Anda di halaman 1dari 23

ENZIM KATALASE

Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam


protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein.
Enzim memiliki fungsi sebagai senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis
bereaksi dalam suatu reaksi kimia.
Enzim Katalase merupakan jenis enzim yang mampu memecah ikatan karbon dan
ikatan karbon-nitrogen, sehingga dinamai juga dengan enzim desmolase. Enzim katalase juga
merupakan enzim perombak hidrogen peroksida yang bersifat racun dan merupakan sisa/hasil
sampingan dari metabolisme. Apabila H2O2 tidak diuraikan oleh enzim ini, maka akan
menyebabkan kematian pada sel-sel tumbuhan. Oleh sebab itu, enzim ini bekerja dengan
merombak H2O2 menjadi substansi yang tidak berbahaya,
yaitu berupa air dan oksigen. Enzim ini diproduksi oleh peroksisom.
Berikut reaksi dari penguraian H2O2 oleh enzim katalase :
2H2O2 2H2O + O2
Enzim ini mengandung 4 gugus heme. Heme yang terdapat pada enzim katalase juga
terbentuk dari sebuah cincin protoporphyrin dan mengandung atom besi tunggal. Enzim yang
mengandung 4 gugus ini juga memiliki 4 rantai polypeptide yang masing-masing bagian
terdiri atas 500 lebih senyawa asam amino.

Sifat-sifat enzim :
1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil; mudah rusak, hila dipanasi lebih dari suhu 60 C, karena enzim tersusun dari
protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat
digunakan berulang-ulang.
5. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang
mengkatalisis reaksi dua arah, contoh: lipase, mengkatalisis pembentukan dan penguraian
lemak. Lipase = Lemak+H20 Asam lemak + Gliserol
6. Bekerjanya secara spesifik : Karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya
substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.
8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang
disebut kofaktor.
Mekanisme kerja enzim :
1. Teori lock and key
Teori ini menjelaskan tentang mekanisme kerja enzim. Sesuai teori ini, masing-
masing enzim memiliki area spesifik (disebut situs aktif). Situs aktif enzim ini melengkapi
begian tertentu dari substrat. Substrat akan masuk ke dalam situs aktif dengan sempurna, dan
reaksi antara mereka terjadi.

Substrat yang tepat akan masuk ke dalam situs aktif enzim dan membentuk kompleks
enzim-substrat. Setelah reaksi selesai, dan produk dihasilkan, situs aktif tetap sama dan siap
untuk bereaksi dengan substrat baru.
2.Teori Induced fit
Teori ini juga mendukung hipotesis gembok dan kunci bahwa situs aktif dan substrat
cocok dan bentuk mereka saling melengkapi. Menurut teori-induced fit, bentuk situs aktif
tidak kaku. Hal ini fleksibel dan perubahan,sebagai substrat datang ke dalam kontak dengan
enzim. Untuk lebih tepatnya, sekali enzim mengidentifikasi substrat yang tepat, situs aktifnya
akan berubah bentuk sehingga muat keduanya. Hal ini menyebabkan pembentukan kompleks
enzim-substrat dan reaksi lebih lanjut. Seperti teori ini menjelaskan mekanisme kerja
berbagai enzim, itu diterima secara luas daripada kunci dan hipotesis kunci.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim :
a. Konsentrasi enzim : pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah
dengan bertambahnya konsentrasi enzim.

b. Konsentrasi substrat : dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahankonsentrasi


substrat akan menaikan kecepatan reaksi. Akan tetapi pada bataskonsentrasi tertentu, tidak
terjadi kenaikan kecepatan reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar.

c. Suhu : pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang lebih
tinggi reaksi berlangsung lebih cepat, karena enzim adalah suatu protein, maka kenaikan suhu
dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan kecepatan reaksinya pun akan menurun.
Kenaikan suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikan kecepatan reaksi.
d.Pengaruh pH : perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap
efektivitas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleksenzim substrat. pH rendah atau pH
tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan
menurunnya aktivitas enzim.

