Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN INDIVIDU BINA KELUARGA

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. B DENGAN HIPERTENSI


DI RT 03 RW 03 DESA MARGALUYU KECAMATAN TANJUNGSARI
KOTA SUMEDANG

DISUSUN OLEH:
ABDUL AZUZ
220112160011

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXX


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2017
PENGKAJIAN KELUARGA

A DATA UMUM KELUARGA


a Nama kepala keluarga: Tn. B
b Umur : 52 tahun
c Agama : Islam
d Pendidikan : SMP
e Pekerjaan : Buruh
f Suku / Bangsa : Sunda/Indonesia
g Komposisi keluarga :
No Nama Hubungan Jenis Umur Pendidikan Pekerjaan Ket
kelamin
51 Hipertens
1 Ny. L Istri Perempuan S1 IRT
tahun i
27
2 An. A Anak Laki-laki SMK Swasta -
tahun

i Tipe keluarga : Tipe keluarga Tn.B merupakan tipe keluarga inti

j Genogram
Hipertensi Jantung DM

Ny.S Ny.E Ny.T NyH Ny.L


Tn.R Tn.Y Tn.I 61 th Tn.B 56 th
61 th 59 th 57 th
58 th 56 th 53 th

Hipertensi
Ny.L Tn.B
51 th 52 th

An.A
27 th

Laki-laki Klien Menikah


Perempuan ---- Tinggal serumah Meninggal

k Sifat Keluarga
1 Pengambilan Keputusan: Keluarga mengatakan bila ada masalah dalam keluarga Tn.
B, selalu dibicarakan atau dimusyawarahkan bersama dengan anggota keluarga yang
lainya dan pengambil keputusan oleh Tn. B berdasarkan hasil musyawarah keluarga.
2 Kebiasaan Hidup Sehari-hari
a Kebiasaan tidur / istirahat
- Tn. B mengatakan bahwa ia tidur malam hari tidak menentu, terkadang dari
jam 23.00 s/d jam 05.00 dengan kualitas tidur yang nyenyak. Saat siang hari
Tn. B jarang tidur siang.

- Ny. L mengatakan bahwa ia tidur dari jam 22.00 s/d jam 05.00 dengan
kualitas tidur nyenyak. Ny. L jarang tidur siang.
- An. A tidak dilakukan pengkajian karena saat dikaji sedang bekerja
b Kebiasaan rekreasi
Menurut Ny. L bahwa dalam keluarga hanya memanfaatkan menonton TV sebagai
sarana rekreasi keluarga karena Ny. L jarang pergi untuk berekreasi.
c Kebutuhan nutrisi keluarga
Kebiasaan keluarga adalah jarang makan secara bersama-sama. Setiap hari Ny. L
memasak untuk setiap anggota keluarga. Setiap hari Ny. L memasak dengan menu
yang berbeda seperti sayuran, tahu, tempe, telur, sambal, daging dan lainnya.
Tidak ada makanan pantangan dalam keluarga.
l Status Sosial Ekonomi Keluarga
Pendapatan perbulan pada keluarga Tn. B adalah dibawah UMR. Pendapatan tersebut
didapatkan dari penghasilan sebagai buruh, dan anaknya yang bekerja sebagai karyawan
swasta.
m Suku
Keluarga Tn. B bersuku Sunda. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi keluarga
adalah bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Tidak ada nilai maupun norma yang dianut
secara khusus oleh keluarga yang meninmbulkan dampak negative pada keluarga.
n Agama
Semua anggota keluarga menganut agama islam.
B RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
a Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga adalah tahap keluarga dengan lansia.
b Riwayat kesehatan keluarga
- Ny. L mengatakan bahwa ia menderita hipertensi sejak sekitar 1 tahun yang lalu.
Klien suka memeriksakan kesehatan ke Puskesmas Tanjungsari jika mengalami
keluhan yang mengganggu dan mendapat terapi amlodipine 1 x. Klien juga terkdang
merasakan nyeri pada kaki ketika perubahan posisi dari duduk lalu berdiri. Klien
mengatakan saat ini tidak merasa pusing.
- Tn. B mengatakan bahwa ia tidak mengalami keluhan apapun saat ini serta
sebelumnya Tn. B tidak memiliki riwayat penyakit yang serius.

- An. A dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat penyakit berat.

C LINGKUNGAN
a Karakteristik rumah
Ukuran rumah x meter berbentuk persegi panjang, yang terdiri dari 1 lantai meliputi;
ruang tamu, ruang tengah (ruang keluarga), dapur, kamar tidur. Untuk kamar mandi
berada diluar rumah.
b Ventilasi dan penerangan
Jumlah jendela 2 buah yang merupakan jendela ruang tamu yang terkadang dibuka.
Ventilasi cukup <20% luas bangunan. Penerangan rumah pada siang hari cukup karena
ada 2 jendela meskipun posisi rumah yang berdempetan dan pintu rumah sering dibuka
sehingga cahaya matahari yang masuk masih cukup baik.
c Persediaan air bersih
Sumber air bersih yang digunakan keluarga berasal dari sumur gali yang terdapat di
rumah klien. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya namun
tidak untuk dimasak.
d Pembuangan sampah
Keluarga Tn. B membuang sampah pada tempat tertutup yang sudah disediakan
kemudian ada petugas yang mengangkutnya.

