Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Pengukuran merupakan salah satu point penting dalam ilmu pengetahuan
umumnya dan ilmu fisika khususnya. Dari hal ini mahasiswa diharapkan mampu
menyelesaikan persoalan pengukuran dengan baik dan benar dan bukan untuk
hasil yang bagus dengan menggunakan atau menjiplak hasil tulisan orang lain
melainkan hasil kerja dan perhitungan mahasiswa sendiri.
Pengukuran yang dimaksud adalah cara mahasiswa mendapatkan data
percobaan, pengamatan ataupun pengukuran yang akan diolah menjadi data
hingga penyajian data dalam bentuk grafik, tabel ataupun diagram. Selain diolah
menjadi data yang baik mahasiswa juga dituntut untuk dapat menyelesaikan
persoalan data hasil penelitian ataupun pengukuran dalam hal ini perhitungan data
seperti menghitung ralat atau ketidakpastian data, probabilitas dan bentuk
perhitungan lainnya untuk mengetahui nilai kebenaran, ketelitian dan kepastian
data pengukuran ataupun penelitian yang dilakukan. Selain sebagai pengujian
perhitungan yang dilakukan juga dapat dijadikan tolok ukur hipotesa awal
pengukuran yang dilakukan.
Dari hasil pengolahan data, perhitungan dan penyajian data mahasiswa
dapat melihat kemampuannya dalam hal pengukuran dan tingkat ketelitian
mahasiswa tersebut. Mahasiswa dinilai berhasil tidaknya melakukan percobaan
ataupun penelitian dapat dilihat dari hasil laporan yang dihasilkan karena didalam
laporan tersebut dosen ataupun penguji lainnya melihat tingkat penguasaan dan
ketelitiannya merupakan hasil dari penelitian mahasiswa.

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
I.2. Tujuan
Adapun tujuan dari laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Merancang data histogram
2. Menentukan nilai distribusi normal dari data histogram
3. Pengujian data berdasarkan hipotesis awal yang digunakan penulis
dan tertulis dalam pembahasan yang ada didalam laporan ini.
I.3. Kegunaan
Dari hasil penyusunan laporan ini penulis memperoleh beberapa kegunaan
yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai nilai Ujian Akhir Semester tahun ajaran 2014 / 2015 mata
kuliah Metode Analisis Pengukuran Fisika
2. Sebagai tolok ukur kemampuan mahasiswa menyusun laporan.
3. Sebagai salah satu metode belajar mandiri mahasiswa
4. Sebagai tolok ukur pengusaan materi Distribusi Normal dan
pengolahan data
5. Sebagai media pembelajaran membuat laporan yang baik dan benar.
6. Sebagai bahan untuk mengukur tingkat kemampuan juga penguasaan
materi yang telah dipelajari.
7. Sebagai media pembelajaran pengukuran dan pengolahan data.
8. Sebagai tolok ukur tangggung jawab dan nilai kejujuran mahasiswa
dalam mengerjakan tugas perkuliahan.

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
BAB II
DASAR TEORI

II.1. Dasar Teori Umum


II.1.1. Pengukuran
Mengukur adalah menentukan suatu besaran fisik dari suatu benda dengan
cara membandingkan benda itu dengan besaran satuan. Untuk cara, bagaimana
satuan dibandingkan dengan benda harus ada aturan yang jelas. Jadi untuk
mengukur kita perlu satuan standar dan suatu peraturan, bagaimana cara
membandingkan standar tersebut dengan satuan standar (Jurnal Menghitung
Distribusi Normal Data.pdf).
II.1.1.1. Besaran
Suatu besaran dari satu benda atau sistem fisik mempunyai nilai tertentu.
Misalnya satu benda memiliki tinggi tertentu. Nilai dari besaran itu (dalam contoh
tinggi benda) merupakan sifat dari sistem fisik atau benda itu. Kita akan sebutkan
nilai itu sebagai nilai (tinggi) yang sebenarnya.
II.1.1.2. Hasil Ukur
Ketika kita mengukur suatu besaran fisik (contoh: tinggi benda), maka kita
akan mendapatkan suatu nilai untuk besaran fisik (tinggi benda) sebagai hasil
pengukuran. Hasil pengukuran biasanya disebut secara singkat sebagai hasil ukur.
Hasil ukur biasanya tidak persis sama dengan besaran fisik yang sebenarnya.
Dalam setiap pengukuran terdapat berbagai kesalahan mengenai hasil ukur
sehingga hasil ukur berbeda dengan nilai yang sebenarnya. Besar dari kesalahan
tersebut tergantung berbagai faktor, misalnya: berapa baik alat yang dipakai,
berapa teliti orang mengukur, suhu lingkungan, angin atau getaran yang
mengganggu pengukuran dan lain sebagainya. Perbedaan antara hasil ukur dan
besaran yang sebenarnya disebut sebagai ralat ukur. Untuk mendapatkan hasil
3

