Anda di halaman 1dari 73

01

M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SO
EV AL
EL SB
MPT

ekonomi
N

SET 1
Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

a. PenGeRtian iLmU ekonomi


Manusia merupakan makhluk yang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya. Namun
dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut, manusia terkendala pada persoalan di
mana alat pemuas kebutuhan yang tersedia jumlahnya terbatas. Keterbatasan alat pemuas
kebutuhan ini bukan berarti jumlahnya sedikit, namun kaitannya dengan kebutuhan
manusia yang tidak terbatas ini tidak berbanding lurus dengan ketersediaan jumlah alat
pemuas kebutuhan. Inilah yang menjadi pangkal pokok lahirnya ilmu ekonomi, yaitu
kelangkaan (scarcity). Dengan mempelajari ilmu ekonomi, manusia diharapkan mampu
memenuhi kebutuhannya yang terbatas itu. Ketika manusia telah berhasil memenuhi
kebutuhan yang beraneka ragam tersebut, maka manusia dapat dikatakan telah mencapai
kemakmuran karena telah merasakan adanya kepuasan dari alat pemuas yang ada.

Namun dalam rangka pemenuhan kebutuhan ini, manusia perlu melakukan suatu
tindakan yakni kegiatan memilih kebutuhan mana yang harus terlebih dahulu dipenuhi
sebab sumber daya yang ada sifatnya terbatas. Akibat banyaknya pilihan-pilihan yang
dihadapkan kepada manusia, maka akan timbul biaya kesempatan (opportunity cost) yaitu
biaya yang dikorbankan/hilang akibat manusia memilih alternatif yang dipilih.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu
untuk memilih karena ilmu ini mempelajari bagaimana perilaku manusia menentukan

1
pilihannya dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Selain itu, ada pula yang melahirkan
masalah inti ekonomi yang akhirnya menjadi acuan manusia dalam menentukan pilihan
terbaik yang harus dipilih. Masalah inti ekonomi tersebut adalah:
What: yaitu menentukan barang/jasa apa yang harus diproduksi serta berapa banyak
jumlahnya.
How: yaitu menentukan bagaimana manusia menentukan tingkat produksi serta
bagaimana mengelola faktor produksi yang sudah dimiliki.
For Whom: yaitu menentukan untuk siapa barang/jasa yang sudah diproduksi
tersebut.

SOAL LATIHAN

1. Masalah yang paling mendasar dalam ilmu ekonomi adalah . (SPMB 2002 Regional II
Kode Soal 331)
A. Menaikkan pendapatan orang miskin
B. Mencegah terjadinya kesenjangan sosial
C. Mencegah kenaikan harga
D. Keterbatasan sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia yang tidak
terbatas
E. Bagaimana menjadi orang kaya
Jawaban: e

2. Opportunity cost (biaya kesempatan) muncul dalam tiap aktivitas ekonomi, karena .
(UMPTN 1999 R-A)
1. Kuantitas sumber daya produksi terbatas
2. Kemampuan berproduksi mesin dibatasi umur penggunaannya
3. Hasrat manusia akan barang dan jasa tidak terbatas
4. Faktor produksi kapital dapat diperbaharui
Jawaban: B (1 dan 3 benar)

3. Masalah pemilihan (problem of choices) dalam kehidupan ekonomi tak akan mungkin
timbul manakala . (UMPTN 1997 R-A)
1. Jumlah barang yang dapat disediakan untuk memenuhi kebutuhan tak terbatas
jumlahnya
2. Tak ada kelangkaan (scarcity)
3. Keinginan manusia atas barang dan jasa dapat ditentukan
4. Sumber daya yang tersedia secara potensial cukup banyak
Jawaban: e (semua benar)

2
B. Sistem dan Mazhab Ekonomi
Setiap negara di dunia mempunyai cara yang berbeda dalam memecahkan masalah
ekonomi yang terjadi. Perbedaan tersebut melahirkan sistem ekonomi, yakni suatu
tatanan yang dianut negara dalam menyelesaikan permasalahan. Berikut adalah jenis-
jenis sistem ekonomi:
1. Sistem Ekonomi Tradisional dengan ciri-ciri:
Kegiatan ekonomi dilakukan untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari
Masih menggunakan sistem barter
Mengandalkan tanah sebagai sumber kemakmuran dan kehidupan
2. Sistem Ekonomi Komando dengan ciri-ciri:
Perekonomian sepenuhnya diatur oleh pemerintah
Sumber produksi dikuasai negara
Tidak berkembangnya potensi dan kreativitas individu
3. Sistem Ekonomi Pasar Bebas dengan ciri-ciri:
Perekonomian diserahkan kegiatannya kepada masyarakat
Adanya persaingan antarpengusaha/individu
Dapat menimbulkan ekploitasi

Selain sistem ekonomi, dikenal juga berbagai mazhab atau aliran ilmu ekonomi yang juga
menjadi bagian dari dasar ilmu ekonomi. Beberapa mazhab yang dikenal ialah sebagai
berikut:
1. Mazhab merkantilisme yang berpendapat bahwa emas dan perak merupakan komoditi
kekayaan suatu negara. Tokoh yang terkenal dari aliran ini adalah Jean Baptist Colbert
(1619-1683).
2. Mazhab fisiokrat yang menekankan pada pentingnya kekuatan alam. Tokoh yang
terkenal ialah Francois Quesnay yang dikenal dengan bukunya yang berjudul Tableau
Economique.
3. Mazhab klasik yang berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi akan berlangsung
dengan interaksi antara akumulasi modal dan pembagian kerja. Klasik menganjurkan
liberalisme dan kebebasan ilmiah sehingga aliran ini menolak adanya campur tangan
pemerintah dan mendukung perdagangan bebas. Tokoh yang terkenal ialah David
Hume dan Adam Smith.
4. Mazhab sosialis yang muncul sebagai reaksi terjadinya revolusi industri di Inggris.
5. Mazhab neo klasik yang berpendapat bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh
manfaat dari barang yang dibeli bukan berdasarkan nilai tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk menghasilkan barang tersebut.
6. Mazhab Keynes dengan tokoh John Maynard Keynes beserta bukunya yang berjudul
The General Theory of Employment, Interest and Money. Keynes berpendapat pentingnya
peran pemerintah dalam perekonomian terutama ketika menghadapi krisis.

3
SOAL LATIHAN

1. Adam Smith menekankan persoalan-persoalan ekonomi dapat diselesaikan secara efisien


melalui . (UMPTN 2000 R-A)
A. Ekonomi terpimpin
B. Harga
C. Adat istiadat
D. Campur tangan pemerintah
E. Terselesaikan dengan sendirinya
Jawaban: e

2. Sistem perekonomian pasar bebas bersumber dari perekonomian liberal.


SEBAB
Ciri perekonomian liberal adalah alat-alat produksi bebas dimiliki dan digunakan oleh
warga negara. (UMPTN 2000 R-A)
Jawaban: B (Pernyatan Benar, alasan Benar, tidak saling berhubungan)

3. Dalam sistem ekonomi kapitalis, cara yang dipakai dalam penyelesaian persoalan tentang
barang apa yang akan diproduksi, bagaimana barang tersebut diproduksi, dan siapa yang
akan mengkonsumsinya, dilakukan melalui . (SNMPTN 2011 kode soal 993)
A. Keputusan produsen
B. Keputusan pemerintah
C. Mekanisme pasar
D. Kesepakatan pemerintah dan swasta
E. Kesepakatan produsen dan serikat pekerja
Jawaban: C

4
02
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SO
EV AL
EL SB
MPT

ekonomi
N

SET 2
Mekanisme Pasar 1

a. PerMInTaan
Permintaan adalah jumlah barang yang diminta konsumen pada tingkat harga
tertentu. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa setidaknya ada dua variabel yang
mempengaruhi permintaan, yaitu jumlah barang (Qd) dan harga (Pd). Hukum permintaan:
Jika harga barang atau jasa semakin rendah maka jumlah barang yang diminta cenderung
meningkat, sebaliknya jika harga barang atau jasa semakin tinggi maka jumlah barang
yang diminta cenderung menurun. Hukum ini berlaku ceteris paribus yang berarti faktor
lain dianggap tetap atau konstan. Berdasarkan hal tersebut, fungsi permintaan dapat
dirumuskan sebagai berikut:

Qd = a bPd Qd : jumlah barang yang diminta


Pd : harga barang per unit yang diminta

Dari persamaan tersebut dapat digambarkan kurva permintaan sebagai berikut:


P
30

20

10

0 1 2 3 4 5 Q

5
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan, yaitu:
Harga barang itu sendiri
Harga barang lain yang terkait
Tingkat pendapatan
Selera atau kebiasaaan

B. Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang yang ditawarkan produsen pada tingkat harga
tertentu. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa setidaknya ada dua variabel yang
mempengaruhi penawaran, yaitu jumlah barang (Qs) dan harga (Ps). Hukum penawaran:
Jika harga barang atau jasa semakin rendah maka jumlah barang yang ditawarkan
cenderung menurun, sebaliknya jika harga barang atau jasa semakin tinggi maka
jumlah barang yang ditawarkan cenderung meningkat. Hukum ini berlaku ceteris paribus
yang berarti faktor lain dianggap tetap atau konstan. Berdasarkan hal tersebut, fungsi
permintaan dapat dirumuskan sebagai berikut:

Qs = c + dPs Qs : jumlah barang yang ditawarkan


Ps : harga barang per unit yang ditawarkan

Dari persamaan tersebut dapat digambarkan kurva permintaan sebagai berikut:


P
30

20

10

0 1 2 3 4 5 Q

Ada beberapa faktor yang memengaruhi permintaan, yaitu:


Harga barang itu sendiri
Harga barang lain yang terkait
Teknologi produksi
Biaya Produksi

6
SOAL LATIHAN

1. Kalau P adalah harga, Q adalah jumlah barang, dan hubungan fungsional antara P dan Q
adalah P bQ + a = 0, maka . (UMPTN 2001 R-B kode 160)
1. Fungsi tersebut merupakan fungsi permintaan
2. Fungsi tersebut merupakan fungsi penawaran
3. Bentuk kurvanya turun miring dari kiri ke kanan bawah
4. Bentuk kurvanya naik miring dari kiri ke kanan atas
Jawaban: C (2 dan 4 benar)

2. Kurva penawaran menggambarkan banyaknya jumlah barang yang . (SPMB 2002 R-1
kode soal 131)
A. Ditawarkan pada berbagai tingkat permintaan
B. Tersedia pada berbagai tingkat permintaan
C. Ditawarkan pada berbagai tingkat pendapatan
D. Diminta pada berbagai tingkat harga
E. Ditawarkan pada berbagai tingkat harga
Jawaban: e

3. Hukum permintaan menyatakan bahwa apabila harga turun, maka . (SPMB 2004 R-II
kode soal 261)
A. Permintaan akan naik
B. Jumlah barang yang diminta akan turun
C. Permintaan akan turun
D. Jumlah barang yang diminta naik
E. Permintaan dan jumlah barang diminta naik
Jawaban: a

4. Lima faktor berikut memengaruhi permintaan suatu barang:


1. Harga barang yang bersangkutan
2. Harga barang substitusi
3. Harga barang komplementer
4. Pendapatan konsumen
5. Selera konsumen
Jika barang tersebut barang normal (normal goods) yang berpengaruh positif adalah
faktor . (SNMPTN 2011 kode soal 455)
A. 3, 4, dan 5
B. 1, 2, dan 3

7
C. 2, 3, dan 4
D. 2, 4, dan 5
E. 1, 4, dan 5
Jawaban: D

5. Faktor yang menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap mobil hemat energi


adalah . (SNMPTN 2011 kode soal 475)
1. Harga mobil naik
2. Ekspektasi pendapatan di masa depan yang lebih tinggi
3. Ditemukannya teknologi baru untuk membuat mobil hemat energi
4. Kenaikan harga bahan bakar
Jawaban: D (4 saja yang benar)

8
03
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SO
EV AL
EL SB
MPT

ekonomi
N

SET 3
Mekanisme Pasar 2

a. keseimBangan Pasar
Setelah mempelajari tentang konsep dasar permintaan dan penawaran, maka selanjutnya
adalah keseimbangan pasar atau equilibrium. Keseimbangan pasar merupakan suatu
keadaan di mana produsen (penawaran) dan konsumen (permintaan) sepakat dengan
harga dan jumlah barang yang diminta dan/atau ditawarkan. Dengan kata lain,
keseimbangan pasar dapat tercapai dengan keadaan:

Qd = Qs atau Pd = Ps

P
S
30

20 E

10

D
0 1 2 3 4 5 Q

9
B. Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Kurva permintaan dapat bergerak dan bergeser. Pergerakan kurva disebabkan oleh
perubahan harga barang yang bersangkutan. Sementara pergeseran kurva disebabkan
oleh perubahan faktor lain selain perubahan harga barang yang bersangkutan. Misalnya
perubahan pendapatan, perubahan harga barang lain, perubahan selera, dan lain
sebagainya. Sebagai contoh dapat dilihat pada kurva berikut ini:

b
30

a
20

10

0 1 2 3 4 Q

Pergerakan a b disebut kurva permintaan bergeser sebab terjadi perubahan harga


barang yang bersangkutan. Kesimpulannya, jika harga barang yang bersangkutan
berubah (naik atau turun) maka hal itu menyebabkan kurva bergerak. Pergerakan a ke b
disebabkan oleh naiknya harga barang sehingga menyebabkan turunnya jumlah barang
yang diminta.

30

20

10
D2
D1
0 1 2 3 4 Q

10
Pergeseran D1 D2 disebut kurva permintaan bergeser disebabkan perubahan
pendapatan, dalam hal ini pendapatan masyarakat diasumsikan naik. Kenaikan
pendapatan menyebabkan daya beli masyarakat naik sehingga menyebabkan naiknya
jumlah barang yang diminta dan memicu kenaikan harga barang.