e Pembuangan air limbah


Keluarga memiliki pembuangan air limbah bekas cuci ke aliran ysng menyambung
dengan selokan sedangkan keluarga ada septic tank utuk pembuangan limbah dan kotoran
untuk BAB dan BAK pergi ke kamar mandi.
f Jamban / WC (tipe, jarak dari sumber air)
Keluarga Tn. B memiliki WC pribadi yang dipakai bersama didalam rumah.
g Denah rumah
lantai 1 keterangan:
1 Teras
8 2 Kamar
3 Kamar
4 Kamar
2 3 5 Kamar
4 6 Kamar
5 7 Ruang keluarga, ruang makan dapur
8 Kamar Mandi
1 7 6 Ventilasi
Pintu

h Lingkungan sekitar rumah


Keluarga Tn. B tinggal dilingkungan rumah yang mayoritas adalah rumah komplek,
aman, tentram, jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya berdempetan.
Lingkungan sekitar rumah cukup bersih dan tidak ada polusi. Tidak semua rumah
memiliki halaman rumah. Terdapat sarana beribadah berupa masjid namun tidak terdapat
sarana rekreasi berupa lapang.
i Sarana komunikasi dan transportasi
Sarana komunikasi keluarga menggunakan telepon atau handphone, sarana informasi
didapatkan melalui televisi dan untuk sarana transportasi keluarga biasanya menggunakan
motor.

j Fasilitas hiburan (TV, radio, dll.)


Keluarga mempunyai televisi sebagai fasilitas hiburan utama yang terletak di ruang
tengah yang berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga.
k Fasilitas pelayanan kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan yang paling sering digunakan oleh keluarga adalah
puskesmas Tanjungsari.

D SOSIAL
a Karakteristik tetangga dan komunitas
Tetangga disekitar rumah keluarga cukup baik dan ramah, sering bertegur sapa dengan
tetangga lainnya.
b Mobilitas geografis keluarga
Keluarga sudah cukup lama tinggal dirumah ini yaitu sekitar tahun 1970. Dan keluarga
juga tidak pernah berpidah-pindah tempat tinggal.
c Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga terkadang berkumpul dan bercengkrama antar anggota keluarga diruang
keluarga. Keluarga Tn. B pun sering bercengkrama dengan tetangga lainnya. Keluarga
juga sering mengikuti kegiatan yang dilakukan di masyarakat seperti gerakan pungut
sampah dan lain-lain.
d Sistem pendukung keluarga
Seluruh anggota keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS. Ketika ada anggota
keluarga yang sakit anggota keluarga yang lain memberikan dukungan berupa dukungan
material, psikologis, dan mengantarkan untuk ke tempat pelayanan kesehatan.

E STRUKTUR KELUARGA
a Pola Komunikasi Keluarga
Bahasa yang digunakan oleh keluarga dalam berkomunikasi sehari-harinya antar anggota
keluarganya adalah campuran antara bahasa sunda dan bahasa Indonesia.
b Struktur Kekuatan Keluarga
Keluarga belum mampu mengendalikan atau mempengaruhi anggota keluarga lainnya
yang sakit untuk mengubah perilaku hidup sehat, hal tersebut tergambar dari pola
perilaku Tn. B yang masih merokok, dan kejadian hipertensi pada anggota keluarga.
c Struktur Peran
- Saat ini Tn. B berperan sebagai kepala keluarga, seorang suami, ayah, dan sebagai
seorang suami. Saat ini Tn. B menjalankan peran sebagaimana mestinya seorang
kepala keluarga yaitu mencari nafkah dan melindungi keluarganya.

- Ny. L berperan sebagai istri dan ibu dari anak, yang mempunyai peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anaknya. An. A Berperan
sebagai anak yang berkewajiban melaksanakan aturan yang berlaku dalam rumah
tangga dan sudah bekerja.
d Nilai dan Norma Keluarga
Nilai dan norma yang dianut keluarga sama seperti yang berlaku pada masyarakat pada
umumnya. Tidak ada nilai dan norma yang bertentangan dengan kesehatan.

F FUNGSI KELUARGA
a Fungsi afektif
Setiap anggota keluarga merasa senang berada dalam keluarga ini karena setiap anggota
keluarga menghargai anggota keluarga lainnya. Jika ada suatu masalah selalu diceritakan
pada anggota keluarga lainnya untuk diselesaikan secara bersama atau salah satu anggota
keluarga ada yang mengalah sehingga dalam keluarga jarang timbul konflik.
b Fungsi sosialisasi
Interaksi dalam keluarga baik dan selalu terbuka/tertutup terhadap masalah apapun,
keluarga juga sering bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Keluarga dalam keadaan
harmonis dan keluarga bersosialisasi sebagaimana mestinya masyarakat pada umumnya.
Keluarga bersosialisasi sebagaimana norma dan budaya yang berlaku dimasyarakat pada
umumnya.
c Fungsi perawatan kesehatan
Penapisan masalah berdasarkan 5 tugas perawatan kesehatan:

