Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA DASAR

REAKSI-REAKSI KIMIA

Nama : Iftinan Septaliandri Yorah


NRP : 143020315
Kelompok :L
Meja : 11 ( Sebelas)
Asisten : Hilda Rani Dwitama

LABORATORIUM KIMIA DASAR


JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
REAKSI-REAKSI KIMIA

Iftinan Septaliandri Yorah


143020315
Asisten: Hilda Rani Dwitama

Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan reaksi-reaksi kimia adalah untuk mengetahui dan
mempelajari jenis dan sifat (sifat kimia dan fisika) dari zat yang direaksikan, serta
untuk mencari rumus senyawa dan koefisien reaksi dari senyawa dengan cara
mereaksikan dua buah zat atau lebih yang dibuktikan adanya perubahan warna,
timbulnya gas dan endapan.

Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan reaksi-reaksi kimia yaitu berdasarkan penggabungan
molekul terbagi menjadi dua bagian atau lebih. Molekul yang kecil atau atom-
atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk dan terputusnya
ikatan kimia. Berdasarkan Hukum Kekelan Massa yang dikemukakan oleh
Lavoiser: Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama dan berdasarkan
Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust): Dalam setiap persenyawaan
perbandingan massa unsure-unsur selalu tetap. Berdasarkan Bronsted Lowry:
Asam sebagai setiap zat sembarang yang menyumbang proton dan basa sebagai
setiap zat sembarang yang menerima proton.

Metode Percobaan

1 mL NaOH 1mL NaOH 1mL HCl


1. a. b. c.
0,05M + 1 tetes 0,05M+1tetes 0,05M+1 tetes
phenolphthalein metil merah phenolphthalein
(PP) (MM) (PP)

d. 1mL HCl
0,05M+1 tetes
metil merah
(MM)
2. a. 1mL b. 1mL 6. 1mL
CH3COOH CH3COOH Al2(SO4)3
0,05M+1 0,05M+1 0,1M + 5
tetes
tetes metil tetes NaOH
phenolphtha
lein(PP) merah 1M
(MM)
7. 1mL Al2(SO4)3 0,1M + 5
3. a.
tetes NsOH 1M + tetes
demi tetes NH4OH

1mL NaOH 0,05 + 1mL HCl 0,05 1mL 1mL


8. a. ZnSO4 b. ZnSO4
M(pp) (1.a.) M(pp)(1.c.)
b. 0,1M + 5 0,1M + 5
tetes tetes
NaOH 1M NaOH
1M +
tetes
demi
1mL NaOH 0,05 + 1mL HCl 0,05 tetes
M(mm) (1.b.) M(mm) (1.d.) NH4OH
9.
c.

Tabung pertama: 4mL


(NH4)2SO4 + NaOH 0,05M
1mL NaOH 0,05 + 1mL CH3COOH Tabung kedua: lakmus merah
M(pp) (2.a.) 0,05M(pp) (2.c.)
d.
10.

1mL Pb(NO3)2 0,05M +


1mL NaCl 0,1M
1mLNaOH 0,05 + 1mL CH3COOH
Kemudian campuran tersebut dipanaskan sambil
M(mm) (2.b.) 0,05M(mm) (2.d.)
dikocok dan catat pengamatan anda! Campuran
4. a.
didinginkan sambil diamati.

1mL Pb(NO3)2 0,05M +


1mL K2CrO4 0,1M + 1mL HCl 0,1M 1mL NaCl 0,1M
b.

11.
1mLK2CrO4 0,1M + 1mL NaOH 0,05M
1mL NaCl 0,1M
5. a. + 1mL AgNO3

12.

1mL K2Cr2O7 0,1M + 1mL HCl 0,1M


b. 1mL BaCl2 0,1M + 1mL K2CrO4,0,1M
13.

1mL K2Cr2O7 0,1M + 1mL NaOH 0,05M 1mL BaCl2 0,1M + 1mL K2Cr2O7 0,1M
\\\\\
14.
18. 1mL CuSO4 0,5M + NaOH
1M sedikit demi sedikit
sampai berlebih
1mL BaCl2 0,1M + 1mL HCl 0,1M + 1mLK2CrO4 0,1M

15.
1mL CuSO4 0,05M + NH4OH
Tabung pertama: 19.
1 gram CaCO3 + HCl 1M sedikit demi sedikit
Tabung kedua: sampai berlebih
Ba(OH)2

16. 20.
1mL H2C2O4 0,5M + 2 tetes H2SO4

Kemudian dipanaskan dan diteteskan KMnO4 sambil 2 ml Fe3+ 0,1 M + 2 ml KSCN 0,1 M
dikocok, teteskan terus larutan KMnO4 sampai warnanya Dibagi menjadi 2 dan bandingkan hasilnya
tidak hilang lagi.

