Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

D DENGAN KASUS
SINDROM NEFROTIK AKUT DI RUANG LONTARA 4 ATAS BELAKANG
PERAWATAN ANAK RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO
MAKASSAR

OLEH
Rosdiana Saniapon
C 121 13 752

PRESEPTOR INSTITUSI PRESEPTOR LAHAN

(..............................................) (............................................)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. D DENGAN KASUS
SINDROM NEFROTIK AKUT DI RUANG LONTARA 4 ATAS BELAKANG
PERAWATAN ANAK RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO
MAKASSAR

A. BIODATA
1. Identitas Klien
Nama/Nama panggilan : An. D
Tempat tgl lahir/usia : Makassar, 09-11-2015/ 4 Tahun 5 Bulan 5 Hari
Jenis kelamin : Perempuan
Aga ma : Islam
Pendidikan : Belum sekolah
Alamat : Jl. Veteran Selatan
Tanggal masuk : 12-04-2015
Tanggal pengkajian : 14-04-2015
Diagnosa medik : Sindrom Nefrotik Akut
Rencana Terapi : - Cefixime Syrup 75 mg/12 jan/ Oral
- Elkana Syrup 5 ml/12 jam/Oral
- Furosemide 20 mg/ 12 jam/oral
2. Identitas Orang tua
a. Ayah
Nama : Tn. A
Usia : 50 Tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan/sumber penghasilan : Wiraswasta
Aga ma : Islam
Suku : Makassar
Alamat : Jl. Veteran Selatan
b. Ibu
Nama : Ny. R
Usia : 43 Tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan/Sumber penghasilan: IRT
Agama : Islam
Suku : Ambon
Alamat : Jl. Veteran Selatan

c. Identitas Saudara Kandung


N STATUS
N AM A USIA HUBUNGAN
o KESEHATAN
1. An. F 18 Tahun 1 Bln 18 Hari Kakak kandung Sehat
2. An. N 16 Tahun 0 Bln 8 Hari Kakak kandung Sehat
3. An. M 14 Tahun 9 Bln 18 Hari Kakak kandung Sehat
4. An. D 4 Tahun 5 Bln 5 Hari Penderita/Pasien

B. Keluhan Utama/Alasan Masuk Rumah Sakit


Keluhan Utama saat pengkajian yaitu bengkak pada wajah, kelenjar limfa pada
leher, perut, dan dorsalis pedis/punggung kaki.

C. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien masuk rumah sakit dengan keluhan utama bengkak di seluruh tubuh. Hal
ini dialami sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Tapi pada saat pengkajian
bengkak sudah berkurang dan hanya tersisa sedikit pada wajah/pipi, kelenjar
limfe pada leher, perut dan dorsalis pedis/punggung kaki. Awalnya bengkak
pada wajah/pipi, kemudian diikuti bengkak pada mata dan kaki.
2. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Penyakit yang pernah dialami: Anak memiliki riwayat batuk demam, dan
diare.
Klien tidak pernah mengalami kecelakaan.
Klien tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan, obat-obatan, ataupun
zat/substansi kimia.
Klien tidak pernah mengkomsumsi obat-obatan bebas
Perkembangan anak dibanding saudara-saudaranya : kurang lebih sama.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga


Penyakit anggota keluarga : tidak ada keluarga klien yang menderita
hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung. Ada riwayat kakek/nenek klien
yang menderita stroke dan asma bronkhial. Kakak klien menderita alergi
terhadap makanan/kerupuk atau snack yang mengandung banyak MSG.
Genogram

