Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam sebuah penelitian, terutama penelitian kuantitatif, kita dapat
melakukan analisis data dengan bantuan statistik. Secara umum semua statistik
parameterik berfungsi untuk mengeneralisasi hasil penelitian, yaitu pemberlakuan
hasil penelitian dalam populasi dengan menggunakan data sampel yang harus
memenuhi asumsi-asumsi meliputi :1) Data sampel diambil secara acak dari
populasi. 2) Data terdistribusi normal. Sedangkan asumsi-asumsi lainnya
menyesuaikan dengan teknik analisis data yang digunakan.Untuk analisis korelasi
sederhana, regresi sederhana, korelasi ganda, dan regresi ganda, asumsi-asumsi
yang harus dipenuhi meliputi :
1. Data sampel diambi secara acak dari populasi.
2. Data yang dihubungkan mempunyai pasangan yang sama, dalam arti
berasal dari responden yang sama.
3. Data berada dalam distribusi normal, sehingga perlu dilakukan uji
normalitas data.
4. Hubungan antara peubah-peubah dalam model adalah linear, sehingga
perlu dilakukan pengujian lineraitas persamaaan regresi.
Dalam makalah ini akan diuraikan uji prasyarat analisis atau uji asumsi yang
berupa uji homogenitas dengan menggunakan uji Bartlett. Penulis menyadari
bahwa penerapan uji homogenitas dengan menggunakan uji Bartlett sangat
membantu dalam berbagai kasus analisis dalam kehidupan sehari hari
khususnya bagi kami mahasiswa pendidikan biologi yang akan bergelut dengan
berbagai macam penelitian.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana menguji homogenitas menggunakan uji Bartlett?

1
1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui uji homogenitas menggunakan uji Bartlett.
2. Dapat menerapkan pengujian homogenitas dengan uji Bartlett dalam
berbagai kasus yang berkaitan dalam kehidupan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2
2.1 Pengertian Uji Homogenitas
Uji homogenitas adalah suatu prosedur uji statistik yang dimaksudkan
untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal
dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Pada analisis regresi,
persyaratan analisis yang dibutuhkan adalah bahwa galat regresi untuk setiap
pengelompokan berdasarkan variabel terikatnya memiliki variansi yang sama.
Jadi dapat dikatakan bahwa uji homogenitas bertujuan untuk mencari tahu
apakah dari beberapa kelompok data penelitian memiliki varians yang sama
atau tidak. Dengan kata lain, homogenitas berarti bahwa himpunan data yang
kita teliti memiliki karakteristik yang sama.
Pengujian homogenitas juga dimaksudkan untuk memberikan keyakinan
bahwa sekumpulan data yang dimanipulasi dalam serangkaian analisis
memang berasal dari populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya.
Perhitungan uji homogenitas dapat dilakukan dengan berbagai cara dan
metode, beberapa yang cukup populer dan sering digunakan antara lain: uji
Harley, Cochran, levene dan Barlett.
Uji Bartlett digunakan untuk menguji apakah k sampel berasal dari
populasi dengan varians yang sama. k sampel bisa berapa saja. karena
biasanya uji bartlett digunakan untuk menguji sampel/kelompok yang lebih
dari 2. Varians yang sama di seluruh sampel disebut homoscedasticity atau
homogenitas varians. Uji bartlett pertama kali diperkenalkan oleh M. S.
Bartlett (1937). Uji bartlett diperlukan dalam beberapa uji statistik seperti
analysis of variance (ANOVA) sebagai syarat jika ingin menggunakan Anova.
Berdasarkan info dari wikipedia uji barlett ini dinamai Maurice Stevenson
Bartlett.