1mL H2C2O4 0,5M + 2 tetes


H2SO4 + tetes demi tetes
KMnO4 0,05M

2mL Fe3+ 2mL Fe3+


0,1M + 0,1M +
2mLKSCN 2mLKSCN
0,1M +
0,1M
Na3PO4
17. 0,1M
1mL Fe2+ 0,1M + 2 tetes
H2C2O4

Kemudian diteteskan KMnO4 sambil dikocok, teteskan


Terus larutan KMnO4 sampai warnanya tidak hilang lagi.
Bandingkan kecepatan laju hilangnya warna KMnO4
Dengan percobaan 16.

1mL Fe2+ 0,1M + 2 tetes H2C2O4


+ tetes demi tetes KMnO4 0,05M

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil Pengamatan Percobaan Reaksi-Reaksi Kimia


No. Reaksi Hasil
1. a. 1 mL NaOH 0,05M + 1 tetes a. Ungu Muda
phenolphthalein (PP)
b. 1mL NaOH 0,05M+1tetes metil merah b. Kuning
(MM)
c. 1mL HCl 0,05M+1 tetes phenolphthalein c. Bening
(PP)
d. 1mL HCl 0,05M+1 tetes metil merah (MM) d. Merah Muda
2. a. 1mL CH3COOH 0,05M+1 tetes a. Bening
phenolphthalein(PP)
b. 1mL CH3COOH 0,05M+1 tetes metil merah b. Merah Muda
(MM)
3. a. 1mL NaOH 0,05M(pp) + 1mL HCl a. Bening
0,05M(pp)
b. 1mL NaOH 0,05M(mm) + 1mL HCl b. Kuning
0,05M(mm)
c. 1mL NaOH 0,05M(pp) + 1mL CH3COOH c. Merah
0,05M(pp)
d. 1mL NaOH 0,05M(mm) + 1mL CH3COOH d. Merah Muda
0,05M(mm)
4. a. 1mL K2CrO4 0,1M + 1mL HCl 0,1M a. Kuning Tua /
Keemasan
b. 1mL K2CrO4 0,1M + 1mL NaOH 0,05M b. Kuning Muda
5. a. 1mL K2Cr2O7 0,1M + 1mL HCl 0,1M a. Orange
b. 1mL K2Cr2O7 0,1M + 1mL NaOH 0,05M b. Kuning Muda
6. 1mL Al2(SO4)3 0,1M + 5 tetes NaOH 1M Putih Keruh
7. 1mL Al2(SO4)3 0,1M + 5 tetes NaOH 1M + Putih Keruh + Endapan
tetes demi tetes NH4OH 1M Putih
8. a. 1mL ZnSO4 0,1M + 5 tetes NaOH 0,05M a. Bening
b. 1mL ZnSO4 0,1M + 5 tetes NaOH 0,05M + b. Putih + Endapan Putih
tetes demi tetes NH4OH 1M
9. Tabung 1: 1mL (NH4)2SO4 + NaOH 0,05M Bening
Tabung 2: Lakmus merah Lakmus Biru
10. 1mL Pb(NO3)2 0,05M + 1mL NaCl 0,1M Putih + Endapan Putih
Setelah dipanaskan dan didinginkan Bening + Endapan Putih
(Sumber: Iftinan Septaliandri Y, Anita Nugrah H, Windy Anngraeni, Meja 11,
Kelompok L, 2014)