Keterangan :
: Laki-laki : Klien

: Perempuan : Tinggal serumah

4. Riwayat Immunisasi
No Jenis Imunisasi Waktu Pemberian Reaksi setelah pemberian
.
1 BCG Usia 1 bulan Demam
2 DPT (I, II) Usia 2 bulan, 3 bulan Demam
3 Polio (I, II, III) Usia 1 Bulan, 2 bulan, 3 bulan Demam
4 Campak Tidak imunisasi campak -
5 Hepatitis Saat lahir, 2 bulan, 3 bulan Demam
5. Riwayat Tumbuh Kembang
a. Pertumbuhan Fisik
1) Berat badan : 14 Kg
2) Tinggi badan : 97 cm
3) Waktu tumbuh gigi umur : Orang tua mengatakan lupa
b. Perkembangan Tiap tahap
Usia anak saat
1) Berguling : 4 bulan
2) Duduk : 8 bulan
3) Merangkak : 10 bulan
4) Berdiri : 8 bulan
5) Berjalan : 1 thn 8 bulan
6) Senyum kepada orang lain pertama kali : Orang tua lupa
7) Bicara pertama kali : 5 bulan
8) Berpakaian tanpa bantuan : 3 tahun

6. Riwayat Nutrisi
a. Pemberian ASI
1) Pertama kali disusui : Pada saat lahir
2) Cara pemberian : Setiap kali menangis.
3) Lama pemberian : 3 Hari
b. Pemberian susu formula
1) Alasan pemberian : Karena ibu sakit/ depresi post partum
2) Jumlah pemberian : 5-6 kali sehari
3) Cara pemberian : Dengan dot
c. Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian
0 4 Bulan A S I + Susu Formula (Sufor) - ASI sampai umur 3 Hari
- Sufor sampai 1 Tahun
4 12 Bulan Susu formula + Bubur - Sampai umur 1 Tahun
Saat ini Nasi + Lauk Pauk + Buah + Sayur Sampai umur 4 tahun
5 Bln 5 Hari.

7. Riwayat Psikososial
Anak tinggal di rumah sendiri.
Lingkungan berada di kota.
Rumah dekat dengan sekolah dan pelayanan kesehatan, tidak ada tempat
bermain khusus, klien tidur bersama-sama saudaranya.
Di rumah tidak ada tangga yang berbahaya yang dapat menimbulkan
kecelakaan, anak tidak punya ruangan bermain tersendiri.
Hubungan antar anggota keluarga harmonis.
Pengasuh anak adalah orang tua sendiri

8. Riwayat Spiritual
Anggota keluarga taat melaksanakan ibadah
Kegiatan keagamaan : Keluarga sering mengikuti kegiatan keagamaan yang
dilaksanakan di sekitar tempat tinggalnya. Klien juga sudah mulai belajar
mengenal huruf hijaiyah..

9. Reaksi Hospitalisasi
a. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
Orang tua membawa anaknya ke RS karena khawatir akan keadaan anaknya.
Dokter menceritakan tentang keadaan anaknya dan kelihatannya orang tua
tidak/belum mengerti tentang keadaan anaknya hal ini dapat dilihat dengan
ekspresi wajah ibu dan pertanyaan yang sering timbul terkait dengan keadaan
anaknya
Orang tua (Ibu) pada saat ini mengatakan merasa karena takut dan khawatir
karena ini adalah pengalaman pertama kali anak dirawat di Rumah Sakit.
Saat ini anak dijaga oleh ibu dan bapaknya serta keluarga (Tante dan kakak)
selama di rumah sakit

b. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap


Anak mengatakan dia dirawat di rumah sakit karena sakit.
Anak tidak mengetahui apa penyebab sakitnya.
Anak merasa bosan selama dirawat di rumah sakit karena tidak bisa bermain
dengan teman-temannya seperti di rumah.
10. Aktivitas sehari-hari
a. Nutrisi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Selera makan Baik Baik
2. Menu makan Nasi, sayur, ikan, lauk Sesuai dengan diet dan
pauk. terapi
3. Frekuensi makan 2 kali sehari Sesuai jadwal pemberian
makan di RS
4. Makanan Tidak ada Tidak boleh makan makanan
pantangan yang terlalu banyak garam,
makanan yang berminyak
dan bersantan.
Pola makan diatur sesuai
Tidak ada diet untuk SNA (diet
5. Pembatasan pola rendah garam)
makan Makan disuapi ibu
Makan sendiri
6. Cara makan