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
pengukuran yang baik, kita harus berusaha supaya ralat ukur kecil sehingga hasil
ukur pasti dekat dengan besaran yang sebenarnya (Jurnal Menghitung Distribusi
Normal Data.pdf).
II.1.1.3. Ralat
Ralat adalah perbedaan antara hasil ukur dan nilai yang sebenarnya.
Karena kita tidak tahu nilai (besaran) yang sebenarnya, maka kita juga tidak tahu
besar dari ralat ukur dengan pasti. Untuk mengetahui berapa besar ketidakpastian
dari hasil ukur, maka kita harus memperkirakan besar ralat ukur. Ketidakpastian
hasil ukur (ralat ukur) menunjukkan berapa besar perbedaan antara hasil ukur dan
nilai yang sebenarnya bisa terjadi.
Misalnya terdapat hasil ukur untuk panjang L sebesar l = 3,452967 m.
Pertanyaan yang harus diajukan: Maksimal berapa jauh nilai yang sebenarnya
dari hasil ukur ini ? Seandainya ralat ukur sebesar l = 0,000001 m, berarti nilai
yang sebenarnya pasti paling banyak sejauh 0,000001 m dari hasil ukur.
Seandainya ralat ukur sebesar l = 0,1 m, berarti nilai yang sebenarnya pasti
paling banyak sejauh 0,1 m dari hasil ukur, berarti kita hanya tahu, panjang
sebenarnya dari benda ini antara 3,35 m dan 3,55 m.
Untuk menilai suatu hasil ukur, sangat penting ralatnya atau ketidak-
pastiannya diketahui. Dengan kata lain, untuk setiap pengukuran selain hasil ukur
juga ralat dari hasil ukur harus ditentukan. Menentukan ralat dari hasil ukur
disebut membuat perkiraan ralat.
Dari teori kebolehjadian terdapat persamaan berikut untuk menghitung

x1 xn
besar deviasi standar dari hasil ukur yang didapatkan dari n kali

mengukur satu besaran x :

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
xi

x


2



=

keterangan :
n : jumlah pengukuran
xi : hasil ukur no i
x : nilai rata-rata dari semua pengukuran
i i=x i x
: deviasi hasil ukur no i dengan definisi
Jadi deviasi standar merupakan akar dari rata-rata deviasi kuadrat dari
semua hasil ukur.
Jika suatu besaran telah diukur dengan jumlah pengukuran n yang tak

terhingga, maka nilai yang sebenarnya untuk besaran itu diketahui sebesar x .

Ketelitian dari pengukuran juga diketahui sebesar deviasi standar (). Tetapi kalau
jumlah pengukuran terbatas maka kita tidak bisa tahu nilai yang sebenarnya dari
besaran yang diukur dan kita juga tidak bisa tahu ralat ukur yang sebenarnya. Kita
harus memperkirakan nilai yang sebenarnya dan ralat ukur.
Kalau jumlah pengukuran terbatas, nilai yang sebenarnya dan deviasi
standar dari besaran yang diukur tidak diketahui. Tetapi besar dari nilai yang
sebenarnya dan dari deviasi standar bisa diperkirakan. Perkiraan paling baik

x n
untuk nilai yang sebenarnya adalah besar nilai rata-rata dari semua hasil

ukur dengan definisi sebagai berikut :

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
n
x 1 + x 2 + x n 1
x n= x n= xi (2.2)
n n i=1

Perkiraan yang paling baik untuk deviasi standar adalah deviasi standar

Sn
yang disesuaikan dengan definisi sebagai berikut :

xn
x 1

2



n


i=1
S n=

keterangan :
x n : Perkiraan untuk nilai benar

S n : perkiraan untuk besar deviasi standar

Deviasi standar atau perkiraan yang paling baik untuk deviasi standar

Sn
merupakan satu besaran yang menunjukkan ketelitian dari setiap

pengukuran masing-masing. Tetapi jika suatu pengukuran sudah dilakukan

x n
beberapa kali sehingga terdapat nilai rata-rata dari sebanyak n hasil ukur

x n
sebagai perkiraan untuk nilai yang sebenarnya, maka nilai rata-rata tersebut

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
Sn
lebih teliti daripada ketelitian atau yang terdapat untuk satu pengukuran

sendiri(Jurnal Menghitung Distribusi Normal Data.pdf).


