Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Gelombang Laut

Identifikasi Energi Gelombang Laut di Pantai Teluk Sepang


Provinsi Bengkulu

Nama : Gusmaini
NPM : F1C013014
Mata Kuliah : Gelombang Laut
Dosen : Supiyati, S.si, M.si
Asisten Praktikum : Pariska

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
2017

I. Tujuan
Untuk mengukur tinggi dan menghitung energi gelombang suatu perairan di Pantai Teluk
Sepang Provinsi Bengkulu.

II. Dasar Teori


Gelombang laut merupakan deretan pulsa-pulsa yang berurutan yang terlihat sebagai
perubahan ketinggian permukaan air laut, yaitu dari elevasi maksimum (puncak) ke elevasi minimum
(lembah).
Gelombang laut pada hakekatnya adalah perambatan massa angin (energy yang
menggerakannya bukan massa air. Ada 3 parameter yang berperan dalam perambatan gelombang,
yaitu:
1. Kecepatan angin
2. Lamanya angin bertiup
3. Pengaruh daerah angin (fetch)

Pengaruh gelombang terhadap dasar laut sangat sedikit. Bila gelombang bergerak ke
continental shelf dan memasuki wilayah pantai dangkal gelombang mulai terpengaruh oleh dasar
laut. Dasar laut dangkal akan mengakibatkan kecepatan, bentuk dan gerakan gelombang menjadi
berubah. Setiap gelombang akan mempunyai puncak dan lembah, sehingga ciri-ciri yang dipunyai
gelombang adalah tinggi gelombang, jarak gelombang dan periode gelombang.

Tipe gelombang berdasarkan atas periodenya dapat dibagi menjadi 6, yaitu:


a. Ripples (riak gelombang), memiliki periode 1 detik
b. Fully developed seas, memiliki periode 5-12 detik
c. Swell (gelombang besar), memiliki periode 6-16 detik
d. Surf, memiliki periode 1-3 menit
e. Tsunami, memiliki periode 10-20 menit
f. Tides (pasang surut), memiliki periode 12-24 jam.

ENERGI GELOMBANG
Energi gelombang merupakan penjumlahan dari energi potensial dan energi kinetik dalam
sekali gelombang datang.
Energi gelombang = energy potensial + energy kinetik
Energi potensial = Timbul akibat adanya elevasi muka air terhadap SWL
Energi kinetik = Timbul karena adanya gerak partikel air
Dalam matematis :
1
Ekinetik = g H 2
16
1 2
E potensial = g H
16

Dimana H adalah tinggi gelombang.

E=E potensial + E kinetik

1 2 1 2
E= g H + g H
16 16
1
E= g H 2
8

Maka untuk menghitung energi gelombang datang dapat digunakan rumus di bawah ini :

1
E= g H 2
8

Energy diatas menyatakan energi gelombang persatuan luas atau disebut kecepatan energy
dengan symbol :

1
( E ) E = g H 2
8

Untuk energi gelombang persatuan lebar :

E=E potensial + E kinetik

1 1
E= g H 2 L+ g H 2 L
16 16
1
E= g H 2 L
8

III. Metodologi
3.1. Waktu dan Tempat
Pengambilan data gelombang laut dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Desember 2016 pukul 9.30-
10.30 WIB. Berlokasi di Pantai Teluk Sepang provinsi Bengkulu dengan titik koordinat berada
pada 03o 56 50,1 LS dan 102o 16 42,0 BT .
3.2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan ang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. GPS (global positioning system)
2. Pipa meteran
3. Alat tulis
4. Camera

3.3. Langkah Praktikum


1. Posisi untuk pengambilan data gelombang laut ditentukan.
2. Koordinat posisi diukur dengan menggunakan GPS.
3. Pipa meteran diletakkan di bagian pantai.
4. Gelombang datang diukur sesuai dengan naiknya meteran yang ada pada pipa.
5. Hasil pengukuran gelombang dicatat di buku.
6. Kemudian lakukan percobaan seperti pada no 4 diatas minimal 20 kali gelombang datang.

IV. Hasil dan Pembahasan


4.1. Data Percobaan
h (tinggi kg E (Energi Gelombang)
No ( densitas air laut) 3
gelombang) m m Joule

1. 0,13 1040 21,5306


2. 0,18 1040 41,2776
3. 0,19 1040 45,9914
4. 0,15 1040 28,665
5. 0,08 1040 8,1536
6. 0,03 1040 1,1466
7. 0,10 1040 12,74
8. 0,07 1040 6,2426
9. 0,11 1040 15,4154
10. 0,19 1040 45,9914
11. 0,06 1040 4,5864
12. 0,03 1040 1,1466
13. 0,03 1040 1,1466
14. 0,02 1040 0,5096
15. 0,03 1040 1,1466
16. 0,06 1040 4,5864
17. 0,05 1040 3,185
18. 0,09 1040 10,3194
19. 0,12 1040 18,3456
20. 0,14 1040 24,9704
21. 0,11 1040 15,4154
22. 0,07 1040 6,2426
23. 0,13 1040 21,5306
24. 0,07 1040 6,2426
25. 0,12 1040 18,3456
26. 0,13 1040 21,5306
27. 0,12 1040 18,3456
28. 0,24 1040 73,3824
29. 0,12 1040 18,3456
30. 0,05 1040 3,185
31. 0,08 1040 8,1536
32. 0,08 1040 8,1536
33. 0,30 1040 114,66
34. 0,05 1040 3,185
35. 0,09 1040 10,3194
36. 0,13 1040 21,5306
37. 0,22 1040 61,6616
38. 0,20 1040 50,96
39. 0,03 1040 1,1466
40. 0,25 1040 79,625
41. 0,27 1040 92,8746
42. 0,23 1040 67,3946
43.. 0,32 1040 130,4576
44. 0,50 1040 318,5
45. 0,17 1040 36,8186
46. 0,20 1040 50,96
47. 0,26 1040 86,1224
48. 0,18 1040 41,2776
Rata- hn hn En
=0,137083 =1040 =35,07216
Rata n n n