No. Reaksi Hasil


11. 1mL NaCl 0,1M + 1mL AgNO3 Putih + Endapan
12. 1mL BaCl2 01M + 1mL K2CrO4 0,1M Kuning + Endapan
Kuning
13. 1mL BaCl2 0,1M + 1mL K2Cr2O7 0,1M Kuning + Endapan
Kuning
14. 1mL BaCl2 0,1M + 1mL HCl 0,1M + 1mL Kuning Cerah + Endapan
K2CrO4 0,1M Kuning
15. Tabung 1: 1gram CaCO3 + HCl 1mL 0,05M -
Tabung 2: Ba(OH)2 1mL 0,01M Muncul gas
16. 1mL H2C2O4 0,1M + 2 tetes H2SO4 2M Bening
Dipanaskan + diteteskan KMnO4 Coklat + endapan
2+
17. 1mL Fe 0,1M + 2 tetes H2SO4 2M Coklat + Endapan
1mL Fe2+ 0,1M + 2 tetes H2SO4 2M + tetes Ungu
demi tetes KMnO4 0,05M
18. 1mL CuSO4 0,05M + NaOH 1M(sedikit demi Bening biru + endapan
sedikit) hijau
19. 1mL CuSO4 0,05M + NH4OH 1M(sedikit demi Biru Laut
sedikit)
20. 2mL Fe3+ 0,1M + 2mL KSCN 0,1M Merah Kecoklatan
3+
2mL Fe 0,1M + 2mL KSCN 0,1 M + 1mL Bening + Endapan merah
Na3PO4 0,1M kecoklatan
(Sumber: Fitria Sarah dan Rima, Meja 6, Kelompok K, 2014)
Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa larutan NaOH +
phenolphthalein (PP) menjadi warna ungu muda dan jika ditambah Metil Merah
(MM) menjadi warna kuning. Larutan HCl dan CH3COOH jika ditambah
phenolphthalein (PP) menjadi warna bening dan jika ditambah Metil Merah (MM)
menjadi warna merah muda. Larutan NaOH(pp) + HCl(pp) NaCl + H2O menjadi
warna bening sedangkan jika NaOH(mm) + HCl(mm) NaCl + H2O menjadi warna
kuning, larutan NaOH(pp) + CH3COOH(pp CH3COONa + H2O menjadi warna
merah sedangkan NaOH(mm) + CH3COOH(mm) CH3COONa + H2O menjadi
warna merah muda. Larutan K2CrO4 + HCl 2KCl + H2CrO4 menjadi warna
kuning keemasan sedangkan jika K2CrO4 + NaOH 2KOH + Na2CrO4 menjadi
warna kuning muda. Larutan K2Cr2O7 + HCl 2KCl + H2Cr2O7 menjadi warna
orange sedangkan jika K2Cr2O7 + NaOH 2KOH + Na2Cr2O7 menjadi warna
kuning muda. Larutan Al2(SO4)3+NaOH 2Al(OH) 3 + 3Na2SO4 menjadi
warna putih keruh. Larutan Al2(SO4)3 + NaOH + 6NH4OH 3(NH4)2OH +
2Al(OH)3 + NaOH menjadi warna putih keruh + endapan putih. Larutan ZnSO 4 +
NaOH Zn(OH)2 + Na2SO4 menjadi warna bening sedangkan jika ZnSO4 +
NaOH + 2NH4OH (NH4)2SO4 + Zn(OH)2 + NaOH menjadi warna putih keruh
+ endapan putih. Larutan (NH4)2SO4 + 2NaOH NH3 + H2O + Na2SO4 pada
tabung pertama dan juga lakmus merah di tabung kedua hasilnya lakmus di
tabung kedua berubah menjadi lakmus biru dan larutan tetap bening. Larutan
Pb(NO3)2 + 2NaCl PbCl2 + 2Na2NO3 menjadi warna bening dan endapan putih.
Dalam percobaan reaksi kimia ini tidak semua percobaan yang kami
lakukan berhasil, ada kesalahan-kesalahan yang kami lakukan. Kesalahan tersebut
dipengaruhi oleh faktor diantaranya kurangnya ketelitian praktikan saat
menggunakan pipet. Pipet yang telah dipakai untuk mengambil zat sebelumnya
tidak dibersihkan terlebih dahulu saat akan mengambil zat yang lain. Sehingga zat
sebelumnya tercampur dengan zat lain dan mempengaruhi hasil akhir reaksi kimia
tersebut. Bila terjadi perbedaan baik itu perubahan warna, endapan dan tidak
adanya endapan, hal itu bisa terjadi karena faktor lingkungan. Faktor lingkungan
seperti, tinggi rendahnya suhu ruangan yang mempengaruhi proses kelarutan,
takaran yang tidak sesuai, ataupun botol larutan yang tidak ditutup kembali.
Reaksi kimia adalah peristiwa perubahan kimia dimana zat-zat yang
bereaksi (reaktan) berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi
kimia, selalu dihasilkan zat baru dengan komposisi dan sifat-sifat yang baru,