II.1.1.4. Penyajian Data
II.1.1.4.1. Pengertian Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan
hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai
dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhana jelas agar
mudah dibaca. Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamat dapat
dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan
penilaian atau perbandingan dan lain lain.
II.1.1.4.2. Jenis Jenis Cara Penyajian Data
II.1.1.4.2.a. Penyajian Data Dalam Bentuk Tulisan (Textular Presentation)
Penyajian dalan bentuk tulisan sebenarnya merupakan gambaran umum
tentang kesimpulan hasil pengamatan. Dalam bidang kedokteran,penyajian dalm
bentuk tulisan hanya digunakan untuk memberikan informasi.
Penyajian dalam bentuk tulisan banyak digunakan dalam bidang sosial,
ekonomi, psikologi dan lainnya dan berperan sebagai laporan hasil penelitian
kualitatif. Misalnya,untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk
yang telah dipasarkan atau penerimaan pendapat serta kepercayaan masyarakat
terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan pada manyarakat atau
keberadaan petugas kesehatan yang terdapat di daerah
(BUKU_STAT_DAS_TEORI_DAN_PRAKTEK-libre.pdf).
II.1.1.4.2.b. Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel (Table Persentation)
Penyajian dalam bentuk tabel merupakan penyajian data dalam bentuk
angka yang disusun secara teratur dalam bentuk kolom dan baris. Penyajian dalam
bentuk tebel banyak digunakan pada penulisan laporan hasil penelitian dengan

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
maksud agar orang mudah memperoleh gambaran rinci tentang hasil penelitian
yang telah dilakukan. Suatu tabel yang lengkap terdiri dari :
Nomor tabel
Bila tabel yang disajikan lebih dari satu makna hendaknya diberi nomor
agar mudah untuk mencari kembali bila dibutuhkan. Nomor tebel biasanya
ditempatkan diatas sebelah kiri sejajar dengan judul tabel.
Judul Tabel
Setiap tabel yang disajikan harus diberikan judul karena dari judul tabel
orang dapat mengetahui tentang apa yang disajikan.
Catatan Pendahuluan
Catatan pendahuluan biasanya diletakkan di bawah judul dan berfungsi
sebagai keterangan tambahan tentang tahun pembuatan tabel atau jumlah
pengamatan yang dilakukan.
Badan Tabel
Badan tabel terdiri dari judul kolom, judul baris, judul kompartemen dan
sel.
Catatan kaki
Catatan kaki dimaksudkan untuk memberi keterangan terhadap singkatan
atau ukuran yang digunakan. Biasanya dengan memberi tanda yang sesuai
dengan tanda yang terdapat di kanan atas singkatan yang digunakan. Tanda
yang biasanya dapat berupa *x dan lain lain. Catatan kaki diletakkan di
bawah kiri tabel.
Sumber Data
Sumber data diletakan dibagian kiri bawah (dibawah catatan kaki), sumber
ini mempunyai arti penting bila data yang sajikan berupa data sekunder
(BUKU_STAT_DAS_TEORI_DAN_PRAKTEK-libre.pdf).

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
II.1.1.4.2.c. Penyajian Data Dalam Bentuk Grafik ( Grafical Or Diagram
Presentation)
Grafik merupakan salah satu bentuk penyajian data statistik yang banyak
dilakukan dalam berbagai bidang, termasuk bidang kedokteran karena penyajian
dalam bentuk grafik lebih menarik dan mudah dipahami
(BUKU_STAT_DAS_TEORI_DAN_PRAKTEK-libre.pdf).
Manfaat Grafik
Penyajian dalam bentuk grafik bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut :
1. Membandingkan beberapa variable, beberapa kategori
dalam variable atau satu variable pada waktu dan tempat
yang berbeda.
2. Mengalisis perubahan yang terjadi dengan berjalannya
waktu (time series)
3. Mengetahui adanya hubungan dua variable atau lebih.
4. Memberikan penerangan pada pembaca.

