Anda di halaman 1dari 36

CAIR

AN
DAN 2 Keseimbangan
Modul
Cairan dan Elektrolit
ELEK
TRO
LIT

Julia Mardhiya
Nur Akmalia

MODUL CAIRAN DAN ELEKTROLIT 1


i

Kata Pengantar
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Modul Cairan
dan Elektrolit I ini. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas
dukungan semua pihak untuk penyusunan modul ini.

Segala Kritik, masukan dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
harapkan untuk penyempurnaan modul ini. Semoga modul ini bermanfaat bagi upaya
peningkatan mutu pelayanan pendidikan bagi seluruh civitas akademika keperawatan
Universitas Sumatera Utara.

Medan,

Tim Penyusun

MODUL 2 KESEIMBANGAN CAIRAN DAN


ELEKTROLIT
i

Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Peta Kedudukan Modul
Glosarium

I. PENDAHULUAN
Deskripsi
Prasarat
Petunjuk Penggunaan Modul
Penjelasan Bagi Siswa
Peran Guru Antara Lain
Tujuan Akhir

II. PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 1
2. Kegiatan Belajar 2
3. Kegiatan Belajar 3

III. EVALUASI
Kognitif Skill
Psikomotor Skill
Attitude Skill
Kunci Jawaban

Daftar Pustaka
i

Peta Kedudukan Modul


i

Glosarium
Adenosin trifosfat (ATP)
Albumin serum
Anion protein
Cairan intra okuler
Cairan kokhlea
Cairan linfe
Cairan pericardial
Cairan peritoneum
Cairan pleura
Cairan serebrospinal
Cairan synovial
Diffusi
Ekstraseluler
Elektrolit
Empedu
Filtrasi
Fisiologis
Glomerolus
Homeostasis
Internal environment
Interstitial fluid
Interstitium
Intraseluler
Intravaskuler
Kapiler
Leukosit
i

Limfatik
Membran mukosa
Membran sel
Membran selektif
Metabolisme
Osmosis
Permeabel
Plasma
Sel
Sel epitel
Semipermiabel
Tekanan hidrostatik
Tekanan osmotik
Tissue fluid
Tractus gastrointestinal
Transpor aktif
Transport nutrient
Transeluler
Trombosit
Ultrafilterisasi

I. Pendahuluan
Deskripsi

Keperawatan sebagai bentuk pelayanan profesional merupakan bagian integral dari


pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan terhadap aspek bio-psiko-sosio-
spiritual yang komprehensif, yang ditujukan kepada individu, keluarga, maupun
masyarakat dalam kondisi sehat maupun sakit yang mencakup siklus hidup manusia.

Pelayanan yang komprehensif dapat diberikan jika perawat mempunyai pengetahuan


yang baik yang tidak hanya berupa ilmu keperawatan tetapi juga ilmu-ilmu lainnya
i

seperti ilmu Biomedik dasar, konsep-konsep yang terkait pada sistem tubuh yang
mendukung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia sebagai tujuan pelayanan
keperawatan diberikan.

Salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipahami perawat adalah kebutuhan
cairan dan elektrolit. Pada blok Cairan dan Elektrolit I ini mahasiswa akan belajar
untuk memahami berbagai ilmu dan konsep tentang fisiologi cairan dan elektrolit dan
asam basa serta mekanisme keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan
asam basa di dalam tubuh manusia. Pada blok ini juga mahasiswa akan mendapatkan
pengetahuan tentang berbagai gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit serta
asam basa secara menyeluruh pada berbagai rentang usia dan asuhan
keperawatannya.

Blok Cairan dan Elektrolit I ini mempunyai beban kredit sebesar 3 SKS, yang akan
dilaksanakan selama 3 minggu.

Prasarat
Mahasiswa sebelumnya diharuskan telah mempunyai pengetahuan tentang Ilmu
Biomedik Dasar seperti Anatomi, Fisiologi, Biologi, Biokimia, Mikrologi,
Parasitologi, Patologi Anatomi, Farmakologi, dan Nutrisi.

Petunjuk Penggunaan Modul


1 Petunjuk Bagi Mahasiswa
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini
maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain :
a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada
masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, mahasiswa
dapat bertanya pada dosen yang mengampu kegiatan belajar.
b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar
pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam
setiap kegiatan belajar.
c. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan
belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada dosen atau instruktur yang
mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.

2 Petunjuk Bagi Dosen


Dalam setiap kegiatan belajar dosen berperan untuk :
a. Membantu mahasiswa dalam merencanakan proses belajar
b. Membimbing mahasiswa melalui latihan-latihan soal yang diberikan dalam
tahap belajar
c. Membantu mahasiswa dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab
pertanyaan mahasiswa mengenai proses belajar
d. Membantu mahasiswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan
lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
f. Merencanakan seorang ahli / pendamping dosen dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan
i

Tujuan Akhir
1. Tujuan umum
Melalui blok Cairan dan Elektrolit I ini mahasiswa diharapkan memiliki
pengetahuan tentang fisiologi dan mekanisme pengaturan keseimbangan cairan
dan elektrolit serta asam basa, juga mekanisme terjadinya berbagai macam
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit serta asam basa pada semua
rentang usia dan penatalaksanaan keperawatannya.