sehingga sifat yang dimiliki reaktan berbeda dengan sifat yang dimiliki produk.
Reaksi kimia dituliskan dengan persamaan reaksi kimia (Dani,2013)
Adapun tanda-tanda terjadinya reaksi kimia yaitu adanya pembentukan
endapan, terjadi pembentukan gas, terjadi perubahan warna, dan terjadi
perubahan suhu. Serta ada juga hal-hal yang mempengaruhi laju reaksi adalah:
1. Luas permukaan: Luas permukaan dalam reaksi kimia adalah luas
permukaan zat-zat pereaksi yang bersentuhan untuk menghasilkan reaksi.
2. Konsentrasi larutan: Jika konsentrasi suatu larutan makin besar, larutan
akan mengandung jumlah partikel semakin banyak sehingga partikel-
partikel tersebut akan tersusun lebih rapat dibandingkan larutan yang
konsentrasinya lebih rendah. Susunan partikel yang lebih rapat
memungkinkan terjadinya tumbukan semakin banyak dan kemungkinan
terjadi reaksi lebih besar. Makin besar konsentrasi zat, makin cepat laju
reaksinya.
3. Suhu:. Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik partikel-partikel akan
bertambah sehingga tumbukan antar partikel akan mempunyai energi
yang cukup untuk melampaui energi pengaktifan. Hal ini akan
menyebabkan lebih banyak terjadi tumbukan yang efektif dan
menghasilkan reaksi. Di samping memperbesar energi kinetik, ternyata
peningkatan suhu juga meningkatkan energi potensial suatu zat. Dengan
semakin besarnya energi potensial zat, maka semakin besar terjadinya
tumbukan yang efektif, sehingga laju reaksi semakin cepat.
4. Katalis: Katalis adalah zat yang pada umumnya ditambahkan dalam ke
dalam suatu sistem reaksi untuk mempercepat reaksi. Pada akhir reaksi,
katalis diperoleh kembali dalam bentuk zat semula. Katalis bekerja
dengan cara turut terlibat dalam setiap tahap reaksi, tetapi pada akhir
tahap, katalis terbentuk kembali. Jika suatu campuran zat tidak dapat
bereaksi, penambahan katalis pun tidak akan membuat reaksi terjadi.
Dengan kata lain, katalis tidak dapat memicu reaksi, tetapi hanya
membantu reaksi yang berlangsung lambat menjadi lebih cepat. Katalis
bekerja secara khusus. Artinya, tidak semua reaksi dapat dipercepat
dengan satu macam katalis. Dengan kata lain, katalis bekerja hanya pada
satu atau dua macam reaksi, tetapi untuk reaksi yang lain tidak dapat
digunakan(Erna,2013)
Reaksi kimia secara umum dibagi dua, yaitu reaksi asam-basa dan reaksi
redoks.Pada reaaksi redoks terjadi perubahan biloks (bilangan oksidasi),
sedangkan pada reaksi asam-basa tidak terjadi perubahan biloks. Dalam
percobaan yang kami lakukan terdapat berbagai macam reaksi yang dapat kami
kelompokkan sebagai berikut, percobaan nomor 4,5,16,17 meupakan reaksi
redoks. Percobaan nomor 7,8 merupakan reaksi efek ion sejenis. Percobaan nomor
7,8,11,12,13,14,16,18,19 merupakan reaksi pengendapan. Percobaan nomor 11
merupakan reaksi pertukaran ganda. Serta percobaan nomor 19,20 merupakan
reaksi kompleks.
Aplikasi di Bidang pangan dari reaksi kimia dapat digunakan untuk
mengetahui terjadinya suatu reaksi pada makanan.Menilai dan meneliti kadar
mutu suatu pangan.Dalam reaksi kimia ini pengetahuan menganalisis komponen
pangan dapat dilakukan dengan indikator buret.Komponen pangan contohnya ;
protein,lemak,karbohidrat,mineral,asam lemak,gula dan lain-lain.
Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dari percobaan reaksi kimia dapat


