biasanya
warnanya digunakan untuk mengindetifikasi jenis bunga tersebut. Misalnya bunga
mawar yang warna kelopaknya merah disebut dengan Red Roses atau Mawar Merah.

Dasar Bunga. Dasar bunga merupakan bagian ujung tangkai bunga yang membesar
dan menjadi tempat melekatnya mahkota bunga.

Tangkai Bunga. Tangkai bunga merupakan bagian yang menghubungkan bunga


dengan batangnya.

Benang Sari. Benang sari adalah Alat Kelamin Jantan bagi tumbuhan. Benang sari
sendiri terdiri dari Tangkai Sari dan Kepala SAri, dan di dalam kepala sari inilah
terdapat butir-butir serbuk sari.

Putik. Putik adalah Alat Kelamin Betina pada tumbuhan. Putik terdiri dari tangkai
Putik, Kepala Putik dan bakal Buah, dan di dalam bakal buah terdapat Bakal Biji. Di
dalam bakal biji tersebut, masih terdapat dua inti yaitu calon Lembaga dan Sel Telur.

Perbedaan bunga lengkap dan bunga tidak lengkap, bunga sempurna dan bunga tidak
sempurna :
- Bunga Lengkap adalah bunga yang memiliki seluruh bagian-bagian bunga.
- Bunga Tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu bagian
bunga seperti yang dijelaskan di atas.
- Bunga Sempurna adalah bunga yang memiliki Putik dan Benang Sari.
Sedangkan Bunga Tidak Sempurna adalah bunga yang hanya memiliki satu
alat perkembangbiakan saja. Misalnya bunga yang hanya memiliki Benang
sari saja dan dinamakan Bunga Jantan, serta bunga yang hanya memiliki
Putik saja dan disebut dengan bunga Betina.

===> Proses Penyerbukan atau Pembuahan

Bagian bunga yang merupakan alat untuk berkembang biak adalah benang sari dan
putik. Benang sari adalah alat kelamin jantan dan putik adalah alat kelamin betina.
Peroses perkembangbiakan ini terjadi dengan adanya penyerbukan. Penyerbukan terjadii
apabila serbuk sari jatuh pada kepala putik. Kemudian akan terjadi pembuahan di dalam
bakal buah.
Pembuahan adalah bersatunya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina
membentuk individu baru. Setelah terjadi pembuahan, akan menjadi buah yang di
dalamnya mengandung biji. Pada biji terdapat bakal calon tumbuhan baru.

Biji sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu biji berkeping satu (monokotil) dan biji
berkeping dua (dikotil).

Ada empat cara terjadinya penyerbukan, yaitu:


a. Penyerbukan sendiri
Penyerbukan sendiri adalah jatuhnya serbuk sari dari satu bunga ke kepala putik
bunga itu sendiri.
b. Penyerbukan tetangga
Penyerbukan tetangga terjadi ketika serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala
putik bunga lain, tetapi masih dalam satu tumbuhan.
c. Penyerbukan silang
Penyerbukan silang terjadi apabila serbuk sari satu bunga jatuh ke kepala putik
bunga laiin yang tidak satu tumbuhan, tetapi masih satu jenis tumbuhan.
d. Penyerbukan bastar
Penyerbukan bastar terjadi apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala
putik bunga lain yang sejenis namun varietasnya berbeda.
e. Penyerbukan melalui perantara
1) Penyerbukan oleh angin
Penyerbukan oleh angin terjadi karena angin menerbangkan serbuk sari bunga
tersebut. Serbuk sari yang terbang dapat hinggap pada putik bunga lain. Bunga
yang penyerbukannya dibantu oleh anging memiliki ciri-ciri:
a) Serbuk sarinya kecil, banyak, dan ringan
b) Bentuk tangkai sari panjang dan memiliki kepala sari yang besar
c) Kebanyakan bunga tidak memiliki mahkota, jika ada bentuknya kecil
d) Kepala putiknya memiliki bulu dan terntang keluar bunga.

Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin seperti rumput, padi, dan
jagung.

2) Penyerbukan oleh hewan

Bunga yang penyerbukannya dibantu serangga memiliki ciri-ciri:

a) Mahkotanya besar dan berwarna mencolok sehingga menarik bagi


serangga
b) Mengeluarkan bau yang khas dan menghasilkan nektar
3) Penyerbukan oleh air
Air dapat membatnu penyerbukan tumbuhan yang hidup di air. Selain itu saat
hujan, tetesan air yang mengenai serbuk sari ddapat membawanya jatuh ke kepala
putik. Contohnya adalah eceng gondok.

4) Penyerbukan oleh manusia

Penyerbukan oleh manusia biasanya dilakukan dengan sengaja, karena


manusia ingin menghasilkan sifat tertentu atau memang sudah tidak ada
penghantar lainnya. Contohnya adalah vanili.

C. Perkembangbiakan Hewan
1. Perkembangbiakan secara tak Kawin (Vegetatif)
a. Membelah diri
Hewan yang dapat membelah diri merupakan hewan tingkat rendah atau bersel
satu misalnya amoeba yang termasuk ke golongan protozoa.
Protozoa membelah diri dengan sangat sederhana, yaitu tiap-tiap bagian sel
yang terdiri dari dinding sel, cairan sel (sitoplasma), dan inti sel (nukleus)
membelah menjadi dua bagian.
b. Fragmentasi
Planaria merupakan salah satu hewan yang melakukan fragmentasi.
Fragmentasi merupakan cara berkembang biak makhluk hidup dengan
membentuk individu baru dari potongan tubuhnya.
c. Tunas
Hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah hydra dan anemon laut.
Hydra dan anemon laut merupakan hewan yang hidup di air dan bersel
banyak. Tunas pada hydra dan anemon laut tumbuh di samping dan melekat
pada tubuh induknya. Tunas akan mengalami pertumbuhan. Pada saatnya,
tunas akan melepaskan diri menjadi individu baru.

2. Perkembangbiakan secara Kawin (Generatif)


Perkembangbiakan secara generatif diawali dengan pembuahan. Pembuahan pada
hewan adalah peleburan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Individu
yang dihasilkan dari pembuahan adalah sifat perpaduan antara kedua induk.
Macam macam perkembangbiakan secara kawin:

a. Perkembangbiakan hewan Ovivar (bertelur)


Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovivar adalah hewan yang
berkembangbiak dengan cara bertelur. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh
menjadi individu yang baru (anak) diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam
telur sebelum menetas menjadi individu yang baru.

Berbicara mengenai pembuahan pada hewan Ovivar, pembuahan dibagi dalam 2


kategori yaitu Pembuahan Internal dan
Pembuahan Eksternal.

Pembuahan Internal adalah proses


pembuahan Ovum oleh sperma yang terjadi
di dalam tubuh induk betina contohnya Ayam
(unggas, termasuk burung) dan penyu
(reptilia). Sedangkan Pembuahan Eksternal
adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina contohnya Ikan dan
katak.

b. Perkembangbiakan hewan Vivivar (Beranak atau Melahirkan)

Hewan yang digolongkan sebagai hewan Vivivar adalah hewan yang


berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan. Embrio yang telah terbentuk
akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk
dilahirkan. Hewan vivivar adalah hewan yang masuk dalam golongan Mamalia atau
hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, kucing, kambing, ikan paus, tikus
dan lain sebagainya.

c. Perkembangbiakan hewan Ovovivivar (bertelu dan melahirkan)

Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovovivivar adalah hewan yang proses
pembuahannya terjadi dalam tubuh induk betina. Hasil dari pembuahan ini kemudian
membentuk telur dan masih dalam rahim induk betina. Dan setelah janin tersebut
sudah terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh
induk betina. Telur tersebut kemudian langsung menetas begitu keluar dari tubuh sang
induk. Contoh hewan Ovovivivar adalah ikan Hiu, beberapa jenis kadal dan beberapa
jenis ular.