e. Inhibitor Enzim
Seringkali enzim dihambat oleh suatu zat yang disebut inhibitor, ada dua jenis
inhibitor yaitu sebagai berikut:
1. Inhibitor kompetitif.
Pada penghambatan ini zat- zat penghambat mempunyai struktur yang mirip
dengan struktur substrat. Dengan demikian baik substrat maupun zat penghambat
berkompetisi atau bersaing untuk bersatu dengan sisi aktif enzim, jka zat
penghambat lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim, maka substratnya tidak
dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim.
2. Inhibitor nonkompetitif
Pada penghambatan ini, substrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks
enzim- inhibitor, karena sisi aktif enzim berubah.
INHIBITOR DAN SIMULASI ENZIM
Kinetika enzim adalah perihal bagaimana enzim mengikat substrat dan mengubahnya
menjadi produk. Pada kinetika enzim dikenal dengan kurva saturasi yang menunjukkan
hubungan antara konsentrasi substrat (S) dan laju (v). Enzim dapat mengkatalis reaksi hingga
beberapa juta reaksi per detik.
Dalam kinetika enzim dikenal dengan keberadaan konstanta Michaelis-Menten (K m).
Yang merupakan konsentrasi substrat yang diperlukan untuk enzim mencapai setengah
kecepatan maksimum (Vmax). Setiap enzim memiliki karakteristik K m tertentu untuk substrat
tertentu juga. Km sendiri menunjukkan seberapa ketat pengikatan substrat untuk enzim.
Konstanta lain pada pembahasan kinetika enzim adalah Kcat yang memberikan nilai dari
jumlah molekul substrat yang ditangani oleh satu situs aktif per detik. Sedangkan efisiensi
dari enzim dinyatakan oleh Kcat/Km (Marzuki, 2014). Salah satu kontribusi utama Henri-
Michaelis-Menten pada kinetika enzim adalah memandang reaksi enzim sebagai dua tahapan.
Pada tahap pertama, subtrat terikat ke enzim secara reversible, membentuk kompleks enzim-
substrat. Kompleks ini kadang-kadang disebut sebagai kompleks Michaelis. Enzim kemudian
mengatalisasi reaksi kimia dan melepaskan produk. Reaksi enzim pada substrat berlangsung
melalui pembentukan kompleks enzim-substrat (ES). Nilai maksimal atau V max akan tercapai
jika sistem/keadaan ES dijenuhkan oleh substrat.
Postulat reaksi : E+ S ES E + P
Dengan : E = Enzim
S = Substrat, P = Produk
V max +[S]
Untuk persamaan Michaelis-Menten: v o = K m +[ S]

Dengan : vo = laju awal, v max = laju maksimum, [S] = Konsentrasi

Substrat, Km = Konstanta MichaelisMenten

Salah satu kontribusi utama Henri-Michaelis-Menten pada kinetika enzim adalah


memandang reaksi enzim sebagai dua tahapan. Pada tahap pertama, subtrat terikat ke enzim
secara reversible, membentuk kompleks enzim-substrat. Kompleks ini kadang-kadang disebut
sebagai kompleks Michaelis. Enzim kemudian mengatalisasi reaksi kimia dan melepaskan
produk. Suatu cara yang baik untuk mengevaluasi Km da Vmax adalah memplot data kinatik
sebagai perbandingan terbalik dari V dan konsentrasi S. Plot perbandingan ini diajukan oleh
hanslineweaver dan deanburk. Perbandingan terbalik dari persamaan michaelis-menten dapat
diambil sebagai berikut :
1 Km 1 1
= x +
v Vmax [S ] Vmax