Tidak ada
Makan bersama keluarga
7. Ritual saat makan kecuali ayah yang kadang
tidak berada di rumah saat
makan

b. Cairan
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jenis minuman Air putih, sering minum teh Air putih
kemasan gelas
2. Frekuensi minum Setiap selesai makan, saat 2-4 gelas perhari
bermain ( Anak memiliki
kebiasaan >10 gelas teh
kemasan/hari dan kurang
minum air putih)
3. Kebutuhan cairan 2-3 liter/hari 62 cc/kgBB/hari

4. Cara pemenuhan Minum (per oral) Per oral

c. Eliminasi (BAB&BAK)
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
BAB (Buang Air Besar)
1. Tempat
pembuangan WC dirumah WC
2. Frekuensi (waktu)
3. Konsistensi 1 kali sehari 1 kali sehari
4. Kesulitan Padat/lembek Padat/lembek
5. Obat pencahar Tidak ada Tidak ada
BAK (Buang Air Kecil) Tidak pernah diberikan Tidak diberikan
1. Tempat
pembuangan
2. Frekuensi WC di rumah WC (Urine itampung di
3. Warna dan bau botol selama 24 jam)
4. Volume Sekitar 5 kali sehari 2-3 kali sehari
Kuning jernih Coklat tua (Seperti Cola)
5. Kesulitan Tidak diketahui 800 cc/24 jam (2,08
cc/kgBB/jam
Tidak ada Tidak ada
d. Istirahat tidur
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jam tidur
- Siang 13.00-14.00 wita 14.00-15.00 wita
- Malam 21.00 06.00 wita 20.00-06.00 wita
2. Pola tidur Kadang siang tidur siang Tidur siang teratur dan
karena keasikan bermain, nyenyak
malam tidur nyenyak
3. Kebiasaan sebelum Tidak ada Tidak ada
tidur
4. Kesulitan tidur Tidak ada Tiak ada

e. Olah Raga
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Program olahraga Bermain dengan teman Tidak ada
tetangga rumah
2. Jenis dan Bermain boneka, Bermain Tidak ada
frekuensi masak-masak (2-3x sehari)
Biasa saja Tidak ada
3. Kondisi setelah
olahraga

f. Personal Hygiene
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Mandi
Cara Mandi sendiri Mandi dibantu sepenuhnya
oleh orang tua

Frekuensi 2-3 kali sehari 2 kali/hari dengan mengelap


badan dengan tisu basah
Alat mandi
Air, sabun mandi Tisu basah
2. Cuci rambut
Frekuensi 1 kali sehari Selama dirawat belum pernah
Cara Dilakukan sendiri cuci rambut/keramas

3. Gunting kuku
Frekuensi
Cara 1x seminggu Belum memotong kuku dan
Dibantu oleh orang kuku tampak panjang dan
4. Gosok gigi tua kotor.
Frekuensi
1-2 kali sehari 1 kali sehari
Cara
Menggosok gigi Menggosok gigi sendiri dan
sendiri dibantu orang tua

g. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Kegiatan sehari-hari Bermain Istirahat ditempat tidur
2. Pengaturan jadwal harian Tidak ada Tidak ada
3. Penggunaan alat bantu Tidak ada Tidak ada
aktifitas
4. Kesulitan pergerakan tubuh Tidak ada Tidak ada

h. Rekreasi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Perasaan saat sekolah Belum sekolah -

2. Waktu luang Hanya untuk bermain Istirahat


3. Perasaan setelah Senang -
rekreasi -
4. Waktu senggang Kumpul bersama
keluarga -
5. Kegiatan hari libur Nonton TV dan bermain

