Anda di halaman 1dari 5

Senin, 1 Februari 2016

Ruu tentang perubahan kedua atas UU nomor 30 2002 tentang KPK


Pengusul: Anggota DPR RI lintas fraksi yang diwakili oleh:
1. Risa Mariska (PDIP)
2. Ihsan
Rapat dibuka oleh Pak Supratman selaku pimpinan baleg. Saelanjutnya memebri waktu pada
pengusul untuk menyampaikan pemaparannya.
Pemaparan:
Pengusul: Bu Risa Mariska; (Membacakan latar belakang pentingnya revisi UU KPK):
o Korupsi meluas di masyarakat, meningkatnya korupsi mengancam ketahanan
bangsa.
o Korupsi mjd pidana luar biasa dan hukumannya jg harus luar biasa. Dengan evaluasi
pelaksanaan tugas KPK, maka dibutuhkan revisi UU KPK tsb.
o Adapun beberapa perubahan yang diusulkan antara lain:
1. Penyadapan.
2. Dewan pengawas
3. Penyidik dan penyelidik
4. Penyelidikan dan penyidikan tetap didaarkan pada ketentuan hukum pidana
yg berlaku. Artinya di sini diharapkan KPK boleh mengeluarkan SP3.
Tanggapan:
Ketua Baleg:
o Memang ada beberapa poin yang harus menjadi perhatian. Hampir semua penegak
hukum meminta kewenangan lebih dari yang ada dlm UU, maka kpk jg perlu
diperhatikan. Tentang penyadapan harus mjd pembahasan, serta dewan pengawas.
Pembentukan dewan pengawas harus independen. Maka seleksinya butuh kajian
bersama.
Pak Hendri:
o Minta penjelasan ttg penyisipan bbrp oasal di 12 sd 16, yg substansinya adanya
kekhawatiran terhadap kewenangan KPK menyadap.
o Saya menentang jika kita dianggap melemahkan kpk, tapi dlm pasal ini sepertinya ada
pelemahan. Justru dg penyadapan akan membuat kita hati-hati dan bersih.
Ruhut:
o Penyampaian ttg revisi kpk secr tdk langsung menyampaikan bahwa kpk kuat, maka
artinya tdk perlu revisi.
o Terkait penyidikan, seseorang sebelum penetapan tersangka pasti akan diselidiki dulu.
o Saran: argumentasi dan latar belakang revisi UU KPK perlu diperkuat.
Pak Asrul:
o Apresiasi atas presentasi, namun usulan terbatas pada 4 isu.
o Draft sebelumnya yg beredar sprti batasan usia, dll.
o Usulan ini bisa dilihat dari 2 persepsi(melemahkan atau menguatkan).
o Hasil raker dengan komisi III, Kpk minta dukungan legislasi .
o Sepanjang kita punya komitmen bersama, maka fokus revisi ini bukan pelemahan.
Krn kpk sdri minta perluasan organisasi kpk yakni deputi baru khusus monitoring
dan supervisi.
o Di point tentang penyidik, seolah bertumpu dari polisi dan jaksa. Maka seyogyanya
kpk butuh kewenangan yg luas utk merekrut penyidiknya sdri dibawah ppns (pejabat
pns).
Dozy:
o Semangatnya adalah memperkuat kpk sehingga usulan perubahan masuk oada
prolegnas. Semangat penguatan hrus dlm kerangka check and balances. Materi yg
disampaikan pengusul tentu ke arah sana. Misalnya penyelidikan, penyudik, dewan
pengawas, dan SP3.
o Kita perlu mengajak serta KPK krn mereka yg da di dalamnya, sbg alasan
memperkuat posisi kpk.
o Rumusan posisi penyidik, ada perbedaan antara penyidik di polisi dan kpk, krn
pimpinan kpk bisa masuk pd proses penyidikan sementara di kepolisian tdk bisa
intervensi.
o Penyadapan hrs diantisipasi dg abuse of power.
o Pembatasan penyidikan tdk boleh mengekang, artinya bebas terbatas. Harus ada
fungsi pengawasan yg jelas.
o Kl ada dewan pengawas, maka tdk boleh ada potensi campur tangan pihak lain. Saya
menyarankan mekanisme internal dlm kpk. Penyadapan perlu pengawasan agar tdk
disalahgunakan, misalnya diberi waktu 24 jam.
Bambang (Gerindra):
o UU ini pasti membutuhkan partisipasi publik yg rata2 negatif. Namun dalam usulan
ini seperti melemahkan kpk. Apa yg kita takutkan dg penyadapan jika memang kita
tdk salah. Lalu ttg batas kpk ini yakni 12 tahun apakah betul demikian?. Saya pernah
mendengar kampanye presiden yg berkomitmen akan memperkuat KPK.
o Jika penyadapan harus ijin dulu jangan harap kpk akan berbuat banyak. Di atas 50 M
yang ditangani, apakah tdk akan mengganggu kinerja kpk. Krn slm jd bupati, tdk ada
dana sebanyak tsb. Di kab/kita ada musyawarah kepala daerah yg melakukan
koordinasi. Artinya jika aturan tsb benar, maka akan ada potensi penyelahgunaan
anggaran di bawah 50 M.
Pak Zacky:
o Memberikan beberapa catatan; pertama kita harus menyamakan mind set kita bahwa
manusia adlh makhluk etik, meberikan ruang adanya moral agama dan hukum, serta
memiliki komitmen utk menegakkan kebenaran. Maka kpk hrs diperkuat. Artinya dia
hrs mampu menghidupkan institusi formal kenegaraan seperti polisi dan kejaksaan.
o Penguatan kpk sama artinya dg memperkuat jaksa dan polisi. Mengutip pembukaan
uud 45, yakni melindungi segenap bangsa indonesia... Konstruksi pasal2 uu adalah
melindungi bangsa.
o Dlm pasal 12a point a dan b; saya menambahkan poin c (setelah diingatkan kepada yg
bersangkutan ttg adanya kecenderungan korupsi); hal ini sbg early warning system.
o Semangatnya bahwa manusia adalah makhluk etik.
o Catatan dari ketua mengenai dewan pengawas; maka seleksinya jangan sampai
diintervensi sebagaimana dlm pasal 30d. Seleksi dewan pengawas amakan saja dg
pimpinan KPK agar ada check and balances, yakni melalui pansel, kemudian
presiden, dan terakhir dipilih oleh DPR RI.

