Anda di halaman 1dari 4

Nama: EFI RATNA SARI

NIM : 1413206018
Matkul : PBL Manufactur Sediaan Farmasi
Identifikasi Learning Outcome
Nomor Skenario : 2
NIM : 1413206018
Matkul : PBL Manufaktur Sediaan Farmasi
Judul Skenaario : ADA APA DENGAN GARUT

Tujuan Belajar :
1. Untuk mengetahui keluhan dari penyakit asam lambung
2. Untuk mengetahui apa saja khasiat dari tanaman garut
3. Untuk mengetahui jumlah tanaman yang dapat digunakan sebagai obat asam
lambung
4. Untuk menegtahui cara identifikasi senyawa dalam garut
5. Untuk mengetahui apa saja kandungan dalam garut
6. Untuk mengetahui efek dari antiulcerogenik tanaman garut
7. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan, imunostimulan dan gastropotektif
pada garut
8. Untuk mengetahui mekanisme flavonoid menghambat COX
9. Untuk mengetahui Efek samping tanaman garut
10.Memahami tentang obat tradisional

Keluhan yang sering muncul pada penderita asam lambung yaitu nyeri ulu
hati, rasa tidak nyaman sampai nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian
atas, rasa mual, muntah, kembung, lambung terasa penuh, disertai sakit kepala.
(Kistanti, 2012). Keluhan lain yang bias dirasakan lagi yaitu nyeri atau panas di
daerah epigastrium, kadang kadang disertai muntah, rasa panas di perut, rasa
kembung, dan perasaan lekas kenyang (Wardaniati et al., 2016)

Khasiat dari tanaman garut yaitu kandungan flavonoidnya berefek sebagai


analgesik, antipiretik, antiedema, antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antidepresi,
tukak lambung, serta antialergi (Oktavia et al., 2015). Selain itu dengan kandungan
alkaloid Dapat juga digunakan sebagai obat demam dan sakit kepala karena
mengandung alkaloid (Shintu et al., 2015).

Jumlah tanaman garut yang dapat memberikan efek terapi asam lambung
adalah 220 240 mg untuk tikus . (Rajashekhara, 2014).

Cara identifikasi senyawa dalam garut yaitu dengan diekstraksi terlebih dulu
dengan metode soxletasi lalu pengidentifikasian senyawa yang diperoleh dari hasil
soxletasi. Pengidentifikasian senyawa dapat dilakukan dengan beberapa pengujian
senyawa kimia. Identifikasi alkaloid dengan cara uji Mayers, uji Dragendorff;
identifikasi karbohidrat dengan cara uji molish, fehling; identifikasi glikosida jantung
dengan uji borntrangers, uji keller-killiani; identifikasi protein dan asam amino
dengan cara uji ninhydrin dan uji biuret; identifikasi sterol dengan cara uji libemann
sterol dan uji libemann burchads; identifikasi komponen fenol dengan cara uji FeCl;
identifikasi saponin dengan uji busa (Shintu et al., 2015).
Didalam tanaman garut mengandung senyawa bio-aktif seperti alkaloid,
karbohidrat, glikosida jantung, asam amino, senyawa fenolik, terpenoid, saponin,
flavones, tanin dan gum. (Shintu et al., 2015)

Mekanisme garut sebagai antiulcer yaitu karena kandungan alkaloid dalam


garut bekerja sebagai antiulcer dengan cara menghambat pompa proton H+, K+
ATPase serta dapat meningkatkan sekresi mucus. Selain itu kandungan Flavonoid
dalam garut dapat meningkatkan prostaglandin pada mukosa lambung, dan juga
dapat mencegah pembentukan radikal bebas yang membuat lambung menjadi
ulseratif dan erosive. kandungan terdapat kandungan Saponin yang dapat
mengaktivasi membran pelindung mukosa lambung (Pasaribu et al., 2013).

Saponin memberikan aktivitas gastroprotektif melalui peningkatan fibronektin,


selanjutnya gumpalan fibrin yang terbentuk akan menjadi dasar dalam proses
reepitelisasi pada jaringan. Oleh karena itu bila gumpalan fibrin cepat terbentuk,
maka fibroblas akan segera berproliferasi ke area luka untuk segera mengadakan
pemulihan jaringan (Susilawati, et al., 2016).

Garut juga mengandung karbohidrat yang mempunyai molekul mono-, di-,


dan oligosakarida. Molekul-molekul tersebut merupakan prebiotik yang dapat
mengerahkan imunitas usus sebelum penyerapan, yang kemudian ditransfer
kerespon imun sistemik melalui kelenjar getah bening, sehingga dapat
meningkatkan IgG, IgM, IgA dalam serum. (Ika Dyah Kumalasari, 2012)

Aktivitas Gastroprotektif dari Garut adalah karena kandunggan saponin dalam


tanaman Garut yang memberikan aktivitas gastroprotektif melalui peningkatan
fibronektin, gumpalan fibrin yang terbentuk akan menjadi dasar dalam proses
reepitelisasi pada jaringan. Sehingga bila gumpalan fibrin cepat terbentuk, maka
fibroblas akan segera berproliferasi ke area luka yang akhirnya dapat memulihkan
jaringan ( (Ni Made Susilawati, 2016).

Aktivitas antioksidan dari senyawa fenol terbentuk karena kemampuan


senyawa fenol membentuk ion fenoksida yang dapat memberikan satu elektronnya
kepada radikal bebas. (Dhianawaty:Ruslin, 2015).