1 Mengenal masalah kesehatan


Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan yang timbul dalam keluarga seperti
hipertensi yang terjadi pada Ny. L. Namun keluarga belum terlalu mengerti mengenai
pengertian, factor penyebab, tanda dan gejala, penanganan maupun komplikasi yang
ditimbulkan akibat hipertensi.
2 Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Ny. L mengalami hipertensi dan kontrol ke pelayanan kesehatan jika mengalami
keluhan yang mengganggu. Ny. L dan keluarga selalu berusaha untuk mengatasi
masalah kesehatan yang dialami meskipun terkadang merasa takut akan akibat dari
penyakit yang terus menerus. Namun keluarga selalu berpikir positif akan
kesembuhan pada masalah kesehatan yang terjadi dengan sering memeriksakan
kesehatannya ke pelayanan kesehatan yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal
dengan menggunakan sepeda motor dan biasanya diantar oleh anggota keluarga yang
sehat. Keluarga juga merasa percaya terhadap tenaga kesehatan.
3 Mampu merawat anggota keluarga yang sakit
Dalam keluarga Tn. B semua anggota keluarga mampu merawat anggota keluarga
lainnya yang sakit, hal tersebut tampak dari keluarga Tn. B memiliki jaminan
kesehatan dan sering memanfaatkan pelayanan kesehatan dan keluarga selalu antusias
terhadap perawatan yang diperlukan dan selalu berpikir positif.
4 Modifikasi lingkungan
Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan yang ada untuk meningkatkan
derajat kesehatan dan pencegahan penyakit. Hal tersebut tampak dari masih sering
timbulnya kekambuhan hipertensi pada anggota keluarga.
5 Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
Keluarga selalu memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada seperti puskesmas
maupun rumah sakit.
d Fungsi reproduksi
Jumlah anak Tn. B dan Ny. L adalah satu orang, telah bekerja dan tinggal bersama.
e Fungsi ekonomi
Keluarga merasa cukup dengan penghasilan yang ada dan selalu mensyukuri apa yang
telah diberikan oleh Allah SWT, keluarga mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan,
maupun papan tanpa merasa kekurangan. Keluarga juga sering memanfaatkan sumber
yang ada dimasyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga misalnya
dengan mengikuti senam di lapangan ataupun jalan jalan santai.
G STRESS DAN KOPING KELUARGA
a Stressor jangka pendek dan jangka panjang
1 Stresor jangka pendek
Tidak ada stressor jangka pendek yang dirasakan pada keluarga saat ini
2 Stresor jangka panjang
Tidak ada stressor jangka panjang yang dirasakan pada keluarga saat ini
b Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor
Keluarga akan berusaha semaksimal mugkin terhadap situasi yang ada dan untuk hasil
keluarga pasrah kepada sang pencipta.
c Strategi koping yang digunakan
Keluarga bermusyarawah dan mengatasi masalah secara bersama-sama dengan anggota
keluarga lainnya
d Strategi adaptasi disfungsional
Ketika ada masalah atau sesuatu yang dipikirkan menjadi beban pikiran bagi Ny. L
sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah

H RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


a Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga

a Ayah
Riwayat hipertensi (-) dan tidak mengalami keluhan apapun sekarang, tidak mengalami
keluhan fisik dan dalam keadaan sehat, serta mengatakan bahwa sebelumnya tidak
memiliki riwayat penyakit yang serius.
b Ibu
Ny. L mengatakan bahwa ia memiliki riwayat hipertensi. Hipertensi terkontrol dengan
sering kontrol ke puskesmas dan mengkonsumsi obat antihipertensi (amlodipin). Ny. L
juga mengatakan bahwa Ibu Ny. L menderita hipertensi.

c Anak
An. A dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat penyakit berat.
b Keluarga berencana
Ny. L telah menopause sehingga tidak menggunakan alat KB.

J HARAPAN KELUARGA
Keluarga berharap untuk menjelaskan mengenai hipertensi dan penatalaksanaan lain selain
menggunakan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi.

K PEMERIKSAAN FISIK
NO Aspek yang dikaji Tn. B Ny. L
1 Kesadaran Compos mentis Compos mentis
2 Tanda-tanda vital
TD 120/70 mmHg 150/80 mmHg
Nadi 80x/menit 90x/menit
Respirasi 20x/menit 20x/menit
Suhu 36C 36C
3 Sistem pernapasan
Bentuk hidung Simetris Simetris
Kebersihan Bersih Bersih
Sumbatan pada hidung Tidak ada Tidak ada
Bentuk dada Simetris Simetris
Pergerakan dada Simetris Simetris
Suara napas Vesikuler Vesikuler
Tidak ada Tidak ada
Keluhan
4 Sistem cardiovaskuler
Peningkatan JVP Tidak ada Tidak ada
CRT Kembali < 3 detik Kembali < 3 detik
Irama jantung Reguler Reguler
5 Sistem pencernaan
Mulut
Kelembaban bibir Lembab Lembab
Lesi Tidak ada Tidak ada
Stomatitis Tidak ada Tidak ada
Kebersihan mulut Bersih Bersih
Pembesaran tonsil Tidak ada Tidak ada
Abdomen
Lesi Tidak ada Tidak ada
Tidak ada Tidak ada
Asites
Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Pembesaran hati Tidak ada Tidak ada
Pembesaran limpe
NO Aspek yang dikaji Tn. B Ny. L
6 Sistem perkemihan
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri saat BAK Tidak ada Tidak ada
Distensi kandung Tidak ada Tidak ada
kemih
7 Sistem integumen
Warna kulit Sawo matang Kuning langsat
Kebersihan Bersih Bersih
Lesi Tidak ada Tidak ada
Tekstur Lembut Lembut
Turgor Kembali < 3 detik Kembali < 3 detik
Oedema Tidak ada Tidak ada
8 Sistem musculoskeletal
Deformitas
Kekuatan otot Tidak ada Tidak ada
5 5 5 5
5 5 5 5
9 Sistem persarafan
N I (Ofactorius) Fungsi penciuman pada Fungsi penciuman pada
Tn. B baik, Tn. B masih Ny. L baik, Ny. L masih
dapat membedakan bau dapat membedakan bau
minyak angin dan kopi. kopi dan kayu putih.

