Anda di halaman 1dari 28

2.5.

1 Program kerja yang terdapat di KIA dan KB Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang:
a. K1 Akses

K1 akses ialah kunjungan ibu hamil baru (pertama kali periksa kehamilan) tanpa
memandang umur kehamilan atau lebih dari 16 minggu. Contoh: Ibu hamil 20 minggu yang
datang untuk ANC pertama kalinya. Pencapaian dari K1 akses di Puskesmas Gesang yaitu
sebesar 461 dengan persentase 101,8% dengan target 453. Hal ini menandakan bahwa program
K1 akses yang dimiliki sudah baik karena melebihi angka target yang telah ditentukan. Namun
ada desa yang memiliki angka pencapaian yang kurang target yaitu pada Desa Pulo 94,7%.

Tabel. Pencapaian K1 Akses di Puskesmas Gesang

IBU HAMIL
NAMA
NO PUSKESMAS K1
DESA JUMLAH
JUMLAH %
1 GESANG 80 80 100.0
2 JOKARTO 79 83 105.1
3 GESANG PULO 150 142 94.7
4 JATISARI 59 60 101.7
5 BESUK 85 96 112.9
JUMLAH
453 461 101.8
PUSKESMAS
Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Tahun 2016

b. K4

Kunjungan K4: Umur kehamilan 36 minggu sampai akhir,dilakukan untuk:


1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III
2) Mengenali adanya kelainan letak dan presentasi,
3) Memantapkan rencana persalinan,
4) Mengenali tanda-tanda persalinan.
5) Cek kembali Hb dan pemeriksaan lain jika ada indikasi
Pencapaian dari K4 di Puskesmas Gesang sejumlah 424 dengan persentase 93,6% dari
target yang ada yaitu 453. pada program K4 ini juga ada 3 desa yang angka capaiannya kurang
dari target yaitu Desa Gesang, Desa Pulo, dan Desa Besuk.
1
Tabel. Pencapian K4 di Puskesmas Gesang
IBU HAMIL

NO PUSKESMAS NAMA DESA K4


JUMLAH
JUMLAH %
1 GESANG 80 71 88.8
2 JOKARTO 79 82 103.8
3 GESANG PULO 150 129 86.0
4 JATISARI 59 61 103.4
5 BESUK 85 81 95.3
JUMLAH
453 424 93.6
PUSKESMAS
Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Tahun 2016

c. Persalinan Nakes di Fasilitas Kesehatan

Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil sesuai standar (bidan, dokter, dan
tenaga paramedis lainnya) di fasilitas kesehatan. Agar ibu hamil dan bayi secara cepat dan tepat
mendapatkan fasilitas kesehatan yang bersih dan aman. Mendapatkan pertolongan dan pelayanan
dari tenaga kesehatan siap di tempat. Dengan tujuan Menurunkan kesakitan dan komplikasi
persalinan. Memberikan pelayanan yang cepat dan tepat bila terjadi komplikasi. Memberikan
kenyamanan, keamanan, keselamatan pada ibu hamil, bersalin dan nifas.
Capaian pada kegiatan ini di tahun 2015 sejumlah 844 dengan persentase 86.4%. Terdapat
beberapa desa yang memiliki capaian angka yang tinggi yaitu Desa Sukokerto dengan capaian
127.4% sedangkan capaian yang paling rendah terdapat pada Desa Sumber Wringin.

IBU
BERSALIN/NIF
AS
NAM PERSALI
PUSKE A NAN
NO
SMAS DES Ta DITOLON
A rge G NAKES
t
JUM
LAH %
10
GES 7
1 76 3.
ANG 9
9
JOK 10
8
2 ART 76 5.
0
O 3
3 GESAN PUL 14 1 89

2
G O 3 28 .5
10
JATI 6
4 56 8.
SARI 1
9
BES 7 93
5 81
UK 6 .8
JUML
10
AH 45
461 1.
PUSKE 3
8
SMAS

d. Ibu Nifas (BUFAS)

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang
diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu
kurang lebih 6 minggu. Periode masa nifas (puerperium) adalah periode waktu selama 6-8
minggu setelah persalinan. Proses ini dimulai setelah selesainya persalinan dan berakhir setelah
alat-alat reproduksi kembali seperti keadaan sebelum hamil/tidak hamil sebagai akibat dari
adanya perubahan fisiologi dan psikologi karena proses persalinan. Masa ini merupakan masa
yang cukup penting bagi tenaga kesehatan untuk selalu melakukan pemantauan karena
pelaksanaan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami berbagai masalah,
bahkan dapat berlanjut pada komplikasi masa nifas, seperti sepsis puerperalis. Jika ditinjau dari
penyabab kematian para ibu, infeksi merupakan penyebab kematian terbanyak nomor dua setelah
perdarahan sehingga sangat tepat jika para tenaga kesehatan memberikan perhatian yang tinggi
pada masa ini. Adanya permasalahan pada ibu akan berimbas juga kepada kesejahtaraan bayi
yang dilahirkan karena bayi tersebut tidak akan mendapatkan perawatan maksimal dari ibunya.
Dengan demikian, angka morbiditas dan mortalitas bayi pun akan semakin meningkat