2. Tujuan khusus
Setelah menyelesaikan Blok Cairan dan Elektrolit I ini mahasiswa diharapkan
mampu memahami:
a. Fisiologi keseimbangan cairan dan elektrolit serta fisiologi keseimbangan
asam basa
b. Manajemen pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit serta
keseimbangan asam basa
c. Monitoring keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam
basa
d. Asuhan keperawatan pada gangguan kesimbangan cairan dan elektorlit serta
keseimbangan asam basa pada berbagai rentang usia.
i

II. Pembelajaran
Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
1. Kegiatan Belajar 1 : Komposisi Cairan tubuh

a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran


Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan fungsi cairan tubuh
2. Menjelaskan pembagian cairan tubuh.
3. Menjelaskan sirkulasi cairan tubuh
4. Menjelaskan komposisi air tubuh berdasarkan rentang usia dan jenis kelamin

b. Uraian Materi
1. Pengertian Cairan Tubuh
Cairan tubuh (bahasa Inggris: interstitial fluid, tissue fluid, interstitium) adalah
cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia atau hewan
yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Elektrolit adalah zat kimia yang
menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam
larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan
cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan
dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit
ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling
bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan
berpengaruh pada yang lainnya.
Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan
cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel di
seluruh tubuh, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel
dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial
dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem
vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel, sedangkan cairan
traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan
intraokuler, dan sekresi saluran cerna.
2. Fungsi Cairan Tubuh
1) Mengatur suhu tubuh
i

Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
2) Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan
cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan
berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
3) Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun
dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni,
dan pernafasan.
4) Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air
dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas
kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
5) Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen
melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup
akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan
usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.
6) Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam
bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar
tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka
akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.
7) Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh
akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum
air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot
dan kelelahan.
8) Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai
berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.
9) Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel.
i

10) Mengeluarkan buangan-buangan sel.


11) Membentuk dalam metabolism sel.
12) Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit.
13) Mempermudah eliminasi.
14) Mengangkut zat-zat seperti (hormone, enzim, SDP, SDM)
3. Pembagian Cairan Tubuh
1) Cairan ekstrasel dan cairan intrasel
Cairan tubuh terdiri atas cairan ekstrasel dan caiaran intrasel. Dimana 1/3 dari
cairan tubuh total terdiri dari cairan ekstrasel dan 2/3 merupakan cairan intrasel.
Distribusi cairan tubuh adalah sebagai berikut:a. Otot 50%, b. Kulit 20%, c. Darah
20% dan Organ-organ lain 20%.
a) Cairan ekstrasel
Cairan ekstrasel adalah semua cairan yang terdapat diluar sel atau biasa
disebut CES.Cairan ekstrasel terdiri dari ion-ion dan berbagai bahan nutrisi yang
dibutuhkan oleh sel untuk mempertahankan fungsi sel,seperti
pertumbuhan,perkembangan dan fungsi khusus lainya.Karena peranannya yang
penting ini,maka cairan ekstrasel disebut juga internal environment.Cairan ini
bergerak secara constant pada seluruh tubuh dan ditransport secara cepat
kedalam sirkulasi melalui dinding kapiler.Cairan ekstrasel terdiri atas beberapa
komponen yaitu:Plasma,Cairan interstitial dan Cairan transeluler.
b) Cairan intrasel
Sekitar 25 liter dari 40 liter cairan dalam tubuh kita terdapat dalam 100
triliun sel,disebut cairan intraseluler yang meliputi 2/3 dari seluruh cairan
tubuh.Cairan intrasel juga biasa disebut CIS.Cairan intrasel yang terdapat pada
setiap sel mempunyai komposisi yang berbeda,tetapi konsentrasinya dari tiap
komposisi ini dapat dikatakan sama dari sel satu ke sel lainya.Cairan intrasel ini
mempunyai pH yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pH pada cairan
ekstrasel yaitu berkisar 6,8 samapai 7,2.
2) Cairan Interstitial
Cairan interstitial merupakan cairan yang terdapat diantara sel,termasuk
diantaranya adalah cairan linfe.Cairan interstitial merupakan 75% dari jumlah cairan
ekstrasel atau kurang lebih 10.5liter pada seseorang dengan berat badan 70kg.
i

3) Cairan Transelular
Cairan transelular dipisahkan dengan cairan ekstrasel lainya oleh lapisan sel
epitel. Cairan transelular merupakan cairan yang terdapat pada lumen saluran
pencernaan,keringat,cairan serebrospinal,cairan pleura,cairan pericardial,cairan intra
okuler,cairan synovial,cairan peritoneum,empedu dan cairan kokhlea.Cairan yang
terdapat pada lumen saluran pencernaan merupakan dari seluruh cairan
transelular,disusul oleh cairan serebrospinalis dan empedu.
4. Sirkulasi Cairan Tubuh
Sistem sirkulasi darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan
zat ke dalam dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian
dari homeostasis). Sistem sirkulasi dibagi dalam dua bagian besar yaitu sistem
kardiovaskular (peredaran darah) dan sistem limfatik.
Kelainan pada Sistem Peredaran Darah Manusia adalah kelainan atau penyakit
yang terjadi pada sistem peredaran atau sirkulasi darah manusia baik yang
disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal.
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu:
1) Fase I
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi
dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.
2) Fase II
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel.
3) Fase III
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial
masuk ke dalam sel. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan
membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen
dalam cairan tubuh ikut berpindah. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit
tubuh dengan cara:
a) Diffusi
b) Filtrasi
c) Osmosis
d) Aktif transport
i

Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Hampir semua zat
berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. Diffusi sederhana adalah
perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. Beberapa
faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran
kapiler dan sel yaitu :
a) Permebelitas membran kapiler dan sel
b) Konsentrasi
c) Potensial listrik
d) Perbedaan tekanan
Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan
konsentrasi. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang
rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi. Perpindahan zat
terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau
muatan listrik disebut transportasi aktif. Transportasi aktif berbeda dengan
transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP).
Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. Natrium tidak
berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan
interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu. Distribusi
air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah
kapiler, terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid
yang terutama disebabkan oleh albumin serum. Proses perpindahan cairan dari
kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi. Contoh lain proses filterisasi
adalah pada glomerolus ginjal.
Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang
terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil, suatu keadaan yang
disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis.
5. Komposisi Air Tubuh Berdasarkan Rentang Usia dan Jenis Kelamin
Cairan dalam tubuh meliputi lebih kurang 60% total berat badan laki-laki
dewasa. Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu sesuai dengan jenis
kelamin dan umur individu tersebut. Pada wanita dewasa, cairan tubuh meliputi 50%
dati total berat badan. Pada bayi dan anak-anak, prosentase ini relative lebih besar
dibandingkan orang dewasa dan lansia.
i

Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. Dua pertiga


bagian (67%) dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) dan
sepertiganya (33%) berada di luar sel (cairan ekstrasel/ CES). CES dibagi cairan
intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat
badan, dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan.
Selain kedua kompartmen tersebut, ada kompartmen lain yang ditempati cairan
tubuh, yaitu cairan transel. Namun, volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan
sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na+ dan Cl- terutama
terdapat pada cairan ekstrasel, sedangkan ion K+ di cairan intrasel. Anion protein
tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikit dibandingkan
dengan intrasel dan plasma.
Perbedaan komposisi cairan tubuh berbagai kompartmen terjadi karena adanya
barier yang memisahkan mereka. Membran sel memisahkan cairan intrasel dengan
cairan intersisial, sedangkan dinding kapiler memisahkan cairan intersisial dengan
plasma. Dalam keadaan normal, terjadi keseimbangan susunan dan volume cairan
dan elektrolit antar kompartmen. Bila terjadi perubahan konsentrasi atau tekanan di
salah satu kompartmen, maka akan terjadi perpindahan cairan atau ion antar
kompartmen sehingga terjadi keseimbangan kembali.
Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia
dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman.Dalam kondisi
normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi.Kondisi
sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit
tubuh.Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilanagn
caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi penguapan kulit, ginjal
(urine),ekresi pada proses metabolisme.
1) Intake Cairan
Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-
kira1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per
harisehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan, dan
oksidasi selama proses metabolisme.Berikut adalah kebutuhan intake cairan yang
diperlukan berdasarkan umur dan berat badan, perhatikan tabel di bawah :
i

Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat haus
dikendalikan berada di otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi
dehidrasi intraseluler,sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan
darah,perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah.Perasaan kering di
mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walaupun kadang terjadi secara
sendiri.Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh
tractus gastrointestinal.
2) Output Cairan
Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu :
a) Urine
Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius
merupakan proses output cairan tubuh yang utama.Dalam kondisi normal output
urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam.Pada orang
dewasa.Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam
setiap harinya,bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine
akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankankeseimbangan dalam tubuh.
b) IWL (Insesible Water Loss)
IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit, Melalui kulit dengan mekanisme
difusi.Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini
adalahberkisar 300-400 mL per hari, tapi bila proses respirasi atau suhu
tubuhmeningkat maka IWL dapat meningkat.
c) Keringat
Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas,
respon iniberasal dari anterior hypotalamus,sedangkan impulsnya ditransfer
i

melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis
pada kulit.
d) Feces
Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari,yang
diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).
c. Rangkuman
Dari uraian materi, dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Cairan tubuh adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular
seperti manusia atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Elektrolit
adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang
disebut ion jika berada dalam larutan.
2. Fungsi dari cairan tubuh antara lain: mengatur suhu tubuh, melancarkan
peredaran darah, membuang racun dan sisa makanan, kulit, pencernaan,
pernafasan, sendi dan otot, pemulihan penyakit, sarana untuk mengangkut zat-
zat makanan ke sel-sel, mengeluarkan buangan-buangan sel, membentuk dalam
metabolism sel, sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit,
mempermudah eliminasi, dan mengangkut zat-zat seperti (hormone, enzim, SDP,
SDM).
3. Cairan tubuh dibagi menjadi cairan ekstrasel dan cairan intrasel, cairan
Interstitial, dan cairan transelular.
4. Sistem sirkulasi darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan
zat ke dalam dari sel. Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga
fase.
5. Cairan dalam tubuh meliputi lebih kurang 60% total berat badan laki-laki
dewasa. Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu sesuai dengan
jenis kelamin dan umur individu tersebut. Pada wanita dewasa, cairan tubuh
meliputi 50% dati total berat badan. Pada bayi dan anak-anak, prosentase ini
relative lebih besar dibandingkan orang dewasa dan lansia.