11. Pemeriksaan Fisik


a. Keadaan umum klien
Lemah.
b. Tanda-tanda vital
Suhu : 37,6 C
Nadi : 86x/menit
Respirasi : 20x/menit
Tekanan darah : 110/80 mmHg
c. Antropometri
Tinggi Badan : 97 cm
Berat Badan : 14 Kg (BB koreksi: 12,8 Kg)
Lingkar lengan atas : 12 cm
Lingkar kepala : 49 cm
Lingkar dada : 49,5 cm
Lingkar perut : 47 cm
Skin fold : tidak dilakukan
d. Sistem pernapasan
Hidung : simetris kiri-kanan. Tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada
secret, polip, maupun epistaksis
Leher : Ada pembesaran kelenjar limfe (limfadenopati), kelenjar servikal
sinistra 1 buah ukuran 1x1 cm, kelenjar submandibula dextra 1 buah ukuran
2x1 cm
Dada :
- Bentuk dada normochest dan simetris kiri dan kanan
- Gerakan dada : simetris, tidak terdapat retraksi, tidak terdapat
penggunaan otot bantu pernapasan
- Suara napas tambahan tidak ada
Tidak ada Clubbing finger

e. Sistem Cardio Vaskuler


Conjunctiva anemis, bibir lembab, arteri carotis kuat, tekanan vena jugularis
tidak meninggi.
Ukuran jantung : batas atas : ICS III, Kiri : midclavicula kiri, kanan : Linea
Parasternalis kanan, IC (Ictus Cordis) tidak nampak
Suara jantung : S1 kesan normal, S2 kesan normal. Tidak ditemukan adanya
bising aorta, murmur dan gallop
Capillary Refilling Time <3 detik

f. Sistem Pencernaan
Sklera tidak ikterik, bibir lembab, tidak ada labio skizis.
Mulut : tidak ada stomatitis dan palato skizis, tidak ada caries , kemampuan
menelan baik.
Gaster : kembung sering dirasakan, tidak nyeri, gerakan peristaltik normal
Abdomen : Hati teraba , lien, ginjal tidak teraba, perkusi : ascites (+) shifting
dullness.
g. Sistem indra
1. Mata
- Kelopak mata tiak oedema lagi, alis/bulu mata tidak mudah rontok/tercabut.
- Pemeriksaan visus tidak dilakukan
- Lapang pandang kesan tidak ada gangguan.
2. Hidung
- Penciuman baik, tidak ada perih dihidung yang dirasakan, tidak pernah
trauma dan mimisan/epistaksis
- Tidak ada sekret yang menghalangi penciuman.
- Tidak ada polip
3. Telinga
- Keadaan daun telinga : kanal auditoris bersih, tidak ada serumen
- Fungsi pendengaran : kesan tidak ada gangguan.
h. Sistem saraf
1. Fungsi cerebral
- Status mental : Oreintasi baik, daya ingat baik , klien kooperatif pada saat
pemeriksaan dan menjawab segala pertanyaan sesuai tingkat perkembangan
dan usianya.
- Kesadaran : Eyes 4 (membuka mata spontan), Motorik 6 (bergerak mengikuti
perintah), Verbal 5 (berbicara normal)
- Bicara spontan sesuai pertanyaan yang diberikan kadang disertai dengan
ekspresi wajah dan senyuman.
2. Fungsi cranial
Tidak ditemukan adanya kelainan pada pemeriksaan saraf cranial mulai dari N
I sampai N XII.
3. Fungsi motorik : Massa otot, tonus otot, kekuatan otot baik
4. Fungsi sensorik : Suhu, Nyeri, getaran, posisi, diskriminasi (kesan normal/tidak
ditemukan adanya kelainan).
5. Fungsi cerebellum : Koordinasi, keseimbangan (kesan normal/tidak ditemukan
adanya kelainan).
6. Refleks : Bisep, trisep, patella, babinski (kesan normal)
7. Iritasi meningen : Tidak ditemukan adanya refleks patologis melalui
pemeriksaan : (Kaku kuduk, laseque sign, Brudzinki I/II).

i. Sistem Muskulo Skeletal


1. Kepala : Bentuk kepala mesochepal, tidak kaku dan tidak ada nyeri.
2. Vertebrae : Tidak ditemukan adanya scoliosis, lordosis, kyposis, gerakan
fleksibel, ROM tidak terbatas karena oedema sudah berkurang.
3. Pelvis : Gaya jalan (normal), gerakan (normal), ROM (aktif), Trendelberg test
(-), Ortolani/Barlow (-)
4. Lutut normal
5. Kaki bengkak (+) pretibial dorsum pedis, tetapi klien masih dapat berjalan
6. Tangan tidak bengkak, gerakan dan ROM aktif.