II.2. Dasar Teori Khusus Laporan


II.2.1. Histogram
Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi
frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Jika pada
diagram batang, gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar
batang-batangnya berimpit. Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi
tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong.
Histogram adalah modifikasi dari diagram batang (bar diagram), dimana
tampilan grafis dari tabulasi frekuensi yang di gambarkan dengan grafis batangan
sebagai manifestasi data binning. Tiap tampilan batang menunjukan proporsi
frekuensi pada masing-masing data kategori yang berdampingan dengan interval
yang timdak tumpang tindih. Histogram adalah grafik balok yang memperlihatkan
9

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
satu macam pengukuran dari suatu proses atau kejadian. Grafis ini sangat cocok
untuk data yang di kelompokan.
Histogram merupakan diagram frekuensi bertetangga yang bentuknya
seperti diagram batang. Batang yang berdekatan harus berimpit (Supardi, 2012).
Atau singkatnya Histogram adalah pemetaan frekuensi bilangan dari deret
observasi berdasarkan rumus :

(2.4)

dimana:

adalah jumlah bilangan yang ditemukan pada masing-masing deret

binning, adalah observasi pada deret binning, adalah total number of binning,
adalah binning dan rumus padanan untuk histogram kumulatif :

(2.5)

Contoh histogram berat badan mahasiswa FKIP Fisika angkatan 2014 /


2015 Universitas Kristen Indonesia dengan jumlah mahasiswa sebanyak 108
mahasiswa sebagai berikut :

10

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
30

25 12
17
22
20
28
32
15 37
42
47
10
52
57
5 62
67

0
Berat Badan

Grafik Berat Badan(2.1)

II.2.2. Distribusi Normal


Distribusi normal merupakan salah satu distribusi
probabilitas yang penting dalam analisis statistika. Distribusi ini
memiliki parameter berupa mean dan simpangan baku.
Distribusi normal dengan mean = 0 dan simpangan baku =
1 disebut dengan distribusi normal standar. Apabila digambarkan
dalam grafik, kurva distribusi normal berbentuk seperti genta
(bell-shaped) yang simetris. Perhatikan kurva distribusi normal
normal standar berikut:

11

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
Grafik Distribusi Normal (2.2)
Sumber:http://istiarto.staff.ugm.ac.id/docs/statistika/Tabel-Distribusi-
Normal-Standar-v1.pdf

Sumbu X (horizontal) memiliki range (rentang) dari minus


takhingga () hingga positif takhingga (+). Kurva normal
memiliki puncak pada X = 0. Perlu diketahui bahwa luas kurva
normal adalah satu (sebagaimana konsep probabilitas). Dengan
demikian, luas kurva normal pada sisi kiri = 0,5, demikian pula
luas kurva normal pada sisi kanan = 0,5.

Grafik Distribusi Normal (2.3)


Sumber:http://istiarto.staff.ugm.ac.id/docs/statistika/Tabel-Distribusi-
Normal-Standar-v1.pdf
Dalam analisis statistika, seringkali kita menentukan probabilitas
kumulatif yang dilambangkan dengan notasi P (X<x). Sebagai
contoh, P (X<1), apabila diilustrasikan dengan grafik adalah luas
kurva normal dari minus tak hingga hingga X = 1.

12

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
Grafik Distribusi Normal (2.4)
Sumber:http://istiarto.staff.ugm.ac.id/docs/statistika/Tabel-Distribusi-
Normal-Standar-v1.pdf

Secara matematis, probabilitas distribusi normal standar


kumulatif dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
2
x (x )
1 2

P ( X < x ) = e 2
(2.6)

2

Akan tetapi, kita lebih mudah dengan bantuan tabel distribusi normal.
Berikut adalah tabel distribusi normal standar, untuk P (X < x), atau dapat
diilustrasikan dengan luas kurva normal standar dari X = minus takhingga sampai
dengan X = x.