d. Tugas
A. Objektif
1. Berikut merupakan Komponen cairan ekstraseluler, Kecuali....
a. Intravaskular
b. Interstitial
c. Transeluler
d. Transvaskular
2. Dibawah ini fungsi cairan tubuh yang benar ialah....
a. Mengatur suhu tubuh dan melancarkan ASI
b. Mengatur suhu tubuh dan melancarkan peredaran darah
c. Mengatur peredarah darah dan meningkatkan berat badan
d. Mengatur peredaran darah dan melancarkan ASI
i

3. Bergeraknya pelarut bersih seperti air, melalui membran semipermeabel dari


larutan yang berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi
disebut....
a. Transfor Aktif
b. Difusi
c. Osmosis
d. Difusi Pasif
4. Berikut adalah jenis elektrolit di dalam tubuh, kecuali...
a. Ba
b. Na
c. Ca
d. HCO3
5. Elektrolit yang berfungsi pada pembekuan darah adalah....
a. Kalsium
b. Kalium
c. Fosfat
d. Magnesium
6. Pada fase III dari perpindahan cairan dan elektrolit tubuh, terjadi perpindahan
cairan interstitial masuk ke...
a. Paru-paru
b. Gastrointestinal
c. Sel
d. Pembuluh darah
7. Sampel yang dapat digunakan pada pemeriksaan elektrolit tubuh,Kecuali...
a. Urine
b. Saliva
c. Serum
d. Cairan Serebrospinal
8. Metode yang dapat digunakan dalam pemeriksaan kadar natrium adalah.....
a. Titrasi merkurimetri
b. Titrasi kalorimetri
c. Atomic absorption spectrofotometry
d. Flame emission spectrofotometry
9. Sampel dimasukkan tanpa diluen dan banyak digunakan untuk analisa gas darah
merupakan metode pemeriksaan secara....
a. Indirek
b. Direk
c. Kuantitatif
d. Kualitatif
10. Nilai normal elektrolit natrium di dalam tubuh berkisar antara.....
a. 125-135 meq/L
b. 125-145 meq/L
c. 135-145 meq/L
d. 135-155 meq/L
B. Essay
1. Sebutkan dan jelaskan fungsi cairan tubuh!
2. Jelaskan mengenai cairan ekstrasel dan cairan intrasel!
i
i

1. Kegiatan Belajar 2 : Kompartemen Cairan tubuh


a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan kompartemen intrasel dan ekstrasel
2. Menjelaskan kandungan zat-zat terlarut dalam tiap kompartemen
3. Menjelaskan perpindahan zat antar kompartemen

b. Uraian Materi
1. Kompartemen Intrasel dan Ekstrasel dan Kandungan Zat-zat Terlarut
dalam Tiap Kompartemen
Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu :
cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). Berikut penjelasan
mengenai cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler :
1) Kompartemen Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total
Cairan intrasel merupakan cairan yang berada dalam sel di seluruh tubuh.
Cairan intraseluler dipisahkan dari cairan ekstraselular oleh membran selektif yang
sangat permeabel terhadap air, tetapi tidak permeabel terhadap sebagian elektrolit
dalam tubuh. Membran sel mempertahankan komposisi cairan di dalam agar serupa
seperti yang terdapat di berbagai sel tubuh lainnya.
Cairan ini berfungsi sebagai media penting dalam proses kimia. Pada orang
dewasa kira-kira 2/3 dari cairan tubuh atau 40 % dari berat badan adalah intraselular,
sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Sebaliknya, hanya dari
cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular.
Cairan ini mengandung elektrolit, serta kalium dan fosfat dan bahan makanan
seperti glukosa dan asam amino. Berbeda dengan cairan ekstraselular, maka cairan
intraselular hanya mengandung sejumlah kecil ion natrium dan klorida dan hampir
tidak ada ion kalsium. Malah , cairan ini mengandung sejumlah besar ion kalium dan
fosfat ditambah ion magnesium dan sulfat dalam jumlah sedang. Semua ion ini
memiliki konsentrasi yang rendah pada cairan ekstraselular. Juga sel mengandung
sejumlah besar protein, hampir empat kali lipat lebih banyak daripada dalam plasma.
2) Kompartemen Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total
Seluruh cairan di luar sel disebut cairan ekstraselular. Dua kompartemen
terbesar cairan ekstraseluler adalah cairan interstitial yang merupakan tiga perempat
cairan ekstraselular, dan plasma yang hampir seperempat cairan ekstraselular. Plasma
adalah bagian darah nonselular dan terus menerus berhubungan dengan cairan
i