4.2. Perhitungan
a. Densitas Air Laut
Diketahui :
mairlaut = 625 gram
v air laut = 0,6 liter = 600 cm
3

Ditanya : . ..?
Dijawab :

m
=
v

625 gram gram kg



= 600 cm
3 = 1,04 cm
3 = 1040 m
3

b. Energi Gelombang Laut


Diketahui :
gram kg
= 1,04 = 1040
cm 3 m3
m
g = 9,8 2
s
hterendah = 0,02 m

htertinggi = 0,5 m
Ditanya :
E ... ?

Dijawab :
1
E= g h 2
8

1
E= ( 1040 )( 9,8 ) ( 0,022)
8

E=0,5096 Joule

1
E= g h 2
8
1
E= ( 1040 )( 9,8 ) ( 0,52 )
8
E=318,5 Joule

4.3. Pembahasan
Praktikum ini tentang pengukuran tinggi gelombang laut serta menghitung energi
gelombang datang di pantai Teluk Sepang provinsi Bengkulu. Ditinjau dari topografi pantai
tersebut terlihat seperti teluk dan landai karena di samping kanan dan kiri pantai dibatasi oleh
tebing daratan yang cukup tinggi. Sehingga gelombang laut yang masuk ke teluk ini energinya
dapat direduksi beda halnya seperti di pantai lepas.
Adapun alat yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah pipa meter yang didesain
sedemikian agar dapat digunakan untuk mengukur gelombang. Hasil pengukuran didapatkan
tinggi gelombang tertinggi 0,5 meter (50 cm) dan terendah 0,02 meter (2 cm). Kemudian data
tinggi gelombang yang telah didapat diolah maka didapatkan nilai rata-rata tinggi gelombang di
Pantai Teluk Sepang sebesar 0,14 meter (14 cm).
Hal demikian terjadi karena dipengaruhi oleh waktu pengambilan data. Tinggi gelombang
yang terendah diukur pada awal praktikum yaitu pada pukul 09.30 WIB sedangkan tinggi
gelombang tertinggi diukur pada akhir paraktikum yaitu pada pukul 10.30 WIB. Selain itu juga
pada saat awal praktikum pantai belum mengalami fase pasang air laut sedangkan pada akhir
praktikum laut telah mulai untuk fase pasang walupun belum sepenuhnya. Tingginya gelombang
laut juga di pengaruhi oleh besarnya kecepatan angin dan lamanya angin bertiup. Tetapi pada
saat praktikum untuk pengukuran kecepatan angin tidak dilakukan, sehingga sedikit sulit untuk
membandingkan tingginya gelombang laut juga dipengaruhi oleh kecapatan angin. Menurut teori
tinggi geombang laut dipengaruhi oleh kecepatan angin dan lama angin bertiup.
Mengukur energi gelombang dilakukan setelah parameter-paremeter dari energi

gelombang didapatkan seperti densitas air laut (), percepatan gravitasi bumi ( g ) dan tinggi
kg
gelombang. Densitas air laut setelah diukur didapatkan nilainya yaitu 1040 m . Besarnya
3

energi gelombang bergantung pada tinggi gelombang datang. Karena dari ketiga parameter yang
memungkinkan untuk berubah-ubah sesuai dengan hasil pengukuran adalah tinggi gelombang.
Sehingga energi gelombang terbesar pada saat tinggi gelombang yang paling tinggi, begitupun
sebaliknya yaitu secara berurutan sebesar 318,5 Joule dan 0,5096 Joule. Jika diakumulasikan dan
dirata-ratakan didapat enrgi gelombang selama praktikum sebesar 35,07216 Joule.

V. Kesimpulan dan Saran


a. Kesimpulan
Gelombang laut merupakan deretan pulsa-pulsa yang berurutan yang terlihat sebagai
perubahan ketinggian permukaan air laut, yaitu dari elevasi maksimum (puncak) ke elevasi
minimum (lembah). Sehingga didapatkan tinggi gelombang di Pantai Teluk Sepang tertinggi 0,5
meter dan terendah 0,02 meter dengan rata-rata 0,14 meter. Dalam perhitungan tinggi gelombang
mempengaruhi besarnya energi gelombang, karena energi dan tinggi gelombang sebanding atau
sejajar seperti dalam rumus dibawah ini :
1
E= g h 2
8

b. Saran
Pada praktikum mengukur gelombang laut sebaiknya juga menggunakan alat ukur gelombang
yang digital juga. Sehingga hasil pengukuran tinggi gelombang dapat dibandingkan dengan
tinggi gelombang yang menggunakan alat pipa meter. Mudah-mudahan dapat direalisasikan pada
praktikum selanjutnya.

Daftar Pustaka

Hutabarat Sahala. 2008. Pengantar Oceanografi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).


Supiyati. 2016. Gelombang Laut. Bengkulu. Universitas Bengkulu.
Wiwoho, Setiabudi Bagus, S.Si.2000. Pengantar Oceanografi. Malang: Universitas Negeri Malang

(UM-Press).