j. Sistem Integumen
Rambut : Warna hitam agak kekuningan, rambut tidak terlalu lebat, tidak
mudah tercabut, distribusi rambut merata, tampak rambut kurang
rapi/berserakan
Kulit : Warna sawo matang, turgor kulit baik, tidak ada ruam
Kuku : Warna putih paa bagian atas kuku dan CRT <3 detik, permukaan kuku
panjang dan kelihatan kotor, tidak mudah patah.
k. Sistem Endokrin
Kelenjar thyroid : tidak nampak dan teraba tidak ada pembesaran
Ekskresi urine 2-3 kali sehari, tidak ada polidipsi, tidak ada poliphagi
Suhu tubuh rata-rata hampir sama setiap hari, ada keringat berlebihan/baju
basah karena keringat dan suhu ruangan yang agak panas
Tidak ada riwayat bekas air seni dikelilingi semut

l. Sistem Perkemihan
Tidak ditemukan adanya edema palpebral, moon face dan anasarka
Warna urine coklat tua (seperti cola)

m. Sistem Reproduksi
Pertumbuhan rambut belum ada

12. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan


a. Motorik kasar : Tidak ada kelainan pada saat dinilai dengan Denver II
(Kesimpulan sektor motorik kasar : Tidak ada Delay maupun Caution)
b. Motorik halus : Tidak ada kelainan pada saat dinilai dengan Denver II
(Kesimpulan sektor motorik halus : Tidak ada Delay maupun Caution)
c. Bahasa : Tidak ada kelainan pada saat dinilai dengan Denver II (Kesimpulan
sektor bahasa : Tidak ada Delay maupun Caution)
d. Personal sosial : Tidak ada kelainan pada saat dinilai dengan Denver II
(Kesimpulan sektor personal sosial : Tidak ada Delay maupun Caution)
Kesimpulan Penilaian Perkembangan dengan Denver II : Normal

13. Test Diagnostik


Pemeriksaan laboratorium
a. Urinalisa (15/04/2013)
Warna : kuning tua, Nilai Rujukan Normal: kuning muda
PH : < = 5,0, Nilai Rujukan : 4,5 - 8,0
BJ : 1,025, Nilai Rujukan : 1,505 1,035
Protein : +/30, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : mg/dl
Glukosa : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : mg/dl
Bilirubin : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : mg/dl
Urobilinogen : Normal, Nilai Rujukan : Normal, satuan : mg/dl
Keton : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : mg/dl
Nitrat : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : mg/dl
Blood : +++/200, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : RBC/ul
Leukosit : ++/125, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : WBC/ul
Vit. C : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif, satuan : mg/dl
Sedimen leukosit : > 50, Nilai Rujukan : < 5, satuan : lp6
Sedimen eritrosit : penuh, Nilai Rujukan : < 5, satuan : lp6
Sedimen epitel sel : 3, Nilai Rujukan : - , satuan : u/l
Kesan : Hematuria
Leukositoria
b. Patologi klinik : Analisa Feses (13/04-2015)
Makroskopik :
Konsistensi : Padat, Nilai Rujukan : Lunak
Warna : Coklat, Nilai Rujukan : kuning
Darah : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif
Eritrosit : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif
Leukosit : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif
Amoeba : Negatif, Nilai Rujukan : Negatif
Telur cacing : Tidak ditemukan

c. Pemeriksaan lab (13/04-2015) :