interstitial melalui celah membran kapiler. Celah ini bersifat sangat permeabel untuk
hampir semua zat terlarut dalam cairan ekstraselular, kecuali protein. Karenanya
cairan ekstraselular secara konstan terus tercampur sehingga plasma dan cairan
interstitial mempunyai komposisi yang sama kecuali untuk protein, yang
konsentrasinya lebih tinggi pada plasma. Konstituen ekstraselular terdiri dari natrium
dan klorida dalam jumlah besar, ion bikarbonat yang juga dalam jumlah cukup besar,
tapi hanya sedikit ion kalium, magnesium, fosfat, dan asam organik. Komposisi
cairan ekstraselular diatur dengan cermat oleh berbagai mekanisme, tapi khususnya
oleh ginjal. Hal ini memungkinkan sel untuk tetap terus terendam dalam cairan yang
mengandung konsentrasi elektrolit dan nutrien yang sesuai untuk fungsi sel yang
optimal.
Jumlah relatif cairan ekstraselular berkurang seiring dengan usia. Pada bayi
baru lahir, kira-kir cairan tubuh terkandung didalam (CES). Setelah 1 tahun,
volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Ini hampir
sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg) atau sekita 20% dari
berat badan.
Cairan ekstrasel berperan dalam transport nutrient, elektrolit dan okseigen ke
sel dan membersihkan hasil metabolisme untuk kemudian dikeluluarkan dari tubuh,
regulasi panas, sebagai pelumas pada persendian dan membran mukosa,
penghancuran makanan dalam proses pencernaan. Lebih jauh (CES) dibagi menjadi:
a) Cairan interstisial (CIT) :
Cairan Interstisial merupakan cairan yang berada disekitar sel misalnya cairan
limfe, jumlahnya sekitar 10%-15% dari cairan ekstrasel. Cairan limfe termasuk
dalam volume interstisial. Relatif terhadap ukuran tubuh, volume (CIT) kira-kira
sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa.
b) Cairan intravaskular (CIV) :
Cairan Intravaskuler adalah cairan yang terkandung dalam pembuluh darah
misalnya plasma, jumlahnya sekitar 5% dari cairan ekstrasel. Volume relatif dari
(CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. Rata-rata volume darah orang
dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB), 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah
PLASMA. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM, atau
eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang
i

penting; sel darah putih (SDP, atau leukosit); dan trombosit. Tapi nilai tersebut
diatas dapat bervariasi pada orang yang berbeda-beda, bergantung pada jenis
kelamin, berat badan dan faktor-faktor lain.
c) Cairan Transelular (CTS) :
Merupakan cairan yang terkandung diantara rongga tubuh tertentu seperti
serebrospinal, perikardial, pleura, sendi sinovial, intraokular dan sekresi saluran
pencernaan. Pada keadaan sewaktu, volume cairan transeluler adalah sekitar 1
liter, namun, sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar
ruang transelular setiap harinya. Sebagai contoh, saluran gastro-intestinal (GI)
secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari.
2. Perpindahan Zat Antar Kompartemen
Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi
mereka. Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atan membran
tersebut. Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran, maka membran tersebut
permeabel terhadap zat tersebut. Jika tidak dapat menembusnya, maka membran
tersebut tidak permeable untuk substansi tersebut. Membran disebut semipermeabel
(permeabel selektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak
dapat menembusnya.
Perpindahan substansi melalui membran ada yang secara aktif atau pasif.
Transport aktif membutuhkan energi, sedangkan transport pasif tidak membutuhkan
energi.
1) Difusi
Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu bergerak dan
cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang
lebih rendah sehingga konsentrasi substansi partikel tersebut merata. Perpindahan
partikel seperti ini disebut difusi. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi
ditentukan sesuai dengan hukum Fick (Ficks law of diffusion). Faktor-faktor tersebut
adalah:
a) Peningkatan perbedaan konsentrasi substansi
b) Peningkatan permeabilitas
c) Peningkatan luas permukaan difusi
d) Berat molekul substansi
i

e) Jarak yang ditempuh untuk difusi


2) Osmosis
Bila suatu substansi larut dalam air, konsentrasi air dalam larutan tersebut lebih
rendah dibandingkan konsentrasi air dalam larutan air murni dengan volume yang
sama. Hal ini karena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul substansi
tersebut. Jadi bila konsentrasi zat yang terlarut meningkat, konsentrasi air akan
menurun.
Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel dengan
larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat yang terlarut, maka
terjadi perpindahan air/zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang
rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Perpindahan seperti ini
disebut dengan osmosis.
3) Filtrasi
Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang dibatasi
oleh membran. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah
bertekanan rendah. Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar perbedaan
tekanan, luas permukaan membran, dan permeabilitas membran. Tekanan yang
mempengaruhi filtrasi ini disebut tekanan hidrostatik.
4) Transport Aktif
Transport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah berdifusi
secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah yang konsentrasinya
lebih tinggi. Perpindahan seperti ini membutuhkan energi (ATP) untuk melawan
perbedaan konsentrasi. Contoh: Pompa Na-K.
c. Rangkuman
Dari uraian materi, dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu :
cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES).
2. Cairan intrasel merupakan cairan yang berada dalam sel di seluruh tubuh. Cairan
intraseluler dipisahkan dari cairan ekstraselular oleh membran selektif yang
sangat permeabel terhadap air, tetapi tidak permeabel terhadap sebagian
elektrolit dalam tubuh.
3. Cairan intrasel mengandung elektrolit, serta kalium dan fosfat dan bahan
makanan seperti glukosa dan asam amino. Berbeda dengan cairan ekstraselular,
maka cairan intraselular hanya mengandung sejumlah kecil ion natrium dan
klorida dan hampir tidak ada ion kalsium. Malah , cairan ini mengandung
i

