Anda di halaman 1dari 7

LIPID

Lipid merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi
dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti kloroform,eter,
benzena. Senyawa-senyawa lipid tidak mempunyai rumus struktur yang
sama dan sifat kimia serta biologinya juga bervariasi
Lipid berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi kelompok utama
yaitu:Lipid yang dapat disaponifikasi (saponifikasi lipids),Lipid yang tidak
dapat disaponifikasi (nonsaponifikasi lipids).
(http://greenhati.blogspot.com/2009/01/metabolisme-lipid.html)
1. PENGGOLONGAN LIPID
A. Lipid Sederhana
a. Trigliserida
Trigliserida (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida) adalah
sebuah gliserida, yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak.
a. Lilin
Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan
alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat
dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-34. contohnya adalah
mirisil palmitat. (Suharsono Martoharsono, 53).
Pada umunya malam merupakan ester asam lemah dengan alkohol
allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon
berkisar antara C25 sampai C35. (Purwo Arbianto, 54)
Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses
terjadinya lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara asam
lemak dan alkohol berantai panjang.

A. Lipid Kompleks

Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. (Heru
Santoso Wahito Nugroho, www.heruswn.weebly.com )
Jika melihat definisi ini maka lipid kompleks dapat dikelompokan
menjadi:
a. Fosfolid
fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat

a. Glikolipid
Glikolipid ialah molekul molekul lipid yang mengandung karbohidrat,
biasanya pula sederhana seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi
istilah istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung
satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor.
Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering
dimakan gliserida atau sebagai spingolipida
a. Lipoprotein
Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya
menuju tempat penggunaannya. Ada beberapa jenis lipoprotein, antara
lain:
o Kilomikron
o VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
o IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
o LDL (Low Density Lipoprotein)
o HDL (High Density Lipoprotein)

Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara:


o Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah
lipoprotein yang masuk ke dalam darah
o Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari
dalam darah

B. Turunan Lipid (Derivat Lipid)

Derivat lipid adalah seemua senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid
sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti
lemak. Sehingga derivat lipid dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. asam lemak
Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat
berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6). (http://id.wikipedia.org)
Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun
rumus umum dari asam lemak adalah:
Jumlah Nama
atom
Trivial sistematik Rumus
karbon
umum/molekul
2 Asam asetat Asam binoat CH3(CH2)COOH

4 Asam butirat Asam tetranoat CH3(CH2)2COOH


6 Asam Asam hekdanoat CH3(CH2)4COOH
kaproat
8 Asam Asam oktanoat CH3(CH2)6COOH
kaprilat
10 Asam kaprat Asam dekanoat CH3(CH2)8COOH
12 Asam laurat Asam CH3(CH2)10COOH
dodekanoat
14 Asam Asam CH3(CH2)12COOH
miristat tetradekanoat
16 Asam Asam CH3(CH2)14COOH
palmitat heksadekanoat
18 Asam Asam CH3(CH2)16COOH
stearat oktadekanoat
20 Asam Asam eiokosnoat CH3(CH2)18COOH
arakidat
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH
. (Heru Santoso Wahito Nugroho, www.heruswn.weebly.com )

b. Terpen
Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan
oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah dan vakuola selnya.
Senyawa dasar terpen merupakan satuan C5 disebut isoprena
a. Steroid
Suatu steroid adalah senyawa yang mengandung system cincin berikut
yaitu tiga cincin 6 dan 1 cincin 5.
Steroid yang banyak terdapat dalam kehidupan adalah sterol, suatu
alkohol yang berintikan perhidroksisiklopentano fenantren. Contohnya
adalah kolesterol yang banyak terdapat dalam otak, system saraf,
membrane dan lain-lain. Dalam tanaman terdapat fitosterol, misalnya
stigmasterol dan sitostrol.
Mikosterol adalah sterol yang terdapat dalam jamur dan ragimisalnya
elgosterol yang merupakan bahan baku vitamin D.