N.II (Oftikus) Fungsi penglihatan pada Fungsi penglihatan Ny. L


Tn. B baik, sampai saat ini juga masih baik karena
Tn. B tidak menggunakan Ny. L menggunakan
kacamata dan lapang kacamata karena
pandang Tn. B juga masih menderita rabun jauh
baik dan lapang pandang Ny.
L masih baik . Ny. L bisa
melihat benda dengan
sudut 90o.

N.III, IV, VI Tn. B dapat menggerakan Ny. L dapat menggerakan


(Okulomotorius, bola mata kesegala arah bola mata ke segala arah
trokhlearis, abdusen) dan dapat membuka mata dan dapat membuka mata
tanpa ada kesulitan tanpa ada kesulitan.

Ny. L masih merasakan


N.V (Trigeminus) Tn. B masih merasakan sensasi pada wajah, kulit
sensasi pada wajah, kulit kepala maupun kornea.
kepala maupun kornea. Tn. Ny. L juga dapat
B juga dapat menggerakan menggerakan rahangnya
rahangnya untuk untuk mengunyah.
NO Aspek yang dikaji Tn. B Ny. L
mengunyah.
Ny. L mampu
N.VII (Facialis) Tn. B mampu menggerakan otot wajah,
menggerakan otot wajah, menutup mata dan
menutup mata dan pergerakan bibir saat
pergerakan bibir saat bicara bicara simetris. Indra
simetris. Indra pengecapan pengecapan baik, dapat
baik, dapat membedakan membedakan rasa manis,
rasa manis, asam, asin asam, asin pahit
pahit
Fungsi pendengaran Ny.
N.VIII Fungsi pendengaran Tn. B L baik
(Vestibulokokhlear) baik
Tidak ada keluhan saat
Tidak ada keluhan saat menelan
N. IV, XI menelan
(Glosofaringeus, vagus Ny. L mampu menahan
Tn. B mampu menahan tekanan pada otot
N. XI (Aksesorius) tekanan pada otot trapesius trapesius dan
dan sternokleidomastoideus
sternokleidomastoideus
Pergerakan lidah
Pergerakan lidah kesegala kesegala arah dan
N. XII (Hipoglosus) arah dan artikulasi saat artikulasi saat bicara jelas
bicara jelas
10 Sistem penglihatan
Distribusi bulu alis dan Merata Merata
bulu mata
Bentuk mata Simetris Simetris
Konjungtiva Merah muda Merah muda
Kebersihan Bersih Bersih
Fungsi penglihatan Baik Baik
11 Sistem pendengaran
Bentuk telinga Simetris Simetris
Tekstur Lentur Lentur
Kebersihan Bersih Bersih
Fungsi pendengaran Baik Baik
12 Sistem reproduksi Tidak dilakukan Ny. L sudah menopause
pengkajian
Anak tidak terkaji karena sedang bekerja
H. PENGKAJIAN KHUSUS LANSIA:
1 Psikososial dan Spiritual
Psikososial
Tn. B dan Ny. L sering keluar rumah, dan sering mengikuti kegiatan di masyarakat
Spiritual
Keluarga rajin melakukan ibadah solat 5 waktu meskipun hanya dilakukan dirumah
dan mengikuti kegiatan pengajian.
Identifikasi Masalah Emosional

PERTANYAAN TAHAP 1 Ya Tidak


1 Apakah klien mengalami sukar tidur ?
2 Apakah klien sering merasa gelisah
3 Apakah klien sering murung atau menangis sendiri?
4 Apakah klien sering was-was atau kuatir?
Lanjutkan ke pertanyaan tahap 2 jika lebih dari atau sama dengan 1 jawaban Ya
PERTANYAAN TAHAP 2

1 Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali dalam sebulan
2 Ada masalah atau banyak fikiran
3 Ada gangguan / masalah dengan keluarga lain?
4 Menggunakan obat tidur / penenang atas anjuran dokter?
5 Cenderung mengurung diri?
Bila lebih dari satu atau sama dengan 1 jawaban Ya
MASALAH EMOSIONAL NEGATIF

2 Pengkajian Fungsional Klien


KATZ Indeks:
Termasuk kategori yang manakah klien ?
A Mandiri dalam makan, kontinensia (BAB, BAK), menggunakan pakaian, pergi
ke toilet, berpindah dan mandi
B Mandiri semuanya kecuali salah satu saja dari fungsi diatas
C Mandiri, kecuali mandi dan satu lagi fungsi lain
D Mandiri, kecuali mandi, berpakaian dan satu lagi fungsi lain
E Mandiri, kecuali mandi, berpakaian ke toilet dan satu lagi fungsi lain
F Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan satu lagi fungsi lain
G Ketergantuangan untuk semua fungsi diatas.
H Lain-lain (minimal ada 2 ketergantungan yang tidak sesuai dengan kategori di atas)

Modifikasi dari Barthel Indeks


Termasuk yang manakah klien ?