sejumlah besar ion kalium dan fosfat ditambah ion magnesium dan sulfat dalam
jumlah sedang. Semua ion ini memiliki konsentrasi yang rendah pada cairan
ekstraselular. Juga sel mengandung sejumlah besar protein, hampir empat kali
lipat lebih banyak daripada dalam plasma.
4. Dua kompartemen terbesar cairan ekstraseluler adalah cairan interstitial yang
merupakan tiga perempat cairan ekstraselular, dan plasma yang hampir
seperempat cairan ekstraselular.
5. Plasma adalah bagian darah nonselular dan terus menerus berhubungan dengan
cairan interstitial melalui celah membran kapiler. Celah ini bersifat sangat
permeabel untuk hampir semua zat terlarut dalam cairan ekstraselular, kecuali
protein. Karenanya cairan ekstraselular secara konstan terus tercampur sehingga
plasma dan cairan interstitial mempunyai komposisi yang sama kecuali untuk
protein, yang konsentrasinya lebih tinggi pada plasma. Konstituen ekstraselular
terdiri dari natrium dan klorida dalam jumlah besar, ion bikarbonat yang juga
dalam jumlah cukup besar, tapi hanya sedikit ion kalium, magnesium, fosfat, dan
asam organik.
6. Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi
mereka. Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atan
membran tersebut. Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran, maka
membran tersebut permeabel terhadap zat tersebut. Jika tidak dapat
menembusnya, maka membran tersebut tidak permeable untuk substansi
tersebut. Membran disebut semipermeabel (permeabel selektif) bila beberapa
partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak dapat menembusnya.

d. Tugas
A. Objektif
1. Berapa persen (%) dari total berat badan kompartemen cairan intraseluler yang
terdapat dalam tubuh?
a. 20%
b. 30%
c. 40%
d. 50%
2. Ion yang tidak terdapat dalam cairan intraseluler adalah.
a. Kalsium
b. Kalium
c. Natrium
d. Klorida
3. Berapa persen (%) dari total berat badan kompartemen cairan ekstraseluler yang
terdapat dalam tubuh?
a. 10%
b. 20%
c. 30%
d. 40%
i

4. Salah satu peranan cairan ekstrasel, kecuali.


a. Transport nutrient, elektrolit dan okseigen ke sel
b. Membersihkan hasil metabolisme untuk kemudian dikeluluarkan dari tubuh
c. Pelumas pada persendian dan membran mukosa
d. Mengatur suhu tubuh dan melancarkan peredaran darah
5. Cairan Interstisial merupakan cairan yang berada disekitar sel misalnya cairan
.
a. Limfe
b. Intravaskuler
c. Vaskuler
d. Eritrosit
6. Cairan Intravaskuler adalah cairan yang terkandung dalam .
a. Hati
b. Jantung
c. Kulit
d. Pembuluh darah
7. Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu bergerak dan
cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang
lebih rendah disebut .
a. Osmosis
b. Transport aktif
c. Difusi
d. Filtrasi
8. Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel dengan
larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat yang terlarut,
maka terjadi perpindahan air/zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat
terlarut yang rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi
disebut .
a. Osmosis
b. Transport aktif
c. Difusi
d. Filtrasi
9. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi ditentukan sesuai dengan hukum
Fick (Ficks law of diffusion). Faktor-faktor tersebut keculali.
a. Peningkatan permeabilitas
b. Suhu molekul substansi
c. Jarak yang ditempuh untuk difusi
d. Peningkatan perbedaan konsentrasi substansi
10. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan antara dua ruang yang dibatasi oleh
membran.
a. Suhu
b. Volume
c. Tekanan
d. Konsentrasi
B. Essay
1. Jelaskan tentang kompartemen intrasel dan ekstrasel!
2. Jelaskan tentang filtrasi dan transport aktif!
i

3. Kegiatan Belajar 3 : Pergerakan cairan


a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan defenisi osmosis
2. Menjelaskan definisi difusi
3. Menjelaskan tekanan osmotik
4. Menjelaskan tekanan hydrostatik
5. Memahami defenisi tonisitas
6. Menjelaskan pergerakan cairan melintas membran sel
7. Menjelaskan pergerakan cairan antara kapiler dan jaringan tubuh
8. Menjelaskan pengaruh pemberian intravena cairan hipotonik dan hipertonik
terhadap tubuh
9. Memahami efek pemberian intravena cairan hipotonik dan hipertonik terhadap
tubuh

b. Uraian Materi

c. Rangkuman

d. Tugas
i

4. Kegiatan Belajar 4 : Elektrolit tubuh


a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan fungsi utama elektrolit tubuh
2. Menjelaskan perbedaan komposisi elektrolit dalam tiap kompartemen
3. Menyebutkan satuan konsentrasi elektrolit
b. Uraian Materi

c. Rangkuman

d. Tugas
i
i

III. EVALUASI

1. Evaluasi Keberhasilan Belajar Mahasiswa


Evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa pada blok ini dilaksanakan pada akhir
kegiatan blok berupa Ujian Akhir Blok. Adapun komponen penilaian Ujian Akhir
Blok antara lain: evaluasi ceramah, evaluasi tutorial, dan evaluasi praktikum.
a. Evaluasi Ceramah
Evaluasi perkuliahan merupakan proses evaluasi keberhasilan mahasiswa dalam
proses perkuliahan selama dalam satu blok dengan ketentuan:
Persyaratan mengikuti ujian : Menghadiri ceramah minimal 80% dari
total ceramah
Bentuk evaluasi : Multy Disciplinary Examination (MDE)
Model soal : Multiple Choice Questions (MCQ)
Remedial : Remedial diadakan pada akhir semester

b. Evaluasi Tutorial
Evaluasi tutorial adalah bentuk evaluasi terhadap pencapaian tutorial berupa
evaluasi akhir (PAQ) dan proses tutorial.
Evaluasi Hasil Tutorial
Adalah evaluasi terhadap keberhasilan mahasiswa dalam memahami kasus-kasus
yang telah ditutorialkan.
Persyaratan mengikuti ujian : Menghadiri proses tutorial 100%
Bentuk evaluasi : Problem Analysis Questions (PAQ)
Model soal : Kasus
Remedial : Remedial diadakan pada akhir semester