1. SIFAT-SIFAT LEMAK
A. sifat fisik
1. titik cair
titik cair lemak atau minyak sangat bergntung pada asam-asam lemak
penyusunnya. Oleh karena itu titik cair minyak/lemak dapaty diperkirkan
dari titik cair asam lemak penyusunnya.
Titik cair asam lemak berkorelasi dengan struktur, berat molekul dan
panjang rantai asam lemak. Korelasi tersebut dapat diringkas sebagai
berikut :
a. makin panjang rantai karbon makin tinggi titik cairnya
b. titk cair asam lemak berantai ganjil lebih rendah dari pada asam lemak
berantai genap dengan satu karbon diatasnya.
c. Titik cair menurun dengan bertambahnya jumlah ikatan rangkap.
d. Senakin jauh letak ikatan rangkap dari gugus karboksil semakin rendah
titik cairnya
e. Asam lemak bentuk trans lebih tinggi titik cairnya debandingkan dengan
asam lemak bentuk cis.
f. Penambahan rantai metil dalam molekul asam lemak menurunkan titik
cairnya.
(Mappiratu, 25)
2. panas jenis
panas jenis suatu lemak/minyak meningkat dengan meningkatnya derajat
ketidakjenuhan asam lemak.
3. densitas
4. titer
titer merupakan ukuran kekeran lemak dan digunakan untuk
membedakan lemak yang tidak dapat dikonsomsi (grease) dengan lemak
hewan (tallow). Lemak hewan yang diketahui sumbernya dan mempunyai
nilai titer lebih besar atau sama dengan 40 disebut tallow sedangkan
lemak yang titernya lebih kecil dari 40 disebut grease.
5. cold test
cold test adalah waktu yang dibutuhkan lemak aatu minyak untuk
membentuk kristalisasi. Sehingga hal ini dilakukan untuk menguji
ketahanan minyak.
6. titik lunak
titik lunak dari suatu lemak atau minyak merupakan kebalikan dari sifat
titer.
7. slipping pint
slipping point digunakan untuk mengenali minyak alam serta pengaruh
adanya komponen lain dalam lemak atau minyak.
8. titik asap, titik nyala dan titik api
titik asap, titik nyala dan titik api merupakan parameter untuk menguji
minyak atau lemak yang digunakan menggoreng. Makin tinggi nailai titik
asap, titik nyala dan titik api minyak/lemak makin baik kualitasnya.
Titik asap adalah suhu terendah saat produk terdekomposisi
minyak/lemak berupa asap mulai terlihat. Titik nyala adalah suhu saat
campuran uap
9. warna, rasa, bau
warna minyak atau lemak disebabkan oleh adanya zat yang
terkontaminasi yang merupakanzat alam berupa karotenoid.
sehingga
10. kelarutan, larut dalam pelarut non-polar
Bau dan cita rasa pada minyak terdapat secara alami atau disebabkan
oleh terbentuknya asam-asam berantai pendek hasil penguraian
minyak/lemak. Timbulnya bau tengik disebakan oleh adanya senyawa-
senyawa yang dihasilkan dari kerusakan oksidasi minyak, sedangkan bau
amis pada bahan pangan berlemak disebabakan oleh adanya interaksi
antara trimetil amin oksida dengan asam lemak tidak jenuh pada posisi
ikatan rangkapnya.
dapat dikatakan bahwa sifat-sifat fisik dari lemak ini semuanya
dipengaruhi oleh struktur kimia dari lemak itu sendiri.
B. sifat kimia
sifat kimia minyak/lemak merupakan sifat yang dimilki oleh komponen
kimia minyak/lemak untuk berubah secara kimia, seperti bereaksi dengan
zat lain,terdegradasi dan teroksidasi dengan panas, serta pembaentukan
radikal oleh energi matahari. (Mappiratu, 37)
a. Esterifikasi
esterifikasi adalah suatu reaksi ioni, yang mana gabungan dari reaksi adisi
dan reaksi penataan ulang eliminasi.
b. Hidrolisis
Dalam reaksi hidrolisis, lemak dan minyak akan diubah menjadi asam-
asam lemak bebasdan gliserol. Reaksi ini mengakibatkan kerusakan lemak
dan minyak. Hal ini disebabkan adanya sejumlah air dalam lemak atau
minyak tersebut. Proses ini berjalan menggunakan asam, basa atau enzim
tertentu.
c. Penyabunan
Sabun adalah merupakan logam alkali (biasanya gram natrium) dari
asam-asamlemak. Sabun mengandung terutama garam C16 dan C18
namun dapat juga mengandung bebrapa karboksilat dengan bobot atom
lebih rendah. (Fessenden, 409)

a. Hidrogenasi
proses hidrogenasi bertujuan untuk menjernihkan ikatan dari rantai
karbon asam lemak atau minyak. Pada asam lemak jenuh proses
hidrogenasi ini berpean dalam memutus ikatan rangkap.
b. Oksidasi
Oksidasi dapat brlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen
dengan lemak atau minyak. Terjadinya reaksi oksidasi ini akan
mengakibatkan bau tengik pada lemak atau minyak.
Oksidasi asam lemak tidak jenuh akan menghasilkan peroksida dan
selanjutnya akan terbentuk aldehida. Inilah yang menyebabkan terjadinya
bau dan rasa yang tidak enak atau tengik.
2. KEGUNAAN LEMAK
Ada beberapa fungsi lipid di antaranya:
1. Sebagai penyusun struktur membran sel
Dalam hal ini lipid berperan sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran
material-material.
2. Sebagai cadangan energi
Lipid disimpan sebagai jaringan adipose.
3. Sebagai hormon dan vitamin
Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin membantu
regulasi proses-proses biologis. Jika dilihat dari sifat fisik lemak yaitu
berwarna kuning yang mengandung karoten maka lemak ini dapat
menghasilkan vitamin seprti vitamin A.