disimpulkan bahwa apabila suatu zat direaksikan dengan zat lain, maka akan
diperoleh zat baru dengan ciri-ciri perubahan warna, suhu, timbulnya endapan dan
munculnya gas dan bau. Untuk meminimalisir tingkat kesalahan dan perbedaan
mengenai hasil, praktikan harus lebih teliti dalam melakukan percobaan.

Daftar Pustaka
Anonim. 2013. Reaksi Kimia. http://mafia.mafiaol.com
Diakses: 5 November 2014
Chang, R. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Erlangga: Jakarta.
Septiarini, Dina. 2012. Perhitungan pH Larutan dengan
Indikator. http://dinaseptember.blogspot.com. Diakses: 5 November 2014.
Sutrisno, E. T. dan Nurminabari, I. S. 2014. Penuntun Praktikum Kimia
Dasar. Universitas Pasundan, Bandung.
Lampiran
No
Reaksi Hasil
.
a. 1ml NaOH 0,05 M + 1 tetes PP Magenta
b. 1ml NaOH 0,05 M + 1 tetes MM Kuning
1
c. 1ml HCl 0,05 M + 1 tetes PP Bening
d. 1ml HCl 0,05 M + 1 tetes MM Merah Muda
a. 1ml CH3COOH 0,05M + 1 tetes PP Bening
2
b. 1ml CH3COOH 0,05M + 1 tetes MM Merah Muda
a. 1ml NaOH 0,05 M(pp) + 1ml HCl 0,05M(pp) Bening
b. 1ml NaOH 0,05 M(mm) + 1ml HCl 0,05 M(mm) Magenta
3 c. 1ml NaOH 0,05M (pp) + 1ml CH3COOH 0,05M(pp) Bening
d. 1ml NaOH 0,05 M(mm) + 1ml CH3COOH
Magenta
0,05M(mm)
a. 1ml K2CrO4 0,1M + 1ml HCl 0,1M Keemasan
4
b. 1ml K2CrO4 0,1M + 1ml NaOH 0,05M Kuning cerah
a. 1ml K2Cr2O7 0,1M + 1ml HCl 0,1M Keemasan
5
b. 1ml K2Cr2O7 0,1M + 1ml NaOH 0,05M Kuning Cerah
6 1ml Al2(SO4)3 0,1 M + 5 tetes NaOH 1M Putih keruh
1ml Al2(SO4)3 0,1 M + 5 tetes NaOH 1M + tetes Putih Keruh,
7
demi tetes NH4OH (5tetes) Endapan putih
a. 1ml ZnSO4 0,1 M + 5 tetes NaOH 1M Putih Keruh
8 b. 1ml ZnSO4 0,1 M + 5 tetes NaOH 1M + tetes Putih keruh, endapan
demi tetes NH4OH (5 tetes) putih
a. Tabung pertama : 1ml (NH4)2SO4 0,1 M + 2ml Warna cairannya
NaOH 0,1M Bening
9
b. Tabung kedua : Lakmus merah (yang sudah Kertas lakmus Merah
dibasahi aquades) berubah menjadi Biru
a. 1ml Pb(NO3)2 0,1M + 1ml NaCl 0,1M Bening
10 b. 1ml Pb(NO3)2 0,1M + 1ml NaCl 0,1M
Bening
(dipanaskan)
11 1ml NaCl 0,1M + 1ml AgNO3 Putih, endapan putih
Kuning susu,
12 1ml BaCl2 0,1 M + 1ml K2CrO4 0,1M
endapan kuning
Kuning tua, endapan
13 1ml BaCl2 0,1 M + 1ml K2Cr2O7 0,1M
kuning
1ml BaCl2 0,1 M + 1ml HCl 0,1 M + 1ml K2CrO4 Kuning keemasan,
14
0,1M endapan kuning
a. Tabung pertama : 1 gram CaCO3 + 1ml HCl Bening
15 0,05M Gelembung/soda,
b. Tabung kedua : 1ml Ba(OH)2 0,01 M panas, bening.
a. 1ml H2C2O4 0,5M + 2 tetes H2SO4 Bening
16 b. 1ml H2C2O4 0,5M + 2 tetes H2SO4 2M + tetes Bening, endapan
demi tetes KMnO4 0,05M coklat.
a. 1 ml Fe2+ 1M + 2 tetes H2C2O4 2M Bening
17 b. 1 ml Fe2+ 1M + 2 tetes H2C2O4 2M + tetes
Bening Kecoklatan
demi tetes KMnO4 0,05M
1ml CuSO4 0,5M + NaOH 1M sedikit demi sedikit Biru tua/bening,
18
sampai berlebih (30 tetes) endapan hijau lumut
Biru/bening
1ml CuSO4 0,5M + NH4OH 1M sedikit demi sedikit
19 kebiruan, endapan
sampai berlebih (30 tetes)
biru
a. 2ml Fe3+ 0,1 M + 2ml KSCN 0,1 M Merah kecoklatan
20 Warna lebih muda
b. 2ml Fe3+ 0,1 M + 2ml KSCN 0,1 M + Na3PO4
dan lebih encer

Pengelompokkan reaksi
no. 4,5,16,17 : Redoks(Brady hal 206)
no. 7,8 : Efek ion sejenis (OH-)
no. 9 :
no. 7,8,11,12,13,14,16,18,19 : Pengendapan
no. 11 : Pertukaran ganda
no. 19,20 : Kompleks