1. Definisi Inhibitor
Menurut Harvey dan Denise (2011), inhibitor is any substance that can
diminish the velocity of an anzyme-catalyzed reaction inhibitor adalah zat
yang dapat mengurangi kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim.
2. Macam-Macam Inhibitor
a. Inhibitor Irreversible
Inhibitor irreversible adalah inhibitor yang reaksi kimianya berjalan
satu arah atau tidak dapat balik, dimana setelah inhibitor mengikat enzim,
inhibitor tidak dapat dipisahkan dari sisi aktif enzim. Keadaan ini
menyebabkan enzim tidak dapat mengikat substrat atau inhibitor merusak
beberapa komponen (gugus fungsi) pada sisi katalitik molekul enzim.
Inhibitor irreversible pada umumnya disebabkan oleh terjadinya proses
destruktif atau modifikasi sebuah gugus fungsi yang terdapat pada molekul
enzim.
b. Inhibitor reversible
Inhibitor reversible adalah inhibitor yang reaksi kimianya berjalan dua
arah atau dapat balik, bekerja dengan mengikat sisi aktif enzim melalui
reaksi reversible dan inhibitor ini dapat dipisahkan atau dilepaskan kembali
dari ikatannya. Inhibitor reversible terdiri dari 3 jenis, yaitu:
1. Inhibitor Reversible Kompetitif
Pada penghambatan ini, zat-zat penghambat mempunyai struktur
substrat. Dengan demikian, baik substrat maupun zat penghambat
berkompetisi atau bersaing untuk bersatu dengan sisi aktif enzim, jika
zat penghambatan lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim, maka
substratnya tidak dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim.
2. Inhibitor Reversible Unkompetitif
Pada inhibitor unkompetitif, inhibitor tidak dapat berikatan dengan
enzim bebas. Namun, hanya dapat berikatan dengan kompleks ES
(enzim-substrat). Kompleks EIS yang terbentuk kemudian menjadi tidak
aktif. Jenis inhibitor ini sangat jarang, namun dapat terjadi pada enzim-
enzim multimerik, contoh: pestisida (DDT) dan parathion yang
menghambat kerja enzim dalam saraf , serta antibodi dan penisilin pada
sel bakteri.
3. Inhibitor Reversible nonkompetitif
Pada inhibitor nonkompetitif, inhibitor dapat mengikat enzim pada
sama dengan substrat berikatan dengan enzim. Baik kompleks EI dan
EIS tidak aktif. Karena inhibitor tidak dilawan dengan peningkatan
konsentrasi substrat, Vmax reaksi berubah. Namun, karena substrat
masih dapat mengikat enzim, Km tetap sama.

PERSAMAAN MATEMATIS
1. Persamaan Umum
( x )
a. p = x - n
( y )
b. q= y - n
( x . y )
c. pq= xy - n
( pq )
d. b = p
e. a = - b
( pq )
f. R = b x p
2. Persamaan khusus
a. Persamaan Hanes-Woolf
Y = a + bx
s Km 1
= + ( s)
v Vmax Vmax
b. Persamaan Lineweaver-Burk
Y = bx + a
1 Km 1 1
= x +
v Vmax s Vmax

c. Persamaan Eadie-Hofstee
Y = -bx + a
V
V =Km x +V max
s
ENZIM PAPAIN
A. Definisi Enzim Papain
Enzim Papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah
papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang
berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain
menjadi suatu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di
kehidupan rumah tangga maupun industri.
B. Karakteristik Enzim Papain

Bekerja optimal pada suhu 60o-70oC


Kisaran pH optimum enzim papain adalah 5-7,8
Enzim papain tidak mengandung karbohidrat
Dapat bereaksi dengan substrat asam amino ataupun bahas
Dapat memutuskan ikatan peptida pada residu asparagin, glutamine, dll
C. Peranan Enzim Papain
Banyak manfaat yang diperoleh dari papain sehingga produk ini menjadi
semakin dicari.
Manfaat dari papain ini diulas berikut ini.
1. Pelunak Daging
Papain dapat digunakan dalam industri pengolahan daging dan restoran besar
dengan penggunaan papain maka pemakaian energi bahan bakar untuk
melunaKkan daging dapat di hemat sehingga terjadi penurunan biaya
produksi.selain itu,daging dari hewan tuapun dapat menjadi lunak kalau
menggunakan papain. Biasanya daging hewan tua berstruktur sangat keras
(alot). Dengan demikian,sehingga hadirnya papain dapat menaikkan eksport
hewan tua yang sebelumnya tidak laku di pasaran. Papain sebagai pelunak
daging (meat tenderizer) banyak diperdagangkan dalam kemasan kecil sesuai
kebutuhan rumah tangga. Biasanya sebelum dikemas, papain ini sudah di
campur bahan lain seperti: gula dan garam agar kandungan papainnya tidak
terlalu kuat.
2. Pembuat Konsentrat Protein
Papain dapat digunakan sebagai bahan penghancur sisa atau buangan hasil
industri pengalengan ikan menjadi bubur ikan atau konsentarat protein hewan.ini
digunakan untuk keperluan bahan pakan ternak dan ikan atau bahkan untuk di
olah menjadi kecap.dengan kondisi keasaman (PH) suhu yang tepat,papain pun
dapat digunakan pada sumber protein nabati seperti bungkil kacang-kacangan
sehingga manjadi konsentrat protein nabati.
3. Penghidrolisis Protein
Daya memecahkan molekul protein yang dimiliki papain dapat diintensikan
lebih jauh menadi kegiatan hidrolisis protein.namun,kegiatan ini dapat
berlangsung kalau pH,suhu,kemurnian,dan konsentrasi papain berada pada
kondisi yang tepat.hal ini sering digunakan pada pembuatan pepton dan asam-
asam amino.pepton dan asam amino diperlukan pada penelitian mikrobiologi
dan industri.biasanya harga produk semacam itu sangat mahal.

