Anda di halaman 1dari 7

Bab 12

Strategi Kompetitif Internasional


A. Pengertian strategi internasional
Strategi internasional adalah cara perusahaan membuat pilihan mengenai
pemenuhan dan pengguanaan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan
internasional mereka. Tujuan strategi internasional adalah untuk mencapai dan
mempertahankan posisi persaingan yang unik dan berharga baik di dalam negeri maupun
secara global, posisi tersebut dinamakan keunggulan kompetitif.
Yang dimaksud keunggulan kompetitif yaitu kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan pesaingnya. Untuk
menciptakan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan, perusahaan internasional
harus mencoba mengembangkan kemampuan atau kompetensi. Kompetensi tersebut
yaitu:
1). Menciptakan nilai bagi pelanggan yang mana pelanggan bersedia membayar
2). Jarang terjadi, karena kompetensi yang dimiliki bersama dengan banyak
pesaing tidak bisa menjadi dasar keunggulan kompetitif.
3). Sulit untuk ditiru atau digantikan.
4). Diatur dengan cara yang memungkinkan perusahaan untuk mengeksplotasi
penuh dan menangkap nilai dari potensi kompetitif ini berharga, langka, dan sulit untuk
meneru kompetensi.
Perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan menciptakan posisi
kompetitif sehingga perusahaan memerlukan perencanaan yang strategis agar tidak salah
dalam mengambil keputusan.

B. Perencanaan Strategis Global


I. Pentingnya Perencanaan Secara Global
Perencanaan strategis global menyediakan sarana bagi manajemen puncak untuk
mengidentifikasi peluang dan ancaman dari seluruh dunia, memformulasikan strategi
untuk menanganinya, dan menentukan bagaimana untuk membiayai dan mengelola
implementasi strategi.
Perencanaan strategi digunakan untuk membantu memastikan bahwa pengambil
keputusan telah memiliki pemahaman yang sama mengenai bisnis, strategi, asumsi
dibalik strategi, tekanan lingkungan bisnis eksternal, dan keputusan mereka
sendiri,termasuk mempromosikan konsistensi tindakan antarmanajer diperusahaan
tersebut diseluruh dunia.
Rencana strategis juga mendorong partisipan untuk mempertimbangkan dampak
tindakan mereka di area geografis dan fungsional lain diperusahaan. Membantu
menigkatkan kemungkinan inovasi strategi, mempromosikan pengembangan,
menangkap, dan pengaplikasian ide-ide baru untuk endorong kesuksesan didalam
menantang lingkungan yang kompetitif juga merupakan tujuan adanya perenacanaan
strategis ini.
II. Proses Perencanaan Strategis Global
Proses perencanaan strategis sebagai berikut:
1. Menganalisis lingkungan eksternal perusahaan
2. Menganalisis lingkungan internal perusahaan
3. Mendefinisikan bisnis dan misi perusahaan
4. Menetapkan tujuan perusahaan
5. Menguantifikasi tujuan
6. Memformulasikan strategi
7. Membuat perencanaan taktis.
Keterangan :
1. Menganalisis lingkungan eksternal
Manajer tidak hanya mengetahui nilai sekarang dari kekuatan tersebut, tapi juga
tahu kemana kekuatan tersebut mengarah. Ligkungan eksternal merupakan input
penting dalam proses perencanaan strategis global seperti yang di indikasikan oleh
penilain General Electric berikut ini:
a. Perekonomian global yang saling tergantung didera oleh kelebihan kapasitas
produksi dan tekanan harga yang dihasilkan.
b. Tatanan ekonomi baru dalam persaingnan dan pertumbuhan global.
c. Pergerakan untuk mengonsolidasikan saluran distribusi yang menciptakan nilai
untuk pelanggan tetapi mempersulit bagi produsen untuk mempertahankan
margin.
d. Kesempatan untuk membangun platform pertumbuhan berdasarkan demografi
yang tak terbendung.
e. Dunia yang makin mudah berubah dan tidak pasti.