Pak Rufinus:
o Secara pribadi, ada hal yg perlu disimak dari proses revisi RUU ini. Penyidik ini
harusnya adalah utk mencari keterangan masalah, namun selama ini di kpk masalah
masih abu2 sudah ditetapkan tersangka.
o Asas praduga tdk bersalah hrs ditegakkan. Tujuan penyidikan harus dijelaskan.
o Kalau di afrika apa yg disebut hakim komisaris krn berkaitan dg hukum acara, kuhp,
UU HAM, dll. Jadi tdk boleh parsial. Jangan sampai bertabrakan dg penegak hukum
lainnya. Apakah KPK masuk dalam sistem atau sub system.
o Saya dulunya stafnya Prof. Romli. Filosofi terhadap struktur yg kita bangun apakah
kpk masuk pd sistem hukum atau bukan. Krn penangkapan berangkat dari proses
penyelidikan. Maka harus ada SOP yg jelas, dan tdk boleh menabrak UU yang ada.
o Substansi akademis yang hrs dijelaskan.
o Definisi korupsi juga harus diperjelas. (Perlu dijelaskan dalam NA).
Prof Indrawan:
o Wacana UU sdh lama, bahkan NA-nya juga ada.
o 4 pokok perubahan disampaikan krn dianggap penting. Penyanderaan hal2 yg sensitif
adalah alergi dan tergesa-gesa.
o Siapapun yg diberi kewenangan besar pasti akan ada penyelewengan. Sebagaimana
pernah disampaikan oleh SBY bahwa KPK sdh super power (artinya sudah ada
penyelewengan yang disadari).
o Usul; tolong disiapkan matriks setiap perubahan dan konsekuensinya.
o Pengawasan perlu agar tidak ada penyalahgunaan wewenang.