C. Pergerakan dan Pergeseran Kurva Penawaran


Sama halnya dengan kurva permintaan, pergeseran dan pergerakan dapat juga terjadi
pada kurva penawaran. Pergerakan kurva penawaran disebabkan oleh perubahan harga
barang yang ditawarkan. Sementara pergeseran kurva penawaran disebabkan oleh
perbuahan faktor lain selain perubahan harga barang yang bersangkutan. Misalnya
perubahan biaya produksi, perubahan tingkat teknologi yang digunakan, dan lain
sebagainya.
P
S1
30 d
S2

c
20
cc

10

0 1 2 3 4 5 Q

Pergerakan kurva penawaran dari c ke d disebabkan oleh naiknya harga barang yang
ditawarkan. Sementara pergeseran dari c ke cc (S1 ke S2) disebabkan oleh turunnya
biaya produksi sehingga menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan meningkat dan
turunnya harga barang.

11
SOAL LATIHAN

1. Bila fungsi permintaan dan penawmaran suatu barang adalah P + 0,5Q = 14 dan P 1,5Q
= 4 di mana P= harga dalam satuan rupiah dan Q= kuantitas barang dalam satuan unit.
Maka keseimbangan pasar terjadi pada saat . (UMPTN 2001 R-A kode soal 560)
A. Harga 5 satuan rupiah dan kuantitas 11,5 unit
B. Harga 11,5 satuan rupiah dan kuantitas 5 unit
C. Harga 5 satuan rupiah dan kuantitas 11 unit
D. Harga 11 satuan rupiah dan kuantitas 5 unit
E. Harga 11 satuan rupiah dan kuantitas 4 unit
Jawaban: B

2. Ketika penawaran dan permintaan mengalami peningkatan namun peningkatan


penawaran lebih besar dari peningkatan permintaan, maka harga keseimbangan .
(SPMB 2006 R-II kode soal 631)
A. Meningkat dan kuantitas meningkat
B. Menurun dan kuantitas meningkat
C. Meningkat dan kuantitas menurun
D. Menurun dan kuantitas menurun
E. Dan kuantitas tidak berubah
Jawaban: B

3. Kurva permintaan yang merupakan garis horizontal menggambarkan bahwa jumlah


barang yang diminta tidak dipengaruhi oleh harga barang yang bersangkutan.
SEBAB
Perubahan harga barang akan mengubah permintaan. (SPMB 2006 R-I kode soal 430)
Jawaban: B ( Pernyataan dan alasan Benar namun tidak berhubungan)

4. Bahaya tsunami yang mengancam beberapa kota di Indonesia yang rawan gempa
bumi telah membuat masyarakat memutuskan untuk pindah ke daerah yang lebih
aman sehingga banyak orang menjual rumah mereka. Penyebab kondisi tersebut akan
mengganggu keseimbangan pasar rumah di daerah asal adalah . (SNMPTN 2011 kode
soal 955)
A. Permintaan rumah turun dan harga naik
B. Permintaan rumah turun dan harga turun
C. Permintaan rumah meningkat dan harga turun
D. Penawaran rumah turun dan harga turun
E. Penawaran rumah meningkat dan harga turun
Jawaban: e

12
5. Kenaikan selera masyarakat terhadap suatu barang dan perbaikan cara memproduksi
barang tersebut akan memengaruhi pasar. Pengaruh tersebut dicerminkan oleh kurva
permintaan . (SNMPTN 2012 kode soal 742)
A. Bergeser ke kanan dan kurva penawaran bergeser ke kanan
B. Bergeser ke kanan dan kurva penawaran bergeser ke kiri
C. Bergeser ke kiri dan kurva penawaran bergeser ke kanan
D. Bergeser ke kiri dan kurva penawaran bergeser ke kiri
E. Bergeser ke kiri dan kurva penawaran tetap
Jawaban: C

13
04
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SO
EV AL
EL SB
MPT

ekonomi
N

SET 4
Kegiatan Ekonomi

A. TEORI PRODUKSI
Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang terdiri dari produksi, distribusi, dan konsumsi.
Dalam hal ini, yang akan banyak dibahas ialah kegiatan produksi dan konsumsi. Produksi
adalah kegiatan manusia menghasilkan atau menambah nilai guna barang/jasa dengan
tujuan untuk memperoleh tingkat produksi maksimum dengan biaya tertentu atau
produksi tertentu dengan biaya minimum (prinsip ekonomi). Dalam berproduksi,
produsen memerlukan faktor produksi yang terdiri atas Alam, Tenaga Kerja, Modal, dan
Skill Pengusaha. Teori produksi ini juga melahirkan sebuah hukum The Law of Deminishing
Return yang dikemukakan oleh David Ricardo.

Dalam melaksanakan kegiatan produksi, seorang produsen bertujuan juga untuk


mencapai keuntungan. Namun untuk mencapai keuntungan tersebut, produsen perlu
mengombinasikan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang ingin dicapai. Dari hal
tersebut maka akan dicapai keseimbangan produsen yang akan terjadi ketika kurva
isoquant bersinggungan dengan kurva isocost. (Penjabaran kurva ditekankan ketika
proses belajar)

B. TEORI KONSUMSI
Konsumsi adalah kegiatan manusia menghabiskan atau menggunakan nilai barang/
jasa. Adapun tujuan konsumen menggunakan barang/jasa ini yaitu dilihat dari dua teori,
yakni:

13
1. Teori perilaku konsumen yang menyatakan bahwa konsumen mengkonsumsi barang
untuk mencapai kepuasan maksimum.
2. Teori kardinal yang menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal
dengan satuan ukuran kegunaan (utility) adalah util.
3. Teori ordinal menyatakan bahwa kegunaan tidak dapat dihitung, hanya dapat
dibandingkan. Teori ini melahirkan kurva indifference dan kurva garis anggaran
(budget line). Ketika kurva indifference bersinggungan dengan kurva isocost, maka
akan dicapai keseimbangan konsumen. (Penjabaran kurva ditekankan ketika proses
belajar)

SOAL LATIHAN

1. Prinsip ekonomi bagi produsen adalah cara-cara mencapai . (SNMPTN 2011 KODE
SOAL 993)
A. Output maksimum
B. Biaya minimum
C. Output maksimum dengan biaya minimum
D. Output tertentu dengan biaya minimum
E. Output maksimum dengan biaya marginal
Jawaban: D

2. Terjadinya the law of diminishing return dalam fungsi produksi dapat disebabkan oleh .
(SNMPTN 2013 kode soal 943)
A. Bertambahnya satu macam input variabel yang digunakan, sedangkan input lainnya
tetap
B. Bertambahnya semua macam input variabel yang digunakan
C. Total produksi sudah mencapai maksimal dan mulai menurun
D. Berlakunya decreasing return to scale karena adanya tambahan input tetap
E. Terjadinya penurunan input marginal dan total output
Jawaban: A

3. Ciri-ciri kurva isoquant adalah . (SBMPTN 2013 kode 347)


1. Menunjukkan jumlah produksi sama dari berbagai kemungkinan biaya produksi
2. Cembung ke arah titik nol
3. Menunjukkan korelasi antara jumlah tenaga kerja dan jumlah barang yang diproduksi
(output)
4. Kurvanya tidak saling berpotongan
Jawaban: E (Benar semua)

14
4. Berikut ini adalah ciri-ciri kurva indiferensi (indifference curve), kecuali . (SBMPTN 2013
kode soal 240)
A. Kurva yang berada di sebelah kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih
tinggi.
B. Tidak saling berpotongan.
C. Memberikan tingkat kepuasan yang sama dari mengonsumsi satu barang tertentu.
D. Cembung ke arah titik origin/nol.
E. Menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
Jawaban: C

5. Bentuk kurva marginal utility umumnya bergerak menurun dari kiri atas ke kanan bawah
SEBAB
Marginal utility menunjukkan berapa kepuasan bertambah karena pertambahan sejumlah
barang yang dikonsumsi. (SBMPTN 2013 kode soal 444)
Jawaban: E (Pernyataan dan Alasan Salah)

6. Keseimbangan konsumen tercapai pada saat garis anggaran bersinggungan dengan


kurva indiferensi.
SEBAB
Pada titik persinggungan tersebut, jumlah dana yang dibelanjakan paling sedikit
dibandingkan dengan jumlah belanja pada titik-titik yang lain. (SBMPTN 2013 kode soal
145)
Jawaban: C (Pernyataan Benar, Alasan Salah)

15
05
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SO
EV AL
EL SB
MPT

ekonomi
N

SET 5
Biaya, Penerimaan, dan Rugi - Laba

a. Komponen BiaYa proDuKsi


Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan atau dikorbankan produsen untuk
menghasilkan barang dan jasa. Adapun komponen biaya produksi ialah sebagai berikut:
TC = FC + VC
Ket:
TC : Total Cost
FC : Fixed Cost, biaya yang besarnya tidak berubah untuk periode tertentu
VC : Variable Cost, biaya yang besarnya berubah tergantung besar kecilnya produksi

AC = TC/Q
Ket:
AC : Average Cost (Biaya Rata-Rata)

AFC = FC/Q
Ket:
AFC : Average Fixed Cost (Biaya Tetap Rata-Rata)

AVC = VC/Q
Ket:
AVC : Average Variable Cost (Biaya Variable Rata-Rata)

17
MC = TC/Q atau MC = TC
Ket:
MC : Marginal Cost (Biaya Batas)
TC : TC2 TC1
Q : Q2 Q1

B. Komponen Penerimaan
Setelah produsen menghasilkan barang, selanjutnya barang tersebut akan dijual kepada
konsumen. Jumlah barang yang terjual oleh produsen merupakan penerimaan produsen
setelah dikalikan dengan harga barang yang dijual. Hal tersebut dapat digambarkan
dengan fungsi sebagai berikut:
TR = P Q
Ket:
TR: Total Revenue, penerimaan total yang diterima produsen
P: Price (Harga)
Q: Quantity (Jumlah barang)

AR = TR/Q
Ket:
AR: Average Revenue (penerimaan rata-rata)

MR = TR/Q atau MR = TR
Ket:
MR: Marginal Revenue (Penerimaan Batas)
TR: TR2 TR1
Q: Q2 Q1

C. Konsep Rugi Laba


Menyandingkan konsep biaya dengan penerimaan akan menghasilkan konsep laba
rugi. Laba merupakan keadaan di mana pendapatan yang diterima lebih besar dari
biaya yang dikeluarkan. Sedangkan rugi merupakan keadaan di mana pendapatan yang
diterima lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan. Ketika penerimaan sama dengan biaya
yang dikeluarkan, maka produsen mengalami kondisi titik impas. Untuk memudahkan,
perhatikan fungsi berikut:
TR > TC Laba
TR < TC Rugi
TR = TC Titik Impas atau TR TC = 0
MR = MC Laba Maksimum, di mana produsen pada kondisi output tertentu
memperoleh laba tertinggi yang bisa diperolehnya.

18
SOAL LATIHAN

1. Fungsi produksi adalah suatu pernyataan yang menerangkan hubungan antara .


(SNMPTN 2012 kode soal 743)
A. Faktor produksi dan produksi yang dihasilkan
B. Faktor produksi dan biaya produksi
C. Tingkat produksi dan biaya produksi
D. Faktor produksi dan produksi marginal
E. Biaya marginal dan produksi marginal
Jawaban: a

2. Biaya variabel suatu firma diketahui sebesar Rp100.000,00 pada suatu output yang
dihasilkan sebanyak 5 unit. Jika biaya tetap sebesar Rp40.000,00 maka biaya total rata-rata
untuk menghasilkan output sebanyak itu adalah . (SPMB 2007 R-III kode soal 661)
A. Rp12.000,00
B. Rp20.000,00
C. Rp28.000,00
D. Rp140.000,00
E. Rp60.000,00
Jawaban: C

3. Pada saat harga Rp68,00 maka jumlah barang yang diminta sebanyak 3 kg. Sedang
bila turun menjadi Rp56,00 maka jumlah barang yang diminta naik menjadi 6 kg. Bila
diketahui fungsi biaya total sebesar: 2Q2 + 5Q + 32, maka profit maksimum akan terjadi
ketika output sebanyak . (SPMB 2004 R-I kode soal 161)
A. 4 kg
B. 6 kg
C. 6,25 kg
D. 6,5 kg
E. 8 kg
Jawaban: C

4. Bila diketahui fungsi biaya TC = 3Q2 12Q + 2, maka fungsi MC yang bersesuaian adalah
. (SNMPTN 2012 kode soal 444)
A. MC = 3Q2 12Q
B. MC = 3Q 12 + 2/Q
C. MC = 6Q 12

19
D. MC = 2 12 Q
E. MC = 6Q + 2
Jawaban: C

5. Pada saat kurva Marginal Cost (MC) memotong kurva Average Variable Cost (AVC), maka
. (SBMPTN 2013 kode soal 444)
1. Average Cost (AC) turun
2. MC = AVC
3. MC naik
4. AVC naik
Jawaban: A (1, 2, dan 3 Benar)

20
06
M
AD ATER
VA I DA
NC N

ekonomi
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 6
Bentuk-bentuk Pasar

A. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Dalam
era modern seperti sekarang ini, pasar tidak hanya identik dengan tempat yang nyata
namun ketika penjual dan pembeli melakukan transaksi walaupun mereka tidak bertemu,
hal tersebut sudah dapat dikatakan terjadinya pasar. Dilihat dari segi organisasinya, pasar
dibagi menjadi beberapa bagian yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopolistik,
pasar oligopoli, dan pasar monopoli.