2. Menganalisis lingkungan internal perusahaan
Analisis ini akan menyertakan anlisis situasional dan prediksi. Untuk bisa berhasil
dalam lingkungan persaingan global saat ini, perusahaan harus menavigasi beberapa
kecenderungan global utama termasuk peningkatan saling ketergantungan dalam
perekonomian gobal yang didera oleh kapasitas erlebih sector manufaktur,
persaingan yang ketat, dan akibat dari tekanan harga.
Analisis rantai nilai merupakan sebuah penilaian yang dilakukan terhadap rantai
dari aktivitas yang saling berkaitan dari sebuah organisasi atau sekelompok
organisasi yang saling terkait, ditujukan untuk menentukan di manna dan hingga
sejauh mana nilai ditambahkan ke produk atau jasa akhir. Tujuan analisis ini adalah
untuk memungkinkan manjemen untuk menentukan kelompok aktivitas yang akan
dilakukan sendiri oleh perusahaan dan mana yang akan dialihdayakan. Manajemen
juga harus mempertimbangkan kemna menempatkan berbagai aktivitas rantai nilai.
Hasil yang diinginkan dari analisis rantai nilai adalah identifikasi dan penetapan
kelompok unggulan dari aktivitas rantai nilai yang terintegrasi dengan baik dan
keterkaitan antar-aktivitas tersebut, sebuah sistem yang akan memungkinkan
organisasi untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan menjual dengan
lebih efektif dan efisien produk dan jasa perusahaan kepada target pelanggan,
sehingga menciptakan dasar bagi keunggulan kompetitif global.
Pengetahuan sebagai sumber daya perusahaan terkendali
Manajemen pengetahuan merupakan praktik yang digunskan organisai dan
manajemen untuk identifikasi,penciptan ,akuisisi, pengembangan, penyebaran, dan
eksploitasi atas pengetahuan yang berharga secara kompetitif. Pengetahuan yang
berharga ad dua, yaitu pengetahuan yang tersirat atau implisit dan eksplisit.
Pengetahuan implisit artinya diketahui dengan baik oleh individu tetapi sulit
untuk diekspresikan secara lisan atau didokumentasikan daalam tulisan dan gambar.
Sebagai hasilnya, dibutuhkan sistem untuk menyamapikan pengetahuan ersirat ini
kepada orang lain. Pengetahuan eksplisit adalah yaitu pengetahuan dikodifikasikan
dan kemudian membuat pengetahuan ini bisa diakses dengan cepat dan efektif
kepegawai lainnya yang membutuhkan.
Contohnya, Nokia dan Ericson, di mna merupakan pemimpin internasional dalam
teknologi komunikasi, keduanya mendirikan kantor di Silicon Valey. Tujuan mereka
adalah masuk edalam pemikiran terbaru dari pemasok dan pelanggan yang berlokasi
dikawasan tersebut dan kemudian mentransfer pengetahuan kembali ke kantor pusat
mereka masing-masing di Eropa.
Setelah analisis variable yang dapat dikendalikan oleh perusahaan, komite
perencanaan harus dapat menjeaskan aksud dari pernyataan misi, pernyatan
visi,tujuan, sasaran yang yang diukur, dan strategi.
3. Pernyataan bisnis dan misi perusahaan
Pernyataan misi mendefiniskan tujuan keberadaan perusahaan, termasuk bisnis,
tujuan, dan pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut. Pernyataan visi adalah
deskripsi mengenai posisi yang diinginkan perusahaan dimasa depan, apa yang
diharapkan bisa dicapai jika perusahaan dapat memperoleh kompetensi yang
dibutuhkan dan berhasil mengimplentasikan strateginya. Pernyatan nilai
dimaksudkan ntuk menjadi jelas, mengandung deskripsi mengenai nilai-nilai
fundamental, kepercayaan, dan prioritas anggota-anggota organisasi, mencerminkan
bagaimana mereka ingin bersiakp dengan satu sama lain dan dengan pelanggan,
pemasok, dan anggota lain dalam komunitas global.
4. Menetapkan Tujuan-tujuan perusahan
Tujuan mengarahkan tindakan yang diambil oleh perusahan, mempertahankannya
di dalam bats-batas pernyataan misi, dan memastikan kelangsungan eksistensianya.