Pencapaian dari program bufas pada tahun 2016 yaitu sejumlah 425 dengan persentase
98,4% dari target yang ditentukan sebesar 432 untuk ibu nifas yang mendapat layanan kesehatan
nifas. Ada 2 desa yang memiliki capaian angka ibu nifas yang mendapat layanan kesehatan yang
kurang dari target dengan angka capaian paling rendah yaitu 88,1% yaitu Desa Pulo.

Tabel. Pencapaian program bufas pada tahun 2016

3
IBU NIFAS

NAM MENDAPAT
PUSKE
NO A JUML YANKES NIFAS
SMAS
DESA AH
JU
%
MLAH
GESA 7 1
1 85
NG 6 11.8
JOKA 7 1
2 80
RTO 6 05.3
GESAN 1 8
3 PULO 126
G 43 8.1
JATIS 5 1
4 62
ARI 6 10.7
BESU 8 8
5 72
K 1 8.9
JUMLA
H 4 9
425
PUSKE 32 8.4
SMAS

e. KN Murni

Kunjungan Neonatus murni (KN murni) adalah kunjungan neonatus yang dilakukan pada
6-48 jam setelah lahir.Pencapaian dari program ini pada tahun 2016 sebesar 102,6% dengan
target 100.0%. terdapat 3 desa yang memiliki capaian angka yang melebihi target yaitu Desa
Gesang, Sumber Jokarto, dan Sumber Jatisarii.

Grafik 1 Pencapian KN Murni tahun 2016


NO PUSKESM NAMA JUMLAH KUNJUNGAN
AS DESA LAHIR NEONATAL 1
HIDUP KALI (KN1)
Jumlah

4
L
JUMLA
L P + %
H
P

1 GESANG 38 35 73 80 109.6

JOKART
2 37 35 72 80 111.1
O
13
3 GESANG PULO 71 66 127 92.7
7
JATISAR
4 29 26 55 63 114.5
I

5 BESUK 41 38 79 77 97.5

JUMLAH
21 20 41
PUSKESMA 427 102.6
6 0 6
S

f. KN Lengkap

Kunjungan Noenatus lengkap (KN lengkap) adalah kunjungan yang dilakukan sebanyak 3
kali selama periode 0-28 hari yaitu pada 6-48 jam,3-7 hari dan 8-28 hari setelah lahir. Kunjungan
neonatus bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar,
mengetahui sedini mungkin komplikasi yang terjadi pada bayi sehingga dapat segera ditangani
dan bila tidak dapat ditangani maka dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap untuk mendapatkan
perawatan yang optimal.

Pencapaian dari KN lengkap pada Puskesmas Gesang sejumlah 416 yang terdiri dari
neonatus jenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan persentase 100% dengan target 100%.
Pada program ini terdapat juga desa yang memiliki capaian angka yang melibihi dari target yaitu
Desa Gesang, Desa Jokarto, dan Desa Jatisari.

Tabel. Pencapaian KN lengkap di Puskesmas Gesang

JUMLAH (KN
LAHIR LENGKAP)
PUSKESMA NAMA HIDUP L+P
NO
S DESA
L JUMLA
L P %
+P H

5
106.
1 GESANG 38 35 73 78
8
106.
2 JOKARTO 37 35 72 77
9
3 GESANG PULO 71 66 137 122 89.1
4 JATISARI 29 26 55 64 116.4
5 BESUK 41 38 79 75 94.9
JUMLAH
21 20 100.
PUSKESMA 416 416
6 0 0
S

g. Bayi Paripurna

Bayi paripurna adalah cakupan bayi yang mendapatkan pelayanan paripurna minimal 4 kali
yaitu 1 kali pada umur 29 hari-2 bulan 1 kali pada umur 3 bulan dan satu kali pada umur 6-8
bulan dan 1 kali pada umur 9-11 bulan sesuai standar di suatu wilayah kerja pada kurun waktu
tertentu. Dengan indikator ini dapat diketahui efektifitas, continuum of care dan kualitas
pelayanan kesehatan bayi.

Pencapaian angka bayi paripurna pada Puskesmas Gesang adalah sejumlah 344 dengan
target yang telah ditentukan yaitu sebesar 393. Angka capaian ini terbilang sudah mendekati dari
target yang telah ditentukan.

h. Anak Pra Sekolah (APRAS)

Apras adalahAnak prasekolah adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun. Dalam usia ini
anak umumnya mengikuti program anak (3Tahun - 5tahun) dan kelompok bermain (Usia 3
Tahun), sedangkan pada usia 4-6tahun biasanya mereka mengikuti program Taman Kanak-
Kanak, Patmonedowo (2008:19).