Tabel Z (2.1)
Sumber:http://istiarto.staff.ugm.ac.id/docs/statistika/Tabel-Distribusi-
Normal-Standar-v1.pdf

13

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
Transformasi data meantah / asal (raw data) menjadi angka baku yang
berdistribusi normal menggunakan rumus :

( xi x )
Z i= (2.7)
s

dengan :
Z i : angka baku

x i : data asal (raw data)

14

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
x : rata-rata data asal

s : simpangan baku data asal

15

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
BAB III
METODE PENGUKURAN
III.1. Perancangan Data
Data laporan yang diolah dengan menggunakan distribusi normal
merupakan hasil rangcangan histogram. Data yang dirancang merupakan
keratifitas penulis untuk menghasilkan range data yang dapat diolah dan
diselesaikan juga dapat diterima oleh para pembaca laporan ini umumnya dan
dapat diterima oleh dosen mata kuliah Metode Analisis Pengukuran Fisika. Data
tersebut adalah data berat badan mahasiswa FKIP Fisika Universitas Kristen
Indonesia dengan jumlah mahasiswa 81 mahasiswa.
Selain data dapat diterima oleh pembaca dan dosen, penulis merancang
data sedemikian rupa agar dapat diterima secara sains dan perhitungan statistika.

III.2. Penyajian Data


Dari hasil data yang dirancang, data harus disajikan dalam bentuk
penyajian data seperti tabel, grafik dan lainnya. Penyajian data sangat bermanfaat
agar para pembaca dan dosen lebih mudah membaca dan mengerti hasil
perancangan data.
Dalam laporan ini, salah satu persyaratannya adlah menyajikan data dalam
bentuk histogram maka data random yang dirancang oleh penulis disajikan dalam
bentuk histogram.

III.3. Perhitungan
Selain merancang dan menyajikan data, laporan dituntut untuk
menghitung nilai distribusi normal dari setiap range data yang dirancang dan

16

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
disajikan. Perhitungan distribus normal untuk membuktikan pengujian data yang
berhipotesis awal.

III.4. Pengujian Data


Pengujian data adalah langkah terakhir dalam laporan ini yaitu
memebuktikan nilai hipotesis awal penulis terhadap hasil data. Pada pengujian
data dapat diketahui kesimpulan awal hingga akhir yaitu perancangan hingga
perhitungan data (www.academia.edu/8861295/UJI_NORMALITAS_DATA).

III.5. Penarikan Kesimpulan


Dari hasil pengujian data, diakhir laporan harus dipenuhi dengan
kesimpulan yang merupakan rangkuman singkat dari hasl datanya.

17

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Data Hasil Pengukuran


Data yang diambil untuk membuat laporan ini adalah data berat badan
mahasiswa. Hasil pengukuran berat badan yang dilakukan pada mahasiswa /
mahasiswi kelas FKIP Fisika angkatan 2014 / 2015 Universitas Kristen Indonesia
yang berjumlah 81 orang didapatkan hasil atau data sebagai berikut :

N
Range berat badan (kg) Frekuensi
O
1 < 17 3
2 17 - < 22 10
3 22 - < 27 18
4 27 - < 32 25
5 32 - < 37 15
6 > 37 10
Total 81
Tabel Berat Badan (4.1)

IV.2. Histogram Data

Dari data pengukuran yang diperoleh dalam tabel diatas, akan disajikan
dalam diagram histogram agar mempermudah dalam pembacaan dan pengertian
pembaca. Histogram data yang akan ditampilkan berdasarkan data yang diperoleh
dari pengukuran dan belum diolah menjadi data apapun.
Data histogram dalam laporan ini dapat dikatakan data asal atau raw data
laporan yang masih murni hasil pengukuran dan belum diolah. Data histogram ini
tidak diolah karena merupakan persyaratan soal Ujian Akhir Semester Mata
Kuliah Metode Pengukuran Fisika.

18

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
Rancangan tabel histogram ini akan dilanjutkan perhitungan datanya untuk
menentukan rata-rata data, simpangan baku data sampai pada perhitungan
distribusi normal dengan menggunakan rumus distribusi normal dan dengan
menggunakan tabel Z.
Berikut histogram data pengukuran yang diperoleh :
30

25

20 < 17
17 - < 22
15 22 - < 27
27 - < 32
10 32 - < 37
> 37
5

0
Berat Badan

Grafik Histogram Berat Badan (4.1)


IV.3. Perhitungan Data dengan Distribusi Normal
IV.3.1. Hipotesa Awal
Berdasarkan data yang diperoleh maka hipotesis awal untuk pengukuran
diatas agar dapat dibuktikan nilai kebenaran atau keakuratan data pengukuran
dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
jumlah kelas x panjang interval x n
0= (4.1)
n