Al Muzammil:
o Forum ini adalah ujian kenegarawanan bagi dpr ri krn mbahas kpk. 2 hal; good
governance (kekuasaan perlu dikelola sesuai dg check and balances), harapan publik
agar korupsi bersih.
o NA hampir sama dengan analisa SWOT.
o Harapan publik ingin ikut melihat bagaimana NA-nya seperti kampus dan pakar.
o Mungkin perlu diadu naskah akademik versi publik. Maka kita perlu melakukan
RDPU dg KPK dan pihak kampus.
Pak Lutfi:
o Apa yg kita bahas menarik perhatian publik.
o Maka RDPU penting dg mengundang sejumlah pihak seperti KPK, pegiat anti
korupsi, kampus, dll.
o Selama ini MK telah 3 kali mengeluarkan keputusan bahwa KPK tdk boleh
mengeluarkan SP3.
o Dewan pengawas penting utk menghindari abuse of power.
o Sebagai lembaga independen, tapi kehadiran penyidik dan penyelidik yg berasal dari
kejaksaan dan kepolisian membuat dia tdk bebas. Maka harus membentuk tim
independen.
Yandi:
o Keseriusan pemerintah diperlukan sehingga butuh koordinasi dg pemerintah.
o Baleg perlu rekomendasi ada pansus sehingga bisa lintas fraksi.
o Perlu juru bicara dlm pansus agar satu suara (bisa dari dpr atau pemerintah).

Pimpinan:
o Terkait jubir diserahkan pada fraksi masing-masing.
Martin:
o Selama di baleg ini 4 kali pembahasan revisi.
o Kl kita mau melihat, KPK lahir dari akibat KKN orde baru. Kpk lahir krn jaksa dan
polisi tdk bs melakukan tugasnya.
o Maka wajar jika kpk diberi kewenangan khusus, karena Indeks koruspi kita adalah
paling rendah di ASEAN.
o Hari ini ada petisi 50.000 orang yg menolak revisi UU KPK.
o Seyogyanya kepolisian, kejaksaan dan penegak hukum lain UU-nya direvisi juga.
o Usul: adakan RDPU dengan KPK dan pegiat anti korupsi.
Tanggapan dan Keputusan:
Pak Firman:
o Lembaga penegak hukum harus setara.
o Pengusul mesti studi banding ke negara2 lain seperti Australia dan Hongkong yg
hanya mengontrol penegak hukum.
o Korupsi harus mjd musuh bersama, serta konsistensi pemerintah utk serius
menanggapi.
o Kami setuju untuk mengundang KPK dan pakar cukup bagus mjd usul kita, agar bisa
dibentuk panja, konsinyering, lalu RUU mjd inisiatif DPR RI.
Pimpinan:
o Pembentukan panja diundur, krn akan RDPU dg KPK, pakar, dan perguruan tinggi
dulu.
Pengusul (Risa Mariska):
o Mengenai penyadapan tdk kita keluarkan, justru kita minta diatur dan diawasi dewan
pengawas.
o Adapun SP3 maksudnya adalah utk kasus tertentu seperti tersangka meninggal atau
sakit.
o Terkait penambahan ayat; sependapat dg Pak Zacky agar mengedepankan pencegahan
(menambah 1 ayat lagi).
Pengusul (Pak Ihsan):
o KPK minta penambahan divisi, jika tdk ada revisi maka tdk bisa ditambahkan
divisinya.

Muzammil:
o Kita perlu memberikan NA RUU ketika RDPU dg pakar, KPK, dan kampus agar kita
mendapat masukan yg komprehensif.
Nurahmat:
o Pada saat kita memanggil pemangku kepentingan apakah perlu menyamakan
perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita di baleg. Atau hanya cukup dari
pengusul saja.
Pak Toto:
o Pengusul juga diundang dalam RDPU.