Anda di halaman 1dari 14

Beberapa Istilah Dalam Perkebunan Kelapa Sawit

Afdeling : Wilayah kerja suatu perusahaan yang meliputi areal seluas kurang lebih 1.000 ha
(areal datar) atau 800 ha (areal berbukit).

Ajir : Pancang yang merupakan titik dimanan tanaman di tanam di lahan perkebunan.

Alat berat : alat-alat yang besar yang digunakan dalam pekerjaan land clearing seperti
bulldozer dan excavator.

Ancak : Areal tertentu yang dikerjakan oleh seorang atau sekelompok pekerja dikebun kelapa
sawit.

Angkong :Alat angkut material (TBS)berupa kereta sorong dengan satu roda dan memiliki
dua kakipembantu yang terbuat dari pelat besi.

Bayfolan : pupuk daun yang digunakan untuk memupuk daun pada tanaman di pembibitan
utama, kandungan utamanya adalah nitrogen.

Bedengan : tempat yang digunakan untuk pembibitan awal pada areal yang telah diratakan
dengan ukuran lebar 1,2 meter dan panjangnya 20 meter untuk setiap bedengan mampu
menampung bibit babybag sekitar 2000 pokok.

Bucket : bagian dari alat excavator (bagian ujungnya) yang berbetuk limas yang digunakan
untuk menggali dan mengangkut tanah.

Chainsaw : gergaji mesin yang digunakan untuk menebang kayu.

Cicle weeding : lingkungan disekitar individu tanamaan yang dijaga agar selalu dalam
keadaan bersih, hal itu bertujuan agar unsur hara (pupuk) yang diberikan pada tanaman
dapat terserap dengan baik, selain itu juga ketika panen memudahkan dalam pemungutan
brondolan.

Double Stage (pembibitan dua tahap) : kecambah ditanam dalam babybag di pre nursery
dan paling lambat umur tiga bulan bibit dipindahkan ke largebag di main nursery .

Etiolasi: pertumbuhan tanaman yang memanjang (abnormal) karena bersaing mendapatkan


sinar matahari.

Garuk piringan : kegiatan manual untuk membersihkan tumbuhan penggangu, sampah atau
yang lainya dalam radius kurang lebih 2 meter dari pokok kelapa sawit.

Gawangan : tempat atau bagian di antara titik tanam, gawangan digunakan sebagai jalan
akses untuk pengangkutan buah dan juga perawatan tanaman.

Gawangan mati : gawangan yang digunakan sebagai areal rumpukan. Disebut gaawangan
mati karena tidak dapat digunakan sebagai jalan karena banyak rumpukan kayu dan semak.
Grapple : bagian dari alat excavator (bagian ujungnya) yang berbetuk seperti penjepit,
seperti kepiting yang digunakan untuk menjapit dan merubuhkan kayu.

Helper : orang yang membantu operator excavator dalam mekakukan tugasnya, helper
biasanya mengisikan bahan bakar, membawakan makanan, membuat pancang pembantu,
bahkan menggantikan operator saat lelah.

Imas : Pekerjaan memotong rapat semak dan pohon yang berdiameter lebih kecil dari 7,5 cm
dipermukaan tanah.

Jalan koleksi (collection Road) : jalan yang berfungsi sebagai sarana untuk mengangkut
produksi Tandan Buah Segar dari Tempat Pemungutan Hasil, jalan ini terdapat diantara blok
dan berhubungan dengan jalan utama.

Jalan kontrol (Control Road) : jalan yang terdapat di dalam setiap blok. Jalan kontrol
berfungsi untuk memudahkan pengontrolan areal pada tiap blok dan sebagai batas pemisah
antar blok tanaman.

Jalan utama (main road) : jalan yang menghubungkan antara satu afdeling dengan afdeling
lainnya maupun dari afdeling ke pabrik serta menghubungkan langsung pabrik dengan jalan
umum.

Kantor divisi : Kantor Wilayah kerja suatu perusahaan yang meliputi areal seluas
kurang lebih 1.000 ha (areal datar) atau 800 ha (areal berbukit).