2.2 Prosedur Analisis Homogenitas dengan Uji Barlett

3
Uji Bartlett digunakan untuk menguji homogenitas varians lebih dari dua
kelompok data. Langkah-langkah uji Homogenitas menggunakan uji Barlett:
1. Menghitung derajat kebebasan (dk)masing-masing kelompok
2. Menghitung varians (s) masing-masing kelompok
3. Menghitung besarnya log S2 untuk masing-masing kelompok
4. Menghitung besarnya dk. Log S2 untuk masing-masing kelompok
5. Menghitung nilai varians gabungan semua kelompok dengan rumus
sebagai berikut.
2
dk .S i
S 2 gab
dk

Ket : S2gab= varians gabungan


6. Menghitung nilai B (nilai Bartlett) dengan rumus sebagai berikut.
B = nilai Bartlett = (dk) (log S2gab)

7. Menghitung nilai dengan rumusan sebagai beriku t .


2 ln 10 B dk .LogS i
2

dimana,
Si2 = varians tiap kelompok data
dki = n-1 = derajat kebebasan tiap kelompok
B = nilai Bartlett = (db) (log S2gab)
8. Setelah nilai Chi-Kuadrat hitung diperoleh, maka nilai Chi-Kuadrat
tersebut dibandingkan dengan Chi-Kuadrat tabel. Kriteria Homogen
ditentukan jika Chi-Kuadrat hitung < Chi-Kuadrat tabel.

Hipotesis pengujian: Ho : 12 = 22 = 32 = ..... = n2


Ha : paling sedikit salah satu tanda tidak sama
Kriteria Pengujian: Jika 2hitung 2 tabel(1-; db=n-1), maka Tolak Ho
Jika 2 hitung< 2 tabel(1-; db=n-1), maka Terima Ho
BAB III
METODE

4
3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena dalam


pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti dan data yang
diperoleh.

3.2 Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam
kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode
pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dimana peneliti menyelidiki
benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan - peraturan,
dan sebagainya (Arikunto, 2002: 158). Metode ini digunakan untuk memperoleh
data tentang Pengaruh jenis medium tanam terhadap perkecambahan biji kacang
hijau yang sebelumnya data tersebut telah diberikan oleh tim dosen Biometri
Universitas Muhammadiyah Metro.

3.3 Teknik Pengolahan Data


Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan melakukan uji
homogenitas menggunakan uji Bartlett. Semua data yang terkumpul kemudian
disajikan dalam susunan yang baik dan rapi. Tahap-tahap pengolahan data tersebut
adalah:
1. Penyusunan dan Perhitungan Data
Penyusunan dan perhitungan data dilakukan secara manual dengan
menggunakan alat bantu berupa computer dan kalkulator.
2. Presentasi
Data yang telah disusun dan dihitung selanjutnya disajikan dalam bentuk
Power Point.
BAB IV
RUMUS RUMUS TERKAIT UJI

5
4.1 Rumus
Menghitung nilai varians gabungan semua kelompok dengan rumus sebagai
berikut.
2
dk .S i
S 2
gab
dk

Ket : S2gab= varians gabungan

Menghitung nilai B (nilai Bartlett) dengan rumus sebagai berikut.


B = nilai Bartlett = (dk) (log S2gab)

Menghitung nilai dengan rumusan sebagai beriku t .


2 ln 10 B dk .LogS i 2
dimana,
Si2 = varians tiap kelompok data
dki = n-1 = derajat kebebasan tiap kelompok
B = nilai Bartlett = (db) (log S2gab)

4.2 Hipotesis Pengujian


Ho : 12 = 22 = 32 = ..... = n2
Ha : paling sedikit salah satu tanda tidak sama

4.3 Kriteria Pengujian


Jika 2hitung 2 tabel(1-; db=n-1), maka Tolak Ho
Jika 2 hitung< 2 tabel(1-; db=n-1), maka Terima Ho

BAB V
KESIMPULAN

6
5.1 Kesimpulan
H 0 ditolak karena 2 2
hitung tabel(1-; db=n-1). Jadi terdapat populasi yang

mempunyai varian berbeda atau distribusi tidak homogen.

5.2 Saran
Kami sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat
kekurangan karena keterbatasan kami sebagai manusia biasa dan juga sebagai
bagian dari proses belajar, untuk itu kritik dan saran amat kami harapkan demi
kesempurnaan kami dalam menyelesaikan tugas-tugas dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

7
Irianto, Agus. 2004. Statistik Konsep Dasar Aplikasi dan Pengembangannya.
Jakarta : Pernada Media.

Iqbal, M Hasan. 2002. Pokok-pokok materi statistik 2 (statistik intensif).


Jakarta : Bumi Aksara

Sujdana. 2005. Metoda Statistika edisi 6. Bandung : Tarsito