Pasar persaingan sempurna memiliki ciri sebagai berikut:


a. Jumlah penjual dan pembeli banyak
b. Barang yang diperjualbelikan sifatnya homogen
c. Bebas keluar-masuk pasar
d. Harga tidak dapat dipengaruhi
e. Semua pihak mengetahui informasi pasar secara sempurna

Adapun bentuk dari kurva pasar persaingan sempurna ialah sebagai berikut:
P

Q
O

1
Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan berada dalam keseimbangan yaitu:
a. Berproduksi saat VC = TR atau AVC = P, apabila AVC lebih kecil daripada harga maka
sebaiknya produksi berhenti.
b. Berproduksi ketika MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum.

B. PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK


Pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri yakni:
a. Dalam industri terdapat banyak perusahaan
b. Produk yang dihasilkan homogen namun terdiferensiasi
c. Ada merk produk yang mendominasi pasar
d. Produk yang dihasilkan dapat saling menggantikan
e. Kurva permintaan yang dihadapi sangat landai
f. Konsumen memiliki kebebasan memilih produk

C. PASAR OLIGOPOLI
Ciri-ciri pasar oligopoli ialah:
a. Antara satu produsen dengan produsen lainnya saling tergantung
b. Konsumen kurang memiliki pilihan
c. Hanya ada beberapa produsen yang membuat produk
d. Pasar tidak begitu luas

D. PASAR MONOPOLI
Ciri-ciri pasar monopoli ialah:
a. Produsen menetapkan sendiri harga barang
b. Konsumen tidak memiliki pilihan
c. Hanya ada satu produsen yang menghasilkan barang
d. Tidak ada barang yang dapat menggantikan

LATIHAN SOAL

1. Perusahaan dalam pasar persaingan sempurna tidak dapat menentukan harga (price
taker)
SEBAB
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan dihasilkan
barang homogen. (SPMB 2003 R-1 kode 731)
Jawaban: A (Pernyataan benar, alasan benar, saling berhubungan)

2
2. Dalam pasar persaingan sempurna kurva permintaan aliran berbentuk garis . (SPMB
2002 R-III Kode 731)
A. Cekung terhadap titik ordinat bergerak dari kiri atas ke kanan bawah
B. Cembung terhadap titik ordinat bergerak dari kiri atas ke kanan bawah
C. Lurus dengan sudut 45 derajat bergerak dari titik ordinat ke kanan atas
D. Lurus sejajar dengan sumbu vertikal
E. Lurus sejajar dengan sumbu horizontal
Jawaban: E

3. Kelemahan dari pasar persaingan sempurna adalah . (SPMB 2002 R-III Kode 731)
1) Tidak mendorong adanya inovasi
2) Tidak seorang pun dapat menentukan harga
3) Membatasi pilihan konsumen
4) Tidak seorang pun mempunyai kekuasaan menentukan corak pengalokasiannya
Jawaban: C (2 dan 4 benar)

4. Pasar monopolistis mengandung pengertian bahwa . (SPMB 2004 R-1 kode 462)
A. Situasi pasar persaingan yang didasarkan pada produksi barang yang bermacam-
macam
B. Ada sangat banyak perusahaan yang menghasilkan produk yang sama
C. Ada banyak perusahaan yang memproduksi bermacam-macam barang
D. Ada beberapa perusahaan yang menghasilkan produk yang sama
E. Hanya satu perusahaan yang menghasilkan satu produk barang
Jawaban: C

5. Suatu perusahaan bisa menjadi monopoli apabila .


1) Memperoleh hak paten
2) Menguasai sebagian besar bahan baku utama dalam memproduksi suatu barang
3) Memiliki kemampuan dan pengetahuan khusus sehingga berproduksi sangat
efisien
4) Berproduksi dalam tingkat output diaman MR = MC
Jawaban: A (1, 2, dan 3 benar)

3
07 M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN

ekonomi
-X
II S
MA

SET 7
Pasar Faktor Produksi dan Teori Koperasi

a. FaKTor ProDUKsi
Faktor produksi merupakan sumber daya yang diperlukan oleh produsen untuk
menghasilkan barang atau jasa. Faktor produksi terbagi dua yaitu faktor produksi asli dan
turunan. Faktor produksi asli yaitu tanah/alam dan tenaga kerja sementara faktor produksi
turunan yaitu modal dan skill/keterampilan. Berikut ini digambarkan arus faktor produksi
atau yang lazim disebut circular flow diagram.

a. Arus Faktor Produksi (Tanah, Tenaga Kerja, Modal, Skill)

b. Sewa, Upah, Bunga, Laba

Rumah Tangga Perusahaan

c. Sewa, Upah, Bunga, Laba

d. Sewa, Upah, Bunga, Laba

1
Adapun beberapa teori yang berkaitan dengan pasar faktor produksi. Teori tersebut
ialah:
a. Teori Bunga Tanah
Menurut David Ricardo tinggi rendahnya bunga tanah/sewa akan ditentukan oleh
kesuburan tanah. Sementara menurut Von Thunen, tinggi rendahnya bunga tanah/
sewa selain ditentukan oleh kesuburan tanah juga ditentukan oleh jauh dekatnya
letak tanah dengan pasar.

b. Pasar Tenaga Kerja


Menurut David Ricardo besarnya upah buruh ditentukan oleh besarnya biaya hidup
minimum buruh beserta keluarganya. Sementara menurut F. Lassale besarnya upah
buruh ditentukan oleh biaya hidup minimum buruh sebab produsen atau pengusaha
cenderung menekan hidup buruh demi mendapatkan keuntungan.

c. Teori Pasar Modal


Menurut J. B. Say bunga modal merupakan kontra-prestasi sebab modal tersebut
didapatkan untuk menghasilkan barang/jasa. Sementara menurut J. M. Keynes bunga
modal merupakan balas jasa karena pemiliknya telah mengorbankan likuiditasnya
yakni kemampuan untuk mengadakan pembayaran.

d. Teori Laba Pengusaha


Menurut J. Schumpeter laba pengusaha merupakan balas jasa karena kemampuan
pengusaha dalam melakukan inovasi baru dalam proses produksi.

B. Teori Koperasi
Dalam Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang pengkoperasian dalam pasal 1
disebutkan bahwa: Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang
atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Landasan idiil koperasi ialah Pancasila dan landasan strukturalnya ialah UUD 1945.

Koperasi dikelola oleh pengurus koperasi dan para anggotanya. Keanggotaan koperasi
dapat diperoleh dan diakhiri sesuai dengan Anggaran Dasar Koperasi. Keanggotaan
koperasi tidak dapat dipindahtangankan kecuali anggota koperasi tersebut meninggal
dunia maka keanggotaannya dapat diteruskan oleh ahli waris yang memenuhi syarat
Anggaran Dasar. Berikut adalah struktur organisasi koperasi:

2
Rapat Anggota

Badan Pengurus Badan Pengawas

Manajer

Karyawan Karyawan Karyawan

LATIHAN SOAL

1. Pernyataan berikut ini yang tidak termasuk faktor produksi adalah . (SPMB 2006 R-III
kode 531)
A. Sebuah buldoser yang dimiliki oleh perusahaan
B. Uang senilai 2 miliar rupiah dalam tabungan suatu perusahaan
C. Pekerja suatu perusahaan
D. Gedung pabrik dan perlengkapan
E. Alat transportasi dan komputer
Jawaban: B

2. Produsen selalu berusaha untuk menggunakan faktor produksi dengan efisien untuk
memaksimalkan keuntungan.
seBaB
Pemilik faktor produksi berusaha untuk menyediakan faktor produksi dengan
memaksimalkan harga. (SPMB 2006 R-III kode 730)
Jawaban: D (Pernyataan salah, alasan benar)

3. Dalam kenyataan, faktor yang melemahkan Teori Malthus tentang perkembangan


produksi seperti deret hitung adalah adanya . (SPMB 2007 kode 160)
1) Peningkatan produksi pangan
2) Pengendalian pertumbuhan penduduk
3) Perkembangan industri
4) Penanggulangan pencemaran lingkungan
Jawaban: B (2 dan 4 benar)

3
4. Rapat anggota koperasi merupakan kekuasaan tertinggi dalam badan usaha koperasi.
SEBAB
Dalam rapat anggota koperasi terutama menentukan personil manajer yang sangat
menentukan jalannya usaha koperasi. (SPMB 2006 R-III kode 531)
Jawaban: C (Pernyataan benar, alasan salah)

5. Koperasi dipandang sebagai badan usaha yang sesuai dengan demokrasi ekonomi karena
. (SNMPTN 2008 kode 203)
A. Sesuai dengan jati diri koperasi
B. Memberi kesempatan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya
C. Melaksanakan ketentuan Undang-undang 1945
D. Memberikan kesempatan setiap anggota untuk mengembangkan usaha sebesar-
besarnya
E. Pendidikan koperasi untuk anggota, dimodali anggota, diawali anggota untuk
memenuhi kebutuhan anggota
Jawaban: C

4
08
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X

ekonomi
II S
MA

SET 8
Pendapatan Nasional 1

A. PENDEKATAN PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL


Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor
produksi/masyarakat suatu negara dalam kurun waktu tertentu atas penyerahan faktor
produksi. Manfaat menghitung pendapatan nasional ialah:
a. Mengetahui struktur perekonomian suatu negara
b. Mengetahui perkembangan perekonomian dari tahun ke tahun
c. Mengetahui tingkat kemakmuran masyarakat suatu negara
d. Pedoman pemerintah dalam pengambilan keputusan
Dalam menghitung pendapatan nasional, ada beberapa pendekatan penghitungan
yang dapat dilakukan. Pendekatan tersebut ialah sebagai berikut:

a. Pendekatan Produksi
Pendekatan ini menghitung seluruh nilai tambah dari barang/jasa yang dihasilkan
dalam suatu sektor tertentu.

b. Pendekatan Pendapatan
Pendekatan ini menghitung seluruh balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor
produksi akibat dari penyerahan faktor produksi kepada produsen.

1
c. Pendekatan Pengeluaran
Pendekatan ini menghitung seluruh pengeluaran yang dikeluarkan oleh rumah
tangga seperti konsumsi masyarakat, investasi pengusaha, pengeluaran pemerintah,
dan selisih ekspor-impor atau sektor rumah tangga luar negeri.

B. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL


a. GDP (Gross Domestic Product) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu jumlah
seluruh produk yang dihasilkan oleh masyarakat suatu negara termasuk produk
yang dihasilkan oleh masyarakat asing yang tinggal atau berada di negara tersebut
dalam waktu tahun tertentu.
b. GNP (Gross National Product) atau Produk Nasional Bruto (PNB) yaitu jumlah seluruh
produk yang dihasilkan masyarakat suatu negara termasuk produk yang dihasilkan
oleh masyarakatnya yang tinggal di luar negeri namun tidak memperhitungkan
produk yang dihasilkan oleh masyarakat asing yang tinggal di dalam negeri dalam
waktu tahun tertentu. GNP = GDP pendapatan faktor netto dari luar negeri
c. NNP (Net National Product) atau Produk Nasional Bersih yaitu GNP setelah dikurangi
penyusutan modal.
d. NNI (Net National Income) atau Pendapatan Nasional Bersih yaitu NNP setelah
dikurangi pajak tidak langsung.
e. PI (Personal Income) atau Pendapatan Perseorangan yaitu pendapatan yang secara
formal diterima oleh masyarakat. Besarnya PI adalah NNI dikurangi dengan dana
sosial, pajak perusahaan, laba tidak dibagikan, dan ditambah dengan transfer
payment pemerintah.
6. DI (Disposable Income) yaitu pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat
dan siap untuk dibelanjakan. Besarnya DI adalah PI setelah dikurangi dengan pajak
langsung.

LATIHAN SOAL

1. Dalam pendekatan produk, bunga modal termasuk dalam pendapatan nasional


SEBAB
Bunga modal adalah bagian keuntungan yang diberikan kepada investor. (SNMPTN 2008
kode 103)
Jawaban: E (Pernyataan salah, alasan salah)

2. Diketahui data perekonomian suatu negara sebagai berikut (dalam triliun):


Konsumsi rumah tangga: Rp180,00. Pengeluaran konsumsi pemerintah Rp46,00.
Pembentukan modal tetap perusahaan Rp25,00. Ekspor Rp26,00. Impor Rp16,00.