Karyawan Harian Lepas (KHL) : Karyawan yang digaji berdasarkan harian masuk kerja.

Karyawan Harian Tetap (KHT) : Karyawan yang digaji tetap setiap bulannya walaupun
tidak masuk dengan alasan tertentu.

Kastrasi : Pembuangan bunga pada fase peralihan dari TBM menjadi TM. Tujuan kastrasi
untuk memperpanjang fase vegetative sehingga pada saat tanaman mulai menghasilkan ,fisik
tanaman sudah cukup kuat.

Kation : ion bermuatan positif seperti Ca+, Mg+, K+, Na+, H+, Al3+

Kecambah : benih kelapa sawit yang berasal dari pusat penelitian benih yang digunakan
sebagai bibit pada perkebunan kelapa sawit. Kecambah diberi nama sesuai dari perusahaan
atau tempat penelitiannya contoh Ppks, socfindo, lonsum dll.

Kohesi tanah : gaya tarik menarik antar molekul yang sama, salah satu aspek yang
mempengaruhi daya kohesi adalah kerapatan dan jarak antar molekul dalam suatu benda, bila
kerapatan semakin besar maka kohesi yang didapatkan semakin besar.

Konsolidasi : kegiatan mengisi kembali polybag dengan tanah, hal itu dikarenakan tanah
yang telah terisi ke dalam polybag memadat.

Land Clearing : kegiatan pembukaan lahan meliputi kegiatan merintis, pembuatan blok dan
jalan, serta perumpukan dan pembersihan lahan.
Main nursery : pembibitan utama, yaitu pembibitan dari umur 3 bulan sampai dipindahkan
ke lapangan (umur 12 bulan).

Meothrin : insektisida dan akarisida golongan piethroid berspektrum luas dan juga
beraktivitas sebagai akarisida. Meothrin 50 nEC bekerja sebagai racun kontak dan lambung
berbentuk cairan berwarna putih bening yang dapat membentuk emulsi dalam air, efektif
mengendalikan hama tanaman.

Pancang staking atau pancang jalur perumpukan kayu : pekerjaan mengukur dan
memasang patok jalur perumpukan kayu.

Pengawas alat berat : orang yang bertugas mengawasi pekerjaan alat berat dalam
merumpuk.

Plastisitas tanah : perbedaan batas cair dan batas plastisitas suatu tanah atau sering disebut
dengan PI (plasticity Index). Yang mempengaruhi plastisitas tanah adalah batas cair dan batas
plastic

Pre nursery : pembibitan awal, dimulai dari bibit kecambah sampai umur 3 bulan.

Premi : gaji atau bayaran yang diberikan setelah karyawan mencapai target kerja yang
ditentukan, biasanya dihitung per satuan atau per jam (1 jam premi Rp5500).

Ratgon : merupakan rodentisida (racun) anti koagulan. Bentuknya seperti balok berwarna
hijau. Ratgon dipasang di lubang-lubang pematang yang dihuni tikus.

Rintis : kegiatan membuka hutan dengan parang dengan lebar 2 m . jalan rintis digunakan
sebagai dasar awal untuk pembuatan jalan utama, jalan koleksi maupun blok.

Seleksi bibit : kegiatan bertujuan untuk memisahkan bibit normal dan abnormal.

Sensus tanaman : kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui jumlah tanaman yang mati,
titik kosong, tanaman yang diserang berat hama.

Single Stage (pembibitan satu tahap) : kecambah langsung ditanam pada largebag sampai
dengan siap tanam.

Spacing : kegiatan pengaturan jarak pada polybag yang telah diisi tanah di pembibitan main
nursery.

Staking (Merumpuk) : (perun mekanis) yaitu kegiatan mendorong dan menimbun kayu
hasil imasan dan tumbangan pada gawangan mati sejajar dengan baris tanaman dengan arah
utara selatan.

Standar Operasional Prosedur (SOP) : standar atau dasar yang harus dipatuhi dalam
perkebunan kelapa sawit.

