Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi

Osteomielitis mungkin dilokalisasi atau mungkin menyebar melalui sumsum tulang, dan korteks periosteum. Patogen bakteri bervariasi berdasarkan usia
(terutama bayi dan anak-anak), jenis kelamin (lebih sering pada pria dan wanita dengan perbandingan 4:1), trauma (hematoma akibat trauma pada daerah
metafisis merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya osteomielitis hematogen akut), lokasi infeksi (osteomielitis hematogen akut sering terjadi di
daerah metafisis karena daerah ini merupakan daerah aktif tempat terjadinya pertumbuhan tulang), nutrisi, lingkungan dan imunitas yang buruk serta adanya
fokus infeksi sebelumnya (seperti bisul dan tonsilitis).
Osteomielitis hematogen akut ditandai dengan infeksi akut pada tulang disebabkan oleh perkembangbiakan bakteri dalam tulang dari sumber yang jauh.
Osteomielitis kronis merupakan kondisi yang terus menerus atau berulang, terlepas dari penyebab awal dan/ atau mekanisme terjadinya kondisi osteomielitis.
Kondisi osteomielitis pada kondisi klinik bisa terjadi dengan adanya riwayat pernah mengalami fraktur terbuka, riwayat pembedahan dengan pemasangan
fiksasi interna. Ada berbagai predisposisi yang meningkatkan resiko osteomielitis, meliputi tidak adekuatnya nutrisi dan higienis, faktor imunitas dan virulensi
kuman.
Proses selanjutnya terjadi hiperemi dan edema didaerah metafisis disertai pembentukan PUS. Terbentuknya pu dalam tulang dimana jaringan tulang tidak
dapat berekspansi akan menyebabkan tekanan dalam tulang bertambah. Peninggian tekanan dalam tulang mengakibatkan terganggunya sirkulasi dan timbulnya
trombosis pada pembuluh darah tulang dan akhirnya menyebabkan nekrosis tulang. Disamping proses yang disebutkan diatas, pembentukan tulang baru yang
ekstensif terjadi pada bagian dalam periousteum sepanjang diafisis sehingga terbentuk suatu jaringan sekuestrum. Apabila pus menembus tulang maka terjadi
pengaliran pus keluar melalui lubang yang disebut kloaka atau melalui sinus pada jaringan lunak dan kulit. Pada tahap selanjutnya penyakit akan berkembang
menjadi osteomielitis kronis. Pada daerah tulang kanselosa, infeksi dapat terlokalisasi, serta diliputi oleh jaringan fibrosa yang membentuk abses tulang kronis.
Pathway
Faktor predisposisi : usia, virulensi
kuman, riwayat trauma, nutrisi, dan
okasi infeksi
Invasi
mikroorganisme Fraktur
dari tempat lain terbuka
yang beredar

Masuk ke Kerusakan pembuluh


juksta epifisis darah dan adanya port
tulang Invasi kuman di dalam tulang

osteomilitis

Fagositosis

Proses inflamasi : hiperemia, pembengkakan,


gangguan fungsi, pembentukkan pus, dan
kerusakan integritas jaringan

Resiko keterbatasa Peningkatan


555Proses
tinggi tekanan Pembentukka
inflama n
jaringan n pus,
nekrosis
Penurunan
Malaise,dema Resiko
kemampu Iskemia dan
m, penurunan tinggi
an nekrosis
nafsu makan, defisit Penyebaran komplikasi
penurunan Involuctum
peraw tulang infeksi
kemmapuan (pertumbuhan
atan organ
Hambata tulang baru) Pembentuka
Hambatan Defisitdiri Iskemia dan penting
n pengeluaran n abses
mobilitas perawatan nekrosisi
mobilitas pus dari luka nVer
fisik diri tulang
septike
Involuctum Nyeri
(pertumbuh
an tulang Kurang
Kelemah Kerusakan
Ketidak baru) terpajan
an fisik lempeng
seimbangan pengeluaran pengetahu
nutrisi kurang pus dari luka an dan
dari informasi
Tirah Gangguan
baring pertumbuha
Deformitas Resiko
Kerusakan , bau dari osteomilitis
integritas adanya kronis
pus
Defesiensi
pengetahua
n dan
Gangguan Prognosis
informasi
citra tubuh penyakit
Ketidakefekti
fan kopng
individu