Maka hipotesis awal yang diperoleh dari data pengukuran tersebut adalah
sebagai berikut :

19

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
6 x 5 x 81
0= =30
81

Maka hipotesis yang diperoleh adalah :


0=30
Taraf signifikan = 5 % = 0, 05

IV.3.2. Simpangan Baku


Sebelum mengolah data dengan distribusi normal, terlebih dahulu
menentukan rata-rata data dan simpangan baku untuk mencari nilai Z pada tabel
Z. Mencari rata-rata dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :
n
xi . xn
x = ( 4.2)
i=1 n

3+10+18+25+15+10
x = =13, 5
6

Dan simpangan baku sebagai berikut :


x
x i

2



n


i=1
S n=

Maka dari data diatas didapatkan hasil simpangan baku sebagai berikut :

20

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
13,5
3

13,5
10

13,5
18

13,5
25

13,5
15

13,5
10

2



S n=

S n=

(10,5)2+(3,5)2 +( 4,5)2+(11,5)2 +(1,5)2 +(3,5)2
5

S n=
110,25+12,25+20,25+132,25+2,25+12,25
5

S n=
289,5
5
= 57,9=3,35

IV.3.3. Distribusi Normal


Setelah diketahui nilai rata-rata dan simpangan baku dari data pengukuran
yang ada, data dapat dihitung nilai distribusi normalnya dan dapat ditentukan nilai
kebenaran hipotesis awal yang telah dibuat.
Distribusi normal dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

21

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
( xi x )
Z i= (4.4)
s

Kelas < 17
(1713,5)
Z i= = 3,4
3,40
Nilai 3,4 pada tabel Z = 0,09997 maka nilai Probabilitasnya adalah :
= 1,0 0,09997
= 0,0003
Kelas 17 - < 22
(1713,5)
Z 1= = 3,4
3,40
Nilai 3,4 pada tabel Z = 0,09997
(2213,5)
Z 2= = 2,5
3,40
Nilai 2,5 pada tabel Z = 0,9938

maka nilai Probabilitas kelas ini adalah :


= 0,9997 0,9938
= 0,0059
Kelas 22 - < 27
(2213,5)
Z 1= = 2,5
3,40
Nilai 2,5 pada tabel Z = 0,9938
(2713,5)
Z 2= = 3,4
3,40
Nilai 3,4 pada tabel Z = 0,09997

maka nilai Probabilitas kelas ini adalah :


= 0,9997 0,9938
= 0,0059
Kelas 27 - < 32

22

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
(2713,5)
Z 1= = 3,4
3,40
Nilai 3,4 pada tabel Z = 0,09997
(3213,5)
Z 2= = 5,4
3,40
Nilai 5,4 pada tabel Z = 0,99999998

maka nilai Probabilitas kelas ini adalah :


= 0,9997 0,99999998
= 0,00029998

Kelas 32 - < 37
(3213,5)
Z 1= = 5,4
3,40
Nilai 5,4 pada tabel Z = 0,99999998
(3713,5)
Z 2= = 6,9
3,40
Nilai 6,9 pada tabel Z = 0,99999999

maka nilai Probabilitas kelas ini adalah :


= 0,99999998 0,99999999
= 0,000000001
Kelas > 37
(3713,5)
Z 1= = 6,9
3,40
Nilai 6,9 pada tabel Z = 0,99999999

maka nilai Probabilitas kelas ini adalah :


= 1,0 0,99999999
= 0,000000001

IV.3.4. Pengujian Data


Hipotesis awal dan akhir dapat dilakukan pengujiannya berdasarkan
langkah-langkah sebagai berikut :
23

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
IV.3.4.a. Penentuan Hipotesis
Berdasarkan data pengukuran, telah ada hipotesis awalnya. Maka dari
hasil data histogram dan distribusi normalnya diambil kesimpulan hipotesis akhir
yang berlawanan dengan hipotesis awal agar membuktikan nilai ketelitian dan
keakuratan data pengukuran yang dilakukan.
Berikut data hipotesis awal dan hipotesis akhir yang akan diuji :
H o= 30

H a < 30

Ho
Syarat dari pengujian data yang bernilai distribusi normal adalah <

Ha
jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka dianggap Hipotesis Awal tidak

bernilai distribusi normal.