Sumisansui : pipa yang digunakan untuk menyiram tanaman pada tahap pembibitan, pipa ini
memiliki lubang kecil di setiap 10 cm yang jika ada air dengan tekanan tinggi akan
menyemburkan air dalam bentuk uap.
Suntho : kompas yang berbentuk segi empat, penggunaannya adalah dengan diteropong dan
memanfaatkan pancang sebagai patokan, di dalamnya terdapat angka derajat mulai dari 0
sampai 360.

Tali slink : tali yang terbuat dari kawat besi/ baja yang digunakan untuk mengukur atau
membuat garis lurus, biasanya digunakan pada kegiatan pengaturan polybag pada main
nursery dan juga pembuatan titik tanam.

Tanaman belum menghasilkan (TBM) : tanaman kelapa sawit yang berada pada umur
mulai tanam hingga berumur kurang lebih 2,5 3 tahun.

Tiran : racun tikus yang dipasang ala tempos, obat dan alt untuk mengendalikan hama tikus
dengan cara pengasapan pada lubang pematang yang dihuni tikus.

Topografi : adalah suatu bentuk dari dataran atau permukaan bumi, topografi berpengaruh
terhadap budi daya kelapa sawit.

Transplanting : kegiatan menanam bibit dari pre nursery ke polybag di main nursery.

Weeding : Penyiangan yaitu kegiatan membersihkan gulma pada tanaman, bertujuan untuk
mengurangi gulma yang dapat mengganggu penyerapan unsur hara tanaman.

Weeding atas : pembersihan gulma dibagian atas atau dipermukaan babybag.

Weeding bawah adalah pekerjaan membersihkan gulma di bawah babybag.

Zero burning : Merupakan teknik pembukaan lahan untuk penananaman kelapa sawit
tanpa melalui proses pembakaran. Pembukaan lahan dilakukan dengan menggunakan alat
berat seperti bulldozer dan excavator.

Program Revitalisasi Perkebunan, adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan


rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung
kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintan dengan melibatkan perusahaan
dibidang usaha perkebunan sebagai mitra dalam pengembangan perkebunan, pengolahan dan
pemasaran hasil.

Perluasan, adalah upaya pengembangan areal tanaman perkebunan pada wilayah baru atau
pengutuhan areal disekitar perkebunan yang sudah ada dengan menggunakan teknologi.

Peremajaan, adalah upaya pengembangan perkebunan dengan melakukan penggantian


tanaman tua/tidak produktif dengan tanaman baru baik secara keseluruhan maupun secara
bertahap dengan menggunakan teknologi.

Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), adalah tanaman yang dipelihara sejak bulan
penanaman pertama sampai dipanen pada umur 36 48 bulan.

Tanaman Menghasilkan (TM), adalah tanaman yang dipelihara sejak lebih dari 36 bulan
yang telah berbunga dan berbuah.
Tandan Buah Segar (TBS), adalah buah kelapa sawit yang kriteria siap panennya
ditunjukkan antara lain buah telah berwarna merah mengkilat, dan dari 10 kg buah telah ada
biji yang membrondol sebanyak 2 biji.

Brondol, adalah biji kelapa sawit yang membrondol (terlepas) dari tandan buah.

Buah matang panen, adalah Tandan Buah Segar yang masih berada dipohon maupun sudah
dipanen.

ALB, adalah asam lemak bebas yang menunjukkan kualitas minyak yang dihasilkan dari
buah matang panen.

TPH, adalah tempat pemungutan hasil. TPH ini dibuat dalam setiap kebun plasma (kapling)
yang berfungsi sebagai tempat penumpukan buah setelah dipanen, sehingga mudah dimuat
angkutan pengangkut buah kelokasi PKS.

Etiolasi, adalah tanaman kelapa sawit yang tumbuh tidak normal dengan ciri utama
pertumbuhan meninggi.