2
Pendapatan faktor produksi nasional yang diperoleh di luar negeri Rp12,00. Pendapatan
faktor produksi asing yang diperoleh di dalam negeri Rp24,00. Penyusutan Rp20,00.
Berdasarkan data tersebut nilai produk nasional netto adalah . (SNMPTN 2010 kode
730)
A. 205,00 triliun rupiah
B. 229,00 triliun rupiah
C. 277,00 triliun rupiah
D. 293,00 triliun rupiah
E. 317,00 triliun rupiah
Jawaban: B

3. Di bawah ini adalah beberapa pengertian dalam produk domestik bruto (PDB), kecuali .
(SNMPTN 2010 kode 740)
A. PDB adalah nilai final goods
B. Perhitungan PDB menggunakan value added
C. PDB merupakan nilai current output
D. Nilai PDB didasarkan pada current price dan constant price
E. PDB adalah intermediate goods
Jawaban: E

4. Termasuk ke dalam perhitungan apakah pendapatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang
bekerja di luar negeri bagi Indonesia? (SNMPTN 2011 kode 955)
A. Produk Domestik Bruto
B. Produk Nasional Bruto
C. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
D. Neraca Perdagangan Internasional
E. Neraca Modal
Jawaban: B

5. Pendapatan nasional merupakan penjumlahan pendapatan yang diterima oleh pemilik


faktor produksi seperti dari tenaga kerja, modal, tanah, dan skills.
SEBAB
Kegiatan untuk menghasilkan output yang dilakukan oleh dunia usaha merupakan
aplikasi dari fungsi produksi.
Jawaban: B (Pernyataan benar, alasan benar, tidak saling berhubungan)

3
09
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X

ekonomi
II S
MA

SET 9
Pendapatan Nasional 2

a. DeTerminasi pengHiTungan penDapaTan nasional


Teori ini menjelaskan tentang keterkaitan antara pendapatan nasional (Y) dan komponen-
komponen penentunya, dalam hal ini komponen tersebut ialah konsumsi (C), tabungan
(S), dan Investasi (I). Menurut Keynes, determinasi pendapatan nasional dapat dianalisis
dengan dua pendekatan yaitu sebagai berikut:
a. Income Approach yaitu suatu pendekatan yang memandang nilai pendapatan
nasional yang diterima masyarakat akan menentukan besar konsumsi dan tabungan
masyarakat. Secara matematis persamaan tersebut dapat dirumuskan sebagai
berikut:

Y=C+s

b. Product/Expenditure Approach yaitu suatu pendekatan yang memandang nilai


pendapatan nasional dapat ditentukan oleh besarnya pengeluaran agregat atau
permintaan agregat terhadap produk nasional. Secara matetamatis akan terlihat
dalam bentuk persamaan sebagai berikut:

Y=C+i

1
B. Fungsi Konsumsi
Fungsi konsumsi menggambarkan besarnya pendapatan nasional yang digunakan untuk
konsumsi. Rumus persamaan fungsi konsumsi adalah

C = a + bY

a = konsumsi otonom, besarnya konsumsi ketika pendapatan sama dengan nol


b = koefisien konsumsi yang merupakan tambahan konsumsi akibat tambahan
C
pendapatan ( b = ) di mana b disebut MPC = Marginal Propensity to Consume
Y

C. Fungsi Tabungan
Fungsi tabungan menunjukkan besarnya pendapatan nasional yang digunakan untuk
tabungan (saving). Secara matematis dirumuskan dalam persamaan berikut:

S = -a + (1 b)Y

-a = tabungan bernilai negatif ketika pendapatan masyarakat sama dengan nol


(1 b) = kecenderungan menabung (MPS) yang merupakan tambahan tabungan akibat
S
penambahan pendapatan. (1 b) = MPS =
Y

Pendapatan nasional dalam keadaan Break Event Income adalah suatu keadaan ketika
besarnya pendapatan sama dengan besarnya konsumsi. Artinya semua pendapatan yang
diterima masyarakat habis digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehingga masyarakat
tidak mempunyai tabungan. Keadaan tersebut dinyatakan dalam persamaan matematis:
Y = C dan S = 0.

D. Multiplier (Angka Pengganda)


Angka pengganda merupakan suatu ukuran yang mengukur besarnya perubahan
pendapatan (Y) akibat dari berubahnya variabel lain yang terkait dengan pendapatan
nasional misalnya variabel konsumsi, tabungan, investasi, pengeluaran pemerintah, dan
pajak. Angka pengganda atau multiplier sering disimbolkan dengan simbol huruf k.
Beberapa rumus yang terkait dengan perhitungan tersebut ialah sebagai berikut:

2
a. Multiplier Investment (Perekonomian Dua Sektor)

1 1 C
K= atau K= atau K=
MPS 1 MPC Y

Untuk menentukan besarnya kenaikan Pendapatan Nasional (Y) akibat naiknya


investasi (I):

C
Y = (I )
MPS

b. Multiplier Government Expenditure (Perekonomian Tiga Sektor)

1 1 C
K= atau K= atau K=
MPS 1 MPC G

Untuk menentukan besarnya kenaikan Pendapatan Nasional (Y) akibat berubahnya


pengeluaran pemerintah (G):

C
Y = (G )
MPS

c. Multiplier Pajak/Tax (Perekonomian Tiga Sektor)

-b -b Y
K= atau K= atau K=
MPS 1 MPC T

Untuk menentukan besarnya kenaikan Pendapatan Nasional (Y) akibat berubahnya


pajak (T):

C
Y = (I )
MPS

3
d. Multiplier Transfer Payment

b b Y
K= atau K= atau K=
MPS 1 MPC Tr

Untuk menentukan besarnya kenaikan Pendapatan Nasional (Y) akibat berubahnya


transfer payment (Tr):

b
Y = (Tr )
MPS

LATIHAN SOAL

1. Jika diketahui fungsi konsumsi adalah C = 500 + 0,6Y, fungsi tabungannya adalah .
(SNMPTN 2011 kode 921)
A. S = 500 0,4Y
B. S = 500 + 0,4Y
C. S = -500 + 0,4Y
D. S = 500 0,6Y
E. S = -500 + 0,6Y
Jawaban: C

2. Pada saat pendapatan disposable sebesar Rp5.000,00 konsumsi masyarakat sebesar


Rp4.500,00 dan pendapatan sebesar Rp5.800,00 konsumsi masyarakat naik menjadi
Rp5.100,00 hal ini berarti . (SNMPTN 2008 kode 103)
1) Konsumsi marginal sebesar 0,75
2) Tabungan marginal sebesar 0,25
3) Kenaikan pendapatan yang ditabung sebesar Rp200,00
4) Kenaikan pendapatan yang dikonsumsi sebesar Rp800,00
Jawaban: a (1, 2, dan 3 benar)

3. Jika Marginal Propensityto Consume (MPC) sebesar 0,8 dan dengan anggapan tidak ada
sektor pemerintah dan luar negeri, maka angka pengganda (multiplier) sebesar . (SPMB
2006 R-I kode 131)
A. 0,2
B. 0,8

4
C. 1,25
D. 4
E. 5
Jawaban: E

4. Jika diketahui fungsi tabungan S = -150 + 0,30Y, maka pernyataan berikut yang benar
adalah . (SNMPTN 2012 kode 541)
1) C = 150 + 0,70Y
2) MPS = 0,30
3) MPC = 0,70
4) Kemiringan kurva tabungan = 0,3
Jawaban: E (Semua benar)

5. Ketika pemerintah meningkatkan penerimaan pajak, maka pendapatan nasional akan


turun sebesar jumlah pertambahan penerimaan pajak itu sendiri.
SEBAB
Angka pengganda pajak lebih kecil daripada angka pengganda pengeluaran pemerintah.
(SNMPTN 2012 kode 743)
Jawaban: D (Pernyataan salah, alasan benar)

5
10 M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN

ekonomi
-X
II S
MA

SET 10
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

A. KONSEP DASAR APBN


Secara umum, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana
penerimaan dan pengeluaran pemerintah dalam waktu satu tahun anggaran dalam
rangka mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Komponen APBN ialah
sebagai berikut:
a. Penerimaan Negara, yaitu semua penerimaan yang bersumber dari penerimaan
pajak, penerimaan bukan pajak, serta penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri
selama tahun anggaran yang bersangkutan.
b. Belanja Negara, yaitu seluruh belanja yang dikeluarkan oleh negara dalam rangka
melaksanakan fungsinya yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Belanja
negara digolongkan atas beberapa golongan yaitu belanja menurut organisasi,
fungsi, dan jenis belanja.
c. Pembiayaan, yaitu komponen yang digunakan untuk mengatasi surplus atau defisit
anggaran.

B. KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan jalan mengatur
penerimaan dan pengeluaran negara. Kebijakan ini dilakukan pemerintah guna mengatasi
berbagai persoalan pembangunan dalam suatu negara. Dengan kata lain, instrumen

1
kebijakan fiskal ialah APBN. Dari semua unsur APBN hanya pembelanjaan Negara atau
pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan
fiskal. Contoh kebijakan fiskal adalah apabila perekonomian nasional mengalami
inflasi, pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara
memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan.

Tujuan utama kebijakan fiskal ialah untuk mencegah pengangguran dan menstabilkan
harga melalui penggerakkan pos penerimaan dan pengeluaran dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan semakin kompleksnya struktur ekonomi
perdagangan dan keuangan, maka semakin rumit pula cara penanggulangan inflasi.
Kombinasi beragam harus digunakan secara tepat, seperti kebijakan fiskal, kebijakan
moneter, perdagangan dan penentuan harga. Dalam kebijakan fiskal, inflasi dikendalikan
dengan surplus anggaran, sedangkan dalam kerangka kebijakan moneter, inflasi
dikendalikan dengan tingkat bunga dan cadangan wajib. Piranti kebijakan yang perlu
dipersiapkan:
a. Pajak untuk sektor swasta
b. Pinjaman pada masyarkat
c. Pengeluaran Pemerintah untuk pengendalian pengangguran
Apabila piranti kebijakan dimaksud ternyata gagal, maka cara yang tepat dengan mencetak
uang baru. Uang yang dicetak oleh pemerintah harus dijamin dengan cadangan devisa
yang cukup, agar uang yang beredar di masyarakat aman. Adapun jenis kebijakan fiskal
ialah sebagai berikut:
a. Ekspansif: implementasi kebijakan ini dengan menaikkan pengeluaran pemerintah
dan menurunkan penerimaan pajak.
b. Kontraktif: implementasi kebijakan ini dengan menurunkan pengeluaran pemerintah
dan menaikkan penerimaan pajak.

LATIHAN SOAL

1. Jenis pajak dalam APBN Indonesia adalah . (SNMPTN 2009 kode 167)
A. Biaya fiskal ke luar negeri
B. Cukai
C. Proyek
D. PPN-BM
E. Laba BUMN
Jawaban: B

2
2. Salah satu komponen yang termasuk dalam pos penerimaan dalam APBD daerah adalah
. (SNMPTN 2009 kode 167)
A. PPh Migas
B. Pajak Kekayaan
C. Hibah
D. PPN-BM
E. Dana Alokasi Umum (DAU)

3. Dalam pembelanjaan negara terdapat beberapa pengeluaran, antara lain . (SPMB 2005
R-III kode 191)
1) Bantuan proyek
2) Subsidi daerah otonom
3) Pembangunan departemen
4) Bunga dan cicilan utang
Jawaban: B (1 dan 3 benar)

4. Kebijakan fiskal pemerintah dapat dilakukan melalui . (UMPTN 2000 R-B)


A. Penambahan jumlah uang beredar
B. Penurunan tingkat bunga
C. Penurunan pajak pendapatan
D. Penghapusan pagu kredit
E. Penjualan obligasi negara
Jawaban: C

5. APBN dapat juga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui keberhasilan sasaran
yang ingin dicapai pemerintah
SEBAB
APBN meurpakan cerminan kebijakan pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk
anggaran. (SIMAK UI 2010 kode 805)
Jawaban: B (Pernyataan benar, alasan benar, tidak saling berhubungan)

3
11 M
AD ATER
VA I DA
NC N

ekonomi
E A LA
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 11
Uang, Bank, dan Kebjiakan Moneter

a. UanG
Secara umum, uang dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang tersedia dan
secara umum diterima sebagai alat pembayaran yang sah atas pembelian barang atau
melakukan transaksi lainnya. Uang memiliki syarat yaitu:
1. Acceptability: diterima oleh umum sebagai alat tukar.
2. Durability: bahannya tahan lama.
3. Portability: mudah dibawa.
4. Divisibility: dapat dibagi tanpa mengurangi nilai.
5. Stability of Value: nilainya stabil dari waktu ke waktu.
6. Scarcity: kuantitas terbatas.
7. Uniformity: memiliki kualitas yang sama.
Permintaan uang adalah sejumlah unit moneter yang ingin dipegang oleh
masyarakat atau individu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan uang ialah
tingkat pendapatan riil, tingkat harga, tingkat suku bunga, dan fasilitas kredit. Sementara
penawaran uang merupakan jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian.
Penawaran uang ini diatur melalui kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia
selaku bank sirkulasi.
Jumlah uang beredar di masyarakat merupakan uang yang benar-benar berada di
tangan masyarakat. Uang yang berada di tangan bank, baik bank sentral atau bank umum

1
serta uang kartal milik pemerintah, tidak dapat diperhitungkan sebagai uang beredar.
Oleh sebab itu, jumlah uang beredar dapat dirumuskan sebagai berikut:
arti Sempit
Keterangan:
M1 = C + DD M1/M2 = uang beredar
C = currency/uang kartal
arti Luas DD = demand deposit/uang giral
TD = time deposit/deposito berjangka
M2 = C + DD + tD

b. teori PerUbaHan niLai UanG


a. teori Kuantitas Uang
Teori ini dikemukakan oleh David ricardo yang menyatakan bahwa jumlah uang
beredar berhubungan erat dengan tingkat harga. Dengan kata lain, perubahan
jumlah uang beredar akan mempengaruhi tingkat harga secara umum. Teori ini
dapat dinyatakan dalam rumus:

M = K.P Keterangan:
M = Money (jumlah uang beredar)
k = konstanta
P = Price (tingkat harga)

b. teori transaksi
Teori ini dikemukakan oleh irving Fisher melengkapi teori kuantitas uang dengan
memasukkan unsur kecepatan peredaran uang. Rumus dari teori ini adalah:

M.V = P.t Keterangan:


M = Money (jumlah uang beredar)
V = Velocity (kecepatan perputaran peredaran
uang)
P = Price (tingkat harga umum)
T = Trade (jumlah barang dan jasa dalam
perekonomian)

c. teori transaksi
Teori ini dipelopori oleh alfred Marshal yang mengembangkan teori Irving Fisher.
Teori ini menyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai uang tergantung pada jumlah

2
uang yang disimpan atau ditahan masyarakat untuk persediaan kas. Rumus untuk
teori ini adalah:
Keterangan :
M = K.P.Y M = Money ( jumlah uang beredar)
k = konstanta/koefisien (keinginan untuk
menahan uang sebagai persediaan kas
P = Price (tingkat harga umum)
Y = Yield/Income (tingkat pendapatan)

Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka semakin lama uang tunai tersebut
disimpan dan sebaliknya.