WBC : 19,9, Nilai normal : 4,0 - 10,0, satuan : 103/mm3

RBC : 3, 95, Nilai normal 4,00 6,00, satuan : 106/mm3

HGB : 9,1, Nilai normal : 13,5 19,5, satuan : g/dl

MCV : 73,9 Nilai normal : 100-112, satuan : Mm3

MCH : 23,0, Nilai normal : 30,0 38,0, satuan : Pg


MCHC : 31,2
PLT : 566+
RDW-lD : 37,4
RDW-CV : 14,2
PDW : 8,7
MPV : 9,4
P-LCR : 18,2
PCT : 0,53 + (%)
NRBC : 0,00
NEUT : 14,71
LYMPH : 3,29
MONO : 1,28
EO : 0,51
Baso : 0,11
IG : 0,23
RET : 1,53
MFR : 15,7
RET-He : 25,2
HFR : 8,7
IRF : 24,4
Kesan : - Anemia mikrositik hipokrom
- Leukositosis
- Trombositosis

d. Kimia Darah :
GDS: 84 mg/dl,
Ureum : 34mg/dl,
Kreatinin 0,4 mg/dl,
Albumin: 2,8 gr/dl
e. Pemeriksaan radiologi (12/04-2015)
- Foto Thorax : Kardiomegali dengan edema paru dan Efusi Pleura bilateral
14. Terapi saat ini
- Cefixime Syrup 75 mg/12 jan/ Oral
- Elkana Syrup 5 ml/12 jam/Oral
- Furosemide 20 mg/ 12 jam/oral
ANALISA DATA

NO MASALAH
DATA
. KEPERAWATAN
1 Data Subjektif :
Ibu klien mengatakan anaknya BAK dalam
jumlah yang sedikit 2-3 kali perhari

Data Objektif :
Abdomen : tampak sedikit ascites (+)
shifting dullnes
Kaki : bengkak (+) pretibial dorsum pedis
Warna urine coklat tua
Kelebihan volume cairan
Ascites, lingkar perut 47 cm
Hb 9,1 gr/dL
(Menurun, nilai normal 12-16 gr/dL)
TTV
Tekanan darah : 110/80 mmH
Nadi : 86x/menit
Respirasi : 20/menit
Suhu : 37,60C

2 Faktor risiko :
Leukositosis

WBC : 19,9 (Meningkat), Nilai normal : Risiko Infeksi


4,0 - 10,0 x 103/mm3

3 DS: Defisit perawatan diri


Ibu klien mengatakan anaknya hanya
dibersihkan dengan tisu basah
Ibu klien mengatakan selama dirawat
anaknya belum pernah cuci rambut/keramas

DO:
Kuku klien tampak panjang dan kotor
Rambut tampak kurang rapi/berserakan
DIAGNOSA KEPERAWATAN

TANGGAL
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
DITEMUKAN
1 Kelebihan volume cairan
berhubungan dengan akumulasi
14/04-2015
cairan dalam jaringan dan ruang
ketiga
2 Risiko infeksi berhubungan dengan
pertahanan tubuh yang menurun, 14/04-2015
kelebihan beban cairan
3 Defisit perawat diri berhubungan
dengan kelemahan
14/04-2015
CATATAN PERKEMBANGAN

N
HARI/
D JAM IMPLEMENTASI EVALUASI (SOAP)
TANGGAL
X.
1. Selasa, 14/04- 08.00 1. Mengukur masukan dan S:
2015 keluaran, catat Ibu mengatakan
keseimbangan positif produksi urin anaknya
(pemasukan melebihi sedikit
pengeluaran). Timbang O:
berat badan tiap hari, dan Produksi urin 150 cc
catat peningkatan lebih BB= 14 kg
dari 0,5 kg/ hari
LP= 47cm
Hasil:
A:
Produksi urin 150 cc, BB=
Masalah belum teratasi
14 kg
P:
Lanjutkan intervensi
08.15 2. Mengukur lingkar
1. Ukur masukan dan
abdomen.
keluaran, catat
Hasil : LP: 47 cm
keseimbangan positif
(pemasukan melebihi
11.30 3. Berkolaborasi dengan tim
pengeluaran). Timbang
gizi dalam pemberian
berat badan tiap hari, dan
makanan dengan diet
catat peningkatan lebih
rendah garam/pantang
dari 0,5 kg/ hari
garam
2. Ukur lingkar abdomen.
Hasil: klien diberi
3. Kolaborasi dengan tim
makanan biasa rendah
gizi dalam pemberian
garam
makanan dengan diet
rendah garam/pantang
11.45 4. Menginformasikan kepada
garam
anak/keluarga tentang
pentingnya pembatasan
cairan dan pengaturan diet
untuk mencegah
bertambahnya edema
Hasil: orang tua paham
dengan yang dijelaskan
2. Rabu, 15/04- 14.30 1. Mengkaji dan pantau S:
2015 tanda/gejala infeksi Ibu klien mengatakan
Hasil: S= 36,5 C infus anaknya sudah
tidak dipasang
14.45 2. Memantau hasil O:
laboratorium (misalnya Hasil lab:
jumlah leukosit, protein Protein +/30 mg/dL
serum, dan albumin)
Hasil:
Protein urine: +/30 mg/dl, A:
Nilai Normal : Negatif, Masalah belum teratasi