N
Kriteria Dengan bantuan Mandiri Keterangan
o
1 Makan 10 Frek : 2-3x Sehari
Jml : 1 porsi
Jenis: Nasi dan lauk-pauk,
sayur, buah-buahan
2 Minum 10 Frek : sering
Jml : 6-8 gelas/hari
Jenis: air putih, the
3 Berpindah dari kursi 15
roda ke tempat tidur,
sebaliknya
4 Personal toilet ( cuci 5 Frek : sehari 2 kali
muka, menyisir
rambut, gosok gigi)
5 Keluar masuk toilet 10
(membuka pakaian,
menyeka tubuh,
menyiram)
6 Mandi 15 Frek : 2x Sehari
7 Jalan di permukaan 5
datar
8 Naik turun tangga 10
9 Mengenakan pakaian 10
10 Kontrol Bowel 10 Frek : 1 x/hr
Konsistensi : Padat
11 Kontrol Bladder 10 Frek : sekitar 7x/hr
(BAK ) Warna : kuning jernih
12 Olah raga/latihan 10 Frek : Tidak teratur
Jenis: jalan kaki, senam
13 Rekreasi/pemanfaatan 10 Frek : sewaktu-waktu
waktu luang Jenis: menonton TV
Total Skor 130
Keterangan :
a 130 : Mandiri
b 60-125 : Ketergantungan sebagian
c 55 : Ketergantungan total

3 Status Mental
Identifikasi tingkat kerusakan intelektual dengan menggunakan Short Portable Mental
Status Questioner (SPMSQ)

BENAR SALAH NO PERTANYAAN


01 Tanggal berapa hari ini ?
02 Hari apa sekarang ?
03 Apa nama tempat ini ?
04 Dimana alamat anda ?
05 Berapa umur anda ?
06 Kapan anda lahir ?
07 Siapa presiden Indonesia sekarang ?
08 Siapa Presiden Indonesia sebelumnya ?
09 Siapa nama ibu anda ?
10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap mengurangi 3 dari
setiap angka baru, semua secara menurun
Total Skor Salah 0, betul 10
Interpretasi hasil
a Salah 0-3 Fungsi Intelektual Utuh
b Salah 4-5 Kerusakan intelektual ringan
c Salah 6-8 Kerusakan intelektual sedang
d Salah 9-10 Kerusakan intelektual berat
Aspek Kognitif dengan menggunakan MMSE ( Mini Mental Status Exam)