Evaluasi Proses Tutorial


Persyaratan mengikuti ujian : Menghadiri proses tutorial 100%
Bentuk evaluasi : Real Time Observation
Model evaluasi : Daftar cheklist yang diiisi oleh fasilitator
setiap pelaksanaan tutorial (T1, T2, dan T3)
Proporsi nilai : Tutorial 1 = 40%
Tutorial 2 = 40%
Tutorial 3 = 20%
Remedial : Tidak ada remedial

c. Evaluasi Praktikum
Adalah merupakan evaluasi terhadap pencapaian mahasiswa terhadap materi
yang di praktikumkan
Persyaratan mengikuti ujian : Menghadiri kegiatan praktikum 100% dari
total praktikum
Bentuk evaluasi : Quiz, Responsi, atau laporan
Waktu pelaksanaan : Evaluasi dilaksanakan segera selama atau
setelah praktikum berlangsung
Remedial : Tidak ada remedial
i

d. Evaluasi Tugas
Adalah merupakan evaluasi terhadap pencapaian mahasiswa dalam
menyelesaikan tugas yang diberikan :
Persyaratan membuat : Tugas harus dibuat oleh individu secara
tugas mandiri
Bentuk evaluasi : Penilaian Laporan
Waktu pelaksanaan : Evaluasi dilaksanakan segera setelah tugas
dikumpulkan pada waktu yg ditentukan
Remedial : Tidak ada remedial

2. Evaluasi Ketidakhadiran Mahasiswa


Beberapa alasan mahasiswa untuk tidak mengikuti proses pembelajaran dalam
blok adalah (kecuali tutorial dan praktikum wajib 100%):
a. Sakit dengan melampirkan surat keterangan sakit oleh dokter yang telah disahkan
paling lama 3 hari telah diterima oleh Sub Bagian Pendidikan Fakultas
Keperawatan USU.
b. Terkena musibah dengan melampirkan surat keterangan yang telah disahkan.
c. Mendapat tugas dari fakultas atau universitas dengan melampirkan surat
keterangan yang telah disahkan.
d. Alasan lain yang dapat dipertanggung jawabkan dan mendapat persetujuan dari
pimpinan Fakultas Keperawatan USU

3. Evaluasi akhir, Kelulusan, dan predikat kelulusan


1. Persentase penilaian untuk mendapatkan nilai akhir adalah sebagai berikut :
a. Nilai hasil ujian MDE = 40 %
b. Nilai hasil ujian PAQ = 15 %
c. Nilai praktikum = 10 %
d. Nilai tugas = 20 % ( 10% TR, 20% CBR, 10 % CJR, 10% RI,
30% MR, 20% Project)
e. Nilai proses tutorial = 15 %
2. Mahasiswa dinyatakan lulus blok jika nilai akhir blok minimal 60 (C).
3. Mahasiswa lulus minimal skor 60 untuk setiap komponen penilaian (MDE, PAQ,
Proses tutorial, Tugas, dan Praktikum)
4. Sistem skor dan lambang:
Tabel. Sistem Skor dan Lambang
Skor Lambang
80 100 A
75 79 B+
70 74 B
65 69 C+
60 - 64 C
40 - 59 D
< 40 E

4. Syarat Mengikuti Ujian Remedial


a. Ujian remdeial blok dilaksanakan pada akhir semester.
i

b. Telah ikut ujian akhir blok (MDE dan PAQ), mahasiswa yang tidak mengikuti
ujian akhir blok tidak memiliki hak untuk mengikuti Ujian Remedial Blok
(kategori Gagal MDE atau Gagal PAQ).
c. Mahasiswa yang mendapat Nilai akhir blok D diperkenankan untuk mengikuti
ujian Remedial Blok dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri ke bagian
pendidikan Fakultas Keperawatan USU.
d. Mahasiswa yang telah mendaftar ujian remedial blok wajib mengikuti ujian
remedial, apabila tidak hadir ujian remedial maka dianggap gagal dan nilai E
dan harus mengikuti ujian dimana blok terkait ada (1 tahun kemudian).
i
i

Kunci Jawaban
1. Kunci jawaban kegiatan belajar 1

A. Objektif

1. d. Transvaskular
2. b. Mengatur suhu tubuh dan melancarkan darah
3. c. Osmosis
4. a. Ba
5. a. Kalsium
6. c. Sel
7. b. Saliva
8. d. Flame emission spectrofotometry
9. b. Direk
10. c. 135-145 meq/L

B. Essay

1. Fungsi cairan tubuh antara lain:

1) Mengatur suhu tubuh


Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
2) Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini
disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh.
Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
3) Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun
dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air
seni, dan pernafasan.
4) Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air
dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan
elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
5) Pencernaan
i

Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen
melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang
cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena
gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.
6) Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah
dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa
karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita
menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun
dari nafas yang dihembuskan pada kaca.
7) Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot
tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu,
perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir
resiko kejang otot dan kelelahan.
8) Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang
memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.