4. Pelembut Kulit
Pada industri penyamakan kulit,papain sering di gunakan untuk melembutkan
kulit.Kulit yang lembut dapat dibuat sarung tangan, jaket, bahkan kaus kaki. Di
negara beriklim dingin, pakaian datri kulit lebih banyak di pilih dibanding dari
bahan plastik atau serat sintesis karena dapat memberikan rasa hangat,
nyaman, dan lebih kuat.
5. Anti Dingin
Papain sangat berperan dalam industri bir yang setiap tahun meningkat rata
rata 5%. Bir merupakan hasil permentasi atau paragian kecambah gandum atau
barley.bahan tersebut mengandung senyawa folifenol protein yang akan terlarut
dalam bir hasil fermentasi. Namun kalau distribusi dan penyimpanannya
berlangsung cukup lama atau suasana sekitarnya dingin karna iklim atu sengajah
didinginkan maka senyawa tersebut akan terpisah dan mengendap yaitu berupa
dispersi padatan yang sangat halus melayang di seluruh cairan bir. Endapan ini
tanpak seperti kabut putih sehingga dapat mengurangi mutu dan selera dari bir
tersebut dengan penambahan papain saat akan di botolkan, senyawa protein
tersebut akan tetap terlarut atau stabil walaupun suasananya dingin atau
disimpan cukup lama. Itulah sebabnya papain sering disebut sebagai obat anti
dingin atau stabiliser.
6. Bahan Obat dan Bahan Kosmetik
Papain dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam preparat farmasi seperti
untuk obat gangguan pencernaan protein, serta obat cacing. Berhubungan
dengan pembedahan, papain pun digunakan sebagai obat pengendali inflasi.
Papain dapat juga digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan krim
pembersih kulit, terutama kulit muka. Ini disebabkan papain dapat melarutkan
sel-sel mati yang melekat pada kulit dan sukar terlepas dengan cara fisik. Noda
atau plek pada muka dapat dikikis oleh papain sehingga menjadi halus. Selain itu
papain juga sering dijadikan bahan aktif dalam pembuatan pasta gigi. Karena
dapat membersihkan sisa protein yang melekat pada gigi. Sisa protein ini sering
menimbulkan bau busuk bila terlalu lama dibiarkan.
D. Faktor yang mempengaruhi kerja enzim papain
Ada beberapa hal yang mempengaruhi kerja enzim, yaitu :
a. konsentrasi enzim, enzim papain mempunyai kemampuan untuk
melunakkan dagimg dan mehidrolisis ikatan peptida dari protein.
Tingginya konsentrasi enzim yang digunakan akan mempengaruhi
banyaknya substrat yang dapat ditransformasi
b. konsentrasi substrat, Pada suatu reaksi enzimatik bila konsentrasi substrat
diperbesar, sedangkan kondisi lainnya tetap, maka kecepatan reaksi (v)
akan meningkat sampai suatu batas kecepatan maksimum (V). Pada titik
maksimum ini enzim telah jenuh dengan substrat
c. suhu, reaksi yang dikatalisenzim sangat peka terhadap suhu. Pada suhu
tinggi akan mengakibatkan daya kerja enzim menurun.
d. derajat keasaman (pH), enzim memiliki aktivitas maksimum pada suatu
kisaran pH tertentu
e. pengaruh aktivator dan inhibitor

E. Mekanisme Kerja Enzim Papain


Enzim papain merupakan enzim protease yang berfungsi untuk mengkatalis
reaksi pemecahan polipeptida pada protein dengan cara menghidrolisis ikatan
polipeptida menjadi senyawa. Senyawa yang lebih sederhana seperti dipeptida
dan asam amino. Pemecahan polipeptida pada daging akan mengakibatkan
daging menjadi lunak dan tidak keras, karena ikatan polipeptida pada daging
terhidrolisis menjadi senyawa yang sederhana.
ANALISIS KADAR PATI
Karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan
oksigen dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, dan 1 atom O. Definisi lain menyatakan
bahwa karbohidrat merupakan polihidroksi aldehid atau keton dan turunannya, atau zat yang
ketone
menghasilkan bahan-bahan tersebut ketika dihidrolisis.

aldehyde

Macam-macam karbohidrat, antara lain sebagai berikut:


1. Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena
tidak bisa dihidrolisis. Monosakarida larut dalam air dan rasanya manis, sehingga secara
umum disebut gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran osa. Dalam ilmu gizi, jenis
monosakarida yang penting yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
2. Oligosakarida
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul monosakarida yang
jumlahnya antara 2 s/d 8 molekul monosakarida, sehingga oligosakarida dapat berupa
disakarida, trisakarida, dll. Oligosakarida umumnya terdapat secara alami sebagai bagian
dari tanaman. Oligosakarida yang diproduksi secara massal pada saat ini adalah sukrosa,
laktosa dengan enzim dari bakteri.
3. Disakarida
Disakarida merupakan karbohidrat golongan oligosakarida yang penting bagi tubuh.
Disakarida terdiri dari 2 molekul monosakarida yang saling berikatan. Pada makanan,
disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa +
glukosa), dan laktosa (galaktosa + glukosa).

4. Polisakarida
Polisakarida merupakan senyawa karbohidrat kompleks yang mengandung lebih dari
60.000 molekul monosakarida. Polisakarida tersusun membentuk rantai lurus maupun
bercabang. Polisakarida rasanya tawar, tidak seperti monosakarida dan disakarida.
Fungsi utamanya adalah sebagai komponen struktural atau sebagai bentuk penyimpanan.
Contohnya yaitu amilum, selulosa, dan glikogen.
Adapun fungsi dari karbohidrat adalah sebagai berikut:
1. Sebagai sumber energi utama
Fungsi utamanya adalah sebagai penghasil energi untuk berbagai macam kebutuhan
dalam sel tubuh.
2. Bahan pembentuk senyawa kimia
Salah satu fungsi karbohidrat adalah sebagai senyawa antara (intermediates) dalam
dalam biosintesis bentuk-bentuk biokimia lainnya, seperti lemak dan protein.
3. Membantu proses metabolisme
Karbohidrat dapat berpartisipasi dalam transport biologis, aktivasi dalam pertumbuhan,
modulasi sistem kekebalan tubuh.
Pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang terdiri atas amilosa
dan amilopektin. Pati merupakan karbohidrat padat, putih, tidak berasa (C6H10O5)n yang
berbentuk butiran dalam biji, umbi, dan bagian lain dari tanaman, dan membentuk konstituen
penting dari beras, jagung, gandum, kacang-kacangan, kentang, dan banyak makanan nabati
lainnya. Definisi lain menyatakan bahwa pati merupakan cadangan makanan utama di
sebagian besar tanaman dan sebagian besar untuk asupan kalori harian manusia.
NB:
Modulasi adalah proses perubahan suatu gelombang sehingga dapat menjadi suatu sinyal
yang mampu membawa suatu informasi.
Monomer adalah struktur molekul yang dapat berikatan secara kimia dengan monomer
lainnya untuk menyusun molekul polimer yang panjang dan berulang-ulang.
Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang dan terbentuk dari monomer.
Amilosa adalah salah satu contoh dari polisakarida, polimer yang tersusun dari glukosa
sebagai monomernya.
Amilopektin adalah polisakarida yang tersusun dari monomer -glukosa.

Rumus Perhitungan % Kadar Pati

SiSo 100
KP= C 100 P
RiRo W
Keterangan: KP = % kadar pati (%)
Si = nilai absorbansi bahan pada volume ... (ml)
So = nilai absorbansi bahan pada volume 0 (ml)
Ri = nilai larutan pati pada volume ... (ml)
Ro = nilai larutan pati pada volume 0 (ml)
C = konsentrasi pati (ml)
W = berat basah (gr)
P = tetapan (0,85)