Contoh McDonalds enyatakan bahwa visinya adalah untuk menjadi restoran degan
layanan cepat terbaik di dunia.Untuk mencapai visi ini, perusahaan vfokus kepada
tiga tujuan yang mendunia :
1). Menjadi pemberi kkerja terbaik bagi para pegawainya di setiap komunitas di
seluruh dunia,
2). Melakukan operasi yang luar biasa bagi para pelanggan disetiap jaringan
restoran,
3). Mencapai pertumbuhan ynag tahan lama dan menguntungkan dengan
melakukan ekspansi terhadap merek dan memanfaatkan kekuatan sistem
McDonalds melalui inovsai dan teknologi.
5. Menguantifikasi Tujuan
yaitu untuk meningkatkan kemampuan perusahan dalam mengembangkan dan
mengimplementasikan strategi yang efektif, slah satu yang akan memungkinkan
pencapaian tujuan-tujuan perusahaan, yaitu penting bahwa melakukan usaha untuk
menguantifikasi tujuan-tujuan tersebut. Perencanaan strategis utuk operasi
internasional biasanya berhubungan dengan factor kualitatif dan kuantitatif, yang
membuat upaya untuk menguantifikasi tujuan menjadi lebih rumit.
6. Memformulasikan Strategi Kompetitif
Strategi kompetitif adalah rencan tindakan yang memungkinakan organisasi untuk
meraih tujuannya. Strategi kompetitif alternative, dan rencana yang sesuai tindakan
yang terlihat masuk akal dengan mempertimbangkan arah kekuatan lingkungan
eksternal dan kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman perusahaan. Faktor
yang harus dipertimbangkan secar seksam saat membuat keputusan mengai strategi
yang dipilih untuk digunakan oleh perusahaan interenasioanl, yaitu:
a) Strategi Replikasi Negara Asal
Menurut tipologi ini, perusahaan yang melakukan strategi replikasi Negara
biasanya memusatkan pengembangan produk dinegraa asal mereka. Setelah
mereka mengembangkan produk dinegar asl, inovasi ini kemudian ditransfer ke
pasar asing untuk menangkap nilai tambahAgar dapat bersaing, perusahaan
harus memiliki kompetensi yang erharga dan berbeda dari pesaing.
b) Strategi Multidomestik
Strategi ini cenderung digunakan saat adantekana besar bagi perusahaan untuk
mengadaptasi produk dan jasa untuk pasar lokl. Pengambilan keputusan cenderu
lebih terdesentralisasi dalam rangka perusahaan memodifikasi produknya dan
merespons dengan cepat perubahan persaingan dan permintaan local.
c) Strategi Global
Strategi global cenderung digunakan saat perusahaan menghadapu tkanan kuat
untuk mengurangi biaya dan tekanan terbatas untuk mengadaptsikan produk
untuk pasar local. Strategi dan pengambilan keputusan biasanya dipusatkan di
kantor pusat, dan perusahaan cenderung menawarkan produk dan jasa yang
trestandarisasi.Kantor di luar negeri diharapkan untuk mengadopsi strategi
paling efisien yang ditemukan diseluruh perusahaan.
d) Strategi transnasional
Sebuah strategi tansnasional cenderung digunakan saat perusahaan secara
simultan menghadapi tekanan untuk melakukan efektivitas biaya dan adaptasi
local, dan ssat ada potensi keunggulan kompetitif yang berasal dari merespos
secara siimultan terhadap dua kekuatan divergen ini.
Selain keempat jenis strategi tersebut, manajemen juga harus
mempertimbangkan budaya perusahaan saat memilih di antar alternative
strategis. Jika perusahaan memutuskan untuk memberlakukan sistem
pengendalian kualitas yang termasuk lingkaran kualitas sehingga memiliki
partisipasi pekerja yang hanya sedikitdalam proses pengambilan keputusan,
strateginya harus memasukkan biaya dan waktu untuk pelatihan bagi karyawan
untuk menerima perubahan budaya tersebut.