C. banK
Berdasarkan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 bank diartikan sebagai badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Secara umum, fungsi bank dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
1. Kredit Pasif, yaitu kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
tabungan, deposito berjangka, dan simpanan lainnya.
2. Kredit Aktif, yaitu kegiatan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk
kredit atau pemberian pinjaman untuk berbagai tujuan.
3. Perantara jasa kegiatan lalu lintas moneter seperti jasa pengiriman uang, inkaso, cek,
dan lainnya.
Menurut fungsinya, bank dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Bank Sentral. Tugas dari bank sentral:
a) Mencetak dan mengedarkan uang kartal.
b) Mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
c) Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas
kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.
d) Mengkoordinasikan bank-bank lain.
2. Bank Umum. Tugas dari bank umum:
a) Menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkannya dalam bentuk
kredit.
b) Mencetak uang giral.
c) Melayani transaksi lainnya seperti pengiriman uang, penukaran uang asing,
inkaso, dll.
Selain itu, bonafiditas bank juga dapat diukur dari beberapa hal, di antaranya ialah:
1. Rentabilitas: kemampuan bank dalam menghasilkan laba/keuntungan

3
2. Solvabilitas: kemampuan bank untuk menutup atau melunasi semua kewajibannya
3. Likuiditas: kemampuan bank untuk membayar kewajiban jangka pendek

D. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter merupakan suatu usaha dalam mengendalikan ekonomi makro
agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang
beredar dalam perekonomian. Tujuan pemerintah melakukan kebijakan moneter ialah
sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan dan mengatur peredaran uang.
2. Menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah baik untuk dalam negeri maupun
untuk lalu lintas pembayaran luar negeri.
3. Memperluas, memperlancar, dan mengatur lalu lintas pembayaran uang giral.
4. Mengendalikan laju inflasi yakni keadaan naiknya harga barang secara umum di
masyarakat.
Dalam melaksanakan kebijakan moneter, bank sentral melakukan beberapa tindakan
yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif biasanya
berupa campur tangan bank sentral secara langsung terhadap kebijakan perbankan.
Adapun kebijakan moneter kuantitatif yaitu:
a. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Policy)
Kebijakan ini adalah cara mengendalikan jumlah uang beredar dengan
menjual atau membeli surat berharga pemerintah. Jika ingin menambah jumlah
uang beredar pemerintah akan membeli surat berharga sehingga diharapkan dapat
mengatasi deflasi. Sebaliknya untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat menjual
surat berharga kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain Sertifikat
Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
b. Politik Diskonto
Kebijakan ini ialah kebijakan mengatur jumlah uang beredar dengan
menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga bank sentral pada bank umum.
Bank umum kadangkala mengalami kekurangan uang atau likuiditas sehingga harus
meminjam ke bank sentral. Untuk mengatasi deflasi pemerintah akan menurukan
tingkat suku bunga bank sentral, sebaliknya dalam mengatasi inflasi pemerintah
dapat menaikkan tingkat suku bunga.
c. Rasio Cadangan Kas (Reserve Requirement Ratio)
Kebijakan ini ialah kebijakan mengatur jumlah uang beredar dengan cara
menaikkan atau menurunkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan
di bank sentral. Untuk mengatasi deflasi maka pemerintah akan menurukan rasio
cadangan kas dan mengatasi inflasi pemerintah dapat menaikkan rasio cadangan
kas sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

4
Sementara kebijakan moneter yang bersifat kualitatif biasanya berupa pengawasan
dan himbauan bank sentral kepada kegiatan perbankan. Dengan kata lain bank sentral
tidak turun tangan secara langsung. Adapun beberapa instrumen kebijakan moneter
bersifat kualitatif di antaranya:
a. Kredit Selektif
Kebijakan ini berarti kebijakan yang digunakan untuk mengendalikan dan
mengawasi pemberian kredit kepada masyarakat dan investasi yang dilakukan oleh
bank. Kebijakan ini untuk memperketat atau mempermudah dalam pemberian
pinjaman kepada masyarakat.
b. Politik Pembujukan Moral
Kebijakan ini mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada
pelaku ekonomi yang bergerak dalam bidang moneter agar mereka bertindak sesuai
dengan otoritas moneter. Contohnya seperti mengimbau perbankan pemberi
kredit agar berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah
uang beredar atau mengimbau agar bank meminjam uang ke bank sentral guna
meningkatkan jumlah uang beredar.

LATIHAN SOAL

1. Menurut teori kuantitas uang, perubahan harga berbanding lurus dengan perubahan
jumlah uang beredar.
Sebab
Jumlah uang beredar tidak berubah bila terjadi perubahan cadangan minimum,
perubahan hanya terjadi pada angka pengganda uang saja. (SBMPTN/2013/942)
jawaban: C (Pernyataan benar, alasan Salah)

2. Yang dimaksud dengan jumlah uang beredar M2 adalah . (SIMAK UI/2012/821)


A. Uang kartal, uang giral, M1
B. Uang kartal, uang giral, deposito berjangka, dan tabungan
C. Uang kartal, deposito berjangka, tabungan, dan mata uang asing yang disimpan
bank-bank umum
D. Uang kartal, uang giral, deposito berjangka, tabungan, mata uang asing milik
perusahaan domestik
E. Uang kartal + deposito
jawaban: D

5
3. Untuk mengendalikan inflasi, Bank Indonesia dapat melakukan kebijakan moneter
kontraktif dengan menjual Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan Sertifikat Bank Indonesia
(SBI).
SEBAB
Bank Indonesia mempunyai tugas antara lain menjaga nilai rupiah. (SBMPTN/2013/446)
Jawaban: B (Pernyataan Benar, Alasan Benar)

4. Jenis inflasi yang secara ekonomis tergolong menguntungkan adalah . (SNMPTN/2009/267)


A. Cost push inflation
B. Galloping inflation
C. Creeping inflation
D. Imported inflation
E. Demand pull inflation
Jawaban: E

5. Akibat yang terjadi dengan diturunkannya bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) adalah
. (SNMPTN/2008/103)
1) Penjualan barang-barang secara kredit meningkat
2) Bank umum menurunkan suku bunga
3) Minat masyarakat menabung turun
4) Investasi oleh produsen menurun
Jawaban: A (1, 2, dan 3 Benar)

6
12
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA

ekonomi
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 12
Perdagangan Internasional

a. koNseP Dasar PerDaGaNGaN INterNasIoNal


Perdagangan internasional merupakan kegiatan ekonomi antar negara dengan cara
melakukan pertukaran barang dan jasa. Pelaku ekonomi yang menjual barang ke luar
negeri disebut eksportir dan yang mendatangkan barang dari luar negeri disebut importir.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perdagangan internasional adalah:
1. Keinginan memperoleh keuntungan dalam bentuk devisa.
2. Terjadinya perbedaan biaya produksi, sumber daya alam, selera, iklim, dan jumlah
penduduk
3. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
4. Untuk meningkatkan pendapatan.
Beberapa teori yang mengkaji mengenai perdagangan internasional dikemukakan
oleh beberapa tokoh berikut ini:
a. adam smith: Teori perdagangan mutlak (absolute advantage) yakni teori yang
berdasarkan pada pembagian kerja internasional (division labour) yang nantinya
akan menimbulkan spesialisasi dan efisiensi produksi untuk menghasilkan barang
dan jasa.
b. David ricardo: Teori keunggulan komparatif (comparative advantage) yang
mengatakan bahwa suatu negara akan mengekspor barang yang memiliki
keunggulan komparatif tinggi dan mengimpor barang yang mempunyai keunggulan

1
komparatif rendah. Teori ini berdasarkan asumsi-asumsi yaitu:
1) Perdagangan hanya melibatkan dua negara
2) Perdagangan dilakukan secara sukarela
3) Barang yang dipertukarkan hanya dua macam
4) Biaya produksi dianggap tetap
5) Mengabaikan ongkos angkut
6) Tidak ada perubahan teknologi
Dalam menjalankan perdagangan internasional, ada beberapa kebijakan yang
ditempuh pemerintah yang kaitannya untuk melindungi produk dalam negeri serta
meningkatkan daya saing produk yang dijual. Beberapa kebijakan tersebut di antaranya:
a. Kebijakan proteksi, meliputi:
1) Pelarangan impor barang tertentu.
2) Penetapan tarif impor bertujuan untuk melindungi produk dalam negeri dan
mengisi kas negara (bea impor).
3) Pemberian subsidi dengan tujuan mengurangi biaya produksi dan
meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
4) Penetapan kuota impor yang bertujuan membatasi jumlah impor barang
tertentu.
5) Pemberian premi yang bertujuan supaya produsen dapat memproduksi
barang dengan jumlah dan kualitas yang baik.
b. Kebijakan perdagangan bebas (free trade policy) yakni perdagangan yang dilakukan
antar negara melalui penghilangan hambatan-hambatan seperti pengenaan tarif,
bea, dan kuota.
c. Politik dumping yaitu politik dagang yang menetapkan harga jual di luar negeri lebih
murah dibandingkan harga jual di dalam negeri untuk jenis barang yang sama.
d. Diskriminasi harga yakni kebijakan memberlakukan harga barang yang berbeda pada
tempat dan pembeli yang berbeda dengan tujuan memaksimalkan keuntungan.

B. Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan sistematis mengenai transaksi-transaksi
internasional antar penduduk suatu negara dengan penduduk negara lainnya pada
periode tertentu. Transaksi tersebut dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1. Transaksi debet, yaitu transaksi yang dapat menimbulkan bertambahnya kewajiban
negara untuk melakukan pembayaran kepada negara lain.
2. Transaksi kredit, yaitu transaksi yang mengakibatkan bertambahnya hak suatu
negara untuk menerima pembayaran dari negara lain.
Selain itu, ada pula komponen neraca pembayaran yang memberikan informasi
mengenai transaksi apa saja yang terjadi dalam suatu negara. Komponen neraca
perdagangan internasional terdiri atas:

2
a. Neraca Barang
Neraca ini merupakan catatan atau ikhtisar yang memuat semua transaksi ekspor
dan impor barang. Ekspor barang dicatat dalam pos kredit sementara impor barang
dicatat dalam pos debet.
b. Neraca Jasa
Neraca ini merupakan neraca yang memuat transaksi di bidang jasa seperti ongkos
pengangkutan, asuransi, perjalanan ke luar negeri, pengiriman TKI, dan layanan jasa
lainnya.
c. Neraca Hasil Modal
Neraca ini merupakan catatan yang memuat transaksi pendapatan yang diperoleh
dari hasil penanaman modal seperti bunga dan dividen.
d. Neraca Arus Modal
Biasa juga disebut Neraca Lalu Lintas Modal. Neraca ini adalah suatu catatan yang
memuat transaksi modal yang memberikan gambaran terjadinya perubahan aset
negara di luar negeri dan aset asing di negara tersebut. Perubahan aset tersebut
dapat terjadi akibat adanya investasi asing, pembelian atau penjualan surat berharga,
serta utang dan piutang suatu negara.
e. Neraca Moneter
Neraca ini adalah neraca yang mencatat transaksi moneter yaitu perubahan-perubahan
yang terjadi terhadap cadangan devisa suatu negara (emas atau valuta asing).
Neraca pembayaran internasional juga dapat mengalami kondisi tertentu. Kondisi
tersebut dapat terjadi akibat dari adanya transaksi yang dilakukan antar negara satu
dengan negara lainnya. Kondisi-kondisi yang dimaksud ialah sebagai berikut:
a) Neraca pembayaran defisit yang menunjukkan transaksi pembayaran luar negeri
(debet) lebih besar dibandingkan transaksi penerimaan dari luar negeri (kredit).
b) Neraca pembayaran surplus yang menunjukkan transaksi debet lebih kecil dari
transaksi kredit.
c) Neraca pembayaran seimbang (balance) menunjukkan transaksi debet sama dengan
transaksi kredit.

C. Bentuk Kerjasama Internasional


Kerjasama ekonomi internasional merupakan kerjasama di bidang ekonomi yang
terjalin antar negara satu dengan negara lainnya dengan tujuan masing-masing negara
dapat memperoleh keuntungan tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga di bidang
lainnya. Bentuk kerjasama internasional yang dapat dilakukan oleh negara-negara dunia
ialah:

3
1. Kerjasama bilateral, yakni kerjasama yang hanya melibatkan dua negara. Kerjasama
ini dapat terwujud akibat banyak faktor seperti faktor nilai historis atau kesamaan
lainnya.
2. Kerjasama multilateral, yakni kerjasama yang terjadi melibatkan lebih dari dua
negara. Contohnya ialah APEC dan OPEC.
3. Kerjasama regional, yaitu kerjasama yang terjalin dalam kawasan tertentu seperti
ASEAN dan MEE.
4. Kerjasama internasional yaitu kerjasama antar negara tanpa dibatasi oleh wilayah
maupun kesamaan lainnya. Contohnya adalah World Trade Organization (WTO).
Selain itu, negara yang melaksanakan kerjasama internasional dapat melakukan
kerjasama sesuai dengan bidang yang diinginkan. Kerjasama perbidang ini akan membuat
masing-masing negara memiliki karakteristik masing-masing dalam menjalankan
kerjasama internasional. Adapun bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bidang produksi, merupakan kerjasama dalam memproduksi barang tertentu baik
pembatasan jumlah produk maupun standar kualitas produk dengan tujuan salah
satunya adalah menstabilkan harga di pasar. Contohnya adalah OPEC.
2. Perdagangan dan tarif, yakni kerjasama yang bertujuan menjaga dan memperlancar
arus distribusi barang dari suatu negara tertentu ke negara lain. Contohnya adalah
WTO yang sebelumnya bernama General Agreement on Trade and Tari (GATT).
3. Keuangan, merupakan kerjasama yang mengutamakan kepentingan negara-negara
anggota di bidang keuangan. Contohnya adalah IMF, ADB, CGI, IFC.
4. Perburuhan, merupakan kerjasama guna meningkatkan kesejahteraan para pekerja
yang berkaitan dengan hak-hak yang harus diperoleh kaum buruh.

