Anda di halaman 1dari 3

MODUL 2 (BAB II)

Nama : Hulwana

Nomor Stambuk : A31114036

Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Akuntansi

Tugas : 1 Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat disertai tulisan yang
rapi agar mudah dibaca!

Jelaskan perbedaan antara bahasa Indonesia ragam ilmiah dan ragam


nonilmiah!

Ragam Ilmiah

- Secara lisan digunakan dalam situasi yang resmi seperti, rapat, proses belajar
mengajar, khotbah, diskusi, berbicara dengan orang yang lebih tua, dan
sebagainya.
- Secara tulisan digunakan dalam karya tulis ilmiah seperti, skripsi, surat
keputusan, laporan ilmiah, laporan praktikum, dan lain sebagainya.
- Bersifat seragam dan tidak terpengaruh bahasa daerah.
- Penulisan dan pelafalannya diatur dalam EYD.
- Merupakan bahasa pokok yang menjadi bahasa standar dan acuan yang
digunakan sehari-hari dalam masyarakat.

Ragam Non-ilmiah

- Secara lisan digunakan dalam situasi yang tidak resmi seperti, acara reuni,
dan saat bicara dengan orang terdekat seperti teman dan sahabat.
- Secara tulisan digunakan dalam karya tulis tidak resmi seperti, cerpen, novel,
naskah drama, dan lain sebagainya.
- Bersifat beragam dan dapat terpengaru bahasa daerah jadi setiap daerah bisa
berbeda.
- Penulisan dan pelafalannya bebas, tidak ada aturan resmi yang mengatur.
- Menyimpang dari aturan baku suatu bahasa.

T U G A S 2 Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat disertai tulisan


yang rapi agar mudah dibaca!

Pertanyaan : Uraikan ciri dan sifat bahasa Indonesia ragam ilmiah!


Ciri bahasa Indonesia ragam ilmiah :

1. Kaidah bahasa Indonesia yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah
pada bahasa Indonesia baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa
(pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf).
2. Ide yang diungkapkan harus benar, sesuai dengan fakta yang dapat diterima
akal sehat (logis).
3. Ide yang diungkapkan harus tepat dan hanya mengandung satu makna. Hal
ini tergantung pada ketepatan memilih kata dan penyusunan struktur kalimat.
Jadi, kalimat yang digunakan efektif.
4. Kata yang dipilih harus bernilai denotatif yaitu makna yang sebenarnya.
5. Ide diungkapkan dalam kalimat harus padat isi/ bernas. Oleh sebab itu,
penggunaan kata dalam kalimat seperlunya, tetapi pemilihannya tepat.
6. Pengungkapan ide dalam kalimat ataupun alinea harus lugas yaitu langsung
menuju pada sasaran.
7. Unsur ide dalam kalimat ataupun alinea diungkapkan secara runtun dan
sistematis.
8. Ide yang diungkapkan dalam kalimat harus jelas sehingga tidak menimbulkan
salah tafsir.

Sifat bahasa Indonesia ragam ilmiah :

1. Cendekia
Bahasa Indonesia bersifat cendikia artinya Bahasa Indonesia itu mampu
digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni
mampu membentuk pernyataan yang tepat dan sesksama.
2. Lugas dan jelas
Bahasa Indonesia bersifat cendikia artinya Bahasa Indonesia itu mampu
digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni
mampu membentuk pernyataan yang tepat dan sesksama.
3. Menghindari kalimat fragmentaris
Kalimat fragmentaris adalah kalimat yang belum selesai. Kalimat ini terjadi
antara lain karena adannya keinginan penulis menggunakan gagasan dalam
beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan gagasan yang diungkapkan.
4. Formal
Bentukan kata yang formal adalah bentukan kata yang lengkap dan utuh
sesuai dengan aturan pembentukan kata dalam bahasa Indonesia.
5. Objektif dan konsisten
Sifat objektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai
pangkal tolak, tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata seperti kosa
kata, bentuk kata, dan struktur kalimat. Sementara sifat konsisten yang
ditampakkan pada penggunaan unsur bahasa, tanda baca, tanda-tanda lain
dan istilah yang sesuai dengan kaidah dan semuanya digunakan secara
konsisten.
6. Bertolak dari gagasan
Penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak
pada penulis. Implikasinya, kalimat-kalimat yang digunakan didominasi oleh
kalimat pasif sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu
dihindari.
7. Ringas dan padat
Penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak
pada penulis. Implikasinya, kalimat-kalimat yang digunakan didominasi oleh
kalimat pasif sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu
dihindari.