Flavonoid bekerja sebagai senyawa antinflamasi melalui beberapa jalur seperti


penghambatan degranulasi neutrophil dan penghambatan aktivitas enzim
siklooksigenase (COX) (Khotimah & Muhtadi, 2016). Potensi flavonoid menekan
inflamasi adalah dengan jalan memblokir siklus siklooksigenase (COX) dan
lipoksigenase, sehingga sel radang yang bermigrasi terbatas dan tanda-tanda klinis
peradangan berkurang. (Meilawaty, 2013) Sedangkan kalau menurut siti nurul
khotima (2006) flavonoid yang terkandung bekerja pada fase pertama (early
phase), dimana flavonoid mempunyai kemampuan sebagai inhibitor enzim
lipooksigenase dan sikooksogenase dengan menghambat proses pelepasan
serotonin dan histamin yang merupakan mediator kimia ke tempat terjadinya
radang, juga bekerja pada mediator utama dari inflamasi yaitu dengan
menghambat sintesis prostaglandin melalui penghambatan kerja siklooksigenase
(COX) sehingga tidak terjadi perubahan asam arakhidonat menjadi prostaglandin.
(Khotimah &., 2016)
Obat tradisional merupakan obat warisan turun temurun dari nenek moyang,
sehingg dalam penggunaanya sebagai obat tradisional masih berdasarkan
pengalaman yang diturunkan generasi ke generasi baik secara lisan maupun
tulisan. (Wakur et al., 2013). Sedangkan menurut Permenkes Obat Tradisional yaitu
adalah bahan atau ramuan yang dari bahan tumbuhan,bahan hewan,bahan
mineral,sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara
turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Dan diterapkan sesuai dengan
norma yang berlaku di masyarakat.] (PERMENKES, 2012)

DAFTAR PUSTAKA
PERMENKES, 2012. Peraturan Menteri Kesehatan No. 007 Tahun 2012 Tentang.
Registrasi Obat Tradisional., 007.

Dhianawaty:Ruslin, D., 2015. Kandungan Total Polifenol dan Aktivitas Antioksidan


dari Ekstrak Metanol. MKB, 47(1), pp.60 - 64.

Ika Dyah Kumalasari, E.H.L.A.L.S.R.W.A.K.N.T.S., 2012. Evaluation of


immunostimulatory effect of the arrowroot (Maranta arundinacea. L) in vitro and in
vivo. Cytotechnology , 64, pp.131-37.

Khotimah, S.N. &., A.M., 2016. Beberapa Tumbuhan Yang Mengandung Senyawa
Aktif Antiinflamasi. Review articel, 4(1).

Khotimah, S.N. & Muhtadi, A., 2016. REVIEW ARTIKEL: BEBERAPA TUMBUHAN YANG
MENGANDUNG SENYAWA. Farmaka, (1), p.4.

Kistanti, Y., 2012. HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN KEKAMBUHAN PENYAKIT


GASTRITIS PADA PASIEN GASTRITIS DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON SEMARANG.
semarang: FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SEMARANG.

Meilawaty, Z., 2013. Efek ekstrak daun singkong (Manihot utilissima) terhadap.
Dental Journal, 46(4), pp.196 - 201.

Ni Made Susilawati, Y.K.K., 2016. Aktivitas Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Gedi
Hijau (Abelmoschusmanihot (L.) Medik) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus
norvegicus L.) Yang Diinduksi Dengan Aspirin. Online Journal of Natural Science ,
5(3), pp.296-306.

Oktavia, S., Arifin, H. & Ria, I., 2015. PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI
(Ocimum sanctum L.) TERHADAP pH DAN TUKAK LAMBUNG PADA TIKUS PUTIH
JANTAN. Jurnal Farmasi Higea, 7(2), pp.139 - 151.

Pasaribu, J., Loho, L. & Lintong, P., 2013. GAMBARAN HISTOPATOLOGI LAMBUNG
TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIBERIKAN LENGKUAS (Alpinia galanga
Willd) SETELAH DIINDUKSI OLEH ASAM MEFENAMAT. Jurnal e-Biomedik (eBM), 1(1),
pp.402-07.

PERMENKES, 2012. Registrasi Obat Tradisional. 07.


Shintu PV, R.V.M.K., 2015. Pharmacognostic standardisation of Maranta arundinacea
L. - An important ethnomedicine. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry ,
4(3), pp.242-46.

Shintu, VV, R. & KV, M., 2015. Pharmacognostic standardisation of Maranta


arundinacea. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 4(3), pp.242-46.

Wakur, Y., Sumakud, M.Y.M.A. & Pangemanan, E.F.S., 2013. PEMANFAATAN


TUMBUHAN OBAT DI DESA RUMOONG, ATAS II, TUMALUNTUNG, TUMALUNTUNG
IKECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN. manado: Program Satudi
Ilmu Kehutanan. Jurusan Budidaya Pertanian.

Wardaniati, almahdi & Dahlan, 2016. Gambaran Terapi Kombinasi Ranitidin dengan
Sukralfat dan Ranitidin dengan Antasida Dalam Pengobatan Gastritis Di SMF
Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Mochtar Bukittinggi, ,
8(1) : 65-74. Jurnal Farmasi Higea, 8(1), pp.65 - 74.