2. Cairan ekstrasel adalah semua cairan yang terdapat diluar sel atau biasa
disebut CES.Cairan ekstrasel terdiri dari ion-ion dan berbagai bahan nutrisi
yang dibutuhkan oleh sel untuk mempertahankan fungsi sel,seperti
pertumbuhan,perkembangan dan fungsi khusus lainya.Karena peranannya
yang penting ini,maka cairan ekstrasel disebut juga internal
environment.Cairan ini bergerak secara constant pada seluruh tubuh dan
ditransport secara cepat kedalam sirkulasi melalui dinding kapiler.Cairan
ekstrasel terdiri atas beberapa komponen yaitu:Plasma,Cairan interstitial dan
Cairan transeluler.
Cairan intrasel juga biasa disebut CIS.Cairan intrasel yang terdapat pada
setiap sel mempunyai komposisi yang berbeda,tetapi konsentrasinya dari
tiap komposisi ini dapat dikatakan sama dari sel satu ke sel lainya.Cairan
intrasel ini mempunyai pH yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan
pH pada cairan ekstrasel yaitu berkisar 6,8 samapai 7,2.

2. Kunci jawaban kegiatan belajar 2


A. Objektif
1. c. 40%
2. a. Kalsium
i

3. b. 20%
4. d. Mengatur suhu tubuh dan melancarkan peredaran darah
5. a. Limfe
6. d. Pembuluh darah
7. c. Difusi
8. a. Osmosis
9. b. Suhu molekul substansi
10. c. Tekanan

B. Essay
1. Cairan intrasel merupakan cairan yang berada dalam sel di seluruh tubuh.
Cairan intraseluler dipisahkan dari cairan ekstraselular oleh membran
selektif yang sangat permeabel terhadap air, tetapi tidak permeabel terhadap
sebagian elektrolit dalam tubuh. Membran sel mempertahankan komposisi
cairan di dalam agar serupa seperti yang terdapat di berbagai sel tubuh
lainnya.
Seluruh cairan di luar sel disebut cairan ekstraselular. Dua kompartemen
terbesar cairan ekstraseluler adalah cairan interstitial yang merupakan tiga
perempat cairan ekstraselular, dan plasma yang hampir seperempat cairan
ekstraselular. Plasma adalah bagian darah nonselular dan terus menerus
berhubungan dengan cairan interstitial melalui celah membran kapiler.
Celah ini bersifat sangat permeabel untuk hampir semua zat terlarut dalam
cairan ekstraselular, kecuali protein. Karenanya cairan ekstraselular secara
konstan terus tercampur sehingga plasma dan cairan interstitial mempunyai
komposisi yang sama kecuali untuk protein, yang konsentrasinya lebih
tinggi pada plasma. Konstituen ekstraselular terdiri dari natrium dan klorida
dalam jumlah besar, ion bikarbonat yang juga dalam jumlah cukup besar,
tapi hanya sedikit ion kalium, magnesium, fosfat, dan asam organik.
Komposisi cairan ekstraselular diatur dengan cermat oleh berbagai
mekanisme, tapi khususnya oleh ginjal. Hal ini memungkinkan sel untuk
tetap terus terendam dalam cairan yang mengandung konsentrasi elektrolit
dan nutrien yang sesuai untuk fungsi sel yang optimal.

2. Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang
dibatasi oleh membran. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan
tinggi ke daerah bertekanan rendah. Jumlah cairan yang keluar sebanding
dengan besar perbedaan tekanan, luas permukaan membran, dan
permeabilitas membran. Tekanan yang mempengaruhi filtrasi ini disebut
tekanan hidrostatik.
Transport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah
berdifusi secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah
i

yang konsentrasinya lebih tinggi. Perpindahan seperti ini membutuhkan


energi (ATP) untuk melawan perbedaan konsentrasi. Contoh: Pompa Na-K.
i

Daftar Pustaka
Aris, Setiawan. 2009. Fisiologi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Kebidanan.
Jakarta: TIM
Auliyah, S. P. 2015. Patofisiologi tentang Sirkulasi Cairan Tubuh dan Asam Basa.
Tersedia pada:
https://safieraputriauliyah.wordpress.com/2015/08/08/makalah-
patofisiologi-tentang-sirkulasi-cairan-tubuh-dan-asam-basa.html. Diakses
pada tanggal: 7 Mei 2017.
Guyton, Arthur, C. 1990. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
https://www.slideshare.net/dwimank/makalah-cairan-tubuh
https://www.wattpad.com/125957-fungsi-cairan-tubuh-manusia
Malik, Al. 2008. Pengertian dan Devinisi Tekanan Hidrostatisk.
Mil, Athe. 2010. Gangguan Keseimbangan CEU dan CIV. Tersedia pada:
http://athemil.blogspot.com/2010/03/gangguan-keseimbangan-cev-dan-
civ.html. Diakses pada tanggal: 7 Mei 2017.
Rahayu, Fitri. 2012. Tekanan Osmotik. Tersedia pada:
http://fitri.blogspot.com/2012/tekanan-osmotik.html. Diakses pada
tanggal 7 Mei 2017.
Tamu. 2008. Fungsi Cairan Tubuh Manusia, Gejala Dehidrasi dan Cara Mengatasi
Kehilangan Cairan Tubuh. Tersedia pada: http://fungsi-cairan-tubuh-
manusia-gejala-dehidrasi-dan-cara-mengatasi-kehilangan-cairan-
tubuh.html. Diakses pada tanggal 7 Mei 2017.
Tamsuri, Anas. 2009. Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Keseimbangan
Cairan & Elektrolit . Jakarta: ECG