KROMATOGRAFI
Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan
distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam
(padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas). Bila fase diam berupa zat padat yang aktif,
maka dikenal istilah kromatografi penyerapan (adsorption chromatography). Bila fase diam
berupa zat cair, maka teknik ini disebut kromatografi pembagian (partition chromatography).
Pemisahan secara kromatografi, menempatkan senyawa-senyawa yang akan
dipisahkan pada fasa geraknya yang kemudian mengalir melalui suatu sistem stationer (fase
diam). Pemisahan yang terjadi dalam kromatografi dilaksanakan dengan memanipulasi sifat-
sifat dari senyawa yaitu: 1) Kecenderungan suatu molekul untuk larut dalam cairan
(kelarutan); 2) kecenderungan suatu molekul untuk bertaut dengan suatu serbuk padat
(absorbsi); 3) kecenderungan suatu molekul untuk menguap. Secara umum dapat dikatakan
bahwa kromatografi adalah proses migrasi diferensial dimana komponen-komponen sampel
ditahan secara selektif oleh fase diam. Sifat-sifat dari komponen penyusun senyawa tersebut
akan menentukan apakah komponen-komponen tersebut mampu bergerak atau tidak dalam
fase diamnya. Bila semua komponen-komponen yang ada tidak dapat bergerak dalam fase
diam, maka proses pemisahan tidak mungkin dapat berlangsung. Secara umum dapat
dikatakan bahwa kromatografi adalah proses migrasi diferensial dimana komponen-
komponen sampel ditahan secara selektif oleh fase diam.
Klasifikasi jenis kromatografi berdasarkan sistem geometrinya dapat dibagi menjadi:
1. Kromatografi kolom,
Dimana fase diamnya berupa pipa yang berbentuk kolom. Pada kromatografi kolom,
komponen yang akan dipisahkan bergerak bersama fase gerak melalui sebuah kolom
kemudian setiap komponen akan terpisahkan. Setiap komponen yang keluar dari kolom akan
masuk ke detektor untuk analisis kuantitatif.
2. Kromatografi Planar (Kromatografi lapis tipis),
Fase diamnya berupa film tipis dengan partikel padat yang terikat bersama melalui kekuatan
mekanik pada senyawa pengikat seperti kalsium sulfat.. Pada kromatografi planar, komponen
yang akan dipisahkan bergerak bersama fase gerak dalam sebuah bidang datar. Senyawa yang
bergerak berupa noda (spot) yang dapat dikenali. Posisi noda menunjukkan identitas suatu
komponen/senyawa, sedangkan besar atau intensitas noda menunjukkan konsentrasinya. Pada
kromatografi planar ini beberapa bercak komponen/senyawa dapat dipisahkan secara
bersamaan maupun dipisahkan dengan dua langkah, dimana langkah yang kedua tegak lurus
arahnya dengan langkah yang pertama. Cara ini dikenal dengan metode kromatografi dua
dimensi.
3. Kromatografi Kertas
Dalam kromatografi kertas, fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. Fase gerak
adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.

Secara umum penggolongan kromatografi didasarkan atas teknik: Kromatografi


kolom, kromatografi lapis tipis yang digambarkan pada tabel dibawah ini.
Fase Gerak Fase Diam Teknik Kromatografi
Gas Padat Gas-Padat
Cair Padat Kolom, Lapis Tipis, Kertas

Cair Cair Kolom, Lapis Tipis, Kertas

Gas Cair Gas Cair


Nilai Rf (Retordation Factor/ Rate of Flow)
Beberapa senyawa dalam campuran bergerak sejauh dengan jarak yang ditempuh pelarut;
beberapa lainnya tetap lebih dekat pada garis dasar. Jarak tempuh relative pada pelarut adalah
konstan untuk senyawa tertentu sepanjang anda menjaga segala sesuatunya tetap sama,
misalnya jenis kertas dan komposisi pelarut yang tepat. Jarak relative pada pelarut disebut
sebagai nilai Rf. Untuk setiap senyawa berlaku rumus sebagai berikut:
jarak yang ditempuh oleh senyawa
Rf = jarak yang ditempuh oleh pelarut

Faktor yang mempengaruhi nilai RF


1. Komposisi Pelarut
2. Suhu
3. Zat penyerap dan penampakan noda
4. Ukuran partikel dari bejana
5. Kertas
Pigmen-Pigmen Warna Pada Tumbuhan
1. Klorofil, merupakan kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat pada tumbuh-
tumbuhan,terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai
energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses-proses fokus. Pigmen klorofil berfungsi
pada tumbuhan untuk proses fotosintesis, memoles daun dan buah yang masih mentah
dengan warna hijau. Pigmen ini juga berfungsi sebagai anti-oksidan.
2. Karotenoid, merupakan pigmen penyebab warna merah, orange dan kuning pada
sayuran. Merupakan golongan pigmen yang larut dan terdapat pada semua jenis
tumbuhan mulai dari bakteri sederhana sampai yang berbuga kuning pada tumbuhan.
3. Antosianin, merupakan warna paling penting dalam tumbuhan, pigmen yang berwarna
kuat dan larutan air. Antosianin memberi warna merah, merah muda, ungu dan biru.
Karena sifat ion antosianin, intensitas dan warnanya tergantung pada pH. Pada larutan
asam, ada berbagai warna dari oranye-merah sampai ungu. Apabila pH mendekati 7
terbentuk semu basa yang tidak berwarna.