Pencapaian dari program apras di Puskesmas Gesang secara menyeluruh sejumlah 398
dengan target 438. angka capaian ini terbilang sudah mendekati dari target yang telah ditentukan.

6
2.5.2 Program Gizi
Pada program upaya perbaikan gizi ada beberapa aspek yang diperhatikan oleh puskesmas
Gesang, yaitu :
a. Pelayanan Gizi Masyarakat
Pelayanan gizi masyarakat memiliki beberapa kegiatan , yaitu :
1) Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita 2 kali pertahun
2) Pemberian tablet besi (90 tablet) pada bumil.
3) Bumil KEK
b. Penanganan Gangguan Gizi
1) Balita gizi buruk mendapat perawatan
2) MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan.
3) Pemberian PMT Pemulihan balita gizi buruk
4) Balita bawah garis merah
5) Cakupan rumah tangga yang mengko sumsi garam beryodium
c. Pemantauan Status Gizi
1) Desa bebas rawan gizi
2) Balita naik berat badannya (N/D)
3) Balita yang ditimbang berat badannya

Berikut ini capaian program gizi Puskesmas Gesang 2016 berdasarkan perbandingan
target dan pencapaian yang diperoleh, yaitu:
Tabel Pencapaian Program Gizi Puskesmas Gesang Mei 2016
N Indikator Target Pencapa %
o. ian
2 N/D 1666 1234 49%
4 Vitamin A Bayi 393 384 97,71
%
5 Vitamin A 1687 1643 97,33
Balita (12-59 bulan) %
6 Vitamin A 2080 2026 97,40
Balita (6-59 bulan) %
7 ASI Eksklusif 345 294 85,2%
8 Fe 1 453 463 102,2
%
9 Fe 3 453 432 95,4%
1 Vitamin A 432 401 92,8%
0 Bufas
1 Bumil KEK 46 27 58,7%
1

7
2.5.3 Program Imunisasi
a. Intensifikasi Rutin Imunisasi yang dilaksanaka di Puskesmas Gesang antara lain:
1) Imunisasi Dasar Lengkap (IDL)
IDL merupakan imunisasi pertama yang perlu diberikan pada semua orang,
terutama bayi dan anak sejak lahir untuk melindungi tubuh dari penyakit yang berbahaya.
Kelima jenis imunisasi dasar yang wajib diperoleh bayi sebelum usia setahun di Puskesmas
Gesang yaitu:
a) Imunisasi BCG
Imunisasi Bacilli Calmette Guerin (BCG) merupakan imunisasi yang diberikan
untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberculosis (TBC). Frekuensi
pemberian imunisasi BCG adalah satu kali dan tidak perlu diulang. Diberi saat bayi
usia 0 11 bulan. Diberikan secara intradermal dengan lokasi penyuntikan pada lengan
kanan atas atau pada paha.
Tabel Cakupan imunisasi BCG

JUMLAH
NAMA LAHIR BCG
NO PUSKESMAS HIDUP
DESA

Jumlah CAPAIAN %
1 GESANG 73 86 117.81
2 JOKARTO 72 74 102.78
3 GESANG PULO 137 144 105.11
4 JATISARI 55 62 112.73
5 BESUK 79 68 86.08
JUMLAH
416 434 104.33
PUSKESMAS
Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

Pada data yang ada di tabel di atas, capaian imunisasi BCG pada puskesmas
Gesang sebesar 434 dengan persentase 104,33% dari target yang sudah ditentukan adalah
416. Ada satu desa yang memiliki angka capaian kurang dari target yaitu desa Besuk
sebesar 86,08%

b) Imunisasi DPT

8
Imunisasi Difteria, Pertusis, tetanus (DPT) merupakan imunisasi dengan
memberikan vaksin yang mengandung racun kuman difteri yang telah dihilangkan sifat
racunnya yang dapat merangsang pembentukkan zat anti(toksoid). Pemberian imunisasi
ini tiga kali dari bayi usia 2 -11 bulan, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan.
Diberikan melalui suntikan intra muskuler (IM).

Tabel Cakupan imunisasi Hepatitis B

JUMLAH
BAYI DPT-HB3/DPT-HB-
NAMA (SURVIVIN Hib3
NO PUSKESMAS
DESA G INFANT)

Jumlah JUMLAH %
1 GESANG GESANG 70 85 121
2 0 JOKARTO 68 51 75
3 0 PULO 130 129 99
4 0 JATISARI 51 70 137
5 0 BESUK 74 46 62
JUMLAH
393 381 97
PUSKESMAS

Pada data yang ada di tabel di atas, capaian imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 pada
puskesmas Gesang sebesar 381 dengan persentase 97% dari target yang sudah ditentukan
adalah 393. Ada dua desa yang memiliki angka capaian lebih dari target yaitu desa
Gesangsebesar 121% dan Desa Jatisari 137%.