LATIHAN SOAL

1. Penurunan nilai mata uang domestik justru meningkatkan daya saing produk dalam
negeri.
seBaB
Penurunan nilai mata uang domestik tersebut mengurangi dorongan orang asing untuk
menanamkan dananya di dalam negeri. (SBMPTN/2013/340)
Jawaban: e (Pernyataan salah, alasan salah)

4
2.
Pengenaan tarif atas barang impor membuat harga di dalam negeri menjadi lebih
rendah.
SEBAB
Tarif atas barang impor mendorong produsen dalam negeri untuk meningkatkan
produksinya. (SBMPTN/2013/343)
Jawaban: D (Pernyataan Salah, Alasan Benar)

3. Jika negara A mengenakan tarif untuk impor mobil dari negara B, maka .
(SNMPTN/2012/743)
A. konsumen mobil negara B akan dirugikan
B. produsen mobil negara A akan diuntungkan
C. harga mobil dari negara B yang dijual di negara A akan turun
D. jumlah mobil buatan negara B yang dijual di negara A akan meningkat
E. konsumen negara A akan diuntungkan dari turunnya harga mobil buatan dalam
negeri A
Jawaban: B

4. Di bawah ini adalah komponen-komponen dalam Neraca Pembayaran, kecuali .


(UMB/2011/162)
A. neraca barang
B. transaksi ekonomi
C. lalu lintas moneter
D. surplus neraca pembayaran
E. neraca modal
Jawaban: B

5. Pada saat neraca perdagangan Indonesia surplus terhadap Jepang, yang terjadi adalah
. (SNMPTN/2009/267)
1) Indonesia mengalami apresiasi
2) Indonesia mengalami depresiasi
3) Jepang mengalami depresiasi
4) Jepang mengalami apresiasi
Jawaban: B (1 dan 3 Benar)

5
13
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA

ekonomi
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 13
Badan Usaha dan Ketenagakerjaan

a. BaDan USaHa Dan PerUSaHaan


Badan usaha adalah kesatuan yuridis dan ekonomis antara modal dan tenaga kerja
dalam usaha mencari keuntungan. Sementara perusahaan adalah kesatuan teknis dan
tempat dalam proses produksi untuk menghasilkan barang. Jadi perbedaan badan usaha
dan perusahaan terletak pada tujuan akhir yang diharapkan. Badan usaha mempunyai
ciri-ciri, yaitu: bersifat abstrak, berbentuk akta, bertujuan menghasilkan laba, bersifat
formal, dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Sementara perusahaan mempunyai ciri-
ciri, yaitu: bersifat konkret, menghasilkan produk tertentu, dan tidak harus selalu bersifat
formal atau resmi.
Badan usaha dapat dikelompokkan dalam berbagai bentuk. Bentuk-bentuk badan
usaha ialah:
1. Dilihat dari lapangan usahanya:
Ekstraktif: mengambil langsung dari alam, misalnya pertambangan, perikanan
laut, dan kehutanan.
Agraris: mengolah hasil alam contohnya pertanian, perkebunan, dan
peternakan.
Industri: mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang
jadi, contohnya industri tekstil, kimia, keramik, plastik, dan lainnya.

1
Dagang: kegiatan membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah
bentuknya, contohnya minimarket.
Jasa: kegiatan menghasilkan jasa seperti jasa pendidikan, perbankan,
perhotelan, dan lainnya.
2. Dilihat dari aspek yuridis ekonomis:
Perusahaan perorangan yang dikelola oleh satu orang sehingga segala risiko
ditanggung sendiri.
Firma (Fa), yaitu badan usaha yang didirikan dua orang atau lebih dengan
semua pemilik menyumbangkan modal. Semua anggota bersifat aktif dan
keuntungan dibagi atas perbandingan modal.
Persekutuan Komanditer/CV (Commanditaire Venootschaf), yaitu badan usaha
yang keanggotaannya terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif
mengelola CV sementara sekutu pasif hanya menanamkan modal saja tanpa
aktif mengelola CV.
Perseroan Terbatas (PT), yaitu badan usaha yang modalnya terbagi dalam
saham. Pemegang kekuasaan tertinggi PT ada pada Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS). Pengelola PT adalah dewan direksi yang diawasi oleh dewan
komisaris.
Koperasi, yaitu yang pendiriaannya diatur dalam Undang-Undang Koperasi
Nomor 25 Tahun 1992 yang pengoperasiannya berdasarkan prinsip
kekeluargaan.
Yayasan, yaitu perkumpulan atau organisasi yang didirikan berdasarkan akta
notaris bertujuan untuk kesejahteraan dan tidak mencari laba.
3. Dilihat dari kepemilikan modal:
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu badan usaha baik berbentuk
Perusahaan Umum (Perum) atau Perseroan Terbatas (PT) yang kegiatannya
menghasilkan barang dan jasa dengan tujuan pemberian pelayanan kepada
masyarakat namun tetap mencari keuntungan. BUMN kepemilikannya dimiliki
oleh pemerintah atau sebagian besar dimiliki pemerintah.
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yaitu badan usaha yang menghasilkan
barang atau jasa dengan tujuan mencari keuntungan.

B. Ketenagakerjaan
Dalam suatu negara, jumlah penduduk yang banyak akan menjadi bumerang
manakala penduduknya sebagian besar tidak bekerja. Oleh sebab itu masalah
ketenagakerjaan merupakan masalah kompleks yang setiap tahun harus diatasi dan
jumlah pengangguran yang senantiasa harus dikendalikan. Dalam UUD 1945 pasal 27 ayat
2 dikatakan bahwa setiap warga negara berhak dan bebas untuk mendapatkan pekerjaan
yang layak. Maka, pemerintah perlu menyusun suatu formulasi agar penduduk Indonesia

2
Penduduk

Usia Kerja Di Luar Usia Kerja

Di Bawah Usia Kerja Di Atas Usia Kerja

Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja

Bekerja Pengangguran

Bekerja Penuh Setengah Menganggur

dapat memperoleh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penjelasan


mengenai ketenagakerjaan dapat digambarkan dalam bagan berikut ini.
a. Penduduk dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu tenaga kerja (penduduk usia
kerja 1564 tahun) dan di luar usia kerja.
b. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang sedang bekerja atau mencari
pekerjaan (menganggur).
c. Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang sedang mencari kerja atau belum
mendapatkan pekerjaan. Dilihat dari istilahnya, pengangguran dikelompokkan
menjadi:
Pengangguran struktural yang terjadi karena perubahan struktur ekonomi
suatu negara.
Pengangguran friksioner terjadi karena perbedaan permintaan tenaga kerja
dengan penawaran yang tersedia.
Pengangguran deflasioner terjadi akibat jumlah tenaga kerja lebih tinggi dari
lowongan yang tersedia.

3
Pengangguran voluntary terjadi akibat orang memilih tidak bekerja padahal
masih mampu bekerja.
Pengangguran siklis terjadi akibat krisis ekonomi sehingga terjadi pemutusan
hubungan kerja.
Pengangguran musiman terjadi karena pergantian atau perubahan musim.
Pengangguran teknologi terjadi karena kemajuan teknologi sehingga tenaga
manusia diganti dengan tenaga mesin.

LATIHAN SOAL

1. Badan usaha koperasi dan badan usaha perseorangan berbeda dalam hal .
(SBMPTN/2013/345)
A. pembatasan jenis usaha
B. kesempatan mengembangkan unit usaha
C. status kepemilikan usaha
D. fungsi manajemen unit usaha
E. perlindungan hokum
jawaban: C

2. Implikasi perubahan status perusahaan kereta api menjadi PT (Persero) adalah .


(SNMPTN/2010/740)
A. usahanya bersifat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat
B. status karyawannya menjadi pegawai perusahaan negara
C. tidak mendapatkan fasilitas dari negara
D. sepenuhnya menjadi milik pemerintah
E. pemimpinnya seorang kepala perusahaan
jawaban: C

3. Ada dua orang atau lebih berkumpul dan sepakat untuk memiliki dan mengoperasikan
bisnis secara bersama-sama, maka bentuk usaha yang sesuai adalah . (UM
UGM/2009/941)
A. perorangan
B. oligopolis
C. kartel
D. firma
E. CV
jawaban: D

4
4. Penetapan upah minimum dapat menjadi sebab timbulnya pengangguran .
(SNMPTN/2008/303)
A. terdidik
B. musiman
C. struktural
D. situasional
E. tersembunyi
Jawaban: E

5. Contoh pengangguran friksional adalah . (UMB/2012/290)


A. Ibu Aminah, yang berhenti dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga penuh
B. Ali, yang di PHK oleh perusahaan X dan berhenti mencari pekerjaan karena sangat
sedikit lowongan pekerjaan yang tersedia
C. Mansur, mahasiswa yang berhenti sebagai karyawan dan memutuskan untuk kembali
ke bangku kuliah
D. Bambang, yang tidak lagi memiliki keterampilan memadai sebagai pengolah data
E. Rani, berhenti dari pekerjaan sekarang karena mencari pekerjaan lain yang lebih
baik

5
14
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA

ekonomi
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 14
Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

A. PeRTumBuHAN eKoNomi
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu keadaan perekonomian di mana negara
mengalami kondisi terjadinya kenaikan produksi barang dan jasa dari tahun ke tahun atau
dengan kata lain terjadi kenaikan GNP. Keadaan ini dapat dicapai oleh berbagai macam
faktor sehingga lahirlah beberapa teori pertumbuhan ekonomi yakni sebagai berikut:
a. Aliran Klasik
1. Teori Adam Smith
Menurut teorinya, suatu negara mengalami pertumbuhan ditandai
dengan dua faktor utama yaitu pertumbuhan jumlah penduduk dan
peningkatan output (GNP). Jumlah penduduk dalam suatu negara dianggap
sebagai faktor yang pasif sehingga pertumbuhan suatu negara lebih
tergantung kepada pertumbuhan outputnya. Pertumbuhan output sangat
tergantung kepada jumlah modal yang ditanam. Asumsi klasik menyatakan
bahwa faktor alam bersifat konstan sehingga pada suatu saat tingkat produksi
akan mencapai tingkat Full Employment yang artinya pendayagunaan alam,
tenaga kerja, dan modal akan mencapai kondisi optimum sehingga pada suatu
saat output tidak dapat ditingkatkan lagi karena sudah optimum.

1
2. Teori David Ricardo
Pada dasarnya teori yang dikemukakan David Ricardo sama dengan
yang dikemukakan Adam Smith. Dengan asumsi bahwa faktor alam dianggap
tetap sedangkan jumlah penduduk bertambah pesat maka pada suatu saat
tingkat perkembangan ekonomi akan sangat rendah dan tidak berkembang
(stationary state).
b. Aliran Neo Klasik
1. Robert Sollow-Trevor Swan. Tokoh ini menyatakan anggapannya bahwa:
Tenaga kerja tumbuh dengan laju tertentu
Ada kecenderungan menabung di masyarakat
Seluruh tabungan diinvestasikan
Sollow-Swan berkesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan
oleh pertumbuhan penduduk, akumulasi modal, dan kemajuan
teknologi.
2. Harrod-Domar. Tokoh ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi
dipengaruhi oleh tingkat investasi sebab pengeluaran investasi akan
memengaruhi permintaan dan penawaran akan barang dan jasa.
c. Teori Historis
1. Friedrich List membagi menjadi lima tingkatan, yaitu:
Masa berburu dan mengembara
Masa beternak dan bertani
Masa kerajinan dan industri
Masa industri dan perniagaan
2. Karl Bucher membagi menjadi empat tingkatan, yaitu:
Rumah tangga tertutup
Rumah tangga kota
Rumah tangga bangsa
Rumah tangga dunia
3. W.W. Rostow membagi menjadi lima tingkatan, yaitu:
Msayarakat tradisional yang masih mementingkan diri sendiri
Prasyarat lepas landas
Lepas landas (take off)
Tingkat kematangan (maturity)
Masa konsumsi tinggi (high consumption)
d. Teori Schumpeter
Teori ini mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh inovasi yang
dilakukan oleh pengusaha (enterpreneurship).

2
B. Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi merupakan kondisi di mana terjadinya kenaikan
pendapatan nasional (GNP) namun disertai dengan terjadinya pemerataan pendapatan
dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai pembangunan ekonomi
diperlukan waktu yang cukup lama sebab pembangunan hanya dapat dicapai melalui
proses pembenahan bertahap di bidang ekonomi. Faktor dominan yang memengaruhi
pembangunan di antaranya adalah faktor demografi, sosial, budaya, geologi, topologi,
klimatologi, dan flora-fauna.
Konsep pembangunan ekonomi khususnya memerhatikan pemerataan pendapatan
dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengukur tingkat keadilan pemerataan
pendapatan tidaklah mudah sebab pendapatan dan kekayaan bukanlah alat ukur yang
lengkap dikarenakan tingkat utilitas hidup seseorang tidak selalu tergantung kepada
pendapatan atau kekayaan yang dimiliki.
Pendapatan adalah total penerimaan uang yang diterima orang atau suatu rumah
tangga selama periode tertentu. Sumber dari penerimaan rumah tangga dapat diperoleh
dari pendapatan gaji dan upah, pendapatan dari aset produktif, dan pendapatan dari
pemerintah (transfer payment). Sementara kekayaan adalah nilai aset seseorang yang
diukur pada suatu waktu tertentu. Seseorang dikatakan kaya atau miskin pada suatu
periode tertentu. Pengertian aset adalah aset produktif dan tidak produktif misalnya
rumah dan tanah yang dibiarkan menganggur.
Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau keluarga tidak mampu memenuhi
kebutuhan primer. Namun konsep ini dapat diperdebatkan sebab setiap negara memiliki
ukuran kemiskinan yang berbeda-beda. Sedangkan untuk menentukan pemerataan
distribusi pendapatan, Bank Dunia membagi penduduk dalam tiga kelompok, yaitu:
40% berpendapatan rendah
40% berpendapatan menengah
20% berpendapatan tinggi
Apabila kelompok penduduk yang berpendapatan rendah menguasai:
< 12% PNB berarti tingkat kesenjangan tinggi
12% - 17% PNB tingkat kesenjangan sedang
> 17% tingkat kesenjangan rendah
Pendapatan dianggap didistribusikan sempurna bila setiap individu mendapat
bagian yang sama dari output perekonomian yang dihasilkan. Distribusi pendapatan
dianggap kurang adil jika sebagian besar output nasional dikuasai sebagian kecil
penduduk. Ketidakmerataan ini dapat digambarkan dalam kurva Lorenz berikut ini.