4. Xantofil, merupakan pigmen warna dengan biasanya berada bersama-sama dengan


klorofil yang bila jumlah hanya dominan akan tampak warna kuning pada tanaman dan
apabila klorofil yang tampak akan berwarna hijau.
ISOLASI DNA
Pengertian Asam Nukleat
Setiap organisme hidup memiliki materi genetik. Asam nukleat
merupakan salah satu makromolekul kompleks, berbobot molekul tinggi,
yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme
karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Asam nukleat sering
dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul
nukleotida.
Komponen Penyusun Asam Nukleat
Monomer asam nukelat adalah nukleotida yang diikat dengan ikatan
kovalen. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus
fosfat, gula pentosa, dan basa nukleotida atau basa nitrogen hetero siklik
(purin dan pirimidin).

Macam-Macam Asam Nukleat


1. Asam Deoksiribosa Nukleat (ADN/DNA)
Merupakan asam nukleat yang molekulnya terbentuk dari 2 untai
polinukleotida atau untai ganda.
2. Asam Ribosa Nukleat (ARN/RNA)
Merupakan asam nukleat yang tersusun dari molekul yang
merupakan hasil instruksi DNA yang disintesis melalui mekanisme
transkripsi DNA untuk selanjutnya ditransfer keluar dari inti sel,
masuk ke sitoplasma.
Perbedaan DNA dan RNA
DNA RNA
Letak Inti sel Sitoplasma
Bentuk Untai ganda Untai tunggal
Gula Deoksiribosa Ribosa
Ukuran Panjang Pendek
Basa Purin : Adenin, Purin : Adenin,
Nitrogen Guanin Guanin
Pirimidin : Timin, Pirimidin : Urasil,
Sitosin Sitosin
Fungsi Informasi genetik Sintesis protein

Isolasi DNA
Isolasi DNA merupakan tahapan pekerjaan awal yang harus dilakukan
dalam analisis DNA. Isolasi DNA adalah serangkaian proses pemisahan
molekul DNA dari molekul-molekul lain di inti sel. Prosedur ini memiliki
beberapa tujuan analisis, yaitu visualisasi DNA, peninjauan pola
fragmentasi DNA, pembuatan pustaka genomik, rekayasa gen, dan
amplifikasi DNA.
Macam-Macam Metode Isolasi DNA
1. Sederhana/Konvensional/Kitchen Preparation
Metode ini memanfaatkan bahan dapur (sabun cuci/deterjen) untuk
menggantikan bahan utama yang berfungsi untuk melisis sel,
ekstrak buah nanas sebagai sumber enzim protease dan garam
dapur.
2. Modern/CTAB (Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide)
Digunakan pada genom tanaman yang banyak mengandung
polifenol dan polisakarida. Disamping diperoleh fragmen DNA, juga
akan diperoleh RNA dengan pita tipis yang terletak jauh di bawah
pita DNA.

Manfaat Isolasi DNA


Isolasi DNA diperlukan untuk analisis genetik yang digunakan untuk
tujuan ilmiah, medis, atau forensik. Para ilmuwan menggunakan DNA di
sejumlah aplikasi, seperti pengenalan DNA dalam sel hewan atau
tanaman, atau untuk tujuan diagnostik. Dalam kaitannya dengan
pertanian, isolasi DNA bermanfaat untuk mengetahui keragaman genetik
sel tumbuhan, serta mengetahui kekerabatan suatu tanaman
berdasarkan kemiripan struktur DNA, sehingga dapat membantu dalam
penanganan penyisipan atau mutasi struktur DNA untuk mendapatkan
gen tahan atau unggul yang berguna bagi pertanian berlanjut.
BIOFUEL
Biofuel atau bahan bakar hayati adalah setiap bahan bakar baik padatan,
cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik.