No Aspek kognitif Nilai maks Nilai Kriteria


Klien
1 Orientasi 5 4 Menyebutkan dengan benar
o Tahun 2016
o Musim hujan
o Tanggal
o Hari jumat
o Bulan mei
Orientasi 5 5 Dimana kita sekarang berada?
o Negara Indonesia
o Provinsi Jawa Barat
o Kota Bandung
o Kecamatan kiaracondong
o Kampung/kelurahan Kebon Jayanti
2 Registrasi 3 3 Sebutkan nama 3 objek (oleh pemeriksa)
1 detik untuk mengatakan masing-
masing objek. Kemudian tanyakan
kepada klien ketiga objek tadi (Untuk
Disebutkan )
o Objek foto
o Objek pintu
o Objek karpet
3 Perhatian dan 5 1 Minta klien untuk memulai dari angka
kalkulasi 100 kemudian dikurangi 7 sampai 5
kali/tingkat
o 93
o 88
o 81
o 74
o 67
4 Mengingat 3 3 Minta klien untuk mengulangi ketiga
objek pada no 2 (regiatrasi) tadi. Bila
benar, 1 point untuk masing-masing
objek.
5 Bahasa 9 9 Tunjukan pada klien suatu benda dan
tanyakan namanya pada klien.
o kursi
o bantal
Minta klien untuk mengulang kata
berikut : tak ada jika, dan, atau,
tetapi. Bila benar nilai 1 point
o Pernyataan benar 2 buah
(Contoh tak ada, tetapi).
Minta klien untuk mengikuti perintah
berikut yang terdiri dari 3 langkah :
Ambil kertas di tangan anda, lipat 2,
taruh di lantai
o Ambil kertas di tangan anda
o Lipat 2
o Taruh di lantai
Perintahkan pada klien untuk hal berikut
(bila aktivitas sesuai perintah nilai 1
point)
o Tutup Mata Anda
Perintahkan klien untuk menulis satu
kalimat dan menyalin gambar
o Tulis satu kalimat
o Menyalin gambar
TOTAL NILAI 25
Interpretasi Hasil
>23 : Aspek kognitif dari fungsi mental baik
18-22 : Kerusakan aspek fungsi mental ringan
<17 : Terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat
Pengkajian keseimbangan untuk pasien (Ya :1, Tidak: 0)
KRITERIA JUMLAH
a Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan
Bangun dari tempat duduk (dimasukkan analisis) dengan mata 0
terbuka
tidak bangun dari tempat tidur dengan sekali gerakan, akan tetapi
usila mendorong tubuhnya ke atas dengan tangan atau bergerak ke
bagian depan kursi terlebih dahulu, tidak stabil pada saat berdiri 0
pertama kali
Duduk ke kursi (dimasukkan analisis) dengan mata terbuka 0
menjatuhkan diri ke kursi, tidak duduk di tengah kursi
Bangun dari tempat duduk (dimasukkan analisis) dengan mata
tertutup
0
tidak bangun dari tempat tidur dengan sekali gerakan, akan tetapi
usila mendorong tubuhnya ke atas dengan tangan atau bergerak ke
0
bagian depan kursi terlebih dahulu, tidak stabil pada saat berdiri
pertama kali
Duduk ke kursi (dimasukkan analisis) dengan mata tertutup
menjatuhkan diri ke kursi, tidak duduk di tengah kursi
0
Menahan dorongan pada sternum (3 kali) dengan mata terbuka
klien menggerakkan kaki, memegang objek untuk dukungan, kaki
tidak menyentuh sisi-sisinya 0
Menahan dorongan pada sternum (3 kali) dengan mata tertutup
klien menggerakkan kaki, memegang objek untuk dukungan, kaki
tidak menyentuh sisi-sisinya 0
Perputaran leher
menggerakkan kaki, menggenggam objek untuk dukungan kaki:
keluhan vertigo, pusing atau keadaan tidak stabil
Gerakan mengapai sesuatu
tidak mampu untuk menggapai sesuatu dengan bahu fleksi 0
sepenuhnya sementara berdiri pada ujung jari-jari kaki, tidak stabil
memegang sesuatu untuk dukungan
Membungkuk
tidak mampu membungkuk untuk mengambil objek-objek kecil
(misalnya pulpen) dari lantai, memegang objek untuk bisa berdiri lagi, 0
dan memerlukan usaha-usaha yang keras untuk bangun
b Komponen gaya berjalan atau pergerakan 0
Minta klien berjalan ke tempat yang ditentukan
ragu-ragu, tersandung, memegang objek untuk dukungan
Ketinggian langkah kaki 0
kaki tidak naik dari lantai secara konsisten (menggeser atau menyeret
kaki), mengangkat kaki terlalu tinggi (> 5 cm)
Kontinuitas langkah kaki 0
setelah langkah-langkah awal menjadi tidak konsisten, memulai
mengangkat satu kaki sementara kaki yang lain menyentuh lantai 0
Kesimetrisan langkah
0
langkah tidak simetris, terutama pada bagian yang sakit
Penyimpangan jalur pada saat berjalan
tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi
Berbalik
berhenti sebelum mulai berbalik, jalan sempoyongan, bergoyang,
memegang objek untuk dukungan
Score total 0
Interpretasi hasil:
5 : resiko jatuh rendah
10 : resiko jatuh sedang
15 : resiko jatuh tinggi

PENGKAJIAN KELUARGA MANDIRI


PENGKAJIAN KELUARGA MANDIRI
NAMA KK : Tn. B
Masalah Masalah Kategori/
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kesehatan Keperawatan Kesimpulan
Hipertensi Risiko - - - - 6 = KM II
penurunan
derajat kesehatan
dan kurang
pengetshuan
Dari hasil penilaian keluarga mandiri diatas, dapat disimpulkan bahwa keluarga Ny. L termasuk
pada kategori keluarga mandiri (KM II) yaitu dengan skor : 5-7
ANALISA DATA

DATA ETIOLOGI MASALAH


DO : Ketidakmampuan klien dan Risiko penurunan derajat
TD klien 150/80 mmHg keluarga mengenal dan kesehatan
DS : melakukan penatalaksanaan
Klien mengatakan bahwa hipertensi di rumah
suka mengalami nyeri kepala,
Klien mengatakan jarang TD karena tidak terkontrol
mengecek tekanan darah ke
pelayanan kesehatan jika Risiko penurunan derajat
merasakan keluhan yang kesehatan
mengganggu., klien
mengatakan tidak ada
pantangan dalam
mengkonsumsi makanan,
klien belum dapat mengontrol
hipertensi di rumah, klien
jarang mengikuti senam
lansia hanya berjalan kaki
saja sebentar
DO: Kurang pengetahuan
TD Klien : 150/80 mmHg
JVP tidak meningkat
Kelemahan otot (-)
Penggunaan garam
beryodium di dapur
DS:
Klien dan keluarga belum
mengerti benar tentang
penyakit Hipertensi
Klien mengatakan ia
mengetahui dirinya menderita
hipertensi semenjak dirawat 1
tahun lalu di RS