3
Lorenz Curve of income Distribution
100
90
80
70
60
50
40 A
30
20
B
10
0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Cumulative population share (%)

Dalam kondisi adil sempurna, kurva Lorenz membentuk garis lurus diagonal. Jika
distribusi pendapatan kurang adil, maka kurva Lorenz membentuk garis lengkung 0AB
menjauhi garis diagonal. Alat untuk mengukur ketidakadilan distribusi pendapatan ialah
koefisien gini yang menghitung luas kurva Lorenz. Tingkat pemerataan pendapatan akan
terjadi jika semua orang mendapatkan distribusi pendapatan yang sama rata, atau dengan
kata lain Rasio Gini-nya adalah sama dengan nol (Gini Ratio = 0). Jadi singkatnya rasio Gini
adalah rasio tentang distribusi pendapatan dengan angka kisaran 0 sampai dengan 1.
dan jika G mendekati 0 berarti distribusi pendapatan yang diterima hampir sama dengan
banyak penduduk. Hasil dari perhitungan luas kurva Lorenz itu akan menghasilkan suatu
angka rasio sebagai berikut:
G < 0,3 artinya ketimpangan rendah
0,3 G 0,5artinya ketimpangan sedang
G > 0,5 artinya ketimpangan tinggi

LATIHAN SOAL

1. Suatu perekonomian yang ditandai oleh meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK)
akan ditandai oleh . (SBMPTN/2013/348)
A. produk nasional bruto riil menurun
B. daya beli masyarakat meningkat
C. nilai mata uang negara tersebut naik
D. tingkat bunga nominal naik
E. produk domestik bruto nominal turun
Jawaban: B

4
2.
Kesejahteraan masyarakat akan meningkat apabila tingkat pertumbuhan ekonomi lebih
tinggi daripada tingkat pertambahan penduduk.
SEBAB
Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dihitung berdasarkan pada kenaikan (dalam
presentase) produk domestik bruto (PDB) nominal. (SBMPTN/2013/340)
Jawaban: C (Pernyataan Benar, Alasan Salah)

3. Menurut Schumpeter, faktor terpenting yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi


dunia adalah . (SBMPTN/2013/447)
A. modal
B. pengusaha
C. tenaga kerja
D. sumber daya alam
E. tabungan
Jawaban: B

4. Guna mengukur ketidakadilan distribusi pendapatan dalam suatu masyarakat digunakan


. (SPMB/2006/R-1/430)
1) Indeks Gini
2) Pendapatan Nasional
3) Kurva Lorenz
4) Pendapatan Per Kapita
Jawaban: B (1 dan 3 Benar)

5. Untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dapat digunakan Indeks


Gini.
SEBAB
Makin kecil Indeks Gini, makin timpang distribusi pendapatan masyarakat. (SIMAK
UI/2013/635)
Jawaban: C (Pernyataan Benar, Alasan Salah)

5
15
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA

ekonomi
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 15
Elastisitas

a. ElaSTISITaS PERMInTaan Dan PEnaWaRan


Elastisitas harga permintaan membahas tingkat kepekaan jumlah barang yang
diminta akibat perubahan harga. Sementara elastisitas harga penawaran menunjukkan
tingkat kepekaan jumlah barang yang ditawarkan akibat perubahan harga. Koefisien
elastisitas harga dapat dihitung dengan rumus:

%Q P Q
E= atau E =
%P Q P

B. SIFaT-SIFaT KOEFISIEn ElaSTISITaS HaRga PERMInTaan Dan PEnaWaRan


a. Permintaan/Penawaran Bersifat Elastis (E > 1)
Persentase perubahan kuantitas permintaan > persentase perubahan harga. Ini
sering terjadi pada produk yang mudah dicari barang penggantinya. Artinya barang
tersebut sangat peka terhadap perubahan harga. Misalnya pakaian, makanan
ringan, dll. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan
barang penggantinya.

1
b. Permintaan/Penawaran Bersifat Inelastis (E < 1)
Persentase perubahan kuantitas permintaan < dari persentase perubahan harga.
Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan.
Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi
beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat
penggunaannya, namun cenderung tidak akan sebesar kenaikan harga yang terjadi.
Sebaliknya, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya
sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan
(misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga
bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat
kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian.
Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus
menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang
seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.

c. Permintaan/Penawaran Bersifat Unitary/Uniter (E = 1)


Persentase perubahan kuantitas permintaan = persentase perubahan harga.
Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik.
Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis
dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki
permintaan uniter elastis.

d. Permintaan/Penawaran Bersifat Elastis Sempurna/Tak Terhingga (E = ~)


Elastisitas dikatakan tak terhingga akan terjadi di mana pada suatu harga tertentu
pasar sanggup membeli atau menjual semua barang yang ada di pasar. Namun,
kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan
demikian, kurvanya berbentuk horizontal. Contoh produk yang permintaannya
bersifat tidak elastis sempurna di antaranya barang/jasa yang bersifat komoditas,
yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di
tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda.

e. Permintaan/Penawaran Bersifat Inelastis Sempurna (E > 0)


Perubahan harga tidak memengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian,
kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun
harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang
yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya
naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah
meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan
mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.

2
C. Elastisitas Silang
Elastisitas silang adalah elastisitas yang mengukur tingkat kepekaan perubahan
jumlah barang tertentu yang diminta (misalnya barang x) akibat perubahan harga barang
lainnya (misalnya barang y). Elastisitas silang berlaku baik bagi barang-barang substitusi
maupun barang komplementer. Rumus dari elastisitas silang ialah:

%x Py Qx
E= atau E =
%y Qx Py

Besarnya nilai elastisitas akan menunjukkan bentuk hubungan antar barang x dengan
barang y. Sifat hubungan antarbarang itu dapat berupa hubungan saling melengkapi
(complementer) atau berupa hubungan barang yang menggantikan (substitute) atau tidak
ada hubungan sama sekali (netral). Hubungan antar barang yang bersifat komplementer
bisa terjadi antara dua jenis barang yang berfungsi saling melengkapi seperti antara
kopi dengan gula pasir. Sedangkan hubungan antara dua jenis barang yang bersifat
substitusi terjadi antara dua barang yang saling menggantikan misalnya teh dengan
kopi. Sementara itu hubungan antara dua barang yang bersifat netral terjadi misalnya air
dengan komputer. Kedua barang itu secara logika tidak memiliki hubungan langsung.
Rumus atas sifat- sifat itu sebagai berikut:
Jika Exy > 0 untuk barang substitusi, misalnya jika harga beras naik, maka beras yang
diminta akan turun sehingga gandum yang diminta akan naik.
Jika Exy < 0 untuk barang komplementer, misalnya jika harga gula naik sehingga
menyebabkan gula yang diminta turun, maka teh yang akan diminta juga turun.
Jika Exy = 0 untuk dua barang yang netral atau tidak memiliki hubungan sama
sekali.

D. Elastisitas Pendapatan
Elastisitas pendapatan adalah persentase perubahan jumlah barang yang diminta
(Q) akibat perubahan pendapatan riil (Y) konsumen. Rumus elastisitas pendapatan
adalah:

%Q Y Q
E= atau E =
%Y Q P

Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal. Bila Ei = 0 barang tersebut


merupakan barang kebutuhan pokok. Bila Ei < 0 barang tersebut merupakan barang
mewah. Ada barang dengan Ei > 0 permintaan terhadap barang tersebut justru menurun
pada saat pendapatan riil meningkat. Artinya barang tersebut adalah barang inferior atau
barang yang mempunyai kualitas yang kurang baik di mata konsumen.

3
LATIHAN SOAL

1. Seorang ahli ekonomi yang dipekerjakan dalam sebuah perusahaan furnitur besar
memprediksikan, jika terjadi peningkatan pendapatan masyarakat tahun depan maka
permintaan terhadap furnitur perusahaan tersebut akan meningkat. Prediksi ini sangat
tergantung pada, apakah produksinya . (SNMPTN/2008/103)
A. memiliki banyak barang pengganti
B. memiliki banyak barang pelengkap
C. barang normal
D. barang tidak normal
E. barang mewah
Jawaban: C

2. Barang-barang kebutuhan pokok mempunyai koefisien elastisitas permintaan lebih besar


dari satu.
SEBaB
Untuk barang-barang kebutuhan pokok, yang permintaannya inelastis, bila permintaannya
meningkat 10% maka harga turun lebih kecil dari 10%. (SPMB/2007/561)
Jawaban: E (Pernyataan Salah, alasan Salah)

3. Pada saat harga Rp3.000,00 jumlah barang yang diminta 500 unit dan pada saat harga
turun menjadi Rp2.700,00 jumlah barang yang diminta naik menjadi 600 unit, maka .
(SPMB/2007/360)
1) Elastisitas permintaan adalah elastis
2) Dalam grafik kurva permintaan kelihatan lebih tegak
3) Persentase penurunan harga lebih kecil dari persentase kenaikan jumlah barang yang
diminta
4) Turunnya harga disebabkan oleh naiknya jumlah barang yang diminta
Jawaban: B (1 dan 3 Benar)

4. Seorang pedagang buah-buahan menjual 2 produk, durian dan apel. Elastisitas permintaan
durian 0,62 sedangkan apel 2,3. Pedagang mengalami kesulitan keuangan yang serius
dan harus meningkatkan penerimaan. Strategi yang dapat dilakukan pedagang dalam
penetapan harga durian (Pd) dan harga apel (Pa) adalah . (SNMPTN/2010/328)
A. Pd dinaikkan dan Pa diturunkan
B. Pd dinaikkan dan Pa dinaikkan
C. Pd diturunkan dan Pa dinaikkan
D. Pd diturunkan dan Pa diturunkan
E. Pd tetap dan Pa dinaikkan
Jawaban: a

4
5. Meningkatkan penawaran sektor pertanian relatif lebih sulit daripada meningkatkan
sektor industri karena produk pertanian bersifat . (SNMPTN/2009/267)
A. elastis
B. inelastis
C. elastis sempurna
D. unitary elasticity
E. inelastis sempurna
Jawaban: B

5
16
M
AD ATER
VA I DA
NC N
E A LA

ekonomi
ND TIH
TO AN
P L SB
EV MP
EL TN
-X
II S
MA

SET 16
Akuntansi

A. KoNSeP DASAr AKuNtANSi


Akuntansi ialah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan. Pengertian lain
akuntansi ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan transaksi keuangan, dan
penginterpretasian hasil proses tersebut. Akuntansi berguna untuk memberikan informasi
ekonomi dalam bentuk laporan keuangan bagi pihak-pihak yang membutuhkannya,
yaitu:
1. Pihak Intern: pimpinan perusahaan, akuntan perusahaan.
2. Pihak ekstern: pemegang saham, pemerintah, kreditor, karyawan, masyarakat.
Siklus akuntansi adalah tahapan akuntansi dalam satu periode akuntansi. Siklus
akuntansi dapat digambarkan secara ringkas sebagai berikut:
1. Tahap Pencatatan: Dokumen transaksi (cek, kuitansi, faktur) Jurnal Buku Besar.
2. Tahap Pengikhtisaran: Daftar Sisa (Neraca Saldo) Jurnal Penyesuaian (dalam hal
ini dapat juga dibuatkan kertas kerja sebagai alat bantu untuk membuat laporan
keuangan pada tahap pelaporan).
3. Tahap Pelaporan: Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal Neraca.
Dalam prakteknya, untuk melakukan pencatatan sampai kepada tahap pelaporan
dibutuhkan sebuah perkiraan yang digunakan untuk membantu menganalisis transaksi
yang terjadi dalam perusahaan. Perkiraan itulah yang sering disebut dengan akun. Akun

1
terdiri dari dua jenis yaitu akun riil (kelompok harta, utang, dan modal) dan akun nominal
(kelompok pendapatan dan beban). Berikut disajikan sifat-sifat dari akun tersebut.

Kelompok Debit Kredit Saldo Normal


Harta + - +
Utang - + -
Modal - + -
Pendapatan - + -
Beban + - +

Untuk mencatat transaksi yang terjadi setelah kita memiliki dokumen yakni bukti
transaksi, maka kita memerlukan jurnal untuk menampung setiap akun yang harus
dicatat. Jurnal atau buku harian adalah buku untuk mencatat setiap bukti pencatatan
secara kronologis menurut nama akun dan jumlah yang harus didebit dan dikredit. Setelah
mencatat di jurnal, seluruh transaksi di-posting ke buku besar. Buku besar merupakan
suatu daftar untuk mencatat segala perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan
beban.