II. Jenis Biofuel Dan Perbedaannya


a. Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang mengacu pada bahan
biologis yang berasal dari organisme yang belum lama mati (dibandingkan
dengan bahan bakar fosil). Sumber-sumberbiomassa yang paling umum adalah
bahan bakar kayu, limbah dan alkohol.
b. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi
dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan,
limbah domestik (rumah tangga), sambah biodegradable atau setiap limbah
organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.
c. Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak
nabati, turunan tumbuh-tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia seperti
kelapa sawit, kelapa, kemiri, jarak pagar, nyamplung, kapok, kacang tanah dan
masih banyak lagi tumbuh-tumbuhan yang dapat meproduksi bahan minyak
nabati.
d. Bioetanol adalah adalah bahan bakar paling dikenal baik sebaik biofuel dan
merupakan alkohol yang dihasilkan dari jagung, sorgum, kentang, gandum, tebu,
bahkan biomassa seperti batang jagung dan limbah sayuran. Hal ini biasanya
dicampur dengan bensin.

Kelebihan dan Kekurangan Biofuel


Kelebihan Biofuel
Biofuel merupakan sumber energi terbarukan, dikarenakan bahan bakar
ini diciptakan dari tanaman yang dapat tumbuh kembali setiap tahun. Biofuel
juga tidak memerlukan banyak perubahan (jika ada) di mobil dan tempat-tempat
lain untuk dimanfaatkan. Beberapa pihak menganggap penggunaan biofuel
sebagai karbon netral karena karbon yang dihasilkan saat membakar mereka
diimbangi oleh karbon dikonsumsi oleh tanaman dimana mereka berasal. Biofuel
dapat membantu mengurangi ketergantungan pada minyak asing, yang
berfluktuasi dalam harga dengan cepat. Biofuel dapat membantu sebagai buffer
terhadap perubahan harga minyak dunia.
Kekurangan Biofuel
Sementara sebagian orang menganggap penggunaan "karbon netral,"
namun mesin-mesin yang dugunakan untuk pertanian tanaman untuk biofuel
membuat emisi karbon, mesin ini juga biasanya tidak didukung oleh biofuel.
Penelitian menunjukkan meskipun fakta ini, bahwa biofuel membantu
mengurangi emisi karbon sebesar 50-60%. Salah pendapat utama pihak yang
kontra biofuel adalah bahwadengan menyisihkan lahan untuk tanaman biofuel
berarti berkurangnya lahan untuk produksi pangan. Beberapa negara asing telah
mengatakan bahwa itu tidak etis untuk menggunakan tanaman untuk biofuel
saat kelaparan global adalah masalah yang masih ada.

Proses transesterifikasi dalam pembuatan biofuel


Transesterifikasi adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida
yang besar, bercabang dari minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih
kecil, molekul rantai lurus, dan hampir sama dengan molekul dalam bahan bakar
diesel. Minyak nabati atau lemak hewani bereaksi dengan alkohol (biasanya
metanol) dengan bantuan katalis (biasanya basa) yang menghasilkan alkil ester
(atau untuk metanol, metil ester) (Knothe et al., 2005).

Perbedaan Esterifikasi dan Transesterifikasi


Esterifikasi adalah tahap konversi dari asam lemak bebas menjadi ester.
Esterifikasi mereaksikan minyak lemak dengan alkohol. Katalis-katalis yang
cocok adalah zat berkarakter asam kuat dan, karena ini, asam sulfat, asam
sulfonat organik atau resin penukar kation asam kuat merupakan katalis-katalis
yang biasa terpilih dalam praktek industrial (Soerawidjaja, 2006). Esterifikasi
biasa dilakukan untuk membuat biodiesel dari minyak berkadar asam lemak
bebas tinggi (berangka-asam 5 mg-KOH/g). Pada tahap ini, asam lemak bebas
akan dikonversikan menjadi metil ester. Tahap esterifikasi biasa diikuti dengan
tahap transesterfikasi.

Transesterifikasi (biasa disebut dengan alkoholisis) adalah tahap konversi


dari trigliserida (minyak nabati) menjadi alkyl ester, melalui reaksi dengan
alkohol, dan menghasilkan produk samping yaitu gliserol. Di antara alkohol-
alkohol monohidrik yang menjadi kandidat sumber/pemasok gugus alkil, metanol
adalah yang paling umum digunakan, karena harganya murah dan reaktifitasnya
paling tinggi (sehingga reaksi disebut metanolisis). Jadi, di sebagian besar dunia
ini, biodiesel praktis identik dengan ester metil asam-asam lemak (Fatty Acids
Metil Ester, FAME).

Rumus Biodiesel
V. Biodiesel= Tinggi biodiesel x Lamda total
Tinggi total
= 7,4 x 250 ml
8,4
= 220 ml

V. Endapan= Tinggi endapan x Lamda total


Tinggi total
= 1 x 250 ml
8,4
= 29,8 ml