Standarisasi dan perencanaan
Dalam membuat perencanaan strategis, bagaimanapun,penting bahwa
perusahaan melihat lebih dari apa yang masuk akal di dalam kondisi saat ini dan
juga mempertimbangkan bagaimana situasi berubah dimas depan dan implikasi
dari perubahn tersebut. Hal ini membantu menjelaskan perusahaan
meningkatkan penggunaan scenario dalam proses perencanaan.
Skenario
Skenario merupakan beberapa cerita yang masuk akal dan mungkin akan
terjadi di masa depan. Analisis scenario memungkinkan manajemen untuk
menilai implikasi atas kondisi ekonomi dan strategi operasi perusahaan yang
bervariasi. Skenario mengintegrasikan beragam ide dalam sebuah sikap yang
berguna dan komperehensif.
Tujuh langkah untuk mencapai perencanaan scenario yang sukses menurut
Peter Scwartz The Art of the Long view:
1) Menentukan bidang, ruang lingkup, dan waktu keputusan dengan relevansi
terbesar atau dampak terhadap organisai Anda.
2) Meneliti kondisi-kondisi yang sudah ada dan trend dalam berbagai bidang
(termasuk bidang yang munkinbiasanya tidak dipertimbangkan).
3) Memeriksa pendorong atau factor kunci yang kemungkinan besar akan
menentukan hasil dari cerita yang sedang Anda bangun.
4) Membangun beberapa cerita mengenai apa yang bisa terjadi selanjutnya.
5) Memainkan apa dampak dari masing-masing masa depan yang mungkin
terjadi terhadap bisnis atau oranisasi Anda.
6) Memeriksa jawaban-awaban Anda dan mencari tindakan trsebut atau
keputusan yang akan Anda buat yang umum untuk dua atau tiga cerita
yang Anda bangun.
7) Mengawasi apa yang benar-benar berkembang sehingga bisa memicu
sistem respons awal Anda.
De Kluyver dan Pearcce mengemukakan empat kualitas yang harus
diwujudkan dalam set scenario final
1) Relevansi bagi penguna (misalnya, eksekutif atau manjemen menengah).
2) Konsistensi internal.
3) Penggambaran terkait masa depan yang secara umum berbeda, bukan
hanya menjadi vairiasi dari stu tema yang sama.
4) Bisa bertindak di dalam lingkungan yang ada untuk periode waktu tertentu
sehingga memberikan organisasi kesempatan untuk meraih keuntungan
dari persiapan dan hasil tindakannya, bukan untuk masa depan yang hanya
akan berlangsung singkat.
Skenario digunakan sebagai alat belajar untuk mempersiapkan rencana
kontingensi, meningkatkan kemampuan perusahaan untuk tetap berjalan dengan baik
di pasar internasional yang tidak pasti. Yang diaksud rencana kontingensi adalah
rencana untuk scenario kasus terbaik atau terburuk atau peristiwa kritis yang dapat
memiliki tingkat kerawanan tinggi di peusahaan.
7. Mempersiapkan rencana teknis
Oleh karena rencana strategis yang cukup luas, maka rencana taktis merupakan
syarat untuk menjabarkan secara detail bagaimana tujuan akan dicapai. Dengan kata
lain, cara yang spesifik, berarti jangka pendek untuk mencapai tujuan adalah
kegunaan dari perencanaan teknis.
C. Fitur-Fitur Rencana Strategis dan Fasilitator Implementasi
Dua fitur penting dari perencanaan strategis adalah proyeksi penjualan dan
anggaran. Proyeksi penjualan bukan hanya menyediakan manajemen mengenai estimasi
pendapatan yang akan diterima dan unit yang akan diterjual, tetapi juga berfungsi sebagai
dasar perencanaan di bidang fungsional lainnya.Anggaran adalah proyeksi perincian atas
pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu .
Setelah rencana disiapkan, harus diimplementasikan Dua fasilitator implemetasi
perencanaan yang palingpenting dikerjakan manajemen adalah kebijakan dan prosedur.
Kebijakan adalah pedoman umum yang dikeluarkan oleh manajemen untuk tujuan
membantu para manajer tingkat bawah untuk menangani masalah yang berulang.Oleh
karena itu, kebijakan itu luas, mereka mengizinkan adanya tindakan diskresi dan
interprestasi.