c) Imunisasi Polio

9
Imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan
terhadap penyakit poliolielitis yang merupakan penyakit radang yang menyerang saraf
dan dapat mengakibatkan kelumpuhan. Pemberian iminisasi ini empat kali pada bayi usia
0-11 bulan, bisa diberi lebih dari jadwal yang telah ditentukan dan tidak akan berdampak
buruk. Pemberian imunisasi ini melalui oral/mulut serta dapat mencekal penyakit polio
hingga 90%.
Tabel. Pencapaian Imunisasi Polio

JUMLAH
NAMA BAYI POLIO 4a
NO PUSKESMAS
DESA
TARGET JUMLAH %
1 GESANG 70 85 121.4
2 JOKARTO 68 51 75
3 GESANG PULO 130 129 99.2
4 JATISARI 51 70 137.3
5 BESUK 74 46 62.2
JUMLAH
393 381 96.9
PUSKESMAS

Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

Pada data yang ada di tabel di atas, capaian imunisasi polio pada puskesmas
Gesang sebesar 381 dengan persentase 96,9% dari target yang sudah ditentukan adalah
393. Ada dua desa yang memiliki angka capaian lebih dari target yaitu desa
Gesangsebesar 121,4% dan Desa Jatisari 137,3%.

d) Imunisasi Campak
Imunisasi campak adalah imunisasi imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan
kekebalan aktif terhadap penyakit campak (morbili / measles). Pemberian imunisasi
campak hanya satu kali pada bayi usia 9-11 bulan. Dan baiknya diberi pada usia 9 bulan
dan dianjurkan pemberiannya sesuai jadwal, selain antibodi dari ibu sudah menurun di

10
usia bayi 9 bulan, penyakit campak umumnya menyerang anak usia balita. Cara
pemberian imunisasi ini melalui subkutan.

Tabel Cakupan imunisasi Campak

NO PUSKESMAS NAMA JUMLAH


DESA BAYI CAMPAK

JUMLAH %
1 GESANG 70 69 98.6
2 JOKARTO 68 42 61.8
3 GESANG JATISARI 130 134 103.1
4 PULO 51 66 129.4
5 BESUK 74 53 71.6
JUMLAH
PUSKESMAS 364 92.6
393
Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

Pada data yang ada di tabel di atas, capaian imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 pada
puskesmas Gesang sebesar 364 dengan persentase 92,6% dari target yang sudah
ditentukan adalah 393. Ada dua desa yang memiliki angka capaian lebih dari target yaitu
desa Jatisari sebesar 103,1% dan Desa Pulo 129,4%.

e) Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis B adalah imunisasi yang digunakan untuk menimbulkan
kekebalan aktif terhadap penyakit hepatitis B yaitu penyakit infeksi yang dapat merusak
hati. Imunisasi Hepatitis B ini diberikan tiga kali pada bayi usia 1-11 bulan dengan syarat
kondisi bayi dalam keadaan stabil. Imunisasi hepatitis B diberikan dengan cara
intramuskuler (IM) dibagian lengan atau paha bagian otot depan bayi. Penyuntikan
dibokong tidak dianjurkan karena bias mengurangi efektifitas vaksin. Tingkat
kekebalannya cukup tinggi, setelah tiga kali suntikan lebih dari 95% bayi mengalami
respon imun yang cukup.
Tabel Cakupan imunisasi Hepatitis B
NO PUSKESMAS NAMA DESA JUMLAH
LAHIR
HIDUP Hb < 7 hari

11
JUMLAH %

1 GESANG 73 95 130.14

2 JOKARTO 72 70 97.22

3 GESANG PULO 137 128 93.43

4 JATISARI 55 65 118.18

5 BESUK 79 55 69.62
JUMLAH
416 413 99.28
PUSKESMAS
Sumber: Data sekunder puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

Pada data yang ada di tabel di atas, capaian imunisasi DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 pada
puskesmas Gesang sebesar 413 dengan persentase 99,28% dari target yang sudah
ditentukan adalah 416. Ada dua desa yang memiliki angka capaian lebih dari target yaitu
desa Gesang sebesar 130,14% dan Desa Jatisari 118,18%.

f) TT WUS dan Ibu Hamil


Vaksin jerap Tetanus Toxoid (TT) adalah vaksin yang mengandung toxoid tetanus
yang telah dimurnikan dan terabsorbsi ke dalam 3 mg/ml aluminium fosfat. Thimerosal
0,1 mg/ml digunakan sebagai pengawet. Satu dosis 0,5 ml vaksin mengandung potensi
sedikitnya 40 IU. Dipergunakan untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir
dengan mengimunisasi Wanita Usia Subur (WUS) atau ibu hamil, juga untuk pencegahan
tetanus pada ibu bayi. (Depkes RI, 2005). Pemberian imunisiasi Tetanus Toksoid
sebanyak 3 dosis kepada semua WUS untuk kekebalan Tetanus sekitar 10 tahun.