Berikut sekilas tentang Istilah-istilah tersebut:


1. TBS
Singkatan dari; Tandan Buah Segar.
2. TPH
Singkatan dari; Tempat Pengumpulan Hasil.
3. Loading Ramp
Tempat yang digunakan untuk Estafet buah antar Kenderaan. Tempat ini berfungsi untuk
tempat sementara sebelum masuk ke TPH karena Mobil Pengangkut tidak memungkinkan
masuk ke areal tersebut.
4. TPB
Tempat Pengumpulan Buah. TPB = Loading Ramp.
5. Restan
Buah tidak terangkut ke Pabrik yang tertinggal di TPH ataupun di Loading Ramp.
6. Janjang
Tandan Buah.
7. BJR
Singkatan dari Berat Janjang Rata-Rata.
8. Buah Angin
Buah yang sengaja ditambah sehingga mempengaruhi turunnya BJR.
9. BJR Langit
BJR yang ditambah.
10. Tankos
Singkatan dari Tandan Kosong.
11. Pkk
Singkatan dari Pokok
12. Pokok Produktif
Pokok yang sudah menghasilkan.
13. Pkk Non Produktif
Pokok yang belum menghasilkan.
14. Blok
Areal yang sudah ditentukan Luas dan batas.
15. Afdeling
Areal yang terdiri dari beberapa Blok.
16. Divisi
Divisi = Afdeling.
17. Rayon
wilayah kerja yang terdiri dari beberapa Afdeling (divisi).
18. Ancak
Tempat Kerja.
19. Ancak Panen
Tempat Kerja untuk mengambil buah.
20. Ancak Tetap
lokasi kerja yang sudah ditetapkan per karyawan secara terus-menerus.
21. Ancak Giring
lokasi kerja yang pekerjanya tidak ditetapkan untuk mengerjakan pekerjaan di lokasi
tersebut.
22. Populasi
Jumlah Pokok dalam 1 (satu) hectar.
23. Sisip
Menyisipkan tanaman di areal yang kosong.
24. Sisip Hidup
Sisipan yang menambah jumlah Populasi.
25. Sisip Mati
Sisipan untuk menggantikan pokok yang mati (Sisip Mati tidak menambah Populasi).
26. Pokok Non Valuer
Pokok yang tidak bernilai, artinya pokok yang tidak memiliki potensi untuk hidup.
27. HPP
Singkatan dari Harga Pokok Produksi.
28. Cost Prize
Biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1 Kg TBS. Cost Prize = HPP.
29. Field Assisten
Asisten Lapangan
30. Askep
Asisten Kepala
31. KTU
Kepala Tata Usaha
32. Kasie
Kepala Administrasi
33. KP
Kepala Pembukuan. Kasie = KP
34. MK
Manager Kebun
35. GM
Group Manager atau General Manager
36. Planter
Orang Agronomy, Assisten Lapangan, Askep, Manager Kebun.
37. Traksi
Workshop/Bengkel
38. Plasma
Kebun masyarakat yang dikelola oleh Perusahaan
39. Kebun Inti
Kebun milik Perusahaan
40. Budget
Anggaran
41. Sanitasi
Membersihkan pokok untuk persiapan panen
42. Buah Pasir
Buah Perdana yang belum bisa diproduksi.
43. Kastrasi
membuang buah pasir.
44. Konsolidasi
Mendirikan Pokok tanaman.
45. HPT
Singkatan dari Hama Penyakit Tanaman.
46. PN
Pre Nursery
47. MN
Main Nursery
48. Losis
(English: Losses) artinya; kerugian, kehilangan.
49. Rendemen