B. Akuntansi Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang untuk
dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk dari barang tersebut. Dalam
perusahaan dagang, terdapat karakteristik yang unik dibandingkan dengan perusahaan
jasa, yaitu dalam perusahaan dagang terdapat akun Persediaan Barang Dagang (yang
tidak ada di perusahaan jasa). Pada prakteknya, siklus akuntansi di perusahaan dagang
tidak berbeda dengan siklus pada perusahaan jasa. Hanya saja dalam tahap pencatatan,
di perusahaan dagang dikenal dengan adanya jurnal khusus. Adapun tahapan dalam
perusahaan dagang yang kaitannya dengan kegiatan transaksi ialah sebagai berikut.
a. Bukti Transaksi
Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus ada buktinya. Dalam
melakukan transaksi jual beli, sebuah perusahaan dagang akan membuat atau
memperoleh bukti transaksi. Berikut ini beberapa bentuk bukti-bukti transaksi pada
perusahaan dagang.
1. Faktur
Bagi penjual, faktur akan menjadi bukti penjualan yang disebut faktur
penjualan. Sedangkan bagi pembeli, faktur menjadi bukti pembelian (faktur
pembelian). Jumlah yang dicatat oleh pembeli maupun penjual adalah jumlah
akhir faktur.
2. Nota Kredit
Kadang-kadang barang yang diperjualbelikan harus dikembalikan dengan
alasan karena rusak, tidak sesuai dengan yang dipesan, dan lain-lain. Oleh

2
karena itu penjual akan membuat suatu bukti transaksi yang merupakan
kebalikan dari faktur penjualan, yaitu nota kredit. Bagi penjual, nota kredit akan
menjadi bukti penerimaan kembali (retur penjualan). Sedangkan bagi pembeli,
nota kredit akan menjadi bukti penerimaan kembali (retur pembelian).
3. Kuitansi
Setiap pengeluaran oleh perusahaan perlu dibuatkan kuitansi yang
ditandatangani oleh si penerima pembayaran. Bagian perusahaan, kuitansi
ini akan menjadi bukti pembayaran (pengeluaran uang). Sedangkan bagi
penerima, kuitansi ini akan menjadi bukti penerimaan uang.
b. Pencatatan Transaksi dalam Jurnal Umum
Secara umum akuntansi perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan akuntansi
perusahaan jasa. Perbedaannya terletak pada kegiatan (proses akuntansi) yang
dilakukan kedua perusahaan tersebut. Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan
dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan
dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa. Untuk
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bersifat prinsip antara proses
pencatatan (jurnal) transaksi pada perusahaan jasa dengan perusahaan dagang,
berikut ini disajikan contoh pencatatan transaksi perusahaan dagang yang telah
berjalan.

Jurnal Umum
Transaksi Jurnal
Kas Rp xxx
Transaksi penyerahan modal
Modal Rp xxx
Perlengkapan kantor Rp xxx
Transaksi pembelian perlengkapan
kantor, perlengkapan toko dan Peralatan toko Rp xxx
peralatan toko Kas Rp xxx

Beban sewa toko Rp xxx


Transaksi Pembayaran sewa
Kas Rp xxx

Pembelian Rp xxx
Transaksi pembelian barang dagang
secara kredit
Utang dagang Rp xxx
Rp xxx
Biaya/Beban
Transaksi pembayaran biaya/Beban
Kas Rp xxx

3
Transaksi retur pembelian & Utang dagang Rp xxx
Retur pembelian
pengurangan harga Rp xxx
& Ph
Utang Dagang Rp xxx
Transaksi yang mengakibatkan
Kas Rp xxx
potongan pembelian
Potongan
Rp xxx
Pembelian
Transaksi pembelian barang dagang Pembelian Rp xxx
secara tunai Kas Rp xxx
Transaksi penjualan barang dagang Piutang dagang Rp xxx
secara kredit Penjualaan Rp xxx

Retur penjualan & Ph Rp xxx


Transaksi retur penjualan & potongan
harga Piutang Dagang Rp xxx
Kas Rp xxx
Transaksi penerimaan piutang atas Potongan
Rp xxx
penjualan barang penjualan
Piutang dagang Rp xxx
Rp xxx
Asuransi dibayar di muka
Transaksi pembayaran premi asuransi
Kas Rp xxx
Transaksi penjualan barang dagang Kas Rp xxx
secara tunai Penjualan Rp xxx

c. Jurnal Khusus
1. Pengertian Jurnal Khusus
Buku harian atau jurnal yang selama ini dipelajari adalah jurnal umum. Setiap
terjadi transaksi maka harus dicatat dalam jurnal umum dan diposting ke buku
besar. Hal tersebut akan mudah dilakukan bila transaksi yang terjadi jumlahnya
sedikit. Namun apabila jumlah transaksinya banyak, penggunaan jurnal umum
menjadi tidak efisien. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan jurnal
khusus (buku harian khusus). Penggunaan jurnal khusus dapat menghemat
waktu, tenaga, dan biaya. Berikut ini beberapa manfaat jurnal khusus.
Memudahkan pemindahbukuan ke buku besar. Pada jurnal khusus
disediakan kolom-kolom khusus untuk beberapa jenis transaksi tertentu.
Dengan cara ini penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal
tidak perlu dilakukan tiap transaksi. Posting transaksi dari jurnal ke buku

4
besar dilakukan sekaligus untuk transaksi-transaksi yang terjadi selama
satu periode.
Memungkinkan pembagian pekerjaan. Setiap jurnal khusus dapat
digunakan untuk mencatat satu jenis transaksi saja, sehingga
memungkinkan pembagian tugas pencatatan kepada beberapa orang.
2. Macam-macam Jurnal Khusus
Jurnal khusus yang dibuat oleh perusahaan dagang disesuaikan dengan
kebutuhan. Jika suatu transaksi terjadi berulang-ulang dan sama, maka
dikelompokan pada satu jurnal khusus. Sesuai dengan kegiatan perusahaan
dagang maka jurnal khusus yang sering digunakan adalah jurnal pembelian,
jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan, dan jurnal penerimaan kas. Apabila
terdapat transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus
tersebut maka pencatatannya dilakukan pada jurnal umum.
Jurnal Pembelian
Jurnal pembelian adalah jurnal untuk mencatat pembelian barang
dagangan dan harta lainnya secara kredit. Sedangkan pembelian
barang dagangan dan harta lainnya secara tunai dicatat dalam jurnal
pengeluaran kas.
Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat pengeluaran uang,
termasuk pembelian barang dagangan secara tunai dan pembayaran
utang. Pada jurnal ini kolom utang dagang dan pembelian dibuatkan
kolom khusus. Sedangkan untuk transaksi yang jarang terjadi dicatat
pada kolom Serba-serbi. Untuk kolom kredit terdiri atas kolom kas dan
potongan pembelian. Bila tidak ada potongan pembelian maka jumlah
yang dicatat dalam kolom kas akan sama dengan debit pada kolom
utang dagang. Namun bila terdapat potongan pembelian maka jumlah
kredit pada kolom kas akan lebih kecil. Sedangkan jumlah potongan
pembelian akan dicatat pada kolom potongan pembelian.
Jurnal Penjualan
Penjualan barang dagangan oleh perusahaan dagang biasanya disebut
penjualan. Penjualan barang dagangan secara tunai dicatat sebagai
debit pada akun Kas dan kredit pada akun Penjualan. Biasanya dalam
praktik, penjualan secara tunai dicatat dalam jurnal penerimaan kas
sedangkan penjualan secara kredit dicatat dalam jurnal penjualan.
Jadi, jurnal penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat
penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit. Penjualan
barang dagangan secara kredit dicatat sebagai debit pada akun Piutang
Dagang dan kredit pada akun Penjualan.

5
Jurnal Penerimaan Kas
Semua transaksi yang menambah jumlah uang kas dicatat dalam
buku penerimaan kas (cash receipt journal). Uang kas dapat diterima
dari berbagai sumber, misalnya setoran modal dari pemilik, pencairan
kredit bank, penjualan tunai, penagihan piutang, dan penagihan wesel
tagih serta bunganya. Dalam perusahaan dagang, sumber penerimaan
kas yang paling sering terjadi adalah penjualan tunai dan penagihan
piutang dagang. Jurnal penerimaan kas dibuat untuk mencatat semua
penerimaan uang. Dengan demikian jurnal penerimaan kas dibuat
kolom khusus. Banyaknya kolom dan judul akun ditentukan oleh sering
tidaknya suatu transaksi terjadi.
Jurnal Umum
Selain keempat jurnal khusus tersebut di atas, perusahaan harus tetap
membuat jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak
dapat dicatat dalam jurnal khusus yang tersedia, seperti retur pembelian
dan retur penjualan.

C. Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian dibuat setiap akhir periode dengan tujuan menyesuaikan nilai
pada akun tertentu agar pada akhir periode menggambarkan nilai yang sebenarnya.
Berikut perkiraan-perkiraan yang perlu disesuaikan beserta jurnalnya:
a. Penyusutan Aktiva Tetap
Beban penyusutan (D)
Akumulasi Penyusutan (K)
b. Pemakaian Perlengkapan
Beban Perlengkapan (D)
Perlengkapan (K)
c. Persediaan Barang Dagang
Ikhtisar Rugi Laba (D)
Persediaan Barang Dagang (K)
(menutup persediaan awal)
Persediaan Barang Dagang (D)
Ikhtisar Rugi Laba (K)
(memunculkan persediaan akhir)
d. Beban yang Masih Harus Dibayar
Beban gaji/bunga/sewa (D)
Utang gaji/bunga/sewa (K)

6
e. Pendapatan yang Masih Harus Diterima
Piutang sewa (D)
Pendapatan sewa (K)
f. Beban Dibayar di Muka
Beban Sewa (D)
Sewa Dibayar di Muka (K)
Jurnal penyesuaian untuk pengakuan beban, atas beban dibayar di muka.
g. Pendapatan Diterima di Muka
Sewa Diterima di Muka (D)
Pendapatan Sewa (K)
Jurnal penyesuaian untuk pengakuan pendapatan, atas pendapatan yang diterima
di muka.

D. Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan produk akhir dari proses akuntansi. Laporan
keuangan terdiri atas:
a. Laporan Rugi Laba
Laporan ini memberikan gambaran mengenai selisih antara pendapatan yang
diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Selisih tersebut yang
akan memberikan gambaran apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan
atau kerugian.
b. Laporan Perubahan Modal
Laporan ini memberikan informasi mengenai penambahan atau pengurangan
modal yang terjadi setelah perusahaan tersebut beroperasi. Jika perusahaan laba
maka akan terjadi penambahan modal. Sebaliknya jika rugi maka perusahaan akan
mengalami pengurangan modal
c. Laporan Neraca
Laporan ini memberikan gambaran kondisi Harta, Utang, dan Modal perusahaan
setelah perusahaan menjalani periode tertentu.

E. Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik


Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk
mengenolkan akun nominal (pendapatan dan beban) untuk dipindahkan ke akun modal
melalui ikhtisar R/L. Cara menyusun jurnal penutup ialah sebagai berikut.
a. Memindahkan Akun Pendapatan ke Akun Ikhtisar R/L
Pendapatan (D)
Ikhtisar R/L (K)

7
b. Memindahkan Akun Beban ke Akun ikhtisar r/l
Ikhtisar R/L (D)
Beban (K)
c. Memindahkan Sisa Akun Prive ke Akun Modal
Modal (D)
Prive (K)
d. Memindahkan Sisa Akun ikhtisar r/l ke Akun Modal
Ihktisar R/L (D)
Modal (K)
(jika Laba)
Modal (D)
Ikhtisar R/L (K)
(jika Rugi)

Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat untuk membalik beberapa akun yang
ada pada jurnal penyesuaian dengan tujuan untuk menyederhanakan pembuatan jurnal
umum pada periode selanjutnya. Jurnal pembalik ini dibuat ketika perusahaan masuk ke
periode yang baru. Akun yang memerlukan jurnal pembalik ialah:
1. Beban yang dibayar di muka yang dicatat sebagai beban
2. Beban yang masih harus dibayar
3. Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan
4. Pendapatan yang masih harus diterima

LATIHAN SOAL

1. Tanggal 20 Agustus 2012 UD Maju menjual barang dagangan seharga Rp50.000.000,00


kepada PT Makmur yang akan dibayar tanggal 20 September 2012. Jurnal khusus
apakah yang akan digunakan PT Makmur untuk mencatat transaksi tersebut?
(SBMPTN/2013/240)
A. Jurnal Retur Penjualan
B. Jurnal Penjualan
C. Jurnal Retur Pembelian
D. Jurnal Pembelian
E. Jurnal Umum
Jawaban: D

8
2. Pada akhir tahun 2012, jasa perbaikan komputer Total memiliki catatan sebagai berikut:
Gaji karyawan Rp15.000.000,00
Penyusutan peralatan Rp2.000.000,00
Pendapatan servis Rp32.500.000,00
Biaya perlengkapan servis Rp3.000.000,00
Pengambilan prive Rp1.000.000,00
Berdasarkan catatan tersebut, besarnya tambahan modal bagi pemilik perusahaan pada
tahun 2012 adalah . (SBMPTN/2013/344)
A. Rp32.500.000,00
B. Rp17.500.000,00
C. Rp16.500.000,00
D. Rp14.500.000,00
E. Rp11.500.000,00
Jawaban: E

3. Bila perusahaan membayar sewa gedung sebesar Rp5 juta pada bulan Januari, maka akan
dijurnal beban sewa Rp5 juta pada sisi debit dan kas pada sisi kredit.
SEBAB
Sewa gedung termasuk bagian dari biaya tetap bagi suatu perusahaan.
(SBMPTN/2013/348)
Jawaban: B (Pernyataan Benar, Alasan Benar, Tidak Berhubungan)

4. Diketahui nilai:
Perlengkapan kantor Rp1.500.000,00
Peralatan kantor Rp3.750.000,00
Piutang dagang Rp20.750.000,00
Pembelian Rp15.500.000,00
Berdasarkan data tersebut, besarnya nilai rekapitulasi jurnal pembelian adalah .
(SBMPTN/2013/448)
A. Rp24.500.000,00
B. Rp20.750.000,00
C. Rp17.000.000,00
D. Rp15.500.000,00
E. Rp5.250.000,00
Jawaban: D