12
Tabel. Capaian Imunisasi TT pada Ibu Hamil
NO NAMA JUMLAH IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL
DESA IBU JUMLAH IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS
NAMAHAMIL WUS
NO TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
DESA (15-39
TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
TAHUN) JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
2 JOKARTO 934 0 - 0 - 0 - 2 0.2 49 5,2
3 PULO 1.759 0 - 0 - 3 0,2 11 0.6 56 3,2
1 GESANG 80 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
4 JATISARI 688 0 - 0 - 0 - 4 0.6 24 3,5
5 BESUK 1.002 0 - 0 - 0 - 3 0.3 55 5,5
0
JUMLAH JOKARTO 79 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
5.324 0 - 0 - 5 0,1 25 0.5 221 4,2
PUSKESMAS

0 PULO 150 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -

0 JATISARI 59 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -

0 BESUK 85 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -

JUMLAH
453 0 - 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
PUSKESMAS

Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

Tabel. Capaian Imunisasi TT Pada Wanita Usia Subur (WUS)

13
Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

14
2.5.4 Program Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan yaitu program pelayanan kesehatan lingkungan di puskesmas
untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan
mutu lingkungan dan tempat umum termasuk pengendalian pencemaran lingkungan dengan
peningkatan peran serta masyarakat. Keberadaan unit kesehatan lingkungan di Puskesmas
Gesang bertujuan untuk perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat meningkatkan status
kesehatan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang ada di Puskesmas Gesang yaitu :
a. Penyehatan Air
Penyehatan air merupakan kegiatan puskesmas yang masuk dalam program kesehatan
lingkungan. Adapun yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Pengawasan Sarana Air Bersih (SAB)
Pencapaian dari pengawasan Sarana Air Bersih (SAB) di Puskesmas Gesang
yaitu sebesar 86,55 dengan persentase 101,82% dengan target 85. Hal ini
menandakan bahwa program pengawasan Sarana Air Bersih (SAB) akses yang
dimiliki sudah baik karena melebihi angka target yang telah ditentukan.

2) Sarana Air Bersih yang memenuhi syarat kesehatan


Pencapaian dari Sarana Air Bersih (SAB) yang memenuhi syarat di
Puskesmas Gesang yaitu sebesar 99,75 dengan persentase 125% dengan target 67.
Hal ini menandakan bahwa program Sarana Air Bersih (SAB) yang memnuhi syarat
kesehatan yang dimiliki sudah baik karena melebihi angka target yang telah
ditentukan.

3) Jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap SAB


Pencapaian dari jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap
Sarana Air Bersih (SAB yaitu sebesar 100 dengan persentase 125% dengan target 67.
Hal ini menandakan bahwa program Jumlah kepala keluarga (KK) yang memiliki
akses terhadap SAB yang dimiliki sudah baik karena melebihi angka target yang telah
ditentukan.
b. Penyehatan Makanan dan Minuman
1) Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
Pencapaian dari pembinaan Tempat Pengelolaan MAkanan (TPM) yaitu
sebesar 76 dengan persentase 80% dengan target 95. Hal ini menandakan bahwa
15
program pembinaan Tempat Pengelolaan MAkanan (TPM) yang dimiliki kurang
baik Karena belum mencapai angka target yang telah ditentukan.
2) Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan
Pencapaian dari Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarta
kesehatan yaitu sebesar 48,68 dengan persentase 64,91% dengan target 75. Hal ini
menandakan bahwa program pembinaan Tempat Pengelolaan MAkanan (TPM) yang
memenuhi syarat kesehatan yang dimiliki kurang baik karena belum mencapai angka
target yang telah ditentukan.
c. Upaya Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar
Upaya penyehatan perumahan dan sanitasi dasar adalah upaya yang ditujukan
untuk mengawasi dan memelihara status kesehatan dari tempat perumahan beserta
lingkungan perumahan dan pengaruhnya terhadap masyarakat di Puskesmas Gesang.
Aspek yang diperhatikan dalam upaya penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
diantaranya pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar dan Jumlah rumah yang
memenuhi syarat kesehatan. Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar.
Pembinaan dan pengawasan dilakukan terhadap:
1) Jamban keluarga yang ada/ berfungsi
2) Tempat Pembuangan Akhir yang ada/terdaftar
3) Tempat Pembuangan Akhir yang memenuhi syarat
4) Tempat pembuangan sampah yang ada/ terdaftar
5) Tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan
6) Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang ada / berfungsi
7) Jumlah Sarana Air Bersih
8) Jumlah Sarana Air Bersih yang memenuhi syarat
d. Upaya Pembinaan Tempat-Tempat Umum
Upaya pembinaan tempat-tempat umum adalah upaya yang dilakukan Puskesmas
Gesang untuk mengawasi dan memelihara kondisi tempat-tempat umum agar memenuhi
syarat kesehatan dan dapat menjaga masyarakat dari kemungkinan penularan penyakit
dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. Pembinaan sarana Tempat-
Tempat Umum. Pembinaan dilakukan terhadap:

(1) Rumah Sakit / Puskesmas yang ada


(2) Sekolah (SD/SMP/SMA/sederajat) yang ada
(3) Hotel yang ada
e. Upaya Penyehatan Makanan dan Minuman
Upaya penyehatan makanan dan minuman adalah upaya dalam menjaga
keamanan dari makanan dan minuman yang ada dan sering diakses dan dikonsumsi
16
masyarakat agar makanan dan minuman tidak menimbulkan gangguan kesehatan
terhadap masyarakat. Aspek yang diperhatikan dalam upaya penyehatan makanan dan
minuman diantaranya,

1) Pembinaan Tempat Pengolahan Makanan (TPM). Pengawasan dan pembinaan


dilakukan terhadap :
a) Restoran/rumah makan/depot/jasa boga/warung atau kantin yang ada
b) Penjual daging yang ada
c) Penjual sayur/buah segar yang ada
d) Agen penjual makanan minuman yang ada
e) Home industry RT yang ada
f) Depot Air Minum
f. Klinik Sanitasi
Klinik sanitasi merupakan suatu sarana masyarakat untuk mengatasi masalah
kesehatan masyarakat melalui upaya terintegrasi kesehatan lingkungan, pemberantasan
penyakit dengan bimbingan, penyuluhan dan bantuan teknis dari petugas puskesmas.
Klinik sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian
didalam dari kegiatan puskesmas, bekerjasama dengan program yang lain dan sector
terkait di wilayah kerja Puskesmas (Depkes RI, 1999:2). Aspek yang diperhatikan dalam
pelayanan klinik sanitasi di Puskesmas Gesang diantaranya,
1) Klinik sanitasi
2) Jumlah klien yang sudah mendapat intervensi / tindak lanjut yang diperlukan.

2.5.5 Program Kerja Promosi Kesehatan


Promosi kesehatan di puskesmas merupakan upaya puskesmas dalam memberdayakan
pengunjung dan masyarakat baik didalam maupun di luar puskesmas agar berperilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) untuk mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulanginya.
Dengan promosi kesehatan juga menjadikan lingkungan puskesmas lebih aman, nyaman, bersih
dan sehat dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Promosi kesehatan
dipuskesmas merupakan tanggung jawab bersama antara petugas, pengunjung maupun
masyarakat. Petugas puskesmas diharapkan menjadi teladan perilaku sehat dimasyarakat dan
melahirkan gerakan pemberdayaan masyarakat. Sedang para pengunjung puskesmas yaitu para
pasien dan keluarganya dapat menerapkan perilaku sehat juga aktif menjadi penggerak atau
kader kesehatan dimasyarakat.
Kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas Gesang:
17
1) Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
Upaya Kesehatan Bersumbeaya Masyarakat (UKBM) dilakukan dengan
Posyandu. Kegiatan posyandu merupakan kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan
diluar gedung puskesmas dan dilakukan dengan metode kelompok. Posyandu dilakukan
dalam 1bulan sekali, dengan sasaran bayi, balita, bumil, buteki, PUS, dan peserta kb aktif.
Kader posyandu ada yang sudah sudah mengikuti melakukan pelatihan dan belum.
Pelatihan pada kader dilakukan sekali dalam setahun, selain itu juga kader diberikan buku
pedoman yang dibuat oleh Dinas Kesehatan. Jumlah posyandu di Puskesmas Gesang
terdapat 30 posyandu tersebar di 5 desa. Posyandu di masing- masing pos sudah
dijadwalkan oleh puskesmas. Selain jadwal juga sudah ditentukan ketua Kader yang akan
memimpin posyandu di masing- masing pos.

18
Tabel. Jumlah Posyandu Puskesmas Gesang

POSYANDU
STRATA POSYANDU
AKTIF

N PUSKESM NAMA
O AS DESA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLA
H
JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA JUMLA
% % % % %
H H H H H

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

0.0 100.0
1 GESANG GESANG 0 0.00 0 0.00 5 100 0 5 5
0 0
JOKART 0.0 100.0
0 0 0 0.00 0 0.00 2 100 0 2 2
O 0 0
50,0 0.0
0 0 PULO 1 0 0.00 1 50 0 2 1 50.00
0 0
0.0 100.0
0 0 JATISARI 0 0.00 0 0.00 5 100 0 5 5
0 0
20.0 0.0
0 0 BESUK 0 0.00 1 4 80 0 5 4 80.00
0 0
89,4 0.0
JUMLAH PUSKESMAS 1 5,26 1 5.26 17 0 19 17 89.47
7 0
RASIO POSYANDU PER
1
100 BALITA

