Anda di halaman 1dari 5

LECTURE 5

A 25-years-old woman has come with pain and swollen gum since 2 days ago. Physical
examination showed edema, redness, and tenderness of the gingiva, blood pressure 130/80
mmHg, pulse: 88/min, RR: 20/min, t0 C : 37,8 0C. Patients were diagnosed with acute
gingivitis.
Task
1. Why patient is diagnosed with acute gingivitis?
2. Mention the inflammation cardinal sign seen in the patient and explain why it
happened!
Calor (heat/panas) ditunjukan dengan suhu tubuh pasien tersebut 37,8 0C,
dimana pada normalnya adalah 360C
Rubor (redness/kemerahan) pada pemeriksaan fisik dijelaskan adanya
kemerahan pada gingiva
Tumor (swelling/pembengkakan) pada awalnya pasien sudah mengeluhkan
bahwa terjadi pembengkakan pada gusinya semenjak 2 hari yang lalu dan
setelah dilakukan pemeriksaan fisik ditunjukan adanya edema. Edema adalah
peningkatan pearmeabilitas vaskuler.
Dolor (pain/rasa sakit)
Functio laesa (loss of funvtion/gangguan fungsi organ) -

3. Explain the inflammatory mediators involved in the process!

37-year-old man has had lower lip pain for the past 3 months. Physical examination shows a
2-cm, sharply demarcated, shallow ulceration of the lower lip. Microscopic examination of a
biopsy from the ulcer base shows angiogenesis, fibrosis, and mononuclear cell infiltrates with
lymphocytes, macrophages, and plasma cells.
Task
1. What is the best term describes this pathologic process?
2. Explain the role of macrophage in chronic inflammation!
3. Explain the etiology and morphology of chronic granulomatous inflammation

LECTURE 6
1. Sebutkan virulensi factor dari Candida albicans
Selain penurunan faktor pertahanan host, faktor virulen juga bertanggung jawab
menyebabkan suatu penyakit. Faktor virulen Candida albicans terdiri-dari phenotypic
switching, dimorfisme morfologi, adhesi, sekresi enzim hidrolitik dan lainnya.
Phenotypic Switching
Phenotypic switching merupakan bagian yang sangat penting pada
jamur untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan selama invasi
pada host. Kemampuan untuk menginfeksi beberapa jaringan sangat
penting dalam keberhasilan invasi dan penyebaran pada host.
Dimorfisme Morfologi Kemampuan untuk berubah bentuk antara sel
yeast uniseluler dengan sel berbentuk filamen yang disebut hifa dan
pseudohifa dikenal sebagai dimorfisme morfologi. Transisi diantara
bentuk morfologi yang berbeda ini merupakan respon terhadap
rangsangan yang beragam dan sangat penting bagi patogenisitas jamur
Perlekatan pada sel host dan jaringan sangat penting untuk C. albicans
dalam memulai invasi, kemudian penyebaran ke dalam organisme host.
Pada permukaan dinding sel C. albicans menyediakan reseptor yang
bertanggung jawab untuk adhesi pada sel epitel dan endotel, protein
serum dan protein matriks ekstraseluler
Produksi dan sekresi enzim hidrolitik seperti protease, lipase dan
fosfolipase merupakan faktor virulensi yang sangat penting. Enzim ini
berperan dalam nutrisi tetapi juga merusak jaringan, penyebaran dalam
organisme host, dan sangat berkontribusi terhadap patogenisitas jamur.

2. Jelaskan mengenai : Herpangina, Leukoplakia, NUG,AUG,ANUG


Hepargina
Biasanya terjadi pada anak-anak. Infeksi ini disebabkan oleh Coxsakie
A virus.
Gejalanya : demam tiba-tiba, anoreksia, dispagia, sakit tenggorokan,
vesikel ruptur dengan cepat, ulkus 1-3mm terlihat pada soft palate dan
uvula.
Leukoplakia
Lesi putih plak/bercak putih
- Leukoplakia Homogen
- Leukoplakia Non Homogen (lebih berpotensi menjadi ganas)
o Eritroleukoplakia
o Nodular
o Bercak paling berpotensi mengarah keganasan
o Verukoid spt kutil
- penyebab rokok dan alkohol, puncak gigi tajam atau restorasi
- Jika penyembuhan tidak terjadi dalam 2 minggu biopsi sangat
penting untuk mengetahui kemungkinan keganasan
NUG