IV.3.4.b. Pengujian Data
2
Menentukan x hitung

Untuk menentukan nilai x 2hitung dapat dihitung dengan menggunakan

rumus sebagai berikut :


( )
x 2hitung =x 0 (4.5)
Sn
n
2
Maka dari data diatas nilai x hitung adalah sebagai berikut :

30
x 2hitung =13,5
( )
3,40
81
=67,58

Menentukan x tabel

24

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
x tabel dapat ditentukan dengan menentukan titik temu diagram

kebebasan ( diagram of freedom) dengan taraf signifikan pada tabel Chi Kuadrat
Dari data diatas maka diketahui sebagai berikut :
Df = n 1 = 81 1 = 80
Tf = 5 % = 0,5
x tabel
Maka nilai dalam tabel Chi Kuadrat adalah 101, 879

IV.3.4.c. Hasil
Hasil yang diperoleh perhitungan data pengukuran berat badan mahasiswa
FKIP Fisika angkatan 2014 adalah sebagai berikut :
Persyaratan : Jika x hitung < x tabel maka distribusi hipotesis awal

bernilai normal artinya hipotesis awal diterima dan hipotesis akhir ditolak

x hitung x tabel
ataupun sebaliknya jika > maka hipotesis awal ditolak

dan hipotesis akhir diterima.


Hasil : - 67,58 < 101,879 maka hipotesis awal = 30 diterima.

25

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
BAB V
PENUTUP
V.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengukuran, penyajian data
histogram, perhitungan distribusi normal dan pengujian data maka dapat
disimpulkan :
1. Histogram data yang dirancang berdasarkan analisis data berat badan
mahasiswa.
2. Hasil perhitungan data berdasarkan distribusi normal menjadi dasar
penentuan pengujian hipotesis awal dan akhir
3. Hipotesis awal sama dengan 30 diterima dan hipotesis akhir lebih kecil
dari 30 ditolak berdasarkan pengujian data distribusi normal dengan

x hitung x tabel
menggunakan < maka data hipotesis pengukuran

diterima

V.2. Saran
Dari laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika ini penulis menyarankan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Pengukuran yang menghasilkan data yang baik dan benar dengan
tingkat kesalahan yang minim dapat dihasilkan jika pengukuran
dilakukan dengan tanggung jawab.
b. Perhitungan distribusi normal adalah perhitungan sederhana yang
membuktikan ketelitian atau nilai kebenaran suatu pengukuran namun
sesuai dengan prinsip pengukuran fisika yaitu pengukuran berulang
maka untuk hasil maksimal data tidak dapat diolah sekali saja.

c. Metode laporan pengukuran ini benar-benar membantu belajar mandiri


mahasiswa dalam memahami dan mempraktekan langsung dilapangan

26

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
maka penulis menyarankan agar dosen pembimbing mata kuliah terkait
mempertimbangkan untuk mengembangkan metode ini untuk
selanjutnya

27

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005
DAFTAR PUSTAKA
Supardi. 2012. Aplikasi Statistika Dalam Penelitian. Cetakan I. Ufuk
Press, Jakarta.

http://istiarto.staff.ugm.ac.id/docs/statistika/Tabel-Distribusi-Normal-
Standar-v1.pdf

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2006-2-01317-MTIF-
Bab%202.pdf

http://www.statistikian.com/search/label/Tabel%20Statistik

http://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/31211437/BUKU_ST
AT_DAS_TEORI_DAN_PRAKTEK-libre.pdf?
AWSAccessKeyId=AKIAJ56TQJRTWSMTNPEA&Expires=1422165906&Signa
ture=BtHl6u46aQyVAzyVznwQKZ7tDw8%3D

https://www.academia.edu/8861295/UJI_NORMALITAS_DATA

http://analisis-statistika.blogspot.com/2013/03/mengenal-distribusi-
normal-dan-cara.html

http://scholar.google.co.id/scholar?
start=10&q=makalah+histogram+data+dan+distibusi+normal+pengukuran+fisika
&hl=id&as_sdt=0,5

http://scholar.google.co.id/scholar?
hl=id&q=jurnal+menghitung+distribusi+normal+data&btnG

28

Ujian Akhir Semester


Laporan Metode Analisis Pengukuran Fisika
Fransiskus Assisi Beyora Liwun / 1414150005