19
2) Pengembangan Desa Siaga
Desa siaga merupakan salah satu bentuk reorientasi pelayanan kesehatan dari sebelumnya
bersifat sentralistik dan top down menjadi lebih partisipatif dan bottom up. Berdasarkan
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 564/MENKES/SK/VI II/2006,
tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa siaga, desa siaga merupakan desa
yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk
mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan
kesehatan secara mandiri. Desa siaga adalah suatu konsep peran serta dan pemberdayaan
masyarakat di tingkat desa, disertai dengan pengembangan kesiagaan dan kesiapan
masyarakat untuk memelihara kesehatannya secara mandiri.
Konsep desa siaga adalah membangun suatu sistem di suatu desa yang bertanggung
jawab memelihara kesehatan masyarakat itu sendiri, di bawah bimbingan dan interaksi
dengan seorang bidan dan 2 orang kader desa. Di samping itu, juga dilibatkan berbagai
pengurus desa untuk mendorong peran serta masyarakat dalam program kesehatan seperti
imunisasi dan posyandu (Depkes 2009).
Jumlah binaan desa Puskesmas Gesang terdapat satu desa siaga dengan persentase
sebesar 25% dari 4 kelurahan yang tersebar di lingkup puskesmas Gesang yaitu berada di
desa Jatisari. Desa siaga yang menjadi binaan puskesmas Gesang terbagi menjadi 4
tingkatan yaitu pratama, madya, purnama, dan mandiri. Dari satu desa siaga yang dibina
oleh puskesmas gesang memiliki tingkatan yaitu madya.

20
Tabel . Jumlah Desa Siaga
DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NAMA
NO PUSKESMAS DESA/
DESA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN

1 GESANG GESANG 1 - 0
0 0 JOKARTO 1 - 0
0 0 PULO 1 - 0

0 0 JATISARI 1 1 1
25
0 0 BESUK 1 - 0
JUMLAH
4 1 0 0 0 1 25
PUSKESMAS

Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

21
3) Intervensi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program kerja dari promosi kesehatan yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan ke
kelompok rumah tangga, Institusi Pendidikan (sekolah), pondok pesantren, institusi TTU,
institusi sarana kesehatan dan perkantoran. Bentuk pendekatan promosi kesehatan yang
dilakukan :
1) Perseorangan
Untuk promosi kesehatan dengan perseorangan dilakukan penyuluhan dan
konseling. Dalam pendekatan ini dengan cara mengajak bicara dengan menanyakan,
menjelaskan, dan mengingatkan pasien secara langsung. Pendekatan ini biasanya
dilakukan di poli dan dilakukan oleh bidan ataupun kader.
2) Kelompok
Pendekatan kelompok dilakukan dengan cara diskusi. Contohnya penyuluhan
di pondok pesantren. Di puskesmas Gesang sudah terdapat 2 poskestren yang sudah
dilakukan penyuluhan.

2.5.6 P2 (Pemberantasan Penyakit)


P2 (Pemberantasan Penyakit)
P2 merupakan sebuah program yang dilakuakan oleh puskesmas dalam mengupayakan
pemberantasan penyakit melalui program promotif dan preventif. P2 juga merupakan bentuk
upaya surveilans penyakit dari Puskesmas Gesang, Surveilans adalah pengumpulan, analisis, dan
analisis data secara terus-menerus dan sistematis yang kemudian didiseminasikan
(disebarluaskan) kepada pihak-pihak yangbertanggungjawab dalam pencegahan penyakit dan
masalah kesehatan lainnya (DCP2, 2008).
Upaya P2 yang dilakukan Puskesmas Gesang tidak dilakukan untuk semua penyakit,
Namun terfokus pada beberapa penyakit yang dirasa puskesmas tergolong penyakir yang rawan
terjadi di daerah tempeh dan memiliki faktor resiko tertinggi. Penyakit yang menjadi fokus dan

22
ditangani dalam P2 puskesmas Gesang adalah diare, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA),TB
Paru, Kusta, Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, rabies, dan HIV/AIDS.
Penyakit-penyakit ini yang menjadi target dari Program P2 karena keberadaan penyakit
menular ini dapat membahayakan masyarakat sekitar dan mengancam kesehatan mereka maka
diperlukannya upaya-upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tersebut.
a. Diare
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit diare yang dilakukan oleh puskesmas
Gesang adalah sebagai berikut :
1) Penemuan penderita diare yang diobati di Puskesmas dan kader
2) Pelayanan diare
3) Penggunaan diare
4) Penderita diare balita yang diberi tablet zinc
Jumlah kasus diare pada puskesmas Gesang adalah sebesar penemuan kasus diare 1.584
kasus yang tersebar di empat desa yang ada di puskesmas Gesang. Dari jumlah kasus tersebut
kasus diare yang ditangani oleh puskesmas adalah sebesar 397 kasus dengan persentase 25,1%
dari julah target penemuan diare sebesar 1.584 kasus. Jumlah kasus diare yang ditangani jauh
dari kasus yang ditemukan pada puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang.
Tabel. Penanganan kasus diare
DIARE
JUMLAH
PENDUDU JUMLAH DIARE DITANGANI
N NAMA K TARGET
PUSKESMAS L+P
O DESA PENEMUAN
L+P L+P JUMLAH %