P:
15.00 3. Menggunakan teknik Lanjutkan intervensi
aseptik selama perawatan 1. Kaji dan pantau
anak tanda/gejala infeksi
Hasil: mencuci tangan 2. Pantau hasil laboratorium
dengan heandrubs sebelum (misalnya jumlah leukosit,
melakukan tindakan. protein serum, dan
albumin)
3. Gunakan teknik aseptik
selama perawatan anak

3 Kamis, 08.00 1. Mengkaji dan pantau S:


16 -04- 2015 tanda/gejala infeksi Ibu klien mengatakan
Hasil: S= 36,5 C anaknya tidak demam
O:
09.00 2. Memantau hasil Hasil lab: +/30 mg/dL
laboratorium (misalnya
jumlah leukosit, protein
serum, dan albumin)
Hasil: A:
protein +/30 mg/dL Masalah belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi
12.30 3. Menggunakan teknik 1. Kaji dan pantau
aseptik selama perawatan tanda/gejala infeksi
anak 2. Pantau hasil laboratorium
Hasil: mencuci tangan (misalnya jumlah leukosit,
dengan heandrubs sebelum protein serum, dan
melakukan tindakan albumin)
3. Gunakan teknik aseptik
selama perawatan anak

4 Jumat 11.10 1. Mengukur masukan dan S:


17/04- 2015 keluaran, catat Klien mengatakan
keseimbangan positif perutnya besar
(pemasukan melebihi Ibu mengatakan
pengeluaran). Timbang produksi urin anaknya
berat badan tiap hari, dan sedikit
catat peningkatan lebih O:
dari 0,5 kg/ hari Produksi urin 160 cc
Hasil:
Produksi urin 160 cc, BB= BB= 13 kg
13 kg LP= 46 cm
A:
11.15 2. Mengukur lingkar Masalah belum teratasi
abdomen.
Hasil : LP: 46 cm

12.30 3. Berkolaborasi dengan tim P:


gizi dalam pemberian Lanjutkan intervensi
makanan dengan diet 1. Ukur masukan dan
rendah garam/pantang keluaran, catat
garam keseimbangan positif
Hasil: klien diberi (pemasukan melebihi
makanan biasa rendah pengeluaran). Timbang
garam berat badan tiap hari, dan
catat peningkatan lebih
dari 0,5 kg/ hari
2. Ukur lingkar abdomen.
3. Kolaborasi dengan tim
gizi dalam pemberian
makanan dengan diet
rendah garam/pantang
garam
5 Jumat, 13.00 1. Mengkaji kondisi kulit S:
17/04-2015 pasien Ibu klien mengatakan
Hasil: Kulit tampak akan mengikuti
berkeringat anjuran
O:
Kuku anak sudah
13.30 2. Membantu anak untuk tampak bersih
memotong kukunya Rambut anak tampak
Hasil: rapi/tidak berserakan
Kuku anak tampak bersih lagi
13.45 3. Membantu anak untuk A:
15.00 merapikan/menyisir Masalah teratasi
rambutnya.
Hasil: P:
Rambut anak tampak rapi Pertahankan intervensi
4. Menganjurkan untuk
membersihkan tubuh anak
dengan washlap basah dan
memotong kuku 1x sepekan
sebaiknya tiap hari jumat.
Hasil: ibu mengerti dan
mau mengikuti anjuran.