Perbandingan Jumlah TBS dengan hasil CPO.
50. PKS
Pabrik Kelapa Sawit
51. TB
Tanamam Baru
52. TBM
Tanaman Belum Menghasilkan
53. TM
Tanaman Menghasilkan
54. TBM 1
Tanaman Umur 1 Tahun
55. TBM 2
Tanaman Umur 2 Tahun
56. TBM 3
Tanaman Umur 3 Tahun
57. TM 1
Tanaman Umur 4 Tahun
58. Areal Statement
Data Areal Kebun terdiri dari Luas, Tahun Tanam, Jumlah Pokok, Sisipan, Populasi
59. Degradasi
Perubahan Tahun Tanam, Perubahan Jumlah Pokok atau Perubahan Luasan.
60. CPO
Crude Palm Oil (Minyak Sawit Mentah).
61. Kas Besar
Kas yang biayanya sudah ditentukan, tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.
62. SOP
Standart Operasional Prosedure
63. Kas Kecil
Kas yang penggunaan biayanya belum ditentukan. Kas ini berfungsi untuk mendukung
operasional Kebun. Pengeluaran Kas Kecil terbatas pada nilai tertentu sesuai SOP
Perusahaan.
64. Brondolan
Butir buah Tandan
65. Tunas
Menurunkan dan membuang pelepah
66. Chemis
Semprot
67. Rempes Pelepah
Membuang pelepah yang ada di pinggir jalan untuk perawatan jalan.
68. Tunas Pasar
Tunas Pasar = Rempes Pelepah
69. Meja Miring
Meja kerja khusus dengan posisi miring.
70. Gawangan Mati
Tempat Pembuangan Pelepah dan sampah lainnya yang ada pada jalur sawit.
71. HK
Hari Kerja
72. Lembur
Upah tambahan berdasarkan perhitungan jam yang diberikan kepada karyawan di luar jam
kerja.
73. Premi
Pendapatan tambahan yang diberikan Perusahaan kepada karyawan pada batas pencapaian
hasil kerja yang sudah ditentukan oleh Perusahaan.
74. Bon Gantung
penggunaan dana sementara pada Kas Kebun
75. Slow Moving
barang yang pemakaiannya dalam interval waktu yang lama.
76. Fast Moving
barang yang rotasi pemakaiannya sangat cepat.
77. Stock Opname
sisa saldo barang gudang.
78. Cash Opname
saldo Kas
79. Kerani
Karyawan yang ditugaskan dibagian administrasi kebun
80. Insidentil
Karyawan harian lepas.
81. Mandor
Pengawas kerja di lapangan.
82. UMR
Upah Minimum Regional
83. UMP
Upah Minimum Propinsi
84. Sertu
kerikil dan batu-batu kecil untuk pengerasan jalan.
85. HRD
Human Resources Development (Pengembangan SDM).
86. Dodos
Alat kerja untuk mengambil buah dari pokok sawit.
87. Egrek
alat kerja untuk mengambil buah yang tidak terjangkau oleh dodos karena factor ketinggian
pokok tanaman.
88. HTA
Hasil Temuan Audit.
89. Dosis
Jumlah bahan yang digunakan untuk satuan tertentu.
90. Terasering
Tapak datar pada sisi miring areal bukit yang dibuat untuk tempat penanaman Tanaman.
91. Rumpukan
Pengumpulan kayu atau tanah pada jalur tertentu secara garis lurus.
92. Mekanis
pekerjaan yang menggunakan alat bantu (alat berat).
93. Manual
pekerjaan yang menggunakan tenaga manusia.