Karakteristik utama dari NUG adalah etiologinya merupakan bakteri, ada


lesinekrotik, dan factor predisposisi seperti stress psikologis, merokok,
danimmunosupresi. Sebagai tambahan, malnutrisi dapat menjadi faktor kontribusi.
NUG seringkali terlihat sebagai lesi akut yang mempunyai respon baik terhadapter
api antimikroba yang dikombinasikan dengan pembersihan plak dan kalkulusserta
peningkatan oral hygiene
AUG
ANUG

3. Bagaimanakah infeksi M.tuberculosis, Neiseria gonorhoeae pada rongga mulut.


4. Sebut dan jelaskankan tipe dari candidiasis.

LECTURE 7
1 Dapat menyebutkan berbagai antibiotika yang digunakan dalam terapi saat ini
2 Menjelaskan apa yang dimaksud dengan penggunaan antibiotika secara rasional
3 Menyebutkan bermacam-macam golongan penicillin, chloramphenicol, tetracycline,
macrolide, quinolone, sulfonamide, aminoglycoside
4 Menjelaskan spektrum kuman yang dibunuh oleh golongan penicillin, tetracycline,
macrolide, quinolone, sulfonamide, aminoglycoside
5 Menjelaskan mekanisme kerja, sifat bakteriostatik dan bakterisid dari semua antibiotika
6 Menjelaskan indikasi klinik penicillin, chloramphenicol, tetracycline, macrolide,
quinolone, sulfonamide, aminoglycoside

LECTURE 8
1. JELASKAN MENGENAI MACLEODS CLINICAL EXAMINATION!
Macleods clinical examination adalah tahapan anamnesis dalam menyampaikan
pertanyaan kepada pasien, dimana biasanya digunakan saat pertanyaan tertutup.
Ada 8 tahapan dalam Macleods clinical examination :
Site - Dimana dirasakan sakit
Radiation sampai bagian tubuh mana dirasakan
Characteristic bagaimana karakteristik dari nyerinya
Severity seberapa sakitnya nyeri tersebut
Duration seberapa lama rasa nyeri tersebut
Frequency seberapa sering rasa nyeri timbul
Aggravating and relieving factors apa faktor yang yang membuatnya ada
maupun reda
Associated phenomenon apakah disertai dengan keluhan lain

2. JELASKAN MENGENAI CARA MELAKUKAN PEMERIKSAAN KLINIS


EKSTRA ORAL DAN INTRA ORAL!
Pemeriksaan ekstra oral :
Pemeriksaan wajah
Kulit (melihat warna dan lesi)
Bibir (simetris, konsistensi jaringan dan tekstur). Bibir yang normal memiliki tekstur
yang kenyal, halus, warna homogen, lembab, batas vermilion jelas dan rata.
Mata (memeriksa warna dari sklera dan besar dari pupil). Jika sklera berwarna
kuning menungjukan jaundice (diindikasi kelainan darah, hepatitis dn disfungsi hati),
besarnya pupil (pengguna obat illegal).
Kelenjar ludah dan duktus-duktusnya. (membandingkan kelenjar kanan dan kiri
secara bersamaan dengan dua tangan, pada keadaaan normal kelenjar ludah tidak
teraba)
TMJ. (pada keadaan normal, tidak ada suara pada TMJ dan gerakan TMJ mulus)

Pemeriksaan leher
Kelenjar limfe (untuk menemukan kelenjar yang dapat teraba, membesar)
Kelenjar tiroid
Arteri karotis

Pemeriksaan intraoral
Dinding posterior faring (jaringan ini sangat vaskuler homogen dan berwarna
kemerahan. Permukaan halus).
Tonsil (akan tampak kasar, lobular, permukaan halus dan jumlahnya bervariasi)
Palatum mole dan uvula (jaringan akan tampak longgar dan simetris selama
berfungsi)
Palatum durum dan torus palatinus (melihat adanya perubahan warna, pembengkakan,
fistula dll. Torus palatinus memiliki tekstur yang halus)
Mukosa labial (bibir warna merah muda homogen dan berubah secara bertahap ke
warna merah tua dengan vaskularisasi yang lebih dekat dengan mukolabial)
Mandibula (pada keadaan normal, warnanya merah homogen, memiliki konsistensi,
tidak ada lesi yang terlihat/teraba)
Dasar mulut
Lidah
Attached gingiva (jaringan harus terasa menyentuh dan merekat erat ke tulang)
Konsistensi dan aliran saliva (saliva mudah terlihat dan jernih)