Anda di halaman 1dari 4

BAB II

KESIMPULAN AUDIT

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan,
kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
1. Pemesanan seragam kepada vendor masih kurang sesuai dengan Keppres
Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang/Jasa, dimana jumlah
seragam yang dipesan melebihi jumlah karyawan yang ada di perusahaan.
2. Pengadaan seragam karyawan dilakukan setiap satu tahun sekali, tepatnya
dipesankan melalui vendor pada akhir tahun. Hal ini dapat menimbulkan
pencatatan yang tidak sesuai dimana pihak pencatatan akan mencatat
pemesanan kepada vendor di awal tahun berikutnya.
3. Jadwal pengadaan seragam karyawan tidak selalu tepat sesuai dengan
jadwal, bahkan pada waktu yag tidak direncanakan, sehingga sering terjadi
kelebihan atau kekurangan pada anggaran perusahaan yang telah disusun
sebelumnya.
4. Otorisasi atau persetujuan pemesanan seragam dilakukan oleh pihak yang
sama dengan pihak yang menerima barang (seragam karyawan) datang.
5. Vendor untuk melakukan pengadaan seragam karyawan sering berganti-
ganti yang dapat mempengaruhi kualitas seragam dan juga ketepatan waktu
jadi seragam karyawan.

Kriteria:
1. Untuk memutuskan vendor dalam melakukan pengadaan seragam karyawan,
harus ada jaminan bahwa pihak vendor akan mengirimkan barang dengan
kualitas yang diminta oleh perusahaan dan dikirim sesuai tanggal kesepakatan
atau dengan kata lain dikirim tepat waktu.
2. Jumlah pesanan seragam karyawan kepada vendor harus sesuai dengan
jumlah karyawan yang ada di perusahaan, baik karyawan dalam pabrik
ataupun untuk karyawan kantor.
3. Jadwal pemesanan seragam karyawan kepada vendor harus sesuai dengan
peraturan atau kebijakan perusahaan, dimana setiap satu tahun sekali yang
dilaksanakan di akhir tahun, perusahaan akan melakukan pengadaan seragam
karyawan.
4. Penerimaan barang datang dari vendor harus dipisahkan dari pihak yang
mengotorisasi pengadaan seragam karyawan, sehingga dapat mengurangi
risiko terjadinya kecurangan sekaligus dapat memperbaiki pengendalian
internal perusahaan.
5. Perusahaan harus menetapkan satu atau dua vendor tetap yang sebelumnya
telah disurvei terkait kualitas barang dan dipercayai perusahaan dalam
memenuhi pesanan seragam karyawan.

Penyebab:
1. Belum ada pedoman baku secara tertulis yang dimiliki perusahaan dalam
penetapan pengadaan seragam untuk karyawan.
2. Kurangnya karyawan di bagian gudang menyebabkan pihak otorisasi
pemesanan dan pihak penerima barang dilakukan oleh orang yang sama.
3. Belum tersedia kebijakan dan atau aturan yang memadai yang berkaitan
dengan penentuan pemilihan vendor untuk pengadaan seragam karyawan.
4. Lemahnya bagian pencatatan dalam menentukan titik pisah batas pencatatan
pemesanan seragam karyawan kepada vendor, sehingga pesanan yang
dilakukan di akhir tahun dicatat di awal tahun berikutnya.

Akibat:
1. Jumlah pengeluaran secara aktual dengan yang telah dianggarkan perusahaan
sering tidak sesuai, dikarenakan perusahaan sewaktu-waktu dapat melakukan
pemesanan seragam karyawan atau dengan kata lain perusahaan tidak selalu
setiap satu tahun sekali melakukan pengadaan seragam karyawan.
2. Beberapa kali perusahaan menemukan kecurangan yang dilakukan oleh pihak
penerima barang, dimana jumlah barang yang diterima tidak sesuai dengan
jumlah barang yang dipesan.
3. Sering berganti-ganti vendor menyebabkan beberapa pihak tertentu untuk
mengambil keuntungan dengan melakukan pemesanan kepada vendor yang
memiliki hubungan dekat dengan pihak terkait.
Pejabat yang bertanggung jawab:
Direktr Utama dan Manajer Produksi
BAB III
REKOMENDASI

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi
perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Kelemahan yang terjadi pada penjadwalan pengadaan seragam karyawan
yang tidak memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan
pengadaan kepada vendor oleh perusahaan.
2. Kelemahan yang terjadi karena tidak adanya pembagan tugas secara jelas
antara pihak penerima barang dengan pihak yang bertanggung jawab dalam
mengotorisasi pesananan.
3. Kelemahan yang terjadi pada pemilihan vendor yang dapat menimbulkan
celah pihak tertentu dalam melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme).

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai


koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki
kelemahan tersebut.

Rekomendasi:

Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang jadwal pengadaan seragam


karyawan sebagai dasar untuk melakukan pengadaan kepada vendor oleh perusahaan

Kami melakukan survey pendahuluan untuk memperoleh gambaran awal dan


informasi umum untuk memahami aktivitas operasi PT Kertas Leces Indonesia,
diuraikan sebagai berikut.
BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi
masalah Pengadaan Seragam Karyawan PT. Mermaid Tekstil untuk periode tahun
2013/2014. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian
manajemen Pengadaan Seragam Karyawan, personalia yang bertugas dalam
melakukan pengadaan itu sendiri.