Berikut adalah posisi/jabatan yang biasanya ada di dalam dunia perkebunan :

1. Manager Kebun/Estate Manager (MK/EM)

Tugas dan Tanggung Jawab :


- Memonitoring seluruh kegiatan kebun dalam pencapaian target,perkembangan
kebun,dll
- Membuat budget tahunan
- Dapat mengikuti kebudayaan setempat
- Mengatasi masalah tanpa masalah
- Mengontrol luas lahan 3000-6000 ha

Hak :
- Gaji Rp.12.000.000.-/bulan
- Rumah dinas (AC + TV ) + 1 Pembantu
- Mobil Double Gardan (Strada Triton,Hilux,dll)
- Supir
- Ticket pesawat gratis 2x setahun (jumlah tanggungan max : 3 anak)
- Bonusan 4x-10x gaji dalam setahun

2 . Divisi Manager (DM)

Tugas dan Tanggung Jawab :


- Membantu Manager Kebun dalam pencapaian target,perkembangan kebun,dll
- Membantu Manager Kebun dalam membuat budget tahunan
- Mengontrol luas lahan 2000-3000 ha

Hak :
- Gaji Rp.10.000.000/bulan
- Rumah dinas (AC + TV)
- Mobil Double Gardan (Strada Triton,Hilux,dll)
- Supir
- Ticket pesawat gratis 2x setahun (jumlah tanggungan max : 3 anak)
- Bonusan 4x-10x gaji dalam setahun

3. Asisten Lapangan/Field Assisten (AL/FA)

Tugas dan Tanggung Jawab :


- Membantu EM/DM dalam memaksimalkan hasil perkebunan
- Merancang kinerja harian
- Mengoptimalkan sumber daya yang ada
- Mengontrol luas lahan 100-500 ha

Hak :
- Gaji Rp.4.500.000.-/bulan
- Rumah dinas
- Sepeda Motor besar (Mega Pro,V-ixion,dll)
- Ticket pesawat gratis 2x setahun (jumlah tanggungan max : 3 anak)
- Bonusan 3x - 5x gaji dalam setahun

4. Mandor

Tugas dan Tanggung Jawab :


- Membantu Asisten Lapangan dalam melaporkan hasil panen serta data pemupukan
- Membantu Asisten Lapangan dalam mengontrol BHL
- Mengontrol luas lahan 50-100 ha

Hak :
- Gaji Rp.2.000.000.-/bulan
- Barak
- Bonusan 3x-5x gaji dalam setahun

5. BHL (Buruh Harian Lepas)

Tugas dan Tanggung Jawab :


- Memanen TBS yang sudah masak sesuai dengan kriteria dari pohon
- Mengutip brondolan yang jatuh lalu memasukkannya ke dalam karung
- Melakukan pemupukan
- Melakukan penyemprotan

Hak :
- Gaji Rp.1.500.000.-/bulan
- Barak
- Bonusan 3x gaji dalam setahun

Pengolahan TBS sebagai bahan baku menjadi minyak kasar (CPO) dan inti (kernel)
yang bermutu baik adalah tujuan utama dari pengolahan. Pengolahannya dilakukan menurut
tahapan tertentu dan syarat yang ditentukan.
Perencanaan pembangunan pabrik perlu dipersiapkan dengan matang agar panen
perdana dapat terolah dan pabrik dapat bekerja secara efisien. Rencana penanaman, rencana
produksi dan rencana pembangunan pabrik haruslah terpadu mengingat (Lubis, 1992):
- Pembangunan pabrik memerlukan waktu 18-24 bulan
- Biayanya cukup tinggi, yaitu 60% dari biaya investasi tanaman.
- Resiko gangguan alam sangat tinggi
- Sarana dan prasarana yang masih minimum ke lokasi proyek.
- Kepemilikan pabrik di sekitarnya.
Buah kelapa sawit terdiri dari beberapa bagian, yaitu kulit buah (epicarp), daging
buah (mesocarp), tempurung dan kernel atau inti (endocarp). Produk utama dalam
pengolahan kelapa sawit adalah minyak sawit mentah dan minyak kernel. Perlu diketahui
juga bahwa ada potensi pada tanaman kelapa sawit, adapun potensi tersebut seperti
berikut ( Pegangan PKL, 2012) :

Tabel 4. Jenis potensi kelapa sawit


Jenis limbah Persentase dari tiap Penggunaan
ton TBS
Tandan kosong 22-23 Kompos, mulsa, pulp, kertas,
papan partikel
Solid decanter 4-5 Kompos, pakan ternak
Cangkang 6-7 Arang, papan partikel
Serat sabut 13-18 Pulp, kertas, papan partikel
Limbah cair 30-50 Irigasi, pupuk, biogas

Air Kondesat (8-12%)


Akan lebih jelas lagi material balan yang dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini:
Gambar 1. Material balance (Keseimbangan bahan)
Tanaman kelapa sawit baru dapat berproduksi setelah berumur sekitar 30 bulan setelah
ditanam di lapangan. Buah yang dihasilkan disebut tandan buah segar (TBS).