1 GESANG GESANG 5.168 279 60 21


0 0 JOKARTO 7.405 400 116 29
0 0 PULO 7.387 399 66 17
0 0 JATISARI 3.860 208 38 18
0 0 BESUK 5.519 298 48 16
JUMLAH
29.339 1,584 397 25,1
PUSKESMAS

23
b. TB Paru
Pencegahan dan penanggulangan TB paru yang dilakukan oleh puskesmas
Gesang yaitu :
1) Penemuan suspect penderita TB
2) Keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif
Tabel. Penemuan TB Baru

TB PARU

SUSPEK % BTA (+)


No PUSKESMAS NAMA DESA BTA (+) TERHADAP
SUSPEK

L+P L+P L+P

1 GESANG GESANG 19 1 5,26

0 0 JOKARTO 10 1 10,00

0 0 PULO 27 2 7,41

0 0 JATISARI 8 1 12,50

0 0 BESUK 11 1 9,09

JUMLAH
75 6 8,00
PUSKESMAS
Sumber : Data Sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

24
Berdasarkan data tersebut dijelaskan bahwa untuk penemuan kasus TB BTA+ juga masih belum mencapai sasaran dan target, target
dari Puskesmas Gesang masih 75 dari suspek, namun pencapainnya hanya 6 hanya sebesar 8%.
c.Kusta
Pencegahan dan pemberantasan kusta yang dilakukan oleh puskesmas Gesang meliputi :
1) Penemuan penderita kusta baru
2) Proporsi kasus kusta anak
3) Proporsi kasus kusta TK
4) Prevalensi kusta (PR)
Adapun kasus baru kusta berdasarkan desa adalah sebagai berikut :
Tabel kasus baru kusta

KASUS BARU

PENDERITA KUSTA
NO PUSKESMAS NAMA DESA CACAT TINGKAT 2
PENDERITA 0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %

1 GESANG GESANG - - - 0 0
0 0 JOKARTO - - - 0 0
0 0 PULO 1 - - 0 0
0 0 JATISARI - - 0 0 0
0 0 BESUK - - 0 0 0
JUMLAH
PUSKESMA 1 - 0.00 - 0
S
Sumber : Data sekunder Puskesmas Gesang KAbupaten Lumajang
25
d. PMS dan HIV/AIDS
Kasus HIV ditemukan di wilayah puskesmas Gesang kabupaten Lumajang. Untuk itu puskesmas Gesang memiliki program
Pencegahan dan penanggulangan PMS dan HIV/AIDS. Pencegahan dan penanggulangan PMS dan HIV/AIDS dilakukan oleh
puskesmas Gesang kabupaten Lumajang dengan melakukan beberapa kegiatan, yaitu dengan melkukan Penyuluhan HIV/Aids di
Puskesmas .
e.Demam Berdarah Dengue (DBD)
Dalam program P2 DBD puskesmas Gesang melakukan beberapa kegiatan, yaitu :
1) Mengadakan konseling demam berdarah di tiap-tiap dusun
2) Menggalakan ikanisasi dan abatenisasi
3) Pelacakan Epidemiologi kasus DBD

Tabel Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

NAMA
NO PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
DESA

L P L+P L P L+P L P L+P

#DIV/0
1 GESANG GESANG 0 1 1 0 0 0 0.0 0.0
!
0 0 JOKARTO 2 2 4 0 0 0 0.0 0.0 0.0

0 0 PULO 5 4 9 1 0 1 20.0 0.0 11.1

26
#DIV/0
0 0 JATISARI 0 0 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0!
!
0 0 BESUK 2 0 2 0 0 0 0.0 #DIV/0! 0.0
JUMLAH
PUSKESMA 9 7 16 1 0 1 11.1 0.0 6.3
S
INCIDENCE RATE PER 100.000
62.5 47.1 54.6
PENDUDUK

Sumber : Data sekunder Puskesmas Gesang Kabupaten Lumajang

27
f. Malaria
Kasus malaria ditemukan di wilayah puskesmas Gesang kabupaten Lumajang. Untuk itu
puskesmas Gesang memiliki program Pencegahan dan penanggulangan malaria.
Pencegahan dan penanggulangan malaria dilakukan oleh puskesmas Gesang kabupaten
Lumajang dengan melakukan beberapa kegiatan, yaitu :
1) Penderita klinis dilakukan pemeriksaan sediaan darah
2) Penderita malaria diobati sesuai standar (ACT)
3) Penderita Positif malaria di follow up

28