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risiko penurunan derajat kesehatan b.d ketidakmampuan klien
dan keluarga mengenal dan melakukan penatalaksanaan hipertensi di rumah d.d TD klien
150/80 mmHg, klien mengatakan bahwa suka mengalami nyeri kepala, klien mengatakan
mengecek tekanan darah ke pelayanan kesehatan jika merasakan keluhan yang mengganggu.
2. Kurang pengetahuan keluarga Tn.B berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yang dialami oleh Ny. L
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama : Ny. L Nama Mahasiswa : Abdul Aziz
Usia : 51 Tahun NPM : 220112160011
No DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA EVALUASI
INTERVENSI
. KEPERAWATAN UMUM KHUSUS KRITERIA STANDAR
1 Risiko penurunan derajat Setelah dilakukan Setelah pertemuan Klien dan Klien dan 1.
kesehatan b.d perawatan selama keluarga setiap 30 keluarga mampu keluarga secara Membina trust dengan klien
ketidakmampuan klien 8 hari, klien dan menit keluarga menyebutkan aktif terlibat 2.
dan keluarga mengenal keluarga mampu mampu melakukan kembali dalam merawat Libatkan keluarga dalam
dan melakukan melakukan 5 fungsi perawatan pengertian, keluarga di intervensi
penatalaksanaan pencegahan kesehatan keluarga penyebab, rumah 3.
hipertensi di rumah d.d hipertensi,cara dengan masalah komplikasi dan Beri penjelasan kepada klien
TD klien 150/80 mmHg, menanggulangi kesehatan penatalaksanaan dan keluarga mengenai
klien mengatakan bahwa hipertensi, hipertensi, dengan hipertensi pengertian, penyebab,
suka mengalami nyeri pencegahan kriteria : komplikasi hipertensi
kepala, klien mengatakan hipertensi dengan - Keluarga mampu Klien dan 4.
mengecek tekanan darah penatalaksanaan mengambil keluarga mampu Diskusikan dengan klien dan
ke pelayanan kesehatan exercise keputusan memahami dan keluarga mengenai
jika merasakan keluhan mengenai melakukan pencegahan dan
yang mengganggu. tindakan yang pencegahan dan penatalaksanaan
harus dilakukan penatalaksanaan hipertensi
terhadap klien hipertensi 5.
dengan hipertensi Anjurkan melakukan rendam
- Keluarga memiliki kaki menggunakan air
kemampuan untuk hangat untuk menurunkan
merawat anggota tekanan darah
keluarga yang 6.
sakit hipertensi Diskusikan dengan klien
mengenai diet hipertensi
yang tepat bagi klien
7.
Ajarkan klien untuk
melakukan senam
relaksasi otot progresif
untuk menurunkan
tekanan darah
8.
Anjurkan klien untuk
mengkonsumsi jus
mentimun atau jus
belimbing untuk
menurunkan tekanan
darah
2 Kurang pengetahuan Setelah dilakukan Setelah dilakukan Respon Verbal - Hipertensi 1. Kaji
keluarga Tn.B perawatan selama intervensi 3 kali keluarga dapat adalah kenaikan pengetahuan klien dan
berhubungan dengan 8 hari, klien dan pertemuan selama menyebutkan tekanan darah keluarga tentang
ketidakmampuan keluarga mampu 15 20 menit pengertian melebihi 140/ Hipertensi
keluarga dalam memahami kemampuan Hipertensi 90 mmHg
mengenal masalah mengenai konsep keluarga dalam 2. Berikan
kesehatan yang dialami penyakit hipertensi mengenal masalah Respon Verbal: Tanda dan penjelasan mengenai
oleh Ny. L kesehatan Menyebutkan 5 gejala pengertian, penyebab,
bertambah dengan tanda dan gejala Hipertensi tanda dan gejala
kriteria : Hipertensi - Sakit Hipertensi
- Keluarga dapat kepala, pusing
- Lemas 3. Diskusikan
menyebutkan Respon Verbal:
- Sesak dengan keluarga
kembali Menyebutkan 3
napas mengenai tanda dan
pengertian penyebab
- Kelelah gejala Hipertensi
Hipertensi Hipertensi an
- Keluarga dapat - Mimisa
menyebutkan Respon Verbal: n
kembali tanda Menyebutkan 3 - Sukar
dan gejala pencegahan tidur
- Mata
Hipertensi penyakit
berkunang-
- Keluarga dapat Hipertensi
kunang
menyebutkan
- Mual
kembali
dan muntah
penyebab - Mudah
Hipertensi tersinggung
- Keluarga dapat - Cepat
menjelaskan marah
kembali tentang - Rasa
pencegahan berat di
penyakit tengkuk
Hipertensi
Penyebab
Hipertensi:
Stress,
merokok,
kegemukan,
alkohol, faktor
keturunan dan
faktor
lingkungan dan
banyak
mengkonsumsi
garam
Pencegahan
Hipertensi:
- Me
meriksakan
tekanan darah
secara teratur
- Men
ghindari
kegemukan
- Men
ghindari
merokok dan
stress
- Olah
raga secara
teratur
- Diet
rendah garam
dan rendah
lemak
- Min
um obat
secara teratur

IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN


No Dx Implementasi Evaluasi Paraf
- Memberi salam kepada keluarga, S: Klien mengatakan bersedia untuk menjadi Abdul Aziz
memperkenalkan diri. keluarga binaan, keluarga bersedia dilibatkan
- Melakukan kontrak waktu, menjelaskan tujuan dalam intervensi kesehatan
kegiatan kepada keluarga O: Klien dan keluarga kooperatif
- Membina trust dengan keluarga A: -
P: melakukan pengkajian
1,2 - Mengucapkan salam S: keluarga menceritakan masalah kesehatan Abdul Aziz
- Melakukan kontrak waktu pada klien yang dirasakan
- Melakukan pengkajian pada Ny. L O: keluarga kooperatif saat dilakukan
- Mengukur tekanan darah pengkajian
- Menjelaskan pengertian, penyebab dan factor
TD: 150/80 mmHg
resiko hipertensi
A: -
- Menjelaskan mengenai tanda dan gejala, serta
P: -
pencegahan pada hipertensi
- Melakukan kontrak untuk pertemuan
selanjutnya
1,2 - Mengucapkan salam dan melakukan kontrak S: klien mengatakan bahwa mengerti Abdul Aziz
waktu pada klien mengenai hal yang telah dijelaskan
- Melakukan pengkajian lanjutan pada keluarga O: keluarga kooperatif
- Melibatkan keluarga dalam pemberian A: -
intervensi P: intervensi
- Menganjurkan klien untuk rendam kaki air
hangat untuk menurunkan tekanan darah
- Melakukan kontrak untuk pertemuan
selanjutnya
1,2 - Melakukan pengkajian lanjutan keluarga S: klien mengatakan bahwa klien telah Abdul Aziz
- Melibatkan keluarga dalam pemberian melakukan rendam air hangat dan terbukti
intervensi lebih rileks
- Menganjurkan klien untuk mengkonsumsi jus O: keluarga kooperatif
belimbing untuk mengurangi tekanan darah A: -
- Melakukan kontrak untuk pertemuan P: intervensi
selanjutnya
1,2 - Mengucapkan salam dan melakukan kontrak S: klien mengatakan bahwa klien telah Abdul Aziz
waktu pada klien melakukan rendam air hangat dan terbukti
- Melakukan pengkajian lanjutan pada keluarga lebih rileks
- Melibatkan keluarga dalam pemberian O: klien tampak lebih rileks, TD: 120/80
intervensi mmHg
- Mengevaluasi pemberian intervensi A: masalah teratasi sebagian
- Melakukan kontrak untuk pertemuan
P: lanjutkan intervensi
selanjutnya
1,2 - Mengukur tekanan darah klien S: klien mengatakan bahwa klien senang Abdul Aziz
- Melibatkan keluarga dalam pemberian setelah diberikan 2 intervensi yang diberikan
intervensi O: klien tampak lebih rileks, TD: 120/70
- Menganjurkan klien untuk melakukan teknik mmHg
relaksasi otot progresif untuk mengurangi A: masalah teratasi sebagian
tekanan darah P: lanjutkan intervensi
- Melakukan kontrak untuk pertemuan
selanjutnya
1,2 - Mengucapkan salam dan melakukan kontrak S: Klien dan keluarga mengatakan ingin Abdul Aziz
waktu pada klien mengetahui tentang diet hipertensi dan
- Melibatkan keluarga dalam pemberian olahraga apa saja yang cocok untuk penderita
intervensi hipertensi
- Membuat program diet hipertensi dan olahraga O: klien dan keluarga nampak antusias dan
untuk hipertensi kooperatif
- Melakukan kontrak untuk pertemuan A: masalah teratasi sebagian
selanjutnya P: lanjutkan intervensi
- Mengucapkan salam dan melakukan kontrak S: keluarga dan klien mengatakan senang Abdul Aziz
waktu pada klien menjadi keluarga binaan dan berterima kasih
- Mengukur tekanan darah kepada mahasiswa
- Menanyakan kesan-kesan selama menjadi O: keluarga dan klien nampak terharu
keluarga binaan A: masalah teratasi sebagian
- Melakukan teminasi akhir P: lanjutkan intervensi
- Mengucapkan salam
CATATAN PERKEMBANGAN

TANGGAL DIAGNOSA SOAP PARAF


Risiko S: Abdul Aziz
penurunan - Klien mengatakan bahwa akan
derajat melakukan program diet hipertensi.
kesehatan - Klien mengatakan bahwa ia minum obat
secara teratur
- Klienmengatakan ingin mengetahui
olahraga lain untuk hipertensi
- Klien mengatakan bahwa ia merasa l
setelah melakukan rendam kaki dengan
air hangat
O:
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 86 x/menit
- RR : 20 x/menit
- Suhu : 36 oC
- Klien meminum obat sesuai dengan
yang dianjurkan.
A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
- Anjurkan klien untuk minum obat
secara teratur sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan.
- Observasi tanda-tanda vital.
- Anjurkan klien rutin melakukan
program diet hipertensi
Kurang S: Abdul Aziz
Pengetahuan - Klien mengatakan pengetahuanya
bertambah mengenai hipertensi
O:
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 86 x/menit
- RR : 20 x/menit
A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
DAFTAR PUSTAKA

Agung, Dwi Santoso. 2015. Pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja
upk puskesmas khatulistiwa kota pontianak. Diakses dari
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmkeperawatanFK/article/view/11393/10796

Ary, Dian Valentine. 2014. Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kab.
Semarang Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kel.Pringapus,
Kec. Pringapus

Putri, Arista. 2014. Efektifitas terapi rendam kaki menggunakan air hangat dan
senam lansia terhadap tekanan darah di unit rehabilitasi sosial (uresos)
pucang gading unit semarang ii. Diakses dari
http://stikesyahoedsmg.ac.id/jurnal/?p=127

Sucipto, Adi. 2014. Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah
Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Karangbendo Banguntapan Bantul
Yogyakarta.