Produktivitas tanaman Kelapa kelapa sawit meningkat mulai umur 3-14 tahun dan
akan menurun kembali setelah umur 15-25 tahun. Setiap pohon dapat menghasilkan 10-15
TBS per tahun dengan berat 3-40 kg per tandan, tergantung umur tanaman. Dalam satu
tandan terdapat 1.000-3.000 brondolan dengan berat brondolan berkisar 10-20 g. TBS diolah
di pabrik kelapa sawit untuk diambil minyak dan intinya. Adapun prosesnya adalah sebagai
berikut:

1. Stasiun Penerimaan
Kendaraan yang membawa TBS dari kebun ditimbang pada saat masuk dan keluar dari PKS,
TBS akan dibongkar di Loading Ramp untuk dilakukan grading, sesuai dengan jadwalnya.

2. Stasiun Loading Ramp


Berfungsi untuk menerima dan memindakan TBS ke conveyor ataupun lori menyimpan
sementara TBS, menjamin kontinuitas pengolahan TBS. Adapun tujuannya dari stasiun
loading ramp adalah untuk mengetahui kualitas TBS dari kebun sendiri dan untuk sebagai
acuan pembayaran TBS pada pihak ketiga. Setelah Grading dilakukan, TBS akan dimasukan
ke loading ramp untuk dimasukan ke conveyor dan kemudian diangkut ke stasiun sterilizer.
3. Stasiun Sterilizer (Perebusan)
Sterilizer adalah alat untuk melakukan proses perebusan TBS dengan menggunakan panas
dan uap yang menghasilkan tekanan secara konveksi dan konduksi, yang dihasilkan dari
boiler. Adapun fungsi dan tujuan dari perebusan adalah:
- Menonaktikan enzim lipase yang dapat menaikkan ALB
- Melunakkan dan memudahkan pelepasan daging buah dan biji sawit
- Mengurangi kadar air biji sawit sampai < 20%.
- Memudahkan pemisahaan molekul-molekul minyak.
- Agar berondolan terlepas dari janjangan.

4. Stasiun Thressing (Bantingan)


Tujuannya adalah memisahkan buah sawit dari tandannya. Terdiri dari Bunch Conveyor,
untuk memindahkan TBS yang sudah direbus ke mesin thresser. Thresser Drum, untuk
memisahkan berondolan dari janjangan.

5. Stasiun Pressing dan Digester


Buah sawit yang telah lepas dari tandan,lalu masuk ke digester,tujuannya yaitu untuk
memanaskan dan mencincang daging buah,sehingga memudahkan pada saat pengepresan.
Proses ini dilakukan di dalam tangki yang dipanaskan dengan menggunakan steam dan
diaduk atau dilumatkan pada suhu 85-95 oC.
Pressing adalah mengambil CPO yang terdapat pada daging buah dan juga untuk
memisahkan antara minyak,fiber,dan nut.

6. Stasiun Klarifikasi
Minyak sawit mentah yang diperolah dari proses ekstraksi mengandung sekitar 66% minyak.
Setelah pelarutan pengotor, minyak disaring dengan saringan getar (vibrating screen) dengan
ukuran lubang 20 dan 40 mesh. Kemudian minyak ditampung ke dalam semacam tangki
pengendap selama 2 jam yang berfungsi untuk memisahkan minyak menjadi 2 bagian,
minyak dan endapan (sludge).

7. Stasiun Nut dan Kernel


Merupakan stasiun yang mengolah lebih lanjut fiber dan nut menjadi kernel dan
cangkang,sedangkan fibernya menjadi bahan bakar boiler.

8. Boiler dan Turbin


Boiler adalah alat instalasi penghasil uap yang dipakai untuk menggerakan turbin uap untuk
sebagai tenaga listrik di pabrik.dan untuk pemanasan di setiap stasiun. Turbin adalah alat
pembangkit listrik tenaga uap.yang berfungsi sebagai alat penghasil listrik untuk proses
pengolahan di pabrik dan juga untuk penerangan rumah karyawan (Syamsul, 2012).